Dalam Semangat Pelayanan: Serah Terima Jabatan dan Rapat Pleno Pengurus Lingkungan St. Theresia

Serah Terima Jabatan Ketua Lingkungan Lama kepada Ketua Lingkungan Baru 2026/2028

Dalam suasana penuh syukur dan kebersamaan, Lingkungan St. Theresia melaksanakan kegiatan Serah Terima Jabatan dan Rapat Pleno Pengurus Lingkungan pada Sabtu, 11 Januari 2026, pukul 19.00 WIB, bertempat di rumah Ibu Ketua Lingkungan. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh berkat Tuhan.

Acara ini dihadiri oleh seluruh koordinator pengurus lingkungan, yang berkumpul dengan satu hati dan satu tujuan, yakni melayani Tuhan melalui pelayanan kepada sesama. Kehadiran seluruh pengurus menjadi wujud nyata semangat persaudaraan, kebersamaan, serta komitmen untuk terus membangun lingkungan yang hidup, peduli, dan berlandaskan kasih.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa pembuka, sebagai ungkapan penyerahan diri kepada penyelenggaraan Tuhan. Selanjutnya dilaksanakan prosesi serah terima jabatan, yang menjadi momen penuh makna, sebagai tanda regenerasi pelayanan dan kepercayaan yang diberikan untuk melanjutkan karya kasih di Lingkungan St. Theresia. Momen ini mengajak seluruh pengurus untuk semakin setia, rendah hati, dan tulus dalam menjalankan setiap tugas pelayanan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan rapat pleno, yang diisi dengan, evaluasi, serta perencanaan program kerja ke depan. Melalui dialog yang hangat dan penuh semangat, para pengurus saling berbagi gagasan, harapan, dan komitmen, demi terwujudnya pelayanan yang semakin berkualitas dan menyentuh hati umat.

Seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa bersama, sebagai ungkapan syukur atas kelancaran kegiatan serta permohonan berkat Tuhan agar setiap pengurus senantiasa diberi hikmat, kekuatan, kesabaran, dan kerendahan hati dalam melayani. Semoga melalui kepengurusan yang baru, Lingkungan St. Theresia semakin bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih, serta menjadi sarana berkat bagi seluruh umat dan sesama.

Sosialisasi Lomba Video Dokumenter

Sosialisasi Lomba Video Dokumenter diselenggarakan pada 6 Feb 26. Kegiatan ini bertempat di Gazebo GMBA Maguwo dan diikuti oleh perwakilan dari berbagai lingkungan.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai konsep, tema, serta teknis pelaksanaan lomba video dokumenter. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan terkait alur pendaftaran, ketentuan lomba, hingga kriteria penilaian yang akan digunakan oleh panitia.

Perwakilan masing-masing Lingkungan mengikuti kegiatan dengan antusias. Melalui sosialisasi ini, peserta diharapkan mampu mempersiapkan karya video dokumenter yang kreatif, informatif, serta sesuai dengan nilai-nilai yang ingin disampaikan dalam lomba.

Dengan adanya kegiatan ini, Lingkungan-lingkungan diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam lomba video dokumenter dan menjadikan media video sebagai sarana pewartaan, dokumentasi, serta pengembangan kreativitas umat.

Agenda Kegiatan Doa Lingkungan Santa Monica dan Pelayanan Koor di GMBA

Lingkungan Santa Monica kembali mengadakan kegiatan rohani yang penuh makna pada Kamis, 22 Januari 2026, bertempat di rumah Bapak Andre, mulai pukul 19.00 WIB. Kegiatan diawali dengan doa lingkungan yang diikuti oleh sekitar 30 umat.

Dalam doa bersama tersebut, umat diajak merenungkan kisah Saul yang dipenuhi rasa benci dan iri terhadap Daud. Kisah ini menjadi pengingat bagi seluruh umat akan bahaya perasaan negatif yang dapat merusak relasi, baik dengan sesama maupun dengan Tuhan. Melalui renungan yang dibagikan, umat diajak untuk belajar menanggapi setiap peristiwa, termasuk berita yang kita dengar atau baca, dengan sikap yang positif, tidak terburu-buru berprasangka atau terjebak dalam pikiran negatif. Sikap iman yang dewasa diharapkan mampu menghadirkan damai dan pengharapan di tengah kehidupan sehari-hari.

Setelah doa lingkungan, kegiatan dilanjutkan dengan latihan koor sebagai persiapan pelayanan liturgi. Latihan berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan, mencerminkan komitmen umat Lingkungan Santa Monica dalam melayani Tuhan melalui pujian dan nyanyian.

Pelayanan koor tersebut kemudian dilaksanakan pada Minggu pagi dalam Perayaan Ekaristi pukul 07.00 WIB di Gereja Maguwo – Bunda Allah. Para umat yang bertugas telah berkumpul sejak pukul 06.30 WIB untuk melakukan persiapan. Berkat kerja sama dan kesiapan seluruh petugas, Misa berjalan dengan lancar dan sukses, serta membantu umat semakin khusyuk dalam mengikuti perayaan Ekaristi.

Semoga melalui kegiatan doa lingkungan dan pelayanan koor ini, iman umat semakin diteguhkan dan semangat kebersamaan dalam melayani Tuhan dan Gereja terus bertumbuh.

Perayaan Natal Bersama Lingkungan Santo Petrus

Lingkungan Santo Petrus mengadakan perayaan Natal bersama yang berlangsung dengan penuh sukacita dan kebersamaan pada hari Sabtu, 10 Januari 2026, pukul 17.00 WIB, bertempat di rumah ketua lingkungan, Ibu Lely. Acara ini dihadiri oleh warga Lingkungan Santo Petrus serta undangan dari lingkungan lain, dengan jumlah kehadiran sekitar 47 orang.

Perayaan Natal diawali dengan ibadat Natal yang dipimpin oleh Ibu Tiwik. Dalam suasana yang khidmat dan penuh makna, umat diajak untuk kembali merenungkan makna kelahiran Yesus Kristus sebagai wujud kasih Allah yang hadir di tengah kehidupan, sekaligus mempererat persaudaraan antarumat.

Setelah ibadat, acara dilanjutkan dengan serah terima Ketua Wilayah Yohanes Don Bosco. Ketua wilayah lama, Ibu Yohana Fransiska Lina Setyaningsih, secara resmi menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada ketua wilayah yang baru, Bapak Laurentius Triyono. Momen ini menjadi ungkapan syukur atas pelayanan yang telah dijalankan sekaligus harapan akan semangat baru dalam melayani umat di wilayah Yohanes Don Bosco.

Selanjutnya, umat mengikuti sosialisasi dari Tim Renovasi Pembangunan Gereja GMBA yang disampaikan oleh Bapak Bagyo bersama tim. Sosialisasi ini memberikan penjelasan mengenai rencana, proses, serta ajakan bagi umat untuk turut mendukung pembangunan gereja sebagai wujud kebersamaan dan tanggung jawab bersama.

Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah, yang dilanjutkan dengan makan malam bersama dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Kegembiraan semakin terasa dengan adanya pembagian door prize yang menambah semarak perayaan Natal Lingkungan Santo Petrus.

Melalui perayaan ini, diharapkan semangat Natal semakin menguatkan iman, persaudaraan, dan kebersamaan umat, serta menumbuhkan komitmen untuk terus aktif dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

ADVEN KE IV, Ibadat Keluarga Kudus di Lingkungan: Menghadirkan Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan


Menjelang akhir masa Natal, umat di lingkungan-lingkungan Stasi Maguwo melaksanakan Ibadat Keluarga Kudus sebagai momen untuk kembali meneguhkan panggilan keluarga kristiani. Ibadat tahun ini mengangkat tema:
“Bersama-Sama Menghadirkan Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan.”

Melalui ibadat sederhana namun penuh makna ini, umat diajak untuk semakin memaknai kedatangan Kristus dalam kehidupan sehari-hari—terutama dalam keluarga sebagai komunitas terkecil yang membentuk Gereja. Keluarga yang hidup dalam sukacita dan harapan akan lebih mampu menjadi inspirasi dan saluran kebaikan bagi masyarakat sekitar.


Tujuan Ibadat

Pertemuan ini bertujuan agar umat semakin menyadari bahwa kehadiran Kristus tidak hanya dirayakan dalam liturgi, tetapi juga dalam relasi keluarga, kebersamaan, dan hidup menggereja di lingkungan. Dengan demikian, keluarga kristiani semakin menjadi tempat:

  • tumbuhnya sukacita,
  • bertumbuhnya iman,
  • serta lahirnya tindakan kasih yang menyejahterakan sesama.


Bacaan Injil: Lukas 2:41–52

Ibadat ditopang oleh bacaan Injil tentang Yesus yang berada di Bait Allah pada usia dua belas tahun. Kisah ini menggambarkan dinamika keluarga yang pernah mengalami kehilangan, keresahan, dan pencarian, namun semuanya dijalani dengan kasih dan kesetiaan.


Renungan Singkat: Tiga Makna Keluarga Kudus

Pemandu atau pemimpin ibadat mengajak umat merenungkan tiga pokok inspiratif dari Keluarga Kudus Nazaret:

1. Keluarga yang Bahagia

Keluarga Kudus tidak steril dari masalah. Mereka sempat mengalami kekhawatiran besar ketika Yesus hilang. Namun mereka menghadapinya dengan:

  • cinta kasih,
  • kepercayaan penuh,
  • komunikasi yang terbuka.

Bahagia bukan berarti tanpa masalah, tetapi kemampuan untuk saling menopang dan bertumbuh bersama dalam setiap situasi.

2. Keluarga yang Menginspirasi

Maria dan Yosef menunjukkan ketaatan yang mendalam pada kehendak Allah. Mereka menjadi teladan keluarga sederhana yang hidup dari iman. Dari merekalah kita belajar bahwa keluarga adalah sekolah iman pertama, tempat nilai-nilai Kristiani ditanamkan secara nyata.

3. Keluarga yang Menyejahterakan

Yesus tumbuh menjadi pribadi yang “bertambah hikmat, besar, dan disukai Allah dan manusia”. Pertumbuhan itu tidak terlepas dari kesejahteraan rohani dan jasmani yang Ia terima dalam keluarga-Nya.

Keluarga yang menyejahterakan adalah keluarga yang menumbuhkan potensi tiap anggotanya sehingga mampu menjadi berkat bagi dunia, membawa damai, dan menghadirkan kebaikan.


Litani Permohonan

Dalam litani permohonan, umat bersama-sama memohon agar setiap keluarga:

  • diberi kekuatan menghadapi tantangan,
  • diteguhkan dalam cinta,
  • serta dipenuhi semangat untuk menjadi keluarga yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.

Doa Penutup & Berkat

Ibadat diakhiri dengan doa penutup, menyerahkan keluarga masing-masing ke dalam penyertaan Tuhan. Setelah itu, umat menerima berkat penutup yang menjadi tanda pengutusan agar setiap keluarga semakin menjadi cermin kasih Allah di tengah masyarakat.

Misa Memule 1 Tahun Berpulangnya Ibu Chatarina Sri Murhariyani

Dalam suasana doa yang khidmat dan penuh iman, keluarga besar Bapak Yahya Sudarto bersama umat mengadakan Misa Memule 1 tahun berpulangnya Ibu Chatarina Sri Murhariyani. Misa dilaksanakan pada Minggu, 14 Desember 2025, pukul 19.00 WIB, bertempat di rumah keluarga Bapak Yahya Sudarto, Nanggulan. Perayaan Ekaristi ini dipimpin oleh Romo Yohanes Ngatmo, PR, dan dihadiri kurang lebih 80 umat.

Misa memule ini menjadi ungkapan syukur sekaligus doa bagi arwah Ibu Chatarina Sri Murhariyani yang telah dipanggil Tuhan satu tahun yang lalu. Dalam kebersamaan umat, keluarga mempersembahkan doa agar almarhumah memperoleh kedamaian abadi di sisi Tuhan, serta memohon kekuatan dan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Dalam homilinya, Romo Yohanes Ngatmo, PR mengajak umat untuk memaknai kematian dalam terang iman Kristiani, yakni sebagai jalan kembali kepada Bapa. Romo menegaskan bahwa kasih Tuhan tidak pernah berakhir oleh kematian, melainkan justru disempurnakan dalam kehidupan kekal. Kenangan akan kebaikan, kasih, dan keteladanan hidup almarhumah hendaknya menjadi inspirasi bagi keluarga dan umat untuk terus hidup dalam iman, harapan, dan kasih.

Suasana misa berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Doa-doa, bacaan Kitab Suci, serta nyanyian liturgi mengalun dengan tenang, menciptakan nuansa pengharapan akan kebangkitan dan hidup kekal. Kehadiran umat dalam jumlah yang besar menjadi tanda solidaritas, kepedulian, dan persaudaraan yang erat antara keluarga dan lingkungan.

Misa memule ini tidak hanya menjadi momen mengenang satu tahun berpulangnya Ibu Chatarina Sri Murhariyani, tetapi juga kesempatan bagi umat untuk memperdalam iman dan memperkuat pengharapan akan janji keselamatan Tuhan. Semoga almarhumah beristirahat dalam damai di sisi Tuhan, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa dikuatkan oleh kasih dan penghiburan-Nya.

Doa Adven IV Ibadat Keluarga Kudus Lingkungan Petrus: Bersama-sama Menghadirkan Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan


Dalam rangka menyambut Hari Raya Natal, umat Lingkungan Santo Petrus mengadakan Doa Adven IV Ibadat Keluarga Kudus dengan tema “Bersama-sama Menghadirkan Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan”. Ibadat ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Desember 2025, pukul 19.00 WIB, bertempat di rumah Mba Rosita. Kegiatan doa dihadiri oleh 13 orang umat dan dipimpin oleh Pastor Jona Joakhim Pinem.

Ibadat berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan kehangatan keluarga. Dalam suasana Adven IV yang semakin mendekatkan umat pada perayaan kelahiran Yesus Kristus, umat diajak untuk merenungkan makna kehadiran Keluarga Kudus sebagai teladan hidup beriman. Doa, lagu-lagu Adven, serta bacaan Kitab Suci membantu umat untuk semakin membuka hati dalam menyambut Sang Juruselamat.

Dalam homilinya, Pastor Jona Joakhim Pinem mengajak seluruh umat untuk meneladani Keluarga Kudus Nazaret—Yesus, Maria, dan Yosef—yang hidup dalam kesederhanaan, ketaatan, kasih, dan saling mendukung. Pastor menekankan bahwa keluarga adalah Gereja kecil (Ecclesia Domestica) yang menjadi tempat pertama iman ditumbuhkan. Dari keluarga yang penuh kasih dan iman, akan lahir Gereja yang bahagia, mampu menginspirasi sesama, serta membawa kesejahteraan bagi lingkungan sekitar.

Melalui doa Adven IV ini, umat diingatkan bahwa menghadirkan Gereja tidak harus selalu melalui hal-hal besar, tetapi dapat dimulai dari kehidupan keluarga sehari-hari: saling mendengarkan, mengampuni, berbagi, dan peduli terhadap sesama. Dengan semangat kebersamaan dan teladan Keluarga Kudus, umat diharapkan semakin siap menyambut Natal dengan hati yang penuh damai dan sukacita.

Ibadat ditutup dengan doa penutup dan kebersamaan sederhana yang semakin mempererat tali persaudaraan antarumat. Semoga semangat Adven IV ini terus hidup dalam keluarga dan lingkungan, sehingga Gereja sungguh hadir sebagai sumber kebahagiaan, inspirasi, dan kesejahteraan bagi semua.

Adven II Stasi Maguwo: Berjalan Bersama sebagai Gereja yang Menginspirasi


Memasuki Minggu Adven II, umat Stasi Maguwo kembali berkumpul dalam suasana hening dan penuh harapan untuk mengikuti pertemuan dengan tema “Berjalan Bersama sebagai Gereja yang Menginspirasi.” Tema ini mengajak umat untuk berani melangkah, mengambil peran, dan menghadirkan terang kasih Tuhan di tengah masyarakat.

Pertemuan diawali dengan nyanyian dan doa pembuka, mengantar umat memasuki momen refleksi. Adven minggu kedua ini mengingatkan bahwa setiap orang dipanggil bukan hanya untuk menantikan kedatangan Tuhan, tetapi juga menjadi tanda kehadiran-Nya melalui tindakan kasih yang nyata.


Tema: Mengambil Langkah Pertama untuk Peradaban Kasih

Dalam pengantar pertemuan, umat diajak menyadari bahwa dunia yang semakin kompleks membutuhkan pribadi-pribadi yang siap menjadi teladan. Gereja yang menginspirasi bukanlah Gereja yang pasif, tetapi Gereja yang berani mengambil langkah pertama untuk menyemai peradaban kasih.

Mulai dari tindakan kecil—menyapa, membantu, mendengarkan, memberi waktu—semua itu menjadi dasar yang membuat komunitas semakin hidup. Adven mengajak umat melihat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari keberanian sederhana seseorang untuk memulai.


Inspirasi Iman: Mengisi Kertas Kosong

Untuk memperdalam makna tema, pertemuan Adven II diisi dengan dinamika “Mengisi Kertas Kosong.” Pemandu menyediakan selembar kertas kosong serta beberapa spidol, lalu umat diajak hening sejenak sebelum permainan dimulai.

Satu per satu, setiap peserta diminta memberi satu goresan—entah garis, lingkaran, titik, atau bentuk sederhana lainnya. Goresan sederhana yang saling melengkapi ini perlahan membentuk sebuah gambar utuh.

Dinamika ini membawa pesan mendalam:

  • Sebuah karya besar selalu dimulai dari satu inisiatif kecil.
  • Setiap orang punya peran penting untuk mengisi kekosongan dalam komunitas.
  • Ketika setiap umat memberi kontribusinya, Gereja menjadi lebih indah dan lebih menginspirasi.
  • Tanpa kebersamaan, kertas tetap kosong. Namun dengan kerjasama, kertas itu berubah menjadi karya penuh makna.

Seperti gambar itu, hidup menggereja juga membutuhkan keberanian untuk memulai dan kesediaan untuk berjalan bersama.


Peneguhan Sabda: Matius 3:1–12

Pertemuan kemudian diteguhkan dengan pembacaan Kitab Suci dari Matius 3:1–12, yang menghadirkan suara Yohanes Pembaptis sebagai pewarta pertobatan. Bacaan ini menegaskan bahwa setiap orang dipanggil untuk memperbarui diri, mempersiapkan jalan bagi Tuhan, dan menghasilkan buah-buah pertobatan dalam hidup sehari-hari.

Sabda ini menjadi dorongan agar umat tidak hanya berhenti pada kata-kata, tetapi mengambil tindakan nyata untuk mewujudkan kasih Tuhan.


Penutup: Melangkah Bersama, Menginspirasi Sesama

Pertemuan Adven II ditutup dengan doa, memohon agar umat diberikan keberanian untuk menjadi Gereja yang bergerak, yang menghadirkan inspirasi, dan yang membangun kesejahteraan melalui aksi-aksi sederhana.

Melalui Adven minggu kedua ini, umat Stasi Maguwo diajak untuk terus melangkah bersama—mengubah “kertas kosong” kehidupan menjadi karya kasih yang hidup dan menginspirasi banyak orang.

Adven III Umat Stasi Maguwo: Menjadi Gereja yang Menyejahterakan


Memasuki Minggu Adven III, umat Stasi Maguwo kembali berkumpul dalam suasana hangat untuk mengikuti pertemuan Adven dengan tema “Menjadi Gereja yang Menyejahterakan.” Tema ini mengajak umat untuk semakin membuka hati, melihat sesama, dan menghadirkan kesejahteraan bagi banyak orang melalui bela rasa dan kerjasama.
Setiap lingkungan berkumpul dalam suasana sederhana namun penuh keakraban, dipersatukan oleh semangat yang sama: membangun Gereja yang semakin menyejahterakan.

Pertemuan dimulai dengan nyanyian pembuka, disusul doa pembuka yang membawa umat masuk dalam suasana doa dan penantian yang mendalam. Suasana hening dan kebersamaan malam ini menjadi tempat yang baik untuk menyiapkan hati menyambut kehadiran Sang Juru Selamat.


Pengantar: Menghidupi Semangat Bela Rasa

Dalam pengantar pertemuan, umat diajak merenungkan bahwa menjadi Gereja yang menyejahterakan bukan hanya tugas para pemimpin Gereja, tetapi panggilan setiap orang beriman. Kesejahteraan terwujud ketika kita mau hadir, peduli, dan menjadi tanda kasih Tuhan bagi sesama.

Gereja dipanggil untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi untuk keluar, melihat sekitar, dan terlibat menghadirkan kebaikan. Adven mengajak kita menyiapkan hati sekaligus menyiapkan tindakan nyata untuk mewujudkan kesejahteraan bersama—di keluarga, lingkungan, wilayah, dan stasi.


Inspirasi Iman: Puzzle Kesejahteraan

Pertemuan Adven III malam ini juga dilengkapi dengan dinamika menyusun puzzle, sebagai simbol bahwa kesejahteraan sejati adalah hasil karya bersama. Umat menerima potongan gambar dari berbagai bentuk—gambar keluarga harmonis, orang yang tersenyum, atau suasana damai—untuk dirangkai kembali menjadi gambar utuh.

Dinamika sederhana ini mengingatkan umat bahwa:

  • setiap orang membawa “potongan kebaikannya” sendiri,
  • setiap talenta saling melengkapi,
  • dan kesejahteraan hanya terwujud ketika semua bekerja bersama.

Sebagaimana puzzle tidak akan lengkap tanpa satu potongan pun, demikian pula Gereja tidak akan bisa menyejahterakan jika warganya berjalan sendiri-sendiri.


Refleksi Iman: Pesan Paus Fransiskus

Dalam refleksi, umat merenungkan pesan Paus Fransiskus yang menegaskan bahwa setiap manusia adalah saudara, tanpa memandang suku, agama, atau latar belakang. Kesejahteraan menurut Gereja bukan sekadar kesejahteraan materi, tetapi kesejahteraan yang memanusiakan setiap orang.

Paus mengingatkan bahwa masyarakat yang terpecah-pecah tidak mungkin menciptakan kesejahteraan. Justru dengan berbela rasa, bekerjasama, saling peduli, dan membangun relasi yang hangat, kita dapat menghadirkan “keluarga manusia” yang sejati.


Peneguhan Kitab Suci

Sabda Tuhan yang dibacakan menjadi sumber kekuatan bagi umat untuk semakin memahami panggilan sebagai Gereja yang melayani kesejahteraan bersama. Sabda tersebut mengingatkan bahwa tindakan kasih adalah bagian dari karya keselamatan Tuhan yang hadir melalui setiap pribadi yang mau peduli.


Penutup

Pertemuan ditutup dengan doa bersama, memohon agar umat semakin mampu menghidupi semangat bela rasa dan kerjasama, sehingga Gereja sungguh menjadi tempat yang menumbuhkan harapan dan kesejahteraan bagi semua orang.

Melalui Adven III ini, umat Stasi Maguwo—khususnya lingkungan St. Monika, St. Klara, St. Yohanes Pembaptis, St. Gregorius, Bramin, St. Theresia, St. Stefanus, dan St. Yusuf—diajak untuk semakin siap menyambut kelahiran Kristus, Sang Sumber Sukacita dan Kesejahteraan sejati.

Doa Adven III Lingkungan Santo Petrus : “Menjadi Gereja yang Menyejahterakan”

Doa Adven III Lingkungan Santo Petrus dilaksanakan pada Selasa, 9 Desember 2025, pukul 19.00 WIB, bertempat di rumah Mba Lely. Ibadat ini dipimpin oleh Ibu Mulyadi dan dihadiri oleh 15 umat yang mengikuti dengan penuh keakraban dan sukacita.

Dengan tema “Menjadi Gereja yang Menyejahterakan”, suasana doa diisi dengan renungan mengenai panggilan Gereja untuk menghadirkan kesejahteraan yang nyata bagi sesama. Bukan hanya kesejahteraan lahiriah, tetapi juga kesejahteraan batin, kasih, perhatian, dan kepedulian.

Salah satu bagian paling menarik dalam acara ini adalah permainan menyusun puzzle gambar yang disiapkan sebagai sarana refleksi. Setiap umat diberikan beberapa potongan puzzle yang tampaknya sederhana, namun menyimpan makna mendalam.

Permainan ini ingin menggambarkan bahwa kesejahteraan sejati adalah hasil dari upaya bersama. Sama seperti puzzle, tanpa satu bagian pun, gambar tidak akan pernah menjadi lengkap. Begitu pula dalam kehidupan komunitas: satu orang yang terabaikan akan membuat gambaran kesejahteraan menjadi tidak utuh.

Setiap potongan puzzle melambangkan setiap pribadi dalam masyarakat, masing-masing dengan keunikan, kebutuhan, dan peran penting yang tidak dapat digantikan. Menjadi Gereja yang menyejahterakan berarti kita tidak hanya fokus pada diri sendiri, tetapi aktif mencari, memperhatikan, dan merangkul mereka yang “hilang” atau “tersembunyi”—mereka yang mungkin tersisihkan, lemah, atau membutuhkan uluran tangan.

Ketika semua potongan puzzle tersusun dengan baik, tampaklah sebuah gambar yang indah dan sempurna. Hal ini menjadi simbol bahwa sebuah komunitas yang sejahtera adalah komunitas di mana setiap orang merasa dihargai, diakui, dan memiliki tempat. Tidak ada yang tersisih, dan semua berperan dalam membangun kebahagiaan bersama.

Doa Adven III ini menjadi momen berharga bagi umat Lingkungan Santo Petrus untuk meneguhkan komitmen sebagai Gereja yang hidup bagi sesama—menghadirkan kesejahteraan, bukan hanya dalam kata-kata, tetapi melalui tindakan nyata dan kepedulian setiap hari. Dengan semangat Adven, umat diajak terus mempersiapkan diri menyambut Kristus Sang Damai yang datang membawa harapan dan kesejahteraan bagi seluruh dunia.