Rekoleksi Umat Lingkungan St. Gregorius , Tema : Keluarga sebagai Teman Seperjalanan dalam Berpengharapan – 6 September 2026

LINGKUNGAN ST. GREGORIUS

Rekoleksi Umat Lingkungan St. Gregorius

“Keluarga Sebagai Teman Seperjalanan Dalam Berpengharapan”
Taman Doa Maria Oblat OMI
Minggu, 6 September 2026   |   09.00–14.00 WIB
Didampingi oleh Romo Paulinus Maryanto, OMI
❦ ✝ ❦

Suasana penuh sukacita, keakraban, dan semangat iman mewarnai Rekoleksi Umat Lingkungan St. Gregorius yang dilaksanakan pada Minggu, 6 September 2026, bertempat di Taman Doa Maria Oblat OMI. Rekoleksi berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB dan didampingi oleh Romo Paulinus Maryanto, OMI.

Mengangkat tema “Keluarga Sebagai Teman Seperjalanan Dalam Berpengharapan”, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk berhenti sejenak dari kesibukan sehari-hari, melihat kembali perjalanan kehidupan keluarga, serta semakin menyadari kehadiran Tuhan dalam setiap pengalaman hidup.

“Keluarga bukan sekadar tempat untuk pulang, tetapi tempat untuk berjalan bersama, saling menguatkan, dan menemukan pengharapan dalam Tuhan.”

Rekoleksi yang Hidup dan Penuh Sharing

Sejak awal kegiatan, suasana rekoleksi terasa hangat dan penuh kebersamaan. Romo Paulinus Maryanto, OMI menyampaikan materi dengan cara yang menarik dan dekat dengan pengalaman kehidupan umat sehari-hari.

Melalui berbagai refleksi, umat diajak untuk melihat keluarga bukan hanya sebagai tempat tinggal bersama, tetapi sebagai teman seperjalanan yang saling mendukung, menguatkan, mengampuni, dan memberikan harapan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Rekoleksi semakin hidup ketika beberapa umat berkesempatan untuk sharing pengalaman hidup dan refleksi tentang keluarga. Berbagai pengalaman yang dibagikan menjadi bahan permenungan bersama bahwa setiap keluarga memiliki perjalanan, tantangan, dan pergumulannya masing-masing.

Dari sharing tersebut, umat diajak untuk semakin terbuka dalam mendengarkan satu sama lain serta menyadari bahwa dalam perjalanan keluarga, tidak seorang pun berjalan sendirian. Kehadiran keluarga dan iman kepada Tuhan menjadi kekuatan untuk terus melangkah dalam pengharapan.

Perayaan Ekaristi di Kapel Taman Doa Maria Oblat

Setelah sesi rekoleksi, sekitar pukul 12.00 WIB, seluruh umat Lingkungan St. Gregorius yang mengikuti rekoleksi bersama-sama mengikuti Perayaan Ekaristi Minggu di Kapel Taman Doa Maria Oblat.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Paulinus Maryanto, OMI dan Romo Widi. Perayaan semakin istimewa karena turut dihadiri oleh Frater, Bruder, dan Pra-Novisiat OMI yang sedang menjalani masa pembelajaran dan pembinaan di Pranovisiat OMI.

Kehadiran para imam, frater, bruder, pra-novis, serta umat Lingkungan St. Gregorius menjadikan perayaan Ekaristi berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh sukacita.

Foto Bersama dan Makan Bersama

Usai Perayaan Ekaristi, kebersamaan umat dilanjutkan dengan foto bersama. Momen ini menjadi kenangan indah dari perjalanan rekoleksi Lingkungan St. Gregorius.

Setelah berfoto bersama, umat kemudian menikmati makan bersama dalam suasana yang santai dan penuh keakraban. Makan bersama menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin mengenal, bercengkerama, dan mempererat persaudaraan.

Penutup Rekoleksi

Sekitar pukul 14.00 WIB, seluruh rangkaian kegiatan rekoleksi Lingkungan St. Gregorius resmi selesai. Setelah acara ditutup, sebagian umat memilih untuk kembali ke rumah, sementara sebagian lainnya melanjutkan doa dan menikmati suasana hening di Taman Doa Maria Oblat.

Rekoleksi ini meninggalkan pesan yang mendalam bagi umat: perjalanan keluarga tidak selalu mudah, tetapi dengan iman, kasih, komunikasi, dan kesediaan untuk saling mendampingi, keluarga dapat menjadi tempat bertumbuh sekaligus sumber pengharapan.

📷 Galeri Rekoleksi Lingkungan St. Gregorius

Kebersamaan umat Lingkungan St. Gregorius
Umat mengikuti sesi rekoleksi dan sharing
Suasana pendalaman materi rekoleksi
Perayaan Ekaristi Minggu di Kapel Taman Doa Maria Oblat
Foto bersama setelah Perayaan Ekaristi
Kebersamaan umat dalam suasana penuh sukacita
Kebersamaan umat dalam suasana penuh sukacita
Kebersamaan umat dalam suasana penuh sukacita
Kebersamaan umat dalam suasana penuh sukacita
Kebersamaan umat dalam suasana penuh sukacita
Keluarga sebagai teman seperjalanan, bertumbuh dalam iman dan berpengharapan.

Terima kasih kepada Romo Paulinus Maryanto, OMI, Romo Widi, para Frater, Bruder, Pra-Novisiat OMI, serta seluruh umat Lingkungan St. Gregorius.

Tuhan memberkati keluarga-keluarga Lingkungan St. Gregorius.
✝ LINGKUNGAN ST. GREGORIUS ✝
LINGKUNGAN ST. GREGORIUS
Rekoleksi Umat
Taman Doa Maria Oblat OMI
Minggu, 6 September 2026
❦ ✦ ❦
@lingk..st..gregor Rekoleksi Lingkungan St Gregorius di Taman Doa Maria Oblat Minggu, 6 September 2026 #lingkstgregoriuskadisoka ♬ Aku Anak Tuhan Yesus – Kevin Liu
❦ ✝ ❦
TEMA REKOLEKSI
“Keluarga Sebagai Teman Seperjalanan Dalam Berpengharapan”
Bersama dalam Iman, Kasih dan Pengharapan
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Tugas Lingkungan St. Gregorius dalam Menemani dan Antar Jemput Romo Budi Wihong pada Misa Jumat Pertama – 4 September 2026

Tugas Lingkungan St. Gregorius
dalam Menemani dan Antar Jemput Romo Budi Wihong

Mendukung Pelayanan Misa Jumat Pertama
Jumat, 4 September 2026   |   Gereja Maria Bunda Allah Maguwo

Sebagai bagian dari semangat pelayanan dan kebersamaan umat, Lingkungan St. Gregorius, Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo, melaksanakan tugas pelayanan untuk menemani sekaligus mengantar dan menjemput Romo Budi Wihong dalam rangka pelayanan Misa Jumat Pertama pada Jumat, 4 September 2026, di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Tugas sederhana ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian dan dukungan umat terhadap para imam yang melayani kehidupan iman umat. Bagi Lingkungan St. Gregorius, pelayanan bukan hanya diwujudkan melalui kegiatan-kegiatan besar, tetapi juga melalui kesediaan untuk hadir, membantu, menemani, dan memberikan perhatian dalam berbagai kebutuhan pelayanan Gereja.

Dalam pelaksanaan tugas tersebut, Mas Freddy, Pak Hari, Pak Aloy, dan Bu Aloy turut ambil bagian dengan penuh sukacita. Kehadiran dan keterlibatan mereka menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran tugas pelayanan, khususnya dalam menemani serta mengantar dan menjemput Romo Budi Wihong selama pelaksanaan Misa Jumat Pertama.

✝ ✦ ✝
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”
— Matius 25:40

Pelayanan sebagai Wujud Kasih

Kegiatan ini mengingatkan kita bahwa setiap bentuk pelayanan, sekecil apa pun, memiliki makna ketika dilakukan dengan ketulusan dan kasih. Menemani dan membantu seorang imam dalam menjalankan tugas pelayanannya merupakan bentuk dukungan umat terhadap karya pewartaan dan pelayanan Gereja.

Sabda Tuhan dalam Injil Matius mengajak kita untuk melihat setiap kesempatan melayani sesama sebagai kesempatan untuk melayani Kristus sendiri. Dengan demikian, tugas mengantar, menjemput, menemani, maupun membantu dalam kebutuhan pelayanan Gereja bukan sekadar tugas teknis, tetapi juga menjadi ungkapan iman dan kasih kepada Tuhan.

Galeri Foto Kegiatan

✦ Terima Kasih atas Semangat Pelayanan ✦

Lingkungan St. Gregorius menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tulus kepada Mas Freddy, Pak Hari, Pak Aloy, dan Bu Aloy atas waktu, tenaga, perhatian, serta kesediaannya untuk terlibat dalam tugas menemani dan antar jemput Romo Budi Wihong pada Misa Jumat Pertama.

Semoga semangat pelayanan dan kebersamaan yang telah ditunjukkan dapat terus menjadi inspirasi bagi seluruh umat Lingkungan St. Gregorius untuk semakin peduli, saling membantu, dan bersama-sama bertumbuh dalam iman.

“Guyub Dalam Kasih dan Bertumbuh Dalam Iman”
Kiranya setiap pelayanan yang dilakukan dengan tulus menjadi berkat bagi sesama, bagi kehidupan lingkungan, dan bagi perkembangan iman seluruh umat.
Terima kasih atas pelayanan dan kebersamaannya.
Tuhan memberkati.

LINGKUNGAN ST. GREGORIUS

Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo

Gereja • Komunitas • Pelayanan • Kesaksian

🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Umat Lingkungan St. Gregorius Melaksanakan Tugas Tata Hias Altar dan Piket Merawat Tanaman di Gereja – 4 September 2026

Umat Lingkungan St. Gregorius Melaksanakan Tugas Tata Hias Altar dan Piket Merawat Tanaman di Gereja

Melayani dengan Kasih, Merawat Rumah Tuhan
Lingkungan St. Gregorius kembali mengambil bagian dalam pelayanan Gereja melalui tugas Tata Hias Altar dengan bunga dan tanaman hidup serta piket merawat tanaman di lingkungan Gereja pada Jumat, 4 September 2026.

Sebagai bagian dari semangat pelayanan dan kepedulian terhadap Gereja, umat Lingkungan St. Gregorius dengan penuh sukacita melaksanakan tugas pelayanan yang telah dipercayakan kepada lingkungan.

Pelayanan tersebut meliputi penataan altar menggunakan bunga dan tanaman hidup, sekaligus merawat dan menjaga tanaman yang berada di area Gereja agar tetap bersih, rapi, segar, dan terawat.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan umat dalam menjaga keindahan dan kenyamanan rumah Tuhan. Tata hias altar bukan hanya tentang memperindah ruang liturgi, tetapi juga merupakan bentuk penghormatan umat kepada Tuhan serta upaya mempersiapkan tempat yang layak bagi perayaan iman.

Keindahan Altar melalui Bunga dan Tanaman Hidup

Dalam tugas tata hias kali ini, bunga dan tanaman hidup digunakan sebagai bagian dari dekorasi di sekitar altar. Kehadiran tanaman hijau memberikan suasana yang segar, alami, dan asri di dalam ruang Gereja.

Tanaman dan bunga yang ditata dengan penuh perhatian menjadi simbol sederhana tentang kehidupan dan pertumbuhan. Seperti tanaman yang membutuhkan air, cahaya, dan perawatan, demikian pula iman umat membutuhkan perhatian, doa, kebersamaan, dan pelayanan agar terus bertumbuh.

“Hendaklah segala sesuatu berlangsung dengan sopan dan teratur.”
1 Korintus 14:40

Merawat Tanaman, Merawat Rumah Tuhan

Selain menata altar, umat juga melaksanakan piket merawat tanaman di berbagai bagian area Gereja. Tanaman yang menghiasi ruang ibadah dirapikan dan diperhatikan agar lingkungan Gereja tetap terlihat indah dan nyaman.

Kegiatan sederhana ini mengingatkan kita bahwa Gereja merupakan rumah bersama. Karena itu, menjaga kebersihan, keindahan, dan kenyamanan Gereja merupakan tanggung jawab seluruh umat.

Setiap bentuk pelayanan, sekecil apa pun, memiliki makna ketika dilakukan dengan hati yang tulus. Menata bunga, menyiram tanaman, membersihkan area Gereja, maupun merapikan lingkungan merupakan wujud nyata kasih umat kepada Gereja.

Semangat Gotong Royong dalam Pelayanan

Pelayanan tata hias altar dan perawatan tanaman juga menjadi kesempatan bagi umat Lingkungan St. Gregorius untuk membangun kebersamaan. Dengan bergotong royong, pekerjaan menjadi lebih ringan dan suasana pelayanan menjadi penuh sukacita.

Kebersamaan seperti ini merupakan bagian penting dalam kehidupan menggereja. Setiap orang dapat mengambil bagian sesuai dengan kemampuan dan talenta yang dimiliki.

Dokumentasi Pelayanan

Umat Lingkungan St. Gregorius bersama hasil tata hias altar
Tim Tata Hias Altar Lingkungan St. Gregoriusr.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.

Tim Pelayanan Tata Hias dan Perawatan Tanaman

Terima Kasih atas Pelayanan dan Kebersamaan

Keluarga besar Lingkungan St. Gregorius menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim Tata Hias Altar dan umat yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan perhatian untuk melaksanakan tugas pelayanan ini.

Terima kasih kepada Mbak Nana, Bu Gambit, Bu Luci, Bu Putut, Bu Agnes, Bu Evi, dan Mas Paul atas semangat, kebersamaan, dan ketulusan dalam melayani.

Semoga setiap waktu dan tenaga yang diberikan menjadi persembahan yang berkenan kepada Tuhan serta menjadi berkat bagi Gereja dan seluruh umat.

Melayani dengan Hati

Melalui tugas ini, Lingkungan St. Gregorius terus berusaha menumbuhkan semangat untuk hadir dan mengambil bagian dalam kehidupan Gereja. Pelayanan tidak selalu harus diwujudkan melalui hal-hal besar. Kadang-kadang pelayanan hadir dalam bentuk sederhana: merapikan bunga, merawat tanaman, membersihkan lingkungan, atau mempersiapkan altar.

Ketika dilakukan bersama dengan kasih dan ketulusan, hal-hal sederhana tersebut menjadi persembahan yang indah bagi Tuhan.

Semoga bunga yang menghiasi altar menjadi gambaran iman yang terus bersemi, tanaman yang dirawat menjadi gambaran kehidupan yang terus bertumbuh, dan kebersamaan umat menjadi tanda kasih yang semakin kuat di tengah keluarga besar Lingkungan St. Gregorius.

“Melayani dengan kasih,
merawat dengan ketulusan,
dan bertumbuh bersama dalam iman.”
✠ ✦ ✠ ✦ ✠
Lingkungan St. Gregorius
Paroki Administratif Gereja Maria Bunda Allah Maguwo
✦ ✠ ✦ ✠ ✦
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Sarasehan BKSN Pertama Lingkungan St. Gregorius : Menemukan Kebahagiaan Sejati dalam Sabda Tuhan – 02 September 2026

Bulan Kitab Suci Nasional 2026

Sarasehan BKSN Pertama
Umat Lingkungan St. Gregorius

Pendalaman Injil Matius 5:1-12 tentang Sabda Bahagia dan panggilan untuk hidup dalam kasih Kristus
✦ ─── ✝ ─── ✦
📅 Rabu, 2 September 2026
📖 Matius 5:1-12
Lingkungan St. Gregorius
Maguwo — 2 September 2026

Dalam rangka mengisi Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026, umat Lingkungan St. Gregorius berkumpul dalam suasana penuh keakraban dan semangat persaudaraan untuk mengikuti Pertemuan Sarasehan BKSN yang pertama.

Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin mencintai Kitab Suci, mendengarkan Sabda Allah, serta menemukan pesan Tuhan yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bersama Mendalami Sabda Tuhan

Sarasehan BKSN tidak hanya menjadi kegiatan untuk membaca dan memahami teks Kitab Suci, tetapi juga menjadi ruang bagi umat untuk berbagi pengalaman iman dan merefleksikan kehadiran Tuhan dalam kehidupan.

Pada pertemuan pertama ini, umat diajak mendalami Injil Matius 5:1-12, yang dikenal sebagai Sabda Bahagia. Melalui sabda tersebut, Yesus mengajarkan jalan hidup yang membawa manusia kepada kebahagiaan sejati.

“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.”
Matius 5:3

Memahami Makna Sabda Bahagia

Dalam Injil Matius 5:1-12, Yesus menyampaikan berbagai ucapan bahagia kepada mereka yang hidup dalam kerendahan hati, kelemahlembutan, kemurahan hati, perjuangan akan kebenaran, serta mereka yang membawa damai.

Sabda Yesus memberikan cara pandang yang berbeda mengenai arti kebahagiaan. Kebahagiaan sejati tidak semata-mata ditentukan oleh kekayaan, keberhasilan, kedudukan, maupun kenyamanan hidup.

Kebahagiaan sejati berakar pada hubungan yang dekat dengan Allah serta kesediaan untuk hidup dalam kasih dan menjadi berkat bagi sesama.

Sabda Bahagia Mengajak Kita Untuk:

  • Rendah hati di hadapan Allah — menyadari bahwa hidup kita bergantung kepada Tuhan.
  • Menjadi pribadi yang lemah lembut — mampu mengendalikan diri dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
  • Memiliki kemurahan hati — peduli terhadap mereka yang membutuhkan pertolongan.
  • Memperjuangkan kebenaran — tetap setia melakukan kebaikan meskipun menghadapi berbagai tantangan.
  • Menjadi pembawa damai — menghadirkan kasih dan persaudaraan di tengah keluarga, lingkungan, Gereja, dan masyarakat.

Sabda Tuhan dalam Kehidupan Sehari-hari

Melalui pendalaman Injil ini, umat diajak untuk melihat kembali kehidupan masing-masing. Sabda Tuhan tidak berhenti pada pemahaman saat pertemuan, tetapi hendaknya diwujudkan dalam tindakan nyata.

Menjadi umat Kristiani berarti menghadirkan kasih Kristus melalui hal-hal sederhana: mendengarkan sesama, mengampuni, membantu mereka yang membutuhkan, menghargai perbedaan, serta membangun persaudaraan.

✦ Bahan Permenungan ✦
01. Apakah saya sudah sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan dalam setiap persoalan hidup?
02. Apakah kehadiran saya membawa damai bagi keluarga dan lingkungan?
03. Apakah saya memiliki kepedulian terhadap sesama yang sedang mengalami kesulitan?
04. Apakah saya tetap berani memperjuangkan kebenaran dan kebaikan meskipun tidak selalu mudah?
05. Apakah kehidupan saya sudah menjadi kesaksian kasih Kristus bagi orang-orang di sekitar saya?

“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”

Matius 5:9

Dari Sabda Menjadi Tindakan

Pertemuan pertama Sarasehan BKSN menjadi momentum bagi umat Lingkungan St. Gregorius untuk semakin menyadari bahwa iman tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan.

Sabda Bahagia mengajak umat untuk menjadi pribadi yang rendah hati, penuh kasih, membawa damai, dan memiliki kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan.

Di tengah kehidupan masyarakat yang penuh dengan berbagai tantangan dan perbedaan, umat dipanggil untuk menghadirkan wajah Kristus melalui perkataan dan perbuatan sederhana.

Bertumbuh Bersama dalam Sabda

Pertemuan Sarasehan BKSN pertama ini menjadi awal perjalanan umat Lingkungan St. Gregorius dalam mendalami Kitab Suci selama Bulan Kitab Suci Nasional.

Kebersamaan umat dalam membaca, mendengarkan, merenungkan, dan berbagi pengalaman iman menjadi kekuatan untuk semakin bertumbuh sebagai komunitas yang hidup dalam kasih Kristus.

Semoga melalui rangkaian BKSN 2026, umat semakin mencintai Kitab Suci, semakin mengenal pribadi Yesus Kristus, dan semakin mampu menjadikan Sabda-Nya sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”
Matius 5:9

BUKU PEDOMAN BKSN 2026

Bulan Kitab Suci Nasional 2026
✠ ✝ ✠

Dokumentasi Sarasehan BKSN Pertama
Lingkungan St. Gregorius

Bulan Kitab Suci Nasional 2026
Pendalaman Injil Matius 5:1-12
✦ ✝ ✦
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Kunjungan Kasih Umat Lingkungan St. Gregorius : Bersatu dalam Doa untuk Kesembuhan Ibu Agung Nur – 25 Agustus 2026

Kunjungan Kasih Umat Lingkungan St. Gregorius

Bersatu dalam Doa untuk Kesembuhan Bu Agung Nur

Lingkungan St. Gregorius • Paroki Adm. Maria Bunda Allah Maguwo

Semangat persaudaraan dan kasih Kristiani kembali diwujudkan oleh umat Lingkungan St. Gregorius melalui kegiatan Kunjungan Kasih kepada Bu Agung Nur yang baru saja mengalami kecelakaan dan telah menjalani operasi pada bagian tangan.

Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, umat Lingkungan St. Gregorius hadir untuk memberikan perhatian, dukungan, serta penghiburan kepada Bu Agung Nur dan keluarga. Kehadiran saudara-saudari seiman menjadi ungkapan nyata bahwa setiap anggota lingkungan adalah bagian dari satu keluarga Allah yang saling menopang dalam suka maupun duka.

Bersatu dalam Doa dan Pengharapan

Kunjungan kasih ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk bertemu dan menyampaikan perhatian, tetapi juga menjadi momen istimewa dimana seluruh umat yang hadir bersatu dalam doa bersama. Dengan penuh iman, umat memohon kepada Tuhan Yesus Kristus agar senantiasa menyertai Bu Agung Nur dalam proses pemulihan, memberikan kekuatan, ketabahan, serta kesembuhan setelah menjalani operasi.

Kasih yang diwujudkan melalui kehadiran sering kali menjadi obat yang menguatkan hati. Sebuah sapaan, senyuman, perhatian, dan doa tulus dari saudara seiman menjadi tanda bahwa Gereja hidup dalam persekutuan yang saling mengasihi.

Sabda Tuhan Yesus

“Sebab ketika Aku sakit, kamu melawat Aku.”
Matius 25:36

Sabda Tuhan dalam Injil Matius tersebut menjadi dasar panggilan bagi setiap umat beriman untuk menghadirkan kasih kepada sesama, terutama kepada mereka yang sedang mengalami penderitaan, sakit, maupun masa pemulihan. Melalui kunjungan kasih, umat tidak hanya membawa perhatian secara manusiawi, tetapi juga menghadirkan cinta kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Menjadi Komunitas yang Peduli

Lingkungan St. Gregorius terus berkomitmen untuk membangun kehidupan bersama yang dilandasi semangat guyub, rukun, dan saling melayani dengan sepenuh hati. Kunjungan kepada Bu Agung Nur menjadi pengingat bahwa kebersamaan umat bukan hanya dirasakan dalam perayaan Ekaristi maupun kegiatan lingkungan, tetapi juga diwujudkan ketika ada saudara yang membutuhkan dukungan dan penguatan.

Semoga melalui kunjungan kasih ini, iman umat semakin bertumbuh dalam semangat pelayanan dan kepedulian. Kiranya setiap keluarga di Lingkungan St. Gregorius senantiasa menjadi saluran kasih Tuhan yang membawa harapan bagi sesama.

🙏 Doa untuk Kesembuhan

Tuhan Yesus yang penuh belas kasih, kami menyerahkan Bu Agung Nur ke dalam penyelenggaraan-Mu. Semoga Engkau berkenan mencurahkan rahmat kesembuhan, memulihkan kesehatan tangan yang telah dioperasi, memberikan kekuatan dalam menjalani masa pemulihan, serta memenuhi hati dengan damai dan pengharapan. Sertailah pula keluarga yang mendampingi dengan kasih dan ketabahan. Amin.

Dokumentasi Kunjungan Kasih

Umat Lingkungan St. Gregorius

Dokumentasi Kunjungan Kasih Umat Lingkungan St. Gregorius
Kunjungan Kasih Umat Lingkungan St. Gregorius
✝   Berbagi Kasih, Menguatkan Persaudaraan   ✝
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Sembahyangan Kebangsaan Ke-2 Umat Lingkungan St. Gregorius – 27 Agustus 2026

Lingkungan St. Gregorius Kadisoka

Sembahyangan Kebangsaan Ke-2

Merawat Persatuan, Menumbuhkan Cinta Tanah Air, dan Menghidupi Iman dalam Pelayanan
✦ ─── ✦ ─── ✦
📅 Kamis, 27 Agustus 2026

Lingkungan St. Gregorius Kadisoka kembali mengadakan Sembahyangan Kebangsaan Ke-2 pada Kamis, 27 Agustus 2026. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk berkumpul, berdoa, berefleksi, serta semakin menghayati panggilan iman Katolik dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Tema Sembahyangan Kebangsaan Ke-2
“TANAH AIR ADA DI SANA,
DI MANA ADA CINTA DAN KEDEKATAN HATI”
Iman Menjadi Daya untuk Merawat Martabat Manusia

Tema tersebut mengajak umat untuk melihat kecintaan kepada tanah air bukan sekadar sebagai rasa bangga terhadap bangsa dan negara, tetapi sebagai sebuah panggilan untuk menghadirkan cinta, kepedulian, persaudaraan, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat setiap manusia.

✦ Mengenal Sosok Romo Y.B. Mangunwijaya

Dalam pertemuan ini, umat diajak untuk mengenal lebih dekat sosok Romo Y.B. Mangunwijaya, seorang imam dan tokoh yang menunjukkan bahwa iman dapat diwujudkan secara nyata melalui keberpihakan kepada manusia, khususnya mereka yang kecil, lemah, dan terpinggirkan.

Romo Mangunwijaya menunjukkan kecintaan kepada tanah air melalui tindakan nyata. Mencintai Indonesia bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan menghadirkan diri di tengah masyarakat dan memperjuangkan kehidupan yang lebih bermartabat bagi sesama.

Keteladanan Romo Mangunwijaya menjadi bahan refleksi bagi umat bahwa iman tidak boleh berhenti hanya pada doa dan ibadat. Iman hendaknya menjadi kekuatan yang mendorong umat untuk hadir, peduli, dan melayani dalam kehidupan nyata.

✦ Iman dan Cinta Tanah Air

Pertemuan ini juga mengajak umat untuk memahami kecintaan Yusuf Bilyarta Mangunwijaya pada tanah air serta keberpihakannya kepada rakyat kecil yang dinyatakan dalam pilihan hidupnya untuk menjadi seorang imam.

Pilihan tersebut menjadi sebuah kesaksian bahwa panggilan iman dan kecintaan kepada bangsa bukanlah dua hal yang terpisah. Justru melalui iman, seseorang dapat menemukan dorongan untuk memberikan diri bagi sesama dan menghadirkan kebaikan di tengah masyarakat.

Iman yang hidup adalah iman yang berbuah.

Kecintaan kepada Indonesia dapat diwujudkan melalui kesediaan untuk menjadi pribadi yang peduli terhadap lingkungan sekitar, menghargai perbedaan, membantu mereka yang membutuhkan, serta memperjuangkan kehidupan yang lebih adil dan manusiawi.

✦ Sabda Tuhan: Panggilan untuk Menjadi Satu

Semangat kebangsaan dan persatuan dalam pertemuan ini juga memiliki dasar yang kuat dalam doa Yesus bagi para murid-Nya:

“Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau.”
— Yohanes 17:21

Sabda Tuhan tersebut mengingatkan kita akan pentingnya persatuan. Persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan, melainkan mampu hidup bersama dalam kasih, saling menghormati, dan membangun kehidupan yang damai.

Dalam konteks bangsa Indonesia yang memiliki begitu banyak keberagaman, semangat tersebut menjadi sangat relevan. Sebagai umat Katolik dan sekaligus bagian dari masyarakat Indonesia, kita dipanggil untuk ikut merawat persaudaraan, menjaga persatuan, dan menghormati martabat setiap manusia tanpa membedakan latar belakangnya.

✦ Tujuan Pertemuan

Melalui Sembahyangan Kebangsaan Ke-2 ini, umat Lingkungan St. Gregorius diajak untuk:

  • Mengenal Romo Y.B. Mangunwijaya sebagai pribadi beriman yang mewujudkan cinta tanah air melalui keberpihakan kepada manusia, terutama rakyat kecil.
  • Memahami kecintaan Yusuf Bilyarta pada tanah air dan keberpihakannya pada rakyat kecil, yang dinyatakan dalam pilihan hidupnya untuk menjadi Imam.
  • Memahami bahwa iman Katolik tidak berhenti pada doa dan ibadat, tetapi harus berbuah dalam tindakan kasih, keadilan, dan pelayanan.
  • Merefleksikan arti kebangsaan Kristiani sebagai tanggung jawab untuk merawat dan menghormati martabat manusia.
  • Menemukan aksi nyata yang dapat dilakukan umat di lingkungan, paroki, keluarga, dan masyarakat.

✦ Dari Doa Menuju Tindakan

Tujuan pertemuan tersebut mengajak umat untuk bergerak dari doa menuju tindakan, dari refleksi menuju aksi, serta dari iman pribadi menuju kepedulian terhadap kehidupan bersama.

Merawat martabat manusia dapat dimulai dari hal-hal sederhana: memperhatikan sesama yang membutuhkan, membangun hubungan yang rukun dengan tetangga, membantu tanpa membeda-bedakan, menjaga lingkungan, menghargai perbedaan, serta berani mengambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Semangat tersebut sejalan dengan identitas Lingkungan St. Gregorius untuk terus membangun guyub, rukun, dan melayani dengan sepenuh hati.

✦ Dari Lingkungan untuk Indonesia

Kecintaan kepada tanah air dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Ketika keluarga mampu membangun kasih, ketika umat mampu hidup rukun, ketika masyarakat saling membantu, dan ketika setiap orang berani memperjuangkan martabat sesamanya, di situlah semangat kebangsaan menjadi nyata.

Sembahyangan Kebangsaan Ke-2 Lingkungan St. Gregorius menjadi pengingat bahwa Indonesia bukan hanya sebuah wilayah tempat kita tinggal, tetapi rumah bersama yang harus dirawat dengan cinta.

“Tanah Air ada di sana, di mana ada cinta dan kedekatan hati.”

Semoga melalui pertemuan ini, iman umat Lingkungan St. Gregorius semakin bertumbuh dan menghasilkan buah dalam kehidupan nyata: semakin peduli, semakin melayani, semakin mencintai sesama, dan semakin bertanggung jawab dalam merawat bangsa dan tanah air.

✝ Iman yang Hidup, Kasih yang Melayani

Dengan semangat persaudaraan dan kasih Kristus, mari terus menghadirkan iman yang hidup dalam keluarga, lingkungan, paroki, masyarakat, dan Indonesia tercinta.

🇮🇩 Berdoa untuk Indonesia
🤝 Merawat Persaudaraan
❤️ Menghormati Martabat Manusia
🙏 Mewujudkan Iman dalam Kasih dan Pelayanan

Buku Ibadat Kebangsaan

Agustus 2026

✦ ✝ ✦
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Umat Lingk. St. Gregorius Ikut Serta Dalam Lomba HUT RI ke-81 di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo – 22 & 23 Agustus 2026

PAROKI ADMINISTRATIF MARIA BUNDA ALLAH MAGUWO

Umat Lingkungan St. Gregorius
Semarakkan Lomba HUT RI ke-81

Bersatu dalam Sukacita, Menghidupi Semangat Kemerdekaan

Dalam semangat kebersamaan, persaudaraan, dan sukacita memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Umat Lingkungan St. Gregorius turut ambil bagian dalam memeriahkan rangkaian Lomba 17 Agustus yang diselenggarakan oleh Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo.

Kegiatan perlombaan dilaksanakan pada Sabtu–Minggu, 22–23 Agustus 2026, dan diikuti dengan penuh antusias oleh umat dari berbagai lingkungan di wilayah Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo.

Bagi Umat Lingkungan St. Gregorius, keikutsertaan dalam kegiatan ini bukan sekadar tentang memenangkan perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan, membangun kekompakan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta menghadirkan sukacita sebagai satu keluarga besar umat Paroki.

🏸 Semangat Sportivitas melalui Bulutangkis

Salah satu cabang yang diikuti oleh Umat Lingkungan St. Gregorius adalah Bulutangkis Ganda Putra dan Ganda Putri.

Untuk kategori Ganda Putra, Lingkungan St. Gregorius diwakili oleh Mas Akir dan Mas Anto. Sementara untuk kategori Ganda Putri, perwakilan umat adalah Bu Putut dan Bu Wiwik.

Dengan semangat sportivitas dan kekompakan, para perwakilan berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap pertandingan. Dukungan dari sesama umat juga menjadi penyemangat tersendiri, sehingga pertandingan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan dan persaudaraan.

🤸 Semarak Bersama Kelompok Senam GMBA

Kemeriahan HUT RI juga semakin terasa melalui partisipasi dalam Lomba 17 Agustus dari kelompok senam GMBA.

Lingkungan St. Gregorius turut berpartisipasi melalui Bu Evi, Bu Bambang, dan Mbak Intan. Dengan penuh semangat dan keceriaan, mereka turut memeriahkan kegiatan yang diselenggarakan oleh Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo.

Partisipasi ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kegiatan. Keceriaan, kekompakan, dan keberanian untuk tampil bersama menjadi bagian dari sukacita dalam merayakan kemerdekaan.

👧 Semangat Anak-anak dalam Lomba PIA & PIR

Semangat untuk ikut ambil bagian juga hadir dari generasi muda. Dalam Lomba PIA & PIR, Lingkungan St. Gregorius diwakili oleh Adek Amira.

Keikutsertaan Adek Amira menjadi bentuk nyata dukungan umat terhadap keterlibatan anak-anak dalam berbagai kegiatan di lingkungan dan paroki. Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak dapat belajar tentang keberanian, sportivitas, kerja sama, serta pentingnya membangun persahabatan dengan teman-teman dari lingkungan lain.

❤️ Bukan Sekadar Lomba, tetapi Merawat Persaudaraan

Rangkaian Lomba 17 Agustus yang diselenggarakan oleh Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo menjadi momentum yang sangat baik untuk mempererat tali persaudaraan antarumat.

Bagi Lingkungan St. Gregorius, hadir dan berpartisipasi merupakan bagian dari semangat untuk terus terlibat dalam kehidupan paroki dan masyarakat. Setiap pertandingan, penampilan, dan partisipasi menjadi kesempatan untuk saling mendukung dan menyemangati.

Menang atau kalah bukanlah satu-satunya tujuan. Yang lebih penting adalah kebersamaan, sportivitas, kegembiraan, dan persaudaraan yang tercipta selama kegiatan berlangsung.

Semangat ini juga menjadi cerminan bahwa kehidupan menggereja tidak hanya diwujudkan dalam kegiatan liturgi dan doa, tetapi juga melalui keterlibatan nyata dalam kehidupan bersama sebagai bagian dari masyarakat dan bangsa Indonesia.

Sabda Tuhan sebagai Penyemangat

“Hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan.”

Filipi 2:2

Sabda Tuhan ini mengingatkan kita bahwa kekuatan sebuah komunitas terletak pada kesatuan hati dan kasih. Ketika umat mau berjalan bersama, saling mendukung, dan saling menyemangati, berbagai kegiatan dapat menjadi sarana untuk menghadirkan sukacita dan persaudaraan.

Demikian pula dalam kegiatan Lomba 17 Agustus ini. Ada yang bertanding, ada yang tampil, ada yang mendukung, dan ada yang memberikan semangat. Semuanya memiliki peran dalam menciptakan kebersamaan sebagai satu keluarga besar Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo.

Kiranya semangat yang dibangun selama perayaan HUT RI ke-81 ini tidak berhenti setelah perlombaan selesai, tetapi terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari sebagai umat beriman.

Semoga Umat Lingkungan St. Gregorius semakin kompak, semakin peduli, semakin aktif terlibat, dan semakin mampu menjadi berkat bagi sesama.

✝️

Selamat HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81!

Merdeka!

Bersatu dalam kebersamaan, bertumbuh dalam iman, dan melayani dengan sukacita.

✣   ✝   ✣

Umat Lingkungan St. Gregorius

Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo

🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Pertemuan Sembahyangan Kebangsaan Lingkungan St. Gregorius – 20 Agustus 2026

Kegiatan Kamisan • Lingk. St. Gregorius

Pertemuan Sembahyangan Kebangsaan Pertama Lingkungan St. Gregorius

✦ 20 Agustus 2026 ✦
Tema Pertemuan

“Setiap Orang Ada Zamannya” Iman Menjadi Kekuatan untuk Membuka Diri

Lingkungan St. Gregorius mengadakan Pertemuan Sembahyangan Kebangsaan pertama pada 20 Agustus 2026 dengan tema “Setiap Orang Ada Zamannya – Iman Menjadi Kekuatan untuk Membuka Diri”. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk tidak hanya mengenang perjalanan dan keteladanan seorang tokoh bangsa, tetapi juga melihat kembali panggilan umat Katolik dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

Iman yang Membuka Diri terhadap Kehidupan

Melalui refleksi tentang Romo Y.B. Mangunwijaya, umat diajak menyadari bahwa iman Katolik tidak membuat seseorang menjauh dari kenyataan kehidupan bangsa. Sebaliknya, iman justru dapat menjadi kekuatan yang membuka hati untuk melihat, memahami, dan terlibat dalam berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Iman tidak berhenti pada kehidupan pribadi maupun kegiatan di dalam gereja. Iman mendorong umat untuk memiliki kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang mengalami kesulitan, keterbatasan, atau membutuhkan perhatian.

Tujuan Pertemuan

1

Mengenal Romo Y.B. Mangunwijaya sebagai pribadi beriman yang dibentuk oleh keluarga, Gereja, pendidikan, pengalaman sejarah, dan pergulatan bangsa.

2

Menyadari bahwa iman Katolik tidak menjauhkan umat dari kenyataan hidup bangsa, tetapi justru membuka hati untuk terlibat.

3

Merefleksikan panggilan sebagai warga Gereja dan warga bangsa di zaman sekarang.

4

Membangun sikap terbuka terhadap sesama, perubahan zaman, keberagaman, dan kebutuhan masyarakat sekitar.

Mengenal Romo Y.B. Mangunwijaya

Dalam pertemuan tersebut, umat diajak mengenal lebih dekat sosok Romo Y.B. Mangunwijaya, seorang imam, budayawan, arsitek, pendidik, dan tokoh kemanusiaan yang kehidupannya tidak dapat dilepaskan dari pergulatan bangsa Indonesia.

Perjalanan hidup Romo Mangun menunjukkan bagaimana iman, pendidikan, pengalaman sejarah, keluarga, Gereja, serta keprihatinan terhadap kehidupan masyarakat membentuk seseorang untuk hadir dan mengambil bagian dalam persoalan zamannya.


Setiap zaman memiliki tantangan dan panggilannya. Iman mengajak kita untuk membuka hati, hadir, dan berbuat bagi sesama.

Refleksi Pertemuan Sembahyangan Kebangsaan

Merefleksikan Panggilan di Zaman Sekarang

Tema “Setiap Orang Ada Zamannya” mengajak umat untuk melihat bahwa setiap generasi memiliki tantangan dan panggilannya masing-masing. Apa yang dihadapi masyarakat pada masa Romo Mangun tentu berbeda dengan persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini.

Apa yang dapat kita lakukan sebagai umat Katolik di zaman kita sekarang?

Pertanyaan tersebut menjadi bahan refleksi agar umat mampu membaca tanda-tanda zaman dan menemukan bentuk keterlibatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sekitar.

Kehadiran umat di tengah masyarakat diharapkan tidak bersifat eksklusif, tetapi semakin terbuka untuk bekerja sama, berdialog, dan membangun kehidupan bersama.

Membangun Sikap Terbuka

Salah satu pesan penting dari pertemuan ini adalah ajakan untuk membangun sikap terbuka terhadap sesama, perubahan zaman, keberagaman, dan kebutuhan masyarakat.

Keterbukaan bukan berarti kehilangan identitas dan nilai-nilai iman. Justru dengan berakar kuat pada iman, umat diharapkan mampu berdialog dengan siapa saja, menghargai perbedaan, dan menghadirkan kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam semangat tersebut, umat Lingkungan St. Gregorius diajak untuk terus mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta menjadi bagian dari masyarakat yang mampu menghadirkan kebaikan, persaudaraan, dan perdamaian.

Pertemuan Sembahyangan Kebangsaan ini pada akhirnya menjadi ruang untuk mempertemukan iman dan kehidupan nyata.

Melalui teladan Romo Y.B. Mangunwijaya, umat Lingkungan St. Gregorius diajak untuk menyadari bahwa iman yang hidup akan mendorong seseorang untuk keluar dari kenyamanan diri dan berani membuka hati bagi sesama.

Setiap zaman menghadirkan tantangan yang berbeda. Dan setiap orang memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi sesuai dengan talenta, kemampuan, serta panggilannya.

Semoga melalui pertemuan ini, umat semakin mampu menghayati iman Katolik secara nyata: terbuka terhadap sesama, peka terhadap persoalan masyarakat, menghargai keberagaman, serta berani mengambil bagian dalam membangun kehidupan bersama sebagai warga Gereja sekaligus warga bangsa.

GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Pertemuan Sembahyangan Kebangsaan

Lingkungan St. Gregorius
20 Agustus 2026

Pertemuan Sembahyangan Kebangsaan Lingkungan St. Gregorius
Kebersamaan umat dalam Pertemuan Sembahyangan Kebangsaan Lingkungan St. Gregorius
Umat Lingkungan St. Gregorius dalam pertemuan
Umat bersama-sama membuka diri, berbagi iman, dan membangun persaudaraan
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor

Semangat Melayani: Umat Lingkungan St. Gregorius Terlibat dalam Pelatihan Dirigen dan Jumat Bersih – 4,5 & 14 Agustus 2026

Keterlibatan Umat
Lingkungan St. Gregorius
Wilayah Sang Timur • Gereja Maria Bunda Allah Maguwo
Guyub • Rukun • Melayani dengan Sepenuh Hati

Lingkungan St. Gregorius, Wilayah Sang Timur, kembali menunjukkan semangat kebersamaan dan pelayanan melalui keterlibatan umat dalam berbagai kegiatan di Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo.

Pada bulan Agustus 2026, keterlibatan umat diwujudkan melalui dua kegiatan, yaitu Pelatihan Dirigen yang melibatkan generasi muda dan Jumat Bersih bersama umat Wilayah Sang Timur.

🎵 Pelatihan Dirigen
📅 4 & 5 Agustus 2026

Semangat Remaja dalam Pelayanan Liturgi

Pada tanggal 4 dan 5 Agustus 2026, Lingkungan St. Gregorius turut ambil bagian dalam kegiatan Pelatihan Dirigen yang diselenggarakan di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Lingkungan St. Gregorius diwakili oleh dua remaja, yaitu Gio dan Hellen. Keikutsertaan mereka menjadi wujud nyata semangat generasi muda untuk belajar, mengembangkan talenta, serta mengambil bagian dalam pelayanan liturgi dan kehidupan menggereja.

Melalui pelatihan ini, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik dasar menjadi dirigen, penghayatan lagu liturgi, serta cara memimpin umat dalam bernyanyi dengan baik dan benar.

Pelatihan Dirigen Lingkungan St. Gregorius
Keterlibatan remaja Lingkungan St. Gregorius dalam Pelatihan Dirigen di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Kehadiran Gio dan Hellen dalam kegiatan ini diharapkan menjadi langkah positif dalam mendorong semakin banyak generasi muda untuk berani terlibat aktif dalam pelayanan Gereja.

Setiap talenta dan setiap langkah kecil pelayanan adalah persembahan kasih untuk kemuliaan Tuhan dan kebaikan bersama.

— Semangat Pelayanan Umat —
🌿 Jumat Bersih
📅 14 Agustus 2026

Bergotong Royong Merawat Rumah Tuhan

Semangat pelayanan juga diwujudkan melalui kegiatan Jumat Bersih yang dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026 di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Kegiatan ini dilaksanakan bersama umat Wilayah Sang Timur sebagai bentuk kepedulian dan gotong royong dalam menjaga kebersihan serta kenyamanan lingkungan Gereja.

Lingkungan St. Gregorius turut ambil bagian dengan mengutus Mas Henri, Bu Agnes, Bu Evi, dan Bu Gambit untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Jumat Bersih bersama Wilayah Sang Timur
Kebersamaan umat Wilayah Sang Timur dalam kegiatan Jumat Bersih di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Jumat Bersih bukan sekadar kegiatan membersihkan lingkungan secara fisik. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan antarumat dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap Gereja sebagai rumah bersama.

🤝 ✝️ ❤️

Guyub, Rukun, dan Melayani

Dari generasi muda hingga umat dewasa, setiap orang memiliki kesempatan untuk mempersembahkan waktu, tenaga, dan talenta bagi pelayanan Gereja.

Dua kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa keterlibatan umat Lingkungan St. Gregorius hadir dalam berbagai bentuk dan lintas generasi. Gio dan Hellen mewakili semangat kaum muda dalam mengembangkan talenta untuk pelayanan liturgi, sementara Mas Henri, Bu Agnes, Bu Evi, dan Bu Gambit turut mengambil bagian dalam pelayanan bersama melalui kegiatan Jumat Bersih.

Semoga semangat kebersamaan dan pelayanan ini terus tumbuh di tengah umat Lingkungan St. Gregorius, sehingga semakin banyak umat terdorong untuk mengambil bagian dalam berbagai kegiatan dan pelayanan di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor

Lingkungan St. Gregorius Bersatu Dalam Doa Sengsara Yesus, Rosario Koronka, dan Novena 3 Salam Maria – 6 Agustus 2026

Doa Sengsara Yesus, Rosario Koronka &
Novena 3 Salam Maria

Lingkungan St. Gregorius
Paroki Administratif Gereja Maria Bunda Allah Maguwo

Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kesempatan yang kembali diberikan kepada umat Lingkungan St. Gregorius untuk berkumpul dalam suasana penuh iman melalui Doa Sengsara Yesus, Rosario Koronka, serta Novena 3 Salam Maria yang dipersembahkan secara khusus untuk Pengembangan & Penataan Kawasan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Kebersamaan ini menjadi wujud nyata bahwa doa merupakan kekuatan yang mempersatukan umat dalam kasih Kristus serta menjadi sumber harapan bagi perjalanan Gereja.

  • 📅 Hari/Tanggal : Kamis, 6 Agustus 2026
  • 🕖 Waktu : 19.00 WIB
  • 🏠 Tempat : Rumah Mas Rendy

Dalam doa Sengsara Yesus, umat diajak merenungkan kasih Allah yang begitu besar melalui pengorbanan Putra-Nya demi keselamatan dunia. Melalui Rosario Koronka, setiap butir doa menjadi ungkapan iman, pengharapan, serta penyerahan diri kepada belas kasih Tuhan. Seluruh umat juga memanjatkan doa bagi keluarga, lingkungan, paroki, para imam, para pelayan Gereja, serta seluruh masyarakat agar senantiasa memperoleh damai dan penyertaan Tuhan.

Sebagai penutup, seluruh umat bersama-sama mendaraskan Novena 3 Salam Maria yang dipersembahkan secara khusus untuk mendukung proses Pengembangan dan Penataan Kawasan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Melalui doa bersama ini, umat memohon penyertaan Tuhan dan perlindungan Bunda Maria agar setiap rencana, pembangunan, serta pelayanan Gereja dapat berjalan dengan baik, menjadi berkat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

📖 Sabda Tuhan

“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

— Injil Matius 18:20 —

🙏 Mari Terus Bertumbuh dalam Doa

Sabda Tuhan mengingatkan bahwa setiap pertemuan doa bukan sekadar sebuah kegiatan rutin, melainkan kesempatan untuk mengalami sendiri kehadiran Kristus di tengah umat-Nya. Melalui semangat kebersamaan, umat Lingkungan St. Gregorius diajak untuk terus membangun kehidupan doa dalam keluarga dan lingkungan, saling menguatkan dalam iman, serta mendukung seluruh karya pelayanan dan pembangunan Gereja demi semakin besarnya kemuliaan Tuhan.


📖

Buku Doa Sengsara Yesus & Rosario Koronka

Lingkungan St. Gregorius

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”
Mazmur 119:105



✠ 🎵 ✠

🎶 Lagu Lingkungan St. Gregorius 🎶

❦ ✠ ❦
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor