Dari Jejak Para Perintis hingga Sukacita Umat: Rangkaian Syukur Ulang Tahun GMBA dan Lahirnya Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo


“Segala sesuatu ada waktunya, dan setiap peristiwa di bawah langit ada masanya.” (Pkh 3:1)

Perjalanan iman sebuah komunitas tidak pernah dibangun dalam semalam. Ia bertumbuh dari doa-doa yang dipanjatkan dengan setia, pengorbanan yang diberikan dengan tulus, serta semangat pelayanan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Demikian pula perjalanan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo yang pada tahun 2026 memasuki babak baru sejarahnya sebagai Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo.

Sebagai ungkapan syukur atas rahmat Tuhan yang melimpah sekaligus mengenang perjalanan panjang umat, rangkaian perayaan ulang tahun GMBA diselenggarakan melalui berbagai kegiatan yang sarat makna, menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan Gereja.


Menapak Jejak Para Perintis

Rangkaian perayaan diawali pada Sabtu, 30 Mei 2026 pagi, dengan ziarah dan doa di makam para leluhur serta perintis Gereja Maguwo. Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan ke tempat peristirahatan terakhir mereka, melainkan sebuah ungkapan hormat dan terima kasih kepada para pendahulu yang telah menanam benih-benih iman di tanah Maguwo.

Di hadapan pusara para perintis, umat diajak untuk mengenang bahwa Gereja yang kini berdiri dan berkembang merupakan buah dari perjuangan, kesetiaan, dan pengorbanan banyak orang. Dalam suasana hening dan penuh doa, umat memohon agar semangat para pendahulu terus hidup dan menjadi inspirasi dalam membangun Gereja di masa kini.


Memohon Restu dan Menjalin Persaudaraan

Masih pada hari yang sama, suasana syukur berlanjut melalui kegiatan kenduren bersama warga sekitar gereja. Acara ini menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dan persaudaraan yang telah lama terjalin antara Gereja dan masyarakat Maguwoharjo.

Dalam suasana sederhana namun hangat, umat bersama warga berkumpul untuk berdoa dan bersyukur. Pada kesempatan tersebut, Gereja juga memohon doa restu dari masyarakat atas penetapan status baru GMBA sebagai Paroki Administratif.

Kehadiran berbagai unsur masyarakat menunjukkan bahwa perjalanan Gereja tidak terlepas dari dukungan lingkungan sekitar. Semangat toleransi, gotong royong, dan saling menghargai yang selama ini terbangun menjadi fondasi penting dalam kehidupan bersama sebagai sesama warga masyarakat.


Menerima Tugas Perutusan yang Baru

Puncak historis rangkaian perayaan terjadi pada Selasa, 2 Juni 2026 pukul 19.00 WIB melalui pelantikan Dewan Pastoral Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo oleh Romo Andrianus Maradiyo, Pr., Vikaris Episkopal Yogyakarta Timur.

Pelantikan ini menjadi penanda dimulainya pelayanan pastoral dalam status yang baru. Para pengurus yang dilantik menerima tugas perutusan untuk melayani umat, membangun persekutuan, serta menghadirkan Gereja yang semakin hidup dan relevan di tengah masyarakat.

Momentum tersebut sekaligus menegaskan bahwa perubahan status dari stasi menjadi paroki administratif bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam mewartakan Injil dan menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.


Bersukacita sebagai Satu Keluarga Allah

Rangkaian perayaan ditutup dengan Pesta Umat yang diselenggarakan di halaman belakang gereja setelah Misa Minggu, 14 Juni 2026. Dalam suasana penuh sukacita dan kekeluargaan, umat dari berbagai lingkungan berkumpul untuk merayakan syukur bersama.

Acara semakin meriah dengan pemotongan tumpeng oleh Romo Andrianus Maradiyo, Pr., Vikaris Episkopal Yogyakarta Timur sebagai simbol rasa syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang perjalanan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Kebersamaan yang terjalin dalam pesta umat menjadi gambaran nyata Gereja sebagai keluarga Allah yang hidup, bertumbuh, dan saling menguatkan.

Tawa, canda, dan keakraban yang hadir sepanjang acara menjadi tanda bahwa iman tidak hanya dirayakan dalam liturgi, tetapi juga diwujudkan dalam persaudaraan yang hangat di tengah umat.

Melangkah Bersama Menuju Masa Depan

Keempat kegiatan tersebut membentuk satu rangkaian yang utuh: mengenang para perintis, menjalin persaudaraan dengan masyarakat, meneguhkan pelayanan pastoral, dan merayakan sukacita sebagai satu keluarga umat Allah.

Perjalanan menuju Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo mengajarkan bahwa Gereja bertumbuh bukan hanya karena bangunan yang berdiri megah, melainkan karena umat yang terus setia berjalan bersama Tuhan. Dengan berlandaskan warisan iman para pendahulu, didukung semangat kebersamaan umat, serta terbuka pada karya Roh Kudus, Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo kini melangkah dengan penuh harapan menuju masa depan.

Semoga segala rahmat yang telah diterima menjadi sumber kekuatan untuk terus menghadirkan Gereja yang hidup, missioner, dan menjadi berkat bagi sesama.

Posted in Berita Terkini, Tajuk Utama, Warta Gereja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *