Doa Bersama Warga Maguwoharjo di GMBA Maguwo Berlangsung Penuh Syukur dan Semangat Toleransi

Maguwoharjo, 30 Mei 2026 – Suasana penuh syukur, kebersamaan, dan semangat toleransi mewarnai kegiatan Doa Bersama Warga Maguwoharjo yang diselenggarakan di Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo pada Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan ini menjadi ungkapan syukur atas peningkatan status Gereja Maria Bunda Allah Maguwo dari Stasi menjadi Paroki Administratif, sebuah tonggak penting dalam perjalanan pelayanan Gereja kepada umat dan masyarakat sekitar.

Acara dihadiri oleh pengurus Dewan Pastoral Stasi GMBA Maguwo, warga Maguwoharjo, Penjabat (Pj) Dukuh Maguwoharjo, perwakilan TNI dan Polri, serta para tokoh dan pemuka agama Islam. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menunjukkan eratnya hubungan persaudaraan dan kerukunan yang telah terjalin di tengah kehidupan masyarakat Maguwoharjo.

Doa bersama berlangsung dengan khidmat dan penuh makna. Seluruh peserta diajak untuk bersyukur atas perkembangan yang telah dicapai GMBA Maguwo sekaligus memohon berkat agar Paroki Administratif Maria Bunda Allah dapat semakin berkembang dalam karya pelayanan, pewartaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Pj Dukuh Maguwoharjo menyampaikan ucapan selamat atas peningkatan status Gereja Maria Bunda Allah Maguwo menjadi Paroki Administratif. Ia berharap kehadiran Gereja dapat terus memberikan kontribusi positif bagi kehidupan sosial dan kemasyarakatan di wilayah Maguwoharjo.

“Kami mengucapkan selamat atas peningkatan status Gereja Maria Bunda Allah menjadi Paroki Administratif. Semoga Gereja semakin maju dan mampu mewujudkan panggilannya sebagai garam dan terang dunia, membawa kebaikan serta menjadi berkat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Momentum ini juga menjadi gambaran nyata kehidupan toleransi antarumat beragama yang tumbuh dan berkembang dengan baik di Maguwoharjo. Kehadiran tokoh agama Islam bersama unsur pemerintah, TNI, dan Polri dalam suasana penuh persaudaraan menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk membangun masyarakat yang harmonis.

Sebagai simbol rasa syukur atas anugerah yang diterima, acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng. Tumpeng yang merupakan lambang syukur tersebut menjadi penanda harapan agar Paroki Administratif Maria Bunda Allah semakin berkembang dan mampu memberikan pelayanan yang semakin baik bagi umat serta masyarakat luas.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah dan pembagian genduri kepada seluruh peserta yang hadir. Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, para tamu saling berbincang, mempererat persaudaraan, serta merayakan sukacita bersama atas perkembangan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Melalui kegiatan doa bersama ini, Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, membangun persaudaraan lintas iman, memperkuat semangat toleransi, serta menjadi tanda kasih dan harapan bagi semua orang.

Pertemuan BKL Ke 3 Lingkungan St. Gregorius Kadisoka – Ekaristi sebagai Sumber Kehidupan Iman – 21 Mei 2026

Pertemuan Bulan Katekese Liturgi (BKL) ke-3 Lingkungan St. Gregorius Kadisoka berlangsung dengan penuh sukacita dan kebersamaan di rumah Ibu Yarnidus. Dalam suasana doa dan persaudaraan, umat diajak semakin menyadari bahwa Ekaristi merupakan sumber utama kehidupan iman yang menguatkan dan menuntun perjalanan hidup sehari-hari.

Pertemuan diawali dengan tanda salib dan salam pembuka yang dipimpin oleh pemimpin ibadat. Dalam pengantar, umat diajak memahami tema Bulan Katekese Liturgi tahun ini, yaitu bagaimana Ekaristi tidak hanya menjadi rutinitas mingguan, tetapi sungguh menjadi perjumpaan pribadi dengan Yesus Kristus yang mengubah hidup.

Keuskupan Agung Semarang mengajak seluruh umat menjadi Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan. Semangat tersebut tumbuh melalui pengalaman akan kasih Tuhan dalam Perayaan Ekaristi. Dari altar Tuhan, umat diutus membawa damai, kasih, dan semangat pelayanan di tengah keluarga maupun masyarakat.

Dalam doa tobat, seluruh umat bersama-sama mengakui dosa dan kelemahan di hadapan Allah, memohon pengampunan agar semakin layak mengikuti pertemuan iman ini.

Doa pembuka kemudian dipanjatkan dengan penuh harapan agar Tuhan senantiasa membimbing seluruh keluarga di Lingkungan St. Gregorius Kadisoka untuk hidup dalam persatuan, kasih, dan semangat pelayanan. Secara khusus didoakan pula anak-anak, kaum muda, orang tua, dan seluruh umat agar semakin setia menghayati Ekaristi dalam kehidupan sehari-hari.

Sabda Tuhan yang diambil dari Injil Yohanes 17:20-26 mengingatkan umat tentang doa Yesus agar semua murid-Nya hidup dalam persatuan. Yesus menghendaki agar kasih Allah tinggal di dalam setiap orang percaya sehingga mereka mampu menjadi saksi kasih Tuhan di dunia.

Dalam sesi renungan dan katekese, umat diajak merenungkan makna Ekaristi secara lebih mendalam. Sering kali misa hanya dijalani sebagai kebiasaan, padahal dalam Ekaristi umat sungguh berjumpa dengan Kristus yang hadir melalui Sabda dan Tubuh-Nya. Pertemuan dengan Tuhan seharusnya membawa perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Renungan menekankan bahwa buah Ekaristi harus tampak dalam sikap hidup umat, seperti:

semakin sabar dan saling mengasihi dalam keluarga,
peduli terhadap sesama di lingkungan,
jujur dan bertanggung jawab dalam pekerjaan,
serta membawa damai dan persaudaraan di tengah masyarakat.

Umat juga diajak berefleksi melalui pertanyaan:
“Apakah Ekaristi membuat hidup saya semakin baik?”
“Apakah saya membawa kasih Tuhan kepada sesama?”
“Apakah kehadiran saya menjadi berkat bagi lingkungan sekitar?”

Setelah renungan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan bahan BKL hari ke-16 hingga hari ke-21 secara bergantian oleh umat. Suasana sharing berlangsung hangat dan penuh keterbukaan. Dalam sharing umat dengan tema “Apa yang membuat perayaan Ekaristi terasa hidup dan bermakna bagi saya?”, banyak umat membagikan pengalaman iman mereka.

Pertemuan BKL ke-3 ini menjadi kesempatan berharga bagi umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka untuk semakin mencintai Ekaristi dan menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kebersamaan, doa, dan pendalaman iman, umat diingatkan bahwa setelah misa selesai, tugas sebagai murid Kristus justru dimulai: membawa sukacita, harapan, dan kasih Tuhan kepada dunia.

Semoga semangat Ekaristi terus hidup dalam keluarga-keluarga umat dan menjadikan Lingkungan St. Gregorius Kadisoka semakin bertumbuh sebagai komunitas yang rukun, penuh kasih, dan menjadi berkat bagi sesama. Amin.

Pertemuan BKL Kedua Lingkungan St. Gregorius – Merenungkan Makna Sabda Allah dan Komuni Kudus – 15 Mei 2026

Lingkungan St. Gregorius kembali mengadakan Pertemuan BKL kedua dengan suasana penuh kebersamaan dan iman. Dalam pertemuan kali ini, umat diajak untuk merenungkan makna Sabda Allah dan Komuni Kudus sebagai sumber kekuatan hidup sehari-hari.

Melalui pendalaman iman bersama, umat menyadari bahwa Sabda Allah bukan hanya untuk didengarkan, tetapi juga untuk direnungkan dan diwujudkan dalam tindakan nyata. Sabda Tuhan menjadi penuntun dalam menghadapi berbagai tantangan hidup, menghadirkan penghiburan, harapan, serta kekuatan bagi setiap pribadi dan keluarga.

Selain itu, permenungan tentang Komuni Kudus mengingatkan umat akan kasih Kristus yang selalu hadir dan menyertai kehidupan. Dalam Ekaristi, umat menerima Tubuh Kristus sebagai santapan rohani yang menguatkan iman dan mempersatukan umat dalam kasih.

Pada sesi sharing, umat berbagi pengalaman mengenai pertanyaan refleksi: “Apa buah atau dampak yang saya rasakan dalam kehidupan sehari-hari setelah mengikuti Ekaristi?” Berbagai pengalaman sederhana namun penuh makna dibagikan. Ada umat yang merasakan hati menjadi lebih tenang dan damai, lebih sabar dalam menghadapi persoalan keluarga maupun pekerjaan, serta semakin terdorong untuk mengampuni dan melayani sesama dengan tulus.

Melalui sharing tersebut, umat semakin menyadari bahwa Ekaristi bukan hanya sebuah perayaan rutin, tetapi sungguh membawa perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran Tuhan dalam Sabda dan Komuni Kudus menjadi sumber kekuatan untuk hidup dalam kasih, pengharapan, dan semangat pelayanan.

Pertemuan BKL kedua ini menjadi momen yang mempererat persaudaraan antarumat sekaligus menumbuhkan kerinduan untuk semakin setia hadir dalam Ekaristi dan mendengarkan Sabda Tuhan dalam kehidupan setiap hari.

Tugas Tata Bunga Lingkungan St. Gregorius untuk Misa Hari Kenaikan Yesus Kristus

Menjelang perayaan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus, umat di Lingkungan St. Gregorius kembali mempersiapkan tata bunga untuk menghiasi altar gereja. Setiap rangkaian bunga yang dibuat bukan sekadar hiasan, melainkan ungkapan doa dan persembahan kasih bagi Tuhan.

Warna liturgi putih menjadi dasar dalam rangkaian kali ini. Putih melambangkan kemuliaan, kesucian, dan sukacita atas Kristus yang naik ke surga. Keindahan bunga putih kemudian dipadukan dengan nuansa kuning yang hangat sebagai simbol harapan dan sukacita umat beriman. Sentuhan merah turut melengkapi rangkaian, melambangkan cinta, pengorbanan, dan semangat pelayanan yang hidup dalam kebersamaan umat.

Tangan demi tangan bekerja dengan penuh ketulusan. Dalam setiap proses merangkai bunga, terselip doa-doa sederhana yang dipanjatkan bagi gereja, keluarga, dan seluruh umat. Dari bunga-bunga sederhana itulah hadir keindahan yang mempersatukan pelayanan, iman, dan kasih.

Terima kasih kepada Mbak Nana, Bu Gambit, Bu Putut, dan Mbak Anin yang telah meluangkan waktu, tenaga, serta perhatian untuk menyelesaikan tata bunga Misa Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus. Semoga pelayanan kecil yang dilakukan dengan penuh kasih ini menjadi persembahan yang berkenan di hati Tuhan dan membawa sukacita bagi seluruh umat yang merayakan Ekaristi.

Setiap bunga yang dirangkai selalu membawa doa. Dalam keheningan pelayanan, Tuhan hadir melalui tangan-tangan yang bekerja dengan cinta.

DPH Stasi GMBA Maguwo Gelar Rapat Rutin Jelang Persiapan Menjadi Paroki Administratif

Maguwoharjo — Dewan Pastoral Stasi (DPS) Stasi Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo menggelar rapat koordinasi rutin pada Jumat, 15 Mei 2026 di Sekretariat GMBA. Pertemuan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus DPS, para Ketua Wilayah, serta Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr.

Rapat berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat pelayanan. Selain membahas agenda rutin pastoral bulanan, pertemuan ini juga menjadi momen penting dalam mempersiapkan berbagai hal menjelang perubahan status Stasi Gereja Maria Bunda Allah menjadi Paroki Administratif yang direncanakan pada bulan Juni mendatang.

Dalam sambutannya, Ketua Stasi GMBA, Yohanes Agung Prasetya menyampaikan harapan agar seluruh pengurus dan umat dapat terus menjaga semangat persatuan dan gotong royong dalam mendukung perkembangan Gereja. Beliau juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mempersiapkan diri menyambut perubahan status tersebut dengan penuh tanggung jawab dan sukacita pelayanan.

Pada kesempatan itu, para pengurus stasi turut menyampaikan laporan kegiatan dan laporan keuangan sebagai bentuk transparansi serta evaluasi pelayanan yang telah berjalan selama beberapa waktu terakhir. Berbagai program dan kegiatan pastoral yang telah dilaksanakan dibahas bersama guna meningkatkan pelayanan kepada umat di masing-masing wilayah.

Para Ketua Wilayah juga menyampaikan perkembangan dan kondisi wilayah masing-masing sebagai bagian dari koordinasi bersama yang disampaikan oleh Mas Heru selaku Sekretaris Stasi. Kehadiran Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr. memberikan pendampingan serta arahan pastoral bagi seluruh peserta rapat. Beliau mengajak seluruh umat untuk terus bertumbuh dalam iman, mempererat kebersamaan, dan aktif terlibat dalam kehidupan menggereja serta menyampaikan banyak masukan yang membangun.

Dengan adanya rencana peningkatan status menjadi Paroki Administratif, diharapkan Gereja Maria Bunda Allah dapat semakin berkembang dalam pelayanan pastoral serta semakin dekat dalam menjawab kebutuhan umat. Momentum ini menjadi tanda pertumbuhan dan perjalanan Gereja yang terus berkembang bersama seluruh umatnya.

Kunjungan Kasih kepada Bapak Yohanes Riyanto dalam Masa Pemulihannya

Kunjungan pada salah satu umat lingkungan Antonius yang sedang pemulihan dari sakitnya.
Kunjungan dilaksanakan pada hari Sabtu, 9 Mei 2026 pukul 16.30 wib. Dihadiri oleh 10 orang. Umat yang dikunjungi adalah Bpk. Yohanes Riyanto, kunjungan dilaksanakan di rumah beliau Perum Tapan RT 06/RW 01 No.9, Purwomartani, Kalasan, Sleman.

 

 

 

Doa Rosario Lingkungan St. Gregorius – Mendoakan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo Menjadi Paroki Administratif

Dalam suasana Bulan Maria yang penuh rahmat, umat Gereja Maria Bunda Allah Maguwo bersama-sama mengadakan doa rosario secara bergilir di 17 lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan dan doa bersama menjelang diresmikannya Gereja Maria Bunda Allah Maguwo menjadi Paroki Administratif.
Setiap lingkungan mengambil bagian dalam rangkaian doa rosario tersebut dengan penuh iman dan semangat persaudaraan. Melalui doa-doa yang dipanjatkan, umat berharap agar Gereja Maria Bunda Allah Maguwo semakin bertumbuh menjadi komunitas yang mandiri, penuh kasih, dan setia dalam pelayanan.


Pada Kamis, 7 Mei, giliran umat Lingkungan St. Gregorius yang mengadakan doa rosario bersama di gereja. Sebanyak 17 umat hadir dan dengan khusyuk mendaraskan doa rosario serta memanjatkan doa khusus bagi Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo. Suasana doa berlangsung penuh ketenangan dan pengharapan, mencerminkan semangat kebersamaan umat dalam mendukung perjalanan Gereja menuju status baru sebagai Paroki Administratif.


Selain mendaraskan doa rosario, umat juga bersama-sama mendoakan “Doa untuk Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo” yang berisi harapan agar Gereja menjadi tempat yang membawa damai, sukacita, persaudaraan, dan kesejahteraan bagi semua orang.

“Jadikanlah Gereja kami tempat yang nyaman, di mana setiap orang yang datang merasakan damai-Mu, diterima dengan kasih, dan menemukan rumah bagi setiap jiwa yang masuk ke dalamnya.”

Doa tersebut menjadi ungkapan iman sekaligus harapan seluruh umat agar Gereja Maria Bunda Allah Maguwo mampu berkembang dalam jumlah umat, mutu pelayanan, serta semangat misioner di tengah masyarakat.


Melalui rangkaian doa rosario selama Bulan Maria ini, umat diajak untuk semakin bersatu hati, mempererat persaudaraan, dan bersama-sama mempersiapkan diri menyambut hadirnya Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo. Semoga segala harapan dan doa umat dikabulkan Tuhan, sehingga Gereja Maria Bunda Allah Maguwo sungguh menjadi Gereja yang hidup, menginspirasi, dan membawa berkat bagi banyak orang.

Pelayanan Among Tamu dan Hitung Kolekte Misa Jumat Pertama – Jumat 1 Mei 2026

Pelaksanaan tugas among tamu dan hitung kolekte dalam Misa Jumat Pertama di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo pada Jumat, 1 Mei 2026 berlangsung dengan baik, tertib, dan penuh semangat pelayanan. Kehadiran para petugas membantu mendukung suasana misa yang nyaman dan khidmat bagi seluruh umat yang hadir.


Sebanyak tujuh orang bertugas dalam pelayanan among tamu. Dengan ramah dan penuh tanggung jawab, para petugas membantu menyambut umat, mengarahkan tempat duduk, serta menjaga ketertiban selama perayaan ekaristi berlangsung. Pelayanan ini menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana gereja yang hangat dan penuh kebersamaan.


Ucapan terima kasih disampaikan kepada para petugas among tamu yang telah melayani dengan tulus, yaitu Mas Yance, Mbak Nana, Bu Gambit, Bu John, Bu Erika, dan Mas Henry. Semangat pelayanan yang diberikan menjadi teladan dalam hidup menggereja dan kebersamaan umat.


Selain itu, tugas hitung kolekte juga terlaksana dengan baik dan penuh tanggung jawab. Empat orang bertugas dalam pelayanan ini untuk membantu proses penghitungan kolekte secara tertib dan teliti setelah misa selesai.


Terima kasih juga disampaikan kepada Mbak Nana, Bu Gambit, Bu John, dan Bu Erika yang telah melayani dalam tugas hitung kolekte. Semoga pelayanan yang telah diberikan menjadi berkat bagi umat dan semakin menumbuhkan semangat untuk terus berkarya dalam pelayanan gereja.


Tuhan memberkati seluruh petugas dan umat Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Sembayangan Rutin Lingkungan St. Gregorius Kadisoka – Kamis 30 April 2026

Pada Kamis malam, 30 April 2026, umat Lingkungan St. Gregorius tetap berkumpul dalam suasana penuh iman untuk mengikuti sembahyangan rutin lingkungan. Meskipun hujan deras mengguyur sejak sore hari, semangat umat untuk hadir dan berdoa bersama tidak surut. Dengan hati penuh syukur dan ketulusan, umat mengikuti seluruh rangkaian ibadat dengan khusyuk dan penuh penghayatan.

Suasana doa terasa semakin hangat ketika umat saling menyapa dan bersama-sama memuliakan Tuhan melalui doa, pujian, serta pendalaman Sabda. Hujan yang turun deras justru menjadi lambang bahwa rahmat Tuhan selalu tercurah bagi setiap pribadi yang datang kepada-Nya dengan iman.

Sabda Tuhan yang Meneguhkan

Pada pertemuan kali ini, Bacaan Pertama diambil dari Kisah Para Rasul 13:13–25. Dalam bacaan tersebut, Paulus mengingatkan perjalanan panjang karya keselamatan Allah bagi umat Israel hingga hadirnya Yohanes Pembaptis yang mempersiapkan jalan bagi Yesus Kristus. Tuhan selalu setia membimbing umat-Nya, bahkan ketika manusia sering jatuh dan tidak setia.

Sedangkan Bacaan Injil dari Yohanes 13:16–20 mengajak umat untuk belajar kerendahan hati dan pelayanan. Yesus menegaskan bahwa seorang hamba tidak lebih tinggi daripada tuannya. Barangsiapa menerima utusan Kristus, berarti menerima Kristus sendiri, dan menerima Kristus berarti menerima Allah yang mengutus-Nya.

Pesan Injil malam itu mengingatkan bahwa hidup beriman bukan hanya tentang doa dan kata-kata, melainkan juga tentang kesediaan melayani dengan tulus, tetap setia dalam tantangan, dan menghadirkan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Renungan: Seberapa Dalam Imanku kepada Tuhan?

Dalam renungan malam itu, umat diajak untuk tidak hanya mendengarkan Sabda Tuhan, tetapi juga melakukan refleksi pribadi melalui beberapa kuis sederhana untuk mengukur kedalaman iman masing-masing. Dari jawaban-jawaban kuis tersebut, umat diajak menyadari bahwa iman bukan diukur dari seberapa sering berbicara tentang Tuhan, tetapi dari seberapa besar kita mengandalkan Tuhan, melayani sesama, dan tetap setia dalam setiap keadaan.

Sembahyangan rutin malam itu menjadi pengingat bahwa hujan deras sekalipun tidak mampu memadamkan semangat umat untuk datang kepada Tuhan. Justru dalam kesederhanaan dan kebersamaan itulah iman semakin diteguhkan.

Semoga Sabda Tuhan yang telah direnungkan menjadi kekuatan bagi seluruh umat Lingkungan St. Gregorius untuk terus hidup dalam kasih, pelayanan, dan kesetiaan kepada Kristus.

Hal-Hal untuk Direnungkan Secara Pribadi :

  • Apakah aku mau melayani orang lain tanpa mengharap imbalan?
  • Dalam situasi sulit, mampukah aku tetap setia pada panggilan Kristus?
  • Bagaimana aku menunjukkan bahwa aku menerima Yesus dalam keseharian hidupku?

Laporan Pertanggungjawaban Panitia Paskah 2026 Berjalan Lancar

Maguwo – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Panitia Paskah 2026 yang dilaksanakan pada hari ini (Minggu, 3 Mei 2026) pukul 18.00 WIB. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk merefleksikan seluruh rangkaian perayaan Paskah yang telah dilaksanakan, sekaligus sebagai sarana evaluasi demi pelayanan yang semakin baik di masa mendatang.

Laporan dari Ketua Panitia


Acara dihadiri oleh panitia Paskah yang dengan antusias memberikan berbagai masukan. Beragam evaluasi yang disampaikan bersifat membangun, mencerminkan kepedulian bersama terhadap kualitas penyelenggaraan kegiatan gereja. Diskusi berlangsung dengan suasana terbuka, saling menghargai, dan berfokus pada semangat perbaikan.


Ketua Panitia Paskah 2026, Paulus Wardhana, dalam kesempatan tersebut menyampaikan laporan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban keuangan. Dalam sambutannya, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik tenaga, waktu, maupun dukungan doa sehingga rangkaian perayaan Paskah dapat berjalan dengan baik dan lancar.


Sebagai bentuk tanggung jawab dan transparansi, Ketua Panitia secara simbolis menyerahkan buku laporan pertanggungjawaban kepada Ketua Stasi, Yohanes Agung Prasetyo. Penyerahan ini menjadi tanda bahwa seluruh rangkaian tugas kepanitiaan telah diselesaikan dengan baik.


Ketua Stasi dalam sambutannya mengapresiasi kerja keras panitia serta partisipasi umat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan pelayanan yang tulus dalam setiap kegiatan gereja.


Acara kemudian ditutup dengan santap malam bersama yang telah dipersiapkan oleh tim konsumsi. Momen ini semakin mempererat kebersamaan dan menjadi penutup yang hangat bagi seluruh rangkaian kegiatan.


Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat pelayanan umat semakin bertumbuh, sejalan dengan panggilan untuk terus menjadi saksi kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.