Membangun Kesadaran dan Aksi Nyata

Pertemuan APP 2

Pada Kamis, 5 Maret 2026 pukul 19.00 WIB, Lingkungan Santa Elisabeth kembali berkumpul dalam sembahyangan rutin lingkungan yang dilaksanakan di rumah keluarga Bapak Yunius. Kurang lebih 28 umat hadir dalam pertemuan tersebut. Suasana penuh kehangatan sungguh terasa ketika umat yang datang saling bersalaman dan memberikan senyuman hangat satu sama lain.

Sebelum pertemuan APP dimulai, terdapat beberapa kegiatan administrasi rutin yang biasanya dilakukan oleh umat bersama bendahara lingkungan. Kegiatan tersebut meliputi iuran Gerakan Kemurahan Hati sebesar Rp2.000,00, iuran APBU, pengumpulan amplop Partisipasi Paskah, serta presensi kehadiran umat.

Setelah urusan administrasi selesai, umat pun diajak memasuki suasana permenungan melalui Pertemuan APP. Malam ini merupakan Pertemuan APP yang ke-2, yang diawali dengan lagu pembuka “Tuhan Dikau Naungan Hidupku”. Tema Pertemuan APP yang dipimpin oleh Bapak Bagio dan Bapak Hari pada malam ini adalah “Potensi Dana Sosial Gereja: Fungsi dan Sifatnya”.

Melalui pertemuan ini, umat diajak untuk semakin memahami berbagai potensi dana sosial Gereja. Selain itu, umat juga didorong untuk ikut mengakses dan memanfaatkan dana tersebut bagi mereka yang membutuhkan, khususnya kelompok KLMTD (Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir, dan Difabel).

Dalam pertemuan ini, Bapak Bagio dan Bapak Hari mengajak umat untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam kelompok-kelompok kecil yang dibagi menjadi empat kelompok. Diskusi dan sharing menjadi bagian penting dalam pertemuan ini. Umat saling bertukar pendapat serta berbagi pengalaman dan pemikiran yang membangun.

Suasana sharing pun semakin hangat ketika setiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya. Kelompok 1 diwakili oleh Bapak Donal. Kelompok 2 diwakili oleh Mas Agus. Kelompok 3 diwakili oleh Bapak Agus. Kelompok 4 diwakili oleh Ibu Giyarti.

Setelah renungan APP selesai, acara dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana, yaitu menyantap hidangan makanan dan minuman yang telah disediakan oleh keluarga tuan rumah. Pada kesempatan ini, Ketua Lingkungan juga menyampaikan beberapa informasi, baik informasi lingkungan maupun informasi dari Stasi.

Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat hingga pertemuan sembahyangan pun berakhir. Pertemuan Kamis depan akan dilaksanakan di rumah keluarga Bapak Donal dengan petugas doa Bapak Dedy dan Ibu Vera.

Sebelum pulang, umat bersama-sama melakukan penghitungan amplop Partisipasi Paskah. Kegiatan doa lingkungan pada malam ini ditutup oleh Bapak Bagio dengan berpamitan kepada keluarga tuan rumah.

Semoga melalui pertemuan ini, umat Lingkungan Santa Elisabeth semakin tergerak hatinya untuk mewujudkan wajah sosial Gereja dengan mengawali pemanfaatan dan pengelolaan dana sosial Gereja demi membantu sesama yang membutuhkan.

Sampai jumpa di Pertemuan APP ke-3 Lingkungan Santa Elisabeth.
Berkah Dalem.

Video Dokumenter

Instagram : https://www.instagram.com/p/DV6QBj6D7_-/

Doa yang Mengikat, Kasih yang Menguatkan

-APP 1- Paguyuban-Valentine Lingkungan St. Elisabeth-

Kamis, 26 Februari 2026. Senja berganti malam dengan cuaca yang begitu bersahabat. Di kediaman Ibu Asih, umat lingkungan berkumpul dalam suasana penuh syukur. Puji Tuhan, sebanyak 36 umat hadir mengikuti sembayangan lingkungan malam itu.

Pertemuan APP ke-1 dipimpin oleh Pak Agus dan Mbak Tika. Kegiatan diawali dengan lagu “Di Jenjang Maaf” yang mengalun lembut, membawa setiap hati masuk dalam suasana refleksi, kerendahan hati, dan kebersamaan.

Tema APP ke-1 kali ini adalah “Potret Kondisi dan Potensi: Dasar untuk Mengawal Aksi.” Dalam pertemuan ini, umat diajak melihat secara nyata kondisi lingkungan—baik tantangan yang dihadapi maupun potensi yang dapat dikembangkan. Umat juga diajak menyadari pentingnya data sebagai dasar perencanaan, agar setiap gerakan dan aksi yang dilakukan sungguh tepat sasaran dan mampu meningkatkan kesejahteraan bersama.

Dinamika pertemuan terasa hidup. Pemandu membuka ruang sharing tentang kondisi pribadi dan kehidupan sehari-hari. Satu per satu umat berbagi dengan tulus. Setiap tanggapan disambut dengan sukacita, menciptakan suasana hangat yang penuh empati dan persaudaraan.

Usai pertemuan APP, dilaksanakan edaran kolekte untuk mendukung aksi Paskah lingkungan, sebagai wujud nyata solidaritas dan kepedulian bersama.

Momen penuh makna juga hadir dalam pemberian tanda kasih kepada Pak Agus, Bu Agus, dan Michael yang diwakili oleh Pak Suradi, atas penerimaan Sakramen Krisma. Ungkapan syukur dan doa mengiringi perjalanan iman yang semakin diteguhkan.

Karena masih dalam suasana Valentine, kebersamaan malam itu semakin semarak dengan kegiatan tukar kado. Umat kompak mengenakan pakaian serba pink, menambah warna dan keceriaan. Tukar kado berlangsung seru, penuh tawa dan kejutan.

Tidak berhenti di situ, kebersamaan dilanjutkan dengan kegiatan paguyuban seperti arisan dan lotre sederhana. Meski hadiahnya sederhana, kebahagiaan yang terpancar begitu nyata. Tawa dan sorak gembira memenuhi ruangan saat nama-nama pemenang diumumkan.

Malam itu bukan sekadar pertemuan, tetapi perayaan kebersamaan. Semoga Lingkungan Santa Elisabeth semakin romantis dalam kasih, semakin hidup dalam pelayanan, dan semakin guyub dalam persaudaraan. (*Vera)

Link Instagram : https://www.instagram.com/p/DVXzpU4Dw4u/

PERAYAAN EKARISTI PERINGATAN 1000 HARI BERPULANGNYA BPK. ANDREAS SUYANTO

Pada Hari Minggu, 8 Februari 2026, umat Lingkungan St. Elisabeth mengadakan Perayaan Ekaristi untuk memperingati berpulangnya Bapak Andreas Suyanto, Bapak dari Bapak Mikko Prihantoro Nugroho. Ibadat Ekaristi dimulai pukul 19.00 WIB dan diikuti oleh 100 umat lebih. Umat terdiri dari umat lingkungan St. Elisabeth dan para tamu undangan. Misa Ekaristi ini dipimpin oleh Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr.

Dalam Ekaristi kali ini, Romo Dadang menekankan tentang Tuhan yang Sungguh Hadir.

Dalam bacaan pertama, Kitab 1 Raja-raja 8:1–7, 9–13, diceritakan bagaimana Raja Salomo memindahkan Tabut Perjanjian ke dalam Bait Suci. Ketika para imam keluar dari tempat kudus, awan memenuhi rumah Tuhan. Kemuliaan Tuhan begitu nyata sampai para imam tidak tahan berdiri untuk melayani. Itu tanda bahwa Tuhan benar-benar hadir di tengah umat-Nya.

Menariknya, yang ada di dalam Tabut hanya dua loh batu, tanda perjanjian Tuhan dengan umat-Nya. Artinya, bukan kemegahan bangunan yang membuat Tuhan hadir, tetapi kesetiaan-Nya pada janji dan relasi dengan umat.

Dalam bacaan Injil, pada Injil Markus 6:53–56, kita melihat kehadiran Tuhan dalam diri Yesus Kristus. Ke mana pun Yesus pergi, orang-orang membawa yang sakit kepada-Nya. Bahkan yang hanya menyentuh jumbai jubah-Nya menjadi sembuh. Tidak ada awan atau gemuruh, tetapi hadirat Tuhan sungguh nyata lewat sentuhan, belas kasih, dan pemulihan.

Dari dua bacaan ini kita belajar:

Tuhan hadir dalam kemuliaan-Nya yang agung.

Tuhan juga hadir dalam kelembutan dan kasih-Nya yang menyembuhkan.

Tuhan tidak jauh, Dia hadir ketika kita membuka hati.

Hari ini, Tuhan tidak lagi hadir dalam awan di atas Tabut, tetapi dalam hati kita yang menjadi bait-Nya. Saat kita berdoa dengan tulus, saat kita percaya dan datang kepada-Nya, hadirat-Nya nyata.

Pada bacaan ini, kita merenungkan bahwa orang yang meninggal tidak benar-benar tiada. Dia masih hadir meski dalam wujud yang berbeda. Bagi kita yang ditinggalkan, tidak perlu bersedih, tidak perlu berduka yang berlarut-larut, cukup kita doakan dengan tulus, maka mereka akan tetap hadir di hati kita masing-masing, dan kita harus tetap melanjutkan misi dari Tuhan dalam perziarahan hidup kita.  

Semoga Bapak Andreas Suyanto beristirahat dalam damai abadi di surga, berada di sisi Bapa bersama para kudusNya, dan memperoleh kebahagiaan kekal. Serta kita yang masih berziarah di bumi ini bisa melanjutkan karya Tuhan dan memberi yang terbaik dari diri kita untuk kebaikan sesama dan lingkungan.