Pertemuan Lingkungan St. Antonius tanggal 30 April 2026

Pertemuan Lingkungan St. Antonius tanggal 30 April 2026 di rumah Bapak Arief S. Diisi dengan latihan koor untuk tugas misa Jumat Pertama dan penyampaian beberapa pengumuman oleh Ketua Lingkungan serta mengobrol santai dan bertukar pikiran antar umat tentang rencana-rencana yang ada di GMBA dan juga Lingkungan Antonius. Latihan koor dihadiri kurang lebih 22 umat.

Pertemuan Lingkungan St. Antonius Padua


Hari/tanggal: Kamis, 23 April 2026.
Waktu : pukul 19.15 wib.
Tempat : rumah keluarga Bapak Wiwid.
Agenda : Latihan koor untuk tugas Jumat Pertama bulan Mei.
Latihan koor dihadiri kurang lebih 4 orang tenor, 8 orang bass, 2 orang alto dan 9 orang sopran. Setelah latihan koor dilanjutkan pengumuman dari stasi oleh Ketua Lingkungan.
Pertemuan diakhiri pada pukul 21.00 wib.

Pertemuan Paguyuban Ibu-ibu Lingkungan Antonius

Pertemuan dilaksanakan hari Sabtu, 18 April 2026 pukul 16.30 wib di rumah ibu Purwanto.
Ibu-ibu yang hadir mengenakan dresscode kebaya untuk memperingati hari Kartini.
Pertemuan diawali dengan doa pembukaan dan menyanyikan lagu Kartini.
Setelah acara rutin info-info dan laporan-laporan, dilanjutkan isian oleh ibu Susi tentang kesehatan gigi.
Acara dilanjutkan dengan pemberian hadiah untuk ketiga ibu yang mengenakan kebaya “cantik”.
Acara ditutup dengan doa dan foto bersama.

Latihan Koor untuk Tugas Misa Jumat Pertama 1 Mei 2026 dan Pertemuan Lingkungan St Antonius Padua

Latihan koor untuk tugas Jumat Pertama bulan Mei 2026. Bertempat di rumah keluarga bapak ibu Yosef. Latihan koor dilaksanakan pada hari Kamis, 16 April 2026 pukul 19.00-20.30 WIB, dipimpin oleh ibu Ayiek.
Pertemuan dilanjutkan dengan pemberitahuan pengumuman-pengumuman dari ketua lingkungan Antonius, bpk. Indarto dan penjualan kupon pembangunan GMBA.
Pertemuan ditutup pukul 21.30 wib.

Pertemuan Paguyuban Ibu-ibu Lingkungan Antonius

Pertemuan dilaksanakan pada hari Minggu, 29 Maret 2026 pukul 16.30 wib di rumah ibu Herjunanto.
Pertemuan dihadiri kurang lebih 15 orang ibu dan diawali dg doa pembukaan oleh ibu Lia.
Sebelum doa, para ibu terlebih dahulu membayar iuran-iuran yaitu kas, arisan dan tabungan.
Setelah doa pembukaan, dilanjutkan isian oleh ibu Widi cara membuat mawar dari kain seserahan. Beberapa ibu mencoba membuatnya dan berhasil, setelah itu bunga ditata di tempat yg sudah disiapkan untuk seserahan.
Acara dilanjutkan dengan sambutan ketua dan informasi dari stasi. Selanjutnya laporan-laporan dari bendahara, arisan dan tabungan.
Acara ditutup dengan doa Malaikat Tuhan oleh ibu Aniek.

Pertemuan APP ke-5 Lingkungan St. Antonius Maguwo

“MENGAMBIL LANGKAH PERTAMA DALAM MENOLONG SESAMA”

Tanggal​​: 26 Maret 2026

Tempat ​​: Rumah Bp Vincentius Soemarno

Pemandu​​: Bp Arief Subyantoro, Bp Widjajanto, Bp Murdiyono

Jumlah Peserta ​: 25 orang

Pertemuan kelima Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 menjadi puncak dari rangkaian permenungan dengan mengangkat tema “Mengambil Langkah Pertama dalam Menolong Sesama.” Dalam pertemuan ini, umat diajak untuk tidak hanya memahami nilai-nilai kepedulian, tetapi juga berani mengambil tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pertemuan diawali dengan nyanyian pembuka, tanda salib, pengantar, serta doa pembuka yang mengarahkan umat pada kesadaran akan panggilan sebagai murid Kristus yang diutus untuk mewartakan kasih melalui tindakan konkret.

Pada bagian pendalaman, umat diajak merefleksikan bahwa iman tidak berhenti pada doa dan niat baik, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata. Melalui bacaan Kitab Suci dan pengantar pertemuan, ditekankan bahwa setiap orang dipanggil untuk peka terhadap kebutuhan sesama dan berani “repot” untuk memulai langkah kecil yang membawa perubahan. Gereja mengajak umat untuk tidak menunda kebaikan, melainkan segera bertindak ketika melihat sesama yang membutuhkan pertolongan. 

Pendalaman semakin diperkaya melalui drama situasi (fragmen) yang dibawakan dengan gaya sederhana dan komunikatif. Dalam fragmen tersebut, para tokoh anak-anak menggambarkan kembali perjalanan materi dari pertemuan pertama hingga keempat: mulai dari pentingnya memahami kondisi sesama, mengenal fungsi dana sosial Gereja, mengembangkan tanggung jawab sosial, hingga memahami pentingnya pedoman dalam menyalurkan bantuan. Melalui dialog yang ringan dan diselingi humor, umat diajak menyadari bahwa kepedulian harus diwujudkan dengan cara yang benar dan bertanggung jawab. 

Fragmen tersebut mencapai pesan utamanya ketika para tokoh menyimpulkan bahwa menjadi pribadi yang peduli berarti mau melihat, mau berbagi, dan mau membantu dengan cara yang tepat. Pesan ini menegaskan bahwa tindakan kecil sekalipun memiliki arti besar jika dilakukan dengan ketulusan dan kebijaksanaan. Dengan demikian, umat tidak hanya diajak untuk memahami konsep, tetapi juga terdorong untuk mulai bertindak dalam kehidupan nyata, baik di keluarga, lingkungan, maupun masyarakat.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama, Doa Ardas, Doa Bapa Kami, berkat penutup, serta lagu penutup yang meneguhkan komitmen umat. Melalui pertemuan APP kelima ini, umat diharapkan semakin mantap untuk mengambil langkah pertama dalam menolong sesama. Dengan kepekaan hati dan keberanian untuk bertindak, umat dapat menjadi tanda kehadiran Gereja yang sungguh menghadirkan masyarakat yang bahagia dan sejahtera.

Pertemuan APP ke-4 Lingkungan St. Antonius Maguwo

“PENTINGNYA PEDOMAN DALAM SEBUAH GERAKAN”

Tanggal                      : 12 Maret 2026

Tempat                      : Rumah Bp Arief Subyantoro

Pemandu                  : Ibu Ayiek, Bp Andreas, Bp Satria

Jumlah Peserta       : 25 orang

Pertemuan keempat dalam rangkaian Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 mengangkat tema “Pentingnya Pedoman dalam Sebuah Gerakan.” Pertemuan ini mengajak umat untuk menyadari bahwa kepedulian sosial yang dilakukan Gereja perlu dijalankan dengan arah yang jelas, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan membawa manfaat bagi sesama. Pertemuan diawali dengan nyanyian pembuka, tanda salib, pengantar, serta doa pembuka yang mengantar umat pada semangat refleksi dan kebersamaan.

Pada bagian pendalaman, umat diajak menyaksikan sebuah fragmen yang menggambarkan percakapan ringan antarumat sebelum pertemuan lingkungan dimulai. Dalam suasana santai tersebut muncul pertanyaan mengenai mengapa bantuan sosial di Gereja perlu diatur dengan pedoman tertentu. Melalui dialog yang sederhana dan diselingi humor, fragmen ini menggambarkan keraguan yang kadang muncul di tengah umat tentang prosedur atau aturan dalam kegiatan sosial Gereja.

Melalui penjelasan salah satu tokoh dalam fragmen, umat kemudian diajak memahami bahwa Gereja memiliki pedoman yang jelas dalam mengelola bantuan sosial, yaitu Pedoman Dana Sosial Paroki. Pedoman ini hadir bukan untuk mempersulit, melainkan untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan oleh umat dapat dikelola secara adil, transparan, dan bertanggung jawab. Dengan adanya pedoman tersebut, pelayanan sosial Gereja dapat berjalan lebih terarah dan benar-benar menjangkau mereka yang membutuhkan.

Fragmen tersebut juga menampilkan pengalaman nyata seorang umat yang pernah merasakan bantuan Gereja ketika menghadapi kesulitan. Pengalaman tersebut membuka kesadaran bersama bahwa pedoman justru menjaga agar bantuan dapat diberikan dengan bermartabat dan tidak salah sasaran. Dengan demikian, kepedulian umat tidak hanya didorong oleh niat baik semata, tetapi juga oleh kebijaksanaan dalam mengelola bantuan.Pertemuan diakhiri dengan bacaan Kitab Suci, doa penutup, berkat, serta lagu penutup yang menguatkan komitmen umat untuk hidup dalam semangat solidaritas. Melalui pertemuan ini, umat diajak menghidupi prinsip sederhana namun mendalam: “murah hati ning ora waton, murah hati tetapi tidak sembarangan, murah hati tapi bijaksana.” Kepedulian yang dilandasi pedoman yang baik akan menjadikan gerakan sosial Gereja semakin kuat dalam menghadirkan masyarakat yang bahagia dan sejahtera.

Pertemuan APP ke-3 Lingkungan St. Antonius Maguwo

“MENINGGALKAN SIKAP KETIDAKPEDULIAN, MENGEMBANGKAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL”

Tanggal                      : 5 Maret 2026

Tempat                      : Rumah Ibu Aniek

Pemandu                  : Bp Purwanto, Bp Indarto, Bp Andreas, Ibu Titik, Ibu Nelly

Jumlah Peserta       : 27 orang

Pertemuan ketiga Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 kembali dilaksanakan dalam semangat tema besar “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera.” Pada pertemuan ini umat diajak merenungkan subtema “Meninggalkan Sikap Ketidakpedulian, Mengembangkan Tanggung Jawab Sosial.” Melalui pertemuan ini, umat diingatkan bahwa setiap anugerah yang diterima dari Tuhan—baik kemampuan, waktu, relasi, maupun harta—mengandung tanggung jawab untuk dibagikan kepada sesama demi menghadirkan kesejahteraan bersama.

Pertemuan diawali dengan nyanyian pembuka, tanda salib, pengantar, serta doa pembuka yang mengantar umat memasuki suasana refleksi lalu pembacaan Kitab Suci untuk memberikan acuan dari tema ini. Dalam pendalaman materi, umat diajak menyadari bahwa kepedulian sosial merupakan bagian penting dari panggilan iman. Gereja mengajak setiap orang untuk tidak bersikap acuh terhadap kesulitan sesama, melainkan berani mengambil langkah nyata dalam membangun solidaritas. Dengan saling berbagi dan bekerja sama, anugerah yang berbeda-beda dari setiap orang dapat dipadukan untuk menghadirkan perubahan yang nyata bagi mereka yang membutuhkan.

Untuk memperdalam pemahaman tersebut, pertemuan ini dilengkapi dengan sebuah fragmen atau drama situasi yang menggambarkan kontras antara sikap ketidakpedulian dan sikap penuh kasih. Dalam cerita tersebut digambarkan seorang keluarga kaya yang hidup berkecukupan namun menolak membantu seorang pria yang sedang membutuhkan uang untuk membeli obat bagi istrinya yang sakit. Sebaliknya, sebuah keluarga sederhana yang hidup dengan keterbatasan justru menunjukkan belas kasih dengan memberikan sebagian dari uang belanja mereka untuk menolong orang yang membutuhkan. Kisah ini menegaskan bahwa kepedulian tidak ditentukan oleh banyaknya harta, melainkan oleh hati yang terbuka untuk berbagi.

Fragmen tersebut mencapai puncaknya ketika orang kaya yang sebelumnya bersikap sombong mengalami kesulitan karena anaknya mengalami kecelakaan dan membutuhkan donor darah. Tanpa diduga, justru orang miskin yang dahulu ia tolak bantuannya bersedia secara sukarela mendonorkan darahnya demi menyelamatkan nyawa anak tersebut. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan, setiap orang saling membutuhkan dan kebaikan yang diberikan dengan tulus akan membawa berkat bagi banyak orang.Pertemuan dilanjutkan dengan doa ARDAS IX kemudian Doa Bapa Kami, serta berkat penutup dan lagu penutup. Melalui pertemuan APP ketiga ini, umat diajak untuk semakin meninggalkan sikap tidak peduli dan mulai mengembangkan tanggung jawab sosial dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana sesuai kemampuan masing-masing, sebab membantu sesama tidak harus menunggu menjadi kaya, melainkan dimulai dari hati yang mau berbagi dan menghidupi kasih Kristus dalam kehidupan nyata.

Pertemuan APP ke-2 Lingkungan St. Antonius Maguwo

Tanggal : 26 Februari 2026

Tempat : Rumah Bp Rusiawan

Pemandu : Bp Rusiawan, Ibu Bagus, Ibu Nelly

Jumlah Peserta : 21 orang

Pertemuan kedua Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 dilaksanakan dengan mengangkat tema “Potensi Dana Sosial Gereja: Fungsi dan Sifatnya”. Dalam semangat tema besar “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera”, umat diajak untuk semakin memahami bahwa Gereja tidak hanya hadir melalui pewartaan dan doa, tetapi juga melalui pengelolaan dana sosial yang bertanggung jawab, tepat sasaran, dan berkesinambungan. Pertemuan diawali dengan doa dan nyanyian pembuka dari MB 378 “Tuhan Dikau Naungan Hidupku”, yang menyiapkan hati umat untuk masuk dalam pendalaman iman dan kepedulian sosial.

Melalui pengantar dan pendalaman materi, umat diajak mengenal berbagai potensi dana sosial Gereja yang dikelola di tingkat paroki dan keuskupan, seperti Dana APP, Dana Papa Miskin (Danpamis), Dana Pendidikan Paroki, dan dana solidaritas lainnya. Ditekankan bahwa dana sosial Gereja memiliki fungsi utama untuk menghadirkan kesejahteraan umat, terutama mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel. Dana-dana tersebut bersifat “siap habis” secara bertanggung jawab, tidak untuk ditimbun, serta inklusif, artinya terbuka bagi siapa pun yang sungguh membutuhkan tanpa membedakan latar belakang.

Setelah pengantar dan pendalaman materi, acara dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Suci. Pemahaman materi APP ke-2 ini kemudian diperdalam lagi melalui sebuah drama situasi yang menggambarkan kegelisahan umat dan pengurus lingkungan ketika berhadapan dengan kasus nyata warga yang mengalami kesulitan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Melalui dialog yang hidup dan reflektif, drama tersebut menegaskan pentingnya data umat dalam Sistem Ecclesia sebagai dasar pengambilan keputusan, serta penerapan prinsip solidaritas dan subsidiaritas dalam pengelolaan dana sosial Gereja. Drama ini membantu umat melihat bahwa bantuan Gereja bukan sekadar belas kasihan sesaat, melainkan buah dari iman yang terorganisir, terarah, dan berpihak pada kebutuhan nyata umat.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama, serta berkat penutup yang meneguhkan komitmen umat untuk terlibat aktif dalam karya sosial Gereja. Melalui pertemuan APP kedua ini, umat diharapkan tidak hanya mengetahui keberadaan dana sosial Gereja, tetapi juga berani mengawal pemanfaatannya agar benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Dengan demikian, Gereja semakin sungguh menghadirkan wajah kasih Allah: menyejahterakan secara nyata dan membahagiakan karena setiap umat merasa diperhatikan, didampingi, dan tidak berjuang sendirian.

Pertemuan 1 APP Lingkungan St. Antonius Maguwo

Tanggal​​: 19 Februari 2026

Tempat ​​: Rumah Ibu Hudyono

Jumlah Peserta ​: 25 orang

Pertemuan Aksi Puasa Pembangunan (APP) tahun 2026 di Lingkungan Antonius telah dimulai dengan mengangkat tema besar “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera”. Pertemuan pertama ini mengusung subtema “Potret Kondisi dan Potensi, Dasar untuk Mengawal Aksi” dan dilaksanakan dalam suasana sarasehan yang sederhana namun penuh makna. Umat diajak menyadari bahwa APP bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah gerakan iman yang mengintegrasikan puasa, doa, dan aksi nyata demi kesejahteraan bersama, sejalan dengan arah ARDAS Keuskupan Agung Semarang 2026–2030.

Dalam pengantar dan pendalaman, umat diajak merefleksikan makna Gereja yang bahagia, inspiratif, dan mensejahterakan. Ditekankan bahwa kebahagiaan tidak hanya diukur dari kecukupan materi, melainkan juga dari terpenuhinya kebutuhan emosional dan spiritual. Gereja dipanggil untuk berani mengambil langkah pertama, membangun jejaring kepedulian, serta menghadirkan kesejahteraan yang nyata dan tepat sasaran. Salah satu penekanan penting dalam pertemuan ini adalah pentingnya data umat yang akurat sebagai dasar perencanaan aksi sosial Gereja, agar tidak ada saudara yang terabaikan.

Dinamika pertemuan diperdalam melalui sebuah drama reflektif yang menggambarkan pergulatan iman, sikap ketidakpedulian, serta proses kesadaran akan pentingnya mati raga dan berbagi. Melalui dialog antar tokoh, umat diajak memahami bahwa puasa dan derma bukanlah beban, melainkan sarana pembinaan hati agar semakin peka terhadap sesama. Drama tersebut menegaskan bahwa dana APP dan pembaruan data umat bukan sekadar angka dan kewajiban administratif, tetapi wujud konkret perjuangan Gereja untuk memastikan setiap umat merasa diperhatikan dan didampingi dalam kesulitan hidup.

Pertemuan ditutup dengan pembacaan Kitab Suci, doa bersama, serta berkat penutup, yang meneguhkan komitmen umat untuk menjalani masa Prapaskah dengan lebih bermakna. Melalui pertemuan APP pertama ini, umat Lingkungan Antonius diajak memulai langkah kecil namun berdampak besar: membangun kepedulian, memperbarui data umat dengan tanggung jawab, serta mengisi kotak APP dengan hati yang ikhlas. Harapannya, hinggaPaskah tiba, yang sungguh bangkit bukan hanya perayaan liturgis, tetapi juga hati dan tindakan nyata umat dalam menghadirkan masyarakat yang semakin bahagia dan sejahtera.