PERAYAAN EKARISTI – MINGGU PRAPAASKAH IV – MINGGU PANGGILAN
11 Mei 2025

Kebersamaan dalam perbedaan menjadi nyata dalam Perayaan Ekaristi Minggu Prapaskah IV – Minggu Panggilan yang diselenggarakan di Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo pada 11 Mei 2025. Perayaan ini dipimpin oleh Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr., dan dimeriahkan oleh koor para suster dari tiga tarekat religius: Dominikan – Ordo Praedicatorum (OP), Servarum Spiritus Sancti (SSpS), dan Religius Maria Imakulata (RMI), yang bersama-sama mengangkat puji-pujian dalam keindahan liturgi yang khusyuk dan menggugah.
Dalam homilinya, Rm. Antonius berbagi kisah panggilan hidupnya. Ia menceritakan bagaimana benih keinginannya menjadi imam sempat memudar di masa remaja karena banyaknya kegiatan bersama teman-temannya. Namun, Tuhan memiliki cara-Nya sendiri. Sebuah peristiwa kecelakaan membuatnya harus banyak beristirahat di rumah, dan justru di situlah ia menemukan kembali suara panggilan Tuhan yang lama terpendam. Dalam keheningan dan permenungan, ia diteguhkan hingga akhirnya ditahbiskan menjadi imam. Kisah ini menjadi pengingat bahwa panggilan Tuhan bisa tumbuh bahkan dari peristiwa yang tak terduga.
Perayaan ini semakin istimewa dengan hadirnya tujuh mahasiswa dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Mereka mengikuti misa dalam rangka Observasi Kegiatan Moderasi Beragama. Di akhir misa, mereka diperkenalkan kepada umat oleh Rm. Antonius dan disambut dengan tepuk tangan meriah sebagai tanda penerimaan yang hangat.
Usai perayaan, suasana persaudaraan begitu terasa. Para mahasiswa berfoto bersama Romo dan para suster, serta menyapa umat satu per satu dalam suasana akrab dan damai. Momen ini menjadi cerminan nyata dari indahnya persaudaraan dalam keberagaman, di mana perbedaan keyakinan tidak menjadi tembok, melainkan jembatan kasih dan pengertian.
Terima kasih kepada Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr. yang telah membuka pintu Gereja dan hati bagi para mahasiswa UIN, serta kepada Dewan Pastoral Stasi Maguwo yang turut memfasilitasi. Kehadiran para mahasiswa ini menjadi simbol harapan: bahwa masa depan Indonesia bisa dibangun di atas pondasi keharmonisan, keterbukaan, dan saling menghargai antar umat beragama.

