
Minggu, 26 Juli 2026, suasana perayaan Ekaristi pagi di Paroki Administratif Maguwo terasa jauh lebih meriah, hidup, dan penuh warna. Sebanyak 50 anak-anak yang tergabung dalam Pendampingan Iman Anak (PIA) dan Pendampingan Iman Remaja (PIR), didampingi oleh 5 orang pendamping, dengan penuh semangat bertugas sebagai petugas koor. Tugas pelayanan koor istimewa ini memiliki makna yang mendalam, yakni untuk memperingati Hari Anak Nasional sekaligus wujud nyata pelibatan anak-anak sejak usia dini dalam dinamika pelayanan liturgi gereja.
Proses Latihan dan Semangat yang Membara

Keberhasilan persembahan koor hari ini tentu tidak instan. Persiapan matang telah dilakukan jauh-jauh hari melalui 5 kali sesi latihan yang rutin diadakan setiap minggu sore.
Meskipun banyak dari peserta usia dini yang belum lancar membaca, hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan langkah mereka. Dengan daya ingat yang luar biasa, anak-anak ini menghafal seluruh lirik lagu dengan sangat baik. Gabungan repertoar lagu dari Madah Bakti dan Lagu Misa Anak dilantunkan dengan penuh penghayatan, memancarkan energi positif dan semangat yang membara dari altar Tuhan.

Pesan Homili: Anak-Anak Adalah Mutiara Indah
Dalam perayaan Ekaristi yang khidmat tersebut, Rm. A. Maradiyo, Pr. menyampaikan homili yang menyentuh hati umat yang hadir. Beliau berpesan bahwa anak-anak merupakan mutiara indah dari orang tuanya. Oleh karena itu, sudah sepatutnya para orang tua senantiasa mendampingi, merawat, dan mengasihi buah hati mereka dengan sepenuh hati.Kehadiran anak-anak di panti koor hari ini menjadi cerminan nyata dari indahnya mutiara tersebut—saat suara-suara tulus mereka memuji keagungan Tuhan di rumah-Nya.

