Hari Minggu, 9 Agustus 2025, pengurus Misdinar Maguwo mengadakan pertemuan perdana nihh dengan angkatan Komuni Pertama angkatan 2025 yang akan segera di lantik menjadi anggota Misdinar.
Pertama, kita melakukan registrasi. Setelah registrasi, kita mulai dengan sambutan dari Kak Yohanes Theo Widodo sebagai ketua Misdinar yang kece dan keren.. Selanjutnya disambut oleh Bapak Agung selaku Ketua Dewan Stasi. Yang terakhir kita ada sambutan dari Ketua Bidang Liturgi yaitu Ibu Ita Rinawati dan dilanjutkan dengan materi singkat tentang liturgi di gereja. Sebagai pengurus, tentu kita juga perkenalan dongg karena ada pepatah tak kenal maka tak sayang
Setelah itu karena masih fresh nih yaa, jadinya kita adakan foto bersama duluu yeyy… lalu di lanjut dengan perkenalan alat misa bersama kak Valent dan kak Ganes. Ternyata pada excited untuk nyoba dan menghapal nihhh, kerenn sihhh!!!
Untuk menguji daya ingat, kita melakukan games yaitu “Remember Me” dengan kak Marlin yang menjadi koordinator games. Games hanya diberikan waktu sekitar 15 menit untuk menyelesaikan. Ternyata ga di sangka sangka, jawaban mereka bener semuaaa lhooo!! keren banget yaa. Setelah itu kita ada pembagian hadian tapi bukan berdasarkan juara, tetapi sebagai apresiasi pengurus kepada calon Misdinar angkatan 25. Yang terakhir, ada tuker kado silangg nihhh, seru banget kado nya di rollingg dan akhirnya sayonara.
Minggu, 10 Agustus 2025, dua perwakilan Orang Muda Katolik (OMK) Maguwo—Dominic Atta dan Galang Tetasjuang—mengikuti kegiatan Pembekalan Orang Muda Peduli Lansia yang diadakan di Gereja Paroki St. Alfonsus de Liguori, Nandan. Acara ini merupakan program Komisi Lansia Kevikepan Yogyakarta Timur yang mengajak kaum muda untuk lebih peka, peduli, dan terlibat dalam pelayanan bagi para lansia di lingkungan Gereja.
Sejak pagi, peserta yang hadir langsung disambut hangat dan diberi snack untuk dinikmati sebelum acara dimulai. Tepat pukul 10.00 WIB, kegiatan dibuka oleh Romo Suparman. Setelah itu, Ibu Yulianti menyampaikan materi inspiratif yang mengajak orang muda untuk memahami peran penting mereka dalam merawat, menghormati, dan mengasihi lansia—baik dalam keluarga maupun kehidupan menggereja.
Memasuki sesi interaktif, peserta dibagi menjadi kelompok dan diajak bermain team building: menyusun puzzle bergambar gereja. Pada percobaan pertama, komunikasi dilarang—hasilnya puzzle tak juga jadi. Saat percobaan diulang dengan komunikasi diizinkan, puzzle langsung tersusun rapi, menjadi pelajaran nyata bahwa kerja sama dan komunikasi adalah kunci keberhasilan.
Setelah itu, tiap kelompok berdiskusi untuk merumuskan aksi nyata yang bisa dilakukan di paroki masing-masing demi meningkatkan kepedulian kepada lansia. Beberapa ide yang muncul antara lain kunjungan rutin, misa khusus lansia, senam sehat bersama, membantu mengantar ke gereja, hingga membiasakan menyapa dan memberi salam penuh kehangatan.
Anak-anak muda menunjukkan antusiasme luar biasa saat mempresentasikan hasil diskusi. Semua kelompok tampil percaya diri, termasuk Dominic Atta dan Galang Tetasjuang sebagai wakil OMK Maguwo.
Acara diakhiri pada pukul 13.00 WIB dengan doa penutup yang dipimpin kembali oleh Romo Suparman. Setelah itu, seluruh peserta menikmati makan siang bersama, mempererat kebersamaan yang telah terjalin sepanjang hari.
Pembekalan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi orang muda untuk membawa kasih dalam tindakan nyata, sehingga hidup menjadi lebih bermanfaat—seperti semangat tema kegiatan: “Berteman Yuuk!!! Supaya hidup lebih bermanfaat”
Di penghujung acara, Romo juga berpesan agar OMK berkomitmen melaksanakan apa yang telah didiskusikan dengan bekerja sama atau bersinergi dengan Tim Pelayanan PIUL. Dengan demikian, keterlibatan OMK dalam mendukung para lansia di paroki akan semakin nyata dan terasa manfaatnya bagi seluruh umat.
Bukan sekedar panggilan, namun menjadi ajang yang seru dan pendorong agar semakin dekat dengan Yesus melalui firman-Nya. Siapa bilang membaca Kitab Suci itu susah?? baca Kitab Suci mudah asal membaca dengan sepenuh hati yaaa
Hari Minggu, 27 Juli 2025, tim Lektor GMBA mengadakan lomba Lektor lhooo. Lomba ini di ikuti oleh 25 peserta dengan 2 kategori yaitu kategori dewasa dan kategori remaja serta 3 dewan juri yaitu Bapak Ignatius Sunaryo, Suster Bernadeta Nunur, RMI, dan Ibu A. Eddayari Yuliantiningsih.
It’s not just a simple calling — it’s an exciting moment and a great push to get closer to Jesus through His Word. Who says reading the Bible is hard?? It’s not difficult if you read it wholeheartedly!
On Sunday, July 27, 2025, the GMBA Lectors Team held a Lector Competition! This event was joined by 25 participants in two categories: adult and youth. The competition was judged by three esteemed jury members: Mr. Ignatius Sunaryo, Sister Bernadeta Nunur, RMI, and Ms. A. Eddayari Yuliantiningsih.
Sebelum lomba di mulai, ada sambutan dari Bapak Yohanes Agung Prasetya selaku Ketua Dewan Stasi dan Mbak Caroline Denis Noverly sebagai Ketua Lomba Lektor kali ini. Lalu ada peraturan yang dijelaskan oleh Ibu Vera dan di bantu dengan Tian untuk teknis lomba Lektor. Lomba ini juga di selingi oleh ice breaking dengan menggunakan gerak dan lagu “Happy ya ya ya”, “KASIH” dan “Aku Cinta Yesus” dengan penuh antusias dan agar tidak ngantuk xixixixiii…
Before the competition began, opening remarks were delivered by Mr. Yohanes Agung Prasetya as the Head of the Stasi Council, and Miss Caroline Denis Noverly as the Head of the Competition. The rules were then explained by Mrs. Vera, assisted by Tian who handled the technical side of the competition. The event also featured some fun ice-breaking activities with action songs like “Happy Ya Ya Ya,” “KASIH,” and “Aku Cinta Yesus” — full of enthusiasm and perfect to keep everyone awake and energized, xixixixiii…
Bacaan yang dibacakan dipilih random dengan mengambil 1 kertas yang berisikan 1 pilihan acak dari 3 pilihan bacaan. Lomba Lektor berjalan dengan lancar dan tentunya para peserta memiliki suara dan gaya membaca yang unik dan beragam lhoo… keren keren deh pokoknyaa!! Setelah semua selesai membaca kita adakan sesi foto peserta sebagai kenang kenangan dan apresiasi karena sudah mengikuti lomba dengan baikk.
Each reading passage was chosen randomly by drawing one slip of paper containing one of three possible Scripture readings. The competition ran smoothly, and each participant showcased their own unique voice and reading style — it was super impressive all around!
After all participants had read, we had a photo session to commemorate the moment and to appreciate everyone for joining the competition wholeheartedly.
hohohooo akhirnya waktu yang di tunggu tunggu yaitu makan sianggg sambil nunggu juri selesai menilai karena proses penilaian cukup lama. Makan siang kali ini dengan soto yang enakk.
Hohohooo, finally the moment everyone had been waiting for — lunchtime! While waiting for the judges to finalize their scores (which took quite a while), we enjoyed a delicious bowl of soto. Yum…
Selesai makan, akhirnya pengumuman juara nihhh, pengumuman juara dibacakan oleh dewan juri yaitu Bapak Sunaryo. Juri mengambil 3 pemenang dengan kategori dewasa dan 3 pemenang dari kategori remaja. Pemenang Kategori Dewasa : juara 1 : Sisilia Maria Magdalena linkungan Paulus Juara 2 : Paulus Supit lingkungan Gregorius Juara 3 : Maria Septia Lingkungan Petrus
Pemenang Kategori Remaja Juara 1 : Benecdito Deva lingkungan Bartholomeus Juara 2 : Eufrasia Lauda lingkungan Fransiskus Asisi Juara 3 : Joachim Nuansa lingkungan Maria Assumpta
After lunch, it was time to announce the winners! The results were read out by the jury, Mr. Sunaryo. There were three winners selected in each category.
Adult Category Winners:
Sisilia Maria Magdalena (Paulus community)
Paulus Supit (Gregorius community)
Maria Septia (Petrus community)
Youth Category Winners:
Benecdito Deva (Bartholomeus community)
Eufrasia Lauda (Francis of Assisi community)
Joachim Nuansa (Maria Assumpta community)
Selamat yaa untuk para pemenang!!! Untuk yang belum menang jangan berkecil hati yaa, tetap semangat melayani Tuhan dengan sepenuh hati.
Sampai Jumpa di Lomba Lektor selanjunyaa Tuhan memberkati bye byeee
Congratulations to all the winners!!! For those who didn’t win this time, don’t be discouraged — keep serving the Lord with all your heart.
See you at the next Lector Competition! God bless you all. Bye byeeee……
Mutiara Gereja dari Maguwo: Birgitta Valent Reynanda Putri
God continues to grace His Church with exceptional young people—those who not only excel academically but also shine through their faith, service, and character. One of the brightest gems to emerge from the community is Birgitta Valent Reynanda Putri, lovingly known as Valent, a proud daughter of St. Gabriel Community, Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo.
Tuhan senantiasa menghadirkan pribadi-pribadi istimewa di tengah komunitas-Nya—mereka yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bersinar dalam iman, pelayanan, dan keteladanan. Salah satu mutiara terbaik yang tumbuh dan berakar kuat dalam pelayanan Gereja adalah Birgitta Valent Reynanda Putri, atau yang akrab disapa Valent, putri dari Lingkungan Santo Gabriel, Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo.
Born in Sleman on March 8, 2009, Valent has consistently displayed brilliance from an early age. Her intelligence, leadership, creativity, and perseverance make her not only a pride to her family and school, but also to the faith community she actively serves.
Lahir di Sleman, 8 Maret 2009, Valen telah menunjukkan kecemerlangan sejak usia dini. Kecerdasan, kepemimpinan, kreativitas, dan ketekunan menjadikannya sosok remaja yang bukan hanya membanggakan keluarga dan sekolah, tetapi juga menjadi kebanggaan umat stasi.
As an Altar Server, active member of OMK, Lector, and a young singer-musician in GMBA (PMG) , Valent places service at the heart of her identity. Amidst the demands of school and scientific competitions, she faithfully serves at the altar, offers her voice in worship, and brings the liturgy to life through music.
Sebagai seorang Putri Altar, anggota aktif OMK, Lektor dan penyanyi sekaligus pemusik muda di GMBA (PMG), Valent telah menempatkan pelayanannya sebagai bagian penting dari identitas dirinya. Di tengah kesibukan akademik dan berbagai kompetisi ilmiah, ia tetap setia hadir di altar, menyumbangkan suara merdunya di misa, dan mengiringi liturgi dengan alunan musik penuh penghayatan.
In academics, her accomplishments are simply outstanding. Valent represents what it means to be a Catholic student of integrity—pursuing knowledge with excellence, while remaining rooted in values of faith and humility. Here are some of her remarkable achievements:
SD Kanisius Kadirojo:
1st Place – District Science Olympiad (OSN)
Top 7 – Regency Level OSN (Science)
Top 14 – Provincial OSN Finalist
Highest ASPD Score in the District
SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta:
Student Council President (2023/2024)
1st Place – Museum Quiz (City Level)
Runner-up – Museum Quiz (Provincial Level)
Finalist – National OPSI 2023, Applied Physics
Finalist – OPSI City Level, Applied Physics
Consistent Class Top Performer
Best Graduation Certificate
Highest Final Exam Score in School
SMA Negeri 8 Yogyakarta:
Honorable Mention – NASFIA 2024 (National Science Fair for Indonesian Adolescents)
Honorable Mention – Youth Researcher Competition, DIY Province 2024
Representative of Indonesia at the international Junior School Researchers Event – SISTEMIC (Singapore International STEM Innovation Challenge), Singapore 2025
Di dunia akademik, rekam jejak prestasinya luar biasa. Valent adalah simbol integritas seorang pelajar Katolik—yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai rohani dalam setiap langkahnya. Berikut daftar prestasi membanggakan yang telah ia raih:
SD Kanisius Kadirojo:
Juara 1 OSN IPA Se-Kecamatan
7 Besar OSN IPA Se-Kabupaten
14 Besar OSN IPA Se-Provinsi
Peraih Nilai ASPD Tertinggi Se-Kecamatan
SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta:
Ketua OSIS 2023/2024
Juara 1 Lomba Cerdas Cermat Museum Tingkat Kota
Juara Harapan 2 LCC Museum Tingkat Provinsi
Finalis OPSI Nasional 2023 – Bidang Fisika Terapan
Finalis OPSI Kota Yogyakarta – Bidang Fisika Terapan
Juara Kelas Berturut-turut
Ijazah Terbaik Se-Sekolah
Nilai Ujian Sekolah Tertinggi
SMA Negeri 8 Yogyakarta:
Honorable Mention – NASFIA 2024 (National Science Fair for Indonesian Adolescents)
Juara Harapan – Lomba Peneliti Belia DIY 2024
Wakil Indonesia dalam ajang internasional Junior School Researchers Event – SISTEMIC (Singapore International STEM Innovation Challenge) 2025, di Singapura
Valent is living testimony that intelligence is a blessing, service is a calling, and humility is true strength. She inspires not only her classmates, but also her faith community at Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo.
Valent adalah pribadi yang membuktikan bahwa kecerdasan adalah anugerah, pelayanan adalah panggilan, dan kerendahan hati adalah kekuatan sejati. Ia tidak hanya menjadi teladan bagi teman-temannya di sekolah, tapi juga menjadi inspirasi bagi umat muda Katolik di Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo.
May she continue to grow in wisdom, faith, and grace, and may her light shine ever brighter—reminding us all that God works through those who are willing to serve with love, talent, and a sincere heart.
Semoga Valent terus dipenuhi semangat, kasih, dan hikmat dalam setiap langkahnya. Kiranya ia menjadi cahaya yang menerangi sekitarnya, dan bukti nyata bahwa Tuhan bekerja melalui talenta-talenta muda yang setia, melayani, dan berbuah dalam kasih.
In the midst of a rapidly changing world and the many challenges faced by today’s youth, God continues to call and send young people to be the light in their communities. One such figure is Heinrich Zanker Bonnie Ciando, affectionately known as Ricky, a proud son of the St.Clara Community, Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Born in Semarang on June 15, 2008, Ricky is a shining example of how faith and achievement can walk hand in hand, strengthening and uplifting one another.
Ricky is not only a black belt karate athlete who has brought pride to his region through a series of impressive victories. He is also a devoted servant in the Church, actively participating as an Altar Server, a member of the Catholic Youth (OMK), and a musician in the Church Pemusik Muda GMBA (PMG). Despite his rigorous training schedule and academic responsibilities as a student at SMA Negeri 1 Depok, Ricky faithfully puts his service to God and the Church at the center of his life.
His passion for ministry mirrors his determination on the competition mat. For Ricky, every moment of serving at the altar or playing music at Mass is a form of spiritual discipline—one that shapes humility, perseverance, and a heart that cares deeply for others. His accomplishments are not only achievements of the body, but also of the soul.
Here are Ricky’s recent accolades in the world of karate:
3rd Place, Individual Kumite -68 kg (Male) – DIY POPDA, May 22, 2025
1st Place, Individual Kata (Junior Male) – Kejurkab FORKI Sleman, July 7, 2024
3rd Place, Individual Kata (Junior Male) – POLTEKES Kemenkes Yogyakarta Cup, October 5–6, 2024
3rd Place, Individual Kata (Junior Male) – Yogyakarta WTA Open Karate Championship, Ministry of Youth and Sports, December 27–29, 2024
2nd Place, Individual Kata (Junior Male) – Kejurda FORKI DIY, February 26–27, 2025
3rd Place, Individual Kumite -68 kg (Junior Male) – Kejurda FORKI DIY, February 26–27, 2025
Behind every medal and victory lies a stream of prayer from the altar, the support of the Stasi community, and the unshakable spirit of a young Catholic man who refuses to give up. Ricky is living proof that being an athlete does not mean distancing oneself from the Church—on the contrary, it becomes a powerful witness to God’s glory through the talents He has given.
May Ricky continue to grow in love, faith, and excellence, inspiring other young people at Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo and beyond, and reminding us all that God works powerfully through the youth who are faithful, humble, and willing to serve.
And there’s more—Ricky is also a talented musician who especially loves playing the piano. It’s not just a hobby for him; it’s a gift.
His ability to express beauty and harmony through music is just another way he glorifies God and inspires others. Whether on the mat or behind the keyboard, Ricky excels with grace, passion, and purpose.
Melayani Tuhan, Berprestasi di Dunia: Heinrich “Ricky” Ciando, Karateka Muda dari Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo
Di tengah arus zaman yang kian cepat dan tantangan hidup remaja yang semakin kompleks, Tuhan tetap memanggil dan mengutus anak-anak muda untuk menjadi terang di dunia. Salah satunya adalah Heinrich Zanker Bonnie Ciando, atau yang akrab disapa Ricky, putra dari Lingkungan St. Clara, Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Lahir di Semarang, 15 Juni 2008, Ricky adalah teladan nyata bahwa iman dan prestasi dapat berjalan selaras, saling menguatkan, dan saling menyemangati.
Ricky bukan hanya dikenal sebagai seorang karateka pemegang sabuk hitam yang telah mengharumkan nama daerah dalam berbagai kejuaraan bergengsi. Lebih dari itu, ia juga dikenal sebagai pribadi yang aktif melayani di stasi, baik sebagai Putra Altar, anggota Orang Muda Katolik (OMK), maupun pemain musik di kelompok Pemusik Muda GMBA (PMG). Di tengah jadwal latihan yang padat dan tuntutan akademik di SMA Negeri 1 Depok, Ricky tetap setia menempatkan pelayanan sebagai prioritas hidupnya.
Semangatnya dalam melayani tak kalah dengan semangatnya saat bertanding di atas matras. Baginya, setiap pelayanan di altar maupun di komunitas muda adalah bagian dari latihan rohani yang membentuk disiplin, kerendahan hati, dan kepedulian terhadap sesama. Inilah yang membuat prestasinya tidak hanya membanggakan secara lahiriah, tetapi juga menyentuh secara batiniah.
Berikut deretan prestasi Ricky dalam dunia karate yang patut diacungi jempol:
Juara 1 Kata Perorangan Junior Putra – Kejurkab FORKI Sleman, 7 Juli 2024
Juara 3 Kata Perorangan Junior Putra – POLTEKES Kemenkes Yogyakarta Cup, 5–6 Oktober 2024
Juara 3 Kata Perorangan Junior Putra – Yogyakarta WTA Open Karate Championship, Piala Kemenpora RI, 27–29 Desember 2024
Juara 2 Kata Perorangan Junior Putra – Kejurda FORKI DIY, 26–27 Februari 2025
Juara 3 Komite Perorangan Junior Putra -68 kg – Kejurda FORKI DIY, 26–27 Februari 2025
Juara 3 Komite Perorangan Putra -68 kg – POPDA DIY, 22 Mei 2025
Di balik setiap kemenangan, ada doa-doa yang terucap di altar, ada dukungan dari komunitas stasi, dan ada semangat pantang menyerah dari seorang anak muda Katolik yang tidak hanya ingin menang, tetapi juga hidup dalam terang Kristus.
Semoga Ricky terus bertumbuh dalam kasih, iman, dan prestasi, menjadi inspirasi bagi teman-teman sebayanya, serta menjadi berkat bagi Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo dan Gereja secara lebih luas. Ia adalah bukti nyata bahwa Tuhan berkarya melalui kaum muda yang setia, rendah hati, dan mau menyerahkan diri untuk melayani.
Dan tak hanya itu—Ricky juga memiliki bakat luar biasa di bidang musik, terutama dalam memainkan piano. Bukan sekadar suka, ia benar-benar piawai memainkan nada demi nada dengan keindahan yang mengalir dari hati.
Musik bukan hanya hobi baginya, tetapi salah satu cara untuk memuliakan Tuhan dan menyentuh jiwa orang-orang di sekitarnya. Entah saat bertanding di arena karate atau mengalun di balik tuts piano, Ricky selalu menghadirkan semangat, ketulusan, dan kualitas yang menginspirasi.
Kaliurang, 28 Juni 2025 – Dalam rangka membentuk pribadi muda Katolik yang berjiwa pemimpin dan penuh semangat pelayanan, OMK (Orang Muda Katolik) dan RBM (Remaja Bina Iman) Stasi Santa Maria Buda Allah Maguwo menyelenggarakan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) selama dua hari, pada Jumat dan Sabtu, 27–28 Juni 2025.
Kegiatan ini mengusung tema “Bertumbuh dalam Iman, Bersukacita dalam Pelayanan”, dan diikuti oleh 69 peserta dari kalangan remaja dan OMK. Pembinaan dalam Kebersamaan LKTD tahun ini menjadi wadah penting untuk membina semangat kepemimpinan Kristiani, mempererat persaudaraan, dan menggugah kesadaran para peserta akan peran mereka dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.
Melalui beragam sesi yang dikemas secara kreatif dan menyenangkan, peserta diajak untuk mengenal jati diri, memperdalam iman, serta melatih kemampuan bekerja sama dan mengambil tanggung jawab.Hari pertama kegiatan diawali dengan sesi pengantar mengenai dasar-dasar kepemimpinan Katolik dan dinamika kelompok. Para peserta juga mengikuti sesi reflektif mengenai iman dan panggilan pelayanan. Suasana kekeluargaan dan spiritualitas yang hangat turut dirasakan dalam renungan malam dan doa bersama, yang memberi ruang untuk perenungan pribadi di hadapan Tuhan.Pelayanan Sebagai SukacitaHari kedua diisi dengan kegiatan latihan kepemimpinan interaktif, teamwork challenge, diskusi kelompok, serta penyampaian materi tentang pelayanan di lingkungan gereja. Dalam sesi tersebut, peserta diajak untuk memahami bahwa menjadi pemimpin bukan sekadar jabatan, tetapi lebih sebagai panggilan untuk melayani dengan sukacita dan ketulusan hati.Kegiatan ditutup dengan misa syukur, sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan selama dua hari kegiatan berlangsung.
Peserta tampak antusias dan membawa pulang semangat baru untuk terus bertumbuh dalam iman serta terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pelayanan di stasi maupun lingkungan masing-masing. Menjadi generasi muda yang siap melayani melalui kegiatan LKTD ini, OMK dan RBM Stasi Maguwoharjo menegaskan komitmennya dalam membina generasi muda Katolik yang tidak hanya cerdas dan aktif, tetapi juga berakar kuat dalam iman dan siap menjadi pelayan-pelayan yang penuh kasih. “Kami berharap setelah mengikuti LKTD ini, para peserta semakin percaya diri, memiliki semangat kebersamaan, dan menjadikan pelayanan sebagai bagian dari gaya hidup Kristiani mereka,” ungkap salah satu panitia kegiatan. Dengan semangat “Bertumbuh dalam Iman, Bersukacita dalam Pelayanan”, para peserta diharapkan menjadi agen perubahan positif di tengah komunitas, menjadi terang dan garam dunia, serta menjadi teladan dalam tindakan nyata di lingkungan Gereja dan masyarakat.
Martinus Ervin Andres Rinaldi was born in Sleman, on September 21, 1995. Raised in a Catholic family rooted in simplicity, faith, and integrity, Ervin grew up in an environment where values like responsibility, service, and devotion were instilled early. From a young age, he showed an innate interest in structures and design—keenly observing spaces and sketching alternative layouts from his imagination.
He began his formal education at Kanisius Kalasan Junior High School, a school well-known for nurturing character and promoting Ignatian values. This foundation shaped his intellectual curiosity and social awareness. His passion for the built environment deepened during his time at STM Pembangunan Yogyakarta (now SMK Negeri 2 Depok), where he developed essential technical skills in construction and building design.
His path became clearer when he was admitted to the Faculty of Engineering, Architecture Department at Atma Jaya Yogyakarta University, class of 2016. During his university years, Ervin was known not only for his diligence and creativity but also for his reflective approach to architecture. To him, design is not just about aesthetics or structure—it’s about the soul of a space, the relationship between place and people, form and meaning.
As the masterplan designer for St. Mary Mother of God Church in Maguwo, Ervin was entrusted with a significant mission: to design not only a physical structure but to articulate the identity and pastoral direction of a living faith community. He approached the task with humility and depth—listening to the needs of the faithful, studying the church’s history, observing the social and environmental context, and aligning the design with the spirit of Catholic liturgy.
In his masterplan, Ervin envisioned a sacred space that harmonizes with nature and community. The spatial arrangement considers liturgical flow, natural lighting, accessibility, and movement of the congregation. He also designed supporting facilities to encourage pastoral outreach, faith education, and communal interaction. All elements are grounded in one essential principle: a church is not merely a place of prayer, but a shared home shaped and enlivened by its people.
Ervin’s design style can be described as modest yet meaningful. He avoids excessive visual grandeur, instead favoring simplicity imbued with depth and purpose. His work reflects clean geometry, inclusive spatial planning, and the thoughtful use of local materials. He skillfully incorporates symbolic elements of the Catholic faith—such as the cross, light, and altar orientation—into a design that feels both contemporary and sacred.
His involvement in this project goes beyond professional duty. Ervin is a man of faith, and for him, designing a church is a spiritual journey—one that demands prayer, reflection, and sincere dialogue. He does not design from ego, but from a heart that seeks to serve and glorify God through his talents.
Through his dedication and thoughtful design, St. Mary Mother of God Church in Maguwo will stand not only as an impressive architectural structure, but more importantly as a spiritual home—a place that gathers, nurtures, and sends forth the faithful into the world.
Martinus Ervin Andres Rinaldi is a shining example of today’s Catholic youth: talented, principled, and spiritually grounded. Through his hands and heart, he has helped shape a space where heaven touches earth, where community finds its soul, and where faith takes form in brick and light.
Martinus Ervin Andres Rinaldi: Arsitek Muda di Balik Masterplan Gereja St. Maria Bunda Allah Stasi Maguwo
Martinus Ervin Andres Rinaldi lahir di Sleman, 21 September 1995. Ia tumbuh besar dalam lingkungan keluarga Katolik yang sederhana namun penuh nilai, di mana iman, tanggung jawab, dan kepedulian sosial menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Sejak usia muda, Ervin menunjukkan minat pada dunia visual dan bentuk. Ia senang mengamati bangunan, menggambar denah, dan membayangkan ulang ruang-ruang hidup dalam perspektifnya sendiri.
Perjalanan pendidikannya dimulai dari SMP Kanisius Kalasan, sekolah yang dikenal dengan nilai-nilai pendidikan karakter dan pembentukan kepribadian. Di sinilah benih semangat intelektual dan kepedulian sosialnya mulai tumbuh. Ia kemudian melanjutkan ke STM Pembangunan Yogyakarta—kini dikenal sebagai SMK Negeri 2 Depok—dan mulai mendalami dunia teknik bangunan secara lebih spesifik. Di sini, minatnya terhadap desain bangunan semakin menguat, dan keahliannya mulai terasah secara teknis.
Langkahnya semakin mantap saat ia diterima di Fakultas Teknik, Jurusan Arsitektur Universitas Atma Jaya Yogyakarta, angkatan 2016. Selama masa kuliah, Ervin dikenal sebagai mahasiswa yang tidak hanya tekun dan kreatif, tetapi juga reflektif dalam memaknai ruang dan desain. Baginya, arsitektur bukan sekadar estetika atau struktur fisik, tetapi juga tentang jiwa dari sebuah tempat—tentang relasi antara ruang dan manusia, antara bentuk dan makna.
Sebagai desainer masterplan Gereja Santa Maria Bunda Allah di Maguwo, Ervin diamanahi sebuah tanggung jawab besar—merancang bukan hanya fisik bangunan, tetapi juga merumuskan identitas dan arah pastoral sebuah komunitas umat. Ia memulai proses ini dengan pendekatan mendalam: mendengarkan kebutuhan umat, memahami sejarah gereja, memperhatikan dinamika lingkungan, hingga menyelaraskan desain dengan semangat liturgi Katolik.
Dalam masterplan rancangannya, Ervin menghadirkan ruang ibadat yang menyatu dengan alam dan komunitas. Penataan ruang memperhatikan sirkulasi umat, tata letak liturgis, pencahayaan alami, dan aksesibilitas untuk semua kalangan. Ia juga merancang area penunjang yang mendukung kegiatan pastoral, pendidikan iman, dan interaksi sosial. Seluruh konsep berpijak pada prinsip bahwa gereja bukan hanya tempat berdoa, tetapi rumah bersama yang membentuk dan dihidupi oleh umat.
Gaya desain Ervin dapat dikatakan bersahaja namun bernas. Ia tidak mengejar kemewahan visual, tetapi lebih memilih kesederhanaan yang mendalam dan kuat secara makna. Material lokal, bentuk geometris yang bersih, dan tata ruang yang inklusif menjadi ciri khasnya. Ia juga piawai dalam memadukan elemen-elemen simbolik iman Katolik—seperti salib, cahaya, dan orientasi altar—dalam rancangan yang modern namun tetap sakral.
Keterlibatan Ervin dalam proyek ini bukan semata-mata sebagai seorang profesional, melainkan juga sebagai pribadi beriman yang ingin mempersembahkan karya terbaiknya bagi Tuhan dan Gereja. Bagi Ervin, merancang gereja adalah proses spiritual yang menuntut doa, refleksi, dan dialog yang tulus. Ia tidak datang dengan ego desain, melainkan dengan kerendahan hati dan semangat melayani.
Dengan segala pemikiran dan ketekunan yang ia curahkan, Gereja Santa Maria Bunda Allah Stasi Maguwo tidak hanya akan menjadi bangunan megah yang berdiri secara fisik, tetapi menjadi rumah rohani yang menyatukan umat, menumbuhkan iman, dan mengutus setiap orang untuk membawa terang Kristus dalam kehidupan nyata.
Martinus Ervin Andres Rinaldi adalah sosok arsitek muda yang merepresentasikan generasi Katolik masa kini: berintegritas, berbakat, dan berspiritualitas mendalam. Melalui karyanya, ia telah menorehkan sejarah, tidak hanya di atas kertas gambar, tetapi dalam hidup umat dan dalam perjalanan iman sebuah komunitas.
Di antara banyak bintang muda yang bersinar, nama Helena Clarencia Cinta Prasetya patut jadi sorotan. Usianya baru 16 tahun, tapi suara dan prestasinya sudah melanglang buana ke berbagai panggung, dari festival pelajar hingga ajang bergengsi nasional. Helena, begitu ia akrab disapa, adalah salah satu putri berbakat dari Stasi Santa Maria Bunda Allah, Maguwo, yang kini menempuh pendidikan di SMA BOSA Yogyakarta.
Sejak kecil, dunia musik sudah jadi tempat yang nyaman bagi Helena. Dengan zodiak Aries yang dikenal berani dan penuh semangat, tak heran kalau ia terus melangkah pasti mengejar mimpinya menjadi penyanyi internasional. Bukan sekadar mimpi kosong, karena jejak langkahnya penuh dengan prestasi nyata yang bikin kagum siapa pun yang mengenalnya.
Bayangkan saja, sepanjang tahun 2023–2025, Helena telah mengumpulkan lebih dari 15 gelar juara dari berbagai lomba menyanyi dan festival band pelajar. Dari panggung FLS3N, Prambanan Jazz, hingga BRI Rei Property Expo, suara khas Helena sudah menemani banyak telinga, menggetarkan banyak hati. Bahkan, ia pernah tampil memukau di momen kenegaraan seperti upacara 17 Agustus di Balai Kota Yogyakarta dan peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Titik Nol KM Yogyakarta. Hebat, kan?
Tapi prestasi Helena nggak berhenti di luar saja. Di lingkungan gereja, ia juga aktif melayani sebagai putri altar, pemazmur, dan vokalis dalam PMG (Pemusik Muda GMBA). Helena bukan hanya menyanyikan lagu rohani dengan suara indah, tapi juga dengan hati penuh cinta. Ia menjadikan setiap bait lagu sebagai bentuk pelayanan dan persembahan terbaik untuk Tuhan.
tau nggak apa aja prestasi Helena dari tahun 2023 sampai 2025 ? nih mimin kasih tau ya…….
Juara 1 Lomba Menyanyi Tunggal FLS3N Kotamadya Yogyakarta – 2025
Juara 3 Lomba Band Pelajar Fist Cup Fakultas Ilmu Komunikasi Atma Jaya – 2025
Juara 1 Lomba Solo Vocal IMLEK Lampion Jagad di SMA BOSA – 2025
Juara 1 Lomba Band Pelajar WJNC Fest – 2024
Juara 1 National Online Singing Competition di Politeknik AA YKPN – 2024
Juara 1 Lomba Band Padztsuri #2 di SMA 3 – 2024
Juara 2 Online Singing Competition Econofest FEB UGM – 2024
Juara 1 Festival Band Pelajar di Warung Tik Tok – 2024
Perform menyanyi di Upacara Bendera 17 Agustus di Balai Kota Yogyakarta – 2024
Perform menyanyi di Acara Hari Kesaktian Pancasila di Titik Nol Yogyakarta – 2024
Juara 1 Lomba Solo Vokal Mahardika Nada Nusantara Kesbangpol – 2024
Juara 1 Lomba Solo Vokal Amazing BRI Rei Property Expo – 2024
Juara 3 Festival Band Pelajar di SMA Santa Maria – 2024
Juara 1 Festival Band Pelajar China Town di Sleman City Hall – 2024
Juara 1 Lomba Solo Vokal Simponi Negeriku di Hotel Merapi Merbabu – 2023
Finalis 10 Besar I‘m Jazz Kids di Prambanan Jazz – 2023
Juara 1 Festival Band Pelajar di SMM – 2023
Juara 1 Festival Band Pelajar di SMA Santa Maria – 2023
The Voice Kids Indonesia Season 4 – Tim Yura Rizky – 2021
Juara 1 Lomba Menyanyi Tunggal FLS2N tingkat kecamatan UPT Utara Yogyakarta – 2015
kalah jauh lah sama mimin…..mimin mah gak ada apa apanya……..hahahaha
Buat kamu yang penasaran dengan suara Helena, yuk langsung aja mampir dan follow channel-nya:
Dan kalau ada yang mau ngajak kerja sama atau undang perform, boleh banget kontak langsung ke 081227071710 ya………………………..
Helena adalah contoh nyata bahwa talenta yang dipupuk dengan cinta dan kerja keras bisa jadi berkat besar, bukan cuma untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk banyak orang. Kita doakan bersama, semoga Helena terus bersinar dan suatu hari nanti benar-benar berdiri di panggung dunia sebagai penyanyi internasional yang membawa damai dan sukacita lewat musiknya.
Dari altar kecil di Maguwo hingga gemerlap panggung dunia, Helena adalah bintang yang tak hanya bernyanyi, tapi juga menyinari.
Keep shining, girl……………………..
Langit bukan batasmu, tapi justru panggung berikutnya…………………
Namanya Christian Melody Dharma Saputra, dan seperti namanya, hidupnya memang penuh melodi, nggak berlebihan kalau dibilang suara emasnya udah jadi berkat buat banyak orang, terutama di Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo.
Lahir di Sleman pada 1 Desember 2008, Christian saat ini sedang menapaki masa remajanya di salah satu SMA favorit, SMA Negeri 3 Yogyakarta. Tapi jangan salah, meskipun sibuk sekolah, pelayanan di gereja tetap jalan terus.
Christian adalah salah satu contoh anak muda yang aktif, berprestasi, dan punya semangat pelayanan tinggi. Di bidang tarik suara, prestasinya udah nggak diragukan lagi. Suaranya nggak cuma merdu, tapi juga punya penghayatan yang bikin suasana doa makin hidup. Nggak heran kalau dia sering dipercaya jadi pemazmur, baik di misa-misa rutin maupun acara besar di GMBA.
mau tau apa saja prestasinya ?
Medali Perak International Applied Science Project Olympiad (i2ASPO) Katergori Research On Children with Special Needs
Juara 2 Lomba Peneliti Belia Bidang Fisika Tingkat DIY
Juara 3 Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Juara 2 Lomba Solo Vokal Putra FLS3N Kota Yogyakarta
Medali Emas Mazmur Remaja Pesparani Nasional II
Medali Emas Paduan Suara Anak Pesparawi Nasional XIII
Juara 1 Mazmur Anak Pesparani DIY
Juara 3 Festival Paduan Suara Anak Indonesia Ode Bentara
Juara 1 Tryout Wicofest
Juara 3 Nine Tryout #3
Juara 1 Mortar Stampher Tryout ASPD #3
luar biasa bukan ?
Selain itu, Christian juga aktif sebagai putra altar—setia membantu di altar dengan penuh tanggung jawab. Dan nggak berhenti sampai di situ, dia juga turut melatih teman-temannya di grup Pemusik Muda GMBA (PMG). Ya, Christian adalah salah satu pelatih nyanyi di PMG, berbagi ilmunya sambil tetap belajar bersama.
Yang bikin salut, semua itu dijalaninya dengan rendah hati dan senyum khasnya yang selalu ramah. Nggak banyak bicara, tapi karyanya terasa. Dari balik mimbar, suara Christian jadi pengantar doa yang syahdu dan menguatkan.
Christian adalah contoh bahwa remaja Katolik bisa keren, aktif, dan berprestasi tanpa harus jauh dari gereja. Semoga semangatnya bisa menular ke teman-teman sebayanya, dan terus tumbuh jadi pribadi yang membawa damai dan sukacita lewat musik dan pelayanan.
Keep shining, Christian…………………………………………. Suaramu bukan cuma indah, tapi juga jadi jembatan bagi banyak hati untuk bertemu Tuhan.
HiHello 👋, welcome to Gereja Maria Bunda Allah - Paroki Administratif Maguwo