DPH Stasi GMBA Maguwo Gelar Rapat Rutin Jelang Persiapan Menjadi Paroki Administratif

Maguwoharjo — Dewan Pastoral Stasi (DPS) Stasi Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo menggelar rapat koordinasi rutin pada Jumat, 15 Mei 2026 di Sekretariat GMBA. Pertemuan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus DPS, para Ketua Wilayah, serta Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr.

Rapat berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat pelayanan. Selain membahas agenda rutin pastoral bulanan, pertemuan ini juga menjadi momen penting dalam mempersiapkan berbagai hal menjelang perubahan status Stasi Gereja Maria Bunda Allah menjadi Paroki Administratif yang direncanakan pada bulan Juni mendatang.

Dalam sambutannya, Ketua Stasi GMBA, Yohanes Agung Prasetya menyampaikan harapan agar seluruh pengurus dan umat dapat terus menjaga semangat persatuan dan gotong royong dalam mendukung perkembangan Gereja. Beliau juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mempersiapkan diri menyambut perubahan status tersebut dengan penuh tanggung jawab dan sukacita pelayanan.

Pada kesempatan itu, para pengurus stasi turut menyampaikan laporan kegiatan dan laporan keuangan sebagai bentuk transparansi serta evaluasi pelayanan yang telah berjalan selama beberapa waktu terakhir. Berbagai program dan kegiatan pastoral yang telah dilaksanakan dibahas bersama guna meningkatkan pelayanan kepada umat di masing-masing wilayah.

Para Ketua Wilayah juga menyampaikan perkembangan dan kondisi wilayah masing-masing sebagai bagian dari koordinasi bersama yang disampaikan oleh Mas Heru selaku Sekretaris Stasi. Kehadiran Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr. memberikan pendampingan serta arahan pastoral bagi seluruh peserta rapat. Beliau mengajak seluruh umat untuk terus bertumbuh dalam iman, mempererat kebersamaan, dan aktif terlibat dalam kehidupan menggereja serta menyampaikan banyak masukan yang membangun.

Dengan adanya rencana peningkatan status menjadi Paroki Administratif, diharapkan Gereja Maria Bunda Allah dapat semakin berkembang dalam pelayanan pastoral serta semakin dekat dalam menjawab kebutuhan umat. Momentum ini menjadi tanda pertumbuhan dan perjalanan Gereja yang terus berkembang bersama seluruh umatnya.

Jumat Bersih Ala Wilayah Loyola: Lingkungan Santa Elisabeth Turut Guyub Merawat Gereja, Hangat Mempererat Persaudaraan

Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan terasa begitu hangat dalam kegiatan Jumat Bersih yang diselenggarakan Wilayah Ignatius Loyola pada Jumat, 8 Mei 2026, di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Perwakilan umat dari 5 lingkungan di Wilayah Ignatius Loyola hadir dan bergotong royong menciptakan suasana Gereja yang bersih, nyaman, dan asri untuk seluruh umat.

Kegiatan ini melibatkan perwakilan dari Lingkungan Santa Clara, Santo Fransiskus Asisi, Santo Gabriel, Santo Yohanes Pembaptis, serta Santa Elisabeth. Kehadiran para umat semakin menambah semarak suasana guyub yang menjadi ciri khas kebersamaan Wilayah Ignatius Loyola. Dari Lingkungan Santa Elisabeth, hadir Pak Dedy, Pak Gusadi, Pak Suradi, Mbak Dita, Mas Heru, dan Mbak Vera yang dengan penuh semangat turut ambil bagian dalam kerja bakti tersebut.

Sejak kegiatan dimulai, setiap umat langsung mengambil peran masing-masing. Ada yang menyapu halaman, mengelap area dalam Gereja, membersihkan sudut-sudut ruangan, hingga merapikan lingkungan sekitar Gereja. Semua dilakukan dengan sukacita, mencerminkan semangat pelayanan, dan kebersamaan yang hidup di tengah umat.

Tidak hanya berfokus pada kebersihan, kegiatan Jumat Bersih kali ini juga diwarnai aksi peduli lingkungan. Dipimpin Ketua Wilayah, Mas Bono, beberapa bapak dan kaum muda berinisiatif mengolah sampah daun menjadi kompos. Daun-daun kering dikumpulkan lalu dicacah menggunakan mesin sebagai langkah awal pembuatan pupuk kompos. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian umat terhadap kelestarian lingkungan sekaligus pemanfaatan sampah organik secara bijak dan bermanfaat.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, suasana keakraban semakin terasa saat umat berkumpul menikmati hidangan ringan bersama di halaman belakang Gereja. Canda dan obrolan hangat mengiringi santapan sederhana seperti combro, kletikan, tahu krispi, dan donat yang menambah erat rasa persaudaraan antarumat.

Melalui kegiatan Jumat Bersih ini, Wilayah Ignatius Loyola tidak hanya membersihkan lingkungan gereja, tetapi juga menumbuhkan semangat guyub, pelayanan, dan kepedulian bersama. Semoga kebersamaan yang terjalin semakin mempererat rasa gayeng dan akrab dalam kehidupan menggereja sehari-hari.

Paskahan Lingkungan St. Elisabeth

23 April 2026, di Pendopo Mbah Cipto, Lingkungan St. Elisabeth melaksanakan Perayaan Paskahan Lingkungan Bersama. Paskahan dihadiri oleh hampir seluruh umat di Lingkungan St. Elisabeth, yaitu 38 umat. Diawali dengan sembahyangan yang dipimpin Mbak Vera.

Renungan dalam sembahyangan diambil dari Bacaan Injil Yohanes 6:44-51. Bacaan ini berisi tentang Yesus yang berkata bahwa tidak seorang pun dapat datang kepada-Nya kalau tidak ditarik oleh Bapa. Ini menunjukkan bahwa iman bukan hanya hasil usaha manusia, tetapi juga karena kasih dan panggilan Allah yang terlebih dahulu menyentuh hati kita. Tuhan selalu mencari dan mengundang setiap orang untuk datang lebih dekat kepada-Nya.

Yesus juga berkata bahwa Ia adalah “roti hidup yang turun dari surga.” Roti adalah makanan yang memberi kekuatan dan kehidupan. Namun roti yang diberikan Yesus bukan sekadar makanan jasmani, melainkan kehidupan kekal. Banyak orang mencari kebahagiaan dari harta, pujian, atau kesenangan dunia, tetapi semua itu tidak pernah benar-benar memuaskan hati manusia. Hanya Yesus yang mampu mengisi kekosongan hati dan memberi damai sejati.

Sebagai orang muda maupun keluarga Kristiani, kita sering merasa lelah menghadapi masalah, tugas, konflik, atau rasa kecewa. Dalam keadaan itu, Yesus mengajak kita datang kepada-Nya dan menjadikan-Nya sumber kekuatan hidup. Ketika kita rajin berdoa, membaca Kitab Suci, dan mengikuti Ekaristi, hati kita perlahan diperbarui oleh Tuhan.

Bacaan ini juga mengingatkan bahwa siapa yang menerima Yesus harus menjadi “roti” bagi sesama. Artinya, kita dipanggil untuk membawa kasih, penghiburan, perhatian, dan bantuan bagi orang lain. Kehadiran kita seharusnya membawa kehidupan dan sukacita, bukan luka atau kebencian.

Semoga melalui sabda hari ini, kita semakin percaya kepada Yesus Sang Roti Hidup, dan menjadikan-Nya pusat dalam hidup kita setiap hari.

Setelah Sembahyangan selesai, acara Paskahan dilanjutkan dengan pemberian tanda kasih bagi umat yang sebelumnya sempat sakit dan opname di Rumah Sakit, yaitu Pak Deddy, dan Mbah Cipto. Kemudian acara dilanjutkan dengan menyanyi bersama dan games yang menyenangkan lalu makan bersama. Acara Paskahan Lingkungan St. Elisabeth tahun ini berlangsung sangat sederhana namun sangat meriah karna banyak umat yang hadir dan bergembira bersama. Kami masing-masing bisa pulang dengan hati yang penuh kebahagiaan.

Paskahan & Temu Kaum Muda St. Mikhael di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo


Paskahan & Temu Kaum Muda St. Mikhael di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo berlangsung dengan penuh sukacita pada Sabtu, 25 April 2026, mulai pukul 12.00 hingga 20.00. Kegiatan ini dihadiri oleh Rm. Yohanes Ngatmo, Pr., para suster, serta Orang Muda Katolik Gereja Maria Bunda Allah Maguwo yang datang dengan semangat kebersamaan dan iman yang hidup.

Acara diawali dengan sesi pembekalan yang diberikan oleh para suster dan Rm. Yohanes Ngatmo, Pr. Dalam pembekalan ini, peserta diajak untuk semakin memahami panggilan sebagai Orang Muda Katolik di tengah kehidupan Gereja dan masyarakat. Materi yang disampaikan menjadi bekal berharga untuk menumbuhkan iman yang tangguh sekaligus keterlibatan aktif dalam kehidupan menggereja.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok yang mengangkat tema hidup menggereja di tengah masyarakat. Dalam suasana yang hangat dan terbuka, para peserta saling berbagi pengalaman, pandangan, serta harapan mereka sebagai generasi muda Gereja. Diskusi ini menjadi ruang refleksi sekaligus mempererat rasa persaudaraan antar peserta.

Suasana semakin meriah dengan berbagai games kebersamaan yang menghadirkan keceriaan dan memperkuat kekompakan. Tawa dan semangat kebersamaan mewarnai setiap momen, menciptakan kenangan indah yang mempererat tali persaudaraan.


Sebagai penutup, acara dilanjutkan dengan api unggun di malam hari. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, para peserta berkumpul, bernyanyi, dan merefleksikan perjalanan iman mereka. Api unggun menjadi simbol semangat yang terus menyala dalam diri Orang Muda Katolik untuk tetap setia dan aktif dalam kehidupan Gereja.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Orang Muda Katolik St. Mikhael semakin diteguhkan dalam iman, bertumbuh dalam kebersamaan, serta siap menjadi pribadi yang membawa terang dan harapan di tengah masyarakat.


Sebagai penutup, seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi momen yang tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga meneguhkan iman Orang Muda Katolik untuk terus berjalan bersama Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Semangat Paskah yang dirayakan tidak berhenti pada perayaan, tetapi dihidupi dalam tindakan nyata di tengah Gereja dan masyarakat.

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6)

Semoga melalui kegiatan ini, setiap pribadi semakin dikuatkan untuk menjadi saksi kasih Tuhan, membawa terang, dan menghadirkan damai di mana pun berada.

Menjadi Kaum Muda Katolik yang Aktif dan Berdampak

Pada tanggal 15 Maret 2026, Lingkungan St. Elisabeth menjadi tuan rumah dari berkumpulnya para kaum muda Katholik Maguwo. Pertemuan ini adalah pertemuan yang rutin dilaksanakan para kaum muda tiap sebulan sekali. Pertemuan dilaksanakan bergiliran ke tiap-tiap lingkungan se-stasi Maguwo. Kebetulan pada bulan Maret ini, lingkungan Elisabeth menjadi tuan rumah. Pertemuan dilaksanakan di Pendopo Mbah Cipto sepulang misa.

Pertemuan diikuti oleh seluruh Orang Muda Katholik yang ada di stasi Maguwo, para suster, perwakilan mantan OMK, dan perwakilan umat St. Elisabeth. Memang belum semuanya hadir, tapi sudah cukup banyak mewakili. Pertemuan berlangsung sangat hangat dan meriah. Diisi dengan sesi ramah tamah, sharring, dan game sebagai ice breaking.

Pertemuan dilaksanakan safari ke tiap-tiap lingkungan tiap bulannya agar OMK baru yang ada di lingkungan, terpanggil untuk ikut serta terlibat di kegiatan OMK stasi.
Pertemuan kaum muda Katolik merupakan salah satu wadah penting bagi generasi muda untuk bertumbuh dalam iman, mempererat persaudaraan, serta menemukan jati diri sebagai pengikut Kristus di tengah dunia modern. Dalam suasana yang penuh kebersamaan, kaum muda diajak untuk semakin mengenal Tuhan dan memahami peran mereka dalam kehidupan menggereja maupun bermasyarakat.

Sesi sharing atau berbagi pengalaman menjadi momen yang sangat berharga. Dalam sesi ini, setiap peserta diberi kesempatan untuk mengungkapkan pengalaman iman, tantangan hidup, maupun pergumulan yang sedang dihadapi. Dari sini, muncul rasa saling mendukung dan menguatkan satu sama lain sebagai satu komunitas. Tidak kalah penting, pertemuan kaum muda juga diisi dengan kegiatan kreatif dan menyenangkan, seperti games. Hal ini bertujuan agar kaum muda tidak merasa bosan, sekaligus melatih kerja sama, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab.


Melalui pertemuan ini, diharapkan kaum muda Katolik dapat semakin berani menjadi terang dan garam dunia. Mereka dipanggil untuk tidak hanya hidup bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi berkat bagi orang lain. Dengan iman yang kuat dan semangat pelayanan, kaum muda dapat membawa perubahan positif di lingkungan sekitar.
Akhirnya, pertemuan ditutup dengan doa penutup sebagai ungkapan syukur atas kebersamaan yang telah terjalin. Harapannya, setiap peserta pulang dengan hati yang dikuatkan dan semangat baru untuk menjalani kehidupan sehari-hari sesuai dengan ajaran Kristus.

Misa Persiapan TKA SD KANISIUS Sleman Timur


Pada hari Jumat, 17 April 2026, keluarga besar SD Kanisius Sleman Timur menyelenggarakan Misa Persiapan Tes Kompetensi Akademik (TKA) bagi siswa kelas VI. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo, serta dihadiri oleh orang tua/wali murid dan para tenaga pembimbing


Misa ini menjadi sarana pembinaan rohani sekaligus penguatan mental bagi para siswa dalam menghadapi TKA. Dalam suasana doa yang tenang dan reflektif, para siswa diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, memohon bimbingan, serta meneguhkan niat untuk menjalani ujian dengan jujur, percaya diri, dan penuh tanggung jawab.


Salah satu momen yang paling menyentuh dalam perayaan ini adalah prosesi pemberian restu dari orang tua kepada putra-putrinya. Dengan penuh kasih, para orang tua memberikan doa, dukungan, dan harapan terbaik bagi anak-anak mereka. Suasana haru pun terasa ketika siswa menerima restu sebagai bekal spiritual dalam menghadapi ujian yang akan datang.

Kehadiran orang tua dan tenaga pembimbing dalam misa ini menjadi wujud nyata sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi perkembangan siswa, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan iman.


Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa kelas VI semakin siap menghadapi TKA dengan hati yang tenang, iman yang kuat, dan semangat yang tinggi. Semoga setiap usaha yang telah dilakukan membuahkan hasil yang terbaik serta menjadi langkah awal menuju jenjang pendidikan selanjutnya.



Semangat iman dalam perayaan ini diteguhkan melalui kutipan Kitab Suci dari Amsal 3:5-6: “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” Ayat ini menjadi pengingat bagi para siswa untuk senantiasa mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah mereka, termasuk dalam menghadapi TKA.


Pesona Kebaya Nusantara dalam Peringatan Hari Kartini

Suasana penuh kehangatan dan keceriaan mewarnai Pertemuan Rutin sekaligus Lomba Kartinian Paguyuban Ibu-Ibu Stasi Gereja Maria Bunda Allah Maguwo yang diselenggarakan pada Selasa sore, 14 April 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh 63 peserta yang dengan antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Pertemuan dipimpin oleh Ibu MM. Tri Hesti Andriani, yang dengan penuh semangat mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya menjadikan pertemuan ini sebagai ajang berkumpul, tetapi juga sebagai sarana mempererat persaudaraan serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya bangsa.

Mengusung tema “Pesona Kebaya Nusantara: Menampilkan gaya khas Indonesia dengan nuansa Kebaya Nusantara”, para peserta tampil anggun dan memukau dalam balutan kebaya dari berbagai daerah. Ragam warna, motif, dan model kebaya yang dikenakan mencerminkan kekayaan budaya Indonesia yang begitu indah dan beragam. Setiap peserta menampilkan pesona dan karakter masing-masing, sehingga menciptakan suasana yang semarak dan penuh apresiasi terhadap warisan budaya.

Lomba Kartinian menjadi salah satu puncak acara yang dinanti. Tidak hanya dinilai dari keindahan busana, tetapi juga dari kepercayaan diri, ekspresi, serta kemampuan peserta dalam menampilkan keanggunan wanita Indonesia. Kegiatan ini menjadi momen yang menyenangkan sekaligus membangkitkan semangat emansipasi wanita dalam bingkai budaya dan iman.

Selain perlombaan, pertemuan ini juga menjadi ruang kebersamaan yang hangat. Canda tawa, kebersamaan, dan semangat kekeluargaan begitu terasa, memperkuat ikatan antaranggota paguyuban.

Melalui kegiatan ini, para ibu tidak hanya merayakan semangat Kartini, tetapi juga meneguhkan peran mereka sebagai perempuan Katolik yang aktif, kreatif, dan penuh kasih dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

Semoga semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya ini terus terjaga dan berkembang dalam setiap langkah pelayanan ke depan.

Misa Syukur Hari Minggu Kerahiman Ilahi

Minggu, 12 April 2026. Dalam suasana penuh rahmat dan sukacita, sebanyak 202 devosan dari Kevikepan Yogyakarta Timur berkumpul untuk merayakan Hari Minggu Kerahiman Ilahi. Perayaan ini menjadi momen istimewa untuk semakin menyelami kasih Allah yang tanpa batas, yang senantiasa terbuka bagi setiap hati yang bertobat dan percaya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penerimaan Sakramen Tobat, sebagai wujud kerendahan hati umat dalam memohon pengampunan dan pembaruan diri. Dalam keheningan pengakuan dosa, setiap pribadi diajak untuk kembali kepada Tuhan dengan hati yang tulus, membuka diri terhadap rahmat kerahiman-Nya.

Puncak perayaan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Rm. Ignatius Fajar Kristianto, PR bersama Rm. FX Murdi Susanto, PR. Dalam homili yang mendalam, umat diingatkan bahwa kerahiman Allah bukan hanya untuk dirayakan, tetapi juga untuk dihidupi dan dibagikan kepada sesama.

Hari Minggu Kerahiman Ilahi menjadi kesempatan istimewa bagi umat untuk memperoleh indulgensi penuh, sebagaimana dijanjikan oleh Tuhan Yesus kepada Santa Faustina. Rahmat ini menjadi tanda nyata betapa besar kasih Allah yang ingin memulihkan dan menyelamatkan umat-Nya secara utuh.

Perayaan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perutusan. Setiap devosan diutus untuk menjadi saluran kerahiman Allah di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat. Dengan semangat kasih, pengampunan, dan kepedulian, umat dipanggil untuk menghadirkan wajah Allah yang penuh belas kasih di dunia.

Mari kita terus hidup dalam semangat Kerahiman Ilahi: mengampuni tanpa batas, mengasihi tanpa syarat, dan melayani dengan tulus. Karena melalui kita, kasih Allah dapat semakin nyata dirasakan oleh sesama.

Katekese Liturgi Bulan April 2026

Katekese Liturgi Bulan April 2026 dengan tema “Imamat Jabatan dan Imamat Rajawi: Saling Melengkapi dalam Pelayanan”
Dalam Gereja, kita mengenal dua bentuk partisipasi dalam imamat Kristus, yaitu imamat jabatan dan imamat rajawi. Keduanya berasal dari Kristus yang sama, namun dijalankan dengan cara berbeda dan saling melengkapi, terutama dalam perayaan Ekaristi (bdk. Pedoman Umum Missale Romawi 4–41, 91, 95–96).

  1. Imamat Jabatan dijalankan oleh para pelayan tertahbis, yakni imam dan diakon. Imam memimpin perayaan Ekaristi dan bertindak dalam pribadi Kristus (in persona Christi), mempersembahkan kurban kepada Allah serta membimbing umat dalam doa dan hidup iman. Diakon membantu dalam pelayanan Sabda, altar, dan kasih. Pelayanan mereka hadir untuk melayani dan membangun umat Allah, bukan menggantikan umat.
  2. Sementara itu, Imamat Rajawi adalah panggilan seluruh umat beriman yang diterima melalui baptisan. Umat dipanggil menjadi umat kudus yang mempersembahkan hidupnya sebagai kurban rohani. Dalam liturgi, umat tidak hanya hadir, tetapi berpartisipasi aktif melalui doa, nyanyian, mendengarkan Sabda, serta mempersembahkan diri bersama Kristus.
  3. Perayaan Ekaristi adalah tindakan seluruh Gereja, bukan hanya imam. Setiap orang memiliki peran yang khas dan dipanggil untuk melaksanakannya dengan tepat—tidak kurang dan tidak lebih. Imam, petugas liturgi, dan umat bersama-sama membentuk satu kesatuan yang harmonis dalam memuliakan Allah.
    Dengan demikian, imamat jabatan dan imamat rajawi saling melengkapi: imam memimpin dan menguduskan, umat menanggapi dan menghidupi. Dalam kesatuan ini, Gereja sungguh menjadi tanda kehadiran Kristus di dunia.

Pemahaman ini mengajak para pelayan liturgi untuk melayani dengan sukacita dan kesadaran iman. Ketika setiap orang menjalankan perannya dengan benar, liturgi menjadi sumber kebahagiaan rohani dan menghadirkan kesejahteraan batin bagi seluruh umat.

Jangan Tutup Mata: Saatnya Peduli dan Berbagi Kasih kepada Sesama

Dalam rangka menghayati masa prapaskah, umat Lingkungan Theresia mengadakan pertemuan APP 3 (Aksi Puasa Pembangunan) dengan tema “Meninggalkan Sikap Ketidakpedulian dan Mengembangkan Tanggung Jawab Sosial”. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2026 dan bertempat di rumah Bapak Suroyo, dalam suasana yang penuh kebersamaan, kesederhanaan, dan kekeluargaan.

Pertemuan ini diikuti oleh umat Lingkungan Theresia bersama para pengurus yang dengan penuh antusias hadir untuk berdoa dan mendalami iman. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengajak umat untuk semakin menyadari bahwa setiap rahmat dan berkat yang telah diterima dari Tuhan merupakan sumber daya yang berharga, yang seharusnya dimanfaatkan untuk menghadirkan kebaikan, terutama bagi mereka yang membutuhkan.

Kegiatan diawali dengan doa pembuka, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Suci dari Injil Lukas 16:19-31 tentang kisah Orang Kaya dan Lazarus. Dalam bacaan tersebut, digambarkan bagaimana seorang kaya hidup dalam kemewahan, namun tidak memiliki kepedulian terhadap Lazarus yang menderita di depan pintunya. Kisah ini menjadi pengingat bagi umat bahwa sikap ketidakpedulian bukanlah hal sepele, melainkan dapat membawa manusia pada dosa karena mengabaikan kesempatan untuk berbuat kasih.

Melalui permenungan dan sharing iman, umat diajak untuk melihat kembali kehidupan sehari-hari: apakah selama ini sudah peduli terhadap sesama, atau justru masih sering mengabaikan orang-orang yang membutuhkan di sekitar. Kesadaran ini menjadi penting, sebab keengganan untuk menggunakan berkat yang dimiliki demi kebaikan bersama merupakan bentuk nyata dari sikap tidak peduli.

Pertemuan diakhiri dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus komitmen umat untuk mulai hidup lebih peduli dan bertanggung jawab secara sosial. Diharapkan melalui APP 3 ini, umat semakin tergerak untuk meninggalkan sikap ketidakpedulian dan menjadikan setiap rahmat Tuhan sebagai sarana untuk berbagi kasih, sehingga kehadiran mereka sungguh membawa kebaikan bagi sesama.