Misa Memule 1000 Hari Ibu Anna Maria Trihenaningsih

Pada hari Minggu, 30 November 2025, umat lingkungan Santo Petrus bersama keluarga berkumpul dalam perayaan misa memule 1000 hari mengenang almarhumah Ibu Anna Maria Trihenaningsih. Misa berlangsung pukul 19.00 di kediaman Bapak Winarso, Nanggulan, dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Sarce, dan dihadiri sekitar 30 umat dari lingkungan serta keluarga yang datang untuk mendoakan dan mengenang sosok almarhumah. Dalam homilinya, Romo Sarce mengajak umat untuk mengenang Ibu Anna Maria melalui karya-karya baik yang pernah ia lakukan semasa hidup, serta meneladani imannya yang sederhana dan setia.

Suasana doa berlangsung tenang dan penuh harapan kristiani, mengingatkan bahwa wafat bukanlah akhir, melainkan pintu menuju kehidupan kekal bersama Tuhan. Umat bersama-sama memohon agar jiwa Ibu Anna Maria diterima dengan penuh cinta dalam kerahiman Allah.

Setelah misa, keluarga menyampaikan ucapan terima kasih kepada umat yang hadir dan turut mendukung mereka dalam masa-masa duka ini. Kehadiran umat tidak hanya menjadi bentuk solidaritas, tetapi juga memperteguh iman dan persaudaraan dalam komunitas lingkungan.

Perayaan malam itu menjadi momen yang menghangatkan hati—sebuah ungkapan cinta, doa, dan pengharapan untuk almarhumah serta penguatan bagi keluarga yang ditinggalkan. Semoga jiwa Ibu Anna Maria Trihenaningsih beristirahat dalam damai Tuhan. Amin.

Doa Adven I Lingkungan Santo Petrus “Menantikan Kristus Dalam Kebahagiaan Iman”

Doa Adven I Lingkungan Santo Petrus berlangsung dengan penuh sukacita dan kehangatan pada hari Kamis, 27 November 2025 pukul 19.00 WIB, bertempat di rumah Bapak Muscapwanto. Ibadat dipimpin oleh Ibu Retno dan dihadiri oleh 16 umat yang berkumpul dalam semangat persaudaraan untuk memulai masa penantian akan kedatangan Kristus.

Dengan tema “Menantikan Kristus dalam Kebahagiaan Iman”, umat diajak untuk merenungkan bahwa sukacita sejati bukan berasal dari hal-hal duniawi, tetapi dari hati yang siap menyambut Tuhan. Lagu-lagu sederhana, suasana hening, dan untaian doa membuka pertemuan dengan nuansa damai khas masa Adven.

Salah satu bagian yang membuat kegiatan ini terasa berbeda dan lebih hidup adalah adanya permainan rohani. Setiap peserta diminta untuk menuliskan momen bahagia dalam hidup mereka, lalu membagikan pengalaman tersebut kepada umat lain. Beragam cerita mengalir—mulai dari pengalaman keluarga, peristiwa kecil yang menyentuh hati, hingga kesaksian tentang campur tangan Tuhan dalam hidup sehari-hari.
Permainan ini tidak hanya menumbuhkan rasa syukur, tetapi juga mempererat kebersamaan antarumat.

Melalui pertemuan ini, umat Lingkungan Santo Petrus semakin diteguhkan bahwa menantikan Kristus bukanlah sekadar kewajiban liturgis, melainkan sebuah perjalanan iman yang penuh sukacita, saling menguatkan, dan membawa harapan baru. Doa ditutup dengan berkat penutup dan ramah tamah sederhana, menambah kehangatan kebersamaan di awal masa Adven.

Semoga sukacita iman yang dialami dalam doa Adven I ini menjadi awal yang indah untuk mempersiapkan hati menyambut kelahiran Sang Juru Selamat.

Doa Rutin Lingkungan Santo Petrus

Lingkungan Santo Petrus kembali mengadakan doa bersama pada Kamis, 20 November 2025, bertempat di kediaman Ibu Enny. Ibadat ini mengusung tema “Mempersiapkan Hati Menyambut Sang Juru Selamat”, sebagai wujud kesiapsiagaan umat menyongsong masa Adven yang semakin dekat.

Doa dimulai pada pukul 19.00 dan berlangsung dalam suasana hangat serta penuh kekhusyukan. Sebanyak 11 umat hadir dan mengikuti rangkaian doa dengan antusias. Meski jumlahnya tidak banyak, semangat kebersamaan sangat terasa melalui doa, nyanyian, dan permenungan yang dibawakan.

Dalam renungan, umat diajak untuk membuka hati, merapikan hidup, serta mempersiapkan diri secara rohani agar mampu menyambut kehadiran Kristus dengan sukacita dan kesederhanaan. Kesadaran untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan menebarkan kasih menjadi penekanan utama dalam pertemuan doa ini.

Acara ditutup dengan saling mendoakan satu sama lain, memohon agar setiap keluarga diberi damai, kesehatan, dan berkat dalam menjalani masa persiapan Adven. Pertemuan sederhana ini menjadi pengingat bahwa Tuhan hadir dalam kebersamaan umat yang berkumpul dalam doa dan harapan yang tulus.

Menjalani Tahun Rahmat: Ziarah Porta Sancta Lingkungan Santo Paulus


Pada Minggu, 16 November 2025, umat Lingkungan Santo Paulus melaksanakan Ziarah Porta Sancta sebagai bagian dari perjalanan rohani untuk memperdalam iman dan mengalami kembali limpahan rahmat Allah dalam Tahun Yubileum. Ziarah ini diikuti oleh umat lingkungan bersama para Suster SSpS serta para Romo SVD, sehingga nuansa kebersamaan dan semangat misioner terasa sangat kuat sepanjang perjalanan.

Perhentian pertama adalah Kerkoff Muntilan, tempat para misionaris awal—khususnya para Jesuit—dimakamkan. Di lokasi bersejarah ini, umat diajak mengenang pengorbanan dan dedikasi para pewarta Injil yang telah menanamkan dasar iman Katolik di tanah Jawa. Suasana hening dan penuh hormat menjadi momen refleksi mendalam bagi para peserta.

Ziarah kemudian berlanjut ke Gereja Santo Ignatius Magelang, sebuah gereja tua yang kaya akan spiritualitas Ignasian. Di sini umat berdoa dan memohon kekuatan untuk menjalani hidup dengan semangat discernment serta tekad untuk mencari dan menemukan Allah dalam segala hal.

Perhentian ketiga adalah Gereja Maria Penasihat Baik di Wates, tempat yang menjadi puncak pengalaman rohani bagi peserta ziarah. Di gereja ini, umat terlebih dahulu mengikuti pengakuan dosa, sebuah kesempatan untuk memurnikan hati dan mengalami kembali kasih pengampunan Tuhan. Setelah itu, umat merayakan Perayaan Ekaristi bersama tiga romo SVD: Romo Ryan, Romo Sunday, dan Romo Salu. Misa berlangsung dalam suasana penuh syukur, hangat, dan membawa kedalaman rohani bagi seluruh peserta.

Ziarah ditutup dengan kunjungan ke Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran, sebuah pusat devosi yang sangat dikenal di Keuskupan Agung Semarang. Umat berdoa dalam keheningan dan kedamaian khas Ganjuran, merasakan sentuhan kasih Tuhan yang menguatkan dan menyegarkan kembali semangat iman.

Perjalanan rohani ini menjadi pengalaman yang mempererat persaudaraan umat Lingkungan Santo Paulus, memperdalam relasi dengan Tuhan, serta menghadirkan sukacita sebagai Gereja yang senantiasa berjalan bersama. Semoga ziarah ini membuahkan pembaruan hidup dan menumbuhkan semangat pelayanan dalam keseharian.

Penutupan Bulan Rosario, Bersatu Dalam Doa dan Syukur

Selama bulan Oktober, umat di berbagai lingkungan telah melaksanakan doa Rosario secara rutin. Setiap pertemuan menjadi kesempatan untuk merenungkan misteri kehidupan Yesus bersama Bunda Maria, sekaligus mempererat tali persaudaraan antarumat.

“Bersama Maria, kita diajak untuk terus bertekun dalam doa dan percaya akan penyertaan Tuhan dalam hidup kita.”

Makna Doa Rosario

Doa Rosario bukan sekadar rangkaian doa yang diulang-ulang, melainkan sebuah perjalanan iman yang membawa kita merenungkan misteri kehidupan Yesus Kristus bersama Bunda Maria.

  1. Doa yang Membawa Kita Dekat dengan Kristus

Melalui setiap peristiwa (misteri) dalam Rosario—sukacita, dukacita, kemuliaan, dan terang—kita diajak untuk memusatkan hati pada Yesus, merenungkan karya keselamatan-Nya dari kelahiran hingga kebangkitan.

  1. Maria sebagai Pendamping Doa

Dengan mendoakan Rosario, kita meneladani Bunda Maria yang setia merenungkan sabda Allah dalam hatinya (bdk. Lukas 2:19). Ia menjadi teladan bagi umat beriman untuk selalu percaya dan taat pada kehendak Tuhan.

  1. Doa yang Membawa Kedamaian

Rosario sering disebut sebagai “senjata rohani”. Santo Yohanes Paulus II menyebutnya sebagai doa yang membawa damai bagi hati, keluarga, dan dunia. Saat Rosario didaraskan dengan iman dan kasih, hati menjadi lebih tenang dan damai.

  1. Ungkapan Kasih dan Syukur

Setiap butir Rosario adalah persembahan kasih kepada Bunda Maria sebagai ungkapan syukur atas penyertaannya dan perantaraan doanya bagi Gereja serta umat manusia.

  1. Doa yang Mengikat Umat dalam Persaudaraan

Ketika Rosario didoakan bersama-sama — baik di keluarga, lingkungan, atau komunitas — kita diajak untuk hidup dalam kebersamaan, saling mendoakan, dan memperkuat iman satu sama lain.


“Marilah kita bertekun dan sehati dalam doa bersama-sama dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus.”
Kisah Para Rasul 1:14

Dengan semangat yang sama, umat Stasi Maguwo berkomitmen untuk terus meneladani Bunda Maria dalam kehidupan sehari-hari — hidup yang penuh doa, rendah hati, dan setia kepada kehendak Allah.

Perayaan Sukacita dan Karya Amal

Di tengah situasi dunia yang kerap merongrong asa umat manusia, umat Lingkungan St. Theresia tetap tekun berdoa, memohon perlindungan dan pendampingan Bunda Maria. Dengan penuh iman, umat senantiasa memperbarui serta menumbuhkan harapan akan keselamatan dari Putranya, Yesus Kristus, melalui doa rosario sepanjang bulan Oktober.

Sebagai penutup bulan rosario dan ungkapan syukur atas rahmat Allah, sekaligus syukur atas pendampingan Santa Theresia sebagai pelindung lingkungan, umat St. Theresia mengadakan Perayaan Ekaristi Kudus dalam suasana yang khidmat dan penuh sukacita. Dalam homilinya, Rm. FX. Murdi Susanto, Pr., menegaskan bahwa Yesus memiliki kuasa atas maut dan seluruh alam semesta. Beliau mengajak umat untuk meneladani Yesus dalam berbuat baik dan berbela rasa kepada siapa pun, kapan pun, dan di mana pun — tanpa batasan menurut ukuran manusia. Suasana perayaan semakin semarak ketika Rm. Murdi turut mengekspresikan kegembiraannya melalui permainan keyboard yang memukau dan penuh sukacita.

Sebagai wujud nyata kasih, sehari setelah perayaan tersebut — pada 1 November 2025 — umat St. Theresia melaksanakan karya amal dengan mengunjungi Panti Asuhan Bhakti Luhur Berbah. Saat ini, panti tersebut mengasuh 25 orang, terdiri dari 5 lansia, 6 dewasa, 8 remaja usia 12–18 tahun, 5 anak usia 5–9 tahun, dan 2 balita. Dalam sambutannya, Sr. Irma, selaku pemimpin panti, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan serta perhatian yang tulus dari umat St. Theresia.

Semoga melalui perayaan dan karya kasih ini, harapan umat senantiasa diperbarui, iman semakin diteguhkan, dan kasih Kristus terus hidup dalam peziarahan kita di dunia ini. Amin.

Pertemuan Penanggung Jawab Koor Lingkungan Stasi Maguwo


Dalam semangat mempererat koordinasi dan meningkatkan kualitas pelayanan liturgi, Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo mengadakan pertemuan para Penanggung Jawab (PJ) Koor Lingkungan pada hari Minggu, 2 November 2025, bertempat di gazebo Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Pertemuan ini dihadiri oleh timpel koor lingkungan, timpel koor stasi, serta kabid liturgi, yang bersama-sama berdiskusi dan menyusun langkah konkret untuk mempersiapkan kegiatan pelayanan koor di tingkat stasi.

Agenda utama pertemuan kali ini adalah membahas rencana parade koor yang akan dilaksanakan dalam Misa Pesta Nama Stasi dan Pelantikan Pengurus pada 4 Januari 2026 mendatang. Dalam acara tersebut, koor dari 17 lingkungan akan dibagi menjadi 8 kelompok, masing-masing membawakan lagu yang telah ditentukan oleh tim pelaksana.

Latihan akan dilakukan secara mandiri oleh tiap kelompok, dengan biaya ditanggung masing-masing lingkungan, dan akan diakhiri dengan gladi bersih pada hari Jumat setelah misa Jumper. Lagu-lagu yang akan digunakan akan dipilihkan oleh timpel stasi, dengan tiga opsi lagu yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan karakter masing-masing kelompok.

Sebagai bentuk apresiasi bagi semangat para lingkungan dalam pelayanan koor, akan diberikan hadiah berupa buku Mazmur, yang dapat dipilih sesuai kebutuhan — apakah Mazmur Harian atau Mazmur Mingguan.

Selain pembahasan utama, pertemuan ini juga menampung berbagai usulan dan masukan dari para peserta, antara lain:

  • Penjadwalan koor misa hari raya (selain Natal dan Paskah) agar dilimpahkan ke wilayah / lingkungan,
  • Misa Jumper tetap menjadi tugas koor wilayah,
  • serta perlunya penjadwalan mazmur agar pelayanan semakin tertata dan berkesinambungan.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai namun penuh semangat ini menjadi wadah kebersamaan bagi para pelayan musik liturgi. Melalui koordinasi yang baik dan semangat melayani, diharapkan pelayanan koor di Stasi Maguwo semakin hidup, kompak, dan menjadi pujian yang sungguh memuliakan nama Tuhan.

Peziarah Harapan

Lingkungan St. Theresia

Syukur Te Deum Laudamus atas berkat dan kemurahan-Nya umat St. Theresia telah menjalani rangkaian peziarahan di tahun Yubileum 2025 ini. Rangkaian peziarahan pertama dimulai tanggal 26 Oktober 2025. Cuaca mendung cenderung gelap disertai hujan yang deras tidak menyurutkan semangat umat St. Theresia untuk memulai peziarahannya yang diawali dengan mengikuti perayaan ekaristi kudus di gereja St. Antonius Padua Muntilan.

Suasana mendung dan khusyuk diiring lantunan suara anak-anak SD Kanisius Muntilan mulai mengarahkan hati umat peziarah harapan dalam memaknai peziarahannya. Sebelum memasuki Porta Sancta, para peziarah memperoleh kesempatan untuk menerima pengampunan dosa melalui berkat Rm. Danang  Bramasti, SJ. Setelah menerima pengampunan dosa, para peziarah mengikuti dengan tekun penjelasan tentang sejarah perjalanan Gereja Katolik di Jawa, khususnya di Jateng & DIY, lewat penjelasan pemandu Museum Misi Muntilan.

Kerkop Muntilan merupakan Porta Sancta pertama yang dimasuki yaitu makam para tokoh yang berperan besar dalam perkembangan Gereja Katolik di Jawa, antara lain, Rm. Richardus Kardis Sandjaja, Pr. dan  Frater Herman A. Bouwens, SJ (korban penculikan), Rm. van Lith, SJ (pendiri kompleks van Lith), Rm. Mertens, SJ (Rektor Kolese Xaverius Muntilan), Mgr. Willkens, SJ, dan Justinus Card. Darmojuwono (Kardinal Pertama Indonesia), Prof, Piet Zoetmulder SJ (Pengajar di FIB UGM), serta banyak rohaniwan lainnya. Porta Sancta yang tujuan peziarahan ke dua adalah gereja St. Ignatius Magelang.

Setelah berdoa bersama dan doa pribadi, peziarahan diakhiri dengan kunjungan ke Taman Doa Maria Gantang Banyutemumpang. Taman doa yang indah dimana Patung Bunda Maria berparas jawa nampak menyatu dengan suasana alam lereng gunung Merapi. Diiringi tabuhan musik tradisional jatilan, umat peziarah mendaraskan untaian doa rosario penuh kedamaian.

Semoga Allah memberkati umat St. Theresia untuk melaksanakan rangkaian peziarahan selanjutnya. Amin

Doa Penutupan Bulan Rosario Lingkungan Santo Petrus

Pada hari Jumat, 31 Oktober 2025, umat Lingkungan Santo Petrus mengadakan doa penutupan Bulan Rosario yang berlangsung di rumah Bapak Heri. Ibadat ini dipimpin oleh Ibu Eny dan dihadiri oleh 11 orang umat.

Meskipun jumlah umat yang hadir tidak terlalu banyak, suasana doa tetap berjalan dengan khusyuk dan penuh kekhidmatan. Setiap umat berdoa dengan penuh iman dan rasa syukur atas penyertaan Bunda Maria selama bulan Rosario. Melalui doa bersama ini, umat diajak untuk semakin meneladani kerendahan hati dan ketaatan Bunda Maria dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan penutupan ini menjadi momen indah untuk mempererat persaudaraan antarumat dan meneguhkan semangat doa dalam keluarga-keluarga di Lingkungan Santo Petrus. Semoga semangat kebersamaan dan devosi kepada Bunda Maria terus tumbuh dan membawa damai bagi setiap pribadi serta keluarga.

Misa Lingkungan Santo Petrus: Mempererat Tali Silaturahmi sebagai Satu Keluarga Allah

Pada hari Rabu, 29 Oktober 2025, umat Lingkungan Santo Petrus mengadakan Misa Lingkungan yang dipimpin oleh Romo FX Murdi Susanto, Pr. Dalam homilinya, Romo Murdi mengajak seluruh umat untuk mempererat tali silaturahmi sebagai satu keluarga Allah dan senantiasa membawa damai bagi setiap pribadi serta keluarga di lingkungan Santo Petrus.

Misa ini berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita, dihadiri oleh 31 orang umat. Kehadiran yang antusias ini menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dan kepedulian antarumat.

Setelah perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan pemberian tali kasih kepada tujuh orang umat yang telah menerima Sakramen Krisma sebagai bentuk dukungan dan ungkapan syukur bersama atas pertumbuhan iman mereka.

Momen misa lingkungan ini diakhiri dengan foto bersama dan makan malam yang hangat dan penuh keakraban.

Semoga melalui kegiatan ini, umat Lingkungan Santo Petrus semakin guyub, rukun, dan saling mendukung dalam membangun kebersamaan sebagai satu keluarga Allah yang hidup dalam kasih dan damai.