Pertemuan 1 APP Lingkungan St. Antonius Maguwo

Tanggal​​: 19 Februari 2026

Tempat ​​: Rumah Ibu Hudyono

Jumlah Peserta ​: 25 orang

Pertemuan Aksi Puasa Pembangunan (APP) tahun 2026 di Lingkungan Antonius telah dimulai dengan mengangkat tema besar “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera”. Pertemuan pertama ini mengusung subtema “Potret Kondisi dan Potensi, Dasar untuk Mengawal Aksi” dan dilaksanakan dalam suasana sarasehan yang sederhana namun penuh makna. Umat diajak menyadari bahwa APP bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah gerakan iman yang mengintegrasikan puasa, doa, dan aksi nyata demi kesejahteraan bersama, sejalan dengan arah ARDAS Keuskupan Agung Semarang 2026–2030.

Dalam pengantar dan pendalaman, umat diajak merefleksikan makna Gereja yang bahagia, inspiratif, dan mensejahterakan. Ditekankan bahwa kebahagiaan tidak hanya diukur dari kecukupan materi, melainkan juga dari terpenuhinya kebutuhan emosional dan spiritual. Gereja dipanggil untuk berani mengambil langkah pertama, membangun jejaring kepedulian, serta menghadirkan kesejahteraan yang nyata dan tepat sasaran. Salah satu penekanan penting dalam pertemuan ini adalah pentingnya data umat yang akurat sebagai dasar perencanaan aksi sosial Gereja, agar tidak ada saudara yang terabaikan.

Dinamika pertemuan diperdalam melalui sebuah drama reflektif yang menggambarkan pergulatan iman, sikap ketidakpedulian, serta proses kesadaran akan pentingnya mati raga dan berbagi. Melalui dialog antar tokoh, umat diajak memahami bahwa puasa dan derma bukanlah beban, melainkan sarana pembinaan hati agar semakin peka terhadap sesama. Drama tersebut menegaskan bahwa dana APP dan pembaruan data umat bukan sekadar angka dan kewajiban administratif, tetapi wujud konkret perjuangan Gereja untuk memastikan setiap umat merasa diperhatikan dan didampingi dalam kesulitan hidup.

Pertemuan ditutup dengan pembacaan Kitab Suci, doa bersama, serta berkat penutup, yang meneguhkan komitmen umat untuk menjalani masa Prapaskah dengan lebih bermakna. Melalui pertemuan APP pertama ini, umat Lingkungan Antonius diajak memulai langkah kecil namun berdampak besar: membangun kepedulian, memperbarui data umat dengan tanggung jawab, serta mengisi kotak APP dengan hati yang ikhlas. Harapannya, hinggaPaskah tiba, yang sungguh bangkit bukan hanya perayaan liturgis, tetapi juga hati dan tindakan nyata umat dalam menghadirkan masyarakat yang semakin bahagia dan sejahtera.

Ibadat Lingkungan St. Antonius Padua Maguwo

Diutus Menjadi Murid Kristus yang Setia dan Berani Bersaksi

Maguwo, 5 Februari 2026

 


Lingkungan St. Antonius Padua menyelenggarakan ibadat sembahyangan lingkungan rutin pada hari Kamis, 5 Februari 2026 bertempat di rumah Bapak TH. Yani Ismono (salah satu umat lingkungan Antonius). Ibadat sabda ini dipandu oleh Bapak Agustinus Djumingan dan diikuti oleh sekitar 30 umat Lingkungan St. Antonius Padua. 

Ibadat berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh penghayatan, dengan bacaan Injil dari Markus 6:7–13 yang mengangkat tema “Yesus Mengutus Dua Belas Murid”. Ibadat juga diperkaya dengan pembacaan kisah Santa Agatha, perawan dan martir, dari buku Ensiklopedia Orang Kudus.

Rangkaian Ibadat

Ibadat sabda dilaksanakan dengan urutan sebagai berikut:

1. Lagu Pembukaan PS 688 
Umat mengawali ibadat dengan lagu pembukaan dari Puji Syukur no 688 “Ya YesusHamba Sedia” sebagai ungkapan syukur dan persiapan hati untuk berdoa bersama.

2. Doa Pembukaan
Doa pembukaan dipanjatkan untuk menyerahkan seluruh rangkaian ibadat kepadaTuhan agar berjalan dengan lancar dan membawa buah rohani.

3. Pembacaan Kisah Santa Agatha
Dibacakan kisah Santa Agatha, seorang perawan dan martir yang dengan teguhmempertahankan kesucian dan imannya kepada Yesus Kristus. Santa Agatha relamenanggung penderitaan dan wafat sebagai martir demi kesetiaannya kepada Tuhan. Kisah ini menjadi teladan iman yang kokoh dan keberanian dalam mempertahankannilai-nilai Kristiani.

4. Pembacaan Injil (Markus 6:7–13)
Injil mewartakan peristiwa Yesus mengutus kedua belas murid-Nya untuk pergiberdua-dua, mewartakan pertobatan, mengusir roh jahat, serta menyembuhkan orang sakit. Yesus mengutus para murid dalam kesederhanaan, tanpa membawa bekalberlebihan, sebagai tanda kepercayaan penuh kepada penyelenggaraan Allah.

5. Sharing
Dalam sharing-nya, Bapak Djumingan menegaskan bahwa pengutusan para murid bukan hanya kisah masa lalu, melainkan panggilan nyata bagi setiap orang berimansaat ini.

Umat diajak menyadari bahwa:

  • Setiap orang yang dibaptis dipanggil menjadi murid yang diutus untuk mewartakan Injil melalui sikap dan perbuatan hidup sehari-hari.
  • Kesederhanaan yang diajarkan Yesus mengingatkan umat untuk lebih mengandalkan Tuhan daripada kekuatan dan kenyamanan pribadi.
  • Keteladanan Santa Agatha menunjukkan bahwa kesetiaan kepada Kristus menuntut keberanian, pengorbanan, dan keteguhan iman hingga akhir.

Melalui Injil dan kisah Santa Agatha, umat diundang untuk hidup setia, jujur, dan beranimenjadi saksi Kristus di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat. Serta senantiasamengingat Prasetya (janji) babtis disetiap menghadapi godaan iblis.

6. Doa Penutup PS 695
Doa penutup dipanjatkan sebagai ungkapan syukur dan permohonan agar umat diberikekuatan untuk menjalani panggilan perutusan dalam kehidupan sehari-hari.

7. Lagu Penutup
Ibadat ditutup dengan lagu penutup “Aku Dengar Bisikan Suara-Mu”yang meneguhkan semangat perutusan umat sebagai murid-murid Kristus.

Peneguhan Iman Umat

Melalui ibadat sembahyangan lingkungan ini, umat Lingkungan St. Antonius Padua Maguwo diteguhkan kembali dalam iman sebagai murid-murid Kristus yang diutus. Dengan meneladani para rasul dan keteguhan iman Santa Agatha, umat diharapkan semakin berani hidup setia dan mewartakan kasih Kristus melalui kesaksian hidup sehari-hari.

 

 

 

 

 

 

Ibadat Lingkungan St. Antonius.

Hari/tgl : Kamis, 29 Januari 2026
Tempat : Rumah Bpk. Herjunanto
Pemandu : Bpk. Mikhael Purwanto
Umat yg hadir : 20 orang.

Renungan yg disampaikan bpk. Purwanto kali ini menggabungkan dua pesan penting untuk menguatkan iman kita.
Pertama, kita belajar dr para pelayan Tuhn yg sederhana namun setia. Mereka menghadapi resiko dg hati yg gembira.
Kedua, kita diajak merenungkan kerahiman Allah. Jika Tuhan saja menerima kita tanpa memandang status, mengapa kita sering membuat sekat dg sesama?
Mari temukan kekuatan baru untuk tetap setia melayani dan mengasihi tanpa membeda-bedakan.

https://youtu.be/M_PpEtgLn64

Pertemuan Perdana Pengurus Wilayah Sang Timur, Stasi Maguwo

Maguwoharjo – Pengurus Wilayah Sang Timur menggelar pertemuan perdana pada Jumat, 30 Januari 2026, bertempat di Joglo Mbak Sis, Jl. Tajem–Kadisoka. Pertemuan ini menjadi langkah awal yang penting dalam menyatukan visi dan semangat pelayanan pengurus wilayah.


Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua Wilayah, para Ketua Lingkungan, serta Panitia Inti Paskah 2026. Meski hujan deras disertai petir mengguyur sejak awal hingga akhir kegiatan, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para peserta untuk tetap hadir dan mengikuti rapat dengan penuh antusias.


Suasana kebersamaan semakin terasa dengan kehadiran minuman panas dan gorengan hangat yang setia menemani jalannya pertemuan, menciptakan suasana akrab dan penuh kekeluargaan di tengah cuaca yang kurang bersahabat.

Agenda utama pertemuan ini adalah perkenalan antar pengurus serta pembahasan awal persiapan kepanitiaan Paskah 2026 di Stasi Maguwo. Dalam kesempatan tersebut ditegaskan bahwa Wilayah Sang Timur bersama Wilayah De Britto menerima mandat sebagai panitia penyelenggara Paskah 2026.


Melalui pertemuan perdana ini, diharapkan terbangun kerja sama yang solid, komunikasi yang baik, serta semangat pelayanan yang tulus, sehingga seluruh rangkaian perayaan Paskah 2026 dapat dipersiapkan dan dilaksanakan dengan lancar serta penuh makna bagi seluruh umat Stasi Maguwo.

Ibadat Sabda Lingkungan St. Antonius Padua Sembego

Kamis, 22 Januari 2026
Pemandu Ibadat          : Bapak Murdiyana
Bacaan Injil                   : Markus 3 : 7–12
Tema                             : “Diselamatkan oleh Belas Kasih”

Tempat                          : Rumah Bapak Puspito

Umat yang hadir          : 20 0rang

Dalam ibadat sabda lingkungan yang dilaksanakan pada hari Kamis, Bapak Murdiyana menyampaikan renungan berdasarkan bacaan Injil Markus 3:7–12 dengan tema “Diselamatkan oleh Belas Kasih”.

Renungan diawali dengan penjelasan singkat mengenai situasi dalam Injil, di mana Yesus diikuti oleh banyak orang dari berbagai daerah. Mereka datang dengan berbagai latar belakang dan persoalan hidup, terutama karena mereka percaya bahwa Yesus memiliki kuasa untuk menyembuhkan dan membebaskan dari penderitaan.

Bapak Murdiyana menekankan bahwa dalam perikop ini, Yesus tidak hanya tampil sebagai pengajar, tetapi sebagai pribadi yang penuh belas kasih, yang mau mendekati orang-orang sakit, lemah, dan terpinggirkan. Banyak orang yang sakit berdesakan ingin menyentuh Yesus, dan mereka yang kerasukan roh jahat pun disembuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa keselamatan yang diberikan Yesus lahir dari belas kasih Allah, bukan karena jasa atau kelayakan manusia.

Iman sejati bukan sekadar pengakuan di bibir bahwa Yesus adalah Tuhan, melainkan wujud ketaatan dan kasih melalui teladan perbuatan nyata dalam kehidupan sehari-hari. 

Kita diundang untuk membangun relasi pribadi yang mendalam dengan Yesus sebagai Tuhan dan Sahabat, bukan sekadar datang untuk memanfaatkan kuasa-Nya demi kepentingan egois semata. 

Melalui kesabaran, kejujuran, dan pengampunan, kita dipanggil menjadi murid Kristus yang sungguh-sungguh mengenal dan mengikuti-Nya hingga akhir, membawa terang kasih-Nya melalui kesaksian hidup yang tenang namun mendalam.

Menurut teman-teman, tantangan terbesar apa yang sering kita hadapi dalam menunjukkan kasih Yesus melalui perbuatan nyata?

Renungan ditutup dengan ajakan agar umat Lingkungan St. Antonius Padua Maguwo semakin menjadi komunitas yang menghadirkan kasih, penerimaan, dan pengharapan bagi siapa pun yang membutuhkan.

https://youtu.be/_mjLTRmXzUc

Ibadat Rutin Lingkungan St. Gregorius Berlangsung Khidmat

Lingkungan St. Gregorius kembali mengadakan ibadat rutin lingkungan pada Kamis, 22 Januari 2026. Ibadat kali ini dilaksanakan di rumah Bapak Freddy dan berlangsung dengan penuh kekhusyukan serta semangat kebersamaan.

Kegiatan ibadat dihadiri oleh 27 umat dari berbagai usia. Kehadiran umat yang cukup banyak ini menjadi wujud nyata kebersamaan dan komitmen warga lingkungan dalam menjaga kehidupan iman melalui doa bersama.

Pada kesempatan ini, ibadat juga mendapat kunjungan dari Tim Pembangunan Renovasi Gereja Maria Bunda Allah (GMBA). Tim menyampaikan pemaparan singkat terkait tujuan renovasi gereja, rencana pelaksanaan, serta mekanisme pendanaan yang akan dilakukan secara bertahap.

Salah satu upaya pendanaan yang disosialisasikan adalah melalui penjualan kupon “Kemurahan Hati”, yang diharapkan dapat melibatkan partisipasi aktif seluruh umat dalam mendukung kelancaran renovasi gereja. Penjelasan tersebut disambut dengan antusias dan perhatian dari umat yang hadir.

Melalui ibadat rutin ini, umat tidak hanya dikuatkan secara rohani, tetapi juga diajak untuk ambil bagian dalam karya bersama membangun gereja sebagai rumah iman umat. Semoga kebersamaan dan semangat gotong royong ini terus tumbuh dalam kehidupan Lingkungan St. Gregorius.

Mendengarkan Sabda, Meneguhkan Iman Bersama

Sembayangan Lingkungan St. Gregorius

Lingkungan St. Gregorius mengadakan sembayangan lingkungan yang pertama di tahun 2026 pada Kamis, 8 Januari 2026. Ibadah ini dipimpin oleh Prodiakon Paulus Supit dan dihadiri sekitar 20 umat dari berbagai usia. Kegiatan berlangsung dengan hikmat dan penuh kekhusyukan, mencerminkan kerinduan umat untuk semakin dekat dengan Tuhan melalui doa dan sabda-Nya.

Dalam sembayangan tersebut, bacaan Injil diambil dari Lukas 4:14–22a, yang mengisahkan Yesus kembali ke Galilea dalam kuasa Roh dan menyampaikan kabar keselamatan. Sabda Tuhan ini mengajak umat untuk menyadari panggilan perutusan, yakni menjadi pembawa kabar baik dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pendalaman singkat yang disampaikan, umat diajak untuk meneladan Yesus yang setia pada kehendak Bapa dan berani mewartakan kebenaran. Sabda Tuhan tidak hanya untuk didengarkan, tetapi juga untuk dihidupi melalui sikap dan tindakan nyata di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat.

Sembayangan lingkungan ini menjadi sarana kebersamaan yang mempererat persaudaraan antarumat. Diharapkan, melalui pertemuan doa semacam ini, iman umat Lingkungan St. Gregorius semakin diteguhkan dan semangat untuk melayani semakin bertumbuh.

Momentum Akhir Tahun yang Penuh Syukur dan Harapan

Lingkungan St. Gregorius menggelar pertemuan akhir tahun sekaligus serah terima jabatan Ketua Lingkungan pada Senin, 22 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi momen penting yang sarat makna, sebagai ungkapan syukur atas pelayanan yang telah dijalani sekaligus peneguhan komitmen untuk melangkah ke masa depan dengan semangat baru.

Dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, Gregorius Henry selaku Ketua Lingkungan periode sebelumnya secara resmi menyerahkan tanggung jawab kepemimpinan kepada Fredericus Dwi Nugraha, yang akan mengemban amanah sebagai Ketua Lingkungan St. Gregorius untuk periode 2026–2028.

Pada kesempatan tersebut, Gregorius Henry menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan kerja sama seluruh umat selama masa kepemimpinannya. Ia juga menyampaikan harapan agar kepemimpinan yang baru dapat terus menumbuhkan semangat kebersamaan, pelayanan yang tulus, serta semakin menghidupkan peran Lingkungan St. Gregorius dalam kehidupan menggereja.

Sementara itu, Fredericus Dwi Nugraha menyatakan kesiapan untuk melanjutkan tongkat estafet pelayanan. Dengan penuh kerendahan hati, ia memohon dukungan doa dan partisipasi seluruh umat agar kepemimpinannya dapat berjalan dengan baik, membawa lingkungan semakin rukun, solid, dan bertumbuh dalam iman.

Pertemuan akhir tahun ini tidak hanya menjadi penutup perjalanan pelayanan di tahun 2025, tetapi juga menjadi awal harapan baru bagi Lingkungan St. Gregorius. Diharapkan, di bawah kepemimpinan yang baru, lingkungan semakin menjadi wadah kebersamaan, tempat saling melayani, serta sarana untuk semakin menghayati panggilan sebagai umat beriman.

Perayaan Natal Lingkungan Santo Antonius Maguwo Berlangsung Meriah dan Penuh Sukacita

Maguwo, 16 Januari 2026 — Perayaan Natal Lingkungan Santo Antonius Maguwo yang diselenggarakan pada Jumat siang, 16 Januari 2026 di wisma Anugerah Kaliurang, berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh sukacita. Kegiatan yang diikuti oleh umat lingkungan ini menjadi momentum kebersamaan sekaligus perwujudan syukur atas kelahiran Yesus Kristus.

Acara dimulai pukul 09.30 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara. Suasana semakin hangat saat sesi ice breaking melalui lagu “Yesus Pokok dan Kita Carang-Nya” yang dibawakan oleh Bapak Arief Subyantoro, mengajak seluruh umat untuk terlibat aktif sejak awal acara.

Rangkaian ibadah Perayaan Natal dipimpin oleh Bapak Murdiyono pada pukul 09.50 WIB. Ibadah berlangsung dengan khidmat dan sederhana, diakhiri dengan lagu penutup “Gembala Pergi Cepat-cepat” versi Jawa yang kembali dibawakan oleh Bapak Arief. Lagu tersebut menambah nuansa lokal sekaligus memperdalam makna perayaan Natal.

Selanjutnya Ketua Lingkungan menyampaikan ungkapan syukur serta terima kasih kepada seluruh umat yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya acara. Bapak Indarto selaku Ketua Lingkungan menekankan pentingnya kebersamaan dan semangat pelayanan dalam kehidupan meng-gereja di lingkungan.

Kemeriahan acara berlanjut dengan penampilan drama teatrikal berjudul “Kado di Ujung Keluh” yang dibawakan oleh Andreas, Lia, Bagus dan Veraika dimana dalam teatrikal tersebut menyiratkan pesan bahwa di jaman yang serba sulit, penuh tekanan dan penuh perjuangan ini, sebagai umat yang beriman perlu untuk terus bersyukur daripada “sambat wae”. Kemudian drama teatrikal dilanjutkan dengan flash dance. Penampilan ini mendapat sambutan antusias dari umat karena menyampaikan pesan Natal secara kreatif dan menyentuh. Berbagai permainan interaktif seperti “Tebak Gambar” dan “Kata Berangkai” turut memeriahkan suasana dan melibatkan umat lintas usia.

Selain hiburan, acara juga diisi dengan sosialisasi pembangunan Gereja Stasi yang dibawakan oleh tim Pembangunan GMBA sebagai bentuk transparansi dan ajakan partisipasi umat dalam mendukung karya pelayanan gereja ke depan.

Setelah istirahat makan siang, acara dilanjutkan dengan sesi karaoke yang semakin mempererat keakraban antarumat. Rangkaian kegiatan ditutup pada pukul 13.30 WIB dengan suasana penuh kegembiraan dan rasa syukur.Perayaan Natal Lingkungan Santo Antonius Maguwo tahun ini tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga wadah untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat saling melayani di tengah umat. (aphs)

Pertemuan perdana tahun 2026 umat lingkungan St. Antonius Padua

Pertemuan umat lingkungan St. Antonius Padua diawali dg ibadat dipimpin oleh bpk. Martinus Bagus Wicaksono. Ibadat dilaksanakan di rumah. Bpk. Djumingan, dihadiri kurang lebih 20 orang. Ibadat dimulai pkl. 19.30, dan kemudian dilanjutkan dengan pengumuman-pengumuman dari ketua lingkungan.

Pertemuan berakhir kurang lebih pukul. 21.00 wib.