Tugas koor misa Jumat Pertama, 1 Mei 2026 pukul 18.00 WIB di GMBA. Koor dimeriahkan dengan lagu-lagu pujian yang dinyanyikan kira-kira 26 umat. Misa dipimpin oleh romo Murdi Susanto, Pr.


Tugas koor misa Jumat Pertama, 1 Mei 2026 pukul 18.00 WIB di GMBA. Koor dimeriahkan dengan lagu-lagu pujian yang dinyanyikan kira-kira 26 umat. Misa dipimpin oleh romo Murdi Susanto, Pr.


KATEKESE LITURGI – MEI 2026
“Petugas Liturgi yang Menginspirasi: Menjalankan Tugas dengan Kompetensi dan Kerendahan Hati”
Dalam perayaan Ekaristi, Gereja tidak hanya melibatkan imam, tetapi juga membuka ruang bagi keterlibatan umat melalui berbagai pelayanan liturgi khusus. Berdasarkan Pedoman Umum Missale Romawi (PUMR 98-107), tugas-tugas yang tidak secara khusus diperuntukkan bagi klerus dapat dipercayakan kepada kaum awam yang dipilih dan dipersiapkan dengan baik.
Pelayanan-pelayanan ini meliputi akolit, lektor, pemazmur, paduan suara, koster, komentator, dan berbagai bentuk pelayanan lainnya. Masing-masing memiliki peran yang khas dalam membantu umat untuk berpartisipasi secara aktif dan penuh dalam liturgi.
Akolit dilantik untuk melayani altar dan membantu imam serta diakon (PUMR 98). Lektor dilantik untuk mewartakan bacaan-bacaan dari Alkitab, kecuali Injil. Dapat juga ia membawakan ujud-ujud doa umat dan, kalau tidak ada pemazmur, ia dapat juga membawakan mazmur tangggapan (PUMR 99). Karena itu, seorang lektor harus sungguh-sungguh terampil dan disiapkan secara cermat (PUMR 101), memahami isi bacaan, dan mempersiapkan diri dengan baik, sehingga Sabda yang disampaikan dapat menyentuh hati umat. Demikian pula pemazmur, yang bertugas membawakan mazmur atau kidung-kidung dari Alkitab diantara bacaan-bacaan (PUMR 102). Paduan suara atau kor melaksanakan tugas liturgi tersendiri ditengah umat beriman (PUMR 103). Paduan suara menghidupkan doa melalui nyanyian. Koster, yang dengan cermat mengatur buku-buku liturgis,busana liturgis, dan hal-hal lain yang diperlukan untuk perayaan Misa (PUMR 105a). Komentator yang, kalau diperlukan, memberikan penjelasan dan petunjuk singkat kepada umat beriman, supaya mereka lebih siap merayakan Ekaristi dan memahaminya dengan lebih baik (PUMR 105b).
Semua tugas ini bukan sekadar “peran teknis”, tetapi merupakan pelayanan iman. Karena itu, setiap petugas liturgi dipanggil untuk memiliki dua sikap utama:
Ketika kompetensi dan kerendahan hati berjalan bersama, pelayanan liturgi menjadi indah, khidmat, dan menginspirasi. Umat tidak hanya “melihat” petugas liturgi, tetapi sungguh dibantu untuk mengalami kehadiran Allah.

Dengan demikian, para petugas liturgi awam mengambil bagian nyata dalam perayaan Ekaristi sebagai tindakan seluruh Gereja. Mereka bukan sekadar pelengkap, tetapi rekan sekerja dalam karya keselamatan, yang melalui tugasnya membantu Sabda Allah didengar, doa dipanjatkan, dan misteri iman dirayakan dengan layak.
Akhirnya, pelayanan yang dijalankan dengan hati yang tulus akan membawa buah rohani: para pelayan liturgi menjadi bahagia dalam iman, karena mengalami kedekatan dengan Tuhan, dan sekaligus menginspirasi umat, karena melalui pelayanan mereka, banyak orang semakin diteguhkan dalam iman dan cinta akan Ekaristi.
Refleksi bagi kita pelayan liturgi:
Apakah pelayanan saya sudah membantu umat bertemu Tuhan, atau justru mencari perhatian?
Pada hari Kamis, 16 April 2026, umat Lingkungan St. Gregorius mengadakan rapat khusus yang membahas penentuan penerima bantuan jadup (jaminan hidup) bagi umat yang membutuhkan. Pertemuan ini dilaksanakan dalam semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama, sebagai wujud nyata perhatian lingkungan kepada anggotanya.
Dalam rapat tersebut, disepakati untuk membentuk sebuah tim kecil yang bertugas secara khusus menentukan siapa saja umat yang layak menerima bantuan jadup. Pembentukan tim ini dilakukan sebagai langkah bijaksana untuk memastikan proses penentuan berjalan secara adil, objektif, dan penuh tanggung jawab.
Tim kecil yang dibentuk terdiri dari pengurus inti lingkungan, yaitu Mas Freddy selaku Ketua Lingkungan, Bapak Harry sebagai Wakil Ketua Lingkungan, Ibu Maria sebagai Bendahara Lingkungan, dan Ibu Gambit sebagai Sekretaris Lingkungan. Selain itu, tim ini juga melibatkan beberapa umat yang dituakan dan dihormati dalam lingkungan, yaitu Bapak Kamso, Ibu Yarnidus, dan Ibu Agnes.
Keterlibatan berbagai pihak dalam tim kecil ini diharapkan mampu menghadirkan keputusan yang bijak serta mencerminkan kondisi nyata umat di lingkungan. Dengan adanya tim ini, proses pendataan dan penentuan penerima jadup dapat dilakukan dengan lebih terarah dan transparan.
Lebih dari itu, pembentukan tim kecil ini juga menjadi upaya untuk menghindari perdebatan maupun kecemburuan sosial di tengah umat terkait pembagian bantuan. Harapannya, setiap keputusan yang diambil dapat diterima dengan lapang dada karena telah melalui pertimbangan yang matang dan melibatkan perwakilan umat.
Melalui langkah ini, Lingkungan St. Gregorius terus berupaya membangun kehidupan bersama yang rukun, damai, dan saling mendukung. Semangat kebersamaan ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antarumat, tetapi juga mendorong pertumbuhan iman yang semakin kuat dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya kepedulian dan kerja sama yang baik, umat Lingkungan St. Gregorius diharapkan dapat semakin menjadi komunitas yang hidup dalam kasih, saling memperhatikan, dan menjadi berkat bagi sesama.

Suasana penuh kehangatan dan keceriaan mewarnai Pertemuan Rutin sekaligus Lomba Kartinian Paguyuban Ibu-Ibu Stasi Gereja Maria Bunda Allah Maguwo yang diselenggarakan pada Selasa sore, 14 April 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh 63 peserta yang dengan antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Pertemuan dipimpin oleh Ibu MM. Tri Hesti Andriani, yang dengan penuh semangat mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya menjadikan pertemuan ini sebagai ajang berkumpul, tetapi juga sebagai sarana mempererat persaudaraan serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya bangsa.
Mengusung tema “Pesona Kebaya Nusantara: Menampilkan gaya khas Indonesia dengan nuansa Kebaya Nusantara”, para peserta tampil anggun dan memukau dalam balutan kebaya dari berbagai daerah. Ragam warna, motif, dan model kebaya yang dikenakan mencerminkan kekayaan budaya Indonesia yang begitu indah dan beragam. Setiap peserta menampilkan pesona dan karakter masing-masing, sehingga menciptakan suasana yang semarak dan penuh apresiasi terhadap warisan budaya.

Lomba Kartinian menjadi salah satu puncak acara yang dinanti. Tidak hanya dinilai dari keindahan busana, tetapi juga dari kepercayaan diri, ekspresi, serta kemampuan peserta dalam menampilkan keanggunan wanita Indonesia. Kegiatan ini menjadi momen yang menyenangkan sekaligus membangkitkan semangat emansipasi wanita dalam bingkai budaya dan iman.


Selain perlombaan, pertemuan ini juga menjadi ruang kebersamaan yang hangat. Canda tawa, kebersamaan, dan semangat kekeluargaan begitu terasa, memperkuat ikatan antaranggota paguyuban.

Melalui kegiatan ini, para ibu tidak hanya merayakan semangat Kartini, tetapi juga meneguhkan peran mereka sebagai perempuan Katolik yang aktif, kreatif, dan penuh kasih dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

Semoga semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya ini terus terjaga dan berkembang dalam setiap langkah pelayanan ke depan.
Minggu, 12 April 2026. Dalam suasana penuh rahmat dan sukacita, sebanyak 202 devosan dari Kevikepan Yogyakarta Timur berkumpul untuk merayakan Hari Minggu Kerahiman Ilahi. Perayaan ini menjadi momen istimewa untuk semakin menyelami kasih Allah yang tanpa batas, yang senantiasa terbuka bagi setiap hati yang bertobat dan percaya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penerimaan Sakramen Tobat, sebagai wujud kerendahan hati umat dalam memohon pengampunan dan pembaruan diri. Dalam keheningan pengakuan dosa, setiap pribadi diajak untuk kembali kepada Tuhan dengan hati yang tulus, membuka diri terhadap rahmat kerahiman-Nya.

Puncak perayaan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Rm. Ignatius Fajar Kristianto, PR bersama Rm. FX Murdi Susanto, PR. Dalam homili yang mendalam, umat diingatkan bahwa kerahiman Allah bukan hanya untuk dirayakan, tetapi juga untuk dihidupi dan dibagikan kepada sesama.

Hari Minggu Kerahiman Ilahi menjadi kesempatan istimewa bagi umat untuk memperoleh indulgensi penuh, sebagaimana dijanjikan oleh Tuhan Yesus kepada Santa Faustina. Rahmat ini menjadi tanda nyata betapa besar kasih Allah yang ingin memulihkan dan menyelamatkan umat-Nya secara utuh.

Perayaan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perutusan. Setiap devosan diutus untuk menjadi saluran kerahiman Allah di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat. Dengan semangat kasih, pengampunan, dan kepedulian, umat dipanggil untuk menghadirkan wajah Allah yang penuh belas kasih di dunia.

Mari kita terus hidup dalam semangat Kerahiman Ilahi: mengampuni tanpa batas, mengasihi tanpa syarat, dan melayani dengan tulus. Karena melalui kita, kasih Allah dapat semakin nyata dirasakan oleh sesama.


Katekese Liturgi Bulan April 2026 dengan tema “Imamat Jabatan dan Imamat Rajawi: Saling Melengkapi dalam Pelayanan”
Dalam Gereja, kita mengenal dua bentuk partisipasi dalam imamat Kristus, yaitu imamat jabatan dan imamat rajawi. Keduanya berasal dari Kristus yang sama, namun dijalankan dengan cara berbeda dan saling melengkapi, terutama dalam perayaan Ekaristi (bdk. Pedoman Umum Missale Romawi 4–41, 91, 95–96).

Pemahaman ini mengajak para pelayan liturgi untuk melayani dengan sukacita dan kesadaran iman. Ketika setiap orang menjalankan perannya dengan benar, liturgi menjadi sumber kebahagiaan rohani dan menghadirkan kesejahteraan batin bagi seluruh umat.
Pertemuan dilaksanakan pada hari Minggu, 29 Maret 2026 pukul 16.30 wib di rumah ibu Herjunanto.
Pertemuan dihadiri kurang lebih 15 orang ibu dan diawali dg doa pembukaan oleh ibu Lia.
Sebelum doa, para ibu terlebih dahulu membayar iuran-iuran yaitu kas, arisan dan tabungan.
Setelah doa pembukaan, dilanjutkan isian oleh ibu Widi cara membuat mawar dari kain seserahan. Beberapa ibu mencoba membuatnya dan berhasil, setelah itu bunga ditata di tempat yg sudah disiapkan untuk seserahan.
Acara dilanjutkan dengan sambutan ketua dan informasi dari stasi. Selanjutnya laporan-laporan dari bendahara, arisan dan tabungan.
Acara ditutup dengan doa Malaikat Tuhan oleh ibu Aniek.




“MENGAMBIL LANGKAH PERTAMA DALAM MENOLONG SESAMA”
Tanggal: 26 Maret 2026
Tempat : Rumah Bp Vincentius Soemarno
Pemandu: Bp Arief Subyantoro, Bp Widjajanto, Bp Murdiyono
Jumlah Peserta : 25 orang
Pertemuan kelima Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 menjadi puncak dari rangkaian permenungan dengan mengangkat tema “Mengambil Langkah Pertama dalam Menolong Sesama.” Dalam pertemuan ini, umat diajak untuk tidak hanya memahami nilai-nilai kepedulian, tetapi juga berani mengambil tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pertemuan diawali dengan nyanyian pembuka, tanda salib, pengantar, serta doa pembuka yang mengarahkan umat pada kesadaran akan panggilan sebagai murid Kristus yang diutus untuk mewartakan kasih melalui tindakan konkret.
Pada bagian pendalaman, umat diajak merefleksikan bahwa iman tidak berhenti pada doa dan niat baik, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata. Melalui bacaan Kitab Suci dan pengantar pertemuan, ditekankan bahwa setiap orang dipanggil untuk peka terhadap kebutuhan sesama dan berani “repot” untuk memulai langkah kecil yang membawa perubahan. Gereja mengajak umat untuk tidak menunda kebaikan, melainkan segera bertindak ketika melihat sesama yang membutuhkan pertolongan.
Pendalaman semakin diperkaya melalui drama situasi (fragmen) yang dibawakan dengan gaya sederhana dan komunikatif. Dalam fragmen tersebut, para tokoh anak-anak menggambarkan kembali perjalanan materi dari pertemuan pertama hingga keempat: mulai dari pentingnya memahami kondisi sesama, mengenal fungsi dana sosial Gereja, mengembangkan tanggung jawab sosial, hingga memahami pentingnya pedoman dalam menyalurkan bantuan. Melalui dialog yang ringan dan diselingi humor, umat diajak menyadari bahwa kepedulian harus diwujudkan dengan cara yang benar dan bertanggung jawab.
Fragmen tersebut mencapai pesan utamanya ketika para tokoh menyimpulkan bahwa menjadi pribadi yang peduli berarti mau melihat, mau berbagi, dan mau membantu dengan cara yang tepat. Pesan ini menegaskan bahwa tindakan kecil sekalipun memiliki arti besar jika dilakukan dengan ketulusan dan kebijaksanaan. Dengan demikian, umat tidak hanya diajak untuk memahami konsep, tetapi juga terdorong untuk mulai bertindak dalam kehidupan nyata, baik di keluarga, lingkungan, maupun masyarakat.
Pertemuan ditutup dengan doa bersama, Doa Ardas, Doa Bapa Kami, berkat penutup, serta lagu penutup yang meneguhkan komitmen umat. Melalui pertemuan APP kelima ini, umat diharapkan semakin mantap untuk mengambil langkah pertama dalam menolong sesama. Dengan kepekaan hati dan keberanian untuk bertindak, umat dapat menjadi tanda kehadiran Gereja yang sungguh menghadirkan masyarakat yang bahagia dan sejahtera.




Jadwal Pekan Suci Paskah 2026 Gereja Maria Bunda Allah Stasi Maguwo.
| Perayaan | Hari, tanggal | Jam | Bahasa |
| Minggu Palma | Minggu, 29 Maret 2026 | 07.00 WIB | Indonesia |
| Kamis Putih | Kamis, 2 April 2026 | 19.00 WIB | Indonesia |
| Jumat Agung | Jumat, 3 April 2026 | 15.00 WIB | Indonesia |
| Vigili Paskah | Sabtu, 4 April 2026 | 19.00 WIB | Indonesia |
| Minggu Paskah | Minggu, 5 April 2026 | 08.00 WIB | Indonesia |

Ketentuan Pekan Suci
Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) ke-4 Lingkungan St. Gregorius Kadisoka telah dilaksanakan pada hari Selasa, 17 Maret 2026, dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat pelayanan. Pada pertemuan kali ini, umat diajak untuk mendalami tema “Pentingnya Pedoman Dalam Sebuah Gerakan.”
Melalui bacaan Injil yang diambil dari Kisah Para Rasul 6:1-7, umat diajak untuk merenungkan bagaimana para rasul pada masa Gereja perdana menghadapi tantangan dalam pelayanan. Dengan bijaksana, mereka menetapkan pedoman yang jelas serta membagi tugas secara teratur, sehingga pelayanan kepada umat dapat berjalan dengan baik, adil, dan terarah.
Dalam permenungan bersama, umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka menyadari bahwa setiap gerakan, khususnya dalam pelayanan Gereja dan kehidupan sosial, membutuhkan pedoman yang jelas agar tujuan bersama dapat tercapai dengan efektif. Pedoman tersebut menjadi dasar dalam bertindak, menjaga kesatuan, serta menghindari kesalahpahaman dalam pelayanan.



Pertemuan ditutup dengan doa bersama, dengan harapan agar seluruh umat semakin mampu menjadi pelayan yang setia, bijaksana, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Injil dalam setiap gerakan kehidupan.
Media Social Lingkungan St. Gregorius Kadisoka – GMBA :
Youtube : https://youtu.be/1A-pfDRASK8
Instagram : https://www.instagram.com/reel/DV_VN59D-Tm/?igsh=MXZnbXBhMDJlN3Y4dQ==
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSuVBo25y/