Pada 21 Mei 2026, pukul 19.00, Lingkungan St. Elisabeth mengadakan sembahyangan rutin kamisan, Doa Rosario, Perkumpulan Paguyuban Ibu-Ibu, kemudian dilanjutkan dengan latihan koor. Kegiatan malam ini diikuti oleh 31 orang umat.
Pertemuan diawali dengan pembacaan buku BKL untuk hari ke 21 dan 22. BKL dipimpin oleh Mas Heru. Kemudian dilanjutkan dengan Doa Rosario yang dipimpin oleh Pak Suradi. Lalu lanjut dengan Pertemuan Ibu-Ibu yang diisi dengan pembacaan laporan keuangan, pengumuman, arisan, dan lotre. Selanjutnya pertemuan malam ini ditutup dengan Latihan Koor untuk tugas misa minggu terakhir bulan Mei yang dikawal oleh Bu Padmi dan Bu Vera. Seperti biasa, semua berlangsung dengan meriah, dan lancar.
Kegiatan PIA pada Minggu, 8 Juni 2025 memiliki nuansa berbeda pada pertemuan PIA pada umumnya. Biasanya, kegiatan PIA bersama kakak-kakak pendamping sedangkan pada pertemuan ini bersama “Bunda-Bunda” karena kegiatan PIA kali ini berkolaborasi bersama dengan Paguyuban Ibu-Ibu Stasi Gereja Maria Bunda Allah (GMBA). Jangan salah, kegiatan PIA tetap berlangsung dengan gembira karena semangat muda para Ibu-ibu ini.
Kolaborasi ini dilakukan untuk memperkenalkan Maria Bunda Allah kepada anak-anak dalam momentum HUT GMBA serta sebagai pengingat akan Bulan Maria yang dirayakan pada bulan Mei yang lalu. Pada kegiatan PIA ini, anak-anak dikenalkan dengan Bunda Maria sebagai Bunda Allah serta bentuk-bentuk devosi yang dapat dilakukan kepada Maria Bunda Allah. Maria sebagai Bunda Allah memiliki peran yang istimewa dalam rencana keselamatan Allah. Maria menerima dirinya untuk mengandung Yesus melalui kuasa Roh Kudus dan mendampingi-Nya hingga wafat di kayu salib, menjadi teladan dalam menerima kehendak Allah dalam hidup kita.
Devosi kepada Maria Bunda Allah mengajak kita untuk semakin dekat dengan Maria dalam karya keselamatan Allah dan mendekatkan diri kepada Yesus Kristus Sang Putra. Setelah melihat tayangan singkat tentang devosi kepada Maria Bunda Allah, Ibu Lia, sebagai pemateri memberikan pengenalan tentang doa Rosario mulai dari runtunan doa hingga manfaatnya yang begitu besar kepada kita. Melalui Rosario, anak-anak diajak untuk merenungkan kehidupan Yesus bersama Maria Bunda-Nya. Anak-anak juga diberikan Rosario untuk memperdalam iman dan menguatkan kekuatan spiritual mereka melalui Devosi Maria.
Anak-anak sangat antusias untuk menyimak dan menjawab pertanyaan. Banyak hadiah menarik yang dibagikan kepada anak-anak, tidak hanya Rosario, tetapi ada alat tulis dan hingga Kalung Salib. Sebagai penyemangat, anak-anak juga diajak untuk melakukan gerak & lagu “Bunda Maria” melalui tayangan video.
Terima kasih atas dukungan dan kolaborasi bersama Tim Liturgi dan Tim Sosial Paguyuban Ibu-Ibu Stasi GMBA yang telah menghadirkan pengalaman berharga bagi anak-anak dalam memahami dan mendalami iman mereka. Semoga kehadiran “Bunda-Bunda” ini dalam kegiatan PIA dapat menyalurkan semangat untuk menerima diri dalam panggilan karya keselamatan Allah dalam diri anak-anak layaknya Bunda Maria. Tak lupa, terima kasih banyak kepada donatur dan lingkungan yang telah mendukung kelancaran kegiatan PIA kali ini. Berkah Dalem.