Pemilihan Ketua Dewan Pastoral Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo


Dalam kehidupan Gereja Katolik, keterlibatan umat beriman menjadi bagian penting dalam membangun dan menghidupkan komunitas iman. Salah satu wujud nyata partisipasi tersebut tampak dalam struktur kepengurusan stasi, yaitu komunitas umat di tingkat lingkungan atau wilayah yang berada di bawah naungan paroki.

Pada hari minggu 24 Agustus 2025, umat Stasi Maguwo menggelar pemilihan Ketua Dewan Pastoral Stasi sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pelayanan dan penggembalaan umat. Acara ini menjadi momen penting sekaligus sakral bagi seluruh umat karena tidak hanya memilih seorang pemimpin, tetapi juga seorang pelayan dan teladan iman.

Proses pemilihan diawali dengan doa bersama, memohon bimbingan Roh Kudus agar umat mampu menentukan pilihan yang bijak sesuai kehendak Tuhan. Suasana penuh persaudaraan semakin terasa ketika umat mendengarkan arahan dari Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr, selaku Pastor Paroki Maria Marganingsih Kalasan. Dalam arahannya, Romo Dadang menegaskan bahwa seorang pemimpin Kristiani hendaknya rendah hati, mau bekerja sama, siap sakit hati, penuh kasih, serta berkomitmen pada tugas Gereja.

Pada pemilihan kali ini, umat stasi maguwo sudah mengantongi 3 nama kandidat Ketua Dewan Stasi, yaitu pada kandidat pertama ada Bapak Fransiskus Xaverius Dwi Istiya Rusiawan, kemudian yang kedua ada Bapak Yohanes Agung Prasetya Putra (sekaligus adalah Petahana), dan yang ketiga ada Bapak Yohanes Saptanto Sarwo Basuki. Merekalah orang-orang yang terpilih dan dipilih oleh umat stasi maguwo.

Setelah dilakukan penghitungan suara, ketua dewan stasi terpilih adalah Bapak Yohanes Agung Prasetya Putra, sebagai Ketua Dewan Pastoral Stasi St. Maria Bunda Allah Maguwo periode 2026 – 2028. Jabatan Ketua Stasi bukan hanya menjadi “pemimpin”, tetapi terutama seorang gembala kecil di tengah umat, yang membantu pastor paroki dalam mengkoordinasi kegiatan rohani maupun sosial, seperti perayaan liturgi, kunjungan pastoral, pelayanan kepada kaum miskin, dan pembinaan iman umat, kaum muda dan anak-anak. Tugas ini tentu tidak ringan, namun mulia, karena semuanya dijalankan demi kemuliaan Allah dan kesejahteraan umat-Nya.

Momen pemilihan ketua dewan pastoral stasi ini juga menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin menyadari panggilan mereka sebagai Gereja yang hidup, di mana setiap orang mengambil bagian dalam perutusan Kristus. Dengan semangat kebersamaan, mereka percaya bahwa siapa pun yang dipilih adalah alat Tuhan yang diutus untuk membimbing dan menguatkan iman komunitas. Akhirnya, seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa dan harapan agar pemimpin baru mampu menjalankan tugasnya dengan rendah hati, penuh kasih, serta selalu mengandalkan kekuatan dari Tuhan.


https://www.instagram.com/komsosgmba?igsh=MTV0cmtoOHcwdHVucw==

Posted in Berita Terkini, Informasi, Tajuk Utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *