Kunjungan Kasih Umat Lingkungan St. Gregorius kepada Adek Helen – 18 September 2026

✝
Lingkungan St. Gregorius

Kunjungan Kasih

Umat Lingkungan St. Gregorius kepada Adek Helen putri dari Mas Himawan

Jumat, 18 September 2026

❦ ✝ ❦

Pada Jumat, 18 September 2026, umat Lingkungan St. Gregorius melaksanakan Kunjungan Kasih kepada Adek Helen, putri dari Mas Himawan, yang baru saja sembuh dari sakit. Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian, kepedulian, dan kasih persaudaraan umat lingkungan kepada sesama.

✝
“Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.”
Roma 12:10

Doa dan Dukungan untuk Adek Helen

Dalam kunjungan tersebut, umat Lingkungan St. Gregorius tidak hanya hadir untuk menengok keadaan Adek Helen, tetapi juga meluangkan waktu untuk berdoa bersama. Doa dipanjatkan sebagai ungkapan syukur atas pemulihan yang telah dialami Adek Helen, sekaligus memohon kepada Tuhan agar memberikan kesehatan, kekuatan, dan pemulihan yang semakin sempurna.

Umat juga mendoakan agar Adek Helen lekas pulih sepenuhnya dan dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala. Doa dan perhatian tersebut menjadi wujud nyata bahwa dalam kehidupan menggereja, setiap umat dipanggil untuk hadir dan saling menguatkan, terutama ketika ada saudara yang sedang mengalami pergumulan maupun sakit.

Doa untuk Keluarga Mas Himawan

Dalam kesempatan tersebut, umat Lingkungan St. Gregorius juga turut mendoakan keluarga Mas Himawan agar senantiasa memperoleh kesehatan, kekuatan, perlindungan, dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga pengalaman sakit yang telah dilalui menjadi kesempatan bagi keluarga untuk semakin merasakan kasih dan penyertaan Tuhan.

Menumbuhkan Kepedulian dan Kebersamaan

Kunjungan kasih ini menjadi lebih dari sekadar kegiatan untuk menengok saudara yang sedang sakit. Kehadiran umat Lingkungan St. Gregorius menjadi kesempatan untuk membangun kebersamaan, kepedulian, dan kehidupan sosial di tengah umat.

Melalui kebersamaan dalam doa, berbagi perhatian, dan hadir secara langsung bagi sesama, umat diajak untuk semakin menyadari bahwa kehidupan menggereja tidak hanya diwujudkan dalam kegiatan ibadat, tetapi juga melalui kepedulian nyata terhadap kehidupan saudara-saudari di sekitar kita.

Semoga semangat kebersamaan dan kepedulian ini terus tumbuh dalam diri umat Lingkungan St. Gregorius, sehingga setiap anggota lingkungan dapat merasakan bahwa mereka tidak berjalan sendirian, melainkan menjadi bagian dari keluarga besar yang saling mendukung, mendoakan, dan menguatkan dalam suka maupun duka.

✝

Semoga Tuhan senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, dan penyertaan kepada Adek Helen Putri beserta seluruh keluarga Mas Himawan. Semoga kasih dan kepedulian di antara umat Lingkungan St. Gregorius semakin bertumbuh dalam iman dan persaudaraan.

❦ ✝ ❦
✝

Dokumentasi Kunjungan Kasih

Umat Lingkungan St. Gregorius · Jumat, 18 September 2026

Kunjungan Kasih Lingkungan St. Gregorius

Kebersamaan umat dalam Kunjungan Kasih

Doa bersama Kunjungan Kasih

Doa bersama untuk kesehatan Adek Helen

Kebersamaan umat Lingkungan St. Gregorius

Kebersamaan umat dalam suasana penuh kasih

Kunjungan Kasih Umat Lingkungan St. Gregorius

Kehadiran dan kepedulian umat bagi sesama

✝ ❦ ✝
Lingkungan St. Gregorius
Bertumbuh dalam Iman · Peduli dalam Kasih · Bersama dalam Persaudaraan
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor Kunjungan Kasih Mengunjungi umat yg sakit #lingkstgregoriuskadisoka ♬ original sound – Reza
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
✠
✠
✦ ✝ ✦

Lagu Lingkungan St. Gregorius

“Guyub Melayani Dalam Kasih”

❧ ✝ ❧
♪ Lingkungan St. Gregorius ♪
Guyub Melayani Dalam Kasih (Versi 2)
✦ ✝ ✦

Sarasehan BKSN ke-3 Umat Lingkungan St. Gregorius : Mendalami Sabda Tuhan melalui Injil “Matius 18:15–20”. – 17 September 2026

✠
✠
✝

Sarasehan BKSN ke-3

Umat Lingkungan St. Gregorius

Kamis, 17 September 2026

✝

Pendalaman Kitab Suci

Injil Matius 18:15–20

Lingkungan St. Gregorius kembali mengadakan Sarasehan BKSN (Bulan Kitab Suci Nasional) ke-3 pada Kamis, 17 September 2026. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin mendekatkan diri kepada Sabda Allah sekaligus mempererat kebersamaan sebagai satu komunitas umat beriman.

Dalam Sarasehan BKSN ke-3 ini, umat diajak untuk mendalami Injil Matius 18:15–20. Sabda Tuhan yang direnungkan mengajak umat untuk memahami pentingnya membangun relasi yang baik dengan sesama, berani mengingatkan dalam kasih ketika terjadi kesalahan, serta menjaga persaudaraan di tengah kehidupan bersama.

Pendalaman Kitab Suci dipandu oleh Mbak Anik. Kegiatan diawali dengan mendengarkan dan menyimak isi Kitab Suci yang disampaikan oleh pemandu. Umat kemudian diajak untuk memahami lebih dalam pesan yang terkandung dalam bacaan Injil serta menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.

✨ Quiz Kitab Suci ✨

Suasana Sarasehan BKSN kali ini semakin menarik karena umat tidak hanya mendengarkan pendalaman Kitab Suci, tetapi juga diajak untuk mengikuti Quiz Kitab Suci.

Di sela-sela pendalaman setiap bagian Kitab Suci, pemandu memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan isi bacaan Injil Matius 18:15–20. Umat diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Bagi umat yang berhasil menjawab dengan tepat, tersedia hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan antusiasme mereka.

Kehadiran Quiz Kitab Suci membuat suasana pendalaman menjadi lebih hidup. Umat tampak antusias dan terlibat secara aktif dalam menjawab berbagai pertanyaan. Tidak hanya menjadi pendengar, umat diajak untuk mengingat kembali isi Sabda Tuhan sekaligus menguji pemahaman mereka terhadap Kitab Suci.

Suasana Sarasehan pun terasa semakin hangat dan menarik. Keterlibatan umat dalam menjawab setiap pertanyaan menunjukkan semangat untuk belajar dan mendalami Kitab Suci bersama. Momen-momen sederhana ketika umat berlomba menjawab pertanyaan, diselingi kegembiraan saat mendapatkan hadiah, menjadikan pendalaman Kitab Suci terasa dekat, menyenangkan, dan membangun kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, umat Lingkungan St. Gregorius diajak untuk tidak berhenti pada membaca dan mendengarkan Sabda Tuhan, tetapi juga menghidupinya dalam kehidupan sehari-hari. Pesan Injil Matius 18:15–20 menjadi ajakan untuk terus membangun persaudaraan, saling mengingatkan dalam kasih, serta menghadirkan semangat kebersamaan di tengah kehidupan umat.

✦ ✝ ✦

Dokumentasi Sarasehan BKSN ke-3

Umat Lingkungan St. Gregorius

Dokumentasi Sarasehan BKSN ke-3 Umat Lingkungan St. Gregorius

Suasana umat mengikuti Sarasehan BKSN ke-3 Lingkungan St. Gregorius.

Pendalaman Kitab Suci Sarasehan BKSN ke-3

Pendalaman Sabda Tuhan dan suasana doa bersama umat.

Umat mengikuti Quiz Kitab Suci BKSN ke-3

Umat antusias mengikuti pendalaman dan menjawab pertanyaan Quiz Kitab Suci.

Kebersamaan umat Lingkungan St. Gregorius dalam Sarasehan BKSN ke-3

Sarasehan BKSN ke-3 dalam Kebersamaan.

✝

“Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

— Matius 18:20

Semoga melalui pendalaman Kitab Suci, umat Lingkungan St. Gregorius semakin bertumbuh dalam iman dan semakin mampu menghadirkan Sabda Tuhan dalam kehidupan bersama.

✦ ✝ ✦
✠
✠
✝

BUKU PEDOMAN BKSN 2026

Bulan Kitab Suci Nasional 2026
❦ ✝ ❦
✠ ✝ ✠
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor Pertemuan BKSN 3 #lingkstgregoriuskadisoka ♬ original sound – Heho Studio
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
✠
✠
✦ ✝ ✦

Lagu Lingkungan St. Gregorius

“Guyub Melayani Dalam Kasih”

❧ ✝ ❧
♪ Lingkungan St. Gregorius ♪
Guyub Melayani Dalam Kasih (Versi 2)
✦ ✝ ✦

Sarasehan BKSN ke-2 Umat Lingkungan St. Gregorius : Bertumbuh dalam Sabda dan Sukacita – 10 September 2026

✦ ✝ ✦
LINGKUNGAN ST. GREGORIUS

Sarasehan BKSN ke-2

Umat Lingkungan St. Gregorius

Kamis, 10 September 2026
───── ✝ ─────

Umat Lingkungan St. Gregorius kembali berkumpul dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan dalam Sarasehan BKSN ke-2 yang dilaksanakan pada Kamis, 10 September 2026. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin dekat dengan Kitab Suci, sekaligus mempererat persaudaraan sebagai satu komunitas umat beriman.

Dalam Sarasehan BKSN ke-2 ini, umat diajak untuk mendalami Injil Matius 10:1-15, yang mengisahkan tentang Yesus memanggil dan mengutus kedua belas murid-Nya untuk mewartakan Kerajaan Allah.

✝
Pendalaman Kitab Suci
Injil Matius 10:1-15

✝ Mendalami Panggilan dan Perutusan

Melalui perikop Matius 10:1-15, umat diajak untuk menyadari bahwa setiap orang yang mengikuti Kristus juga dipanggil untuk menjadi pribadi yang mau diutus dan hadir bagi sesama.

Yesus memberikan kuasa kepada para murid dan mengutus mereka untuk pergi mewartakan Kerajaan Allah. Perutusan tersebut tidak hanya berbicara mengenai pewartaan melalui kata-kata, tetapi juga tentang kehadiran yang membawa kebaikan, kedamaian, perhatian, dan kasih kepada orang-orang yang dijumpai.

Pesan Yesus kepada para murid juga mengingatkan bahwa dalam menjalankan perutusan, seseorang tidak perlu terlalu bergantung pada berbagai bekal duniawi. Yang terutama adalah kepercayaan kepada Tuhan dan kesediaan untuk menjalankan tugas perutusan dengan tulus.

Bagi umat Lingkungan St. Gregorius, sabda ini menjadi ajakan untuk terus membuka diri terhadap panggilan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap umat dapat menjadi pewarta melalui keluarga, lingkungan, pekerjaan, pelayanan, maupun melalui perhatian sederhana kepada sesama.

❦ ✝ ❦

✝ Belajar Kitab Suci dengan Sukacita

Sarasehan kali ini tidak hanya diisi dengan pendalaman Kitab Suci. Setelah mengikuti proses pendalaman, umat juga diajak menikmati suasana kebersamaan melalui permainan atau game yang dikemas secara menarik dan penuh kegembiraan.

Salah satu kegiatan yang membuat suasana semakin meriah adalah permainan memutar hadiah. Dengan penuh antusias, umat mengikuti permainan sambil diiringi lagu “Aku Bahagia”. Tawa, kegembiraan, dan semangat kebersamaan pun mewarnai kegiatan tersebut.

♫ ✨ ♫
“Aku Bahagia”

Permainan memutar hadiah menjadi salah satu momen penuh keceriaan dan kebersamaan umat.

✝ Sabda Tuhan yang Membawa Sukacita

Sarasehan BKSN ke-2 menjadi pengingat bahwa pendalaman Kitab Suci dapat dilakukan dalam suasana yang dekat, hangat, dan penuh sukacita. Sabda Tuhan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi diharapkan dapat dihidupi dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat perutusan dalam Matius 10:1-15 mengajak umat Lingkungan St. Gregorius untuk terus hadir sebagai pembawa kasih, kedamaian, dan sukacita di tengah keluarga, lingkungan, Gereja, dan masyarakat.

Melalui kegiatan Sarasehan BKSN ini, umat diharapkan semakin mencintai Kitab Suci, semakin akrab satu sama lain, serta semakin berani menjawab panggilan Tuhan untuk menjadi saksi kasih-Nya.

✝

“Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat.”

(Matius 10:7)

Semoga semangat kebersamaan dalam Sarasehan BKSN ke-2 Umat Lingkungan St. Gregorius terus bertumbuh dan menjadi kekuatan bagi umat untuk semakin bertumbuh dalam iman, bersaudara dalam kasih, dan bersukacita dalam pelayanan.

✦ ✝ ✦

Lingkungan St. Gregorius – 2026

✦ ✝ ✦
✝ DOKUMENTASI KEGIATAN ✝

Dokumentasi Foto-foto
Sarasehan BKSN Ke-2

Lingkungan St. Gregorius
Kamis, 10 September 2026
───── ❦ ✝ ❦ ─────

Rangkaian dokumentasi kebersamaan umat Lingkungan St. Gregorius dalam kegiatan Sarasehan BKSN Ke-2. Kegiatan diisi dengan pendalaman Injil Matius 10:1-15, serta permainan bersama yang penuh sukacita.

Dokumentasi Sarasehan BKSN Ke-2 Lingkungan St. Gregorius
Kebersamaan Umat
Pendalaman Kitab Suci Sarasehan BKSN
Pendalaman Kitab Suci
Umat Lingkungan St. Gregorius mengikuti Sarasehan BKSN
Menggali Makna Sabda Tuhan
Kegiatan Sarasehan BKSN Ke-2
Semangat Kebersamaan
Permainan Sarasehan BKSN Ke-2
Permainan Bersama
Kebersamaan Umat Lingkungan St. Gregorius
Sukacita dan Persaudaraan
Sukacita dan Persaudaraan
Kebersamaan Umat Lingkungan St. Gregorius
Sukacita dan Persaudaraan
✝
“Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat.”
(Matius 10:7)
✦ ✝ ✦

Umat Lingkungan St. Gregorius

✠
✠
✝

BUKU PEDOMAN BKSN 2026

Bulan Kitab Suci Nasional 2026
❦ ✝ ❦
✠ ✝ ✠
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor Pertemuan BKSN 2 Lingk St Gregorius Kadisoka #lingkstgregoriuskadisoka ♬ original sound – Heho Studio
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
✣
✣
❧
❧
✠
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Misa Memule Satu Tahun Berpulangnya Antonius Agung Yudodarsono, Umat St. Antonius Bersekutu dalam Doa

Yogyakarta — Umat Lingkungan St. Antonius bersama umat dari beberapa lingkungan sekitar berkumpul dalam Misa Memule satu tahun berpulangnya saudara Antonius Agung Yudodarsono pada Sabtu, 5 September 2026. Misa dilaksanakan di rumah Bapak V. Sumarno dan dihadiri oleh umat dalam suasana khidmat, akrab, dan penuh kebersamaan.

Misa dimulai pada pukul 19.35 WIB dan dipimpin oleh Romo F.X. Murdi Susanto, Pr. Melalui perayaan Ekaristi, umat bersama-sama mendoakan Antonius Agung Yudodarsono serta menyerahkan keluarga dan seluruh umat yang hadir ke dalam penyelenggaraan kasih Tuhan.

Perayaan ini juga menjadi kesempatan untuk meneguhkan iman akan pengharapan Kristiani. Dalam iman, kehidupan manusia senantiasa berada dalam kasih Tuhan, sementara perpisahan dengan orang yang dikasihi mengingatkan umat akan panggilan untuk terus menjalani kehidupan dengan iman, kasih, dan pengharapan.

Kehadiran umat dari Lingkungan St. Antonius dan lingkungan-lingkungan sekitar menunjukkan semangat persaudaraan yang terus terpelihara dalam kehidupan menggereja. Kebersamaan dalam doa menjadi bentuk dukungan bagi keluarga sekaligus mempererat hubungan antarumat.

Misa berlangsung dengan khidmat dan berakhir pada pukul 20.35 WIB. Setelah perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian beberapa pengumuman dari Paroki Administratif Maguwo yang ditujukan kepada umat Lingkungan St. Antonius.

Kegiatan malam itu menjadi pengingat bagi seluruh umat akan pentingnya hidup dalam iman dan persaudaraan. Melalui kebersamaan dalam Ekaristi dan doa, umat diajak untuk senantiasa mengandalkan kasih Tuhan serta menghadirkan kepedulian dan dukungan bagi sesama dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga doa yang dipanjatkan dalam perayaan ini menjadi penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan dan meneguhkan iman seluruh umat akan pengharapan akan kehidupan kekal dalam kasih Tuhan.

Kunjungan Kasih Umat Lingkungan St. Gregorius : Bersatu dalam Doa untuk Kesembuhan Ibu Agung Nur – 25 Agustus 2026

✠

Kunjungan Kasih Umat Lingkungan St. Gregorius

Bersatu dalam Doa untuk Kesembuhan Bu Agung Nur

Lingkungan St. Gregorius • Paroki Adm. Maria Bunda Allah Maguwo

Semangat persaudaraan dan kasih Kristiani kembali diwujudkan oleh umat Lingkungan St. Gregorius melalui kegiatan Kunjungan Kasih kepada Bu Agung Nur yang baru saja mengalami kecelakaan dan telah menjalani operasi pada bagian tangan.

Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, umat Lingkungan St. Gregorius hadir untuk memberikan perhatian, dukungan, serta penghiburan kepada Bu Agung Nur dan keluarga. Kehadiran saudara-saudari seiman menjadi ungkapan nyata bahwa setiap anggota lingkungan adalah bagian dari satu keluarga Allah yang saling menopang dalam suka maupun duka.

✠

Bersatu dalam Doa dan Pengharapan

Kunjungan kasih ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk bertemu dan menyampaikan perhatian, tetapi juga menjadi momen istimewa dimana seluruh umat yang hadir bersatu dalam doa bersama. Dengan penuh iman, umat memohon kepada Tuhan Yesus Kristus agar senantiasa menyertai Bu Agung Nur dalam proses pemulihan, memberikan kekuatan, ketabahan, serta kesembuhan setelah menjalani operasi.

Kasih yang diwujudkan melalui kehadiran sering kali menjadi obat yang menguatkan hati. Sebuah sapaan, senyuman, perhatian, dan doa tulus dari saudara seiman menjadi tanda bahwa Gereja hidup dalam persekutuan yang saling mengasihi.
“

Sabda Tuhan Yesus

“Sebab ketika Aku sakit, kamu melawat Aku.”
Matius 25:36

Sabda Tuhan dalam Injil Matius tersebut menjadi dasar panggilan bagi setiap umat beriman untuk menghadirkan kasih kepada sesama, terutama kepada mereka yang sedang mengalami penderitaan, sakit, maupun masa pemulihan. Melalui kunjungan kasih, umat tidak hanya membawa perhatian secara manusiawi, tetapi juga menghadirkan cinta kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

✠

Menjadi Komunitas yang Peduli

Lingkungan St. Gregorius terus berkomitmen untuk membangun kehidupan bersama yang dilandasi semangat guyub, rukun, dan saling melayani dengan sepenuh hati. Kunjungan kepada Bu Agung Nur menjadi pengingat bahwa kebersamaan umat bukan hanya dirasakan dalam perayaan Ekaristi maupun kegiatan lingkungan, tetapi juga diwujudkan ketika ada saudara yang membutuhkan dukungan dan penguatan.

Semoga melalui kunjungan kasih ini, iman umat semakin bertumbuh dalam semangat pelayanan dan kepedulian. Kiranya setiap keluarga di Lingkungan St. Gregorius senantiasa menjadi saluran kasih Tuhan yang membawa harapan bagi sesama.

🙏 Doa untuk Kesembuhan

Tuhan Yesus yang penuh belas kasih, kami menyerahkan Bu Agung Nur ke dalam penyelenggaraan-Mu. Semoga Engkau berkenan mencurahkan rahmat kesembuhan, memulihkan kesehatan tangan yang telah dioperasi, memberikan kekuatan dalam menjalani masa pemulihan, serta memenuhi hati dengan damai dan pengharapan. Sertailah pula keluarga yang mendampingi dengan kasih dan ketabahan. Amin.

✠
✠
✠
✠
✝

Dokumentasi Kunjungan Kasih

Umat Lingkungan St. Gregorius

✦ ✝ ✦
Dokumentasi Kunjungan Kasih Umat Lingkungan St. Gregorius
Kunjungan Kasih Umat Lingkungan St. Gregorius
✝   Berbagi Kasih, Menguatkan Persaudaraan   ✝
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
✣
✣
❧
❧
✠
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Pisah Sambut Rm. Yohanes Ngatmo, Pr. dan Rm. Antonius Budi Wihandono, Pr. di Paroki Maria Marganingsih Kalasan

Kalasan, 31 Agustus 2026 — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai acara pisah sambut yang berlangsung di Gereja Maria Marganingsih Kalasan, Senin, 31 Agustus 2026. Acara ini menjadi momen perpisahan bagi Romo Yohanes Ngatmo, Pr. sekaligus penyambutan Romo Antonius Budi Wihandono, Pr. yang akan melanjutkan pelayanan sebagai pastor pembantu di Paroki Maria Marganingsih Kalasan.

Hadir dalam kesempatan tersebut Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr., selaku Pastor Kepala Paroki Maria Marganingsih Kalasan, Romo FX. Murdi Susanto, Pr., para suster biara, para ketua wilayah di Paroki Kalasan, pengurus Dewan Paroki Maria Marganingsih Kalasan, ibu-ibu paguyuban, serta perwakilan pengurus dan ketua wilayah dari Paroki Administratif Bunda Allah Maguwo.

Acara berlangsung dengan lancar dalam suasana akrab dan penuh persaudaraan. Berbagai pesan dan kesan disampaikan kepada Rm. Ngatmo sebagai ungkapan terima kasih atas pelayanan dan pengabdian selama kurang lebih 3,5 tahun sebagai gembala Paroki Maria Marganingsih Kalasan.

Salah satu kesan yang cukup menarik dan berkesan adalah gambaran tentang Rm. Ngatmo sebagai pribadi yang sederhana, tetapi sat-set. Dalam bahasa Jawa, istilah sat-set menggambarkan pribadi yang sigap, cepat, dan segera bertindak ketika ada sesuatu yang perlu dilakukan. Sosok inilah yang dirasakan umat dan rekan-rekan selama Rm. Ngatmo menjalankan karya pelayanan di Paroki Kalasan.

Setelah menjalani pelayanan di Kalasan, Rm. Ngatmo selanjutnya akan melanjutkan perutusannya untuk melayani umat di Paroki Sumber, Magelang. Perpisahan ini tentu bukan akhir dari persaudaraan, melainkan menjadi bagian dari perjalanan perutusan seorang imam untuk terus menghadirkan kasih Kristus di tengah umat.

Sementara itu, Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr. menyambut kehadiran Rm. Antonius Budi Wihandono, Pr., yang akrab disapa Rm. Budi Wihong, sebagai pastor pembantu di Paroki Maria Marganingsih Kalasan.

Sambutan hangat juga disampaikan oleh Bapak Agung Prasetyo, Wakil Ketua Paroki Administratif Bunda Allah Maguwo. Ia menyampaikan ucapan selamat datang kepada Rm. Budi Wihong dan menegaskan bahwa hubungan baik antara Paroki Kalasan dan Paroki Administratif Maguwo akan terus terjalin. Bahkan, Rm. Budi Wihong dipersilakan untuk sesekali tinggal atau menginap di Gereja Maguwo, dengan ruangan dan kamar yang siap disediakan.

Sebagai ungkapan terima kasih atas pelayanan selama di Kalasan, acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian apresiasi dan bingkisan kepada Rm. Ngatmo. Momen tersebut berlangsung penuh kehangatan dan menjadi ungkapan kasih dari umat serta seluruh pihak yang selama ini berjalan bersama dalam karya pelayanan.

Acara ditutup dengan foto bersama dan santap malam, yang semakin mempererat suasana persaudaraan di antara seluruh peserta yang hadir.

Perpisahan Rm. Ngatmo dan kedatangan Rm. Budi Wihong menjadi bagian dari dinamika perutusan dalam Gereja. Setiap pergantian pelayanan membawa harapan dan semangat baru agar karya pewartaan dan pelayanan kepada umat terus bertumbuh.

Terima kasih, Rm. Ngatmo, atas segala pelayanan, kebersamaan, dan pengabdian selama di Kalasan. Selamat melanjutkan perutusan di Paroki Sumber, Magelang.

Selamat datang, Rm. Budi Wihong. Selamat berkarya dan melayani bersama umat Paroki Maria Marganingsih Kalasan!

Pertemuan Sembahyangan Kebangsaan Lingkungan St. Gregorius – 20 Agustus 2026

Kegiatan Kamisan • Lingk. St. Gregorius

Pertemuan Sembahyangan Kebangsaan Pertama Lingkungan St. Gregorius

✦ 20 Agustus 2026 ✦
Tema Pertemuan

“Setiap Orang Ada Zamannya” Iman Menjadi Kekuatan untuk Membuka Diri

Lingkungan St. Gregorius mengadakan Pertemuan Sembahyangan Kebangsaan pertama pada 20 Agustus 2026 dengan tema “Setiap Orang Ada Zamannya – Iman Menjadi Kekuatan untuk Membuka Diri”. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk tidak hanya mengenang perjalanan dan keteladanan seorang tokoh bangsa, tetapi juga melihat kembali panggilan umat Katolik dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

✝ Iman yang Membuka Diri terhadap Kehidupan

Melalui refleksi tentang Romo Y.B. Mangunwijaya, umat diajak menyadari bahwa iman Katolik tidak membuat seseorang menjauh dari kenyataan kehidupan bangsa. Sebaliknya, iman justru dapat menjadi kekuatan yang membuka hati untuk melihat, memahami, dan terlibat dalam berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Iman tidak berhenti pada kehidupan pribadi maupun kegiatan di dalam gereja. Iman mendorong umat untuk memiliki kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang mengalami kesulitan, keterbatasan, atau membutuhkan perhatian.

Tujuan Pertemuan

1

Mengenal Romo Y.B. Mangunwijaya sebagai pribadi beriman yang dibentuk oleh keluarga, Gereja, pendidikan, pengalaman sejarah, dan pergulatan bangsa.

2

Menyadari bahwa iman Katolik tidak menjauhkan umat dari kenyataan hidup bangsa, tetapi justru membuka hati untuk terlibat.

3

Merefleksikan panggilan sebagai warga Gereja dan warga bangsa di zaman sekarang.

4

Membangun sikap terbuka terhadap sesama, perubahan zaman, keberagaman, dan kebutuhan masyarakat sekitar.

♥ Mengenal Romo Y.B. Mangunwijaya

Dalam pertemuan tersebut, umat diajak mengenal lebih dekat sosok Romo Y.B. Mangunwijaya, seorang imam, budayawan, arsitek, pendidik, dan tokoh kemanusiaan yang kehidupannya tidak dapat dilepaskan dari pergulatan bangsa Indonesia.

Perjalanan hidup Romo Mangun menunjukkan bagaimana iman, pendidikan, pengalaman sejarah, keluarga, Gereja, serta keprihatinan terhadap kehidupan masyarakat membentuk seseorang untuk hadir dan mengambil bagian dalam persoalan zamannya.


Setiap zaman memiliki tantangan dan panggilannya. Iman mengajak kita untuk membuka hati, hadir, dan berbuat bagi sesama.

Refleksi Pertemuan Sembahyangan Kebangsaan

☀ Merefleksikan Panggilan di Zaman Sekarang

Tema “Setiap Orang Ada Zamannya” mengajak umat untuk melihat bahwa setiap generasi memiliki tantangan dan panggilannya masing-masing. Apa yang dihadapi masyarakat pada masa Romo Mangun tentu berbeda dengan persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini.

Apa yang dapat kita lakukan sebagai umat Katolik di zaman kita sekarang?

Pertanyaan tersebut menjadi bahan refleksi agar umat mampu membaca tanda-tanda zaman dan menemukan bentuk keterlibatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sekitar.

Kehadiran umat di tengah masyarakat diharapkan tidak bersifat eksklusif, tetapi semakin terbuka untuk bekerja sama, berdialog, dan membangun kehidupan bersama.

♣ Membangun Sikap Terbuka

Salah satu pesan penting dari pertemuan ini adalah ajakan untuk membangun sikap terbuka terhadap sesama, perubahan zaman, keberagaman, dan kebutuhan masyarakat.

Keterbukaan bukan berarti kehilangan identitas dan nilai-nilai iman. Justru dengan berakar kuat pada iman, umat diharapkan mampu berdialog dengan siapa saja, menghargai perbedaan, dan menghadirkan kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam semangat tersebut, umat Lingkungan St. Gregorius diajak untuk terus mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta menjadi bagian dari masyarakat yang mampu menghadirkan kebaikan, persaudaraan, dan perdamaian.

✝

Pertemuan Sembahyangan Kebangsaan ini pada akhirnya menjadi ruang untuk mempertemukan iman dan kehidupan nyata.

Melalui teladan Romo Y.B. Mangunwijaya, umat Lingkungan St. Gregorius diajak untuk menyadari bahwa iman yang hidup akan mendorong seseorang untuk keluar dari kenyamanan diri dan berani membuka hati bagi sesama.

Setiap zaman menghadirkan tantangan yang berbeda. Dan setiap orang memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi sesuai dengan talenta, kemampuan, serta panggilannya.

Semoga melalui pertemuan ini, umat semakin mampu menghayati iman Katolik secara nyata: terbuka terhadap sesama, peka terhadap persoalan masyarakat, menghargai keberagaman, serta berani mengambil bagian dalam membangun kehidupan bersama sebagai warga Gereja sekaligus warga bangsa.

✣
✣
❧
❧
✠
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius
✝

Pertemuan Sembahyangan Kebangsaan

✦

Lingkungan St. Gregorius
20 Agustus 2026

✝
Pertemuan Sembahyangan Kebangsaan Lingkungan St. Gregorius
Kebersamaan umat dalam Pertemuan Sembahyangan Kebangsaan Lingkungan St. Gregorius
✝
Umat Lingkungan St. Gregorius dalam pertemuan
Umat bersama-sama membuka diri, berbagi iman, dan membangun persaudaraan
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor

Merajut Kebersamaan, Menguatkan Pelayanan di Wilayah Sang Timur

Yogyakarta, 4 Agustus 2026 — Semangat kebersamaan dan pelayanan menjadi warna dalam pertemuan rutin Wilayah Sang Timur yang digelar pada Selasa malam, 4 Agustus 2026. Bertempat dalam suasana penuh keakraban, pertemuan yang berlangsung pukul 19.15 hingga 21.00 WIB ini mempertemukan Ketua Wilayah Sang Timur bersama para pengurus dari Lingkungan St. Antonius, St. Gregorius, St. Stefanus, dan St. Bartholomeus.

Pertemuan rutin tidak sekadar menjadi ruang koordinasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menyatukan langkah dalam berbagai kegiatan umat yang akan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang.

Bersama Merawat Rumah Kita

Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah Jumat Bersih yang akan dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

Semangat kepedulian terhadap lingkungan juga kembali ditegaskan melalui gerakan Paroki Hijau. Sejalan dengan semangat Laudato Si’, umat diajak untuk semakin peduli terhadap lingkungan, termasuk melalui kebiasaan sederhana dalam mengelola sampah plastik.

Di kawasan GMBA Maguwo telah disediakan tempat penampungan botol plastik. Umat diimbau untuk memanfaatkannya dengan baik, termasuk melepaskan tutup botol sebelum memasukkannya ke tempat yang telah disediakan. Langkah kecil ini menjadi bagian dari gerakan bersama untuk merawat lingkungan sebagai rumah bersama.

Menghidupi Iman dan Kebersamaan

Pada bulan Agustus ini, umat juga diajak mengambil bagian dalam Novena Pengembangan Kawasan GMBA Maguwo yang berlangsung pada 6–14 Agustus 2026, setiap pukul 19.00 WIB, di depan Patung Bunda Maria.

Selain itu, setiap lingkungan telah menerima buku BKL Kebangsaan yang dapat digunakan sebagai bahan ibadat maupun pertemuan lingkungan. Dengan tersedianya materi untuk dua kali pertemuan, diharapkan buku tersebut dapat membantu umat menghidupi refleksi iman sekaligus kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Semarak Kemerdekaan dalam Persaudaraan

Semangat kebersamaan juga akan hadir melalui Lomba 17-an GMBA pada Sabtu–Minggu, 22–23 Agustus 2026, mulai pukul 15.00 WIB.

Beragam perlombaan telah dipersiapkan, mulai dari lomba yel-yel hingga pertandingan pingpong dan badminton ganda putra maupun putri. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang perjumpaan yang mempererat persaudaraan antarumat dan antarlingkungan. Detail pelaksanaan selanjutnya akan disampaikan oleh panitia.

Mengantar dengan Kasih

Salah satu agenda yang turut menjadi perhatian adalah rencana perpisahan dan pengantaran Rm. Ngatmo, yang akan mendapat tugas pelayanan di Muntilan mulai September 2026.

Acara perpisahan direncanakan berlangsung pada akhir Agustus. Momen ini menjadi kesempatan bagi umat untuk mengungkapkan rasa syukur dan kasih atas pelayanan Rm. Ngatmo sekaligus mengantarkan beliau menuju tugas pelayanan berikutnya.

Merawat Gereja, Merawat Kebersamaan

Kepedulian terhadap GMBA Maguwo juga diwujudkan melalui pembagian tanggung jawab yang sederhana namun bermakna. Keempat lingkungan akan bergiliran menjalankan perawatan tanaman hias GMBA sepanjang September hingga Desember 2026.

Sementara itu, dalam rangka mendukung pelayanan liturgi, telah disampaikan pula pembagian tugas untuk Misa Mingguan 16 Agustus 2026. Lingkungan St. Antonius akan bertugas pada bagian counter, sedangkan Lingkungan St. Stefanus bertugas di area parkir motor.

Dalam bidang pengembangan kawasan, umat kembali diajak untuk bersama-sama nyengkuyung kebutuhan pengembangan Kawasan GMBA. Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian mendesak adalah rencana pembelian rumah di sebelah barat Gereja Maguwo.

Di sisi lain, Tim Litbang Lingkungan bersama para pengurus lingkungan akan terus memperbarui data umat secara berkala melalui Sistem GMBA Maguwo dan Sistem KAS. Pembaruan data ini menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan umat yang semakin tertata.

Satu Langkah, Satu Semangat

Pertemuan rutin Wilayah Sang Timur kembali menunjukkan bahwa pelayanan gereja bertumbuh melalui kerja bersama. Berbagai agenda yang dibahas—mulai dari kepedulian lingkungan, pembinaan iman, kegiatan kemasyarakatan, liturgi, hingga pengembangan kawasan—menjadi bagian dari perjalanan bersama dalam membangun komunitas yang semakin solid.

Di tengah beragam kesibukan dan tanggung jawab, semangat nyengkuyung menjadi kekuatan yang menyatukan. Karena ketika setiap lingkungan mengambil bagian dan berjalan bersama, pelayanan tidak hanya menjadi tugas pengurus, tetapi menjadi gerakan seluruh umat.

Dari pertemuan, lahir koordinasi. Dari koordinasi, tumbuh kebersamaan. Dan dari kebersamaan, pelayanan semakin berbuah.

“Dengarkanlah Dia”: Umat Lingkungan St. Antonius Diajak Menghidupi Sabda Tuhan dalam Kehidupan Sehari-hari

Yogyakarta, 6 Agustus 2026 – Umat Lingkungan St. Antonius mengadakan Pertemuan Lingkungan pada Kamis, 6 Agustus 2026, bertempat di rumah Bapak Bernardus Herjunanto. Pertemuan yang dihadiri sekitar 25 umat ini dipandu oleh Bapak Agustinus Djumingan dengan mengangkat tema “Dengarkanlah Dia: Dari Gunung Kemuliaan Menuju Kehidupan Sehari-hari”, yang diambil dari Injil Matius 17:1–9 tentang peristiwa Transfigurasi Tuhan.

Pertemuan diawali dengan menyanyikan lagu pembukaan “Ajaib Tuhan”, dilanjutkan dengan doa pembuka dan pembacaan Injil Matius 17:1–9. Setelah itu, Bapak Djumingan menyampaikan pendalaman Kitab Suci yang mengajak umat memahami makna peristiwa Transfigurasi sebagai peneguhan bahwa Yesus adalah Putra Allah yang diutus untuk membawa keselamatan bagi dunia.

Dalam renungannya disampaikan bahwa ketika Yesus mengajak Petrus, Yakobus, dan Yohanes naik ke gunung, mereka menyaksikan kemuliaan-Nya yang dinyatakan melalui wajah yang bercahaya, pakaian yang putih berkilau, serta kehadiran Musa dan Elia. Di tengah peristiwa tersebut terdengar suara Allah Bapa yang berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.” Sabda inilah yang menjadi pesan utama bagi setiap orang beriman untuk senantiasa menempatkan Kristus sebagai pusat kehidupan.

Bapak Djumingan juga mengajak umat merenungkan sikap Petrus yang ingin tetap tinggal di puncak gunung karena terpesona oleh pengalaman rohani yang dialaminya. Namun Yesus mengajak para murid turun kembali untuk menghadapi kehidupan nyata, termasuk jalan salib yang akan ditempuh-Nya. Hal ini mengingatkan bahwa pengalaman iman dalam Ekaristi, doa, maupun berbagai kegiatan rohani bukanlah tujuan akhir, melainkan bekal untuk menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari, baik di tengah keluarga, tempat kerja, sekolah, maupun masyarakat.

Kehadiran Musa dan Elia dijelaskan sebagai lambang Taurat dan para nabi yang seluruhnya menemukan penggenapannya dalam diri Yesus Kristus. Oleh karena itu, umat diajak untuk terus mendengarkan sabda Kristus di tengah berbagai “suara” dunia yang sering kali memengaruhi kehidupan. Mendengarkan Kristus berarti tidak hanya mengetahui firman-Nya, tetapi juga mewujudkannya dalam tindakan nyata melalui kasih, pengampunan, kejujuran, pelayanan, dan semangat membawa damai.

Suasana pendalaman Kitab Suci semakin hidup ketika Bapak Djumingan mengajukan beberapa pertanyaan kepada umat sebagai bahan refleksi bersama. Umat pun aktif berpartisipasi dengan menyampaikan pandangan dan pertanyaan. Di antaranya, Bapak V. Sumarno dan Ibu Agatha Ayiek Sih Sayekti mengajukan pertanyaan yang memperkaya diskusi.

Salah satu pertanyaan yang menarik disampaikan oleh Bapak FX. Larno, yaitu mengenai isi pembicaraan antara Yesus, Musa, dan Elia di atas gunung. Dijelaskan bahwa Injil Matius memang tidak menyebutkan secara eksplisit isi percakapan tersebut. Namun, berdasarkan Injil Lukas (Luk. 9:31), pembicaraan mereka berkaitan dengan “kepergian” Yesus yang akan digenapi di Yerusalem, yakni sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya sebagai puncak karya keselamatan Allah bagi umat manusia. Penjelasan ini semakin memperkaya pemahaman umat akan makna peristiwa Transfigurasi.

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan doa umat, doa Bapa Kami, doa penutup, dan berkat yang diberikan oleh prodiakon. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu “Yesus Tuhan, Terimalah Diri Kami”sebagai ungkapan syukur dan komitmen umat untuk terus menghidupi sabda Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pertemuan ini, umat Lingkungan St. Antonius diharapkan semakin terdorong untuk tidak hanya mengalami sukacita dalam kehidupan rohani, tetapi juga menjadi saksi Kristus di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat dengan senantiasa mendengarkan serta melaksanakan sabda-Nya.

“Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”
(Matius 17:5)

Lingkungan St. Antonius Padua Mengadakan Ibadat Peringatan Tujuh Hari Berpulangnya Bapak Thomas Eddy Susarso

Yogyakarta, 1 Agustus 2026 – Umat Lingkungan St. Antonius Padua mengadakan Ibadat Peringatan Tujuh Hari Berpulangnya Bapak Thomas Eddy Susarso, ayahanda dari Ibu Maria Titis Indrayani, pada Sabtu, 1 Agustus 2026, bertempat di kediaman keluarga. Ibadat dimulai pukul 19.00 WIB dan dihadiri kurang lebih 35 umat dari keluarga, kerabat, serta warga lingkungan.

Ibadat dipimpin oleh Ibu Lucia Bernadeta Andayani Budi Lestari selaku prodiakon. Dalam suasana doa yang khusyuk, umat bersama-sama mendoakan almarhum agar memperoleh kedamaian abadi di hadirat Tuhan serta memohon penghiburan dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Petugas liturgi yang terlibat dalam ibadat ini antara lain Mbak Cecilia Kiara Indrayanto sebagai pembaca Kitab Suci, Ibu Natalia Purwanti sebagai pembaca doa umat, serta Bapak FX. Dwi Istiya Rusiawan yang memimpin lagu-lagu selama ibadat sehingga seluruh umat dapat berpartisipasi dengan baik dalam perayaan doa.

Setelah doa umat, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa Rosario yang dipimpin oleh Ibu Cristiana Maria Sudjinarti. Umat mengikuti doa dengan penuh penghayatan sebagai ungkapan iman akan harapan kebangkitan dan kehidupan kekal yang dijanjikan Kristus kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Melalui ibadat peringatan tujuh hari ini, umat Lingkungan St. Antonius Padua kembali menunjukkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan kasih persaudaraan dengan mendampingi keluarga yang sedang berduka melalui doa dan kehadiran.

“Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.” (Matius 5:4)