Yogyakarta, 4 Agustus 2026 — Semangat kebersamaan dan pelayanan menjadi warna dalam pertemuan rutin Wilayah Sang Timur yang digelar pada Selasa malam, 4 Agustus 2026. Bertempat dalam suasana penuh keakraban, pertemuan yang berlangsung pukul 19.15 hingga 21.00 WIB ini mempertemukan Ketua Wilayah Sang Timur bersama para pengurus dari Lingkungan St. Antonius, St. Gregorius, St. Stefanus, dan St. Bartholomeus.
Pertemuan rutin tidak sekadar menjadi ruang koordinasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menyatukan langkah dalam berbagai kegiatan umat yang akan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang.
Bersama Merawat Rumah Kita
Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah Jumat Bersih yang akan dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.
Semangat kepedulian terhadap lingkungan juga kembali ditegaskan melalui gerakan Paroki Hijau. Sejalan dengan semangat Laudato Si’, umat diajak untuk semakin peduli terhadap lingkungan, termasuk melalui kebiasaan sederhana dalam mengelola sampah plastik.
Di kawasan GMBA Maguwo telah disediakan tempat penampungan botol plastik. Umat diimbau untuk memanfaatkannya dengan baik, termasuk melepaskan tutup botol sebelum memasukkannya ke tempat yang telah disediakan. Langkah kecil ini menjadi bagian dari gerakan bersama untuk merawat lingkungan sebagai rumah bersama.
Menghidupi Iman dan Kebersamaan
Pada bulan Agustus ini, umat juga diajak mengambil bagian dalam Novena Pengembangan Kawasan GMBA Maguwo yang berlangsung pada 6–14 Agustus 2026, setiap pukul 19.00 WIB, di depan Patung Bunda Maria.
Selain itu, setiap lingkungan telah menerima buku BKL Kebangsaan yang dapat digunakan sebagai bahan ibadat maupun pertemuan lingkungan. Dengan tersedianya materi untuk dua kali pertemuan, diharapkan buku tersebut dapat membantu umat menghidupi refleksi iman sekaligus kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Semarak Kemerdekaan dalam Persaudaraan
Semangat kebersamaan juga akan hadir melalui Lomba 17-an GMBA pada Sabtu–Minggu, 22–23 Agustus 2026, mulai pukul 15.00 WIB.
Beragam perlombaan telah dipersiapkan, mulai dari lomba yel-yel hingga pertandingan pingpong dan badminton ganda putra maupun putri. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang perjumpaan yang mempererat persaudaraan antarumat dan antarlingkungan. Detail pelaksanaan selanjutnya akan disampaikan oleh panitia.
Mengantar dengan Kasih
Salah satu agenda yang turut menjadi perhatian adalah rencana perpisahan dan pengantaran Rm. Ngatmo, yang akan mendapat tugas pelayanan di Muntilan mulai September 2026.
Acara perpisahan direncanakan berlangsung pada akhir Agustus. Momen ini menjadi kesempatan bagi umat untuk mengungkapkan rasa syukur dan kasih atas pelayanan Rm. Ngatmo sekaligus mengantarkan beliau menuju tugas pelayanan berikutnya.
Merawat Gereja, Merawat Kebersamaan
Kepedulian terhadap GMBA Maguwo juga diwujudkan melalui pembagian tanggung jawab yang sederhana namun bermakna. Keempat lingkungan akan bergiliran menjalankan perawatan tanaman hias GMBA sepanjang September hingga Desember 2026.
Sementara itu, dalam rangka mendukung pelayanan liturgi, telah disampaikan pula pembagian tugas untuk Misa Mingguan 16 Agustus 2026. Lingkungan St. Antonius akan bertugas pada bagian counter, sedangkan Lingkungan St. Stefanus bertugas di area parkir motor.
Dalam bidang pengembangan kawasan, umat kembali diajak untuk bersama-sama nyengkuyung kebutuhan pengembangan Kawasan GMBA. Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian mendesak adalah rencana pembelian rumah di sebelah barat Gereja Maguwo.
Di sisi lain, Tim Litbang Lingkungan bersama para pengurus lingkungan akan terus memperbarui data umat secara berkala melalui Sistem GMBA Maguwo dan Sistem KAS. Pembaruan data ini menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan umat yang semakin tertata.
Satu Langkah, Satu Semangat
Pertemuan rutin Wilayah Sang Timur kembali menunjukkan bahwa pelayanan gereja bertumbuh melalui kerja bersama. Berbagai agenda yang dibahas—mulai dari kepedulian lingkungan, pembinaan iman, kegiatan kemasyarakatan, liturgi, hingga pengembangan kawasan—menjadi bagian dari perjalanan bersama dalam membangun komunitas yang semakin solid.
Di tengah beragam kesibukan dan tanggung jawab, semangat nyengkuyung menjadi kekuatan yang menyatukan. Karena ketika setiap lingkungan mengambil bagian dan berjalan bersama, pelayanan tidak hanya menjadi tugas pengurus, tetapi menjadi gerakan seluruh umat.
Dari pertemuan, lahir koordinasi. Dari koordinasi, tumbuh kebersamaan. Dan dari kebersamaan, pelayanan semakin berbuah.




