Pembinaan Iman Remaja Perdana Lingkungan St. Monica: Membangun Generasi Muda yang Berakar dalam Iman

Pada hari Sabtu, 21 Februari 2026, pukul 14.00–16.00 WIB, telah dilaksanakan kegiatan Pembinaan Iman Remaja Lingkungan St. Monica yang bertempat di Focolare Movement (Rumah Focolare). Kegiatan ini merupakan pertemuan perdana dan diikuti oleh 11 remaja dari lingkungan dengan penuh semangat dan antusias.

Karena menjadi pertemuan pertama, kegiatan diawali dengan sesi perkenalan. Para peserta saling berbagi cerita tentang diri mereka, mulai dari sekolah, hobi, hingga harapan mengikuti pembinaan iman. Suasana yang awalnya masih terasa malu-malu, perlahan berubah menjadi lebih cair dan penuh keakraban. Melalui beberapa permainan (games) yang menyenangkan, para remaja semakin mengenal satu sama lain dan belajar membangun kerja sama.

Kegiatan dilanjutkan dengan pendalaman Sabda Tuhan. Dalam suasana santai namun tetap khidmat, para remaja diajak untuk merefleksikan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari—di rumah, di sekolah, maupun dalam pergaulan. Mereka diberi kesempatan untuk berbagi pendapat dan pengalaman, sehingga iman tidak hanya dipahami, tetapi juga dihayati dan diwujudkan dalam tindakan nyata.

Pembinaan iman remaja ini menjadi salah satu langkah nyata Lingkungan St. Monica dalam menyiapkan regenerasi kaum muda. Harapannya, para remaja dapat tumbuh menjadi pribadi yang beriman, memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan, dan siap terlibat aktif dalam berbagai kegiatan serta pelayanan Gereja di masa mendatang.

Pertemuan perdana ini menjadi awal yang baik dan penuh harapan. Semoga kebersamaan yang terjalin dan benih iman yang ditanamkan pada hari ini terus berkembang, sehingga kaum muda Lingkungan St. Monica semakin berani menjadi saksi kasih Tuhan di tengah masyarakat.

Bertumbuh dalam Kasih dan Sukacita: PIAR Santa Monica di Rumah Fokolare

Pada hari Sabtu, 14 Februari 2026, Lingkungan Santa Monica mengadakan kegiatan PIAR (Pendampingan Iman Anak dan Remaja) perdana yang bertempat di Rumah Fokolare. Kegiatan ini berlangsung hampir dua jam, dimulai pada pagi hari dan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Suasana penuh sukacita dan kehangatan terasa sejak awal hingga akhir acara.

Kegiatan diawali dengan doa pembuka sebagai ungkapan syukur dan penyerahan diri kepada Tuhan. Setelah itu, anak-anak diajak bernyanyi bersama lagu penuh semangat berjudul “Tu Wa Ga Pat Anak Misioner” yang dipandu dengan ceria. Nyanyian ini membantu anak-anak lebih bersemangat dan siap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Memasuki sesi pertama, anak-anak mengikuti Game 1: Perkenalan dengan tema “Mengasihi”. Melalui permainan sederhana namun bermakna, mereka belajar untuk saling mengenal, menghargai, dan memahami bahwa kasih adalah dasar dalam hidup bersama. Tema ini kemudian diperdalam melalui Kisah Penciptaan, yang mengingatkan bahwa segala sesuatu yang diciptakan Tuhan adalah baik adanya, dan manusia dipanggil untuk saling mengasihi serta menjaga ciptaan-Nya.

Selanjutnya, anak-anak mendengarkan Kisah Orang Samaria yang Baik Hati, yang menanamkan nilai kepedulian dan belas kasih terhadap sesama tanpa memandang perbedaan. Untuk memperdalam pemahaman, anak-anak mengikuti kegiatan kreatif mewarnai gambar Orang Samaria. Sementara itu, anak-anak usia 10 tahun ke atas membuat kartu ucapan syukur kepada Tuhan dan menghiasnya dengan penuh kreativitas. Melalui kegiatan ini, mereka diajak mengungkapkan rasa syukur dan kasih kepada Tuhan secara nyata.

Suasana kembali dibuat meriah melalui Game 2: Konsentrasi, yang melatih fokus sekaligus mempererat kebersamaan. Tawa dan keceriaan anak-anak semakin menambah semangat pagi itu.

Kegiatan PIAR ini didampingi oleh Om Bobby, Om Albert, Ibu/Ms Selma, serta kakak-kakak mahasiswa yang dengan sabar dan penuh perhatian membimbing anak-anak. Nyanyian-nyanyian dipandu dengan hangat oleh Tante Tyas, sehingga suasana semakin hidup. Di akhir acara, anak-anak bersama-sama menyanyikan lagu “Happy Ya Ya Ya” dengan penuh sukacita sebagai ungkapan kegembiraan atas kebersamaan hari itu.

Sebagai penutup, doa bersama kembali dipanjatkan sebagai ungkapan terima kasih atas penyertaan Tuhan sepanjang kegiatan. Acara kemudian ditutup dengan pembagian susu dan biskuit oleh Tante Sulis, yang semakin melengkapi kebahagiaan anak-anak.

Melalui kegiatan PIAR ini, diharapkan benih-benih iman, kasih, dan kepedulian semakin tumbuh dalam hati anak-anak dan remaja Lingkungan Santa Monica. Semoga kebersamaan ini terus menjadi sarana untuk semakin mengenal dan mengasihi Tuhan serta sesama dalam kehidupan sehari-hari.