Menghadapi krisis sampah yang berkepanjangan di Daerah Istimewa Yogyakarta—terutama pasca penutupan total TPA Piyungan sejak Januari 2026—Gereja Katolik di Kevikepan Yogyakarta Timur dan Barat mengajak seluruh umat untuk membaca tanda-tanda zaman dan menjawabnya dengan iman yang bertanggung jawab.
Ketergantungan panjang pada TPA Piyungan telah membawa DIY pada situasi darurat pengelolaan sampah. Keterbatasan kapasitas TPST di Sleman dan Bantul, serta minimnya lahan di Kota Yogyakarta, menuntut perubahan mendasar yang melibatkan seluruh warga. Kebijakan larangan membuang sampah organik ke depo sejak 1 Januari 2026 menegaskan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga.
Dalam terang iman, Gereja menegaskan bahwa merawat bumi adalah bagian dari panggilan kristiani. Kitab Suci dan ensiklik Laudato Si’ mengingatkan bahwa krisis lingkungan adalah krisis kemanusiaan dan spiritual. Pengelolaan sampah menjadi wujud nyata pertobatan ekologis: perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak demi masa depan bersama.
Sebagai tanggapan konkret, Kevikepan Yogyakarta Timur dan Barat menggerakkan Gerakan Pastoral Ekologis “Ubah Sisa Menjadi Sumber Hidup.” Gerakan ini mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah, pengolahan sampah organik, penguatan bank sampah, serta pemanfaatan sampah sebagai sumber kehidupan dan keberlanjutan.

Stasi Maguwo telah menanggapi seruan pastoral ini dengan mulai mengikuti dan menerapkan arahan pengelolaan sampah secara bertahap, khususnya melalui kebiasaan memilah sampah, pengurangan sampah organik, serta edukasi umat di tingkat lingkungan. Langkah ini menjadi wujud kesediaan umat Stasi Maguwo untuk ambil bagian dalam pertobatan ekologis dan memberi teladan di tengah masyarakat sekitar.
Gerakan ini mengajak seluruh umat, komunitas, dan lembaga Gereja untuk memulai perubahan dari rumah masing-masing. Diharapkan, melalui kesetiaan pada langkah-langkah kecil namun nyata, Gereja Katolik di Yogyakarta sungguh hadir sebagai komunitas iman yang peka, solider, dan menginspirasi.
Yogyakarta, 27 Januari 2026
Vikaris Episkopal
Kevikepan Yogyakarta Timur dan Barat
Rm. Adrianus Maradiyo (Vikep Kevikepan Yogyakarta Timur)
Rm. AR. Yudono Suwondo (Vikep Kevikepan Yogyakarta Barat)
