Menjaga Hati dan Tetap Waspada: Umat Lingkungan St. Antonius Padua Kembali Bersekutu dalam Ibadat

Yogyakarta — Sebanyak kurang lebih 25 umat Lingkungan St. Antonius Padua berkumpul di rumah Bapak Purwanto untuk mengikuti ibadat lingkungan. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan serta dipimpin oleh Bapak Murdiyana.

Ibadat diawali dengan lagu pembuka “O Datanglah Imanuel” (PS 442). Nyanyian bersama menjadi sarana bagi umat untuk menenangkan diri, mempersiapkan hati, dan mengarahkan perhatian kepada Tuhan sebelum memasuki rangkaian ibadat.

Setelah doa pembukaan, umat diajak untuk mendengarkan dan merenungkan bacaan Injil dari Matius 24:42–51. Dalam bacaan tersebut, Yesus mengingatkan para murid untuk senantiasa berjaga-jaga karena kedatangan Tuhan tidak diketahui waktunya. Sikap berjaga-jaga bukan sekadar menunggu, tetapi diwujudkan melalui kesetiaan dalam menjalankan tanggung jawab yang telah dipercayakan Tuhan.

Melalui renungan atas Sabda Tuhan, umat diajak untuk melihat kembali kehidupan sehari-hari. Kesibukan dalam pekerjaan, keluarga, pelayanan, maupun berbagai persoalan kehidupan terkadang dapat membuat seseorang kehilangan kepekaan terhadap kehadiran Tuhan. Oleh karena itu, kewaspadaan iman perlu diwujudkan dalam sikap hidup yang bertanggung jawab, setia, dan senantiasa siap memberikan yang terbaik dalam setiap tugas dan panggilan.

Pesan Injil tersebut menjadi semakin relevan dalam kehidupan umat sehari-hari. Menantikan kedatangan Tuhan bukan berarti menjalani kehidupan dalam ketakutan, melainkan hidup dengan kesadaran bahwa setiap hari merupakan kesempatan untuk berbuat baik, melayani sesama, serta menjaga hubungan yang baik dengan Tuhan dan keluarga.

Rangkaian ibadat kemudian dilanjutkan dengan Doa Umat. Dalam doa bersama tersebut, umat membawa berbagai intensi dan harapan, baik bagi Gereja, masyarakat, keluarga, maupun kehidupan umat Lingkungan St. Antonius Padua. Doa menjadi ungkapan iman sekaligus bentuk kepedulian umat terhadap berbagai situasi dan kebutuhan di sekitar mereka.

Suasana kebersamaan kemudian dilanjutkan dengan Doa Penutup dan Berkat. Sebagai penutup, umat bersama-sama menyanyikan lagu “Panggilan Tuhan” (PS 682). Lagu tersebut menjadi pengingat bahwa setiap umat dipanggil untuk terus menghidupi iman dan mewujudkannya dalam kehidupan nyata.

Pertemuan ini kembali menegaskan bahwa ibadat lingkungan bukan hanya menjadi ruang untuk berdoa, tetapi juga menjadi kesempatan bagi umat untuk memperkuat persaudaraan, menyegarkan kembali iman, dan menghidupi Sabda Tuhan di tengah kehidupan sehari-hari.

Pesan dari Injil Matius menjadi refleksi penting bagi seluruh umat: tetap berjaga-jaga, setia menjalankan tanggung jawab, dan senantiasa siap melakukan kehendak Tuhan. Di tengah rutinitas dan berbagai kesibukan kehidupan, iman tidak cukup hanya disimpan dalam hati. Iman perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan kehidupan bersama.

Dengan demikian, umat tidak hanya menantikan kedatangan Tuhan, tetapi juga dipanggil untuk menghadirkan kasih Tuhan melalui setiap perkataan, sikap, dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertemuan Kamisan Lingkungan St. Antonius: Menanggapi Undangan Tuhan dalam Kehidupan Sehari-hari

Pertemuan Kamisan Lingkungan St. Antonius kembali dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, bertempat di rumah keluarga Bapak dan Ibu Yani Ismono. Pertemuan dihadiri oleh kurang lebih 25 umat dan dipimpin serta dipandu oleh Ibu Agatha Ayiek Sih Sayekti. Dalam suasana penuh kekeluargaan, umat bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan yang diisi dengan sembahyangan, sharing, gendu-gendu rasa, serta penyampaian pengumuman dan informasi lingkungan.

Pertemuan diawali dengan sembahyangan, kemudian dilanjutkan dengan pendalaman dan sharing atas Sabda Tuhan. Bacaan Injil yang direnungkan diambil dari Matius 22:1–14, tentang perumpamaan undangan perkawinan. Melalui perumpamaan tersebut, umat diajak untuk menyadari bahwa Tuhan senantiasa mengundang manusia untuk datang dan mengambil bagian dalam kasih serta keselamatan yang ditawarkan-Nya.

Dalam sesi sharing, beberapa umat menyampaikan refleksi dan pengalaman mereka dengan mengaitkan bacaan Injil dengan kehidupan sehari-hari. Dari berbagai sharing yang disampaikan, muncul kesadaran bersama bahwa dalam perjalanan hidup, manusia sering kali mengabaikan undangan Tuhan, baik secara sengaja maupun tanpa disadari. Kesibukan pekerjaan, keluarga, berbagai tanggung jawab, serta persoalan kehidupan terkadang membuat kita kurang peka terhadap panggilan Tuhan.

Namun demikian, umat juga diajak untuk terus berusaha menanggapi undangan dan panggilan Tuhan di tengah berbagai kesibukan. Menanggapi panggilan Tuhan tidak selalu harus melalui hal-hal besar, tetapi dapat diwujudkan melalui kesediaan untuk meluangkan waktu bagi Tuhan, memperhatikan sesama, menjalankan tanggung jawab dengan penuh kasih, serta menghadirkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah sesi sharing, pertemuan dilanjutkan dengan gendu-gendu rasa, yang menjadi kesempatan bagi umat untuk saling berbagi kabar, pengalaman, dan mempererat tali persaudaraan. Suasana kebersamaan terasa hangat dan akrab, mencerminkan semangat kekeluargaan yang terus dibangun dalam Lingkungan St. Antonius.

Pada bagian akhir pertemuan, Kaling menyampaikan berbagai pengumuman dan informasi kegiatan lingkunganyang perlu diketahui oleh seluruh umat. Penyampaian informasi tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga komunikasi dan koordinasi antarumat serta mendukung berbagai kegiatan lingkungan yang akan datang.

Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari sembahyangan, sharing, gendu-gendu rasa, hingga penyampaian informasi lingkungan, berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan. Pertemuan berakhir kurang lebih pada pukul 20.30 WIB.

Melalui pertemuan Kamisan ini, umat Lingkungan St. Antonius kembali diajak untuk tidak hanya mendengarkan Sabda Tuhan, tetapi juga mengenali dan menanggapi undangan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kebersamaan dan semangat untuk terus bertumbuh dalam iman senantiasa menjadi kekuatan bagi seluruh umat Lingkungan St. Antonius.

“Dengarkanlah Dia”: Umat Lingkungan St. Antonius Diajak Menghidupi Sabda Tuhan dalam Kehidupan Sehari-hari

Yogyakarta, 6 Agustus 2026 – Umat Lingkungan St. Antonius mengadakan Pertemuan Lingkungan pada Kamis, 6 Agustus 2026, bertempat di rumah Bapak Bernardus Herjunanto. Pertemuan yang dihadiri sekitar 25 umat ini dipandu oleh Bapak Agustinus Djumingan dengan mengangkat tema “Dengarkanlah Dia: Dari Gunung Kemuliaan Menuju Kehidupan Sehari-hari”, yang diambil dari Injil Matius 17:1–9 tentang peristiwa Transfigurasi Tuhan.

Pertemuan diawali dengan menyanyikan lagu pembukaan “Ajaib Tuhan”, dilanjutkan dengan doa pembuka dan pembacaan Injil Matius 17:1–9. Setelah itu, Bapak Djumingan menyampaikan pendalaman Kitab Suci yang mengajak umat memahami makna peristiwa Transfigurasi sebagai peneguhan bahwa Yesus adalah Putra Allah yang diutus untuk membawa keselamatan bagi dunia.

Dalam renungannya disampaikan bahwa ketika Yesus mengajak Petrus, Yakobus, dan Yohanes naik ke gunung, mereka menyaksikan kemuliaan-Nya yang dinyatakan melalui wajah yang bercahaya, pakaian yang putih berkilau, serta kehadiran Musa dan Elia. Di tengah peristiwa tersebut terdengar suara Allah Bapa yang berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.” Sabda inilah yang menjadi pesan utama bagi setiap orang beriman untuk senantiasa menempatkan Kristus sebagai pusat kehidupan.

Bapak Djumingan juga mengajak umat merenungkan sikap Petrus yang ingin tetap tinggal di puncak gunung karena terpesona oleh pengalaman rohani yang dialaminya. Namun Yesus mengajak para murid turun kembali untuk menghadapi kehidupan nyata, termasuk jalan salib yang akan ditempuh-Nya. Hal ini mengingatkan bahwa pengalaman iman dalam Ekaristi, doa, maupun berbagai kegiatan rohani bukanlah tujuan akhir, melainkan bekal untuk menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari, baik di tengah keluarga, tempat kerja, sekolah, maupun masyarakat.

Kehadiran Musa dan Elia dijelaskan sebagai lambang Taurat dan para nabi yang seluruhnya menemukan penggenapannya dalam diri Yesus Kristus. Oleh karena itu, umat diajak untuk terus mendengarkan sabda Kristus di tengah berbagai “suara” dunia yang sering kali memengaruhi kehidupan. Mendengarkan Kristus berarti tidak hanya mengetahui firman-Nya, tetapi juga mewujudkannya dalam tindakan nyata melalui kasih, pengampunan, kejujuran, pelayanan, dan semangat membawa damai.

Suasana pendalaman Kitab Suci semakin hidup ketika Bapak Djumingan mengajukan beberapa pertanyaan kepada umat sebagai bahan refleksi bersama. Umat pun aktif berpartisipasi dengan menyampaikan pandangan dan pertanyaan. Di antaranya, Bapak V. Sumarno dan Ibu Agatha Ayiek Sih Sayekti mengajukan pertanyaan yang memperkaya diskusi.

Salah satu pertanyaan yang menarik disampaikan oleh Bapak FX. Larno, yaitu mengenai isi pembicaraan antara Yesus, Musa, dan Elia di atas gunung. Dijelaskan bahwa Injil Matius memang tidak menyebutkan secara eksplisit isi percakapan tersebut. Namun, berdasarkan Injil Lukas (Luk. 9:31), pembicaraan mereka berkaitan dengan “kepergian” Yesus yang akan digenapi di Yerusalem, yakni sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya sebagai puncak karya keselamatan Allah bagi umat manusia. Penjelasan ini semakin memperkaya pemahaman umat akan makna peristiwa Transfigurasi.

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan doa umat, doa Bapa Kami, doa penutup, dan berkat yang diberikan oleh prodiakon. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu “Yesus Tuhan, Terimalah Diri Kami”sebagai ungkapan syukur dan komitmen umat untuk terus menghidupi sabda Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pertemuan ini, umat Lingkungan St. Antonius diharapkan semakin terdorong untuk tidak hanya mengalami sukacita dalam kehidupan rohani, tetapi juga menjadi saksi Kristus di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat dengan senantiasa mendengarkan serta melaksanakan sabda-Nya.

“Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”
(Matius 17:5)

Lingkungan St. Antonius Padua Mengadakan Ibadat Peringatan Tujuh Hari Berpulangnya Bapak Thomas Eddy Susarso

Yogyakarta, 1 Agustus 2026 – Umat Lingkungan St. Antonius Padua mengadakan Ibadat Peringatan Tujuh Hari Berpulangnya Bapak Thomas Eddy Susarso, ayahanda dari Ibu Maria Titis Indrayani, pada Sabtu, 1 Agustus 2026, bertempat di kediaman keluarga. Ibadat dimulai pukul 19.00 WIB dan dihadiri kurang lebih 35 umat dari keluarga, kerabat, serta warga lingkungan.

Ibadat dipimpin oleh Ibu Lucia Bernadeta Andayani Budi Lestari selaku prodiakon. Dalam suasana doa yang khusyuk, umat bersama-sama mendoakan almarhum agar memperoleh kedamaian abadi di hadirat Tuhan serta memohon penghiburan dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Petugas liturgi yang terlibat dalam ibadat ini antara lain Mbak Cecilia Kiara Indrayanto sebagai pembaca Kitab Suci, Ibu Natalia Purwanti sebagai pembaca doa umat, serta Bapak FX. Dwi Istiya Rusiawan yang memimpin lagu-lagu selama ibadat sehingga seluruh umat dapat berpartisipasi dengan baik dalam perayaan doa.

Setelah doa umat, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa Rosario yang dipimpin oleh Ibu Cristiana Maria Sudjinarti. Umat mengikuti doa dengan penuh penghayatan sebagai ungkapan iman akan harapan kebangkitan dan kehidupan kekal yang dijanjikan Kristus kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Melalui ibadat peringatan tujuh hari ini, umat Lingkungan St. Antonius Padua kembali menunjukkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan kasih persaudaraan dengan mendampingi keluarga yang sedang berduka melalui doa dan kehadiran.

“Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.” (Matius 5:4)

Lingkungan St. Antonius Padua Melaksanakan Tugas Among Tamu dan Penghitungan Kolekte

Yogyakarta, 2 Agustus 2026 – Umat Lingkungan St. Antonius Padua kembali mengambil bagian dalam pelayanan di Gereja melalui tugas among tamu dan penghitungan kolekte pada Perayaan Ekaristi hari Minggu, 2 Agustus 2026.

Pelayanan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan semangat kebersamaan oleh 14 orang petugas, yang terdiri dari 5 orang bapak, 8 orang ibu, dan 1 orang Orang Muda Katolik (OMK). Para petugas menjalankan tugas menyambut umat yang hadir, membantu menciptakan suasana ibadah yang tertib dan nyaman, serta melaksanakan penghitungan kolekte setelah Perayaan Ekaristi sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Seluruh rangkaian tugas dapat terlaksana dengan baik, lancar, dan penuh semangat pelayanan. Keterlibatan umat dari berbagai kelompok usia menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan partisipasi aktif dalam kehidupan menggereja.

Semoga pelayanan sederhana yang telah diberikan menjadi ungkapan syukur kepada Tuhan serta semakin menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan sukacita dalam melayani sesama di lingkungan Paroki.

“Layanilah seorang akan yang lain sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” (1 Petrus 4:10)

Umat Lingkungan St. Antonius Padua Bersatu dalam Ibadat Tirakatan dan Doa Rosario

Ibadat Tirakatan untuk mendoakan arwah Bapak Thomas Eddy Susarso, ayahanda dari Ibu Yosep (bapak mertua Bapak Yosep), dilaksanakan pada hari Senin, 27 Juli 2026, pukul 19.00 WIB di kediaman Bapak Yosep. Ibadat berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri kurang lebih 50 orang yang terdiri atas keluarga, sanak saudara, serta umat Lingkungan St. Antonius Padua.

Ibadat dipimpin oleh Prodiakon Bapak Yohanes Murdiyana. Dalam suasana doa dan pengharapan akan kebangkitan, seluruh umat bersama-sama memanjatkan doa bagi keselamatan jiwa almarhum agar memperoleh kebahagiaan abadi di hadirat Tuhan. Melalui sabda Tuhan, doa umat, dan renungan singkat, umat diajak untuk semakin meneguhkan iman akan janji kehidupan kekal serta saling menguatkan dalam menghadapi duka.

Setelah ibadat tirakatan selesai, rangkaian doa dilanjutkan dengan Doa Rosario, yang dipersembahkan sebagai ungkapan kasih dan penghormatan kepada almarhum serta sebagai permohonan agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan, penghiburan, dan damai sejahtera oleh Tuhan.

Semoga melalui kebersamaan dalam doa ini, keluarga yang berduka memperoleh ketabahan dan pengharapan, serta arwah Bapak Thomas Eddy Susarso dianugerahi istirahat kekal dalam damai kasih Tuhan. Semoga terang abadi senantiasa menyinarinya, dan semoga seluruh umat semakin diteguhkan untuk hidup dalam iman, harapan, dan kasih kepada sesama.

Pertemuan Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan St. Antonius: Meningkatkan Self Awareness melalui Jendela Johari

Pertemuan Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan St. Antonius Padua dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 Juli 2026, pukul 16.00 WIB di kediaman Ibu Tyas. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan serta dihadiri oleh 15 orang ibu.

Kegiatan diawali dengan doa pembuka sebagai ungkapan syukur dan permohonan penyertaan Tuhan dalam seluruh rangkaian acara. Materi pertemuan disampaikan oleh Ibu Ayiek dengan tema “Meningkatkan Self Awareness melalui Jendela Johari.” Melalui pemaparan ini, para peserta diajak untuk semakin mengenal diri sendiri, memahami bagaimana diri dipersepsikan oleh orang lain, serta membangun komunikasi yang lebih terbuka dan saling mendukung dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi yang berlangsung memberikan kesempatan bagi para peserta untuk saling berbagi pengalaman dan belajar bersama dalam mengembangkan kesadaran diri.

Selain pendalaman materi, pertemuan juga diisi dengan kegiatan arisan serta penyampaian berbagai pengumuman, baik yang berkaitan dengan kegiatan Paroki Administratif maupun agenda Lingkungan St. Antonius Padua. Informasi yang disampaikan diharapkan dapat semakin mempererat koordinasi dan keterlibatan para ibu dalam berbagai kegiatan menggereja.

Pertemuan ditutup dengan doa penutup sebagai ungkapan syukur atas kebersamaan yang telah terjalin. Melalui pertemuan rutin ini, diharapkan para ibu Paguyuban Lingkungan St. Antonius Padua semakin bertumbuh dalam pengenalan diri, mempererat persaudaraan, serta terus mengambil bagian secara aktif dalam kehidupan menggereja dan pelayanan di lingkungan.

Pertemuan Lingkungan St. Antonius Padua: Menjadi Tanah yang Subur bagi Sabda Tuhan

Pertemuan Lingkungan St. Antonius Padua yang dilaksanakan pada Kamis, 23 Juli 2026 mulai jam 19.00 WIB di kediaman Bapak Bagus berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan. Mengangkat tema “Menjadi Tanah yang Subur bagi Sabda Tuhan”, pertemuan ini mengajak seluruh umat untuk membuka hati agar Sabda Tuhan tidak hanya didengarkan, tetapi juga dihayati dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kasih, sukacita, kesabaran, dan pengampunan. Pertemuan dipandu oleh Bapak Andreas dan dihadiri oleh sekitar 20 umat.

Sebelum memasuki bacaan Injil, umat mengikuti kegiatan reflektif bertajuk “Benih yang Akan Saya Tanam”. Melalui simbol sebuah benih, setiap peserta diajak merenungkan nilai atau sikap baik yang ingin mulai ditumbuhkan dalam hidupnya, seperti kesabaran, rasa syukur, semangat mengampuni, ketekunan berdoa, maupun kepedulian kepada sesama. Benih-benih harapan tersebut kemudian secara simbolis “ditanam” sebagai ungkapan komitmen pribadi untuk bertumbuh bersama Tuhan.

Pendalaman Sabda Tuhan berdasarkan Injil Matius 13:18–23 tentang perumpamaan penabur menegaskan bahwa Tuhan senantiasa menaburkan benih kasih-Nya kepada setiap orang. Namun, pertumbuhan benih tersebut sangat bergantung pada kesiapan hati manusia. Melalui refleksi bersama dan sharing pengalaman hidup, umat diajak mengevaluasi diri: apakah hati mereka telah menjadi tanah yang subur atau masih dipenuhi kekhawatiran, kesibukan, dan luka yang menghambat Sabda Tuhan berbuah. Pertemuan ini mengingatkan bahwa iman bertumbuh bukan hanya saat mengikuti pertemuan lingkungan, tetapi terutama ketika diwujudkan dalam kehidupan keluarga, pekerjaan, dan relasi dengan sesama.

Melalui doa umat, Doa Bapa Kami, dan doa penutup, seluruh umat memohon rahmat agar hati mereka senantiasa menjadi tanah yang subur sehingga mampu menghasilkan buah kasih, damai, pengampunan, dan pelayanan. Pertemuan ditutup dengan berkat Tuhan yang dipimpin oleh Ibu Aniek Prodiakon Lingkungan St. Antonius. Semoga benih-benih kebaikan yang telah ditanam dalam hati setiap umat terus bertumbuh dan menghasilkan buah yang melimpah, sehingga keluarga-keluarga di Lingkungan St. Antonius semakin menjadi saksi kasih Kristus di tengah Gereja dan masyarakat.

Kunjungan Kasih Lingkungan St. Antonius Padua untuk Keluarga Bapak Ignasius Indarto

Sebagai wujud kepedulian dan semangat persaudaraan dalam kehidupan menggereja, umat Lingkungan St. Antonius Padua mengadakan kunjungan kasih ke rumah keluarga Bapak Ignasius Indarto pada hari Selasa, 14 Juli 2026, pukul 16.30 WIB. Kunjungan ini dilaksanakan untuk memberikan dukungan, penghiburan, serta doa bagi Ibu Monika Rubi Susilawati yang sedang dalam masa pemulihan setelah mengalami sakit beberapa waktu lalu.

Sebelum berangkat menuju rumah keluarga Bapak Ignasius Indarto, umat terlebih dahulu berkumpul di rumah keluarga Bapak dan Ibu Rusiawan. Dari tempat tersebut, sekitar 15 orang umat bersama-sama menuju lokasi kunjungan sebagai ungkapan kebersamaan dan perhatian kepada sesama anggota lingkungan.

Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, umat bersama-sama mendoakan agar Tuhan senantiasa memberikan kekuatan, penghiburan, serta rahmat kesembuhan kepada Ibu Monika Rubi Susilawati sehingga dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Melalui kunjungan kasih ini, diharapkan semangat saling peduli, berbagi perhatian, dan mendoakan satu sama lain terus tumbuh di tengah umat Lingkungan St. Antonius Padua. Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan kesehatan, damai, dan berkat-Nya kepada keluarga Bapak Ignasius Indarto serta seluruh umat yang telah ambil bagian dalam kegiatan ini. Berkah Dalem.

Lingkungan St. Antonius Padua Melaksanakan Tugas Koor pada Perayaan Ekaristi Minggu

Lingkungan St. Antonius Padua mendapat kesempatan melaksanakan tugas koor pada Perayaan Ekaristi hari Minggu, 5 Juli 2026. Berkat persiapan yang dilakukan melalui kurang lebih lima kali latihan bersama, seluruh rangkaian tugas koor dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

Koor didukung oleh sekitar 25 orang umat Lingkungan St. Antonius Padua yang dengan penuh semangat mempersembahkan pelayanan melalui nyanyian liturgi. Kehadiran para anggota koor menjadi wujud kebersamaan dan semangat melayani dalam kehidupan menggereja.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rm. Andrianus Maradiyo, Pr. Pada misa tersebut juga dilaksanakan pembaptisan bayi serta ritus percikan air suci yang menjadi ciri khas Perayaan Ekaristi pada Minggu pertama setiap bulan. Suasana liturgi berlangsung dengan khidmat, penuh sukacita, dan dihayati oleh seluruh umat yang hadir.

Semoga pelayanan yang telah diberikan semakin menumbuhkan semangat kebersamaan, mempererat persaudaraan antarumat, serta mendorong seluruh anggota Lingkungan St. Antonius Padua untuk terus ambil bagian dalam berbagai pelayanan di Gereja demi kemuliaan Tuhan.