Pemilihan Ketua Dewan Pastoral Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo


Dalam kehidupan Gereja Katolik, keterlibatan umat beriman menjadi bagian penting dalam membangun dan menghidupkan komunitas iman. Salah satu wujud nyata partisipasi tersebut tampak dalam struktur kepengurusan stasi, yaitu komunitas umat di tingkat lingkungan atau wilayah yang berada di bawah naungan paroki.

Pada hari minggu 24 Agustus 2025, umat Stasi Maguwo menggelar pemilihan Ketua Dewan Pastoral Stasi sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pelayanan dan penggembalaan umat. Acara ini menjadi momen penting sekaligus sakral bagi seluruh umat karena tidak hanya memilih seorang pemimpin, tetapi juga seorang pelayan dan teladan iman.

Proses pemilihan diawali dengan doa bersama, memohon bimbingan Roh Kudus agar umat mampu menentukan pilihan yang bijak sesuai kehendak Tuhan. Suasana penuh persaudaraan semakin terasa ketika umat mendengarkan arahan dari Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr, selaku Pastor Paroki Maria Marganingsih Kalasan. Dalam arahannya, Romo Dadang menegaskan bahwa seorang pemimpin Kristiani hendaknya rendah hati, mau bekerja sama, siap sakit hati, penuh kasih, serta berkomitmen pada tugas Gereja.

Pada pemilihan kali ini, umat stasi maguwo sudah mengantongi 3 nama kandidat Ketua Dewan Stasi, yaitu pada kandidat pertama ada Bapak Fransiskus Xaverius Dwi Istiya Rusiawan, kemudian yang kedua ada Bapak Yohanes Agung Prasetya Putra (sekaligus adalah Petahana), dan yang ketiga ada Bapak Yohanes Saptanto Sarwo Basuki. Merekalah orang-orang yang terpilih dan dipilih oleh umat stasi maguwo.

Setelah dilakukan penghitungan suara, ketua dewan stasi terpilih adalah Bapak Yohanes Agung Prasetya Putra, sebagai Ketua Dewan Pastoral Stasi St. Maria Bunda Allah Maguwo periode 2026 – 2028. Jabatan Ketua Stasi bukan hanya menjadi “pemimpin”, tetapi terutama seorang gembala kecil di tengah umat, yang membantu pastor paroki dalam mengkoordinasi kegiatan rohani maupun sosial, seperti perayaan liturgi, kunjungan pastoral, pelayanan kepada kaum miskin, dan pembinaan iman umat, kaum muda dan anak-anak. Tugas ini tentu tidak ringan, namun mulia, karena semuanya dijalankan demi kemuliaan Allah dan kesejahteraan umat-Nya.

Momen pemilihan ketua dewan pastoral stasi ini juga menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin menyadari panggilan mereka sebagai Gereja yang hidup, di mana setiap orang mengambil bagian dalam perutusan Kristus. Dengan semangat kebersamaan, mereka percaya bahwa siapa pun yang dipilih adalah alat Tuhan yang diutus untuk membimbing dan menguatkan iman komunitas. Akhirnya, seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa dan harapan agar pemimpin baru mampu menjalankan tugasnya dengan rendah hati, penuh kasih, serta selalu mengandalkan kekuatan dari Tuhan.


https://www.instagram.com/komsosgmba?igsh=MTV0cmtoOHcwdHVucw==

Pengumpulan Bahan Daur Ulang sebagai Wujud Pengamalan Laudato Si


Maguwo, 24 Agustus 2025 – Ibu-ibu Stasi Maguwo bersama Tim Pelayanan KCLH kembali melaksanakan kegiatan pengumpulan Bahan Daur Ulang (BDU) pada sore hari ini. Kegiatan yang secara rutin dijalankan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengamalan ajaran Laudato Si, ensiklik Paus Fransiskus tentang kepedulian terhadap bumi sebagai rumah bersama.

Melalui gerakan sederhana namun penuh makna ini, umat diajak untuk semakin peka terhadap kelestarian lingkungan dengan memanfaatkan kembali barang-barang yang bisa didaur ulang. Selain mengurangi sampah, hasil pengumpulan BDU juga menjadi sarana untuk mendukung berbagai kebutuhan pastoral di stasi.

Semangat kebersamaan ibu-ibu stasi dan timpel KCLH menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya sebatas wacana, tetapi benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata. Dengan langkah kecil yang dilakukan bersama, diharapkan tumbuh kesadaran ekologis yang semakin kuat di tengah umat, sehingga cita-cita “Gereja yang ramah lingkungan” dapat terus digelorakan.

Visitasi Stasi Maguwo: Tonggak Iman Menuju Paroki Administratif


Hari Rabu, 20 Agustus 2025, akan selalu tercatat sebagai momen istimewa bagi umat Stasi Maguwo. Bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah, umat menyambut dengan sukacita Visitasi dari Keuskupan Agung Semarang (KAS), sebuah proses penting yang menjadi pintu gerbang menuju status baru sebagai Paroki Administratif.

Tim visitasi dari Keuskupan Agung Semarang dipimpin oleh Vikaris Jenderal KAS, Romo FX. Sugiono Pr, yang hadir bersama Romo Kevikepan Jogja Timur Romo Andrianus Maradiyo Pr serta Romo Paroki Kalasan Romo Antonius Dadang Hermawan Pr. Kehadiran para gembala Gereja ini tidak sekadar memenuhi agenda administratif, melainkan menjadi tanda kasih dan perhatian Gereja induk kepada umat Maguwo yang terus bertumbuh dalam iman.

Turut hadir pula Dewan Harian Paroki Kalasan, para Ketua Wilayah dan Ketua Lingkungan, perwakilan Katekis, perwakilan Suster Kongregasi, dan kaum muda. Kehadiran mereka menjadi cerminan indah bahwa perjalanan menuju paroki administratif bukanlah jalan yang ditempuh sendirian, melainkan langkah bersama dalam semangat sinodalitas: berjalan bersama, mendengarkan, dan saling meneguhkan.

Rangkaian acara berlangsung penuh khidmat. Pembukaan dipandu oleh Saudara Danang Afriadi, dilanjutkan dengan presentasi profil Stasi Maguwo oleh Bapak Andreas Keso Muda, yang menampilkan wajah Gereja yang hidup: umat yang aktif, pelayanan yang berjalan, dan iman yang terus bertumbuh. Tim visitasi kemudian memberikan tanggapan dengan menyoroti tiga bidang utama: tata penggembalaan, tata kelola harta benda dan keuangan, serta tata kelola administrasi. Semua catatan yang diberikan ibarat lentera, yang menerangi jalan Stasi Maguwo menuju kedewasaan dalam menggereja.

Acara visitasi ditutup dengan room tour serta makan malam bersama. Lebih dari sekadar melihat gedung dan fasilitas, momen ini menghadirkan keakraban, persaudaraan, dan sukacita yang sederhana namun penuh makna.

Harapan Iman Umat Maguwo

Visitasi ini bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru perjalanan iman. Umat Stasi Maguwo diajak untuk semakin tekun, setia, dan terbuka dalam membangun Gereja yang melayani. Harapan kami, semoga catatan dan arahan dari tim visitasi menjadi dasar kuat untuk pembenahan dan pertumbuhan, sehingga seluruh bidang pelayanan dapat semakin kokoh.

Dengan tuntunan Roh Kudus, pendampingan para Romo, serta dukungan penuh Keuskupan Agung Semarang, umat Stasi Maguwo percaya bahwa status Paroki Administratif bukan sekadar gelar, melainkan panggilan untuk semakin menghadirkan Kerajaan Allah di tengah dunia.

Semoga Tuhan yang telah memulai karya baik ini, menyempurnakan dan memberkati perjalanan umat Stasi Maguwo, agar semakin menjadi Gereja yang hidup, bersaudara, dan misioner.


https://www.instagram.com/stories/komsosgmba/3703284618985132985?igsh=eHQ4djdtejFsdGsz

Pertemuan Perdana Misdinar Maguwo 2025


Hari Minggu, 9 Agustus 2025, pengurus Misdinar Maguwo mengadakan pertemuan perdana nihh dengan angkatan Komuni Pertama angkatan 2025 yang akan segera di lantik menjadi anggota Misdinar.

Pertama, kita melakukan registrasi. Setelah registrasi, kita mulai dengan sambutan dari Kak Yohanes Theo Widodo sebagai ketua Misdinar yang kece dan keren.. Selanjutnya disambut oleh Bapak Agung selaku Ketua Dewan Stasi. Yang terakhir kita ada sambutan dari Ketua Bidang Liturgi yaitu Ibu Ita Rinawati dan dilanjutkan dengan materi singkat tentang liturgi di gereja. Sebagai pengurus, tentu kita juga perkenalan dongg karena ada pepatah tak kenal maka tak sayang

Setelah itu karena masih fresh nih yaa, jadinya kita adakan foto bersama duluu yeyy… lalu di lanjut dengan perkenalan alat misa bersama kak Valent dan kak Ganes. Ternyata pada excited untuk nyoba dan menghapal nihhh, kerenn sihhh!!!

Untuk menguji daya ingat, kita melakukan games yaitu “Remember Me” dengan kak Marlin yang menjadi koordinator games. Games hanya diberikan waktu sekitar 15 menit untuk menyelesaikan. Ternyata ga di sangka sangka, jawaban mereka bener semuaaa lhooo!! keren banget yaa. Setelah itu kita ada pembagian hadian tapi bukan berdasarkan juara, tetapi sebagai apresiasi pengurus kepada calon Misdinar angkatan 25. Yang terakhir, ada tuker kado silangg nihhh, seru banget kado nya di rollingg dan akhirnya sayonara.

Simulasi Visitasi dan Rapat Pembangunan GMBA


Sabtu, 9 Agustus 2025, di Ruang Sekretariat Stasi Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) dilaksanakan kegiatan penting dalam rangka mempersiapkan peningkatan status dari stasi menjadi paroki administratif.

Kegiatan ini diawali dengan simulasi visitasi, sebagai bentuk persiapan menyeluruh sebelum tim penilai resmi hadir. Simulasi ini mempresentasikan seluruh poin yang akan ditinjau dalam proses visitasi, mulai dari data administrasi, kegiatan liturgi, pelayanan umat, program pastoral, hingga kondisi sarana dan prasarana. Presentasi disampaikan oleh Bapak Andreas Keso Muda dengan durasi kurang lebih 45 menit. Pemaparan ini memberikan gambaran komprehensif tentang kondisi dan capaian GMBA selama ini, sekaligus menunjukkan kesiapan stasi untuk naik status menjadi paroki administratif.

Setelah presentasi, Romo Antonius Dadang Hermawan Pr, memberikan sejumlah masukan yang sangat berharga. Salah satunya terkait video pembuka presentasi yang disarankan agar memuat cuplikan nyata kegiatan-kegiatan GMBA, sehingga audiens dapat langsung menangkap semangat dan dinamika hidup umat. Romo juga menegaskan beberapa poin penting yang perlu diperbaiki, baik dalam struktur maupun isi, supaya materi presentasi menjadi lebih sempurna, informatif, dan menarik saat dipaparkan di hadapan tim visitasi.

Usai sesi simulasi, kegiatan dilanjutkan dengan rapat pengajuan masterplan pembangunan dan pembahasan mengenai sumber pendanaan. Rapat ini dipimpin langsung oleh Romo Antonius Dadang Hermawan, dan dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Harian Stasi GMBA serta panitia inti Tim Pembangunan. Dalam rapat ini dibahas berbagai hal strategis, mulai dari rancangan pembangunan jangka panjang, prioritas fasilitas yang harus direalisasikan terlebih dahulu, hingga rencana penggalangan dana yang transparan dan terukur.

Keseluruhan kegiatan hari itu menjadi langkah penting dalam perjalanan GMBA menuju status paroki administratif. Dengan kerja sama yang solid, masukan yang membangun, dan semangat pelayanan yang terus menyala, GMBA diharapkan semakin mandiri, berkembang, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh umatnya.

Perawatan Gedung: Pemasangan Talang Air di Gereja Santa Maria Bunda Allah


Bidang Rumah Tangga Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA) kembali melaksanakan program perawatan rutin gedung gereja. Kali ini, tim pelaksana perawatan melakukan pemasangan talang air di sekitar area sakristi hingga ke bagian selatan bangunan gereja. Pekerjaan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Rumah Tangga, Bapak Yanuarnus Pargiyono, dengan dibantu oleh koster gereja, Dedi dan Puji.

Talang air memiliki fungsi penting dalam melindungi bangunan gereja. Dengan adanya talang, aliran air hujan dapat diarahkan secara tepat sehingga tidak langsung jatuh atau membasahi dinding, jendela, dan pondasi. Hal ini membantu mencegah kerusakan pada struktur bangunan, mengurangi risiko rembesan atau kebocoran, serta menjaga keindahan eksterior gereja. Selain itu, sistem talang yang baik juga membantu mengendalikan limpasan air di halaman, sehingga area sekitar tetap kering dan aman dilalui.

Pemasangan talang air ini merupakan bagian dari program rutin timpel perawatan yang telah dijadwalkan secara berkala. Dengan perawatan yang terencana, diharapkan bangunan gereja tetap terjaga kelestariannya dan mampu memberikan rasa aman serta nyaman bagi umat yang datang untuk berdoa dan beribadah.

Program Garapan Sinergitas dan Kerja sama, serta Kebangsaan Stasi GMBA: Kerja Bakti Mengecat Pos Ronda Menyambut HUT RI ke-80


Sabtu pagi, 9 Agustus 2025, semangat kebersamaan dan nasionalisme terasa begitu kental di halaman depan Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo. Dewan Stasi GMBA bersama masyarakat sekitar dari padukuhan karangploso bergotong-royong melakukan kerja bakti mengecat pos ronda yang berdiri tepat di depan gereja. Pos ronda yang sebelumnya terlihat kusam kini disulap menjadi lebih segar dan rapi, berkat sentuhan kuas dan cat dari tangan-tangan penuh semangat.

Kegiatan ini bukanlah aksi spontan, melainkan salah satu Program Garapan Sinergitas dan Kerja sama, serta Kebangsaan yang telah disusun oleh Dewan Stasi sejak awal tahun 2025. Program ini dirancang untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, mempererat tali persaudaraan, serta menghidupkan kembali budaya gotong-royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Melalui kerja bakti seperti ini, umat gereja dan warga sekitar diajak untuk turut peduli terhadap fasilitas umum dan lingkungan bersama.

Selain memberi manfaat langsung berupa perbaikan fasilitas, kegiatan ini juga memiliki makna simbolis yang kuat. Mengecat pos ronda di bulan kemerdekaan menjadi wujud nyata partisipasi Stasi GMBA dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80. Warna baru pada pos ronda diharapkan menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara atau hiasan bendera, tetapi juga dengan aksi nyata yang membawa kebaikan bagi masyarakat.

Kerja bakti hari itu berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Tawa, canda, dan obrolan hangat mengiringi setiap sapuan kuas. Anak-anak ikut berlarian di sekitar, para bapak bekerja di bagian pengecatan tinggi, sementara ibu-ibu membantu menyiapkan minuman dan makanan ringan. Semua bersatu dalam satu tujuan: membangun lingkungan yang nyaman, indah, dan penuh rasa memiliki.

Dengan selesainya kegiatan ini, pos ronda tidak hanya tampil dengan wajah baru, tetapi juga menjadi simbol persatuan antara umat Stasi GMBA dan masyarakat sekitar. Semangat Garapan Kebangsaan diharapkan terus bergulir, menginspirasi berbagai kegiatan positif lainnya demi kemajuan bersama.

Bulan Katakese Kebangsaan, “Keluarga menumbuhkan dan mentradisikan kekatolikan dan semangat kerasulan”

Refleksi & Diskusi Lingkungan Yohanes Pembaptis – 7 Agustus 2025


Kamis malam, 7 Agustus 2025, keluarga-keluarga Lingkungan Yohanes Pembaptis berkumpul dalam suasana hangat dan penuh persaudaraan di rumah bapak Hardjito. Pertemuan kali ini mengangkat tema “Keluarga menumbuhkan dan mentradisikan kekatolikan dan semangat kerasulan“ yang mengajak umat merenungkan kembali makna janji perkawinan Katolik dan mengaitkannya dengan semangat Katakese Kebangsaan.

Diskusi diawali dengan pengingat bahwa janji perkawinan bukan hanya ikrar untuk saling setia, tetapi juga komitmen mendidik anak secara Katolik, membangun keluarga sebagai “Gereja mini”, dan menumbuhkan iman di rumah. Dari rumah yang beriman inilah lahir pribadi-pribadi yang siap melayani Gereja dan masyarakat.

Poin-poin penting yang dibahas meliputi:

  1. Menumbuhkan dan mentradisikan kekatolikan dalam keluarga melalui doa bersama, misa, Kitab Suci, dan perayaan hari raya Gereja.
  2. Semangat kerasulan — menjadi pewarta kasih Kristus melalui tindakan nyata di lingkungan, baik di Gereja maupun masyarakat luas.
  3. Budaya srawung — perjumpaan interpersonal yang membangun persaudaraan dengan sesama umat dan masyarakat lintas agama, sebagai wujud nyata Katakese Kebangsaan.
  4. Keterkaitan iman dan kebangsaan — keluarga Katolik bukan hanya membentuk anak beriman, tetapi juga warga negara yang menjunjung toleransi, menghargai keberagaman, dan peduli pada keadilan sosial.
  5. Tantangan dan solusinya — mulai dari kesibukan, perbedaan pola didik, pengaruh lingkungan, hingga konflik rumah tangga; diatasi dengan komunikasi yang baik, pembiasaan doa, keterlibatan dalam komunitas, dan saling menguatkan dalam Tuhan.

Dalam suasana diskusi, umat saling berbagi pengalaman tentang bagaimana iman Katolik yang hidup dapat menyatu dengan semangat kebangsaan. Seorang peserta menegaskan, “Kalau kita mau anak-anak kita jadi Katolik yang baik, mereka juga harus jadi warga negara yang baik. Iman dan cinta tanah air itu sejalan.”

Pertemuan ditutup dengan doa pengharapan, memohon agar Tuhan memberi kekuatan untuk setia pada janji perkawinan, mendidik anak dalam iman, serta menjadi keluarga yang membawa terang bagi Gereja dan bangsa.



“From faithful Catholic families come citizens of faith, compassion, and readiness to serve.”

Semangat Pelayanan Melalui Firman

Bukan sekedar panggilan, namun menjadi ajang yang seru dan pendorong agar semakin dekat dengan Yesus melalui firman-Nya. Siapa bilang membaca Kitab Suci itu susah?? baca Kitab Suci mudah asal membaca dengan sepenuh hati yaaa

Hari Minggu, 27 Juli 2025, tim Lektor GMBA mengadakan lomba Lektor lhooo. Lomba ini di ikuti oleh 25 peserta dengan 2 kategori yaitu kategori dewasa dan kategori remaja serta 3 dewan juri yaitu Bapak Ignatius Sunaryo, Suster Bernadeta Nunur, RMI, dan Ibu A. Eddayari Yuliantiningsih.


Sebelum lomba di mulai, ada sambutan dari Bapak Yohanes Agung Prasetya selaku Ketua Dewan Stasi dan Mbak Caroline Denis Noverly sebagai Ketua Lomba Lektor kali ini. Lalu ada peraturan yang dijelaskan oleh Ibu Vera dan di bantu dengan Tian untuk teknis lomba Lektor. Lomba ini juga di selingi oleh ice breaking dengan menggunakan gerak dan lagu “Happy ya ya ya”, “KASIH” dan “Aku Cinta Yesus” dengan penuh antusias dan agar tidak ngantuk xixixixiii…


Bacaan yang dibacakan dipilih random dengan mengambil 1 kertas yang berisikan 1 pilihan acak dari 3 pilihan bacaan. Lomba Lektor berjalan dengan lancar dan tentunya para peserta memiliki suara dan gaya membaca yang unik dan beragam lhoo… keren keren deh pokoknyaa!!
Setelah semua selesai membaca kita adakan sesi foto peserta sebagai kenang kenangan dan apresiasi karena sudah mengikuti lomba dengan baikk.



hohohooo akhirnya waktu yang di tunggu tunggu yaitu makan sianggg sambil nunggu juri selesai menilai karena proses penilaian cukup lama. Makan siang kali ini dengan soto yang enakk.



Selesai makan, akhirnya pengumuman juara nihhh, pengumuman juara dibacakan oleh dewan juri yaitu Bapak Sunaryo. Juri mengambil 3 pemenang dengan kategori dewasa dan 3 pemenang dari kategori remaja.
Pemenang Kategori Dewasa :
juara 1 : Sisilia Maria Magdalena linkungan Paulus
Juara 2 : Paulus Supit lingkungan Gregorius
Juara 3 : Maria Septia Lingkungan Petrus

Pemenang Kategori Remaja
Juara 1 : Benecdito Deva lingkungan Bartholomeus
Juara 2 : Eufrasia Lauda lingkungan Fransiskus Asisi
Juara 3 : Joachim Nuansa lingkungan Maria Assumpta



Selamat yaa untuk para pemenang!!!
Untuk yang belum menang jangan berkecil hati yaa, tetap semangat melayani Tuhan dengan sepenuh hati.

Sampai Jumpa di Lomba Lektor selanjunyaa Tuhan memberkati
bye byeee


kunjung Instagram komsos GMBA :

https://www.instagram.com/reel/DMnlfZ9vB2z/?igsh=MTRlMXZkb2pyMnBrdQ==

Rapat Persiapan Visitasi Gereja Maria Bunda Allah Maguwo Menuju Paroki Administratif


Maguwo, 27 Juli 2025

Pada malam yang penuh semangat pelayanan, Sabtu, 27 Juli 2025, telah dilaksanakan rapat persiapan visitasi kanonik di Ruang Sekretariat Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo. Rapat ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam rangka meningkatkan status GMBA dari stasi menjadi Paroki Administratif, sesuai harapan dan dinamika pertumbuhan umat yang semakin hidup dan berkembang.

Rapat dipimpin oleh Dewan Stasi bersama para ketua bidang. Agenda utama membahas secara mendalam tiga unsur penting yang akan menjadi perhatian dalam visitasi, yakni:

  1. Tata Penggembalaan
    Meliputi pelayanan rohani umat, kegiatan liturgi, pendampingan kategorial (anak, remaja, OMK, keluarga, lansia), serta pembinaan iman umat. Dalam sesi ini juga didiskusikan langkah-langkah penguatan komunitas basis gerejani dan program pembinaan berkelanjutan.
  2. Tata Kelola Harta Benda Gereja
    Mencakup pengelolaan aset gereja, keuangan, transparansi laporan keuangan, serta perencanaan pembangunan sarana dan prasarana ke depan. Evaluasi juga dilakukan terhadap tata tertib penggunaan fasilitas gereja dan pemeliharaan lingkungan.
  3. Tata Kelola Administrasi
    Fokus pada struktur organisasi stasi, dokumentasi kegiatan, pengarsipan surat dan laporan, serta pemutakhiran data umat. Hal ini menjadi penting sebagai indikator kesiapan kelembagaan dalam menjalankan fungsi administratif paroki.

Dalam rapat tersebut juga ditetapkan Penanggung Jawab dan PIC (Person In Charge) untuk masing-masing bidang yang akan mempersiapkan bahan presentasi, dokumen pendukung, serta mendampingi tim visitator saat kunjungan. Visitasi dari Keuskupan Agung Semarang ini direncanakan akan dilaksanakan pada 20 Agustus 2025.

Semangat kebersamaan, keterbukaan, dan kerinduan umat untuk menjadi paroki mandiri sungguh terasa dalam rapat ini. Harapannya, seluruh umat GMBA dapat mengambil bagian dalam proses ini, baik melalui dukungan moral, keterlibatan aktif, maupun semangat untuk terus bertumbuh dalam iman dan pelayanan.

Kami memohon dukungan dan doa dari seluruh umat GMBA, agar proses visitasi ini dapat berjalan lancar dan membuahkan hasil yang terbaik demi kemuliaan Tuhan dan pertumbuhan Gereja kita tercinta. Kiranya Roh Kudus sendiri yang menuntun setiap langkah kita dalam perjalanan iman ini.