Perayaan Ekaristi syukur HUT RI ke-80 di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo kali ini benar-benar beda vibes-nya. Soalnya, ada yang super spesial: ibu-ibu Stasi Maguwo kompak banget jadi petugas misa.
Dengan dresscode kebaya merah yang anggun dan penuh semangat, ditambah stiker merah putih di pipi yang bikin penampilan makin nasionalis, ibu-ibu tampil percaya diri melayani altar Tuhan. Aura kemerdekaan langsung kerasa sejak awal misa.




Mereka all out di berbagai tugas: koor yang bikin suasana meriah dengan nyanyian penuh semangat, among tamu yang menyambut umat dengan senyum hangat, kolekte dan persembahan yang berjalan rapi dan penuh syukur, sampai lektor yang membacakan sabda Tuhan dengan suara lantang dan penuh penghayatan. Nggak ada yang setengah-setengah, semuanya total demi pelayanan terbaik.









Yang bikin makin berkesan, pelayanan ini bukan cuma sekadar jadwal liturgi, tapi juga jadi wujud nyata semangat kemerdekaan. Lewat doa, lagu, dan kebersamaan, ibu-ibu Stasi Maguwo menunjukkan bahwa cinta tanah air bisa dihidupi dalam pelayanan sederhana, namun penuh makna.

Misa syukur pun jadi terasa khidmat sekaligus meriah. Ada nuansa syukur kepada Tuhan yang berpadu manis dengan semangat nasionalisme. Singkatnya, ibu-ibu Stasi Maguwo berhasil bikin misa ini nggak cuma jadi perayaan liturgi, tapi juga jadi pesta iman dan pesta kemerdekaan yang penuh warna

