OMK YP Berkarya Lewat Penjualan Parcel Paskah

Semangat kebersamaan dan kreativitas ditunjukkan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Lingkungan Yohanes Pembaptis dalam mempersiapkan parcel Paskah bagi umat.

Dalam proses persiapan, para OMK bekerja sama mulai dari menghias telur Paskah, menata makanan, hingga membungkus parcel dengan rapi. Setiap tahapan dilakukan dengan penuh ketelitian dan semangat, mencerminkan kesungguhan mereka dalam memberikan yang terbaik.

Suasana kebersamaan begitu terasa selama kegiatan berlangsung. Tawa, canda, dan kerja sama yang solid menjadi bagian dari proses, menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai persiapan parcel, tetapi juga sebagai momen mempererat persaudaraan antaranggota OMK.

Setelah seluruh parcel selesai dipersiapkan, keesokan harinya para OMK melanjutkan pelayanan dengan mendistribusikan parcel kepada umat yang telah memesan. Antusiasme umat terlihat dari banyaknya pesanan yang masuk, bahkan tidak hanya dari Lingkungan Yohanes Pembaptis, tetapi juga dari lingkungan-lingkungan lain.

Hal ini menjadi tanda bahwa usaha dan pelayanan yang dilakukan OMK mendapat respon yang sangat baik dari umat. Melalui kegiatan ini, OMK tidak hanya belajar tentang kerja sama dan tanggung jawab, tetapi juga menghadirkan sukacita Paskah melalui karya sederhana yang penuh makna.

Semoga semangat pelayanan dan kreativitas ini terus tumbuh dalam diri OMK Lingkungan Yohanes Pembaptis, serta menjadi berkat bagi semakin banyak umat.

Ibadat Memule 1000 Hari Ibu Yasenta Surajiati Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan

Umat Lingkungan Yohanes Pembaptis melaksanakan Ibadat Memule 1000 hari mengenang berpulangnya Ibu Yasenta Surajiati dalam suasana yang khidmat dan penuh doa.

Ibadat dipimpin oleh prodiakon, Bapak Naryo, yang dengan penuh penghayatan membimbing umat dalam rangkaian doa dan permenungan. Umat yang hadir cukup banyak, mulai dari OMK, bapak-bapak, ibu-ibu, hingga para lansia. Kehadiran lintas generasi ini menunjukkan rasa kebersamaan dan kepedulian dalam mendampingi keluarga yang berduka.

Selain umat dari Lingkungan Yohanes Pembaptis, ibadat ini juga dihadiri oleh beberapa umat dari lingkungan lain yang turut hadir untuk memberikan dukungan dan doa. Kehadiran mereka semakin menegaskan eratnya persaudaraan dalam kehidupan menggereja.

Selama ibadat berlangsung, umat mengikuti setiap bagian dengan penuh khusyuk. Doa-doa yang dipanjatkan menjadi ungkapan harapan agar almarhumah Ibu Yasenta Surajiati memperoleh kedamaian abadi di sisi Tuhan, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan penghiburan.

Ibadat memule 1000 hari ini tidak hanya menjadi momen mengenang, tetapi juga kesempatan bagi umat untuk memperdalam iman akan kehidupan kekal serta mempererat tali persaudaraan di tengah komunitas.

Semoga melalui doa bersama ini, kasih Tuhan senantiasa menyertai keluarga dan seluruh umat yang hadir.

YP Ronda Jaga Sholat Idul Fitri, Wujud Nyata Kebersamaan Umat

Dalam semangat kebersamaan dan toleransi, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis kembali melaksanakan kegiatan ronda untuk menjaga keamanan lingkungan saat pelaksanaan Sholat Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026.

Sejak pagi hari, umat berkumpul di rumah Bapak Harjito sebagai titik awal koordinasi. Dengan mengenakan kaos seragam berwarna biru, para peserta kemudian melaksanakan tugas jaga di beberapa titik lingkungan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama ibadah berlangsung.

Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh bapak-bapak, tetapi juga melibatkan ibu-ibu serta OMK yang turut ambil bagian dengan penuh semangat. Kehadiran lintas generasi ini menjadi tanda nyata kebersamaan dan kepedulian umat dalam hidup berdampingan di tengah masyarakat yang beragam.

Di tengah kegiatan ronda, umat juga mendapat kunjungan dari Romo Dadang. Sepulang dari memimpin Misa, beliau melihat umat yang sedang berjaga dan menyempatkan diri untuk berhenti serta menyapa. Kehadiran Romo Dadang menjadi penyemangat tersendiri bagi umat, sekaligus bentuk perhatian dan dukungan terhadap kegiatan yang dilakukan.

Selama pelaksanaan ronda, umat dengan sigap berjaga dan saling bekerja sama. Setelah tugas selesai, seluruh peserta kembali berkumpul di rumah Bapak Harjito untuk melakukan evaluasi singkat serta mempererat kebersamaan.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa toleransi tidak hanya diucapkan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan sederhana sehari-hari. Melalui ronda bersama, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis ikut ambil bagian dalam menjaga kerukunan dan kedamaian di lingkungan sekitar.

Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi teladan bagi kehidupan bermasyarakat yang rukun dan penuh kasih.

Pelayanan Pujian: Umat YP Bertugas Koor dalam Misa Jumat Pertama

Umat Lingkungan Yohanes Pembaptis mengambil bagian dalam pelayanan liturgi melalui tugas koor pada Misa Jumat Pertama yang dilaksanakan pada 6 Maret 2026. Sebanyak 26 umat turut ambil bagian dalam pelayanan ini, mulai dari OMK, bapak-bapak, ibu-ibu, hingga para lansia.

Kehadiran lintas generasi ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kerelaan umat untuk melayani Tuhan melalui talenta yang dimiliki. Dalam kesempatan tersebut, para anggota koor mengenakan busana bernuansa gelap sebagai tema yang telah disepakati bersama.

Sejak awal perayaan Ekaristi, pujian yang dinyanyikan oleh koor membantu menciptakan suasana doa yang khusyuk. Lagu-lagu liturgi dibawakan dengan penuh penghayatan sehingga umat yang hadir dapat semakin meresapi makna perayaan Ekaristi.

Pelayanan koor ini juga merupakan buah dari latihan yang telah dilakukan sebelumnya oleh umat Lingkungan Yohanes Pembaptis. Melalui latihan dan kebersamaan tersebut, terbangun kekompakan serta semangat saling mendukung dalam pelayanan.

Partisipasi umat dari berbagai usia menjadi gambaran indah kehidupan menggereja yang hidup dan dinamis. Melalui pujian yang dipersembahkan, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis ingin memuliakan Tuhan sekaligus menghadirkan sukacita dalam perayaan Ekaristi.

Semoga pelayanan ini semakin menumbuhkan semangat umat untuk terus terlibat dalam berbagai bentuk pelayanan di Gereja dan menjadi berkat bagi sesama.

Pertemuan APP Ketiga YP: Belajar Peduli dari Kisah Lazarus

Umat Lingkungan Yohanes Pembaptis kembali melaksanakan pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) yang ketiga pada Kamis, 5 Maret 2026 pukul 19.00 WIB. Pertemuan ini dihadiri oleh 35 umat yang datang dari berbagai kalangan usia, mulai dari OMK hingga para lansia. Kehadiran umat yang cukup banyak menunjukkan antusiasme dan semangat kebersamaan dalam mendalami makna APP tahun ini.

Pertemuan kali ini mengangkat tema “Meninggalkan Sikap Ketidakpedulian, Mengembangkan Tanggung Jawab Sosial.” Melalui tema tersebut, umat diajak untuk semakin peka terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan perhatian dan bantuan.

Dalam sesi pendalaman, umat diajak merefleksikan kisah Lazarus dan orang kaya. Kisah tersebut mengingatkan akan pentingnya kepedulian dan kasih kepada sesama. Lazarus yang miskin dan menderita menunggu di depan pintu berharap mendapat perhatian dan uluran tangan. Sebaliknya, orang kaya yang mengetahui kondisi Lazarus justru bersikap acuh tak acuh, meskipun ia memiliki banyak sumber daya untuk membantu.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa sebagai umat Katolik, kita dipanggil untuk menjadi tangan Tuhan yang penuh kasih bagi sesama, terutama bagi mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, difabel, sakit, dan sering kali terlupakan. Pelayanan kepada sesama bukan hanya dalam bentuk bantuan materi, tetapi juga melalui perhatian, kepedulian, serta penghargaan terhadap martabat manusia.

Umat juga diajak menyadari bahwa segala sumber daya yang dimiliki sesungguhnya merupakan titipan Tuhan yang dapat digunakan untuk memberkati sesama. Pengetahuan, relasi, serta kemampuan yang dimiliki masing-masing orang dapat menjadi sarana untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Melalui diskusi bersama, umat merefleksikan beberapa pertanyaan penting, seperti apakah masih ada “Lazarus-Lazarus” di sekitar kita, sumber daya apa yang dimiliki lingkungan untuk membantu mereka, serta peluang bantuan apa saja yang dapat dimanfaatkan, baik dari Gereja maupun dari pemerintah.

Pertemuan APP ketiga ini diharapkan semakin menumbuhkan kesadaran umat untuk tidak bersikap acuh tak acuh terhadap sesama. Sebaliknya, umat diajak untuk mengembangkan tanggung jawab sosial sebagai wujud nyata iman yang hidup dalam tindakan kasih.

Semoga melalui pertemuan ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis semakin tergerak untuk peka terhadap kebutuhan sesama dan menjadi berkat bagi lingkungan sekitar.