Penerimaan Abu: Lingkungan St. Theresia Bertugas Among Tamu dan Menghitung Kolekte

Umat Katolik mengawali Masa Prapaskah dengan mengikuti Perayaan Ekaristi Rabu Abu, yang ditandai dengan penerimaan abu di dahi sebagai simbol pertobatan, kerendahan hati, dan tekad untuk memperbarui hidup.

Dalam perayaan ini, Lingkungan St. Theresia mendapat tugas pelayanan sebagai among tamu dan petugas penghitung kolekte. Para petugas melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan semangat pelayanan sebagai wujud nyata keterlibatan umat dalam kehidupan menggereja.

Pelayanan among tamu dilakukan dengan menyambut umat secara ramah, membantu mengarahkan tempat duduk, serta menciptakan suasana yang tertib dan kondusif agar perayaan Ekaristi dapat berlangsung dengan khidmat. Sementara itu, tim penghitung kolekte menjalankan tugas dengan teliti, jujur, dan penuh tanggung jawab.

Perayaan Ekaristi Rabu Abu ini dilaksanakan pada Selasa, 17 Februari 2026, bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah, dan diikuti oleh umat dengan penuh kekhusyukan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak seluruh umat memasuki masa tobat Prapaskah dengan hati yang terbuka, semangat pertobatan, serta komitmen untuk memperbaiki relasi dengan Tuhan dan sesama.

Melalui penerimaan abu, umat diingatkan akan hakikat hidup manusia: berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu. Kesadaran ini mendorong umat untuk semakin rendah hati, tekun dalam doa, setia dalam puasa dan pantang, serta aktif dalam karya kasih nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga pelayanan yang dilakukan oleh Lingkungan St. Theresia menjadi berkat bagi seluruh umat dan semakin menumbuhkan semangat kebersamaan, persaudaraan, serta solidaritas dalam kehidupan menggereja.

“Selamat Memasuki Masa Prapaskah, Tuhan Memberkati”

Doa Syukur Bersama Lingkungan St. Theresia: Mengucap Syukur dan Mendoakan Pemulihan

Sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan, umat Lingkungan St. Theresia, melaksanakan kegiatan doa bersama dan kunjungan kasih pada Kamis, 8 Januari 2026 di kediaman Bapak KPS. Prononagoro, salah satu umat Lingkungan St. Theresia yang saat ini sedang menjalani proses pemulihan kesehatan.

Kegiatan ini dilakukan untuk mengucap syukur atas rahmat Tuhan, sekaligus mendoakan agar proses pemulihan dapat berjalan dengan lancar serta memberikan dukungan dan semangat bagi Bapak KPS. Prononagoro dan keluarga. Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, umat berkumpul untuk berdoa bersama, saling menyapa, berbincang santai, dan berbagi perhatian sebagai wujud nyata kepedulian dan kasih persaudaraan.

Kebersamaan dalam doa ini menjadi momen yang menenangkan dan menguatkan, tidak hanya bagi yang sedang dalam proses pemulihan, tetapi juga bagi seluruh umat yang hadir. Kehadiran sederhana, doa, dan perhatian yang diberikan diharapkan mampu menumbuhkan semangat, harapan, serta keyakinan bahwa Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah kehidupan.

Melalui kegiatan ini, Lingkungan St. Theresia berharap semangat kebersamaan, kepedulian, dan pelayanan terus hidup dan berkembang di tengah umat. Semoga Bapak KPS. Prononagoro senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan pemulihan yang sempurna oleh Tuhan, serta dapat segera kembali beraktivitas seperti sediakala.

Bertumbuh dalam Kasih dan Sukacita: PIAR Santa Monica di Rumah Fokolare

Pada hari Sabtu, 14 Februari 2026, Lingkungan Santa Monica mengadakan kegiatan PIAR (Pendampingan Iman Anak dan Remaja) perdana yang bertempat di Rumah Fokolare. Kegiatan ini berlangsung hampir dua jam, dimulai pada pagi hari dan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Suasana penuh sukacita dan kehangatan terasa sejak awal hingga akhir acara.

Kegiatan diawali dengan doa pembuka sebagai ungkapan syukur dan penyerahan diri kepada Tuhan. Setelah itu, anak-anak diajak bernyanyi bersama lagu penuh semangat berjudul “Tu Wa Ga Pat Anak Misioner” yang dipandu dengan ceria. Nyanyian ini membantu anak-anak lebih bersemangat dan siap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Memasuki sesi pertama, anak-anak mengikuti Game 1: Perkenalan dengan tema “Mengasihi”. Melalui permainan sederhana namun bermakna, mereka belajar untuk saling mengenal, menghargai, dan memahami bahwa kasih adalah dasar dalam hidup bersama. Tema ini kemudian diperdalam melalui Kisah Penciptaan, yang mengingatkan bahwa segala sesuatu yang diciptakan Tuhan adalah baik adanya, dan manusia dipanggil untuk saling mengasihi serta menjaga ciptaan-Nya.

Selanjutnya, anak-anak mendengarkan Kisah Orang Samaria yang Baik Hati, yang menanamkan nilai kepedulian dan belas kasih terhadap sesama tanpa memandang perbedaan. Untuk memperdalam pemahaman, anak-anak mengikuti kegiatan kreatif mewarnai gambar Orang Samaria. Sementara itu, anak-anak usia 10 tahun ke atas membuat kartu ucapan syukur kepada Tuhan dan menghiasnya dengan penuh kreativitas. Melalui kegiatan ini, mereka diajak mengungkapkan rasa syukur dan kasih kepada Tuhan secara nyata.

Suasana kembali dibuat meriah melalui Game 2: Konsentrasi, yang melatih fokus sekaligus mempererat kebersamaan. Tawa dan keceriaan anak-anak semakin menambah semangat pagi itu.

Kegiatan PIAR ini didampingi oleh Om Bobby, Om Albert, Ibu/Ms Selma, serta kakak-kakak mahasiswa yang dengan sabar dan penuh perhatian membimbing anak-anak. Nyanyian-nyanyian dipandu dengan hangat oleh Tante Tyas, sehingga suasana semakin hidup. Di akhir acara, anak-anak bersama-sama menyanyikan lagu “Happy Ya Ya Ya” dengan penuh sukacita sebagai ungkapan kegembiraan atas kebersamaan hari itu.

Sebagai penutup, doa bersama kembali dipanjatkan sebagai ungkapan terima kasih atas penyertaan Tuhan sepanjang kegiatan. Acara kemudian ditutup dengan pembagian susu dan biskuit oleh Tante Sulis, yang semakin melengkapi kebahagiaan anak-anak.

Melalui kegiatan PIAR ini, diharapkan benih-benih iman, kasih, dan kepedulian semakin tumbuh dalam hati anak-anak dan remaja Lingkungan Santa Monica. Semoga kebersamaan ini terus menjadi sarana untuk semakin mengenal dan mengasihi Tuhan serta sesama dalam kehidupan sehari-hari.

Lingkungan Santa Monica Gelar Ibadah Mitoni Penuh Sukacita

Dalam suasana penuh syukur dan kebersamaan, Lingkungan Santa Monica mengadakan ibadah mitoni bagi Mbak Veka, putri dari Bapak Luddy dan Ibu Naning, pada Kamis, 12 Februari pukul 19.00 WIB. Ibadah dilaksanakan di Dusun Maguwo dan dihadiri oleh umat lingkungan yang dengan penuh sukacita turut mendoakan keselamatan ibu dan calon buah hati.

Ibadah dipimpin oleh Prodiakon Ibu Tiwi. Dalam permenungannya, beliau mengangkat kisah Injil tentang perjumpaan Maria yang mengunjungi Elisabeth. Keduanya sedang mengandung dan sama-sama merasakan sukacita yang mendalam saat berjumpa. Maria datang membawa kabar keselamatan, dan Elisabeth menyambutnya dengan penuh kegembiraan. Pertemuan itu menjadi gambaran indah tentang kasih, perhatian, dan persaudaraan yang tulus.

Melalui kisah tersebut, umat diajak untuk merefleksikan makna kunjungan dan perjumpaan dalam kehidupan sehari-hari. Baik yang mengunjungi maupun yang dikunjungi, keduanya merasakan kebahagiaan karena dapat bertemu dan berbagi kasih dengan sesama. Demikian pula dalam kehidupan menggereja, setiap perjumpaan menjadi sarana menghadirkan sukacita dan penguatan iman.

Ibadah berlangsung dengan khidmat dan penuh pengharapan bagi Mbak Veka dan keluarga. Umat bersama-sama memanjatkan doa agar proses kehamilan hingga persalinan kelak berjalan lancar dan penuh berkat.

Sebagai penutup, tuan rumah menyediakan suguhan sederhana yang semakin mempererat kebersamaan antarumat. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan sosialisasi mengenai kotak APP (Aksi Puasa Pembangunan), mengingat minggu depan umat akan memasuki masa Prapaskah yang diawali dengan Rabu Abu. Umat diajak untuk mulai mempersiapkan hati, membangun semangat tobat, serta berbagi kasih melalui gerakan APP.

Semoga melalui kebersamaan dan doa yang terjalin dalam kegiatan lingkungan ini, iman umat semakin diteguhkan, Tuhan memberkati.

Doa Rutin Lingkungan St. Theresia : Meneladani Iman Perempuan Siro-Fenesia

Lingkungan St. Theresia kembali mengadakan kegiatan doa rutin pada Kamis, 12 Februari 2026, yang diikuti oleh umat lingkungan dengan penuh kekhusyukan dan semangat kebersamaan. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperdalam iman, mempererat persaudaraan, serta meneguhkan pengharapan umat dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan doa rutin ini dilaksanakan di rumah Keluarga Bapak Gelung Minangkoro, dengan rangkaian acara meliputi doa pembuka, pujian, pembacaan Injil, renungan, doa umat, serta doa penutup. Seluruh rangkaian berlangsung dalam suasana hening, khidmat, dan penuh penghayatan.

Renungan pada kesempatan ini diambil dari Injil Markus 7:24–30 dengan tema “Perempuan Siro-Fenesia yang Percaya.” Bacaan Injil ini mengisahkan seorang perempuan non-Yahudi yang dengan penuh kerendahan hati dan ketekunan iman datang kepada Yesus untuk memohon kesembuhan bagi anaknya. Meskipun awalnya mengalami penolakan, ia tidak menyerah, melainkan tetap percaya penuh pada belas kasih dan kemurahan Tuhan. Keteguhan imannya menunjukkan bahwa iman sejati adalah iman yang gigih, teguh, dan tidak mudah menyerah.

Dalam konteks sosial dan religius pada masa itu, keselamatan dipahami hanya diperuntukkan bagi bangsa Yahudi. Namun, melalui kisah ini, Yesus menegaskan bahwa keselamatan Allah terbuka bagi semua bangsa, tanpa dibatasi oleh latar belakang, suku, maupun status sosial. Tuhan hadir untuk menyelamatkan semua orang yang datang kepada-Nya dengan hati yang tulus dan penuh iman.

Kisah Perempuan Siro-Fenesia juga mengajarkan kepada kita tentang iman yang tidak menuntut, tidak memaksa, tetapi percaya sepenuhnya pada belas kasih dan kemurahan Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia kerap datang kepada Tuhan dengan berbagai tuntutan dan harapan. Namun, melalui renungan ini, umat diajak untuk belajar berserah, setia, dan sabar, sebab jawaban atas doa-doa kita selalu lahir dari kasih Tuhan, bukan dari paksaan manusia.

Beberapa pesan iman yang dapat direnungkan bersama dari Injil hari ini adalah:

  1. Mukjizat Tuhan terjadi menurut kehendak-Nya
  2. Jawaban atas doa-doa kita adalah karena belas kasih dan kemurahan Tuhan
  3. Iman yang benar adalah percaya kepada Tuhan tanpa perlu bukti nyata.

Melalui kegiatan doa rutin ini, umat Lingkungan St. Theresia diharapkan semakin diteguhkan dalam iman dan pengharapan. Jangan menyerah, jangan berhenti berharap, dan jangan mundur karena satu penolakan. Tetaplah percaya dan berserah sepenuhnya pada belas kasih serta kemurahan Tuhan, sebab di sanalah sumber kekuatan sejati kita.

Kamis Penuh Berkah Bersama Umat Lingkungan St. Theresia

Doa Rutin yang dilakukan dua kali dalam sebulan, setiap hari Kamis, umat Lingkungan St. Theresia berkumpul untuk mengikuti doa. Di tengah kesibukan dan padatnya aktivitas sehari-hari, momen ini menjadi waktu yang pas untuk berhenti sejenak, waktu memuji Tuhan bersama seluruh umat lingkungan.

Suasana doa berlangsung sederhana namun penuh makna. Dengan puji-pujian, bacaan Kitab Suci, serta doa bersama, umat diajak untuk saling menguatkan dalam iman dan pengharapan. Kehadiran umat yang setia menjadi bukti nyata kerinduan untuk terus bertumbuh secara rohani.

Tak hanya sebagai sarana pendalaman iman, doa rutin ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan dan kekeluargaan antarumat. Canda ringan, senyum, dan sapaan hangat setelah doa menambah rasa akrab dan memperkuat tali persaudaraan di Lingkungan St. Theresia.

Semoga melalui kegiatan sederhana namun penuh berkat ini, iman umat semakin diteguhkan, hati semakin dikuatkan, dan kasih Tuhan semakin nyata dalam setiap langkah kehidupan.

Dalam Satu Irama, Satu Iman: Pelayanan Koor Lingkungan St. Theresia pada Misa Kudus 1 Februari 2026

Dalam semangat pelayanan dan ungkapan syukur kepada Tuhan, Lingkungan St. Theresia melaksanakan tanggungan koor gereja pada Minggu, 1 Februari 2026, dalam Perayaan Ekaristi yang dimulai pukul 07.00 WIB. Seluruh anggota koor telah bersiap sejak sebelum misa dimulai, sebagai bentuk tanggung jawab dan kesiapan dalam mempersembahkan pelayanan terbaik bagi kemuliaan nama Tuhan.

Pelayanan koor pada perayaan Ekaristi ini dipimpin oleh Ibu Melania Alfreda Noeng dan Ibu Maria Sode Muda selaku dirigen koor, yang dengan penuh ketekunan dan dedikasi membimbing seluruh anggota koor agar dapat melantunkan pujian dengan harmonis, selaras, dan penuh penghayatan. Sementara itu, tugas pemazmur dipercayakan kepada Mba Chiera ( pemazmur muda yang mau belajar dan tampil perdana di Gereja ), yang membawakan mazmur tanggapan dengan khidmat dan penuh penghayatan, sehingga semakin membantu umat untuk memasuki suasana doa.

Seluruh rangkaian pelayanan koor berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh kekhusyukan. Lantunan pujian yang dipersembahkan diharapkan mampu menghadirkan suasana peribadatan yang semakin mendalam, serta menuntun umat untuk semakin menghayati misteri iman dalam Perayaan Ekaristi.

Melalui pelayanan ini, Lingkungan St. Theresia bersyukur atas kesempatan yang diberikan untuk ambil bagian dalam karya pelayanan Gereja. Semoga setiap pujian dan doa yang dipersembahkan menjadi persembahan yang berkenan di hadapan Tuhan, serta semakin meneguhkan iman, harapan, dan kasih seluruh umat.

Menggema Dalam Doa : Latihan Koor Lingkungan St. Theresia

Lingkungan St. Theresia melaksanakan kegiatan latihan koor pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di rumah Ibu Ketua Lingkungan, sebagai bagian dari persiapan tanggungan koor gereja pada Perayaan Ekaristi tanggal 1 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat pelayanan.

Dokumentasi : Latihan koor yang dipimpin langsung oleh Koordinator Tim Pelayanan Koor.

Latihan koor diikuti oleh seluruh unsur umat Lingkungan St. Theresia, yang terdiri dari para Bapak, Ibu, serta Orang Muda Katolik (OMK). Kehadiran lintas generasi ini menjadi cerminan semangat kebersamaan, persatuan, dan komitmen bersama dalam membangun pelayanan liturgi yang berkualitas dan penuh penghayatan.

Kegiatan latihan dipimpin langsung oleh Koordinator Tim Pelayanan Koor, Ibu Maria Sode Muda, yang dengan penuh ketekunan dan dedikasi membimbing para peserta dalam penguasaan teknik vokal lagu-lagu liturgi yang akan dibawakan. Arahan dan pendampingan yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan koor, baik dari segi teknis maupun penghayatan iman.

Melalui latihan yang terarah dan persiapan yang matang ini, diharapkan pelayanan koor Lingkungan St. Theresia pada Perayaan Ekaristi tanggal 1 Februari 2026 dapat berjalan dengan baik, tertib, dan lancar, sehingga mampu mendukung kekhusyukan liturgi serta membantu umat untuk semakin menghayati makna perayaan iman.

Dalam Semangat Pelayanan: Serah Terima Jabatan dan Rapat Pleno Pengurus Lingkungan St. Theresia

Serah Terima Jabatan Ketua Lingkungan Lama kepada Ketua Lingkungan Baru 2026/2028

Dalam suasana penuh syukur dan kebersamaan, Lingkungan St. Theresia melaksanakan kegiatan Serah Terima Jabatan dan Rapat Pleno Pengurus Lingkungan pada Sabtu, 11 Januari 2026, pukul 19.00 WIB, bertempat di rumah Ibu Ketua Lingkungan. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh berkat Tuhan.

Acara ini dihadiri oleh seluruh koordinator pengurus lingkungan, yang berkumpul dengan satu hati dan satu tujuan, yakni melayani Tuhan melalui pelayanan kepada sesama. Kehadiran seluruh pengurus menjadi wujud nyata semangat persaudaraan, kebersamaan, serta komitmen untuk terus membangun lingkungan yang hidup, peduli, dan berlandaskan kasih.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa pembuka, sebagai ungkapan penyerahan diri kepada penyelenggaraan Tuhan. Selanjutnya dilaksanakan prosesi serah terima jabatan, yang menjadi momen penuh makna, sebagai tanda regenerasi pelayanan dan kepercayaan yang diberikan untuk melanjutkan karya kasih di Lingkungan St. Theresia. Momen ini mengajak seluruh pengurus untuk semakin setia, rendah hati, dan tulus dalam menjalankan setiap tugas pelayanan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan rapat pleno, yang diisi dengan, evaluasi, serta perencanaan program kerja ke depan. Melalui dialog yang hangat dan penuh semangat, para pengurus saling berbagi gagasan, harapan, dan komitmen, demi terwujudnya pelayanan yang semakin berkualitas dan menyentuh hati umat.

Seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa bersama, sebagai ungkapan syukur atas kelancaran kegiatan serta permohonan berkat Tuhan agar setiap pengurus senantiasa diberi hikmat, kekuatan, kesabaran, dan kerendahan hati dalam melayani. Semoga melalui kepengurusan yang baru, Lingkungan St. Theresia semakin bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih, serta menjadi sarana berkat bagi seluruh umat dan sesama.

Sosialisasi Lomba Video Dokumenter

Sosialisasi Lomba Video Dokumenter diselenggarakan pada 6 Feb 26. Kegiatan ini bertempat di Gazebo GMBA Maguwo dan diikuti oleh perwakilan dari berbagai lingkungan.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai konsep, tema, serta teknis pelaksanaan lomba video dokumenter. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan terkait alur pendaftaran, ketentuan lomba, hingga kriteria penilaian yang akan digunakan oleh panitia.

Perwakilan masing-masing Lingkungan mengikuti kegiatan dengan antusias. Melalui sosialisasi ini, peserta diharapkan mampu mempersiapkan karya video dokumenter yang kreatif, informatif, serta sesuai dengan nilai-nilai yang ingin disampaikan dalam lomba.

Dengan adanya kegiatan ini, Lingkungan-lingkungan diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam lomba video dokumenter dan menjadikan media video sebagai sarana pewartaan, dokumentasi, serta pengembangan kreativitas umat.