Rekoleksi Umat Lingkungan St. Gregorius , Tema : Keluarga sebagai Teman Seperjalanan dalam Berpengharapan – 6 September 2026

LINGKUNGAN ST. GREGORIUS

Rekoleksi Umat Lingkungan St. Gregorius

“Keluarga Sebagai Teman Seperjalanan Dalam Berpengharapan”
Taman Doa Maria Oblat OMI
Minggu, 6 September 2026   |   09.00–14.00 WIB
Didampingi oleh Romo Paulinus Maryanto, OMI
❦ ✝ ❦

Suasana penuh sukacita, keakraban, dan semangat iman mewarnai Rekoleksi Umat Lingkungan St. Gregorius yang dilaksanakan pada Minggu, 6 September 2026, bertempat di Taman Doa Maria Oblat OMI. Rekoleksi berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB dan didampingi oleh Romo Paulinus Maryanto, OMI.

Mengangkat tema “Keluarga Sebagai Teman Seperjalanan Dalam Berpengharapan”, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk berhenti sejenak dari kesibukan sehari-hari, melihat kembali perjalanan kehidupan keluarga, serta semakin menyadari kehadiran Tuhan dalam setiap pengalaman hidup.

“Keluarga bukan sekadar tempat untuk pulang, tetapi tempat untuk berjalan bersama, saling menguatkan, dan menemukan pengharapan dalam Tuhan.”

Rekoleksi yang Hidup dan Penuh Sharing

Sejak awal kegiatan, suasana rekoleksi terasa hangat dan penuh kebersamaan. Romo Paulinus Maryanto, OMI menyampaikan materi dengan cara yang menarik dan dekat dengan pengalaman kehidupan umat sehari-hari.

Melalui berbagai refleksi, umat diajak untuk melihat keluarga bukan hanya sebagai tempat tinggal bersama, tetapi sebagai teman seperjalanan yang saling mendukung, menguatkan, mengampuni, dan memberikan harapan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Rekoleksi semakin hidup ketika beberapa umat berkesempatan untuk sharing pengalaman hidup dan refleksi tentang keluarga. Berbagai pengalaman yang dibagikan menjadi bahan permenungan bersama bahwa setiap keluarga memiliki perjalanan, tantangan, dan pergumulannya masing-masing.

Dari sharing tersebut, umat diajak untuk semakin terbuka dalam mendengarkan satu sama lain serta menyadari bahwa dalam perjalanan keluarga, tidak seorang pun berjalan sendirian. Kehadiran keluarga dan iman kepada Tuhan menjadi kekuatan untuk terus melangkah dalam pengharapan.

Perayaan Ekaristi di Kapel Taman Doa Maria Oblat

Setelah sesi rekoleksi, sekitar pukul 12.00 WIB, seluruh umat Lingkungan St. Gregorius yang mengikuti rekoleksi bersama-sama mengikuti Perayaan Ekaristi Minggu di Kapel Taman Doa Maria Oblat.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Paulinus Maryanto, OMI dan Romo Widi. Perayaan semakin istimewa karena turut dihadiri oleh Frater, Bruder, dan Pra-Novisiat OMI yang sedang menjalani masa pembelajaran dan pembinaan di Pranovisiat OMI.

Kehadiran para imam, frater, bruder, pra-novis, serta umat Lingkungan St. Gregorius menjadikan perayaan Ekaristi berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh sukacita.

Foto Bersama dan Makan Bersama

Usai Perayaan Ekaristi, kebersamaan umat dilanjutkan dengan foto bersama. Momen ini menjadi kenangan indah dari perjalanan rekoleksi Lingkungan St. Gregorius.

Setelah berfoto bersama, umat kemudian menikmati makan bersama dalam suasana yang santai dan penuh keakraban. Makan bersama menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin mengenal, bercengkerama, dan mempererat persaudaraan.

Penutup Rekoleksi

Sekitar pukul 14.00 WIB, seluruh rangkaian kegiatan rekoleksi Lingkungan St. Gregorius resmi selesai. Setelah acara ditutup, sebagian umat memilih untuk kembali ke rumah, sementara sebagian lainnya melanjutkan doa dan menikmati suasana hening di Taman Doa Maria Oblat.

Rekoleksi ini meninggalkan pesan yang mendalam bagi umat: perjalanan keluarga tidak selalu mudah, tetapi dengan iman, kasih, komunikasi, dan kesediaan untuk saling mendampingi, keluarga dapat menjadi tempat bertumbuh sekaligus sumber pengharapan.

📷 Galeri Rekoleksi Lingkungan St. Gregorius

Kebersamaan umat Lingkungan St. Gregorius
Umat mengikuti sesi rekoleksi dan sharing
Suasana pendalaman materi rekoleksi
Perayaan Ekaristi Minggu di Kapel Taman Doa Maria Oblat
Foto bersama setelah Perayaan Ekaristi
Kebersamaan umat dalam suasana penuh sukacita
Kebersamaan umat dalam suasana penuh sukacita
Kebersamaan umat dalam suasana penuh sukacita
Kebersamaan umat dalam suasana penuh sukacita
Kebersamaan umat dalam suasana penuh sukacita
Keluarga sebagai teman seperjalanan, bertumbuh dalam iman dan berpengharapan.

Terima kasih kepada Romo Paulinus Maryanto, OMI, Romo Widi, para Frater, Bruder, Pra-Novisiat OMI, serta seluruh umat Lingkungan St. Gregorius.

Tuhan memberkati keluarga-keluarga Lingkungan St. Gregorius.
✝ LINGKUNGAN ST. GREGORIUS ✝
LINGKUNGAN ST. GREGORIUS
Rekoleksi Umat
Taman Doa Maria Oblat OMI
Minggu, 6 September 2026
❦ ✦ ❦
@lingk..st..gregor Rekoleksi Lingkungan St Gregorius di Taman Doa Maria Oblat Minggu, 6 September 2026 #lingkstgregoriuskadisoka ♬ Aku Anak Tuhan Yesus – Kevin Liu
❦ ✝ ❦
TEMA REKOLEKSI
“Keluarga Sebagai Teman Seperjalanan Dalam Berpengharapan”
Bersama dalam Iman, Kasih dan Pengharapan
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Tugas Lingkungan St. Gregorius dalam Menemani dan Antar Jemput Romo Budi Wihong pada Misa Jumat Pertama – 4 September 2026

Tugas Lingkungan St. Gregorius
dalam Menemani dan Antar Jemput Romo Budi Wihong

Mendukung Pelayanan Misa Jumat Pertama
Jumat, 4 September 2026   |   Gereja Maria Bunda Allah Maguwo

Sebagai bagian dari semangat pelayanan dan kebersamaan umat, Lingkungan St. Gregorius, Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo, melaksanakan tugas pelayanan untuk menemani sekaligus mengantar dan menjemput Romo Budi Wihong dalam rangka pelayanan Misa Jumat Pertama pada Jumat, 4 September 2026, di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Tugas sederhana ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian dan dukungan umat terhadap para imam yang melayani kehidupan iman umat. Bagi Lingkungan St. Gregorius, pelayanan bukan hanya diwujudkan melalui kegiatan-kegiatan besar, tetapi juga melalui kesediaan untuk hadir, membantu, menemani, dan memberikan perhatian dalam berbagai kebutuhan pelayanan Gereja.

Dalam pelaksanaan tugas tersebut, Mas Freddy, Pak Hari, Pak Aloy, dan Bu Aloy turut ambil bagian dengan penuh sukacita. Kehadiran dan keterlibatan mereka menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran tugas pelayanan, khususnya dalam menemani serta mengantar dan menjemput Romo Budi Wihong selama pelaksanaan Misa Jumat Pertama.

✝ ✦ ✝
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”
— Matius 25:40

Pelayanan sebagai Wujud Kasih

Kegiatan ini mengingatkan kita bahwa setiap bentuk pelayanan, sekecil apa pun, memiliki makna ketika dilakukan dengan ketulusan dan kasih. Menemani dan membantu seorang imam dalam menjalankan tugas pelayanannya merupakan bentuk dukungan umat terhadap karya pewartaan dan pelayanan Gereja.

Sabda Tuhan dalam Injil Matius mengajak kita untuk melihat setiap kesempatan melayani sesama sebagai kesempatan untuk melayani Kristus sendiri. Dengan demikian, tugas mengantar, menjemput, menemani, maupun membantu dalam kebutuhan pelayanan Gereja bukan sekadar tugas teknis, tetapi juga menjadi ungkapan iman dan kasih kepada Tuhan.

Galeri Foto Kegiatan

✦ Terima Kasih atas Semangat Pelayanan ✦

Lingkungan St. Gregorius menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tulus kepada Mas Freddy, Pak Hari, Pak Aloy, dan Bu Aloy atas waktu, tenaga, perhatian, serta kesediaannya untuk terlibat dalam tugas menemani dan antar jemput Romo Budi Wihong pada Misa Jumat Pertama.

Semoga semangat pelayanan dan kebersamaan yang telah ditunjukkan dapat terus menjadi inspirasi bagi seluruh umat Lingkungan St. Gregorius untuk semakin peduli, saling membantu, dan bersama-sama bertumbuh dalam iman.

“Guyub Dalam Kasih dan Bertumbuh Dalam Iman”
Kiranya setiap pelayanan yang dilakukan dengan tulus menjadi berkat bagi sesama, bagi kehidupan lingkungan, dan bagi perkembangan iman seluruh umat.
Terima kasih atas pelayanan dan kebersamaannya.
Tuhan memberkati.

LINGKUNGAN ST. GREGORIUS

Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo

Gereja • Komunitas • Pelayanan • Kesaksian

🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Umat Lingkungan St. Gregorius Melaksanakan Tugas Tata Hias Altar dan Piket Merawat Tanaman di Gereja – 4 September 2026

Umat Lingkungan St. Gregorius Melaksanakan Tugas Tata Hias Altar dan Piket Merawat Tanaman di Gereja

Melayani dengan Kasih, Merawat Rumah Tuhan
Lingkungan St. Gregorius kembali mengambil bagian dalam pelayanan Gereja melalui tugas Tata Hias Altar dengan bunga dan tanaman hidup serta piket merawat tanaman di lingkungan Gereja pada Jumat, 4 September 2026.

Sebagai bagian dari semangat pelayanan dan kepedulian terhadap Gereja, umat Lingkungan St. Gregorius dengan penuh sukacita melaksanakan tugas pelayanan yang telah dipercayakan kepada lingkungan.

Pelayanan tersebut meliputi penataan altar menggunakan bunga dan tanaman hidup, sekaligus merawat dan menjaga tanaman yang berada di area Gereja agar tetap bersih, rapi, segar, dan terawat.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan umat dalam menjaga keindahan dan kenyamanan rumah Tuhan. Tata hias altar bukan hanya tentang memperindah ruang liturgi, tetapi juga merupakan bentuk penghormatan umat kepada Tuhan serta upaya mempersiapkan tempat yang layak bagi perayaan iman.

Keindahan Altar melalui Bunga dan Tanaman Hidup

Dalam tugas tata hias kali ini, bunga dan tanaman hidup digunakan sebagai bagian dari dekorasi di sekitar altar. Kehadiran tanaman hijau memberikan suasana yang segar, alami, dan asri di dalam ruang Gereja.

Tanaman dan bunga yang ditata dengan penuh perhatian menjadi simbol sederhana tentang kehidupan dan pertumbuhan. Seperti tanaman yang membutuhkan air, cahaya, dan perawatan, demikian pula iman umat membutuhkan perhatian, doa, kebersamaan, dan pelayanan agar terus bertumbuh.

“Hendaklah segala sesuatu berlangsung dengan sopan dan teratur.”
1 Korintus 14:40

Merawat Tanaman, Merawat Rumah Tuhan

Selain menata altar, umat juga melaksanakan piket merawat tanaman di berbagai bagian area Gereja. Tanaman yang menghiasi ruang ibadah dirapikan dan diperhatikan agar lingkungan Gereja tetap terlihat indah dan nyaman.

Kegiatan sederhana ini mengingatkan kita bahwa Gereja merupakan rumah bersama. Karena itu, menjaga kebersihan, keindahan, dan kenyamanan Gereja merupakan tanggung jawab seluruh umat.

Setiap bentuk pelayanan, sekecil apa pun, memiliki makna ketika dilakukan dengan hati yang tulus. Menata bunga, menyiram tanaman, membersihkan area Gereja, maupun merapikan lingkungan merupakan wujud nyata kasih umat kepada Gereja.

Semangat Gotong Royong dalam Pelayanan

Pelayanan tata hias altar dan perawatan tanaman juga menjadi kesempatan bagi umat Lingkungan St. Gregorius untuk membangun kebersamaan. Dengan bergotong royong, pekerjaan menjadi lebih ringan dan suasana pelayanan menjadi penuh sukacita.

Kebersamaan seperti ini merupakan bagian penting dalam kehidupan menggereja. Setiap orang dapat mengambil bagian sesuai dengan kemampuan dan talenta yang dimiliki.

Dokumentasi Pelayanan

Umat Lingkungan St. Gregorius bersama hasil tata hias altar
Tim Tata Hias Altar Lingkungan St. Gregoriusr.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.

Tim Pelayanan Tata Hias dan Perawatan Tanaman

Terima Kasih atas Pelayanan dan Kebersamaan

Keluarga besar Lingkungan St. Gregorius menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim Tata Hias Altar dan umat yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan perhatian untuk melaksanakan tugas pelayanan ini.

Terima kasih kepada Mbak Nana, Bu Gambit, Bu Luci, Bu Putut, Bu Agnes, Bu Evi, dan Mas Paul atas semangat, kebersamaan, dan ketulusan dalam melayani.

Semoga setiap waktu dan tenaga yang diberikan menjadi persembahan yang berkenan kepada Tuhan serta menjadi berkat bagi Gereja dan seluruh umat.

Melayani dengan Hati

Melalui tugas ini, Lingkungan St. Gregorius terus berusaha menumbuhkan semangat untuk hadir dan mengambil bagian dalam kehidupan Gereja. Pelayanan tidak selalu harus diwujudkan melalui hal-hal besar. Kadang-kadang pelayanan hadir dalam bentuk sederhana: merapikan bunga, merawat tanaman, membersihkan lingkungan, atau mempersiapkan altar.

Ketika dilakukan bersama dengan kasih dan ketulusan, hal-hal sederhana tersebut menjadi persembahan yang indah bagi Tuhan.

Semoga bunga yang menghiasi altar menjadi gambaran iman yang terus bersemi, tanaman yang dirawat menjadi gambaran kehidupan yang terus bertumbuh, dan kebersamaan umat menjadi tanda kasih yang semakin kuat di tengah keluarga besar Lingkungan St. Gregorius.

“Melayani dengan kasih,
merawat dengan ketulusan,
dan bertumbuh bersama dalam iman.”
✠ ✦ ✠ ✦ ✠
Lingkungan St. Gregorius
Paroki Administratif Gereja Maria Bunda Allah Maguwo
✦ ✠ ✦ ✠ ✦
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Misa Memule Satu Tahun Berpulangnya Antonius Agung Yudodarsono, Umat St. Antonius Bersekutu dalam Doa

Yogyakarta — Umat Lingkungan St. Antonius bersama umat dari beberapa lingkungan sekitar berkumpul dalam Misa Memule satu tahun berpulangnya saudara Antonius Agung Yudodarsono pada Sabtu, 5 September 2026. Misa dilaksanakan di rumah Bapak V. Sumarno dan dihadiri oleh umat dalam suasana khidmat, akrab, dan penuh kebersamaan.

Misa dimulai pada pukul 19.35 WIB dan dipimpin oleh Romo F.X. Murdi Susanto, Pr. Melalui perayaan Ekaristi, umat bersama-sama mendoakan Antonius Agung Yudodarsono serta menyerahkan keluarga dan seluruh umat yang hadir ke dalam penyelenggaraan kasih Tuhan.

Perayaan ini juga menjadi kesempatan untuk meneguhkan iman akan pengharapan Kristiani. Dalam iman, kehidupan manusia senantiasa berada dalam kasih Tuhan, sementara perpisahan dengan orang yang dikasihi mengingatkan umat akan panggilan untuk terus menjalani kehidupan dengan iman, kasih, dan pengharapan.

Kehadiran umat dari Lingkungan St. Antonius dan lingkungan-lingkungan sekitar menunjukkan semangat persaudaraan yang terus terpelihara dalam kehidupan menggereja. Kebersamaan dalam doa menjadi bentuk dukungan bagi keluarga sekaligus mempererat hubungan antarumat.

Misa berlangsung dengan khidmat dan berakhir pada pukul 20.35 WIB. Setelah perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian beberapa pengumuman dari Paroki Administratif Maguwo yang ditujukan kepada umat Lingkungan St. Antonius.

Kegiatan malam itu menjadi pengingat bagi seluruh umat akan pentingnya hidup dalam iman dan persaudaraan. Melalui kebersamaan dalam Ekaristi dan doa, umat diajak untuk senantiasa mengandalkan kasih Tuhan serta menghadirkan kepedulian dan dukungan bagi sesama dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga doa yang dipanjatkan dalam perayaan ini menjadi penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan dan meneguhkan iman seluruh umat akan pengharapan akan kehidupan kekal dalam kasih Tuhan.

Sarasehan BKSN Pertama Lingkungan St. Gregorius : Menemukan Kebahagiaan Sejati dalam Sabda Tuhan – 02 September 2026

Bulan Kitab Suci Nasional 2026

Sarasehan BKSN Pertama
Umat Lingkungan St. Gregorius

Pendalaman Injil Matius 5:1-12 tentang Sabda Bahagia dan panggilan untuk hidup dalam kasih Kristus
✦ ─── ✝ ─── ✦
📅 Rabu, 2 September 2026
📖 Matius 5:1-12
Lingkungan St. Gregorius
Maguwo — 2 September 2026

Dalam rangka mengisi Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026, umat Lingkungan St. Gregorius berkumpul dalam suasana penuh keakraban dan semangat persaudaraan untuk mengikuti Pertemuan Sarasehan BKSN yang pertama.

Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin mencintai Kitab Suci, mendengarkan Sabda Allah, serta menemukan pesan Tuhan yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bersama Mendalami Sabda Tuhan

Sarasehan BKSN tidak hanya menjadi kegiatan untuk membaca dan memahami teks Kitab Suci, tetapi juga menjadi ruang bagi umat untuk berbagi pengalaman iman dan merefleksikan kehadiran Tuhan dalam kehidupan.

Pada pertemuan pertama ini, umat diajak mendalami Injil Matius 5:1-12, yang dikenal sebagai Sabda Bahagia. Melalui sabda tersebut, Yesus mengajarkan jalan hidup yang membawa manusia kepada kebahagiaan sejati.

“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.”
Matius 5:3

Memahami Makna Sabda Bahagia

Dalam Injil Matius 5:1-12, Yesus menyampaikan berbagai ucapan bahagia kepada mereka yang hidup dalam kerendahan hati, kelemahlembutan, kemurahan hati, perjuangan akan kebenaran, serta mereka yang membawa damai.

Sabda Yesus memberikan cara pandang yang berbeda mengenai arti kebahagiaan. Kebahagiaan sejati tidak semata-mata ditentukan oleh kekayaan, keberhasilan, kedudukan, maupun kenyamanan hidup.

Kebahagiaan sejati berakar pada hubungan yang dekat dengan Allah serta kesediaan untuk hidup dalam kasih dan menjadi berkat bagi sesama.

Sabda Bahagia Mengajak Kita Untuk:

  • Rendah hati di hadapan Allah — menyadari bahwa hidup kita bergantung kepada Tuhan.
  • Menjadi pribadi yang lemah lembut — mampu mengendalikan diri dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
  • Memiliki kemurahan hati — peduli terhadap mereka yang membutuhkan pertolongan.
  • Memperjuangkan kebenaran — tetap setia melakukan kebaikan meskipun menghadapi berbagai tantangan.
  • Menjadi pembawa damai — menghadirkan kasih dan persaudaraan di tengah keluarga, lingkungan, Gereja, dan masyarakat.

Sabda Tuhan dalam Kehidupan Sehari-hari

Melalui pendalaman Injil ini, umat diajak untuk melihat kembali kehidupan masing-masing. Sabda Tuhan tidak berhenti pada pemahaman saat pertemuan, tetapi hendaknya diwujudkan dalam tindakan nyata.

Menjadi umat Kristiani berarti menghadirkan kasih Kristus melalui hal-hal sederhana: mendengarkan sesama, mengampuni, membantu mereka yang membutuhkan, menghargai perbedaan, serta membangun persaudaraan.

✦ Bahan Permenungan ✦
01. Apakah saya sudah sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan dalam setiap persoalan hidup?
02. Apakah kehadiran saya membawa damai bagi keluarga dan lingkungan?
03. Apakah saya memiliki kepedulian terhadap sesama yang sedang mengalami kesulitan?
04. Apakah saya tetap berani memperjuangkan kebenaran dan kebaikan meskipun tidak selalu mudah?
05. Apakah kehidupan saya sudah menjadi kesaksian kasih Kristus bagi orang-orang di sekitar saya?

“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”

Matius 5:9

Dari Sabda Menjadi Tindakan

Pertemuan pertama Sarasehan BKSN menjadi momentum bagi umat Lingkungan St. Gregorius untuk semakin menyadari bahwa iman tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan.

Sabda Bahagia mengajak umat untuk menjadi pribadi yang rendah hati, penuh kasih, membawa damai, dan memiliki kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan.

Di tengah kehidupan masyarakat yang penuh dengan berbagai tantangan dan perbedaan, umat dipanggil untuk menghadirkan wajah Kristus melalui perkataan dan perbuatan sederhana.

Bertumbuh Bersama dalam Sabda

Pertemuan Sarasehan BKSN pertama ini menjadi awal perjalanan umat Lingkungan St. Gregorius dalam mendalami Kitab Suci selama Bulan Kitab Suci Nasional.

Kebersamaan umat dalam membaca, mendengarkan, merenungkan, dan berbagi pengalaman iman menjadi kekuatan untuk semakin bertumbuh sebagai komunitas yang hidup dalam kasih Kristus.

Semoga melalui rangkaian BKSN 2026, umat semakin mencintai Kitab Suci, semakin mengenal pribadi Yesus Kristus, dan semakin mampu menjadikan Sabda-Nya sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”
Matius 5:9

BUKU PEDOMAN BKSN 2026

Bulan Kitab Suci Nasional 2026
✠ ✝ ✠

Dokumentasi Sarasehan BKSN Pertama
Lingkungan St. Gregorius

Bulan Kitab Suci Nasional 2026
Pendalaman Injil Matius 5:1-12
✦ ✝ ✦
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Kunjungan Kasih Umat Lingkungan St. Gregorius : Bersatu dalam Doa untuk Kesembuhan Ibu Agung Nur – 25 Agustus 2026

Kunjungan Kasih Umat Lingkungan St. Gregorius

Bersatu dalam Doa untuk Kesembuhan Bu Agung Nur

Lingkungan St. Gregorius • Paroki Adm. Maria Bunda Allah Maguwo

Semangat persaudaraan dan kasih Kristiani kembali diwujudkan oleh umat Lingkungan St. Gregorius melalui kegiatan Kunjungan Kasih kepada Bu Agung Nur yang baru saja mengalami kecelakaan dan telah menjalani operasi pada bagian tangan.

Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, umat Lingkungan St. Gregorius hadir untuk memberikan perhatian, dukungan, serta penghiburan kepada Bu Agung Nur dan keluarga. Kehadiran saudara-saudari seiman menjadi ungkapan nyata bahwa setiap anggota lingkungan adalah bagian dari satu keluarga Allah yang saling menopang dalam suka maupun duka.

Bersatu dalam Doa dan Pengharapan

Kunjungan kasih ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk bertemu dan menyampaikan perhatian, tetapi juga menjadi momen istimewa dimana seluruh umat yang hadir bersatu dalam doa bersama. Dengan penuh iman, umat memohon kepada Tuhan Yesus Kristus agar senantiasa menyertai Bu Agung Nur dalam proses pemulihan, memberikan kekuatan, ketabahan, serta kesembuhan setelah menjalani operasi.

Kasih yang diwujudkan melalui kehadiran sering kali menjadi obat yang menguatkan hati. Sebuah sapaan, senyuman, perhatian, dan doa tulus dari saudara seiman menjadi tanda bahwa Gereja hidup dalam persekutuan yang saling mengasihi.

Sabda Tuhan Yesus

“Sebab ketika Aku sakit, kamu melawat Aku.”
Matius 25:36

Sabda Tuhan dalam Injil Matius tersebut menjadi dasar panggilan bagi setiap umat beriman untuk menghadirkan kasih kepada sesama, terutama kepada mereka yang sedang mengalami penderitaan, sakit, maupun masa pemulihan. Melalui kunjungan kasih, umat tidak hanya membawa perhatian secara manusiawi, tetapi juga menghadirkan cinta kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Menjadi Komunitas yang Peduli

Lingkungan St. Gregorius terus berkomitmen untuk membangun kehidupan bersama yang dilandasi semangat guyub, rukun, dan saling melayani dengan sepenuh hati. Kunjungan kepada Bu Agung Nur menjadi pengingat bahwa kebersamaan umat bukan hanya dirasakan dalam perayaan Ekaristi maupun kegiatan lingkungan, tetapi juga diwujudkan ketika ada saudara yang membutuhkan dukungan dan penguatan.

Semoga melalui kunjungan kasih ini, iman umat semakin bertumbuh dalam semangat pelayanan dan kepedulian. Kiranya setiap keluarga di Lingkungan St. Gregorius senantiasa menjadi saluran kasih Tuhan yang membawa harapan bagi sesama.

🙏 Doa untuk Kesembuhan

Tuhan Yesus yang penuh belas kasih, kami menyerahkan Bu Agung Nur ke dalam penyelenggaraan-Mu. Semoga Engkau berkenan mencurahkan rahmat kesembuhan, memulihkan kesehatan tangan yang telah dioperasi, memberikan kekuatan dalam menjalani masa pemulihan, serta memenuhi hati dengan damai dan pengharapan. Sertailah pula keluarga yang mendampingi dengan kasih dan ketabahan. Amin.

Dokumentasi Kunjungan Kasih

Umat Lingkungan St. Gregorius

Dokumentasi Kunjungan Kasih Umat Lingkungan St. Gregorius
Kunjungan Kasih Umat Lingkungan St. Gregorius
✝   Berbagi Kasih, Menguatkan Persaudaraan   ✝
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Sembahyangan Kebangsaan Ke-2 Umat Lingkungan St. Gregorius – 27 Agustus 2026

Lingkungan St. Gregorius Kadisoka

Sembahyangan Kebangsaan Ke-2

Merawat Persatuan, Menumbuhkan Cinta Tanah Air, dan Menghidupi Iman dalam Pelayanan
✦ ─── ✦ ─── ✦
📅 Kamis, 27 Agustus 2026

Lingkungan St. Gregorius Kadisoka kembali mengadakan Sembahyangan Kebangsaan Ke-2 pada Kamis, 27 Agustus 2026. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk berkumpul, berdoa, berefleksi, serta semakin menghayati panggilan iman Katolik dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Tema Sembahyangan Kebangsaan Ke-2
“TANAH AIR ADA DI SANA,
DI MANA ADA CINTA DAN KEDEKATAN HATI”
Iman Menjadi Daya untuk Merawat Martabat Manusia

Tema tersebut mengajak umat untuk melihat kecintaan kepada tanah air bukan sekadar sebagai rasa bangga terhadap bangsa dan negara, tetapi sebagai sebuah panggilan untuk menghadirkan cinta, kepedulian, persaudaraan, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat setiap manusia.

✦ Mengenal Sosok Romo Y.B. Mangunwijaya

Dalam pertemuan ini, umat diajak untuk mengenal lebih dekat sosok Romo Y.B. Mangunwijaya, seorang imam dan tokoh yang menunjukkan bahwa iman dapat diwujudkan secara nyata melalui keberpihakan kepada manusia, khususnya mereka yang kecil, lemah, dan terpinggirkan.

Romo Mangunwijaya menunjukkan kecintaan kepada tanah air melalui tindakan nyata. Mencintai Indonesia bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan menghadirkan diri di tengah masyarakat dan memperjuangkan kehidupan yang lebih bermartabat bagi sesama.

Keteladanan Romo Mangunwijaya menjadi bahan refleksi bagi umat bahwa iman tidak boleh berhenti hanya pada doa dan ibadat. Iman hendaknya menjadi kekuatan yang mendorong umat untuk hadir, peduli, dan melayani dalam kehidupan nyata.

✦ Iman dan Cinta Tanah Air

Pertemuan ini juga mengajak umat untuk memahami kecintaan Yusuf Bilyarta Mangunwijaya pada tanah air serta keberpihakannya kepada rakyat kecil yang dinyatakan dalam pilihan hidupnya untuk menjadi seorang imam.

Pilihan tersebut menjadi sebuah kesaksian bahwa panggilan iman dan kecintaan kepada bangsa bukanlah dua hal yang terpisah. Justru melalui iman, seseorang dapat menemukan dorongan untuk memberikan diri bagi sesama dan menghadirkan kebaikan di tengah masyarakat.

Iman yang hidup adalah iman yang berbuah.

Kecintaan kepada Indonesia dapat diwujudkan melalui kesediaan untuk menjadi pribadi yang peduli terhadap lingkungan sekitar, menghargai perbedaan, membantu mereka yang membutuhkan, serta memperjuangkan kehidupan yang lebih adil dan manusiawi.

✦ Sabda Tuhan: Panggilan untuk Menjadi Satu

Semangat kebangsaan dan persatuan dalam pertemuan ini juga memiliki dasar yang kuat dalam doa Yesus bagi para murid-Nya:

“Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau.”
— Yohanes 17:21

Sabda Tuhan tersebut mengingatkan kita akan pentingnya persatuan. Persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan, melainkan mampu hidup bersama dalam kasih, saling menghormati, dan membangun kehidupan yang damai.

Dalam konteks bangsa Indonesia yang memiliki begitu banyak keberagaman, semangat tersebut menjadi sangat relevan. Sebagai umat Katolik dan sekaligus bagian dari masyarakat Indonesia, kita dipanggil untuk ikut merawat persaudaraan, menjaga persatuan, dan menghormati martabat setiap manusia tanpa membedakan latar belakangnya.

✦ Tujuan Pertemuan

Melalui Sembahyangan Kebangsaan Ke-2 ini, umat Lingkungan St. Gregorius diajak untuk:

  • Mengenal Romo Y.B. Mangunwijaya sebagai pribadi beriman yang mewujudkan cinta tanah air melalui keberpihakan kepada manusia, terutama rakyat kecil.
  • Memahami kecintaan Yusuf Bilyarta pada tanah air dan keberpihakannya pada rakyat kecil, yang dinyatakan dalam pilihan hidupnya untuk menjadi Imam.
  • Memahami bahwa iman Katolik tidak berhenti pada doa dan ibadat, tetapi harus berbuah dalam tindakan kasih, keadilan, dan pelayanan.
  • Merefleksikan arti kebangsaan Kristiani sebagai tanggung jawab untuk merawat dan menghormati martabat manusia.
  • Menemukan aksi nyata yang dapat dilakukan umat di lingkungan, paroki, keluarga, dan masyarakat.

✦ Dari Doa Menuju Tindakan

Tujuan pertemuan tersebut mengajak umat untuk bergerak dari doa menuju tindakan, dari refleksi menuju aksi, serta dari iman pribadi menuju kepedulian terhadap kehidupan bersama.

Merawat martabat manusia dapat dimulai dari hal-hal sederhana: memperhatikan sesama yang membutuhkan, membangun hubungan yang rukun dengan tetangga, membantu tanpa membeda-bedakan, menjaga lingkungan, menghargai perbedaan, serta berani mengambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Semangat tersebut sejalan dengan identitas Lingkungan St. Gregorius untuk terus membangun guyub, rukun, dan melayani dengan sepenuh hati.

✦ Dari Lingkungan untuk Indonesia

Kecintaan kepada tanah air dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Ketika keluarga mampu membangun kasih, ketika umat mampu hidup rukun, ketika masyarakat saling membantu, dan ketika setiap orang berani memperjuangkan martabat sesamanya, di situlah semangat kebangsaan menjadi nyata.

Sembahyangan Kebangsaan Ke-2 Lingkungan St. Gregorius menjadi pengingat bahwa Indonesia bukan hanya sebuah wilayah tempat kita tinggal, tetapi rumah bersama yang harus dirawat dengan cinta.

“Tanah Air ada di sana, di mana ada cinta dan kedekatan hati.”

Semoga melalui pertemuan ini, iman umat Lingkungan St. Gregorius semakin bertumbuh dan menghasilkan buah dalam kehidupan nyata: semakin peduli, semakin melayani, semakin mencintai sesama, dan semakin bertanggung jawab dalam merawat bangsa dan tanah air.

✝ Iman yang Hidup, Kasih yang Melayani

Dengan semangat persaudaraan dan kasih Kristus, mari terus menghadirkan iman yang hidup dalam keluarga, lingkungan, paroki, masyarakat, dan Indonesia tercinta.

🇮🇩 Berdoa untuk Indonesia
🤝 Merawat Persaudaraan
❤️ Menghormati Martabat Manusia
🙏 Mewujudkan Iman dalam Kasih dan Pelayanan

Buku Ibadat Kebangsaan

Agustus 2026

✦ ✝ ✦
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Pisah Sambut Rm. Yohanes Ngatmo, Pr. dan Rm. Antonius Budi Wihandono, Pr. di Paroki Maria Marganingsih Kalasan

Kalasan, 31 Agustus 2026 — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai acara pisah sambut yang berlangsung di Gereja Maria Marganingsih Kalasan, Senin, 31 Agustus 2026. Acara ini menjadi momen perpisahan bagi Romo Yohanes Ngatmo, Pr. sekaligus penyambutan Romo Antonius Budi Wihandono, Pr. yang akan melanjutkan pelayanan sebagai pastor pembantu di Paroki Maria Marganingsih Kalasan.

Hadir dalam kesempatan tersebut Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr., selaku Pastor Kepala Paroki Maria Marganingsih Kalasan, Romo FX. Murdi Susanto, Pr., para suster biara, para ketua wilayah di Paroki Kalasan, pengurus Dewan Paroki Maria Marganingsih Kalasan, ibu-ibu paguyuban, serta perwakilan pengurus dan ketua wilayah dari Paroki Administratif Bunda Allah Maguwo.

Acara berlangsung dengan lancar dalam suasana akrab dan penuh persaudaraan. Berbagai pesan dan kesan disampaikan kepada Rm. Ngatmo sebagai ungkapan terima kasih atas pelayanan dan pengabdian selama kurang lebih 3,5 tahun sebagai gembala Paroki Maria Marganingsih Kalasan.

Salah satu kesan yang cukup menarik dan berkesan adalah gambaran tentang Rm. Ngatmo sebagai pribadi yang sederhana, tetapi sat-set. Dalam bahasa Jawa, istilah sat-set menggambarkan pribadi yang sigap, cepat, dan segera bertindak ketika ada sesuatu yang perlu dilakukan. Sosok inilah yang dirasakan umat dan rekan-rekan selama Rm. Ngatmo menjalankan karya pelayanan di Paroki Kalasan.

Setelah menjalani pelayanan di Kalasan, Rm. Ngatmo selanjutnya akan melanjutkan perutusannya untuk melayani umat di Paroki Sumber, Magelang. Perpisahan ini tentu bukan akhir dari persaudaraan, melainkan menjadi bagian dari perjalanan perutusan seorang imam untuk terus menghadirkan kasih Kristus di tengah umat.

Sementara itu, Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr. menyambut kehadiran Rm. Antonius Budi Wihandono, Pr., yang akrab disapa Rm. Budi Wihong, sebagai pastor pembantu di Paroki Maria Marganingsih Kalasan.

Sambutan hangat juga disampaikan oleh Bapak Agung Prasetyo, Wakil Ketua Paroki Administratif Bunda Allah Maguwo. Ia menyampaikan ucapan selamat datang kepada Rm. Budi Wihong dan menegaskan bahwa hubungan baik antara Paroki Kalasan dan Paroki Administratif Maguwo akan terus terjalin. Bahkan, Rm. Budi Wihong dipersilakan untuk sesekali tinggal atau menginap di Gereja Maguwo, dengan ruangan dan kamar yang siap disediakan.

Sebagai ungkapan terima kasih atas pelayanan selama di Kalasan, acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian apresiasi dan bingkisan kepada Rm. Ngatmo. Momen tersebut berlangsung penuh kehangatan dan menjadi ungkapan kasih dari umat serta seluruh pihak yang selama ini berjalan bersama dalam karya pelayanan.

Acara ditutup dengan foto bersama dan santap malam, yang semakin mempererat suasana persaudaraan di antara seluruh peserta yang hadir.

Perpisahan Rm. Ngatmo dan kedatangan Rm. Budi Wihong menjadi bagian dari dinamika perutusan dalam Gereja. Setiap pergantian pelayanan membawa harapan dan semangat baru agar karya pewartaan dan pelayanan kepada umat terus bertumbuh.

Terima kasih, Rm. Ngatmo, atas segala pelayanan, kebersamaan, dan pengabdian selama di Kalasan. Selamat melanjutkan perutusan di Paroki Sumber, Magelang.

Selamat datang, Rm. Budi Wihong. Selamat berkarya dan melayani bersama umat Paroki Maria Marganingsih Kalasan!

Menjaga Hati dan Tetap Waspada: Umat Lingkungan St. Antonius Padua Kembali Bersekutu dalam Ibadat

Yogyakarta — Sebanyak kurang lebih 25 umat Lingkungan St. Antonius Padua berkumpul di rumah Bapak Purwanto untuk mengikuti ibadat lingkungan. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan serta dipimpin oleh Bapak Murdiyana.

Ibadat diawali dengan lagu pembuka “O Datanglah Imanuel” (PS 442). Nyanyian bersama menjadi sarana bagi umat untuk menenangkan diri, mempersiapkan hati, dan mengarahkan perhatian kepada Tuhan sebelum memasuki rangkaian ibadat.

Setelah doa pembukaan, umat diajak untuk mendengarkan dan merenungkan bacaan Injil dari Matius 24:42–51. Dalam bacaan tersebut, Yesus mengingatkan para murid untuk senantiasa berjaga-jaga karena kedatangan Tuhan tidak diketahui waktunya. Sikap berjaga-jaga bukan sekadar menunggu, tetapi diwujudkan melalui kesetiaan dalam menjalankan tanggung jawab yang telah dipercayakan Tuhan.

Melalui renungan atas Sabda Tuhan, umat diajak untuk melihat kembali kehidupan sehari-hari. Kesibukan dalam pekerjaan, keluarga, pelayanan, maupun berbagai persoalan kehidupan terkadang dapat membuat seseorang kehilangan kepekaan terhadap kehadiran Tuhan. Oleh karena itu, kewaspadaan iman perlu diwujudkan dalam sikap hidup yang bertanggung jawab, setia, dan senantiasa siap memberikan yang terbaik dalam setiap tugas dan panggilan.

Pesan Injil tersebut menjadi semakin relevan dalam kehidupan umat sehari-hari. Menantikan kedatangan Tuhan bukan berarti menjalani kehidupan dalam ketakutan, melainkan hidup dengan kesadaran bahwa setiap hari merupakan kesempatan untuk berbuat baik, melayani sesama, serta menjaga hubungan yang baik dengan Tuhan dan keluarga.

Rangkaian ibadat kemudian dilanjutkan dengan Doa Umat. Dalam doa bersama tersebut, umat membawa berbagai intensi dan harapan, baik bagi Gereja, masyarakat, keluarga, maupun kehidupan umat Lingkungan St. Antonius Padua. Doa menjadi ungkapan iman sekaligus bentuk kepedulian umat terhadap berbagai situasi dan kebutuhan di sekitar mereka.

Suasana kebersamaan kemudian dilanjutkan dengan Doa Penutup dan Berkat. Sebagai penutup, umat bersama-sama menyanyikan lagu “Panggilan Tuhan” (PS 682). Lagu tersebut menjadi pengingat bahwa setiap umat dipanggil untuk terus menghidupi iman dan mewujudkannya dalam kehidupan nyata.

Pertemuan ini kembali menegaskan bahwa ibadat lingkungan bukan hanya menjadi ruang untuk berdoa, tetapi juga menjadi kesempatan bagi umat untuk memperkuat persaudaraan, menyegarkan kembali iman, dan menghidupi Sabda Tuhan di tengah kehidupan sehari-hari.

Pesan dari Injil Matius menjadi refleksi penting bagi seluruh umat: tetap berjaga-jaga, setia menjalankan tanggung jawab, dan senantiasa siap melakukan kehendak Tuhan. Di tengah rutinitas dan berbagai kesibukan kehidupan, iman tidak cukup hanya disimpan dalam hati. Iman perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan kehidupan bersama.

Dengan demikian, umat tidak hanya menantikan kedatangan Tuhan, tetapi juga dipanggil untuk menghadirkan kasih Tuhan melalui setiap perkataan, sikap, dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertemuan Kamisan Lingkungan St. Antonius: Menanggapi Undangan Tuhan dalam Kehidupan Sehari-hari

Pertemuan Kamisan Lingkungan St. Antonius kembali dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, bertempat di rumah keluarga Bapak dan Ibu Yani Ismono. Pertemuan dihadiri oleh kurang lebih 25 umat dan dipimpin serta dipandu oleh Ibu Agatha Ayiek Sih Sayekti. Dalam suasana penuh kekeluargaan, umat bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan yang diisi dengan sembahyangan, sharing, gendu-gendu rasa, serta penyampaian pengumuman dan informasi lingkungan.

Pertemuan diawali dengan sembahyangan, kemudian dilanjutkan dengan pendalaman dan sharing atas Sabda Tuhan. Bacaan Injil yang direnungkan diambil dari Matius 22:1–14, tentang perumpamaan undangan perkawinan. Melalui perumpamaan tersebut, umat diajak untuk menyadari bahwa Tuhan senantiasa mengundang manusia untuk datang dan mengambil bagian dalam kasih serta keselamatan yang ditawarkan-Nya.

Dalam sesi sharing, beberapa umat menyampaikan refleksi dan pengalaman mereka dengan mengaitkan bacaan Injil dengan kehidupan sehari-hari. Dari berbagai sharing yang disampaikan, muncul kesadaran bersama bahwa dalam perjalanan hidup, manusia sering kali mengabaikan undangan Tuhan, baik secara sengaja maupun tanpa disadari. Kesibukan pekerjaan, keluarga, berbagai tanggung jawab, serta persoalan kehidupan terkadang membuat kita kurang peka terhadap panggilan Tuhan.

Namun demikian, umat juga diajak untuk terus berusaha menanggapi undangan dan panggilan Tuhan di tengah berbagai kesibukan. Menanggapi panggilan Tuhan tidak selalu harus melalui hal-hal besar, tetapi dapat diwujudkan melalui kesediaan untuk meluangkan waktu bagi Tuhan, memperhatikan sesama, menjalankan tanggung jawab dengan penuh kasih, serta menghadirkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah sesi sharing, pertemuan dilanjutkan dengan gendu-gendu rasa, yang menjadi kesempatan bagi umat untuk saling berbagi kabar, pengalaman, dan mempererat tali persaudaraan. Suasana kebersamaan terasa hangat dan akrab, mencerminkan semangat kekeluargaan yang terus dibangun dalam Lingkungan St. Antonius.

Pada bagian akhir pertemuan, Kaling menyampaikan berbagai pengumuman dan informasi kegiatan lingkunganyang perlu diketahui oleh seluruh umat. Penyampaian informasi tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga komunikasi dan koordinasi antarumat serta mendukung berbagai kegiatan lingkungan yang akan datang.

Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari sembahyangan, sharing, gendu-gendu rasa, hingga penyampaian informasi lingkungan, berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan. Pertemuan berakhir kurang lebih pada pukul 20.30 WIB.

Melalui pertemuan Kamisan ini, umat Lingkungan St. Antonius kembali diajak untuk tidak hanya mendengarkan Sabda Tuhan, tetapi juga mengenali dan menanggapi undangan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kebersamaan dan semangat untuk terus bertumbuh dalam iman senantiasa menjadi kekuatan bagi seluruh umat Lingkungan St. Antonius.