Pada Minggu pagi, 15 Februari 2026, umat di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo menerima pembacaan Surat Gembala Prapaskah 2026 dari Uskup Agung Semarang. Surat ini disampaikan oleh Romo Maradiyo, Pr, Vikaris Episkopal Kevikepan Yogyakarta Timur, dalam perayaan Ekaristi Minggu Biasa VI.
Dalam suratnya, Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, mengajak seluruh umat memasuki Masa Prapaskah sebagai kesempatan untuk “ngresiki ati” — membersihkan hati dan memperbarui arah hidup. Prapaskah bukan sekadar puasa dan pantang secara lahiriah, tetapi pertobatan sejati yang lahir dari hati dan nyata dalam tindakan kasih.
Tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026, “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera”, menjadi ajakan konkret bagi seluruh umat untuk menghadirkan kebahagiaan yang utuh — tidak hanya secara materi, tetapi juga secara spiritual, sosial, dan emosional. Gereja dipanggil untuk menjadi komunitas yang menginspirasi melalui keteladanan serta menyejahterakan terutama bagi mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel.
Melalui puasa, doa, dan derma, umat diajak memperdalam solidaritas: hidup lebih sederhana, semakin peka terhadap sesama yang menderita, serta berbagi dengan tulus. Dana sosial Gereja pun diharapkan dikelola secara bertanggung jawab demi mendukung pendidikan, kesehatan, bantuan bencana, dan kepedulian bagi yang membutuhkan.
Mengakhiri suratnya, Uskup Agung mengajak seluruh umat menjadikan Prapaskah sebagai jalan pertobatan pribadi dan bersama, agar Gereja sungguh hadir sebagai tanda kasih Allah di tengah masyarakat.
Semoga Masa Prapaskah ini menumbuhkan iman yang semakin teguh, harapan yang semakin kuat, dan kasih yang semakin nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Berkah Dalem.
