Lingkungan St. Gregorius menggelar pertemuan akhir tahun sekaligus serah terima jabatan Ketua Lingkungan pada Senin, 22 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi momen penting yang sarat makna, sebagai ungkapan syukur atas pelayanan yang telah dijalani sekaligus peneguhan komitmen untuk melangkah ke masa depan dengan semangat baru.
Dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, Gregorius Henry selaku Ketua Lingkungan periode sebelumnya secara resmi menyerahkan tanggung jawab kepemimpinan kepada Fredericus Dwi Nugraha, yang akan mengemban amanah sebagai Ketua Lingkungan St. Gregorius untuk periode 2026–2028.
Pada kesempatan tersebut, Gregorius Henry menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan kerja sama seluruh umat selama masa kepemimpinannya. Ia juga menyampaikan harapan agar kepemimpinan yang baru dapat terus menumbuhkan semangat kebersamaan, pelayanan yang tulus, serta semakin menghidupkan peran Lingkungan St. Gregorius dalam kehidupan menggereja.
Sementara itu, Fredericus Dwi Nugraha menyatakan kesiapan untuk melanjutkan tongkat estafet pelayanan. Dengan penuh kerendahan hati, ia memohon dukungan doa dan partisipasi seluruh umat agar kepemimpinannya dapat berjalan dengan baik, membawa lingkungan semakin rukun, solid, dan bertumbuh dalam iman.
Pertemuan akhir tahun ini tidak hanya menjadi penutup perjalanan pelayanan di tahun 2025, tetapi juga menjadi awal harapan baru bagi Lingkungan St. Gregorius. Diharapkan, di bawah kepemimpinan yang baru, lingkungan semakin menjadi wadah kebersamaan, tempat saling melayani, serta sarana untuk semakin menghayati panggilan sebagai umat beriman.
Menjelang akhir masa Natal, umat di lingkungan-lingkungan Stasi Maguwo melaksanakan Ibadat Keluarga Kudus sebagai momen untuk kembali meneguhkan panggilan keluarga kristiani. Ibadat tahun ini mengangkat tema: “Bersama-Sama Menghadirkan Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan.”
Melalui ibadat sederhana namun penuh makna ini, umat diajak untuk semakin memaknai kedatangan Kristus dalam kehidupan sehari-hari—terutama dalam keluarga sebagai komunitas terkecil yang membentuk Gereja. Keluarga yang hidup dalam sukacita dan harapan akan lebih mampu menjadi inspirasi dan saluran kebaikan bagi masyarakat sekitar.
Tujuan Ibadat
Pertemuan ini bertujuan agar umat semakin menyadari bahwa kehadiran Kristus tidak hanya dirayakan dalam liturgi, tetapi juga dalam relasi keluarga, kebersamaan, dan hidup menggereja di lingkungan. Dengan demikian, keluarga kristiani semakin menjadi tempat:
tumbuhnya sukacita,
bertumbuhnya iman,
serta lahirnya tindakan kasih yang menyejahterakan sesama.
Bacaan Injil: Lukas 2:41–52
Ibadat ditopang oleh bacaan Injil tentang Yesus yang berada di Bait Allah pada usia dua belas tahun. Kisah ini menggambarkan dinamika keluarga yang pernah mengalami kehilangan, keresahan, dan pencarian, namun semuanya dijalani dengan kasih dan kesetiaan.
Renungan Singkat: Tiga Makna Keluarga Kudus
Pemandu atau pemimpin ibadat mengajak umat merenungkan tiga pokok inspiratif dari Keluarga Kudus Nazaret:
1. Keluarga yang Bahagia
Keluarga Kudus tidak steril dari masalah. Mereka sempat mengalami kekhawatiran besar ketika Yesus hilang. Namun mereka menghadapinya dengan:
cinta kasih,
kepercayaan penuh,
komunikasi yang terbuka.
Bahagia bukan berarti tanpa masalah, tetapi kemampuan untuk saling menopang dan bertumbuh bersama dalam setiap situasi.
2. Keluarga yang Menginspirasi
Maria dan Yosef menunjukkan ketaatan yang mendalam pada kehendak Allah. Mereka menjadi teladan keluarga sederhana yang hidup dari iman. Dari merekalah kita belajar bahwa keluarga adalah sekolah iman pertama, tempat nilai-nilai Kristiani ditanamkan secara nyata.
3. Keluarga yang Menyejahterakan
Yesus tumbuh menjadi pribadi yang “bertambah hikmat, besar, dan disukai Allah dan manusia”. Pertumbuhan itu tidak terlepas dari kesejahteraan rohani dan jasmani yang Ia terima dalam keluarga-Nya.
Keluarga yang menyejahterakan adalah keluarga yang menumbuhkan potensi tiap anggotanya sehingga mampu menjadi berkat bagi dunia, membawa damai, dan menghadirkan kebaikan.
Litani Permohonan
Dalam litani permohonan, umat bersama-sama memohon agar setiap keluarga:
diberi kekuatan menghadapi tantangan,
diteguhkan dalam cinta,
serta dipenuhi semangat untuk menjadi keluarga yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.
Doa Penutup & Berkat
Ibadat diakhiri dengan doa penutup, menyerahkan keluarga masing-masing ke dalam penyertaan Tuhan. Setelah itu, umat menerima berkat penutup yang menjadi tanda pengutusan agar setiap keluarga semakin menjadi cermin kasih Allah di tengah masyarakat.
Memasuki Minggu Adven II, umat Stasi Maguwo kembali berkumpul dalam suasana hening dan penuh harapan untuk mengikuti pertemuan dengan tema “Berjalan Bersama sebagai Gereja yang Menginspirasi.” Tema ini mengajak umat untuk berani melangkah, mengambil peran, dan menghadirkan terang kasih Tuhan di tengah masyarakat.
Pertemuan diawali dengan nyanyian dan doa pembuka, mengantar umat memasuki momen refleksi. Adven minggu kedua ini mengingatkan bahwa setiap orang dipanggil bukan hanya untuk menantikan kedatangan Tuhan, tetapi juga menjadi tanda kehadiran-Nya melalui tindakan kasih yang nyata.
Tema: Mengambil Langkah Pertama untuk Peradaban Kasih
Dalam pengantar pertemuan, umat diajak menyadari bahwa dunia yang semakin kompleks membutuhkan pribadi-pribadi yang siap menjadi teladan. Gereja yang menginspirasi bukanlah Gereja yang pasif, tetapi Gereja yang berani mengambil langkah pertama untuk menyemai peradaban kasih.
Mulai dari tindakan kecil—menyapa, membantu, mendengarkan, memberi waktu—semua itu menjadi dasar yang membuat komunitas semakin hidup. Adven mengajak umat melihat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari keberanian sederhana seseorang untuk memulai.
Inspirasi Iman: Mengisi Kertas Kosong
Untuk memperdalam makna tema, pertemuan Adven II diisi dengan dinamika “Mengisi Kertas Kosong.” Pemandu menyediakan selembar kertas kosong serta beberapa spidol, lalu umat diajak hening sejenak sebelum permainan dimulai.
Satu per satu, setiap peserta diminta memberi satu goresan—entah garis, lingkaran, titik, atau bentuk sederhana lainnya. Goresan sederhana yang saling melengkapi ini perlahan membentuk sebuah gambar utuh.
Dinamika ini membawa pesan mendalam:
Sebuah karya besar selalu dimulai dari satu inisiatif kecil.
Setiap orang punya peran penting untuk mengisi kekosongan dalam komunitas.
Ketika setiap umat memberi kontribusinya, Gereja menjadi lebih indah dan lebih menginspirasi.
Tanpa kebersamaan, kertas tetap kosong. Namun dengan kerjasama, kertas itu berubah menjadi karya penuh makna.
Seperti gambar itu, hidup menggereja juga membutuhkan keberanian untuk memulai dan kesediaan untuk berjalan bersama.
Peneguhan Sabda: Matius 3:1–12
Pertemuan kemudian diteguhkan dengan pembacaan Kitab Suci dari Matius 3:1–12, yang menghadirkan suara Yohanes Pembaptis sebagai pewarta pertobatan. Bacaan ini menegaskan bahwa setiap orang dipanggil untuk memperbarui diri, mempersiapkan jalan bagi Tuhan, dan menghasilkan buah-buah pertobatan dalam hidup sehari-hari.
Sabda ini menjadi dorongan agar umat tidak hanya berhenti pada kata-kata, tetapi mengambil tindakan nyata untuk mewujudkan kasih Tuhan.
Penutup: Melangkah Bersama, Menginspirasi Sesama
Pertemuan Adven II ditutup dengan doa, memohon agar umat diberikan keberanian untuk menjadi Gereja yang bergerak, yang menghadirkan inspirasi, dan yang membangun kesejahteraan melalui aksi-aksi sederhana.
Melalui Adven minggu kedua ini, umat Stasi Maguwo diajak untuk terus melangkah bersama—mengubah “kertas kosong” kehidupan menjadi karya kasih yang hidup dan menginspirasi banyak orang.
Memasuki Minggu Adven III, umat Stasi Maguwo kembali berkumpul dalam suasana hangat untuk mengikuti pertemuan Adven dengan tema “Menjadi Gereja yang Menyejahterakan.” Tema ini mengajak umat untuk semakin membuka hati, melihat sesama, dan menghadirkan kesejahteraan bagi banyak orang melalui bela rasa dan kerjasama. Setiap lingkungan berkumpul dalam suasana sederhana namun penuh keakraban, dipersatukan oleh semangat yang sama: membangun Gereja yang semakin menyejahterakan.
Pertemuan dimulai dengan nyanyian pembuka, disusul doa pembuka yang membawa umat masuk dalam suasana doa dan penantian yang mendalam. Suasana hening dan kebersamaan malam ini menjadi tempat yang baik untuk menyiapkan hati menyambut kehadiran Sang Juru Selamat.
Pengantar: Menghidupi Semangat Bela Rasa
Dalam pengantar pertemuan, umat diajak merenungkan bahwa menjadi Gereja yang menyejahterakan bukan hanya tugas para pemimpin Gereja, tetapi panggilan setiap orang beriman. Kesejahteraan terwujud ketika kita mau hadir, peduli, dan menjadi tanda kasih Tuhan bagi sesama.
Gereja dipanggil untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi untuk keluar, melihat sekitar, dan terlibat menghadirkan kebaikan. Adven mengajak kita menyiapkan hati sekaligus menyiapkan tindakan nyata untuk mewujudkan kesejahteraan bersama—di keluarga, lingkungan, wilayah, dan stasi.
Inspirasi Iman: Puzzle Kesejahteraan
Pertemuan Adven III malam ini juga dilengkapi dengan dinamika menyusun puzzle, sebagai simbol bahwa kesejahteraan sejati adalah hasil karya bersama. Umat menerima potongan gambar dari berbagai bentuk—gambar keluarga harmonis, orang yang tersenyum, atau suasana damai—untuk dirangkai kembali menjadi gambar utuh.
Dinamika sederhana ini mengingatkan umat bahwa:
setiap orang membawa “potongan kebaikannya” sendiri,
setiap talenta saling melengkapi,
dan kesejahteraan hanya terwujud ketika semua bekerja bersama.
Sebagaimana puzzle tidak akan lengkap tanpa satu potongan pun, demikian pula Gereja tidak akan bisa menyejahterakan jika warganya berjalan sendiri-sendiri.
Refleksi Iman: Pesan Paus Fransiskus
Dalam refleksi, umat merenungkan pesan Paus Fransiskus yang menegaskan bahwa setiap manusia adalah saudara, tanpa memandang suku, agama, atau latar belakang. Kesejahteraan menurut Gereja bukan sekadar kesejahteraan materi, tetapi kesejahteraan yang memanusiakan setiap orang.
Paus mengingatkan bahwa masyarakat yang terpecah-pecah tidak mungkin menciptakan kesejahteraan. Justru dengan berbela rasa, bekerjasama, saling peduli, dan membangun relasi yang hangat, kita dapat menghadirkan “keluarga manusia” yang sejati.
Peneguhan Kitab Suci
Sabda Tuhan yang dibacakan menjadi sumber kekuatan bagi umat untuk semakin memahami panggilan sebagai Gereja yang melayani kesejahteraan bersama. Sabda tersebut mengingatkan bahwa tindakan kasih adalah bagian dari karya keselamatan Tuhan yang hadir melalui setiap pribadi yang mau peduli.
Penutup
Pertemuan ditutup dengan doa bersama, memohon agar umat semakin mampu menghidupi semangat bela rasa dan kerjasama, sehingga Gereja sungguh menjadi tempat yang menumbuhkan harapan dan kesejahteraan bagi semua orang.
Melalui Adven III ini, umat Stasi Maguwo—khususnya lingkungan St. Monika, St. Klara, St. Yohanes Pembaptis, St. Gregorius, Bramin, St. Theresia, St. Stefanus, dan St. Yusuf—diajak untuk semakin siap menyambut kelahiran Kristus, Sang Sumber Sukacita dan Kesejahteraan sejati.
Awal Desember jadi momen spesial buat umat Stasi Maguwo. Soalnya, seluruh lingkungan bareng-bareng ngadain Ibadat Adven Pertama sebagai tanda dimulainya masa penantian menuju Natal. Tema Adven Minggu I tahun ini adalah “Menantikan Kristus dalam Kebahagiaan Iman”—tema yang sederhana tapi ngena banget.
Di tiap lingkungan, ibadat diadakan dengan suasana yang hangat dan akrab. Ada yang berkumpul di rumah umat, ada yang bikin lingkaran Adven sederhana, ada yang mulai ibadat dengan doa singkat, dan semuanya sama-sama menyalakan lilin pertama sebagai tanda harapan. Rasanya adem banget melihat umat kumpul, doa bareng, dan saling menyapa setelah ibadat.
Renungan Adven Pertama mengingatkan kita bahwa menanti Kristus itu nggak harus tegang atau penuh kekhawatiran. Justru sebaliknya—kita diajak untuk menunggu dengan hati yang gembira, bersyukur, dan percaya bahwa Tuhan selalu hadir dalam hidup kita sehari-hari.
Lingkungan St. Yohanes pembabtis
Linkungan St Fransiskus Asisi
Lingkungan St Petrus
Lingkungan St Monica
Lingkungan St Bartholomeus
Lingkungan St. Theresia
Lingkungan St. Gregorius
Lingkungan St. Yusuf
Lingkungan St Clara
Lingkungan St Stefanus
Lingkungan St. Antonius
Lingkungan St. Gabriel
Walaupun tiap lingkungan punya cara sendiri dalam menyiapkan ibadat, suasana yang terasa tetap sama: kompak, simple, dan penuh sukacita. Beberapa lingkungan lanjut ngobrol santai setelah ibadat, ada juga yang foto bareng, pokoknya suasananya hangat banget.
Dengan dimulainya Adven Pertama ini, umat Stasi Maguwo berharap bisa terus berjalan bersama dalam persiapan menuju Natal. Lilin pertama sudah dinyalakan—tinggal kita jaga supaya semangat dan harapan itu tetap hidup sampai Hari Natal tiba.
Kadisoka, 17 November 2025 — Lingkungan St. Gregorius kembali mengadakan Misa Lingkungan pada Senin malam, 17 November 2025 pukul 19.00 WIB. Sekitar 70 umat, dari anak hingga lanjut usia, hadir memenuhi area misa dengan semangat kebersamaan dan rasa syukur.
Rm. FX. Murdi Susanto Pr
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo FX. Murdi Susanto, Pr, imam dari Paroki Maria Marganingsih Kalasan. Dalam homilinya yang diambil dari Injil Lukas 18:35–43, Romo Murdi menegaskan tentang iman yang memampukan seseorang melihat terang dan mengalami karya keselamatan Tuhan. Kisah penyembuhan seorang buta di pinggir jalan Yerikho menjadi ajakan bagi umat untuk semakin percaya, memohon, dan membuka hati pada karya kasih Allah dalam perjalanan kehidupan sehari-hari.
Misa berlangsung dengan khidmat
Homili tersebut juga mengingatkan umat bahwa mukjizat Tuhan kerap hadir ketika seseorang berani datang kepada-Nya dengan kerendahan hati dan kesederhanaan iman.
Misa dihadiri oleh berbagai usia
Sebelum misa ditutup, Gregorius Henry, selaku Ketua Lingkungan St. Gregorius, menyampaikan sambutan singkat. Ia mengucapkan terima kasih atas kehadiran umat serta menegaskan pentingnya merawat kerukunan, keterlibatan aktif, dan semangat pelayanan. Ia berharap bahwa kegiatan misa lingkungan dapat terus mempererat tali persaudaraan dan menjaga kehangatan komunitas.
Sejumlah 70 umat hadir
Usai Perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan wawan hati dan ramah tamah dan diabadikan dengan foto bersama. Suasana hangat dan akrab tampak dalam perbincangan umat yang saling menyapa, berbagi cerita, hingga berdiskusi ringan mengenai kegiatan lingkungan yang akan datang. Momen kebersamaan ini menjadi ruang bagi umat untuk saling mengenal lebih dekat, memperkuat hubungan, dan membangun semangat keluarga besar St. Gregorius.
Umat kemudian pulang dengan hati gembira dan penuh syukur, membawa pulang semangat untuk terus bertumbuh dalam iman, kasih, dan pelayanan di tengah keluarga maupun masyarakat.
Kadisoka, 9 November 2025 – Sebanyak 39 umat dari Lingkungan St. Gregorius, Kadisoka, mengikuti kegiatan Ziarah Porta Sancta dan Rekreasi yang berlangsung penuh sukacita dan kebersamaan. Tujuan ziarah kali ini adalah Goa Maria Tritis di Gunungkidul dan dilanjutkan dengan rekreasi di Pantai Indrayanti.
Perjalanan dimulai sejak pagi hari dengan semangat doa dan kebersamaan. Setibanya di Goa Maria Tritis, para peserta mengikuti Ibadat Jalan Salib yang dipandu dengan khusyuk. Suasana alam di sekitar goa yang sejuk dan rindang menambah kekhusyukan doa. Cuaca juga sangat mendukung — tidak panas dan tidak hujan — sehingga seluruh rangkaian doa dapat dijalani dengan nyaman dan penuh makna.
Rombongan Sampai di Goa Maria Tritis
Goa Maria Tritis, yang dikenal sebagai tempat ziarah dengan nuansa alami dan tenang, menjadi momen perhentian batin bagi banyak peserta. Di sanalah umat diajak merenungkan perjalanan iman serta mengucap syukur atas kasih Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria.
Jalan Salib
Usai menunaikan ziarah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pantai Indrayanti. Meskipun sempat mengalami sedikit kemacetan di perjalanan, semangat peserta tetap tinggi. Setibanya di pantai, suasana berubah menjadi penuh keceriaan. Dengan pasir putih yang lembut, bibir pantai yang luas, dan air laut biru cemerlang, umat menikmati waktu kebersamaan sambil bercengkerama dan berfoto bersama.
Rekreasi di Pantai Indrayanti
Hari itu menjadi perpaduan indah antara ziarah rohani dan rekreasi persaudaraan. Semua peserta kembali ke Kadisoka dengan hati gembira dan penuh syukur, karena seluruh perjalanan berjalan dengan lancar dan selamat.
Melalui kegiatan ini, umat Lingkungan St. Gregorius semakin dipersatukan dalam semangat iman, persaudaraan, dan sukacita Kristiani — berjalan bersama menuju kasih Tuhan yang melimpah.
Selama bulan Oktober, umat di berbagai lingkungan telah melaksanakan doa Rosario secara rutin. Setiap pertemuan menjadi kesempatan untuk merenungkan misteri kehidupan Yesus bersama Bunda Maria, sekaligus mempererat tali persaudaraan antarumat.
“Bersama Maria, kita diajak untuk terus bertekun dalam doa dan percaya akan penyertaan Tuhan dalam hidup kita.”
Makna Doa Rosario
Doa Rosario bukan sekadar rangkaian doa yang diulang-ulang, melainkan sebuah perjalanan iman yang membawa kita merenungkan misteri kehidupan Yesus Kristus bersama Bunda Maria.
Doa yang Membawa Kita Dekat dengan Kristus
Melalui setiap peristiwa (misteri) dalam Rosario—sukacita, dukacita, kemuliaan, dan terang—kita diajak untuk memusatkan hati pada Yesus, merenungkan karya keselamatan-Nya dari kelahiran hingga kebangkitan.
Maria sebagai Pendamping Doa
Dengan mendoakan Rosario, kita meneladani Bunda Maria yang setia merenungkan sabda Allah dalam hatinya (bdk. Lukas 2:19). Ia menjadi teladan bagi umat beriman untuk selalu percaya dan taat pada kehendak Tuhan.
Doa yang Membawa Kedamaian
Rosario sering disebut sebagai “senjata rohani”. Santo Yohanes Paulus II menyebutnya sebagai doa yang membawa damai bagi hati, keluarga, dan dunia. Saat Rosario didaraskan dengan iman dan kasih, hati menjadi lebih tenang dan damai.
Ungkapan Kasih dan Syukur
Setiap butir Rosario adalah persembahan kasih kepada Bunda Maria sebagai ungkapan syukur atas penyertaannya dan perantaraan doanya bagi Gereja serta umat manusia.
Doa yang Mengikat Umat dalam Persaudaraan
Ketika Rosario didoakan bersama-sama — baik di keluarga, lingkungan, atau komunitas — kita diajak untuk hidup dalam kebersamaan, saling mendoakan, dan memperkuat iman satu sama lain.
“Marilah kita bertekun dan sehati dalam doa bersama-sama dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus.” — Kisah Para Rasul 1:14
Dengan semangat yang sama, umat Stasi Maguwo berkomitmen untuk terus meneladani Bunda Maria dalam kehidupan sehari-hari — hidup yang penuh doa, rendah hati, dan setia kepada kehendak Allah.
Dalam semangat mempererat koordinasi dan meningkatkan kualitas pelayanan liturgi, Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo mengadakan pertemuan para Penanggung Jawab (PJ) Koor Lingkungan pada hari Minggu, 2 November 2025, bertempat di gazebo Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Pertemuan ini dihadiri oleh timpel koor lingkungan, timpel koor stasi, serta kabid liturgi, yang bersama-sama berdiskusi dan menyusun langkah konkret untuk mempersiapkan kegiatan pelayanan koor di tingkat stasi.
Agenda utama pertemuan kali ini adalah membahas rencana parade koor yang akan dilaksanakan dalam Misa Pesta Nama Stasi dan Pelantikan Pengurus pada 4 Januari 2026 mendatang. Dalam acara tersebut, koor dari 17 lingkungan akan dibagi menjadi 8 kelompok, masing-masing membawakan lagu yang telah ditentukan oleh tim pelaksana.
Latihan akan dilakukan secara mandiri oleh tiap kelompok, dengan biaya ditanggung masing-masing lingkungan, dan akan diakhiri dengan gladi bersih pada hari Jumat setelah misa Jumper. Lagu-lagu yang akan digunakan akan dipilihkan oleh timpel stasi, dengan tiga opsi lagu yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan karakter masing-masing kelompok.
Sebagai bentuk apresiasi bagi semangat para lingkungan dalam pelayanan koor, akan diberikan hadiah berupa buku Mazmur, yang dapat dipilih sesuai kebutuhan — apakah Mazmur Harian atau Mazmur Mingguan.
Selain pembahasan utama, pertemuan ini juga menampung berbagai usulan dan masukan dari para peserta, antara lain:
Penjadwalan koor misa hari raya (selain Natal dan Paskah) agar dilimpahkan ke wilayah/ lingkungan,
Misa Jumper tetap menjadi tugas koor wilayah,
serta perlunya penjadwalan mazmur agar pelayanan semakin tertata dan berkesinambungan.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai namun penuh semangat ini menjadi wadah kebersamaan bagi para pelayan musik liturgi. Melalui koordinasi yang baik dan semangat melayani, diharapkan pelayanan koor di Stasi Maguwo semakin hidup, kompak, dan menjadi pujian yang sungguh memuliakan nama Tuhan.
Stasi Maguwo memasuki Pertemuan ke-4 Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025 dengan tema “Pembaruan Relasi dengan Allah”. Pertemuan ini mengajak umat untuk kembali melihat relasi pribadi dengan Allah: apakah selama ini kita sungguh setia, atau justru membiarkan iman menjadi hambar dan jauh dari-Nya.
Kitab Maleakhi menegaskan bahwa ada perbedaan nyata antara orang yang setia kepada Allah dan yang tidak. Relasi yang benar dengan Allah bukanlah sekadar kewajiban, melainkan sikap hati yang penuh kasih dan kepercayaan. Allah merindukan umat-Nya kembali dengan tulus, bukan hanya dalam doa atau ibadat lahiriah, tetapi juga dalam seluruh sikap hidup sehari-hari.
Suasana pertemuan BKSN kali ini dipenuhi semangat doa dan permenungan. Umat diajak untuk mengevaluasi relasi pribadinya dengan Tuhan: apakah kita masih sering meragukan kasih-Nya, ataukah kita tetap percaya dan setia walau menghadapi tantangan hidup? Dalam diskusi dan sharing iman, banyak umat menyadari bahwa menjaga relasi dengan Allah berarti menjaga kesetiaan dalam hal-hal kecil—setia berdoa, setia menghadiri Ekaristi, setia dalam pelayanan, serta setia dalam menghidupi kasih di tengah keluarga dan masyarakat.
Pertemuan ini menjadi undangan bagi setiap umat untuk memperbarui komitmen imannya. Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya; Ia selalu mencatat dan mengenal mereka yang setia kepada-Nya. Relasi yang erat dengan Allah akan memberi kekuatan baru untuk menghadapi pergumulan hidup, sekaligus menjadi sumber berkat bagi sesama.
Lingkungan yang melaksanakan BKSN Pertemuan 4:
Lingkungan St. Antonius
2. Lingkungan St. Petrus
Lingkungan St Clara
Lingkungan St Gregorius
Lingkungan St Elisabet
Lingkungan St Paulus
Lingkungan St Maria Asumpta
Lingkungan St Monica
Semoga pertemuan BKSN ini meneguhkan iman umat, agar semakin setia dan tekun menjaga relasi dengan Allah yang penuh kasih dan setia.
HiHello 👋, welcome to Gereja Maria Bunda Allah - Paroki Administratif Maguwo