Usia Boleh Bertambah, Semangat Jangan Berkurang

Seminar kesehatan lansia oleh bidang Guyub Rukun (bersama timpel PIUL) pada Minggu pagi, 10 Mei 2026, semakin memperdalam pengetahuan para lansia agar tetap dalam kondisi prima meski usia semakin senja.

Aktifitas harian menjadi salah satu kunci kebahagiaan bagi lansia karenanya, kesehatan perlu dijaga agar tetap bisa aktif berkegiatan.

Menurut pemaparan dr. GM Silvia Utomo, MSc, SpMK, FISQua. Semakin menua, tubuh manusia akan mengalami perubahan secara fisik dan fungsi sensorik seperti kulit yang menipis dan keriput, rambut yang memutih, kemampuan penglihatan yang menurun, pendengaran menjadi kurang sensitif atau bahkan menjadi terlalu sensitif sehingga mudah merasa berisik.

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan seperti mengurangi konsumsi garam atau natrium karena dapat mengikat cairan sehingga volume darah pada pembuluh ikut meningkat, hal ini dapat menyebabkan hipertensi.

Rutin berjalan kaki juga dapat memperlancar peredaran darah karena ketika berjalan, otot pada betis membantu memompa pembuluh sehingga peredaran darah semakin lancar.

Otot paru-paru pada usia lanjut juga akan melemah. Terkait hal itu ada penelitian bahwa kekuatan genggaman dapat mendukung kekuatan otot dada yang membantu pernafasan karenanya melatih genggaman bagi lansia sangat bermanfaat. Selain itu, menghindari polusi juga sangat membantu kesehatan pernafasan karenanya hindari membakar sampah. Sampah daun sebaiknya dijadikan kompos dan sampah plastik sebaiknya didaur ulang.

Pencernaan pada usia lanjut juga mengalami penurunan, mulai dari nafsu makan yang menurun dan kemampuan mengunyah yang berkurang. Turunnya nafsu makan biasanya karena semakin menua lidah manusia akan semakin menipis sehingga sensor perasa akan lebih terbuka, hal ini dapat menyebabkan dua hal antara menjadi lebih sensitif sehingga mudah merasa keasinan pada saat makan atau menjadi kurang sensitif sehingga sering merasa hambar saat makan.

IKHLAS adalah kunci menghadapi penuaan. IKHLAS terdiri dari Input atau asupan makanan, Kualitas tidur yang baik, Hidrasi untuk menjaga cairan tubuh, Latih otak dan otot, Aerasi atau pernafasan mendalam untuk asupan oksigen dan menenangkan pikiran, dan yang terakhir adalah Senyum untuk menghindari stress.

Akhir kata, semua orang akan menua. Namun, perlu upaya untuk menjadi tua dengan sehat dan bahagia.

Outing Calon Komuni Pertama 2026

Minggu, 8 Maret 2026, sebanyak 116 calon komper se Paroki Kalasan menjadi peserta mengikuti outing “Jalan Bersama Yesus” dengan mengunjungi Museum Misi Muntilan, PPSM Sanjaya, dan Seminari Mertoyudan

Bukan sekadar jalan-jalan tetapi juga belajar mengenal sejarah Gereja dan karya misi Keuskupan Agung Semarang. Seru, menambah ilmu, dan semakin cinta Gereja!.

Dokumentasi selengkapnya di https://www.instagram.com/reel/DVqFZu-kega/?igsh=a21tZ3p3b215dHF4

Ngabuburit Lintas Iman di Sleman, Gus Miftah dan Danrem 072 Pamungkas Serukan Perawatan Kebhinekaan

Yogyakarta – Sekitar 200 tokoh lintas agama mengikuti kegiatan ngabuburit dan orasi kebangsaan lintas iman yang digelar di Gereja Maria Bunda Allah, Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan tersebut mengusung semangat merawat kebhinekaan dan menyemai kerukunan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

Acara ini menghadirkan tokoh Islam Miftah Maulana Habiburrahman atau yang dikenal sebagai Gus Miftah, serta Danrem 072/Pamungkas Bambang Sujarwo sebagai pembicara dalam orasi kebangsaan.

turut hadir pula perwakilan dari Gereja Maria Marganingsih kalasan, perwakilan dari Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo dan perangkat pemerintahan di sekitar gereja Maria Bunda Allah

Dalam kesempatan tersebut, panitia juga membagikan 200 buku karya Gus Miftah berjudul “Merawat Kebhinekaan Menyemai Kerukunan” kepada para peserta yang hadir.

Buku tersebut lahir dari kegelisahan mendalam terhadap kondisi kebangsaan Indonesia, terutama terkait masih terjadinya berbagai kasus intoleransi yang dinilai mencederai nilai kemanusiaan dan persatuan bangsa.

Menurut Miftah Maulana Habiburrahman, berbagai peristiwa seperti perusakan rumah ibadah, penolakan pembangunan gereja, pembatasan ritual keagamaan kelompok minoritas, hingga maraknya ujaran kebencian di media sosial menjadi fenomena yang perlu mendapat perhatian serius.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi pertanyaan besar bagi bangsa yang menjunjung tinggi ideologi Pancasila serta semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kerukunan tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri. Ia harus dirawat, dijaga, dan diperjuangkan oleh seluruh elemen bangsa, baik tokoh agama, masyarakat sipil, maupun setiap warga negara,” tegas Gus Miftah.

Ia menambahkan bahwa tanpa upaya kolektif melawan intoleransi, bangsa Indonesia berisiko kehilangan rumah besar bernama Indonesia yang seharusnya menjadi tempat aman bagi semua orang untuk hidup dan beribadah sesuai keyakinannya.

Selain itu, Gus Miftah juga menekankan pentingnya literasi toleransi, khususnya di era digital. Menurutnya, ujaran kebencian di media sosial dapat memicu konflik di dunia nyata jika tidak disikapi dengan bijak.

“Literasi digital tentang toleransi harus diajarkan sejak dini, baik di sekolah maupun di keluarga, agar generasi muda menjadi agen perdamaian, bukan penyebar kebencian,” ujarnya.

Namun demikian, ia menilai literasi saja tidak cukup tanpa kehadiran negara melalui regulasi yang adil. Ia menyinggung Peraturan Bersama Menteri (PBM) Nomor 8 dan 9 Tahun 2006 yang menurutnya masih memiliki keterbatasan dalam memberikan perlindungan terhadap hak-hak kelompok minoritas.

Sementara itu, Bambang Sujarwo dalam orasi kebangsaannya menegaskan bahwa perbedaan suku, agama, dan ras merupakan identitas bangsa Indonesia yang harus dijaga bersama.

Menurutnya, toleransi harus menjadi kekuatan utama bangsa dengan cara saling menghormati dan menghargai satu sama lain, tidak hanya sebatas ucapan tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya menghimbau kepada seluruh pemeluk agama agar saling menghormati, menghargai, dan menjunjung tinggi toleransi. Jika ada permasalahan, selesaikanlah dengan musyawarah untuk menemukan jalan terbaik,” ujarnya.


Berita terkait :

https://www.klikanggaran.com/pendidikan/11516833975/ngabuburit-lintas-iman-di-gereja-sleman-gus-miftah-bagikan-200-buku-kebinekaan-dan-serukan-perlawanan-bersama-terhadap-intoleransi-di-indonesia

https://www.harian9.com/nasional/522422653/gus-miftah-orasi-kebangsaan-di-gereja-sleman-serukan-perlawanan-terhadap-intoleransi#google_vignette

https://www.melintas.id/news/347280660/meneguhkan-semangat-inklusivitas-gus-miftah-dan-pesan-persatuan-dari-mimbar-gereja-di-sleman

https://www.jatengzone.com/komunitas-event/106016833712/gus-miftah-orasi-kebangsaan-di-gereja-sleman-saat-ngabuburit-soroti-intoleransi-dan-pentingnya-menjaga-kerukunan-di-indonesia#google_vignette

https://www.g-news.id/nasional/1582422636/ngabuburit-kebangsaan-di-gereja-maguwoharjo-gus-miftah-gaungkan-perlawanan-terhadap-intoleransi

https://www.kliktimes.com/news/72916833694/gus-miftah-orasi-kebangsaan-di-gereja-sleman-serukan-perlawanan-terhadap-intoleransi

https://www.arahpublik.com/berita-publik/1257281367/gus-miftah-bagikan-buku-merawat-kebinekaan-ke-200-tokoh-lintas-agama-di-gereja-sleman-ajak-lawan-intoleransi?page=3#google_vignette

https://www.mediapriangan.com/berita/59216834090/ngabuburit-lintas-iman-di-gereja-sleman-gus-miftah-serukan-toleransi-dan-rawat-kebinekaan

https://www.redaksibaru.id/news/1702422794/ngabuburit-di-gereja-sleman-gus-miftah-serukan-perlawanan-intoleransi-di-hadapan-200-tokoh-lintas-agama

https://www.suaramerdeka.com/nasional/0416834131/ngabuburit-kebangsaan-di-sleman-gus-miftah-dan-200-tokoh-lintas-agama-serukan-pentingnya-merawat-toleransi

https://www.instagram.com/reel/DVp9unOkec7/?igsh=czE5eTNkeW9pYjVv

https://www.instagram.com/p/DVp9qN4kZU2/?igsh=YnM4ajVhMTRtYm82

Kegiatan Rapat Dewan Pastoral Stasi Harian

Jumat 20 Februari 2026, dalam rangka menyampaikan dan mengevaluasi laporan kegiatan selama bulan Februari 2026, dilaksanakan Rapat Dewan Pastoral Stasi Harian Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Rapat ini dihadiri oleh Ketua Dewan Stasi beserta jajaran pengurus harian dan para ketua bidang pelayanan serta Romo Paroki, Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr.

Pada sesi pertama, disampaikan laporan umum dari Dewan Stasi terkait pelaksanaan program kerja bulanan, koordinasi internal, serta dinamika pelayanan umat selama bulan Februari. Secara umum, kegiatan berjalan dengan baik dan mendapat partisipasi aktif dari umat.

Selanjutnya, masing-masing bidang menyampaikan laporan kegiatan sebagai berikut:

Bidang Liturgi dan Peribadatan
Melaporkan pelaksanaan perayaan misa Rabu Abu, kegiatan pertemuan Lektor, pertemuan tim koor/paduan suara lingkungan, dan rapat timpel tata bunga untuk pekan suci. Evaluasi juga dilakukan terhadap keterlibatan petugas dan kedisiplinan pelayanan.

Bidang Pewarta dan Evangelisasi
Menyampaikan kegiatan katekese, kegiatan PIA/PIR/PIOM/PIUL, persiapan sakramen, Program pendalaman iman selama masa liturgi berjalan sesuai rencana.

Bidang Paguyuban dan Persaudaraan
Melaporkan kegiatan kelompok-kelompok kategorial seperti ibu-ibu stasi, Legio Maria, serta melaporkan kegiatan dan agenda OMK St. Mikhael, Maguwo.

Bidang Kemasyarakatan
Menyampaikan keterlibatan stasi melalui timpel HAK (Hubungan antar Agama dan Kepercayaan) dalam menghadiri undangan GKJ Maguwoharjo. Kegiatan tersebut sebagai wujud kehadiran Gereja di tengah lingkungan sosial.

Bidang Penelitian dan Pengembangan
Melaporkan kegiatan review data umat, serta sinkronisasi Keuskupan Agung Semarang.

Bidang Rumah Tangga
Menyampaikan laporan terkait perawatan sarana dan prasarana gereja, kebersihan lingkungan, serta kebutuhan perlengkapan pendukung kegiatan liturgi dan pastoral.

Selain kegiatan Bidang-bidang di atas, para Ketua Wilayah juga turut menyampaikan kegiatan/kondisi terkini di lingkungan-lingkungan dalam lingkup wilayahnya masing-masing.

Bendahara Stasi juga menyampaikan laporan keuangan per 31 Januari 2026, yang meliputi pemasukan, pengeluaran, dan saldo akhir kas stasi. Laporan keuangan diterima dan dicatat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan laporan dari Panitia Pembangunan Gereja yang memaparkan perkembangan pembangunan, kondisi keuangan pembangunan, serta rencana tahapan pekerjaan selanjutnya.

Di Ambang Pintu Paroki Administratif

Pada sesi akhir rapat, disampaikan Surat Keputusan dari Keuskupan Agung Semarang mengenai status Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Berdasarkan SK yang telah disetujui sejak 1 Januari 2026, Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo resmi ditetapkan menjadi Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo.

Namun, atas permintaan pengurus stasi terdahulu, pemberlakuan status sebagai paroki administratif akan efektif mulai tanggal 2 Juni 2026 agar bertepatan dengan perayaan ulang tahun gereja. Keputusan ini diharapkan menjadi momentum pertumbuhan iman, kemandirian, dan peningkatan pelayanan pastoral bagi seluruh umat.

Pelaksanaan Pelatihan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Kegiatan Gereja

Dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola administrasi dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran belanja gereja, Dewan Harian Stasi Maguwo menyelenggarakan Pelatihan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) bagi seluruh kegiatan pelayanan yang menggunakan dana gereja.

Pelatihan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pengelolaan organisasi dan transparansi keuangan gereja, serta sebagai tindak lanjut pengembangan sistem administrasi yang diinisiasi oleh Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Stasi Maguwo. Kegiatan pelatihan dipandu dan dibimbing oleh Bapak Yohanes Suyanto selaku Kepala Bidang Litbang dibantu Bapak Andreas Keso Muda.

Materi pelatihan difokuskan pada penyusunan LPJ yang tertib, sistematis, dan akuntabel, dengan penekanan pada pengembangan sistem LPJ berbasis digital. Inisiatif ini merupakan langkah penyesuaian terhadap perkembangan teknologi informasi, dengan tujuan untuk mempermudah proses penyusunan laporan, meningkatkan keteraturan administrasi, serta mendukung proses monitoring dan evaluasi oleh bendahara gereja secara lebih efektif dan efisien.

Penerapan sistem LPJ online ini dirancang tanpa mengubah substansi, maupun alur pelaporan yang selama ini telah berjalan, sehingga tetap sejalan dengan ketentuan dan kebiasaan administrasi gereja yang berlaku. Dengan demikian, proses transisi diharapkan dapat berjalan secara bertahap dan berkesinambungan.

Peserta pelatihan terdiri dari anggota Dewan Harian Stasi Maguwo, yang selanjutnya diharapkan mampu meneruskan pemahaman dan penerapan sistem penyusunan LPJ ini kepada para koordinator tim pelayanan (timpel) di masing-masing bidang dan lingkungan.

Melalui pelatihan ini, diharapkan terwujud sistem pelaporan kegiatan dan keuangan gereja yang lebih tertib, transparan, akuntabel, serta mudah dalam pengelolaan dan pengawasan, guna mendukung pelayanan Gereja yang semakin profesional dan bertanggung jawab.

Awal Langkah Pelayanan DP Plus 2026–2028


Senin, 6 Januari 2026 diselenggarakan pertemuan perdana Dewan Pengurus Plus (DP Plus) periode 2026–2028, bertempat di Maguwo. Pertemuan ini dihadiri oleh para Ketua Lingkungan, Ketua Wilayah, serta Dewan Harian, sebagai momentum awal untuk menyatukan visi, menyamakan pemahaman, dan memperkuat koordinasi pelayanan di awal masa kepengurusan.

Pertemuan perdana ini dibuka dengan penyampaian kesan dan pengalaman menjadi ketua lingkungan maupun menjadi ketua wilayah Dalam sesi ini, para ketua lingkungan membagikan pengalaman, tantangan, serta harapan dalam menjalani peran pelayanan. Terungkap bahwa menjadi Ketua Lingkungan bukan sekadar tugas struktural, melainkan panggilan untuk melayani umat dengan ketulusan, kesabaran, dan semangat kebersamaan. Sesi ini menjadi ruang saling menguatkan dan menumbuhkan rasa solidaritas antar pengurus.

Dilanjutkan dengan penegasan arah kerja dan tanggung jawab pelayanan lingkungan dan wilayah. Dalam sesi laporan kegiatan, disampaikan bahwa setiap lingkungan dan wilayah diharapkan menyusun laporan kegiatan secara rutin setiap bulan, yang kemudian dikompilasi setiap enam bulan dalam bentuk softfile. Laporan memuat data tanggal, tempat, uraian kegiatan, jumlah peserta, serta dokumentasi foto. Selain itu, para admin dan sekretaris lingkungan diharapkan aktif mengisi dan memanfaatkan website GMBA sebagai media informasi dan dokumentasi kegiatan umat.

Selanjutnya, pertemuan membahas berbagai ketentuan administratif gereja, mulai dari ketersediaan formulir gereja, prosedur peminjaman gereja, tata cara pelaksanaan misa ujud, misa pernikahan, hingga peminjaman sarana gereja. Penjelasan ini menegaskan pentingnya tertib administrasi, menjaga kesakralan gereja, serta koordinasi yang baik antara ketua lingkungan, sekretariat stasi, dan tim pelayanan terkait.

Agenda berikutnya adalah pemaparan jadwal dan mekanisme penyetoran dana umat, meliputi APBU, GKH, TCK, dan Prolenan. Disampaikan pula mekanisme pengelolaan dan penyetoran dana agar berjalan transparan dan tepat waktu, sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam pengelolaan keuangan gereja. Selain itu, dipaparkan Rencana Sumber Dana dan Penggunaan Dana Stasi (SDPD) sebagai pedoman resmi pengelolaan keuangan, termasuk rencana pembangunan dan renovasi GMBA yang ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan tahun 2026.

Pemaparan dari tim pembangunan menjadi sesi terakhir pada pertemuan ini. Dalam sesi ini dipaparkan tentang rencana pembiayaan dan rencana bentuk fisik Gereja Maria Bunda Allah yang baru di masa mendatang.

Alkhirnya pertemuan ini ditutup dengan penekanan pada pentingnya komunikasi yang intensif antara Ketua Wilayah dan Ketua Lingkungan melalui pertemuan rutin, dokumentasi kegiatan yang baik, serta keterlibatan aktif umat dalam pelayanan. Pertemuan perdana DP Plus ini diharapkan menjadi fondasi yang kokoh bagi perjalanan pelayanan periode 2026–2028, dengan semangat sinergi, keterbukaan, dan komitmen untuk melayani umat secara berkelanjutan.

Perayaan Natal Lingkungan Santa Elisabeth

Perayaan Natal Lingkungan Santa Elisabeth – 9 Januari 2025
Dipandu oleh Ibu Maria Verawati

Pada tanggal 9 Januari 2025, lingkungan Santa Elisabeth mengadakan perayaan Natal yang penuh kebahagiaan dan kehangatan, bertempat di rumah Bapak Agus. Perayaan yang dihadiri oleh sekitar 40 orang, termasuk 7 anak-anak, ini menjadi kesempatan berharga bagi umat untuk berkumpul, berbagi sukacita, dan mempererat tali persaudaraan dalam semangat Natal. Ibu Maria Verawati dengan penuh kasih memandu jalannya acara yang berlangsung dengan penuh keceriaan.

Momen Doa Bersama

Acara dimulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ibu Maria Verawati. Dalam doanya, Ibu Maria mengajak umat untuk merenungkan makna kelahiran Yesus sebagai sumber kedamaian dan kasih bagi umat manusia.

Doa bersama diakhiri dengan harapan agar setiap orang yang hadir semakin diberkati, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun pelayanan mereka di tengah masyarakat. Suasana khusyuk ini membuat setiap orang merasa lebih dekat satu sama lain, serta dengan Tuhan yang menjadi pusat dari perayaan Natal tersebut.

Tukar Kado: Merayakan Kebersamaan

Setelah doa bersama, acara dilanjutkan dengan kegiatan yang selalu dinantikan: tukar kado. Setiap anggota lingkungan membawa hadiah yang akan ditukar secara acak, menciptakan suasana penuh kegembiraan dan tawa. Kado-kado yang dibawa sangat beragam, mulai dari barang-barang kecil yang lucu hingga barang-barang praktis yang berguna, semuanya diserahkan dengan penuh kegembiraan dan semangat Natal.

Tukar kado bukan hanya sekadar kegiatan hiburan, tetapi juga melambangkan pemberian diri yang tulus dan berbagi kebahagiaan. Kegiatan ini mengingatkan umat bahwa dalam perayaan Natal, memberi kepada sesama adalah salah satu inti dari semangat kasih yang diajarkan oleh Yesus.

Pembagian Hadiah untuk Anak-Anak

Salah satu momen yang paling dinantikan adalah pembagian hadiah untuk anak-anak. Tujuh anak yang hadir pada perayaan Natal ini menerima hadiah yang penuh kasih dari lingkungan Santa Elisabeth. Pembagian hadiah ini bukan hanya untuk menyenankan anak-anak, tetapi juga sebagai simbol harapan bagi generasi penerus gereja, agar mereka dapat tumbuh dalam iman dan kasih Tuhan.

Suasana semakin meriah saat anak-anak membuka hadiah mereka, dengan wajah yang berseri-seri penuh kegembiraan. Ini adalah momen yang menghangatkan hati setiap orang yang hadir, memperlihatkan betapa indahnya kebersamaan dalam berbagi kasih.

Suasana Kehangatan Natal

Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan penuh sukacita, ditambah dengan hidangan sederhana. Suasana kekeluargaan sangat terasa, karena setiap orang merasa seperti bagian dari satu keluarga besar. Tertawa bersama, berbagi cerita, dan saling memberikan semangat adalah bagian tak terpisahkan dari perayaan Natal ini.

Perayaan Natal lingkungan Santa Elisabeth ini menjadi lebih dari sekadar sebuah acara tradisional. Ia menjadi momen untuk mempererat hubungan antar umat, memperkuat rasa persaudaraan, dan berbagi kasih kepada sesama. Meskipun Natal sudah lewat, semangat Natal yang penuh kasih, damai, dan kebersamaan tetap terus terpatri dalam hati setiap orang yang hadir.

Penutupan

Acara perayaan Natal ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh Ibu Maria Verawati. Dalam doanya, beliau mengucap syukur atas segala berkat yang telah diterima dan memohon agar kasih Natal senantiasa hadir dalam setiap kehidupan umat lingkungan Santa Elisabeth. Acara diakhiri dengan berkat penutup oleh prodiakon lingkungan.