Menjaga Hati dan Tetap Waspada: Umat Lingkungan St. Antonius Padua Kembali Bersekutu dalam Ibadat

Yogyakarta — Sebanyak kurang lebih 25 umat Lingkungan St. Antonius Padua berkumpul di rumah Bapak Purwanto untuk mengikuti ibadat lingkungan. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan serta dipimpin oleh Bapak Murdiyana.

Ibadat diawali dengan lagu pembuka “O Datanglah Imanuel” (PS 442). Nyanyian bersama menjadi sarana bagi umat untuk menenangkan diri, mempersiapkan hati, dan mengarahkan perhatian kepada Tuhan sebelum memasuki rangkaian ibadat.

Setelah doa pembukaan, umat diajak untuk mendengarkan dan merenungkan bacaan Injil dari Matius 24:42–51. Dalam bacaan tersebut, Yesus mengingatkan para murid untuk senantiasa berjaga-jaga karena kedatangan Tuhan tidak diketahui waktunya. Sikap berjaga-jaga bukan sekadar menunggu, tetapi diwujudkan melalui kesetiaan dalam menjalankan tanggung jawab yang telah dipercayakan Tuhan.

Melalui renungan atas Sabda Tuhan, umat diajak untuk melihat kembali kehidupan sehari-hari. Kesibukan dalam pekerjaan, keluarga, pelayanan, maupun berbagai persoalan kehidupan terkadang dapat membuat seseorang kehilangan kepekaan terhadap kehadiran Tuhan. Oleh karena itu, kewaspadaan iman perlu diwujudkan dalam sikap hidup yang bertanggung jawab, setia, dan senantiasa siap memberikan yang terbaik dalam setiap tugas dan panggilan.

Pesan Injil tersebut menjadi semakin relevan dalam kehidupan umat sehari-hari. Menantikan kedatangan Tuhan bukan berarti menjalani kehidupan dalam ketakutan, melainkan hidup dengan kesadaran bahwa setiap hari merupakan kesempatan untuk berbuat baik, melayani sesama, serta menjaga hubungan yang baik dengan Tuhan dan keluarga.

Rangkaian ibadat kemudian dilanjutkan dengan Doa Umat. Dalam doa bersama tersebut, umat membawa berbagai intensi dan harapan, baik bagi Gereja, masyarakat, keluarga, maupun kehidupan umat Lingkungan St. Antonius Padua. Doa menjadi ungkapan iman sekaligus bentuk kepedulian umat terhadap berbagai situasi dan kebutuhan di sekitar mereka.

Suasana kebersamaan kemudian dilanjutkan dengan Doa Penutup dan Berkat. Sebagai penutup, umat bersama-sama menyanyikan lagu “Panggilan Tuhan” (PS 682). Lagu tersebut menjadi pengingat bahwa setiap umat dipanggil untuk terus menghidupi iman dan mewujudkannya dalam kehidupan nyata.

Pertemuan ini kembali menegaskan bahwa ibadat lingkungan bukan hanya menjadi ruang untuk berdoa, tetapi juga menjadi kesempatan bagi umat untuk memperkuat persaudaraan, menyegarkan kembali iman, dan menghidupi Sabda Tuhan di tengah kehidupan sehari-hari.

Pesan dari Injil Matius menjadi refleksi penting bagi seluruh umat: tetap berjaga-jaga, setia menjalankan tanggung jawab, dan senantiasa siap melakukan kehendak Tuhan. Di tengah rutinitas dan berbagai kesibukan kehidupan, iman tidak cukup hanya disimpan dalam hati. Iman perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan kehidupan bersama.

Dengan demikian, umat tidak hanya menantikan kedatangan Tuhan, tetapi juga dipanggil untuk menghadirkan kasih Tuhan melalui setiap perkataan, sikap, dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertemuan Kamisan Lingkungan St. Antonius: Menanggapi Undangan Tuhan dalam Kehidupan Sehari-hari

Pertemuan Kamisan Lingkungan St. Antonius kembali dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, bertempat di rumah keluarga Bapak dan Ibu Yani Ismono. Pertemuan dihadiri oleh kurang lebih 25 umat dan dipimpin serta dipandu oleh Ibu Agatha Ayiek Sih Sayekti. Dalam suasana penuh kekeluargaan, umat bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan yang diisi dengan sembahyangan, sharing, gendu-gendu rasa, serta penyampaian pengumuman dan informasi lingkungan.

Pertemuan diawali dengan sembahyangan, kemudian dilanjutkan dengan pendalaman dan sharing atas Sabda Tuhan. Bacaan Injil yang direnungkan diambil dari Matius 22:1–14, tentang perumpamaan undangan perkawinan. Melalui perumpamaan tersebut, umat diajak untuk menyadari bahwa Tuhan senantiasa mengundang manusia untuk datang dan mengambil bagian dalam kasih serta keselamatan yang ditawarkan-Nya.

Dalam sesi sharing, beberapa umat menyampaikan refleksi dan pengalaman mereka dengan mengaitkan bacaan Injil dengan kehidupan sehari-hari. Dari berbagai sharing yang disampaikan, muncul kesadaran bersama bahwa dalam perjalanan hidup, manusia sering kali mengabaikan undangan Tuhan, baik secara sengaja maupun tanpa disadari. Kesibukan pekerjaan, keluarga, berbagai tanggung jawab, serta persoalan kehidupan terkadang membuat kita kurang peka terhadap panggilan Tuhan.

Namun demikian, umat juga diajak untuk terus berusaha menanggapi undangan dan panggilan Tuhan di tengah berbagai kesibukan. Menanggapi panggilan Tuhan tidak selalu harus melalui hal-hal besar, tetapi dapat diwujudkan melalui kesediaan untuk meluangkan waktu bagi Tuhan, memperhatikan sesama, menjalankan tanggung jawab dengan penuh kasih, serta menghadirkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah sesi sharing, pertemuan dilanjutkan dengan gendu-gendu rasa, yang menjadi kesempatan bagi umat untuk saling berbagi kabar, pengalaman, dan mempererat tali persaudaraan. Suasana kebersamaan terasa hangat dan akrab, mencerminkan semangat kekeluargaan yang terus dibangun dalam Lingkungan St. Antonius.

Pada bagian akhir pertemuan, Kaling menyampaikan berbagai pengumuman dan informasi kegiatan lingkunganyang perlu diketahui oleh seluruh umat. Penyampaian informasi tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga komunikasi dan koordinasi antarumat serta mendukung berbagai kegiatan lingkungan yang akan datang.

Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari sembahyangan, sharing, gendu-gendu rasa, hingga penyampaian informasi lingkungan, berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan. Pertemuan berakhir kurang lebih pada pukul 20.30 WIB.

Melalui pertemuan Kamisan ini, umat Lingkungan St. Antonius kembali diajak untuk tidak hanya mendengarkan Sabda Tuhan, tetapi juga mengenali dan menanggapi undangan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kebersamaan dan semangat untuk terus bertumbuh dalam iman senantiasa menjadi kekuatan bagi seluruh umat Lingkungan St. Antonius.

Umat Lingk. St. Gregorius Ikut Serta Dalam Lomba HUT RI ke-81 di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo – 22 & 23 Agustus 2026

PAROKI ADMINISTRATIF MARIA BUNDA ALLAH MAGUWO

Umat Lingkungan St. Gregorius
Semarakkan Lomba HUT RI ke-81

Bersatu dalam Sukacita, Menghidupi Semangat Kemerdekaan

Dalam semangat kebersamaan, persaudaraan, dan sukacita memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Umat Lingkungan St. Gregorius turut ambil bagian dalam memeriahkan rangkaian Lomba 17 Agustus yang diselenggarakan oleh Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo.

Kegiatan perlombaan dilaksanakan pada Sabtu–Minggu, 22–23 Agustus 2026, dan diikuti dengan penuh antusias oleh umat dari berbagai lingkungan di wilayah Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo.

Bagi Umat Lingkungan St. Gregorius, keikutsertaan dalam kegiatan ini bukan sekadar tentang memenangkan perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan, membangun kekompakan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta menghadirkan sukacita sebagai satu keluarga besar umat Paroki.

🏸 Semangat Sportivitas melalui Bulutangkis

Salah satu cabang yang diikuti oleh Umat Lingkungan St. Gregorius adalah Bulutangkis Ganda Putra dan Ganda Putri.

Untuk kategori Ganda Putra, Lingkungan St. Gregorius diwakili oleh Mas Akir dan Mas Anto. Sementara untuk kategori Ganda Putri, perwakilan umat adalah Bu Putut dan Bu Wiwik.

Dengan semangat sportivitas dan kekompakan, para perwakilan berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap pertandingan. Dukungan dari sesama umat juga menjadi penyemangat tersendiri, sehingga pertandingan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan dan persaudaraan.

🤸 Semarak Bersama Kelompok Senam GMBA

Kemeriahan HUT RI juga semakin terasa melalui partisipasi dalam Lomba 17 Agustus dari kelompok senam GMBA.

Lingkungan St. Gregorius turut berpartisipasi melalui Bu Evi, Bu Bambang, dan Mbak Intan. Dengan penuh semangat dan keceriaan, mereka turut memeriahkan kegiatan yang diselenggarakan oleh Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo.

Partisipasi ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kegiatan. Keceriaan, kekompakan, dan keberanian untuk tampil bersama menjadi bagian dari sukacita dalam merayakan kemerdekaan.

👧 Semangat Anak-anak dalam Lomba PIA & PIR

Semangat untuk ikut ambil bagian juga hadir dari generasi muda. Dalam Lomba PIA & PIR, Lingkungan St. Gregorius diwakili oleh Adek Amira.

Keikutsertaan Adek Amira menjadi bentuk nyata dukungan umat terhadap keterlibatan anak-anak dalam berbagai kegiatan di lingkungan dan paroki. Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak dapat belajar tentang keberanian, sportivitas, kerja sama, serta pentingnya membangun persahabatan dengan teman-teman dari lingkungan lain.

❤️ Bukan Sekadar Lomba, tetapi Merawat Persaudaraan

Rangkaian Lomba 17 Agustus yang diselenggarakan oleh Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo menjadi momentum yang sangat baik untuk mempererat tali persaudaraan antarumat.

Bagi Lingkungan St. Gregorius, hadir dan berpartisipasi merupakan bagian dari semangat untuk terus terlibat dalam kehidupan paroki dan masyarakat. Setiap pertandingan, penampilan, dan partisipasi menjadi kesempatan untuk saling mendukung dan menyemangati.

Menang atau kalah bukanlah satu-satunya tujuan. Yang lebih penting adalah kebersamaan, sportivitas, kegembiraan, dan persaudaraan yang tercipta selama kegiatan berlangsung.

Semangat ini juga menjadi cerminan bahwa kehidupan menggereja tidak hanya diwujudkan dalam kegiatan liturgi dan doa, tetapi juga melalui keterlibatan nyata dalam kehidupan bersama sebagai bagian dari masyarakat dan bangsa Indonesia.

Sabda Tuhan sebagai Penyemangat

“Hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan.”

Filipi 2:2

Sabda Tuhan ini mengingatkan kita bahwa kekuatan sebuah komunitas terletak pada kesatuan hati dan kasih. Ketika umat mau berjalan bersama, saling mendukung, dan saling menyemangati, berbagai kegiatan dapat menjadi sarana untuk menghadirkan sukacita dan persaudaraan.

Demikian pula dalam kegiatan Lomba 17 Agustus ini. Ada yang bertanding, ada yang tampil, ada yang mendukung, dan ada yang memberikan semangat. Semuanya memiliki peran dalam menciptakan kebersamaan sebagai satu keluarga besar Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo.

Kiranya semangat yang dibangun selama perayaan HUT RI ke-81 ini tidak berhenti setelah perlombaan selesai, tetapi terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari sebagai umat beriman.

Semoga Umat Lingkungan St. Gregorius semakin kompak, semakin peduli, semakin aktif terlibat, dan semakin mampu menjadi berkat bagi sesama.

✝️

Selamat HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81!

Merdeka!

Bersatu dalam kebersamaan, bertumbuh dalam iman, dan melayani dengan sukacita.

✣   ✝   ✣

Umat Lingkungan St. Gregorius

Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo

🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Pertemuan Sembahyangan Kebangsaan Lingkungan St. Gregorius – 20 Agustus 2026

Kegiatan Kamisan • Lingk. St. Gregorius

Pertemuan Sembahyangan Kebangsaan Pertama Lingkungan St. Gregorius

✦ 20 Agustus 2026 ✦
Tema Pertemuan

“Setiap Orang Ada Zamannya” Iman Menjadi Kekuatan untuk Membuka Diri

Lingkungan St. Gregorius mengadakan Pertemuan Sembahyangan Kebangsaan pertama pada 20 Agustus 2026 dengan tema “Setiap Orang Ada Zamannya – Iman Menjadi Kekuatan untuk Membuka Diri”. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk tidak hanya mengenang perjalanan dan keteladanan seorang tokoh bangsa, tetapi juga melihat kembali panggilan umat Katolik dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

Iman yang Membuka Diri terhadap Kehidupan

Melalui refleksi tentang Romo Y.B. Mangunwijaya, umat diajak menyadari bahwa iman Katolik tidak membuat seseorang menjauh dari kenyataan kehidupan bangsa. Sebaliknya, iman justru dapat menjadi kekuatan yang membuka hati untuk melihat, memahami, dan terlibat dalam berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Iman tidak berhenti pada kehidupan pribadi maupun kegiatan di dalam gereja. Iman mendorong umat untuk memiliki kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang mengalami kesulitan, keterbatasan, atau membutuhkan perhatian.

Tujuan Pertemuan

1

Mengenal Romo Y.B. Mangunwijaya sebagai pribadi beriman yang dibentuk oleh keluarga, Gereja, pendidikan, pengalaman sejarah, dan pergulatan bangsa.

2

Menyadari bahwa iman Katolik tidak menjauhkan umat dari kenyataan hidup bangsa, tetapi justru membuka hati untuk terlibat.

3

Merefleksikan panggilan sebagai warga Gereja dan warga bangsa di zaman sekarang.

4

Membangun sikap terbuka terhadap sesama, perubahan zaman, keberagaman, dan kebutuhan masyarakat sekitar.

Mengenal Romo Y.B. Mangunwijaya

Dalam pertemuan tersebut, umat diajak mengenal lebih dekat sosok Romo Y.B. Mangunwijaya, seorang imam, budayawan, arsitek, pendidik, dan tokoh kemanusiaan yang kehidupannya tidak dapat dilepaskan dari pergulatan bangsa Indonesia.

Perjalanan hidup Romo Mangun menunjukkan bagaimana iman, pendidikan, pengalaman sejarah, keluarga, Gereja, serta keprihatinan terhadap kehidupan masyarakat membentuk seseorang untuk hadir dan mengambil bagian dalam persoalan zamannya.


Setiap zaman memiliki tantangan dan panggilannya. Iman mengajak kita untuk membuka hati, hadir, dan berbuat bagi sesama.

Refleksi Pertemuan Sembahyangan Kebangsaan

Merefleksikan Panggilan di Zaman Sekarang

Tema “Setiap Orang Ada Zamannya” mengajak umat untuk melihat bahwa setiap generasi memiliki tantangan dan panggilannya masing-masing. Apa yang dihadapi masyarakat pada masa Romo Mangun tentu berbeda dengan persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini.

Apa yang dapat kita lakukan sebagai umat Katolik di zaman kita sekarang?

Pertanyaan tersebut menjadi bahan refleksi agar umat mampu membaca tanda-tanda zaman dan menemukan bentuk keterlibatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sekitar.

Kehadiran umat di tengah masyarakat diharapkan tidak bersifat eksklusif, tetapi semakin terbuka untuk bekerja sama, berdialog, dan membangun kehidupan bersama.

Membangun Sikap Terbuka

Salah satu pesan penting dari pertemuan ini adalah ajakan untuk membangun sikap terbuka terhadap sesama, perubahan zaman, keberagaman, dan kebutuhan masyarakat.

Keterbukaan bukan berarti kehilangan identitas dan nilai-nilai iman. Justru dengan berakar kuat pada iman, umat diharapkan mampu berdialog dengan siapa saja, menghargai perbedaan, dan menghadirkan kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam semangat tersebut, umat Lingkungan St. Gregorius diajak untuk terus mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta menjadi bagian dari masyarakat yang mampu menghadirkan kebaikan, persaudaraan, dan perdamaian.

Pertemuan Sembahyangan Kebangsaan ini pada akhirnya menjadi ruang untuk mempertemukan iman dan kehidupan nyata.

Melalui teladan Romo Y.B. Mangunwijaya, umat Lingkungan St. Gregorius diajak untuk menyadari bahwa iman yang hidup akan mendorong seseorang untuk keluar dari kenyamanan diri dan berani membuka hati bagi sesama.

Setiap zaman menghadirkan tantangan yang berbeda. Dan setiap orang memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi sesuai dengan talenta, kemampuan, serta panggilannya.

Semoga melalui pertemuan ini, umat semakin mampu menghayati iman Katolik secara nyata: terbuka terhadap sesama, peka terhadap persoalan masyarakat, menghargai keberagaman, serta berani mengambil bagian dalam membangun kehidupan bersama sebagai warga Gereja sekaligus warga bangsa.

GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Pertemuan Sembahyangan Kebangsaan

Lingkungan St. Gregorius
20 Agustus 2026

Pertemuan Sembahyangan Kebangsaan Lingkungan St. Gregorius
Kebersamaan umat dalam Pertemuan Sembahyangan Kebangsaan Lingkungan St. Gregorius
Umat Lingkungan St. Gregorius dalam pertemuan
Umat bersama-sama membuka diri, berbagi iman, dan membangun persaudaraan
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor

Semangat Melayani: Umat Lingkungan St. Gregorius Terlibat dalam Pelatihan Dirigen dan Jumat Bersih – 4,5 & 14 Agustus 2026

Keterlibatan Umat
Lingkungan St. Gregorius
Wilayah Sang Timur • Gereja Maria Bunda Allah Maguwo
Guyub • Rukun • Melayani dengan Sepenuh Hati

Lingkungan St. Gregorius, Wilayah Sang Timur, kembali menunjukkan semangat kebersamaan dan pelayanan melalui keterlibatan umat dalam berbagai kegiatan di Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo.

Pada bulan Agustus 2026, keterlibatan umat diwujudkan melalui dua kegiatan, yaitu Pelatihan Dirigen yang melibatkan generasi muda dan Jumat Bersih bersama umat Wilayah Sang Timur.

🎵 Pelatihan Dirigen
📅 4 & 5 Agustus 2026

Semangat Remaja dalam Pelayanan Liturgi

Pada tanggal 4 dan 5 Agustus 2026, Lingkungan St. Gregorius turut ambil bagian dalam kegiatan Pelatihan Dirigen yang diselenggarakan di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Lingkungan St. Gregorius diwakili oleh dua remaja, yaitu Gio dan Hellen. Keikutsertaan mereka menjadi wujud nyata semangat generasi muda untuk belajar, mengembangkan talenta, serta mengambil bagian dalam pelayanan liturgi dan kehidupan menggereja.

Melalui pelatihan ini, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik dasar menjadi dirigen, penghayatan lagu liturgi, serta cara memimpin umat dalam bernyanyi dengan baik dan benar.

Pelatihan Dirigen Lingkungan St. Gregorius
Keterlibatan remaja Lingkungan St. Gregorius dalam Pelatihan Dirigen di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Kehadiran Gio dan Hellen dalam kegiatan ini diharapkan menjadi langkah positif dalam mendorong semakin banyak generasi muda untuk berani terlibat aktif dalam pelayanan Gereja.

Setiap talenta dan setiap langkah kecil pelayanan adalah persembahan kasih untuk kemuliaan Tuhan dan kebaikan bersama.

— Semangat Pelayanan Umat —
🌿 Jumat Bersih
📅 14 Agustus 2026

Bergotong Royong Merawat Rumah Tuhan

Semangat pelayanan juga diwujudkan melalui kegiatan Jumat Bersih yang dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026 di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Kegiatan ini dilaksanakan bersama umat Wilayah Sang Timur sebagai bentuk kepedulian dan gotong royong dalam menjaga kebersihan serta kenyamanan lingkungan Gereja.

Lingkungan St. Gregorius turut ambil bagian dengan mengutus Mas Henri, Bu Agnes, Bu Evi, dan Bu Gambit untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Jumat Bersih bersama Wilayah Sang Timur
Kebersamaan umat Wilayah Sang Timur dalam kegiatan Jumat Bersih di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Jumat Bersih bukan sekadar kegiatan membersihkan lingkungan secara fisik. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan antarumat dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap Gereja sebagai rumah bersama.

🤝 ✝️ ❤️

Guyub, Rukun, dan Melayani

Dari generasi muda hingga umat dewasa, setiap orang memiliki kesempatan untuk mempersembahkan waktu, tenaga, dan talenta bagi pelayanan Gereja.

Dua kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa keterlibatan umat Lingkungan St. Gregorius hadir dalam berbagai bentuk dan lintas generasi. Gio dan Hellen mewakili semangat kaum muda dalam mengembangkan talenta untuk pelayanan liturgi, sementara Mas Henri, Bu Agnes, Bu Evi, dan Bu Gambit turut mengambil bagian dalam pelayanan bersama melalui kegiatan Jumat Bersih.

Semoga semangat kebersamaan dan pelayanan ini terus tumbuh di tengah umat Lingkungan St. Gregorius, sehingga semakin banyak umat terdorong untuk mengambil bagian dalam berbagai kegiatan dan pelayanan di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor

Merajut Kebersamaan, Menguatkan Pelayanan di Wilayah Sang Timur

Yogyakarta, 4 Agustus 2026 — Semangat kebersamaan dan pelayanan menjadi warna dalam pertemuan rutin Wilayah Sang Timur yang digelar pada Selasa malam, 4 Agustus 2026. Bertempat dalam suasana penuh keakraban, pertemuan yang berlangsung pukul 19.15 hingga 21.00 WIB ini mempertemukan Ketua Wilayah Sang Timur bersama para pengurus dari Lingkungan St. Antonius, St. Gregorius, St. Stefanus, dan St. Bartholomeus.

Pertemuan rutin tidak sekadar menjadi ruang koordinasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menyatukan langkah dalam berbagai kegiatan umat yang akan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang.

Bersama Merawat Rumah Kita

Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah Jumat Bersih yang akan dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

Semangat kepedulian terhadap lingkungan juga kembali ditegaskan melalui gerakan Paroki Hijau. Sejalan dengan semangat Laudato Si’, umat diajak untuk semakin peduli terhadap lingkungan, termasuk melalui kebiasaan sederhana dalam mengelola sampah plastik.

Di kawasan GMBA Maguwo telah disediakan tempat penampungan botol plastik. Umat diimbau untuk memanfaatkannya dengan baik, termasuk melepaskan tutup botol sebelum memasukkannya ke tempat yang telah disediakan. Langkah kecil ini menjadi bagian dari gerakan bersama untuk merawat lingkungan sebagai rumah bersama.

Menghidupi Iman dan Kebersamaan

Pada bulan Agustus ini, umat juga diajak mengambil bagian dalam Novena Pengembangan Kawasan GMBA Maguwo yang berlangsung pada 6–14 Agustus 2026, setiap pukul 19.00 WIB, di depan Patung Bunda Maria.

Selain itu, setiap lingkungan telah menerima buku BKL Kebangsaan yang dapat digunakan sebagai bahan ibadat maupun pertemuan lingkungan. Dengan tersedianya materi untuk dua kali pertemuan, diharapkan buku tersebut dapat membantu umat menghidupi refleksi iman sekaligus kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Semarak Kemerdekaan dalam Persaudaraan

Semangat kebersamaan juga akan hadir melalui Lomba 17-an GMBA pada Sabtu–Minggu, 22–23 Agustus 2026, mulai pukul 15.00 WIB.

Beragam perlombaan telah dipersiapkan, mulai dari lomba yel-yel hingga pertandingan pingpong dan badminton ganda putra maupun putri. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang perjumpaan yang mempererat persaudaraan antarumat dan antarlingkungan. Detail pelaksanaan selanjutnya akan disampaikan oleh panitia.

Mengantar dengan Kasih

Salah satu agenda yang turut menjadi perhatian adalah rencana perpisahan dan pengantaran Rm. Ngatmo, yang akan mendapat tugas pelayanan di Muntilan mulai September 2026.

Acara perpisahan direncanakan berlangsung pada akhir Agustus. Momen ini menjadi kesempatan bagi umat untuk mengungkapkan rasa syukur dan kasih atas pelayanan Rm. Ngatmo sekaligus mengantarkan beliau menuju tugas pelayanan berikutnya.

Merawat Gereja, Merawat Kebersamaan

Kepedulian terhadap GMBA Maguwo juga diwujudkan melalui pembagian tanggung jawab yang sederhana namun bermakna. Keempat lingkungan akan bergiliran menjalankan perawatan tanaman hias GMBA sepanjang September hingga Desember 2026.

Sementara itu, dalam rangka mendukung pelayanan liturgi, telah disampaikan pula pembagian tugas untuk Misa Mingguan 16 Agustus 2026. Lingkungan St. Antonius akan bertugas pada bagian counter, sedangkan Lingkungan St. Stefanus bertugas di area parkir motor.

Dalam bidang pengembangan kawasan, umat kembali diajak untuk bersama-sama nyengkuyung kebutuhan pengembangan Kawasan GMBA. Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian mendesak adalah rencana pembelian rumah di sebelah barat Gereja Maguwo.

Di sisi lain, Tim Litbang Lingkungan bersama para pengurus lingkungan akan terus memperbarui data umat secara berkala melalui Sistem GMBA Maguwo dan Sistem KAS. Pembaruan data ini menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan umat yang semakin tertata.

Satu Langkah, Satu Semangat

Pertemuan rutin Wilayah Sang Timur kembali menunjukkan bahwa pelayanan gereja bertumbuh melalui kerja bersama. Berbagai agenda yang dibahas—mulai dari kepedulian lingkungan, pembinaan iman, kegiatan kemasyarakatan, liturgi, hingga pengembangan kawasan—menjadi bagian dari perjalanan bersama dalam membangun komunitas yang semakin solid.

Di tengah beragam kesibukan dan tanggung jawab, semangat nyengkuyung menjadi kekuatan yang menyatukan. Karena ketika setiap lingkungan mengambil bagian dan berjalan bersama, pelayanan tidak hanya menjadi tugas pengurus, tetapi menjadi gerakan seluruh umat.

Dari pertemuan, lahir koordinasi. Dari koordinasi, tumbuh kebersamaan. Dan dari kebersamaan, pelayanan semakin berbuah.

“Dengarkanlah Dia”: Umat Lingkungan St. Antonius Diajak Menghidupi Sabda Tuhan dalam Kehidupan Sehari-hari

Yogyakarta, 6 Agustus 2026 – Umat Lingkungan St. Antonius mengadakan Pertemuan Lingkungan pada Kamis, 6 Agustus 2026, bertempat di rumah Bapak Bernardus Herjunanto. Pertemuan yang dihadiri sekitar 25 umat ini dipandu oleh Bapak Agustinus Djumingan dengan mengangkat tema “Dengarkanlah Dia: Dari Gunung Kemuliaan Menuju Kehidupan Sehari-hari”, yang diambil dari Injil Matius 17:1–9 tentang peristiwa Transfigurasi Tuhan.

Pertemuan diawali dengan menyanyikan lagu pembukaan “Ajaib Tuhan”, dilanjutkan dengan doa pembuka dan pembacaan Injil Matius 17:1–9. Setelah itu, Bapak Djumingan menyampaikan pendalaman Kitab Suci yang mengajak umat memahami makna peristiwa Transfigurasi sebagai peneguhan bahwa Yesus adalah Putra Allah yang diutus untuk membawa keselamatan bagi dunia.

Dalam renungannya disampaikan bahwa ketika Yesus mengajak Petrus, Yakobus, dan Yohanes naik ke gunung, mereka menyaksikan kemuliaan-Nya yang dinyatakan melalui wajah yang bercahaya, pakaian yang putih berkilau, serta kehadiran Musa dan Elia. Di tengah peristiwa tersebut terdengar suara Allah Bapa yang berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.” Sabda inilah yang menjadi pesan utama bagi setiap orang beriman untuk senantiasa menempatkan Kristus sebagai pusat kehidupan.

Bapak Djumingan juga mengajak umat merenungkan sikap Petrus yang ingin tetap tinggal di puncak gunung karena terpesona oleh pengalaman rohani yang dialaminya. Namun Yesus mengajak para murid turun kembali untuk menghadapi kehidupan nyata, termasuk jalan salib yang akan ditempuh-Nya. Hal ini mengingatkan bahwa pengalaman iman dalam Ekaristi, doa, maupun berbagai kegiatan rohani bukanlah tujuan akhir, melainkan bekal untuk menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari, baik di tengah keluarga, tempat kerja, sekolah, maupun masyarakat.

Kehadiran Musa dan Elia dijelaskan sebagai lambang Taurat dan para nabi yang seluruhnya menemukan penggenapannya dalam diri Yesus Kristus. Oleh karena itu, umat diajak untuk terus mendengarkan sabda Kristus di tengah berbagai “suara” dunia yang sering kali memengaruhi kehidupan. Mendengarkan Kristus berarti tidak hanya mengetahui firman-Nya, tetapi juga mewujudkannya dalam tindakan nyata melalui kasih, pengampunan, kejujuran, pelayanan, dan semangat membawa damai.

Suasana pendalaman Kitab Suci semakin hidup ketika Bapak Djumingan mengajukan beberapa pertanyaan kepada umat sebagai bahan refleksi bersama. Umat pun aktif berpartisipasi dengan menyampaikan pandangan dan pertanyaan. Di antaranya, Bapak V. Sumarno dan Ibu Agatha Ayiek Sih Sayekti mengajukan pertanyaan yang memperkaya diskusi.

Salah satu pertanyaan yang menarik disampaikan oleh Bapak FX. Larno, yaitu mengenai isi pembicaraan antara Yesus, Musa, dan Elia di atas gunung. Dijelaskan bahwa Injil Matius memang tidak menyebutkan secara eksplisit isi percakapan tersebut. Namun, berdasarkan Injil Lukas (Luk. 9:31), pembicaraan mereka berkaitan dengan “kepergian” Yesus yang akan digenapi di Yerusalem, yakni sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya sebagai puncak karya keselamatan Allah bagi umat manusia. Penjelasan ini semakin memperkaya pemahaman umat akan makna peristiwa Transfigurasi.

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan doa umat, doa Bapa Kami, doa penutup, dan berkat yang diberikan oleh prodiakon. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu “Yesus Tuhan, Terimalah Diri Kami”sebagai ungkapan syukur dan komitmen umat untuk terus menghidupi sabda Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pertemuan ini, umat Lingkungan St. Antonius diharapkan semakin terdorong untuk tidak hanya mengalami sukacita dalam kehidupan rohani, tetapi juga menjadi saksi Kristus di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat dengan senantiasa mendengarkan serta melaksanakan sabda-Nya.

“Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”
(Matius 17:5)

Lingkungan St. Antonius Padua Mengadakan Ibadat Peringatan Tujuh Hari Berpulangnya Bapak Thomas Eddy Susarso

Yogyakarta, 1 Agustus 2026 – Umat Lingkungan St. Antonius Padua mengadakan Ibadat Peringatan Tujuh Hari Berpulangnya Bapak Thomas Eddy Susarso, ayahanda dari Ibu Maria Titis Indrayani, pada Sabtu, 1 Agustus 2026, bertempat di kediaman keluarga. Ibadat dimulai pukul 19.00 WIB dan dihadiri kurang lebih 35 umat dari keluarga, kerabat, serta warga lingkungan.

Ibadat dipimpin oleh Ibu Lucia Bernadeta Andayani Budi Lestari selaku prodiakon. Dalam suasana doa yang khusyuk, umat bersama-sama mendoakan almarhum agar memperoleh kedamaian abadi di hadirat Tuhan serta memohon penghiburan dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Petugas liturgi yang terlibat dalam ibadat ini antara lain Mbak Cecilia Kiara Indrayanto sebagai pembaca Kitab Suci, Ibu Natalia Purwanti sebagai pembaca doa umat, serta Bapak FX. Dwi Istiya Rusiawan yang memimpin lagu-lagu selama ibadat sehingga seluruh umat dapat berpartisipasi dengan baik dalam perayaan doa.

Setelah doa umat, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa Rosario yang dipimpin oleh Ibu Cristiana Maria Sudjinarti. Umat mengikuti doa dengan penuh penghayatan sebagai ungkapan iman akan harapan kebangkitan dan kehidupan kekal yang dijanjikan Kristus kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Melalui ibadat peringatan tujuh hari ini, umat Lingkungan St. Antonius Padua kembali menunjukkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan kasih persaudaraan dengan mendampingi keluarga yang sedang berduka melalui doa dan kehadiran.

“Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.” (Matius 5:4)

Lingkungan St. Antonius Padua Melaksanakan Tugas Among Tamu dan Penghitungan Kolekte

Yogyakarta, 2 Agustus 2026 – Umat Lingkungan St. Antonius Padua kembali mengambil bagian dalam pelayanan di Gereja melalui tugas among tamu dan penghitungan kolekte pada Perayaan Ekaristi hari Minggu, 2 Agustus 2026.

Pelayanan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan semangat kebersamaan oleh 14 orang petugas, yang terdiri dari 5 orang bapak, 8 orang ibu, dan 1 orang Orang Muda Katolik (OMK). Para petugas menjalankan tugas menyambut umat yang hadir, membantu menciptakan suasana ibadah yang tertib dan nyaman, serta melaksanakan penghitungan kolekte setelah Perayaan Ekaristi sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Seluruh rangkaian tugas dapat terlaksana dengan baik, lancar, dan penuh semangat pelayanan. Keterlibatan umat dari berbagai kelompok usia menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan partisipasi aktif dalam kehidupan menggereja.

Semoga pelayanan sederhana yang telah diberikan menjadi ungkapan syukur kepada Tuhan serta semakin menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan sukacita dalam melayani sesama di lingkungan Paroki.

“Layanilah seorang akan yang lain sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” (1 Petrus 4:10)

Lingkungan St. Gregorius Bersatu Dalam Doa Sengsara Yesus, Rosario Koronka, dan Novena 3 Salam Maria – 6 Agustus 2026

Doa Sengsara Yesus, Rosario Koronka &
Novena 3 Salam Maria

Lingkungan St. Gregorius
Paroki Administratif Gereja Maria Bunda Allah Maguwo

Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kesempatan yang kembali diberikan kepada umat Lingkungan St. Gregorius untuk berkumpul dalam suasana penuh iman melalui Doa Sengsara Yesus, Rosario Koronka, serta Novena 3 Salam Maria yang dipersembahkan secara khusus untuk Pengembangan & Penataan Kawasan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Kebersamaan ini menjadi wujud nyata bahwa doa merupakan kekuatan yang mempersatukan umat dalam kasih Kristus serta menjadi sumber harapan bagi perjalanan Gereja.

  • 📅 Hari/Tanggal : Kamis, 6 Agustus 2026
  • 🕖 Waktu : 19.00 WIB
  • 🏠 Tempat : Rumah Mas Rendy

Dalam doa Sengsara Yesus, umat diajak merenungkan kasih Allah yang begitu besar melalui pengorbanan Putra-Nya demi keselamatan dunia. Melalui Rosario Koronka, setiap butir doa menjadi ungkapan iman, pengharapan, serta penyerahan diri kepada belas kasih Tuhan. Seluruh umat juga memanjatkan doa bagi keluarga, lingkungan, paroki, para imam, para pelayan Gereja, serta seluruh masyarakat agar senantiasa memperoleh damai dan penyertaan Tuhan.

Sebagai penutup, seluruh umat bersama-sama mendaraskan Novena 3 Salam Maria yang dipersembahkan secara khusus untuk mendukung proses Pengembangan dan Penataan Kawasan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Melalui doa bersama ini, umat memohon penyertaan Tuhan dan perlindungan Bunda Maria agar setiap rencana, pembangunan, serta pelayanan Gereja dapat berjalan dengan baik, menjadi berkat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

📖 Sabda Tuhan

“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

— Injil Matius 18:20 —

🙏 Mari Terus Bertumbuh dalam Doa

Sabda Tuhan mengingatkan bahwa setiap pertemuan doa bukan sekadar sebuah kegiatan rutin, melainkan kesempatan untuk mengalami sendiri kehadiran Kristus di tengah umat-Nya. Melalui semangat kebersamaan, umat Lingkungan St. Gregorius diajak untuk terus membangun kehidupan doa dalam keluarga dan lingkungan, saling menguatkan dalam iman, serta mendukung seluruh karya pelayanan dan pembangunan Gereja demi semakin besarnya kemuliaan Tuhan.


📖

Buku Doa Sengsara Yesus & Rosario Koronka

Lingkungan St. Gregorius

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”
Mazmur 119:105



✠ 🎵 ✠

🎶 Lagu Lingkungan St. Gregorius 🎶

❦ ✠ ❦
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor