Pertemuan Paguyuban Ibu-ibu Lingkungan Antonius

Pertemuan dilaksanakan pada hari Minggu, 29 Maret 2026 pukul 16.30 wib di rumah ibu Herjunanto.
Pertemuan dihadiri kurang lebih 15 orang ibu dan diawali dg doa pembukaan oleh ibu Lia.
Sebelum doa, para ibu terlebih dahulu membayar iuran-iuran yaitu kas, arisan dan tabungan.
Setelah doa pembukaan, dilanjutkan isian oleh ibu Widi cara membuat mawar dari kain seserahan. Beberapa ibu mencoba membuatnya dan berhasil, setelah itu bunga ditata di tempat yg sudah disiapkan untuk seserahan.
Acara dilanjutkan dengan sambutan ketua dan informasi dari stasi. Selanjutnya laporan-laporan dari bendahara, arisan dan tabungan.
Acara ditutup dengan doa Malaikat Tuhan oleh ibu Aniek.

Pertemuan APP ke-5 Lingkungan St. Antonius Maguwo

“MENGAMBIL LANGKAH PERTAMA DALAM MENOLONG SESAMA”

Tanggal​​: 26 Maret 2026

Tempat ​​: Rumah Bp Vincentius Soemarno

Pemandu​​: Bp Arief Subyantoro, Bp Widjajanto, Bp Murdiyono

Jumlah Peserta ​: 25 orang

Pertemuan kelima Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 menjadi puncak dari rangkaian permenungan dengan mengangkat tema “Mengambil Langkah Pertama dalam Menolong Sesama.” Dalam pertemuan ini, umat diajak untuk tidak hanya memahami nilai-nilai kepedulian, tetapi juga berani mengambil tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pertemuan diawali dengan nyanyian pembuka, tanda salib, pengantar, serta doa pembuka yang mengarahkan umat pada kesadaran akan panggilan sebagai murid Kristus yang diutus untuk mewartakan kasih melalui tindakan konkret.

Pada bagian pendalaman, umat diajak merefleksikan bahwa iman tidak berhenti pada doa dan niat baik, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata. Melalui bacaan Kitab Suci dan pengantar pertemuan, ditekankan bahwa setiap orang dipanggil untuk peka terhadap kebutuhan sesama dan berani “repot” untuk memulai langkah kecil yang membawa perubahan. Gereja mengajak umat untuk tidak menunda kebaikan, melainkan segera bertindak ketika melihat sesama yang membutuhkan pertolongan. 

Pendalaman semakin diperkaya melalui drama situasi (fragmen) yang dibawakan dengan gaya sederhana dan komunikatif. Dalam fragmen tersebut, para tokoh anak-anak menggambarkan kembali perjalanan materi dari pertemuan pertama hingga keempat: mulai dari pentingnya memahami kondisi sesama, mengenal fungsi dana sosial Gereja, mengembangkan tanggung jawab sosial, hingga memahami pentingnya pedoman dalam menyalurkan bantuan. Melalui dialog yang ringan dan diselingi humor, umat diajak menyadari bahwa kepedulian harus diwujudkan dengan cara yang benar dan bertanggung jawab. 

Fragmen tersebut mencapai pesan utamanya ketika para tokoh menyimpulkan bahwa menjadi pribadi yang peduli berarti mau melihat, mau berbagi, dan mau membantu dengan cara yang tepat. Pesan ini menegaskan bahwa tindakan kecil sekalipun memiliki arti besar jika dilakukan dengan ketulusan dan kebijaksanaan. Dengan demikian, umat tidak hanya diajak untuk memahami konsep, tetapi juga terdorong untuk mulai bertindak dalam kehidupan nyata, baik di keluarga, lingkungan, maupun masyarakat.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama, Doa Ardas, Doa Bapa Kami, berkat penutup, serta lagu penutup yang meneguhkan komitmen umat. Melalui pertemuan APP kelima ini, umat diharapkan semakin mantap untuk mengambil langkah pertama dalam menolong sesama. Dengan kepekaan hati dan keberanian untuk bertindak, umat dapat menjadi tanda kehadiran Gereja yang sungguh menghadirkan masyarakat yang bahagia dan sejahtera.

Pertemuan APP ke-4 Lingkungan St. Gregorius KadisokaSelasa, 17 Maret 2026

Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) ke-4 Lingkungan St. Gregorius Kadisoka telah dilaksanakan pada hari Selasa, 17 Maret 2026, dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat pelayanan. Pada pertemuan kali ini, umat diajak untuk mendalami tema “Pentingnya Pedoman Dalam Sebuah Gerakan.”

Melalui bacaan Injil yang diambil dari Kisah Para Rasul 6:1-7, umat diajak untuk merenungkan bagaimana para rasul pada masa Gereja perdana menghadapi tantangan dalam pelayanan. Dengan bijaksana, mereka menetapkan pedoman yang jelas serta membagi tugas secara teratur, sehingga pelayanan kepada umat dapat berjalan dengan baik, adil, dan terarah.

Dalam permenungan bersama, umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka menyadari bahwa setiap gerakan, khususnya dalam pelayanan Gereja dan kehidupan sosial, membutuhkan pedoman yang jelas agar tujuan bersama dapat tercapai dengan efektif. Pedoman tersebut menjadi dasar dalam bertindak, menjaga kesatuan, serta menghindari kesalahpahaman dalam pelayanan.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama, dengan harapan agar seluruh umat semakin mampu menjadi pelayan yang setia, bijaksana, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Injil dalam setiap gerakan kehidupan.

Media Social Lingkungan St. Gregorius Kadisoka – GMBA :

Youtube : https://youtu.be/1A-pfDRASK8

Instagram : https://www.instagram.com/reel/DV_VN59D-Tm/?igsh=MXZnbXBhMDJlN3Y4dQ==

Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSuVBo25y/

Pertemuan APP ke-4 Lingkungan St. Antonius Maguwo

“PENTINGNYA PEDOMAN DALAM SEBUAH GERAKAN”

Tanggal                      : 12 Maret 2026

Tempat                      : Rumah Bp Arief Subyantoro

Pemandu                  : Ibu Ayiek, Bp Andreas, Bp Satria

Jumlah Peserta       : 25 orang

Pertemuan keempat dalam rangkaian Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 mengangkat tema “Pentingnya Pedoman dalam Sebuah Gerakan.” Pertemuan ini mengajak umat untuk menyadari bahwa kepedulian sosial yang dilakukan Gereja perlu dijalankan dengan arah yang jelas, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan membawa manfaat bagi sesama. Pertemuan diawali dengan nyanyian pembuka, tanda salib, pengantar, serta doa pembuka yang mengantar umat pada semangat refleksi dan kebersamaan.

Pada bagian pendalaman, umat diajak menyaksikan sebuah fragmen yang menggambarkan percakapan ringan antarumat sebelum pertemuan lingkungan dimulai. Dalam suasana santai tersebut muncul pertanyaan mengenai mengapa bantuan sosial di Gereja perlu diatur dengan pedoman tertentu. Melalui dialog yang sederhana dan diselingi humor, fragmen ini menggambarkan keraguan yang kadang muncul di tengah umat tentang prosedur atau aturan dalam kegiatan sosial Gereja.

Melalui penjelasan salah satu tokoh dalam fragmen, umat kemudian diajak memahami bahwa Gereja memiliki pedoman yang jelas dalam mengelola bantuan sosial, yaitu Pedoman Dana Sosial Paroki. Pedoman ini hadir bukan untuk mempersulit, melainkan untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan oleh umat dapat dikelola secara adil, transparan, dan bertanggung jawab. Dengan adanya pedoman tersebut, pelayanan sosial Gereja dapat berjalan lebih terarah dan benar-benar menjangkau mereka yang membutuhkan.

Fragmen tersebut juga menampilkan pengalaman nyata seorang umat yang pernah merasakan bantuan Gereja ketika menghadapi kesulitan. Pengalaman tersebut membuka kesadaran bersama bahwa pedoman justru menjaga agar bantuan dapat diberikan dengan bermartabat dan tidak salah sasaran. Dengan demikian, kepedulian umat tidak hanya didorong oleh niat baik semata, tetapi juga oleh kebijaksanaan dalam mengelola bantuan.Pertemuan diakhiri dengan bacaan Kitab Suci, doa penutup, berkat, serta lagu penutup yang menguatkan komitmen umat untuk hidup dalam semangat solidaritas. Melalui pertemuan ini, umat diajak menghidupi prinsip sederhana namun mendalam: “murah hati ning ora waton, murah hati tetapi tidak sembarangan, murah hati tapi bijaksana.” Kepedulian yang dilandasi pedoman yang baik akan menjadikan gerakan sosial Gereja semakin kuat dalam menghadirkan masyarakat yang bahagia dan sejahtera.

Pertemuan APP ke-3 Lingkungan St. Antonius Maguwo

“MENINGGALKAN SIKAP KETIDAKPEDULIAN, MENGEMBANGKAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL”

Tanggal                      : 5 Maret 2026

Tempat                      : Rumah Ibu Aniek

Pemandu                  : Bp Purwanto, Bp Indarto, Bp Andreas, Ibu Titik, Ibu Nelly

Jumlah Peserta       : 27 orang

Pertemuan ketiga Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 kembali dilaksanakan dalam semangat tema besar “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera.” Pada pertemuan ini umat diajak merenungkan subtema “Meninggalkan Sikap Ketidakpedulian, Mengembangkan Tanggung Jawab Sosial.” Melalui pertemuan ini, umat diingatkan bahwa setiap anugerah yang diterima dari Tuhan—baik kemampuan, waktu, relasi, maupun harta—mengandung tanggung jawab untuk dibagikan kepada sesama demi menghadirkan kesejahteraan bersama.

Pertemuan diawali dengan nyanyian pembuka, tanda salib, pengantar, serta doa pembuka yang mengantar umat memasuki suasana refleksi lalu pembacaan Kitab Suci untuk memberikan acuan dari tema ini. Dalam pendalaman materi, umat diajak menyadari bahwa kepedulian sosial merupakan bagian penting dari panggilan iman. Gereja mengajak setiap orang untuk tidak bersikap acuh terhadap kesulitan sesama, melainkan berani mengambil langkah nyata dalam membangun solidaritas. Dengan saling berbagi dan bekerja sama, anugerah yang berbeda-beda dari setiap orang dapat dipadukan untuk menghadirkan perubahan yang nyata bagi mereka yang membutuhkan.

Untuk memperdalam pemahaman tersebut, pertemuan ini dilengkapi dengan sebuah fragmen atau drama situasi yang menggambarkan kontras antara sikap ketidakpedulian dan sikap penuh kasih. Dalam cerita tersebut digambarkan seorang keluarga kaya yang hidup berkecukupan namun menolak membantu seorang pria yang sedang membutuhkan uang untuk membeli obat bagi istrinya yang sakit. Sebaliknya, sebuah keluarga sederhana yang hidup dengan keterbatasan justru menunjukkan belas kasih dengan memberikan sebagian dari uang belanja mereka untuk menolong orang yang membutuhkan. Kisah ini menegaskan bahwa kepedulian tidak ditentukan oleh banyaknya harta, melainkan oleh hati yang terbuka untuk berbagi.

Fragmen tersebut mencapai puncaknya ketika orang kaya yang sebelumnya bersikap sombong mengalami kesulitan karena anaknya mengalami kecelakaan dan membutuhkan donor darah. Tanpa diduga, justru orang miskin yang dahulu ia tolak bantuannya bersedia secara sukarela mendonorkan darahnya demi menyelamatkan nyawa anak tersebut. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan, setiap orang saling membutuhkan dan kebaikan yang diberikan dengan tulus akan membawa berkat bagi banyak orang.Pertemuan dilanjutkan dengan doa ARDAS IX kemudian Doa Bapa Kami, serta berkat penutup dan lagu penutup. Melalui pertemuan APP ketiga ini, umat diajak untuk semakin meninggalkan sikap tidak peduli dan mulai mengembangkan tanggung jawab sosial dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana sesuai kemampuan masing-masing, sebab membantu sesama tidak harus menunggu menjadi kaya, melainkan dimulai dari hati yang mau berbagi dan menghidupi kasih Kristus dalam kehidupan nyata.

Pertemuan APP ke-2 Lingkungan St. Antonius Maguwo

Tanggal : 26 Februari 2026

Tempat : Rumah Bp Rusiawan

Pemandu : Bp Rusiawan, Ibu Bagus, Ibu Nelly

Jumlah Peserta : 21 orang

Pertemuan kedua Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 dilaksanakan dengan mengangkat tema “Potensi Dana Sosial Gereja: Fungsi dan Sifatnya”. Dalam semangat tema besar “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera”, umat diajak untuk semakin memahami bahwa Gereja tidak hanya hadir melalui pewartaan dan doa, tetapi juga melalui pengelolaan dana sosial yang bertanggung jawab, tepat sasaran, dan berkesinambungan. Pertemuan diawali dengan doa dan nyanyian pembuka dari MB 378 “Tuhan Dikau Naungan Hidupku”, yang menyiapkan hati umat untuk masuk dalam pendalaman iman dan kepedulian sosial.

Melalui pengantar dan pendalaman materi, umat diajak mengenal berbagai potensi dana sosial Gereja yang dikelola di tingkat paroki dan keuskupan, seperti Dana APP, Dana Papa Miskin (Danpamis), Dana Pendidikan Paroki, dan dana solidaritas lainnya. Ditekankan bahwa dana sosial Gereja memiliki fungsi utama untuk menghadirkan kesejahteraan umat, terutama mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel. Dana-dana tersebut bersifat “siap habis” secara bertanggung jawab, tidak untuk ditimbun, serta inklusif, artinya terbuka bagi siapa pun yang sungguh membutuhkan tanpa membedakan latar belakang.

Setelah pengantar dan pendalaman materi, acara dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Suci. Pemahaman materi APP ke-2 ini kemudian diperdalam lagi melalui sebuah drama situasi yang menggambarkan kegelisahan umat dan pengurus lingkungan ketika berhadapan dengan kasus nyata warga yang mengalami kesulitan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Melalui dialog yang hidup dan reflektif, drama tersebut menegaskan pentingnya data umat dalam Sistem Ecclesia sebagai dasar pengambilan keputusan, serta penerapan prinsip solidaritas dan subsidiaritas dalam pengelolaan dana sosial Gereja. Drama ini membantu umat melihat bahwa bantuan Gereja bukan sekadar belas kasihan sesaat, melainkan buah dari iman yang terorganisir, terarah, dan berpihak pada kebutuhan nyata umat.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama, serta berkat penutup yang meneguhkan komitmen umat untuk terlibat aktif dalam karya sosial Gereja. Melalui pertemuan APP kedua ini, umat diharapkan tidak hanya mengetahui keberadaan dana sosial Gereja, tetapi juga berani mengawal pemanfaatannya agar benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Dengan demikian, Gereja semakin sungguh menghadirkan wajah kasih Allah: menyejahterakan secara nyata dan membahagiakan karena setiap umat merasa diperhatikan, didampingi, dan tidak berjuang sendirian.

Pelayanan Menemani dan Antar Jemput Romo Minggu 8 Februari 2026 – Lingkungan St. Gregorius Kadisoka

Pelayanan dalam Gereja memiliki banyak wajah. Ada yang terlihat di altar, ada pula yang berlangsung dalam kesederhanaan dan kebersamaan. Salah satu bentuk pelayanan yang dijalankan oleh Lingkungan St. Gregorius Kadisoka adalah tugas menemani serta antar jemput Romo yang bertugas memimpin perayaan Ekaristi.

Mungkin bagi sebagian orang, tugas ini terlihat sederhana dan tidak menonjol. Setelah misa selesai dan umat kembali ke rumah masing-masing, pelayanan justru masih berlanjut. Mengantar Romo, memastikan beliau tiba dengan aman, serta menemani dalam kebersamaan setelah perayaan menjadi bagian dari tanggung jawab yang dijalankan dengan penuh sukacita.

Namun di balik kesederhanaannya, kami justru merasakan keindahan pelayanan yang sangat mendalam. Saat menemani Romo makan bersama, terjalin suasana kekeluargaan yang hangat. Dalam percakapan santai, kami dapat mendengarkan cerita-cerita umat, pengalaman pelayanan, kisah panggilan, hingga refleksi rohani yang memperkaya iman. Tidak jarang pula suasana dipenuhi dengan senda gurau yang mencairkan kelelahan setelah misa.

Momen-momen seperti inilah yang sering kali tidak terlihat oleh banyak orang, tetapi sungguh menguatkan dan membangun. Kami belajar bahwa pelayanan bukan hanya tentang tugas formal, melainkan tentang hadir secara utuh—mendampingi, mendengarkan, dan berbagi hidup. Dalam kebersamaan itu, tumbuh rasa persaudaraan yang tulus antara imam dan umat.

Lingkungan St. Gregorius Kadisoka bersyukur boleh mengambil bagian dalam pelayanan ini. Kami menyadari bahwa setiap kesempatan untuk melayani adalah anugerah. Lewat tugas sederhana ini, kami belajar tentang kerendahan hati, perhatian, dan sukacita dalam memberi diri.

Semoga semangat kebersamaan ini terus terpelihara, dan setiap langkah kecil pelayanan yang kami lakukan menjadi persembahan kasih bagi Tuhan dan Gereja-Nya.

Tuhan memberkati setiap niat baik dan kebersamaan kita.

Instagram : https://www.instagram.com/reel/DUe983kD40o/?igsh=NDBtZTd3Z2t2Ym10
Youtube : https://youtube.com/shorts/I6Izvk-KnN8?si=dcYHOxTR4ZPyGBew
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSmtdxEfR/

Tugas Jaga Parkir Lingkungan St. Gregorius Kadisoka

Misa Rabu Abu – Selasa, 17 Februari 2026

di Gereja Maria Bunda Allah

Misa Rabu Abu pada Selasa, 17 Februari 2026 menjadi awal perjalanan umat memasuki Masa Prapaskah. Pada perayaan yang penuh makna tersebut, Lingkungan St. Gregorius Kadisoka mendapat kesempatan untuk ambil bagian dalam pelayanan melalui tugas jaga parkir di area Gereja Maria Bunda Allah.

Sejak sebelum misa dimulai, para petugas parkir dari lingkungan sudah bersiap di area halaman gereja. Dengan penuh tanggung jawab dan semangat melayani, mereka membantu mengarahkan kendaraan umat agar tertata rapi, aman, dan tidak mengganggu arus lalu lintas. Kehadiran mereka memberi rasa nyaman bagi umat yang datang untuk beribadah, sehingga dapat mengikuti perayaan Ekaristi dengan tenang dan khusyuk.

Pelayanan ini mengingatkan kita bahwa melayani tidak harus selalu terlihat di altar. Tidak semua pelayanan berlangsung di depan umat, tetapi setiap tugas, sekecil apa pun, memiliki makna yang sama berharganya di hadapan Tuhan. Melalui penataan kendaraan umat, menjaga keamanan, serta memastikan keteraturan, para petugas parkir telah mengambil bagian dalam karya pelayanan Gereja.

Semangat inilah yang menjadi inti Masa Prapaskah: kerendahan hati, pengorbanan, dan kesediaan untuk memberi diri. Dalam kesederhanaan tugas jaga parkir, terpancar nilai kebersamaan dan gotong royong. Setiap arahan yang diberikan, setiap kendaraan yang ditata, menjadi bentuk nyata kasih dan tanggung jawab terhadap sesama.

Lingkungan St. Gregorius Kadisoka patut bersyukur atas kekompakan dan kesediaan umat yang terlibat. Semoga semangat pelayanan ini terus tumbuh, tidak hanya saat mendapat jadwal tugas, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari—di keluarga, di lingkungan, maupun di tengah masyarakat.

Karena sesungguhnya, pelayanan bukan soal terlihat atau tidak terlihat, melainkan tentang hati yang mau memberi diri dengan tulus.

Tuhan memberkati setiap langkah pelayanan kita.

Instagram : https://www.instagram.com/reel/DU3S801jxpT/?igsh=Y3NmcHR1ZXgyZWtx
Youtube : https://youtube.com/shorts/G0bXZVlSG9g?feature=shared
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSmtJCB9S/

Penyerahan Dua Lukisan Karya Salah satu Umat Link. Gregorius Kadisoka untuk Pembangunan Gereja Maria Bunda Allah

You need to add a widget, row, or prebuilt layout before you’ll see anything here. 🙂

Sebuah wujud nyata kepedulian dan cinta terhadap Gereja kembali ditunjukkan oleh umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka. Pada kesempatan yang penuh sukacita, Mbak Anik, salah satu umat lingkungan, menyerahkan dua lukisan karyanya kepada Panitia Pembangunan Gereja Gereja Maria Bunda Allah.

Penyerahan ini menjadi momen yang istimewa, bukan hanya karena nilai seni yang terkandung di dalamnya, tetapi terlebih karena semangat iman dan ketulusan hati yang melatarbelakanginya. Kedua lukisan tersebut merupakan hasil karya pribadi yang dipersembahkan sepenuhnya sebagai bentuk dukungan terhadap proses pembangunan gereja yang sedang berjalan.

Dalam kesempatan yang sama, kedua lukisan tersebut secara khusus diberkati oleh Romo Adrianus Maradiyo PR. Pemberkatan ini menjadi tanda penyerahan karya dan niat baik kepada Tuhan, sekaligus ungkapan syukur atas talenta yang boleh dipakai untuk kemuliaan-Nya. Suasana doa dan harapan mengiringi momen pemberkatan tersebut, memohon agar setiap proses selanjutnya berjalan lancar dan membawa berkat bagi banyak orang.

Rencananya, kedua lukisan ini akan dilelang, dan seluruh hasil lelang—100% tanpa potongan—akan disumbangkan sepenuhnya untuk pembangunan Gereja Maria Bunda Allah. Langkah ini menjadi inspirasi bahwa dukungan terhadap karya Gereja dapat diwujudkan dalam berbagai cara, sesuai dengan talenta dan kemampuan masing-masing.

Apa yang dilakukan Mbak Anik mengingatkan kita bahwa pembangunan Gereja bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi juga tentang semangat kebersamaan, gotong royong, dan partisipasi umat. Dari karya seni lahir gerakan kasih; dari talenta pribadi tumbuh berkat bagi komunitas yang lebih luas.

Semoga inisiatif ini menggerakkan hati semakin banyak umat untuk ambil bagian, baik melalui doa, tenaga, pikiran, maupun dukungan materi, demi terwujudnya Gereja Maria Bunda Allah sebagai rumah bersama yang kokoh, indah, dan penuh berkat.

Tuhan memberkati setiap niat baik dan setiap tangan yang terlibat dalam karya pembangunan ini.

Instagram : https://www.instagram.com/reel/DUw-yhlj_Uz/?igsh=ODI0MjZveThraHQ4
Youtube : https://youtube.com/shorts/cVKuu3yJcN4?feature=shared
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSmGosUA1/

Pertemuan APP Pertama Lingkungan St. Gregorius Kadisoka

Pertemuan APP Pertama Lingkungan St. Gregorius Kadisoka

Kamis, 26 Februari 2026

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Lingkungan St. Gregorius Kadisoka kembali memulai rangkaian Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) yang pertama pada hari Kamis, 26 Februari 2026. Pertemuan ini menjadi momen awal bagi umat untuk bersama-sama memasuki masa tobat dengan hati yang terbuka, penuh refleksi, dan semangat pembaruan diri.

APP bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, tetapi merupakan kesempatan istimewa bagi setiap pribadi untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan sesama. Dalam suasana doa yang khusyuk, umat diajak untuk merenungkan tema APP tahun ini, mendengarkan Sabda Tuhan, berbagi pengalaman hidup, serta saling meneguhkan dalam perjalanan iman.

Pertemuan berlangsung dengan penuh kebersamaan dan kehangatan. Umat yang hadir mengikuti rangkaian ibadat, pendalaman materi, serta diskusi kelompok dengan antusias. Setiap sharing yang disampaikan menjadi pengingat bahwa panggilan untuk bertobat dan berbuat kasih bukan hanya wacana, melainkan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pertemuan APP pertama ini, seluruh umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka diharapkan tidak hanya berhenti pada doa dan pertemuan semata. Semangat APP harus dinyatakan dalam aksi nyata: membantu sesama yang membutuhkan, memperhatikan tetangga yang sedang mengalami kesulitan, terlibat dalam kegiatan sosial lingkungan, serta membangun kepedulian yang lebih konkret dan berkelanjutan.

Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk menghadirkan kasih Tuhan secara nyata. APP menjadi sarana pembinaan iman yang mendorong perubahan sikap, pertobatan hati, dan tindakan kasih yang sederhana namun bermakna. Dari lingkungan kecil inilah, kebaikan dapat bertumbuh dan membawa dampak yang lebih luas.

Semoga melalui rangkaian Pertemuan APP ini, Lingkungan St. Gregorius Kadisoka semakin solid dalam persaudaraan, semakin peka terhadap kebutuhan sesama, dan semakin berani mewujudkan iman dalam tindakan nyata.

Tuhan memberkati setiap niat baik dan langkah pelayanan kita.

Instagram : https://www.instagram.com/p/DVOeviqD2ZU/?igsh=MTd4a3Rma3dzaTJ6Nw==
Youtube : https://youtu.be/D0Xa-1oqnf0?feature=shared
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSmG37rCW/