Tongkat Estafet Pelayanan: Serah Terima Jabatan (SERTIJAB) Ketua Lingkungan St. Stefanus Periode 2026-2028

Maguwo, 5 Januari 2026 – Suasana penuh kekeluargaan dan khidmat menyelimuti kediaman Bapak Paulus Wardana saat berlangsungnya acara serah terima jabatan (sertijab) kepengurusan Lingkungan St. Stefanus. Momen ini menandai dimulainya babak baru kepemimpinan lingkungan untuk masa bakti 2026-2028.

Apresiasi atas Pengabdian Bapak Frans Sarjiyana

Acara diawali dengan penyampaian kesan dan pesan dari Bapak Frans Sarjiyana, Ketua Lingkungan periode 2023-2025 yang telah menyelesaikan masa tugasnya. Dalam sambutan yang menyentuh hati, beliau menyampaikan salam perpisahan sekaligus ungkapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh umat.

“Terima kasih atas segala bantuan, doa, dan kontribusi nyata seluruh warga St. Stefanus selama tiga tahun terakhir. Tanpa dukungan bapak, ibu, dan saudara sekalian, berbagai kegiatan lingkungan tidak akan dapat berjalan dengan baik,” ungkap Bapak Frans.

Harapan Baru di Bawah Kepemimpinan Bapak Paulus Wardana

Acara dilanjutkan dengan sambutan perdana dari Ketua Lingkungan yang baru, Bapak Paulus Wardana. Beliau mengapresiasi dedikasi kepengurusan sebelumnya dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh umat melalui proses pemilihan.

Bapak Paulus menekankan pentingnya sinergi dan gotong royong dalam menjalankan amanah ini. Dalam visi ke depannya, beliau berkomitmen untuk:

  • Melanjutkan program dan kegiatan positif yang telah berjalan selama ini.
  • Menyusun perencanaan strategis untuk kegiatan lingkungan selama tiga tahun ke depan guna mempererat iman dan persaudaraan warga.
  • Memohon doa restu serta bantuan aktif dari seluruh warga agar tugas pelayanan ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Menatap Masa Depan dengan Semangat St. Stefanus

Serah terima jabatan ini bukan sekadar pergantian figur, melainkan simbol keberlanjutan pelayanan di ladang Tuhan. Dengan semangat pelindung lingkungan, St. Stefanus, diharapkan kepengurusan yang baru dapat membawa kesegaran dan semangat baru dalam bersekutu, berliturgi, dan mewartakan kasih di tengah masyarakat.


“Selamat bertugas kepada Bapak Paulus Wardana dan segenap pengurus periode 2026-2028, serta terima kasih yang tulus kepada Bapak Frans Sarjiyana atas dedikasi dan pengabdiannya.”

Harmoni Iman di Awal Tahun: Pelayanan Koor Lingkungan St. Stefanus

Minggu, 11 Januari 2026, umat di Lingkungan St. Stefanus berkumpul di Gereja Maria Bunda Allah. Kehadiran mereka kali ini adalah untuk memenuhi panggilan pelayanan melalui tugas koor.

Dengan balutan busana bernuansa putih yang melambangkan ketulusan hati, para anggota lingkungan mulai dari yang muda hingga lansia berkumpul bersama di depan altar untuk mempersembahkan pujian terbaik bagi Tuhan. Kehadiran setiap pribadi dalam foto ini bukan sekadar tentang harmoni suara, melainkan wujud nyata dari semangat persekutuan (koinonia) dan dedikasi dalam melayani umat.

“Bernyanyi adalah berdoa dua kali.” — St. Agustinus

“Terima kasih kepada seluruh warga Lingkungan St. Stefanus yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan suaranya. Semoga persembahan ini menjadi berkat bagi paroki kita dan kemuliaan bagi nama Tuhan.”.

Sampai jumpa di pelayanan berikutnya! Berkah Dalem..

#StStefanus #GerejaMariaBundaAllah #PelayananKoor #KatolikIndonesia #KebersamaanIman

Ibadat Sabda Lingkungan St. Antonius Padua Sembego

Kamis, 22 Januari 2026
Pemandu Ibadat          : Bapak Murdiyana
Bacaan Injil                   : Markus 3 : 7–12
Tema                             : “Diselamatkan oleh Belas Kasih”

Tempat                          : Rumah Bapak Puspito

Umat yang hadir          : 20 0rang

Dalam ibadat sabda lingkungan yang dilaksanakan pada hari Kamis, Bapak Murdiyana menyampaikan renungan berdasarkan bacaan Injil Markus 3:7–12 dengan tema “Diselamatkan oleh Belas Kasih”.

Renungan diawali dengan penjelasan singkat mengenai situasi dalam Injil, di mana Yesus diikuti oleh banyak orang dari berbagai daerah. Mereka datang dengan berbagai latar belakang dan persoalan hidup, terutama karena mereka percaya bahwa Yesus memiliki kuasa untuk menyembuhkan dan membebaskan dari penderitaan.

Bapak Murdiyana menekankan bahwa dalam perikop ini, Yesus tidak hanya tampil sebagai pengajar, tetapi sebagai pribadi yang penuh belas kasih, yang mau mendekati orang-orang sakit, lemah, dan terpinggirkan. Banyak orang yang sakit berdesakan ingin menyentuh Yesus, dan mereka yang kerasukan roh jahat pun disembuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa keselamatan yang diberikan Yesus lahir dari belas kasih Allah, bukan karena jasa atau kelayakan manusia.

Iman sejati bukan sekadar pengakuan di bibir bahwa Yesus adalah Tuhan, melainkan wujud ketaatan dan kasih melalui teladan perbuatan nyata dalam kehidupan sehari-hari. 

Kita diundang untuk membangun relasi pribadi yang mendalam dengan Yesus sebagai Tuhan dan Sahabat, bukan sekadar datang untuk memanfaatkan kuasa-Nya demi kepentingan egois semata. 

Melalui kesabaran, kejujuran, dan pengampunan, kita dipanggil menjadi murid Kristus yang sungguh-sungguh mengenal dan mengikuti-Nya hingga akhir, membawa terang kasih-Nya melalui kesaksian hidup yang tenang namun mendalam.

Menurut teman-teman, tantangan terbesar apa yang sering kita hadapi dalam menunjukkan kasih Yesus melalui perbuatan nyata?

Renungan ditutup dengan ajakan agar umat Lingkungan St. Antonius Padua Maguwo semakin menjadi komunitas yang menghadirkan kasih, penerimaan, dan pengharapan bagi siapa pun yang membutuhkan.

https://youtu.be/_mjLTRmXzUc

Ibadat Rutin Lingkungan St. Gregorius Berlangsung Khidmat

Lingkungan St. Gregorius kembali mengadakan ibadat rutin lingkungan pada Kamis, 22 Januari 2026. Ibadat kali ini dilaksanakan di rumah Bapak Freddy dan berlangsung dengan penuh kekhusyukan serta semangat kebersamaan.

Kegiatan ibadat dihadiri oleh 27 umat dari berbagai usia. Kehadiran umat yang cukup banyak ini menjadi wujud nyata kebersamaan dan komitmen warga lingkungan dalam menjaga kehidupan iman melalui doa bersama.

Pada kesempatan ini, ibadat juga mendapat kunjungan dari Tim Pembangunan Renovasi Gereja Maria Bunda Allah (GMBA). Tim menyampaikan pemaparan singkat terkait tujuan renovasi gereja, rencana pelaksanaan, serta mekanisme pendanaan yang akan dilakukan secara bertahap.

Salah satu upaya pendanaan yang disosialisasikan adalah melalui penjualan kupon “Kemurahan Hati”, yang diharapkan dapat melibatkan partisipasi aktif seluruh umat dalam mendukung kelancaran renovasi gereja. Penjelasan tersebut disambut dengan antusias dan perhatian dari umat yang hadir.

Melalui ibadat rutin ini, umat tidak hanya dikuatkan secara rohani, tetapi juga diajak untuk ambil bagian dalam karya bersama membangun gereja sebagai rumah iman umat. Semoga kebersamaan dan semangat gotong royong ini terus tumbuh dalam kehidupan Lingkungan St. Gregorius.

Mendengarkan Sabda, Meneguhkan Iman Bersama

Sembayangan Lingkungan St. Gregorius

Lingkungan St. Gregorius mengadakan sembayangan lingkungan yang pertama di tahun 2026 pada Kamis, 8 Januari 2026. Ibadah ini dipimpin oleh Prodiakon Paulus Supit dan dihadiri sekitar 20 umat dari berbagai usia. Kegiatan berlangsung dengan hikmat dan penuh kekhusyukan, mencerminkan kerinduan umat untuk semakin dekat dengan Tuhan melalui doa dan sabda-Nya.

Dalam sembayangan tersebut, bacaan Injil diambil dari Lukas 4:14–22a, yang mengisahkan Yesus kembali ke Galilea dalam kuasa Roh dan menyampaikan kabar keselamatan. Sabda Tuhan ini mengajak umat untuk menyadari panggilan perutusan, yakni menjadi pembawa kabar baik dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pendalaman singkat yang disampaikan, umat diajak untuk meneladan Yesus yang setia pada kehendak Bapa dan berani mewartakan kebenaran. Sabda Tuhan tidak hanya untuk didengarkan, tetapi juga untuk dihidupi melalui sikap dan tindakan nyata di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat.

Sembayangan lingkungan ini menjadi sarana kebersamaan yang mempererat persaudaraan antarumat. Diharapkan, melalui pertemuan doa semacam ini, iman umat Lingkungan St. Gregorius semakin diteguhkan dan semangat untuk melayani semakin bertumbuh.

Serah Terima Jabatan Ketua Wilayah Sang Timur

Tongkat Estafet Pelayanan Berpindah, Harapan Baru Menyala

Wilayah Sang Timur melaksanakan kegiatan serah terima jabatan Ketua Wilayah pada Sabtu, 28 Desember 2025. Acara ini menjadi momentum penting dalam kehidupan menggereja sebagai wujud kesinambungan pelayanan dan kebersamaan umat di akhir tahun.

Dalam kegiatan tersebut, Natalia Purwanti dari Lingkungan St. Antonius, selaku Ketua Wilayah Sang Timur periode sebelumnya, secara resmi menyerahkan kepemimpinan kepada Gregorius Henry dari Lingkungan St. Gregorius, yang akan mengemban amanah sebagai Ketua Wilayah Sang Timur periode 2026–2028.

Acara serah terima jabatan ini dihadiri oleh para Ketua Lingkungan St. Stefanus dan St. Antonius, atau yang mewakili. Kehadiran para pengurus lingkungan menegaskan semangat persaudaraan dan dukungan bersama terhadap kepemimpinan wilayah yang baru.

Dalam sambutannya, Natalia Purwanti menyampaikan ungkapan terima kasih atas kerja sama, dukungan, dan kebersamaan seluruh umat selama masa pelayanannya. Ia berharap kepemimpinan yang baru dapat melanjutkan semangat pelayanan yang telah dibangun, sekaligus menghadirkan terobosan-terobosan positif demi kemajuan Wilayah Sang Timur.

Sementara itu, Gregorius Henry menyampaikan kesediaannya untuk melayani dengan penuh tanggung jawab. Ia mengajak seluruh umat dan pengurus lingkungan untuk terus berjalan bersama, memperkuat komunikasi, serta menumbuhkan semangat gotong royong agar Wilayah Sang Timur semakin hidup, solid, dan bertumbuh dalam iman.

Bendera Vondel Wilayah Sang Timur

Sebagai selayang pandang, Wilayah Sang Timur merupakan wilayah yang terdiri dari empat lingkungan, yaitu Lingkungan St. Gregorius, Lingkungan St. Bartholomeus, Lingkungan St. Stefanus, dan Lingkungan St. Antonius. Keberagaman lingkungan ini menjadi kekayaan sekaligus kekuatan dalam membangun kebersamaan dan pelayanan pastoral di wilayah.

Melalui serah terima jabatan ini, diharapkan kepemimpinan Wilayah Sang Timur periode 2026–2028 mampu membawa semangat baru, mempererat persaudaraan antarlingkungan, serta semakin menghidupi nilai-nilai pelayanan yang berlandaskan iman, kasih, dan kebersamaan.

Momentum Akhir Tahun yang Penuh Syukur dan Harapan

Lingkungan St. Gregorius menggelar pertemuan akhir tahun sekaligus serah terima jabatan Ketua Lingkungan pada Senin, 22 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi momen penting yang sarat makna, sebagai ungkapan syukur atas pelayanan yang telah dijalani sekaligus peneguhan komitmen untuk melangkah ke masa depan dengan semangat baru.

Dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, Gregorius Henry selaku Ketua Lingkungan periode sebelumnya secara resmi menyerahkan tanggung jawab kepemimpinan kepada Fredericus Dwi Nugraha, yang akan mengemban amanah sebagai Ketua Lingkungan St. Gregorius untuk periode 2026–2028.

Pada kesempatan tersebut, Gregorius Henry menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan kerja sama seluruh umat selama masa kepemimpinannya. Ia juga menyampaikan harapan agar kepemimpinan yang baru dapat terus menumbuhkan semangat kebersamaan, pelayanan yang tulus, serta semakin menghidupkan peran Lingkungan St. Gregorius dalam kehidupan menggereja.

Sementara itu, Fredericus Dwi Nugraha menyatakan kesiapan untuk melanjutkan tongkat estafet pelayanan. Dengan penuh kerendahan hati, ia memohon dukungan doa dan partisipasi seluruh umat agar kepemimpinannya dapat berjalan dengan baik, membawa lingkungan semakin rukun, solid, dan bertumbuh dalam iman.

Pertemuan akhir tahun ini tidak hanya menjadi penutup perjalanan pelayanan di tahun 2025, tetapi juga menjadi awal harapan baru bagi Lingkungan St. Gregorius. Diharapkan, di bawah kepemimpinan yang baru, lingkungan semakin menjadi wadah kebersamaan, tempat saling melayani, serta sarana untuk semakin menghayati panggilan sebagai umat beriman.

Perayaan Natal Lingkungan Santo Antonius Maguwo Berlangsung Meriah dan Penuh Sukacita

Maguwo, 16 Januari 2026 — Perayaan Natal Lingkungan Santo Antonius Maguwo yang diselenggarakan pada Jumat siang, 16 Januari 2026 di wisma Anugerah Kaliurang, berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh sukacita. Kegiatan yang diikuti oleh umat lingkungan ini menjadi momentum kebersamaan sekaligus perwujudan syukur atas kelahiran Yesus Kristus.

Acara dimulai pukul 09.30 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara. Suasana semakin hangat saat sesi ice breaking melalui lagu “Yesus Pokok dan Kita Carang-Nya” yang dibawakan oleh Bapak Arief Subyantoro, mengajak seluruh umat untuk terlibat aktif sejak awal acara.

Rangkaian ibadah Perayaan Natal dipimpin oleh Bapak Murdiyono pada pukul 09.50 WIB. Ibadah berlangsung dengan khidmat dan sederhana, diakhiri dengan lagu penutup “Gembala Pergi Cepat-cepat” versi Jawa yang kembali dibawakan oleh Bapak Arief. Lagu tersebut menambah nuansa lokal sekaligus memperdalam makna perayaan Natal.

Selanjutnya Ketua Lingkungan menyampaikan ungkapan syukur serta terima kasih kepada seluruh umat yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya acara. Bapak Indarto selaku Ketua Lingkungan menekankan pentingnya kebersamaan dan semangat pelayanan dalam kehidupan meng-gereja di lingkungan.

Kemeriahan acara berlanjut dengan penampilan drama teatrikal berjudul “Kado di Ujung Keluh” yang dibawakan oleh Andreas, Lia, Bagus dan Veraika dimana dalam teatrikal tersebut menyiratkan pesan bahwa di jaman yang serba sulit, penuh tekanan dan penuh perjuangan ini, sebagai umat yang beriman perlu untuk terus bersyukur daripada “sambat wae”. Kemudian drama teatrikal dilanjutkan dengan flash dance. Penampilan ini mendapat sambutan antusias dari umat karena menyampaikan pesan Natal secara kreatif dan menyentuh. Berbagai permainan interaktif seperti “Tebak Gambar” dan “Kata Berangkai” turut memeriahkan suasana dan melibatkan umat lintas usia.

Selain hiburan, acara juga diisi dengan sosialisasi pembangunan Gereja Stasi yang dibawakan oleh tim Pembangunan GMBA sebagai bentuk transparansi dan ajakan partisipasi umat dalam mendukung karya pelayanan gereja ke depan.

Setelah istirahat makan siang, acara dilanjutkan dengan sesi karaoke yang semakin mempererat keakraban antarumat. Rangkaian kegiatan ditutup pada pukul 13.30 WIB dengan suasana penuh kegembiraan dan rasa syukur.Perayaan Natal Lingkungan Santo Antonius Maguwo tahun ini tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga wadah untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat saling melayani di tengah umat. (aphs)

Pertemuan perdana tahun 2026 umat lingkungan St. Antonius Padua

Pertemuan umat lingkungan St. Antonius Padua diawali dg ibadat dipimpin oleh bpk. Martinus Bagus Wicaksono. Ibadat dilaksanakan di rumah. Bpk. Djumingan, dihadiri kurang lebih 20 orang. Ibadat dimulai pkl. 19.30, dan kemudian dilanjutkan dengan pengumuman-pengumuman dari ketua lingkungan.

Pertemuan berakhir kurang lebih pukul. 21.00 wib.

ADVEN KE IV, Ibadat Keluarga Kudus di Lingkungan: Menghadirkan Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan


Menjelang akhir masa Natal, umat di lingkungan-lingkungan Stasi Maguwo melaksanakan Ibadat Keluarga Kudus sebagai momen untuk kembali meneguhkan panggilan keluarga kristiani. Ibadat tahun ini mengangkat tema:
“Bersama-Sama Menghadirkan Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan.”

Melalui ibadat sederhana namun penuh makna ini, umat diajak untuk semakin memaknai kedatangan Kristus dalam kehidupan sehari-hari—terutama dalam keluarga sebagai komunitas terkecil yang membentuk Gereja. Keluarga yang hidup dalam sukacita dan harapan akan lebih mampu menjadi inspirasi dan saluran kebaikan bagi masyarakat sekitar.


Tujuan Ibadat

Pertemuan ini bertujuan agar umat semakin menyadari bahwa kehadiran Kristus tidak hanya dirayakan dalam liturgi, tetapi juga dalam relasi keluarga, kebersamaan, dan hidup menggereja di lingkungan. Dengan demikian, keluarga kristiani semakin menjadi tempat:

  • tumbuhnya sukacita,
  • bertumbuhnya iman,
  • serta lahirnya tindakan kasih yang menyejahterakan sesama.


Bacaan Injil: Lukas 2:41–52

Ibadat ditopang oleh bacaan Injil tentang Yesus yang berada di Bait Allah pada usia dua belas tahun. Kisah ini menggambarkan dinamika keluarga yang pernah mengalami kehilangan, keresahan, dan pencarian, namun semuanya dijalani dengan kasih dan kesetiaan.


Renungan Singkat: Tiga Makna Keluarga Kudus

Pemandu atau pemimpin ibadat mengajak umat merenungkan tiga pokok inspiratif dari Keluarga Kudus Nazaret:

1. Keluarga yang Bahagia

Keluarga Kudus tidak steril dari masalah. Mereka sempat mengalami kekhawatiran besar ketika Yesus hilang. Namun mereka menghadapinya dengan:

  • cinta kasih,
  • kepercayaan penuh,
  • komunikasi yang terbuka.

Bahagia bukan berarti tanpa masalah, tetapi kemampuan untuk saling menopang dan bertumbuh bersama dalam setiap situasi.

2. Keluarga yang Menginspirasi

Maria dan Yosef menunjukkan ketaatan yang mendalam pada kehendak Allah. Mereka menjadi teladan keluarga sederhana yang hidup dari iman. Dari merekalah kita belajar bahwa keluarga adalah sekolah iman pertama, tempat nilai-nilai Kristiani ditanamkan secara nyata.

3. Keluarga yang Menyejahterakan

Yesus tumbuh menjadi pribadi yang “bertambah hikmat, besar, dan disukai Allah dan manusia”. Pertumbuhan itu tidak terlepas dari kesejahteraan rohani dan jasmani yang Ia terima dalam keluarga-Nya.

Keluarga yang menyejahterakan adalah keluarga yang menumbuhkan potensi tiap anggotanya sehingga mampu menjadi berkat bagi dunia, membawa damai, dan menghadirkan kebaikan.


Litani Permohonan

Dalam litani permohonan, umat bersama-sama memohon agar setiap keluarga:

  • diberi kekuatan menghadapi tantangan,
  • diteguhkan dalam cinta,
  • serta dipenuhi semangat untuk menjadi keluarga yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.

Doa Penutup & Berkat

Ibadat diakhiri dengan doa penutup, menyerahkan keluarga masing-masing ke dalam penyertaan Tuhan. Setelah itu, umat menerima berkat penutup yang menjadi tanda pengutusan agar setiap keluarga semakin menjadi cermin kasih Allah di tengah masyarakat.