Pelayan Keindahan di Balik Altar: Tim Tata Bunga GMBA

Di balik altar yang selalu tampak anggun dan menawan, tersembunyi tangan-tangan terampil yang bekerja dengan hati—Tim Tata Bunga Gereja Santa Maria Bunda Allah Stasi Maguwo. Mereka bukan hanya sekadar menyusun bunga. Mereka adalah seniman rohani yang setiap pekan menghadirkan keindahan sebagai ungkapan cinta dan hormat kepada Tuhan.

Dengan penuh kesabaran dan kreativitas, tim ini merangkai bunga-bunga segar, memilih warna-warna yang sesuai dengan kalender liturgi, dan menata dengan harmoni agar setiap umat yang datang merasakan damai dan kekhusyukan begitu memasuki gereja. Mulai dari misa harian, mingguan, sampai perayaan besar seperti Natal, Paskah, dan Hari Raya lainnya—Tim Tata Bunga selalu hadir, diam-diam tapi berdampak besar.

Yang bikin kagum, mereka nggak hanya datang, hias, terus pulang. Tapi benar-benar merencanakan, berdiskusi, bahkan kadang menanam sendiri bunga-bunga yang akan digunakan. Semangat gotong royong, kekompakan, dan sukacita selalu mewarnai setiap pertemuan mereka. Tak jarang, gelak tawa dan cerita lucu ikut menghiasi proses merangkai bunga—karena bagi mereka, ini bukan tugas, tapi pelayanan penuh cinta.

Terima kasih untuk semua anggota tim Tata Bunga GMBA yang selalu setia menjaga keindahan rumah Tuhan. Dalam senyap kalian bekerja, namun karya kalian begitu terasa. Semoga Tuhan membalas dengan berkat yang melimpah dan sukacita yang tak habis-habis.

Keindahan bunga di altar adalah pantulan keindahan hati kalian. Teruslah berkarya, teruslah melayani. Gereja kita terasa lebih hidup karena kalian ada.

terima kasih untuk ibu Valentina Isti Rudati sebagai koordinator tim tata bunga GMBA dan semua tim tata bunga dari lingkungan yang sudah membuat Gereja St Maria Bunda Allah menjadi indah di setiap perayaan Ekaristi

Bunga melati harum mewangi,
Disusun rapi di atas altar.
Tangan terampil bekerja sunyi,
Namun hasilnya sungguh mempesona dan segar!

Kerja di gereja bukan soal gaji,
Tapi soal hati yang mau melayani.
Tim tata bunga keren sekali,
Bikin suasana misa jadi lebih berseri

Selamat Jalan, Paus Fransiskus: Gembala yang Hidup dalam Kasih dan Kesederhanaan

Dunia Katolik dan seluruh umat manusia berduka. Pada Senin, 21 April 2025, Paus Fransiskus — gembala Gereja Katolik ke-266 — telah berpulang ke rumah Bapa di usia 88 tahun. Ia wafat di kediamannya, Domus Sanctae Marthae, Vatikan, pada pukul 07.35 waktu setempat, setelah mengalami pneumonia di kedua paru parunya.

Lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio di Buenos Aires, Argentina, Paus Fransiskus dikenal sebagai Paus yang mencintai orang miskin, hidup sederhana, dan membawa semangat pembaruan dalam Gereja. Sejak terpilih pada 13 Maret 2013, beliau menjadi Paus pertama dari Amerika Latin, pertama dari Ordo Jesuit, dan non-Eropa pertama setelah lebih dari seribu tahun sejarah Gereja.

Selama lebih dari satu dekade pelayanannya, beliau meninggalkan jejak yang luar biasa:
Ia bukan hanya pemimpin rohani, tapi sahabat bagi yang tersisih, suara bagi yang terpinggirkan, dan ayah bagi yang mencari makna dalam kehidupan modern.
Beliau bicara tentang kasih Tuhan yang tanpa batas, tentang perlindungan lingkungan melalui ensiklik Laudato Si’, dan tentang belas kasih lebih penting daripada penghakiman.

Di masa tuanya, meski bergulat dengan berbagai masalah kesehatan, Paus Fransiskus tetap hadir, tetap melayani, tetap mendoakan. Bahkan sehari sebelum wafat, beliau masih memberikan berkat Paskah Urbi et Orbi dari kursi rodanya, tersenyum seperti biasa—penuh damai.

Permintaan terakhirnya pun mencerminkan kerendahan hatinya: dimakamkan bukan di dalam Vatikan, tetapi di Basilika Santa Maria Maggiore — tempat di mana ia kerap bersimpuh dalam doa, jauh dari sorotan.

Kini, dunia kehilangan seorang ayah, seorang gembala, dan seorang sahabat. Tapi warisan kasihnya, keteladanannya, dan keberaniannya untuk membawa Gereja lebih dekat kepada manusia, akan terus hidup dan menjadi inspirasi tak berujung.

Selamat jalan, Bapa Suci.

Doa kami mengiringimu. Gereja menangis, tapi juga bersyukur—karena kami pernah memiliki engkau sebagai cahaya dalam perjalanan iman ini.


Terima Kasih, Tim Dekorasi GMBA

Karena Keindahan Juga Bisa Menyentuh Hati

Kalau selama Pekan Suci 2025 kita datang ke Gereja Santa Maria Bunda Allah dan merasa hati ikut tenang, damai, bahkan tak jarang ikut haru… yakin deh, salah satu “biangnya” adalah sentuhan indah dari tangan-tangan kreatif tim dekorasi GMBA. Di balik altar yang tampak suci, bunga yang tertata anggun, kain yang menjuntai elegan, dan atmosfer sakral yang terasa kuat—ada kerja keras yang tidak terlihat tapi sangat terasa.

Dan semua itu nggak lepas dari koordinasi ciamik Mas Tyok, yang dengan penuh kesabaran, rasa seni, dan kemampuan memotivasi, berhasil menyatukan tim untuk menciptakan keindahan rohani dalam rupa visual. mas Tyok gak sendirian lho…….dia punya banyak asisten yang juga luar biasa. ahli dekor pak Satriyo, ada mas Akhir dari OMK yg super senior, plus OMK GMBA yang ganteng dan cantik cantik…… ada mas Heru, mas Satria, mas Ervin ( desainer masterplan GMBA ), Atta, Kaka, Ricky, Santi, Sari, Ratna, Tian, Michael, Kian, Marlin, Rani, Vano, Keke, Lintang, Jingga, Nico, Mbak Sevin, Mbak Danik,Yola, Vita, Davina, Mas Otho, Asti dan Tia.

Dekorasi bukan sekadar soal menaruh bunga atau menggantung kain. Itu soal merangkai rasa, menyampaikan pesan iman lewat warna dan bentuk, serta menciptakan suasana yang membantu umat masuk lebih dalam ke dalam misteri iman. Dari Minggu Palma sampai Vigili Paskah, setiap ornamen adalah bentuk doa yang dijahit dengan cinta.

Dan mari kita jujur, siapa yang nggak senyum waktu lihat altar dihiasi dengan megah tapi tetap sederhana? Siapa yang nggak terdiam waktu lilin-lilin menyala saat Malam Paskah, dikelilingi tiang lampu buatan ? Itu semua adalah seni yang lahir dari pelayanan

Dekorasi bukan sekadar soal menaruh bunga atau menggantung kain. Itu soal merangkai rasa, menyampaikan pesan iman lewat warna dan bentuk, serta menciptakan suasana yang membantu umat masuk lebih dalam ke dalam misteri iman. Dari Minggu Palma sampai Vigili Paskah, setiap ornamen adalah bentuk doa yang dijahit dengan cinta

Dan mari kita jujur, siapa yang nggak senyum waktu lihat altar dihiasi dengan megah tapi tetap sederhana? Siapa yang nggak terdiam waktu lilin-lilin menyala saat Malam Paskah, dikelilingi bunga putih dan kain emas? Itu semua adalah seni yang lahir dari pelayanan.

Untuk Mas Tyok dan seluruh tim dekorasi GMBA………….
Terima kasih karena sudah memberikan yang terbaik, bahkan dari jauh-jauh hari sebelum Pekan Suci dimulai. Terima kasih atas jam-jam lembur, tangan-tangan pegal, dan ide-ide kreatif yang kadang datang di tengah malam. Kalian tidak hanya menghias gereja, tapi juga menghias hati kami semua

Tuhan memberkati setiap jerih lelahmu. Dan seperti kata pepatah modern, “Kalau surga bisa direka lewat kain, bunga dan kertas semen bekas……… kalian lah para arsiteknya



Paskah Bersama Lansia: Merayakan Kasih yang Tak Pernah Menua

Minggu 20 April 2025, selepas misa paskah pagi,di sebuah sudut hangat penuh senyum dan cerita, tepatnya di kediaman Bapak Arief Subyantoro, suasana Paskah terasa begitu berbeda. Tidak ada sorak sorai anak kecil, tidak ada hiruk-pikuk paduan suara. Tapi ada sesuatu yang lebih dalam: tatapan mata penuh syukur, genggaman tangan yang hangat, dan kisah-kisah kehidupan yang dipeluk oleh cahaya Paskah.

Itulah wajah indah dari Perayaan Paskah bersama para lansia, sebuah inisiatif penuh kasih dari Timpel PIUL (Pelayanan Iman Umat Lansia) di bawah naungan Bidang Pewarta Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Bukan sekadar perayaan, tetapi sebuah pelukan rohani bagi mereka yang telah berjalan lebih dulu dalam perjalanan iman

Acara ini dibungkus dalam kesederhanaan, namun justru di situlah letak kemewahannya. Lagu-lagu rohani dinyanyikan dengan suara lembut namun penuh rasa. Doa-doa dipanjatkan dalam irama pelan, menyentuh setiap hati yang hadir. Ada pula momen berbagi cerita, di mana para lansia menyampaikan harapan, syukur, bahkan canda kecil tentang masa muda mereka—yang disambut tawa hangat dari semua yang hadir.

Sambutan yang Membuat Hati Bergetar

Salah satu momen mengharukan terjadi saat Ketua Stasi memberikan sambutan. Dengan suara sedikit bergetar dan mata yang berkaca-kaca, beliau menyampaikan rasa syukur dan bangga atas terselenggaranya acara ini.

Kami lihat, setiap kerutan di wajah oma opa, eyang,  menyimpan cerita, doa, dan pengorbanan yang luar biasa. Dan lewat perayaan sederhana ini, kami ingin bilang: terima kasih………………Terima kasih karena terus menjadi tiang doa bagi keluarga dan lingkungan. Terima kasih karena kasih dan semangat bapak dan ibu selalu jadi inspirasi bagi kami yang lebih muda.

Bukan karena sedih, tapi karena mereka menyadari betapa besarnya cinta Tuhan yang mengalir melalui perhatian kecil seperti ini.

Melalui kegiatan ini, kita diajak untuk menyadari bahwa iman tak pernah memudar seiring usia, justru menjadi lebih matang dan bijak. Kehadiran para lansia adalah kekayaan gereja, mereka adalah “kitab hidup” yang menyimpan hikmah dan keteladanan.

“Terima kasih, kami merasa tidak dilupakan,” ucap salah satu opa dengan mata berkaca-kaca.

Dan itulah inti dari Paskah—bahwa kasih Allah selalu bangkit dan hadir di setiap usia, dalam setiap detak hidup umat-Nya.

Acara ini bukan hanya hadiah bagi para lansia, tapi juga menjadi pelajaran berharga bagi yang muda: bahwa pelayanan tak mengenal usia, dan Paskah tak hanya untuk dirayakan di altar megah, tapi juga di ruang tamu kecil yang penuh cinta.

Terima kasih untuk Timpel PIUL yang sudah menjadi perpanjangan tangan kasih Tuhan. Terima kasih juga untuk Bapak Arief Subyantoro yang telah membuka pintu rumah dan hatinya. Dan terima kasih untuk para lansia, yang diam-diam selalu mengajarkan kita arti keteguhan, kesabaran, dan cinta sejati.

Selamat Paskah.
Tuhan yang bangkit, juga menghidupkan kembali harapan di setiap hati—tanpa memandang usia.

PAMDAL Stasi Maguwo: Di Balik Layar, Mereka Selalu Siaga

 

 

Ketika umat datang ke gereja dengan hati tenang dan nyaman, sering kali ada sekelompok orang orang yang diam-diam sudah lebih dulu bersiap. Mereka bukan imam, bukan petugas liturgi, dan bukan pula koor. Namun tanpa kehadiran mereka, rasa aman bisa jadi hilang, dan kekhidmatan misa bisa terganggu. Mereka adalah PAMDAL Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo—para penjaga ketertiban yang bekerja dalam diam, tapi berdampak besar.

Di bawah komando Bapak Antonius Sumaryono, tim PAMDAL terdiri dari para pria tangguh dan berdedikasi tinggi yang berasal dari berbagai lingkungan di Stasi. Mereka adalah umat biasa yang terpanggil untuk mengambil peran luar biasa: menjaga keamanan dan kelancaran setiap kegiatan gereja, dari misa harian hingga perayaan besar seperti Natal dan Pekan Suci.

Namun, tugas mereka tidak hanya berhenti di pengamanan saat ibadat berlangsung. Tahun 2025 ini, Tim PAMDAL aktif dalam berbagai kegiatan strategis yang menunjukkan bahwa peran mereka semakin luas dan penuh semangat kolaboratif.

Beberapa kegiatan penting yang dijalani Tim PAMDAL sepanjang tahun ini antara lain:

  1. Ikut serta dalam gladi bersih Pekan Suci 2025, memastikan alur acara berjalan tertib dan aman dari awal hingga akhir. Mereka bukan hanya hadir di hari-H, tapi juga terlibat aktif dalam persiapan.

  2. Menghadiri rapat koordinasi dengan Panitia Pekan Suci 2025, demi menyatukan persepsi, membahas potensi risiko, serta menyusun strategi teknis demi kelancaran ibadat yang melibatkan ribuan umat.

  3. Berperan dalam kolaborasi bersama BANSER DIY di Posko Mudik Kalasan 2025, sebagai bentuk solidaritas dan pengabdian lintas organisasi untuk pelayanan masyarakat yang lebih luas.

  4. Bersinergi dengan elemen aparat keamanan dan masyarakat sekitar gereja, menunjukkan bahwa PAMDAL tidak berjalan sendiri, tetapi menjadi bagian dari jalinan kerja sama yang lebih besar demi menciptakan suasana ibadah yang aman, nyaman, dan tertib.

Dengan semangat pelayanan dan loyalitas yang tinggi, Tim PAMDAL tidak hanya menjadi penjaga fisik gereja, tetapi juga simbol kedewasaan iman umat, yang siap melayani secara nyata di balik layar. Mereka tidak selalu terlihat, tapi kehadiran dan peran mereka sungguh terasa.

Terima kasih, Tim PAMDAL  Stasi Maguwo. Karena kalian, umat bisa beribadah dengan tenang. Karena kalian, suasana gereja tetap kondusif dan bersahabat.

 

JADWAL MISA & IBADAT PEKAN SUCI 2025


Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo

Gereja Santa Maria Maguwo akan merayakan rangkaian perayaan ekaristi dan ibadat dalam Pekan Suci yang akan diawali dengan Minggu Palma sebagai pembukaan Pekan Suci, mengenang Yesus masuk ke kota Yerusalem sebelum disalibkan.

1. Minggu Palma
Mengenang Yesus memasuki Yerusalem dengan sorak-sorai

  • Minggu, 13 April 2025
  • Jam 07.00 WIB

2. Kamis Putih
Peringatan Perjamuan Terakhir Yesus bersama para murid-Nya
Kamis, 17 April 2025

  • Misa Perjamuan Tuhan: 19.00 WIB
  • Adorasi Sakramen Mahakudus: 21.00 – 01.00 WIB

3. Jumat Agung
Peringatan Wafat Yesus di kayu salib
Jumat, 18 April 2025

  • Ibadat Tujuh Sabda: 08.00 WIB
  • Ibadat Jumat Agung: 15.00 WIB

4. Vigili Paskah (Sabtu Suci)
Merayakan kebangkitan Yesus dan pembaharuan janji baptis
Sabtu, 19 April 2025

  • Misa Vigili Paskah: 19.00 WIB

5. Hari Raya Paskah
Merayakan kebangkitan Kristus dan kemenangan atas maut
Minggu, 20 April 2025

  • Misa Paskah: 08.00 WIB

Seluruh umat diundang untuk hadir dan berpartisipasi dalam perayaan Pekan Suci ini dengan penuh iman dan devosi. Semoga melalui rangkaian perayaan ekaristi dan ibadat ini, kita semakin dikuatkan dalam iman akan kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus.

Tuhan memberkati!

Jadwal Tuguran