Pertemuan BKL Ke 3 Lingkungan St. Gregorius Kadisoka – Ekaristi sebagai Sumber Kehidupan Iman – 21 Mei 2026

Pertemuan Bulan Katekese Liturgi (BKL) ke-3 Lingkungan St. Gregorius Kadisoka berlangsung dengan penuh sukacita dan kebersamaan di rumah Ibu Yarnidus. Dalam suasana doa dan persaudaraan, umat diajak semakin menyadari bahwa Ekaristi merupakan sumber utama kehidupan iman yang menguatkan dan menuntun perjalanan hidup sehari-hari.

Pertemuan diawali dengan tanda salib dan salam pembuka yang dipimpin oleh pemimpin ibadat. Dalam pengantar, umat diajak memahami tema Bulan Katekese Liturgi tahun ini, yaitu bagaimana Ekaristi tidak hanya menjadi rutinitas mingguan, tetapi sungguh menjadi perjumpaan pribadi dengan Yesus Kristus yang mengubah hidup.

Keuskupan Agung Semarang mengajak seluruh umat menjadi Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan. Semangat tersebut tumbuh melalui pengalaman akan kasih Tuhan dalam Perayaan Ekaristi. Dari altar Tuhan, umat diutus membawa damai, kasih, dan semangat pelayanan di tengah keluarga maupun masyarakat.

Dalam doa tobat, seluruh umat bersama-sama mengakui dosa dan kelemahan di hadapan Allah, memohon pengampunan agar semakin layak mengikuti pertemuan iman ini.

Doa pembuka kemudian dipanjatkan dengan penuh harapan agar Tuhan senantiasa membimbing seluruh keluarga di Lingkungan St. Gregorius Kadisoka untuk hidup dalam persatuan, kasih, dan semangat pelayanan. Secara khusus didoakan pula anak-anak, kaum muda, orang tua, dan seluruh umat agar semakin setia menghayati Ekaristi dalam kehidupan sehari-hari.

Sabda Tuhan yang diambil dari Injil Yohanes 17:20-26 mengingatkan umat tentang doa Yesus agar semua murid-Nya hidup dalam persatuan. Yesus menghendaki agar kasih Allah tinggal di dalam setiap orang percaya sehingga mereka mampu menjadi saksi kasih Tuhan di dunia.

Dalam sesi renungan dan katekese, umat diajak merenungkan makna Ekaristi secara lebih mendalam. Sering kali misa hanya dijalani sebagai kebiasaan, padahal dalam Ekaristi umat sungguh berjumpa dengan Kristus yang hadir melalui Sabda dan Tubuh-Nya. Pertemuan dengan Tuhan seharusnya membawa perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Renungan menekankan bahwa buah Ekaristi harus tampak dalam sikap hidup umat, seperti:

semakin sabar dan saling mengasihi dalam keluarga,
peduli terhadap sesama di lingkungan,
jujur dan bertanggung jawab dalam pekerjaan,
serta membawa damai dan persaudaraan di tengah masyarakat.

Umat juga diajak berefleksi melalui pertanyaan:
“Apakah Ekaristi membuat hidup saya semakin baik?”
“Apakah saya membawa kasih Tuhan kepada sesama?”
“Apakah kehadiran saya menjadi berkat bagi lingkungan sekitar?”

Setelah renungan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan bahan BKL hari ke-16 hingga hari ke-21 secara bergantian oleh umat. Suasana sharing berlangsung hangat dan penuh keterbukaan. Dalam sharing umat dengan tema “Apa yang membuat perayaan Ekaristi terasa hidup dan bermakna bagi saya?”, banyak umat membagikan pengalaman iman mereka.

Pertemuan BKL ke-3 ini menjadi kesempatan berharga bagi umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka untuk semakin mencintai Ekaristi dan menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kebersamaan, doa, dan pendalaman iman, umat diingatkan bahwa setelah misa selesai, tugas sebagai murid Kristus justru dimulai: membawa sukacita, harapan, dan kasih Tuhan kepada dunia.

Semoga semangat Ekaristi terus hidup dalam keluarga-keluarga umat dan menjadikan Lingkungan St. Gregorius Kadisoka semakin bertumbuh sebagai komunitas yang rukun, penuh kasih, dan menjadi berkat bagi sesama. Amin.

Posted in Berita Terkini, Doa lingkungan, Lingkungan, Lingkungan St. Gregorius, Wilayah, Wilayah Sang Timur and tagged , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *