ARAH DASAR ( ARDAS ) IX KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG


 

MENJADI GEREJA YANG BAHAGIA, MENGINSPIRASI, DAN MENYEJAHTERAKAN

Arah Dasar ke-9 Keuskupan Agung Semarang untuk tahun 2026-2030 KAS

Umat Allah Keuskupan Agung Semarang (KAS) adalah persekutuan paguyuban-paguyuban murid Kristus yang dalam bimbingan Roh Kudus berjalan bersama melaksanakan perutusan
Yesus Sang Guru mewartakan Kerajaan Allah di dunia dengan memperjuangkan hidup yang sejahtera dan bermartabat demi terwujudnya peradaban kasih.

Saat ini bangsa Indonesia terus berjuang mewujudkan tatanan kehidupan bersama berdasarkan Pancasila, terutama mengusahakan kesejahteraan yang berkeadilan, penghormatan hak asasi manusia, kehidupan demokrasi yang partisipatif, kehidupan beragama yang inklusif, dan kelestarian lingkungan.

Dalam kesatuan dengan gerak bangsa tersebut, Umat Allah KAS melibatkan diri sebagai Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan mensejahterakan dalam seluruh gerak pastoralnya. Untuk mewujudkannya,  Umat Allah KAS dengan berbagai karisma:
a. mengembangkan formatio iman yang fundamental, eklesial, total, dan integral serta terarah kepada hidup beriman yang cerdas, tangguh, misioner, dan dialogis;
b. mengambil langkah pertama untuk mewujudkan hidup bermasyarakat yang lebih menghormati hak asasi manusia, mengedepankan aneka dialog, dan melestarikan keutuhan ciptaan;
c. membangun semangat bela rasa dan kerjasama dengan semua pihak di pelbagai bidang untuk meningkatkan mutu kehidupan bersama terutama saudara-saudari yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD).
d. mengembangkan reksa pastoral yang efektif dan adaptif dengan kemajuan teknologi. Umat Allah KAS dengan tulus, setia, dan rendah hati bertekad bulat melaksanakan upaya tersebut, serta mempercayakan diri pada penyelenggaraan ilahi seturut teladan Maria, hamba Allah dan bunda Gereja.

Allah yang memulai pekerjaan baik di antara kita akan menyelesaikannya (bdk. Flp 1:6).

Rekoleksi Keluarga Katolik

Di tengah tantangan zaman modern, keluarga Katolik dipanggil untuk tetap menjadi oasis kasih dan iman. Rekoleksi ini menjadi momen berharga untuk kembali menimba kekuatan rohani, memperdalam komunikasi, dan meneguhkan komitmen hidup berkeluarga dalam terang Kristus.

Oleh karena itu, perlu diperdalam secara berkala. Salah satu sarana adalah mengikuti rekoleksi atau seminar tentang keluarga Katolik.

Kami mengundang Bpk, Ibu, Sdr, Sdri untuk mengikuti Rekoleksi Keluarga Katolik dengan tema “Keluarga Katolik yang Tangguh, Bersukacita dalam Iman dan Kasih”

Bersama Rm. Yeremias Balapito Duan, MSF
Ketua Komisi Keluarga KAS 2013 – 2021

Minggu, 9 November 2025
Pukul 09.00 – 14.00 WIB
di Gereja Maria Bunda Allah Stasi Maguwo

Kontribusi:

Biaya Rp 25.000 / orang
Transfer ke rekening Bank Mandiri a/n Chatarina Suntiana
Nomor Rekening: 13700 – 6809 – 9999

(Max 31 Oktober 2025)

Registrasi & Kontak Person:

KENALI APA ITU HIPERTENSI


Apa itu Hipertensi?

Hipertensi di Indonesia umumnya didefinisikan jika tekanan darah ≥140/90 mmHg pada dua kali pemeriksaan berbeda.

Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi kesehatan yang membahayakan nyawa jika dibiarkan.

Bahkan, gangguan ini dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, hingga kematian.

Istilah tekanan darah sendiri bisa digambarkan sebagai kekuatan dari sirkulasi darah terhadap dinding arteri tubuh yang merupakan pembuluh darah utama.

Besarnya tekanan yang terjadi bergantung pada resistensi dari pembuluh darah dan seberapa intens jantung untuk bekerja.

Seseorang dapat mengalami tekanan darah tinggi apabila semakin banyak darah yang dipompa oleh jantung dan akibat sempitnya pembuluh darah pada arteri.

Hipertensi dapat diketahui dengan pemeriksaan rutin pada tekanan darah. Hal ini direkomendasikan untuk dilakukan setiap tahun oleh semua orang dewasa.

Pembacaan tekanan darah dilakukan dalam satuan milimeter air raksa (mmHg). Hasil pemeriksaan akan terbagi menjadi dua nomor, yaitu:

  • Angka pertama atau sistolik mewakili tekanan dalam pembuluh darah ketika jantung berkontraksi atau berdetak. 
  • Angka kedua atau diastolik mewakili tekanan di dalam pembuluh darah ketika jantung beristirahat di antara detaknya.

Seseorang bisa dikatakan mengalami hipertensi jika angka tekanan darah sistolik dari pengukuran selama dua kali berturut-turut memperlihatkan hasil yang lebih besar dari 140 mmHg, dan/atau angka tekanan darah diastolik menunjukkan hasil yang lebih besar dari 90 mmHg.

Hipertensi terbagi menjadi dua jenis, yaitu hipertensi primer dan sekunder. Berikut penjelasan tentang penyebab hipertensi ini:

1. Hipertensi Primer

Sering kali, penyebab terjadinya hipertensi pada kebanyakan orang dewasa tidak dapat diidentifikasi.

Hipertensi primer cenderung berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun yang akhirnya semakin parah jika tidak dilakukan penanganan.

2. Hipertensi Sekunder

Beberapa orang memiliki tekanan darah tinggi karena alami kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Hipertensi jenis ini cenderung terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan tekanan darah lebih tinggi dibandingkan hipertensi primer.

Berbagai kondisi yang dapat menyebabkan hipertensi sekunder, antara lain:

  • Obstruktif Sleep Opnea (OSA).
  • Masalah ginjal.
  • Tumor kelenjar adrenal.
  • Masalah tiroid
  • Cacat bawaan di pembuluh darah.
  • Obat-obatan, seperti pil KB, obat flu, dekongestan, obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas. 
  • Obat-obatan terlarang.

Faktor Risiko Hipertensi

Memang faktor risiko untuk alami hipertensi berbanding lurus dengan usia.

Seseorang yang memiliki usia lebih tua memiliki kemungkinan lebih besar untuk alami hipertensi.

Beberapa faktor risiko lainnya yang dapat meningkatkan terjadinya hipertensi adalah:

  • Memiliki usia di atas 65 tahun.
  • Sering mengonsumsi makanan tinggi garam berlebihan.
  • Alami kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Adanya riwayat keluarga dengan kondisi medis yang sama.
  • Kurang mengonsumsi buah dan sayuran.
  • Tidak aktif secara fisik atau jarang berolahraga.
  • Mengonsumsi terlalu banyak makanan atau minuman yang mengandung kafein.
  • Memiliki kebiasaan merokok.
  • Banyak mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Stres. Tingkat stres yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara.
  • Alami kondisi kronis tertentu, seperti penyakit ginjal, diabetes, atau sleep apnea.

Perlu dipahami juga terkadang kehamilan juga dapat menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi.

Selain itu, gangguan ini juga dapat terjadi pada anak-anak yang biasanya disebabkan masalah pada ginjal atau jantung.

Pengaruh gaya hidup yang buruk juga semakin memperparah masalah ini. 

Meski demikian, kamu dapat menurunkan atau bahkan mencegah risiko terjadinya hipertensi dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dan mengatur pola makan secara rutin.

Pastikan untuk memenuhi asupan gizi pada tubuh agar tetap sehat, konsumsi air putih setiap hari, dan berolahraga secara teratur.

Lengkapi juga dengan mengonsumsi suplemen atau vitamin untuk menjaga tubuh agar tetap sehat.

Gejala Hipertensi

Seseorang yang mengidap hipertensi akan merasakan beberapa gejala yang timbul, antara lain:

  • Sakit kepala.
  • Mimisan.
  • Masalah penglihatan.
  • Nyeri dada.
  • Telinga berdengung.
  • Sesak nafas
  • Aritmia.

Untuk hipertensi yang berat gejalanya bisa berupa: 

  • Kelelahan.
  • Mual dan/atau muntah.
  • Kebingungan.
  • Merasa cemas
  • Nyeri pada dada.
  • Tremor otot.
  • Adanya darah dalam urine.

Diagnosis Hipertensi

Dokter akan mengajukan pertanyaan tentang riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik.

Setelah itu, dokter alat untuk mengukur tekanan darah dengan menggunakan alat pengukur tekanan. 

Hasil pengukuran tekanan darah dibagi menjadi empat kategori umum:

  • Tekanan darah normal adalah tekanan darah di bawah 120/80 mmHg.
  • Prahipertensi adalah tekanan sistolik yang berkisar dari 120–139 mmHg, atau tekanan darah diastolik yang berkisar dari 80–89 mmHg. Prahipertensi cenderung dapat memburuk dari waktu ke waktu.
  • Hipertensi tahap 1 adalah tekanan sistolik berkisar 140–159 mmHg, atau tekanan diastolik berkisar 90–99 mm Hg.
  • Hipertensi tahap 2 tergolong lebih parah. Hipertensi tahap 2 adalah tekanan sistolik 160 mmHg atau lebih tinggi, atau tekanan diastolik 100 mmHg atau lebih tinggi.
  • Krisis hipertensi. Hasil pengukuran tekanan darah lebih tinggi dari 180/120 mmHg. Kondisi ini termasuk situasi darurat yang memerlukan perawatan medis segera. Apabila kamu mendapatkan hasil ini saat mengukur tekanan darah di rumah, tunggu lima menit dan tes ulang. Jika alami gejala hipertensi, ada baiknya segera mendapatkan pemeriksaan di rumah sakit.

Apabila hasilnya masih samar, biasanya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang guna memastikan diagnosis.

Metodenya dapat melalui:

  • Pemantauan rawat jalan. Tujuannya untuk memeriksa tekanan darah secara teratur selama 6 hingga 24 jam.
  • Tes kadar kolesterol. Untuk memeriksa kondisi yang dapat menyebabkan atau memperburuk tekanan darah tinggi. 
  • Tes gula darah. Tujuannya untuk mengetahui resistensi insulin yang dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah, dan berkontribusi pada pengembangan hipertensi.
  • Elektrokardiogram (EKG). Caranya dengan mengukur aktivitas listrik jantung dan mengetahui seberapa cepat atau lambat jantung berdetak.
  • Ekokardiogram. Pemeriksaan non-invasif ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran detail detak jantung. Ini menunjukkan bagaimana darah bergerak melalui jantung dan katup jantung.
  • Pemeriksaan fungsi tiroid. Tujuannya untuk menilai fungsi kelenjar tiroid yang dapat memengaruhi tekanan darah.
  • Pemeriksaan urine. Fungsinya untuk mengidentifikasi adanya protein, darah, atau zat lain yang dapat mengindikasikan hipertensi, termasuk kerusakan ginjal.

Jika kamu sering merasakan sakit kepala, masalah penglihatan, nyeri dada, sesak napas, hingga telinga berdengung, mungkin sudah saat kamu melakukan medical check up, Tujuannya, untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh sehingga masalah kesehatan dapat dideteksi secara dini.

sumber : Apa itu Hipertensi? Gejala, Penyebab & Pengobatan – Halodoc

Bersyukur dalam Gerak, Bersatu dalam Sukacita: Senam Lansia Perdana Stasi Maguwo


Sabtu 4 oktober 2025, pagi hari yang penuh berkat, Stasi Maguwo memulai sebuah langkah baru dalam pelayanan pastoral umat lanjut usia. Melalui prakarsa TIM PIUL Stasi Maguwo, diadakanlah kegiatan senam lansia perdana yang berlangsung dengan penuh semangat dan sukacita.

Sejak pagi, sekitar 40 orang lansia sudah hadir dengan wajah penuh kegembiraan. Meski usia mereka tidak lagi muda, semangat yang terpancar begitu luar biasa. Kehadiran mereka menjadi tanda nyata bahwa tubuh adalah bait Roh Kudus, yang patut dirawat dengan sukacita dan syukur.

Dipandu oleh Bapak Kusno, acara senam dimulai dengan gerakan pemanasan sederhana. Lalu, dilanjutkan dengan senam Ling Tien Kung, sebuah rangkaian gerakan lembut yang berasal dari negeri Tiongkok dan sangat cocok bagi lansia. Gerakan demi gerakan dijalani dengan penuh kesungguhan. Bukan sekadar menggerakkan tubuh, tetapi juga melatih ketenangan batin, kelenturan jiwa, dan kesadaran akan anugerah kesehatan yang masih diberikan Tuhan.

Keceriaan begitu terasa. Sesekali tawa kecil terdengar ketika ada peserta yang salah gerakan atau agak terlambat mengikuti. Namun, justru di situlah keindahannya: dalam kebersamaan, semua perbedaan dirangkul dengan sukacita. Senam ini bukan hanya untuk menguatkan jasmani, tetapi juga untuk mempererat tali persaudaraan umat beriman di Stasi Maguwo.

Setelah sesi senam, para peserta diajak beristirahat sejenak. Suasana menjadi semakin hangat ketika alunan lagu “Jogja Istimewa” mengiringi kebersamaan. Lagu itu seakan menjadi simbol bahwa kebersamaan umat, khususnya para lansia, adalah sesuatu yang istimewa dan patut dirayakan dengan penuh rasa syukur.

Kegiatan ini menjadi tanda nyata bahwa Gereja bukan hanya tempat berdoa, tetapi juga ruang hidup bersama yang menghadirkan sukacita, kesehatan, dan persaudaraan. Senam lansia perdana ini menjadi awal yang penuh harapan. Semoga dapat dilaksanakan secara rutin, sehingga para lansia senantiasa diberi semangat untuk menjaga kesehatan, merawat tubuh sebagai anugerah Allah, serta memperdalam persaudaraan dalam iman.

Akhirnya, kegiatan sederhana ini menjadi sebuah ungkapan syukur: bahwa di usia senja sekalipun, umat tetap dapat menghadirkan semangat hidup, kebahagiaan, dan doa dalam setiap gerakan tubuh. Dengan tubuh yang sehat dan hati yang gembira, para lansia Stasi Maguwo pun diajak untuk terus memuliakan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Misa Penyegaran Janji Pernikahan


Pada hari yang penuh berkah, Gereja Maria Bunda Allah menjadi saksi  kebahagiaan para pasangan suami istri. Misa Penyegaran Janji Perkawinan, yang secara khusus diadakan untuk pasutri yang menikah pada bulan Juli hingga September, menjadi momen istimewa untuk kembali menghidupkan janji suci mereka.

Di bawah bimbingan Romo FX Murdi Susanto, Pr., suasana misa terasa hangat dan sakral. Romo FX Murdi Susanto, Pr., dengan penuh hikmat, mengajak setiap pasangan untuk merenungkan kembali perjalanan cinta mereka, dari awal mula mengikat janji di hadapan Tuhan hingga melewati berbagai tantangan dan suka duka kehidupan. 

Para pasutri yang hadir memancarkan aura kebahagiaan dan syukur yang mendalam. Dengan hati yang tulus, mereka kembali mengucapkan janji setia, memperbaharui komitmen untuk saling mengasihi, menghormati, dan mendukung satu sama lain dalam suka maupun duka. Momen ini bukan sekadar ritual, melainkan pengingat bahwa cinta sejati terus bertumbuh dan diperbaharui.

Misa berjalan dengan lancar, diiringi doa dan nyanyian yang merdu. Setelah misa usai, para pasutri saling bertukar senyum, wajah mereka dipenuhi kelegaan dan kebahagiaan. Mereka merasakan kembali kekuatan janji pernikahan yang telah diteguhkan di hadapan Tuhan, siap melanjutkan perjalanan hidup bersama dengan cinta yang lebih dalam.

Ini adalah perayaan cinta dan kesetiaan yang menginspirasi, menunjukkan bahwa janji pernikahan adalah anugerah yang harus selalu disyukuri dan dijaga.

 

Dari Sampah Jadi Energi: Cerita Tim KCLH Maguwo di Workshop Laudato Si


Minggu, 21 September 2025, perwakilan Tim KCLH Stasi Maguwo ikut hadir di acara Peringatan 10 Tahun Ensiklik Laudato Si’ Paus Fransiskus. Kegiatan ini digelar di Rumah Pengolahan Sampah Plastik Pirolisis, Cupuwatu II – Kalasan, sekaligus jadi bagian dari gerakan global Musim Penciptaan (1 September–4 Oktober). Acara berlangsung dari jam 09.00 sampai 12.00 WIB, penuh dengan edukasi dan praktik nyata.

Topik utama yang dibahas adalah pengelolaan sampah plastik dengan teknologi pirolisis. Jadi, plastik yang biasanya cuma numpuk atau dibakar bisa diubah jadi energi: bensin, solar, minyak tanah, sampai briket. Pegiat lingkungan Fransisca Supriyani Wulandari menjelaskan, pirolisis jauh lebih ramah lingkungan ketimbang insinerator atau sekadar dibakar, karena pembakaran plastik justru bikin polusi makin parah. Hasil pirolisis ini juga tidak dijual, tapi dipakai untuk operasional dan edukasi masyarakat.

Beliau juga mengingatkan kalau krisis plastik makin serius karena kita masih terbiasa pakai plastik sekali pakai (sedotan, cup, kresek), dan belum disiplin memilah sampah. Sementara itu, Agustinus Irawan menyoroti krisis air bersih di Sleman. Berdasarkan penelitian 2022–2024, hampir semua mata air di Sleman tercemar bakteri E.coli. Penyebabnya mulai dari pupuk kandang yang tidak difermentasi sampai limbah cair rumah tangga yang masuk sungai. Ditambah lagi, tren minuman sekali pakai seperti es teh jumbo nyumbang banyak sampah plastik.

Dari sisi gereja, Kianto Atmodjo dari Tim Laudato Si Universitas Atma Jaya Yogyakarta mengenalkan konsep Paroki Hijau. Artinya, paroki-paroki didorong untuk lebih ramah lingkungan: mulai dari mengganti bunga potong dengan tanaman hidup, mengurangi plastik dalam liturgi dan kegiatan gereja, sampai mengelola sampah lewat bank sampah paroki. Menurutnya, ini bukan cuma soal kesadaran, tapi soal keterampilan dan kebiasaan hidup bertanggung jawab. Beberapa paroki yang sudah menerapkan bank sampah bahkan bisa mengumpulkan puluhan juta rupiah dari hasil pengelolaan.

Acara ditutup dengan semangat bahwa menjaga bumi adalah panggilan iman. Dari hal sederhana seperti mengurangi plastik, tidak membuang sampah sembarangan, sampai mendukung program paroki hijau. Semua itu jadi bentuk nyata kita ikut mewujudkan ajakan Laudato Si: merawat bumi sebagai rumah bersama.

dikutip dari :

Workshop Pirolisis Dorong Solusi Nyata Sampah Plastik dalam Peringatan 10 Tahun Laudato Si – Keuskupan Agung Semarang

Pemilihan Ketua Paguyuban Ibu-Ibu Stasi Maguwo: Menghidupi Semangat Pelayanan dan Persaudaraan


Hari Minggu, 14 September 2025, menjadi momen bersejarah bagi Paguyuban Ibu-Ibu Stasi Maguwo. Bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo, dilaksanakan pemilihan ketua paguyuban yang baru. Kegiatan ini diwarnai suasana penuh sukacita, kekeluargaan, dan semangat kebersamaan dalam pelayanan.

Paguyuban Ibu-Ibu Stasi Maguwo merupakan wadah yang senantiasa menjadi tulang punggung dalam berbagai kegiatan gereja: mulai dari doa bersama, pendampingan anak-anak, dukungan dalam liturgi, hingga kegiatan sosial yang menyentuh banyak umat. Karena itu, pemilihan ketua baru bukanlah sekadar rutinitas organisasi, melainkan juga panggilan untuk terus menghadirkan wajah Gereja yang hidup, penuh cinta, dan melayani.

Dalam kesempatan ini, dua calon maju untuk mengemban tugas kepemimpinan, yaitu:

  1. Ibu MM. Tri Hesti Andriani dari Lingkungan Bartholomeus
  2. Ibu Oktavia Sarhesti Padmini dari Lingkungan Monica

Keduanya dikenal aktif, berdedikasi, dan memiliki semangat yang tinggi dalam mendukung kehidupan menggereja. Proses pemilihan berlangsung dengan tertib, lancar, serta didasari semangat persaudaraan kristiani. Setiap suara yang diberikan menjadi tanda kepercayaan sekaligus doa agar siapapun yang terpilih mampu melayani dengan penuh kasih.

Hasil pemilihan menetapkan Ibu MM. Tri Hesti Andriani dari Lingkungan Bartholomeus sebagai Ketua Paguyuban Ibu-Ibu Stasi Maguwo periode 2026–2028. Beliau diharapkan dapat membawa paguyuban semakin maju, solid, dan mampu menjadi garda depan dalam menggerakkan kaum ibu untuk terlibat dalam pelayanan Gereja.

Momentum ini sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh anggota paguyuban agar tidak berhenti melangkah bersama. Ketua hanyalah seorang penggerak, namun keberhasilan pelayanan terletak pada kerja sama, kesetiaan, dan kerendahan hati seluruh anggota. Dengan demikian, Paguyuban Ibu-Ibu Stasi Maguwo dapat terus menjadi teladan iman, harapan, dan kasih di tengah keluarga maupun lingkungan.

Semoga Roh Kudus senantiasa menuntun langkah kepemimpinan yang baru ini, sehingga setiap karya dan pelayanan senantiasa memuliakan nama Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama.

Tahun Yubileum 2025

Pengertian

Tahun Yubileum 2025 adalah Tahun Suci yang diumumkan oleh Paus Fransiskus untuk Gereja Katolik sedunia. Perayaannya akan berlangsung di Roma dan seluruh dunia mulai 24 Desember 2024 hingga 6 Januari 2026 dengan tema “Peziarah Harapan” (Pilgrims of Hope).

Dalam tradisi Katolik, Yubileum dirayakan setiap 25 tahun sebagai masa rahmat khusus, pertobatan, dan pembaruan iman. Umat diundang untuk:

  1. Berziarah, terutama ke Basilika di Roma atau tempat ziarah lokal.
  2. Mengalami pengampunan dosa secara mendalam (melalui Sakramen Tobat).
  3. Menghidupi harapan Kristen dalam kehidupan sehari-hari, terutama lewat kasih, keadilan, dan solidaritas.

Tahun Yubileum 2025 adalah momen bagi umat Katolik untuk memperbarui iman, meneguhkan harapan, dan menjadi saksi kasih Tuhan di tengah dunia.

Doa Tahun Yubileum

Bapa yang ada di surga,
semoga iman yang telah Engkau anugerahkan kepada kami
dalam Putra-Mu, Yesus Kristus, saudara kami,
dan nyala api cinta kasih
yang dicurahkan ke dalam hati kami oleh Roh Kudus,
membangkitkan pengharapan yang mulia
akan kedatangan Kerajaan-Mu di dalam diri kami.

Semoga rahmat-Mu mengubah kami
menjadi penabur-penabur yang gigih akan benih- benih Injil
yang menghidupkan umat manusia dan seluruh alam semesta
dalam penantian yang penuh iman
akan surga dan bumi baru,
ketika mengalahkan kekuatan Jahat,
kemuliaan-Mu akan dinyatakan untuk selama- lamanya.

Semoga rahmat Tahun Yubileum ini
menghidupkan kembali dalam diri kami, Peziarah Pengharapan,
kerinduan akan harta surgawi,
dan curahkanlah bagi seluruh dunia,
sukacita dan damai
dari Sang Penebus kami.
Bagi-Mu, ya Allah yang Mahakuasa,
pujian dan kemuliaan sepanjang segala masa.

Amin

Mengenal Maskot Tahun Yubileum 2025

Nama maskot resmi Yubileum 2025 adalah Luce, yang berarti “Cahaya” dalam bahasa Italia. Luce dirancang oleh Simone Legno, pendiri merek budaya pop Italia, tokidoki. Selain Luce, terdapat juga tiga maskot pendamping lainnya, yaitu Fe, Xin, dan Sky, yang bersama-sama melambangkan persatuan umat di seluruh dunia.


Makna dan Simbolisme Maskot:

Luce: Sebagai maskot utama, Luce mewakili peziarah Katolik yang menjadi simbol harapan dan cahaya. Luce mengenakan jas hujan warna kuning.

Fe, Xin, dan Sky:
Keempat maskot (Luce, Fe, Xin, dan Sky) melambangkan peziarah dari empat penjuru dunia, mengenakan sepatu bot kotor dan tongkat untuk menandakan perjalanan menuju tempat-tempat yang terpinggirkan.
Fe mengenakan jas hujan warna merah
Xin mengenakan jas hujan warna hijau
Sky mengenakan jas hujan warna biru

Malaikat (Iubi) juga melambangkan kehadiran Tuhan yang menemani perjalanan setiap orang, dan malaikat pelindung sebagai pendamping sepanjang hidup. Dan anjing (Santino) yang bagi San Rocco (Santo Peziarah) adalah tanda penyelenggaraan Ilahi yang membantunya pada saat yang sangat dibutuhkan, juga melambangkan kesetiaanya pada panggilan Tuhan, anjing juga sebagai simbol persahabatan. Serta terdapat burung merpati (Aura) sebagai simbol Roh Kudus yang melambangkan pendamping perjalanan, kemurnian, pencarian Tuhan, kebebasan, dan pembawa pesan perdamaian.

Desain:
Keempat karakter tersebut, yang dirancang oleh Simone Legno, memiliki jaket berwarna cerah dan dirancang untuk melibatkan kaum muda dalam budaya pop

Menghitung Hari Menuju Sakramen Penguatan: Triduum II, Pertobatan


Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, khususnya para calon penerima Sakramen Penguatan,

Salam damai dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.

Dengan penuh sukacita dan harapan, kita menantikan saat yang sangat istimewa dalam perjalanan iman kita, yaitu penerimaan Sakramen Penguatan—sebuah anugerah agung di mana kita diteguhkan oleh Roh Kudus untuk menjadi saksi Kristus yang berani, setia, dan penuh kasih di tengah dunia.

Sakramen Penguatan bukanlah sekadar sebuah upacara atau tradisi Gereja. Ia adalah perjumpaan pribadi dengan Roh Kudus, yang akan memeteraikan kita dengan karunia-karunia-Nya: kebijaksanaan, pengertian, nasihat, keperkasaan, pengetahuan, kesalehan, dan takut akan Allah. Oleh karena itu, Gereja mengajak kita semua, khususnya para calon penerima Krisma, untuk mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh—bukan hanya secara lahiriah, tetapi terlebih secara batiniah.

Triduum: Masa Persiapan Rohani

Dalam semangat itu, kita akan memasuki Triduum, yaitu masa persiapan rohani selama tiga hari menjelang penerimaan Sakramen Penguatan. Triduum ini adalah waktu yang sangat berharga untuk merenungkan kembali perjalanan iman kita, membuka hati terhadap karya Allah, dan membiarkan Roh Kudus membentuk kita menjadi pribadi yang baru.

Salah satu langkah penting dalam masa persiapan ini adalah menerima Sakramen Tobat atau Pengakuan Dosa, yang akan dilaksanakan pada:

 Hari/Tanggal: Selasa, 2 September 2025
 Waktu: 15.30 – selesai
 Tempat: Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo

Mengapa Sakramen Tobat Begitu Penting?

Sebelum menerima pencurahan Roh Kudus, kita diajak untuk terlebih dahulu membersihkan bejana hati kita dari segala dosa, luka batin, dan hal-hal yang menghalangi kasih Allah bekerja dalam hidup kita. Sakramen Tobat adalah pintu rahmat, tempat di mana kita:

  • Mengakui dengan rendah hati segala kelemahan dan kegagalan kita di hadapan Allah
  • Menerima pengampunan dan pemulihan dari Bapa yang penuh belas kasih
  • Dibebaskan dari beban dosa yang mengikat dan melemahkan jiwa
  • Memulai kembali dengan hati yang diperbarui, bersih, dan siap menerima Roh Kudus

Dalam Kitab Suci, kita melihat bagaimana para rasul dipersiapkan oleh Yesus sebelum menerima Roh Kudus pada hari Pentakosta. Mereka berkumpul dalam doa, dalam pertobatan, dan dalam penantian yang penuh iman. Demikian pula kita, hendaknya mempersiapkan diri dengan semangat yang sama—dengan hati yang terbuka, penuh kerinduan, dan siap untuk diperbarui.

Menyambut Roh Kudus dengan Hati yang Siap

Roh Kudus tidak memaksa masuk ke dalam hati yang tertutup. Ia hadir dalam kelembutan, dalam keheningan, dalam hati yang berserah dan percaya. Maka, mari kita jadikan masa Triduum ini sebagai titik balik dalam hidup rohani kita. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Datanglah kepada Tuhan dengan hati yang jujur. Biarkan Dia menyentuh, menyembuhkan, dan menguatkan kita.

Jangan takut untuk mengakui dosa. Jangan malu untuk kembali kepada Allah. Ia adalah Bapa yang selalu menanti kita dengan tangan terbuka. Dalam Sakramen Tobat, kita tidak hanya diampuni, tetapi juga dipulihkan dan dipersiapkan untuk menerima karunia yang jauh lebih besar: kehadiran Roh Kudus yang mengubah hidup.


Saudara-saudari terkasih,

Mari kita jalani masa Triduum ini dengan penuh kesungguhan, dengan semangat pertobatan dan pembaruan. Jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk semakin dekat dengan Tuhan, semakin mengenal diri, dan semakin siap untuk menjadi saksi Kristus di tengah dunia yang haus akan kasih dan kebenaran.

Semoga Roh Kudus membimbing setiap langkah kita, menerangi hati kita, dan meneguhkan kita dalam panggilan hidup sebagai murid-murid Kristus yang sejati.

Datanglah, ya Roh Kudus, penuhilah hati umat-Mu, dan nyalakanlah di dalamnya api cinta-Mu.

Amin.


Untuk dokumentasi lainya dapat dicek disini:

https://drive.google.com/drive/folders/1azQc0gxPSs2O0Xu8dcsTeFIsbVhuJrYH

Pesta Nama Pelindung Lingkungan Santa Monica: Jiwa Baru, Semangat Baru!

Erista Garden Asri, 31 Agustus 2025 — Suasana penuh sukacita dan semangat kebersamaan mewarnai perayaan pesta nama pelindung Lingkungan Santa Monica yang tahun ini mengangkat tema “Jiwa Baru, Semangat Baru.” Acara ini menjadi momentum istimewa untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga serta memperkuat semangat pelayanan di dalam lingkungan.

Perayaan dimulai sejak pagi hari dengan berkumpulnya warga di rumah salah satu anggota lingkungan. Dalam suasana penuh keakraban, seluruh peserta kemudian berangkat bersama-sama menuju lokasi acara di Erista Garden Asri. Setibanya di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB, seluruh warga langsung disambut dengan berbagai kegiatan menarik yang telah dipersiapkan oleh panitia.

Salah satu kegiatan utama dalam acara ini adalah outbond seru yang dibagi ke dalam 4 kelompok, di mana setiap kelompok mengikuti berbagai tantangan menyenangkan yang menguji kekompakan, kreativitas, dan kerja sama tim. Gelak tawa dan semangat peserta terlihat jelas sepanjang sesi ini, mencerminkan semangat baru yang ingin dihidupkan di tengah komunitas.

Usai kegiatan outbond, acara dilanjutkan dengan *syukuran pesta nama pelindung Santa Monica. Dalam suasana yang lebih khidmat, seluruh warga bersama-sama mengungkapkan rasa syukur atas penyertaan Tuhan dan teladan hidup Santa Monica sebagai pelindung lingkungan. Momen syukur ini ditandai dengan *pemotongan tumpeng, simbol harapan dan berkat bagi seluruh warga lingkungan.

Tak hanya itu, momen syukuran juga menjadi ajang istimewa dengan diperkenalkannya lagu lingkungan baru “Santa Monica” yang diciptakan oleh salah satu warga berbakat, Mas Iit. Lagu ini disambut antusias oleh seluruh peserta dan diharapkan menjadi simbol identitas dan semangat kebersamaan warga ke depan.

Acara ditutup dengan makan siang bersama yang penuh kehangatan serta pembagian doorprize yang menambah keceriaan seluruh peserta. Semua hadiah dibagikan secara adil dan meriah, memberikan kegembiraan terutama bagi anak-anak dan lansia yang ikut serta.

Melalui perayaan ini, Lingkungan Santa Monica menunjukkan semangat baru dalam menjalin relasi, memperkuat iman, dan membangun komunitas yang solid. Semoga semangat Santa Monica dalam ketekunan dan doa menjadi inspirasi nyata bagi setiap warga lingkungan.

Hidup Santa Monica! Jiwa Baru, Semangat Baru!