Umat Stasi Maguwo Laksanakan BKSN Kedua: Pembaruan Relasi dengan Sesama


Setiap bulan September, Gereja Katolik di seluruh Indonesia menghidupi Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) sebagai kesempatan khusus untuk semakin akrab dengan Sabda Allah. Tahun 2025 ini, tema besar yang diusung adalah:

“Allah, Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup” (Za. 1:3 — “Kembalilah kepada-Ku, maka Aku pun akan kembali kepadamu”).

Tema ini mengingatkan kita semua bahwa Allah senantiasa memanggil umat-Nya untuk memperbarui relasi, baik dengan Dia, dengan sesama, maupun dengan seluruh ciptaan.

Pertemuan Kedua: Pembaruan Relasi dengan Sesama

Memasuki pertemuan kedua, umat Stasi Maguwo merenungkan tema khusus:
“Pembaruan Relasi dengan Sesama” (Za. 7:1-14).

Pertemuan ini dilaksanakan di berbagai lingkungan, yaitu

Lingkungan Bartolomeus

Yohanes Pembaptis

Lingkungan St. Elisabet

Lingkungan St. Clara

Lingkungan St. Stefanus

Lingkungan St Monica

Lingkungan St Antonius

Lingkungang St Theresia

Lingkungan St Gregorius.

Lingkungan St Petrus

Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, umat berkumpul di rumah-rumah umat untuk berdoa, membaca Kitab Suci, dan berbagi pengalaman iman. kaum muda, orangtua, hingga para lansia hadir dengan semangat yang sama: ingin semakin memahami kehendak Allah melalui firman-Nya.

Makna Pertemuan

Bacaan dari Kitab Zakharia (Za. 7:1-14) mengajak umat untuk menyadari bahwa ibadah sejati bukan hanya soal rutinitas doa atau ritual, tetapi harus melahirkan kasih yang nyata kepada sesama. Tuhan menegur umat Israel yang rajin berpuasa tetapi melupakan keadilan, belas kasih, dan kepedulian terhadap yang lemah.

Pesan ini sangat relevan dalam kehidupan kita sekarang. Relasi dengan sesama seringkali retak karena egoisme, perbedaan pendapat, atau sikap tidak peduli. Melalui pertemuan BKSN ini, umat diajak untuk memperbarui relasi tersebut dengan sikap kasih, kepedulian, dan pengampunan.

Suasana Pertemuan di Lingkungan

Dalam setiap pertemuan, suasana sederhana namun penuh makna selalu tercipta. Doa bersama, nyanyian pujian, dan sharing pengalaman hidup membuat pertemuan semakin hidup. Ada umat yang berbagi pengalaman tentang bagaimana mereka belajar sabar dalam keluarga, ada juga yang menuturkan perjuangan untuk saling menguatkan di tengah kesulitan ekonomi. Semua itu menjadi wujud nyata bahwa firman Tuhan benar-benar menyentuh kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya memperdalam iman, BKSN juga mempererat ikatan persaudaraan. Pertemuan di lingkungan menjadi kesempatan untuk saling mengenal lebih dekat, saling mendoakan, dan saling meneguhkan. Dari lingkup kecil inilah wajah Gereja yang penuh kasih tampak nyata.

Harapan ke Depan

Melalui pertemuan kedua BKSN 2025 ini, umat Stasi Maguwo berharap semakin diteguhkan dalam iman, khususnya dalam menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan nyata. Relasi dengan sesama hendaknya terus diperbarui, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan yang nyata: membantu yang membutuhkan, menguatkan yang lemah, dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

Dengan demikian, ibadah yang dijalankan bukan sekadar rutinitas, melainkan sungguh-sungguh ibadah yang menghidupkan kasih. Dari Sabda yang direnungkan, umat dikuatkan untuk mewartakan kasih Allah dalam keluarga, lingkungan, dan masyarakat luas.

Pengumpulan Bahan Daur Ulang sebagai Wujud Pengamalan Laudato Si


Maguwo, 24 Agustus 2025 – Ibu-ibu Stasi Maguwo bersama Tim Pelayanan KCLH kembali melaksanakan kegiatan pengumpulan Bahan Daur Ulang (BDU) pada sore hari ini. Kegiatan yang secara rutin dijalankan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengamalan ajaran Laudato Si, ensiklik Paus Fransiskus tentang kepedulian terhadap bumi sebagai rumah bersama.

Melalui gerakan sederhana namun penuh makna ini, umat diajak untuk semakin peka terhadap kelestarian lingkungan dengan memanfaatkan kembali barang-barang yang bisa didaur ulang. Selain mengurangi sampah, hasil pengumpulan BDU juga menjadi sarana untuk mendukung berbagai kebutuhan pastoral di stasi.

Semangat kebersamaan ibu-ibu stasi dan timpel KCLH menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya sebatas wacana, tetapi benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata. Dengan langkah kecil yang dilakukan bersama, diharapkan tumbuh kesadaran ekologis yang semakin kuat di tengah umat, sehingga cita-cita “Gereja yang ramah lingkungan” dapat terus digelorakan.

Helena Clarencia Cinta Prasetya – Suara Emas dari Maguwo

Di antara banyak bintang muda yang bersinar, nama Helena Clarencia Cinta Prasetya patut jadi sorotan. Usianya baru 16 tahun, tapi suara dan prestasinya sudah melanglang buana ke berbagai panggung, dari festival pelajar hingga ajang bergengsi nasional. Helena, begitu ia akrab disapa, adalah salah satu putri berbakat dari Stasi Santa Maria Bunda Allah, Maguwo, yang kini menempuh pendidikan di SMA BOSA Yogyakarta.

Sejak kecil, dunia musik sudah jadi tempat yang nyaman bagi Helena. Dengan zodiak Aries yang dikenal berani dan penuh semangat, tak heran kalau ia terus melangkah pasti mengejar mimpinya menjadi penyanyi internasional. Bukan sekadar mimpi kosong, karena jejak langkahnya penuh dengan prestasi nyata yang bikin kagum siapa pun yang mengenalnya.

Bayangkan saja, sepanjang tahun 2023–2025, Helena telah mengumpulkan lebih dari 15 gelar juara dari berbagai lomba menyanyi dan festival band pelajar. Dari panggung FLS3N, Prambanan Jazz, hingga BRI Rei Property Expo, suara khas Helena sudah menemani banyak telinga, menggetarkan banyak hati. Bahkan, ia pernah tampil memukau di momen kenegaraan seperti upacara 17 Agustus di Balai Kota Yogyakarta dan peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Titik Nol KM Yogyakarta. Hebat, kan?

Tapi prestasi Helena nggak berhenti di luar saja. Di lingkungan gereja, ia juga aktif melayani sebagai putri altar, pemazmur, dan vokalis dalam PMG (Pemusik Muda GMBA). Helena bukan hanya menyanyikan lagu rohani dengan suara indah, tapi juga dengan hati penuh cinta. Ia menjadikan setiap bait lagu sebagai bentuk pelayanan dan persembahan terbaik untuk Tuhan.

tau nggak apa aja prestasi Helena dari tahun 2023 sampai 2025 ? nih mimin kasih tau ya…….

  1. Juara 1 Lomba Menyanyi Tunggal FLS3N Kotamadya Yogyakarta – 2025
  2. Juara 3 Lomba Band Pelajar Fist Cup Fakultas Ilmu Komunikasi Atma Jaya – 2025
  3. Juara 1 Lomba Solo Vocal IMLEK Lampion Jagad di SMA BOSA – 2025
  4. Juara 1 Lomba Band Pelajar WJNC Fest – 2024
  5. Juara 1 National Online Singing Competition di Politeknik AA YKPN – 2024
  6. Juara 1 Lomba Band Padztsuri #2 di SMA 3 – 2024
  7. Juara 2 Online Singing Competition Econofest FEB UGM – 2024
  8. Juara 1 Festival Band Pelajar di Warung Tik Tok – 2024
  9. Perform menyanyi di Upacara Bendera 17 Agustus di Balai Kota Yogyakarta – 2024
  10. Perform menyanyi di Acara Hari Kesaktian Pancasila di Titik Nol Yogyakarta – 2024
  11. Juara 1 Lomba Solo Vokal Mahardika Nada Nusantara Kesbangpol – 2024
  12. Juara 1 Lomba Solo Vokal Amazing BRI Rei Property Expo – 2024
  13. Juara 3 Festival Band Pelajar di SMA Santa Maria – 2024
  14. Juara 1 Festival Band Pelajar China Town di Sleman City Hall – 2024
  15. Juara 1 Lomba Solo Vokal Simponi Negeriku di Hotel Merapi Merbabu – 2023
  16. Finalis 10 Besar I‘m Jazz Kids di Prambanan Jazz – 2023
  17. Juara 1 Festival Band Pelajar di SMM – 2023
  18. Juara 1 Festival Band Pelajar di SMA Santa Maria – 2023
  19. The Voice Kids Indonesia Season 4 – Tim Yura Rizky – 2021
  20. Juara 1 Lomba Menyanyi Tunggal FLS2N tingkat kecamatan UPT Utara Yogyakarta – 2015

kalah jauh lah sama mimin…..mimin mah gak ada apa apanya……..hahahaha

Buat kamu yang penasaran dengan suara Helena, yuk langsung aja mampir dan follow channel-nya:

Dan kalau ada yang mau ngajak kerja sama atau undang perform, boleh banget kontak langsung ke 081227071710 ya………………………..

Helena adalah contoh nyata bahwa talenta yang dipupuk dengan cinta dan kerja keras bisa jadi berkat besar, bukan cuma untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk banyak orang. Kita doakan bersama, semoga Helena terus bersinar dan suatu hari nanti benar-benar berdiri di panggung dunia sebagai penyanyi internasional yang membawa damai dan sukacita lewat musiknya.

Dari altar kecil di Maguwo hingga gemerlap panggung dunia, Helena adalah bintang yang tak hanya bernyanyi, tapi juga menyinari.

Keep shining, girl……………………..

Langit bukan batasmu, tapi justru panggung berikutnya…………………

Pembukaan Bulan Maria – Stasi St. Maria Bunda Allah Maguwo

Saudara-saudari umat Allah yang terkasih,

Hari ini, Kamis 1 Mei 2025, Bersama seluruh Gereja, kita memasuki Bulan Maria, masa penuh rahmat, ketika hati umat Katolik diarahkan secara khusus kepada Santa Perawan Maria, Bunda Tuhan kita. Dalam bulan ini, kita diajak untuk merenungkan kehadiran Bunda Maria dalam hidup kita, meneladani imannya yang total, dan membuka hati bagi karya keselamatan yang diwartakan melalui hidup dan tindakannya.

Dalam semangat iman dan devosi yang mendalam, Stasi Maria Bunda Allah memulai Bulan Maria dengan sebuah peristiwa rohani yang sungguh indah dan menyentuh: doa Rosario serentak oleh seluruh lingkungan, dilaksanakan di waktu yang sama, namun di tempat yang tersebar di tiap lingkungan masing-masing. Walau secara fisik terpisah, tetapi umat dipersatukan dalam satu semangat, satu intensi, dan satu hati di hadapan Allah, melalui perantaraan Bunda Maria.

Masing-masing lingkungan menyalakan terang devosi dari tempatnya sendiri, namun bersama-sama membentuk satu untaian doa yang harum di hadapan Tuhan. Satu demi satu, butir-butir Rosario dinaikkan sebagai persembahan cinta dan harapan, sebagai bentuk syukur dan permohonan, sebagai tanda kesetiaan umat kepada Allah melalui hati seorang ibu Maria, yang senantiasa mendoakan dan mendampingi anak-anaknya.

Inilah kekuatan Gereja: bersatu dalam doa, meskipun tak berada dalam satu ruangan. Seperti cahaya lilin di malam hari, yang terpisah namun menyatu dalam terang, demikian pula umat Stasi Maria Bunda Allah malam ini menghadirkan kehangatan iman dalam lingkup masing-masing, namun menggemakan satu suara kepada Surga.

Semoga rangkaian doa Rosario yang kita mulai malam ini menjadi sumber berkat bagi setiap keluarga, lingkungan, dan stasi kita. Semoga melalui perantaraan Bunda Maria, hidup kita pun makin dibentuk menjadi pribadi yang rendah hati, taat pada kehendak Allah, dan penuh kasih terhadap sesama.

putar audio di bawah ini, kemudian pejamkan mata anda………..

Santa Maria, Bunda Allah,
Doakanlah kami yang berlindung kepadamu.
Amin
.


Paskah Bersama Lansia: Merayakan Kasih yang Tak Pernah Menua

Minggu 20 April 2025, selepas misa paskah pagi,di sebuah sudut hangat penuh senyum dan cerita, tepatnya di kediaman Bapak Arief Subyantoro, suasana Paskah terasa begitu berbeda. Tidak ada sorak sorai anak kecil, tidak ada hiruk-pikuk paduan suara. Tapi ada sesuatu yang lebih dalam: tatapan mata penuh syukur, genggaman tangan yang hangat, dan kisah-kisah kehidupan yang dipeluk oleh cahaya Paskah.

Itulah wajah indah dari Perayaan Paskah bersama para lansia, sebuah inisiatif penuh kasih dari Timpel PIUL (Pelayanan Iman Umat Lansia) di bawah naungan Bidang Pewarta Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Bukan sekadar perayaan, tetapi sebuah pelukan rohani bagi mereka yang telah berjalan lebih dulu dalam perjalanan iman

Acara ini dibungkus dalam kesederhanaan, namun justru di situlah letak kemewahannya. Lagu-lagu rohani dinyanyikan dengan suara lembut namun penuh rasa. Doa-doa dipanjatkan dalam irama pelan, menyentuh setiap hati yang hadir. Ada pula momen berbagi cerita, di mana para lansia menyampaikan harapan, syukur, bahkan canda kecil tentang masa muda mereka—yang disambut tawa hangat dari semua yang hadir.

Sambutan yang Membuat Hati Bergetar

Salah satu momen mengharukan terjadi saat Ketua Stasi memberikan sambutan. Dengan suara sedikit bergetar dan mata yang berkaca-kaca, beliau menyampaikan rasa syukur dan bangga atas terselenggaranya acara ini.

Kami lihat, setiap kerutan di wajah oma opa, eyang,  menyimpan cerita, doa, dan pengorbanan yang luar biasa. Dan lewat perayaan sederhana ini, kami ingin bilang: terima kasih………………Terima kasih karena terus menjadi tiang doa bagi keluarga dan lingkungan. Terima kasih karena kasih dan semangat bapak dan ibu selalu jadi inspirasi bagi kami yang lebih muda.

Bukan karena sedih, tapi karena mereka menyadari betapa besarnya cinta Tuhan yang mengalir melalui perhatian kecil seperti ini.

Melalui kegiatan ini, kita diajak untuk menyadari bahwa iman tak pernah memudar seiring usia, justru menjadi lebih matang dan bijak. Kehadiran para lansia adalah kekayaan gereja, mereka adalah “kitab hidup” yang menyimpan hikmah dan keteladanan.

“Terima kasih, kami merasa tidak dilupakan,” ucap salah satu opa dengan mata berkaca-kaca.

Dan itulah inti dari Paskah—bahwa kasih Allah selalu bangkit dan hadir di setiap usia, dalam setiap detak hidup umat-Nya.

Acara ini bukan hanya hadiah bagi para lansia, tapi juga menjadi pelajaran berharga bagi yang muda: bahwa pelayanan tak mengenal usia, dan Paskah tak hanya untuk dirayakan di altar megah, tapi juga di ruang tamu kecil yang penuh cinta.

Terima kasih untuk Timpel PIUL yang sudah menjadi perpanjangan tangan kasih Tuhan. Terima kasih juga untuk Bapak Arief Subyantoro yang telah membuka pintu rumah dan hatinya. Dan terima kasih untuk para lansia, yang diam-diam selalu mengajarkan kita arti keteguhan, kesabaran, dan cinta sejati.

Selamat Paskah.
Tuhan yang bangkit, juga menghidupkan kembali harapan di setiap hati—tanpa memandang usia.