Pada tanggal 10 Juni 2026, ibu-ibu umat Lingkungan St. Gregorius dengan penuh ketulusan melaksanakan tugas pelayanan caos dahar bagi Romo. Pelayanan ini merupakan wujud perhatian, kebersamaan, serta semangat melayani yang tumbuh dalam kehidupan menggereja di lingkungan.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan St. Gregorius, terutama kepada Ibu Tri, Ibu Maria, dan Ibu Rustam, yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan kasih dalam menjalankan tugas tersebut. Kehadiran dan dedikasi mereka menjadi teladan nyata bahwa pelayanan sederhana yang dilakukan dengan hati tulus memiliki makna yang besar bagi kehidupan umat.
Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan berkat, kesehatan, dan sukacita kepada Ibu Tri, Ibu Maria, Ibu Rustam, serta seluruh anggota Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan St. Gregorius. Kiranya segala kebaikan dan pelayanan yang telah diberikan memperoleh balasan berlimpah dari Tuhan, serta semakin menumbuhkan semangat persaudaraan dan pengabdian dalam kehidupan beriman.
“Tuhan memberkati setiap tangan yang melayani dengan kasih.” Terima kasih atas pengabdian dan ketulusan yang telah diberikan demi kemuliaan Tuhan dan kebersamaan umat.
“Bernyanyilah bagi Tuhan dengan penuh sukacita.” (Mazmur 100:2)
Dalam persiapan tugas koor misa tanggal 31 Mei 2026, umat Lingkungan St. Elisabeth melakukan persiapan atau latihan bersama berkali kali demi kelancaran tugas koor. Latihan dilaksanakan di Pendopo Mbah Cipto dan panti koor Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.
Dalam kehidupan menggereja, koor atau paduan suara memiliki peranan penting dalam membantu umat menghayati perayaan liturgi. Melalui nyanyian, umat diajak untuk berdoa, memuji, dan memuliakan Tuhan dengan lebih khusyuk. Oleh karena itu, latihan koor yang dilakukan oleh umat lingkungan bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan sebuah bentuk pelayanan dan persembahan yang tulus kepada Tuhan.
Latihan koor menjadi sarana bagi umat untuk mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh sebelum bertugas dalam perayaan Ekaristi atau ibadah lainnya. Setiap anggota koor meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mempelajari lagu-lagu liturgi, menyelaraskan suara, memahami makna lagu, serta membangun kekompakan dalam pelayanan. Semua usaha tersebut dilakukan demi menghadirkan nyanyian yang indah dan membantu umat berdoa dengan lebih baik.
Dalam suasana kebersamaan, para anggota belajar saling mendukung, menghargai perbedaan kemampuan, dan bekerja sama mencapai tujuan yang sama, yaitu memuliakan Tuhan. Semangat persaudaraan ini mencerminkan kehidupan Gereja sebagai satu tubuh Kristus yang saling melengkapi.
Latihan yang dilakukan secara rutin juga menunjukkan kesungguhan umat dalam melayani. Mereka menyadari bahwa pelayanan liturgi bukanlah tentang menampilkan kemampuan pribadi, melainkan tentang mempersembahkan talenta yang telah dianugerahkan Tuhan. Dengan hati yang rendah dan penuh syukur, setiap anggota koor berusaha memberikan yang terbaik sebagai ungkapan cinta kepada Tuhan.
Melalui latihan yang tekun, nyanyian yang dibawakan saat perayaan menjadi lebih harmonis dan penuh penghayatan. Keharmonisan suara yang tercipta bukan hanya menyenangkan untuk didengar, tetapi juga menjadi sarana pewartaan iman yang menggerakkan hati umat. Nyanyian yang dipersiapkan dengan baik dapat membantu umat merasakan kehadiran Tuhan dan semakin terlibat dalam perayaan liturgi.
Oleh karena itu, latihan koor lingkungan hendaknya dipandang sebagai bagian dari perjalanan iman dan pelayanan. Setiap nada yang dilatih, setiap waktu yang dikorbankan, dan setiap usaha yang dilakukan merupakan persembahan yang berharga di hadapan Tuhan. Dengan semangat pelayanan yang tulus, umat lingkungan dapat terus menghadirkan pujian yang indah sebagai persembahan terbaik bagi kemuliaan Tuhan.
Latihan koor bukan hanya tentang belajar bernyanyi, tetapi tentang mempersiapkan hati untuk melayani. Melalui kebersamaan, disiplin, dan ketekunan dalam berlatih, umat lingkungan menunjukkan rasa syukur dan cintanya kepada Tuhan. Semoga setiap lagu yang dinyanyikan menjadi doa yang hidup dan membawa semakin banyak orang untuk memuliakan Tuhan.
“Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23)
Tanggal 28 Mei 2026, Lingkungan St. Elisabeth kembali berkumpul untuk mengikuti Sembahyangan Rutin, Pembacaan buku BKL, lalu Doa Rosario yang dipimpin oleh Pak Deddy, kemudian dilanjutkan dengan Latihan Koor untuk mengisi tugas koor pada misa hari Minggu, tanggal 31 Mei 2026 di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.
Sembahyangan yang dilaksanakan di Pendopo Mbah Cipto dengan 23 umat yang hadir berlangsung dengan khidmat, namun tetap guyub.
Pada hari Kamis, 4 Juni 2026, umat Lingkungan St. Gregorius berkumpul dalam suasana penuh iman dan kebersamaan untuk mengikuti Sembayangan Doa Sengsara Yesus yang dilanjutkan dengan Rosario Koronka. Kegiatan rohani ini menjadi sarana bagi umat untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa, permenungan, dan refleksi atas kasih serta pengorbanan Yesus Kristus.
Doa Sengsara Yesus dilaksanakan dengan khidmat, mengajak umat merenungkan penderitaan Kristus sebagai wujud kasih-Nya yang tanpa batas bagi keselamatan manusia. Melalui setiap peristiwa yang direnungkan, umat diajak memperkuat iman, menumbuhkan semangat pertobatan, serta meneladani pengorbanan dan kerendahan hati Tuhan Yesus dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah itu, umat bersama-sama mendaraskan Rosario Koronka. Suasana doa yang tenang dan penuh penghayatan semakin mempererat persaudaraan antarumat serta menumbuhkan semangat untuk saling mendukung dalam kehidupan menggereja.
Kegiatan yang berlangsung dengan lancar dan penuh berkat ini menjadi pengingat bahwa kekuatan doa bersama merupakan sumber pengharapan dan peneguhan iman. Semoga melalui Sembayangan Doa Sengsara Yesus dan Rosario Koronka ini, umat Lingkungan St. Gregorius semakin bertumbuh dalam kasih, kesetiaan, dan semangat pelayanan kepada sesama.
Perayaan Ulang Tahun ke-31 Lingkungan St. Gregorius Guyub dalam Kasih dan Bertumbuh dalam Iman
Tanggal 25 Mei 2026 menjadi momen istimewa bagi seluruh umat Lingkungan St. Gregorius, karena pada hari tersebut lingkungan tercinta genap berusia 31 tahun. Sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan selama perjalanan iman dan pelayanan yang telah dilalui, umat Lingkungan St. Gregorius mengadakan perayaan syukur bersama pada tanggal 30 Mei 2026 di rumah Bapak Gambit.
Mengusung tema “Guyub dalam Kasih dan Bertumbuh dalam Iman”, perayaan berlangsung dalam suasana hangat, penuh sukacita, dan semangat persaudaraan. Sejak sore hari, umat bergotong royong mempersiapkan segala kebutuhan acara. Kebersamaan dan semangat melayani tampak dalam setiap tugas yang dikerjakan bersama.
Acara diawali dengan Ibadat Syukur yang dipimpin oleh Bapak Tri Mulyono selaku prodiakon. Melalui doa, pujian, dan sabda Tuhan, seluruh umat diajak untuk mengenang perjalanan panjang Lingkungan St. Gregorius serta bersyukur atas kasih dan penyertaan Tuhan yang selalu hadir dalam setiap langkah kehidupan umat.
Setelah ibadat, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas 31 tahun perjalanan lingkungan. Momen ini menjadi pengingat akan banyaknya berkat, pengalaman iman, dan kebersamaan yang telah terjalin dari generasi ke generasi.
Suasana semakin meriah dengan kegiatan kebersamaan berupa permainan tebak lirik lagu rohani yang diikuti oleh anak-anak, kaum muda, orang tua, hingga para lansia. Gelak tawa, nyanyian, dan semangat kebersamaan memenuhi seluruh rangkaian acara.
Umat juga mengikuti estafet doa, secara bergantian menyampaikan doa dan harapan bagi Lingkungan St. Gregorius, keluarga-keluarga yang ada di dalamnya, serta bagi Gereja Maria Bunda Allah Maguwo yang pada tanggal 2 Juni 2026 memasuki babak baru sebagai Paroki Administratif.
Perayaan ditutup dengan makan bersama menggunakan konsep potluck, di mana setiap keluarga membawa hidangan untuk dinikmati bersama. Kehangatan percakapan, kebersamaan dalam berbagi, dan sukacita yang terpancar dari setiap umat menjadi gambaran nyata semangat guyub yang terus hidup dalam Lingkungan St. Gregorius.
Melalui perayaan ulang tahun ke-31 ini, seluruh umat diajak untuk terus mempererat persaudaraan, memperdalam iman, serta semakin aktif mengambil bagian dalam kehidupan menggereja dan pelayanan kepada sesama.
Selamat Ulang Tahun ke-31 Lingkungan St. Gregorius. Semoga senantiasa guyub dalam kasih, bertumbuh dalam iman, dan menjadi berkat bagi Gereja serta masyarakat.
Pada tanggal 28 Mei 2026, sekitar 14 umat Lingkungan St. Gregorius bersama-sama melakukan kunjungan kasih kepada Mbak Greta, putri dari Ibu Agnes, yang baru saja menjalani operasi dan telah diperbolehkan kembali ke rumah untuk menjalani masa pemulihan.
Kunjungan ini merupakan wujud kepedulian dan perhatian umat lingkungan kepada sesama anggota keluarga besar Lingkungan St. Gregorius. Dalam suasana penuh kehangatan dan persaudaraan, umat hadir untuk memberikan dukungan moral, semangat, serta mendoakan Mbak Greta agar proses pemulihannya berjalan lancar.
Puji Tuhan, kondisi Mbak Greta saat ini sudah menunjukkan perkembangan yang baik. Umat yang hadir turut bersyukur atas penyertaan Tuhan selama proses operasi hingga masa pemulihan yang sedang dijalani. Bersama-sama, umat memanjatkan doa agar luka pasca operasi semakin membaik, kesehatan Mbak Greta pulih sepenuhnya, dan ia dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan penuh sukacita dan semangat.
Melalui kunjungan ini, semakin terasa indahnya semangat persaudaraan dan kasih dalam kehidupan menggereja. Kehadiran umat menjadi tanda nyata kepedulian serta dukungan bagi mereka yang sedang mengalami sakit dan membutuhkan penguatan.
Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan kesehatan, kekuatan, dan berkat-Nya kepada Mbak Greta serta seluruh keluarga Ibu Agnes. Kiranya kasih dan kebersamaan yang terjalin dalam Lingkungan St. Gregorius terus bertumbuh dan menjadi kesaksian iman di tengah masyarakat.
Pada hari Selasa, 26 Mei 2026, umat Lingkungan St. Gregorius mengadakan Pertemuan Bulan Katekese Liturgi (BKL) ke-4 yang bertempat di rumah Bapak Freddy. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, persaudaraan, dan semangat kebersamaan sebagai keluarga Allah.
Acara diawali dengan lagu pembuka, tanda salib, dan pengantar yang mengajak seluruh umat untuk semakin menyadari bahwa Ekaristi merupakan sumber utama kehidupan iman. Melalui Ekaristi, umat diajak untuk hidup saling mengasihi, saling membantu, serta menghadirkan damai dalam keluarga dan lingkungan sekitar.
Dalam ibadat sabda, umat mendengarkan Bacaan Injil Markus 10:28-31 yang mengisahkan janji Yesus kepada mereka yang setia mengikuti-Nya. Sabda Tuhan tersebut mengingatkan bahwa setiap pengorbanan yang dilakukan demi Kristus dan Injil tidak akan sia-sia, melainkan akan memperoleh berkat dan kehidupan kekal.
Pada sesi renungan dan katekese, umat diajak merefleksikan tema bahwa Ekaristi tidak hanya dirayakan di altar, tetapi harus menghasilkan buah nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ekaristi memberi kekuatan, sukacita, dan damai hati dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Selain itu, Ekaristi juga menggerakkan umat untuk peduli kepada sesama, menjaga kerukunan, membantu yang membutuhkan, serta membangun semangat kebersamaan dalam masyarakat.
Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan bahan renungan BKL hari ke-22 hingga hari ke-26 secara bergantian, kemudian sharing umat dengan tema: “Apa usulan konkret agar perayaan Ekaristi semakin mengena dan bermakna bagi umat?” Dalam sesi ini, umat berbagi pengalaman, gagasan, dan harapan agar perayaan Ekaristi semakin membantu umat menghayati kehadiran Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
Pertemuan ditutup dengan doa umat, doa Bapa Kami, doa penutup, berkat penutup, dan lagu penutup. Melalui pertemuan BKL ke-4 ini, umat Lingkungan St. Gregorius diharapkan semakin mencintai Ekaristi, bertumbuh dalam iman, serta mampu menghadirkan kasih Tuhan dalam keluarga maupun masyarakat.
Semoga semangat yang diperoleh dalam pertemuan ini terus menjadi inspirasi untuk hidup dalam persatuan, pelayanan, dan kasih kepada sesama.
Pada 21 Mei 2026, pukul 19.00, Lingkungan St. Elisabeth mengadakan sembahyangan rutin kamisan, Doa Rosario, Perkumpulan Paguyuban Ibu-Ibu, kemudian dilanjutkan dengan latihan koor. Kegiatan malam ini diikuti oleh 31 orang umat.
Pertemuan diawali dengan pembacaan buku BKL untuk hari ke 21 dan 22. BKL dipimpin oleh Mas Heru. Kemudian dilanjutkan dengan Doa Rosario yang dipimpin oleh Pak Suradi. Lalu lanjut dengan Pertemuan Ibu-Ibu yang diisi dengan pembacaan laporan keuangan, pengumuman, arisan, dan lotre. Selanjutnya pertemuan malam ini ditutup dengan Latihan Koor untuk tugas misa minggu terakhir bulan Mei yang dipimpin oleh Bu Padmi dan Bu Vera. Seperti biasa, semua berlangsung dengan meriah, dan lancar.
Tanggal 20 Mei 2026, pukul 19.00 Lingkungan St. Elisabeth melaksanakan BKL dan Doa Rosario bersama di Gereja Maria Bunda Allah. Doa Rosario dipimpin oleh Bapak Suradi.
Doa bersama di Gereja ini sudah disepakati oleh seluruh umat di Stasi Maguwo dalam rangka penyambutan akan dibentuknya status baru Gereja Maria Bunda Allah, dari stasi menjadi Paroki Administratif pada tanggal 2 Juni 2026 nanti.
Dalam rangka penyambutan status baru ini, seluruh umat, baik dari tiap lingkungan maupun komunitas di stasi Maguwo berdoa Rosario di Gereja secara bergantian setiap harinya selama bulan Mei.
Meski cuaca agak mendung dan sebelumnya sempat sedikit hujan tapi semangat untuk berkumpul dan berdoa bersama tetap berkobar. Doa Rosario malam ini dilaksanakan di depan Patung Bunda Maria halaman depan gereja. Semoga kegiatan ini dapat berlangsung dengan lancar dan semangat untuk berkumpul dan berdoa tetap kuat untuk setiap lingkungan dan komunitas di Maguwo.
Tanggal 25 Mei 2026 Lingkungan St Gregorius genap berusia 31 tahun. Perayaan Ulang Tahun Lingkungan St Gregorius akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 30 Mei 2026. Dalam rangka menyambut perayaan ulang tahun Lingkungan St. Gregorius, telah dilaksanakan rapat koordinasi tanggal 23 Mei 2026 yang melibatkan pengurus lingkungan serta para panitia kegiatan. Rapat ini bertujuan untuk mematangkan seluruh persiapan acara agar perayaan dapat berjalan lancar.
Rapat berlangsung dalam suasana hangat. Berbagai aspek persiapan dibahas secara rinci, mulai dari dekorasi, perlengkapan acara, ibadat, penyusunan teks ibadat, hingga konsep games dan hiburan.
Persiapan Dekorasi
Pada sesi dekorasi, panitia membahas konsep penataan tempat antara lain pemasangan banner perayaan ulang tahun Lingkungan St. Gregorius, hiasan balon, serta penataan kursi dan meja.
Persiapan Perlengkapan
Dari segi perlengkapan juga dibahas kebutuhan utama yang harus dipersiapkan sebelum hari pelaksanaan. Beberapa perlengkapan yang dibahas meliputi sound system, mikrofon, kursi tambahan, meja konsumsi, kabel listrik, serta perlengkapan untuk games.
Persiapan Ibadat
Sebagai inti dari perayaan ulang tahun lingkungan, ibadat menjadi perhatian utama dalam rapat koordinasi. Tema ibadat direncanakan mengangkat tema : Guyub Dalam Kasih, Bertumbuh Dalam Iman. Umat diharapkan dapat mengikuti ibadat dengan khidmat sekaligus merasakan kebersamaan dalam lingkungan.
Penyusunan Teks Ibadat
Selain petugas ibadat, rapat juga membahas penyusunan teks ibadat agar sesuai dengan tema perayaan. Teks ibadat akan ditayangkan dengan proyektor saat acara agar seluruh peserta dapat mengikuti jalannya ibadat dengan lebih tertib dan aktif. Persiapan ini diharapkan dapat membantu menciptakan suasana doa yang mendalam dan penuh syukur.
Games dan Hiburan
Untuk menambah kemeriahan acara, panitia juga menyiapkan berbagai games dan hiburan yang melibatkan seluruh peserta, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Beberapa ide permainan yang dibahas antara lain games tebak lirik lagu rohani dan estafet doa mendoakan lingkungan St Gregorius. Panitia juga telah menyiapkan hadiah sederhana untuk pemenang games. Seluruh kegiatan ini diharapkan dapat membangun kekompakan umat dan menciptakan suasana penuh sukacita.
Penutup
Melalui rapat koordinasi ini, seluruh panitia dan umat yang terlibat menunjukkan semangat kerja sama demi suksesnya perayaan ulang tahun Lingkungan St. Gregorius. Dengan persiapan yang matang dan dukungan seluruh umat, diharapkan acara dapat berjalan lancar, penuh berkat, serta semakin mempererat persaudaraan dalam lingkungan.
HiHello 👋, welcome to Gereja Maria Bunda Allah - Paroki Administratif Maguwo