Lingkungan St. Gregorius kembali mengadakan ibadat rutin lingkungan pada Kamis, 22 Januari 2026. Ibadat kali ini dilaksanakan di rumah Bapak Freddy dan berlangsung dengan penuh kekhusyukan serta semangat kebersamaan.
Kegiatan ibadat dihadiri oleh 27 umat dari berbagai usia. Kehadiran umat yang cukup banyak ini menjadi wujud nyata kebersamaan dan komitmen warga lingkungan dalam menjaga kehidupan iman melalui doa bersama.
Pada kesempatan ini, ibadat juga mendapat kunjungan dari Tim Pembangunan Renovasi Gereja Maria Bunda Allah (GMBA). Tim menyampaikan pemaparan singkat terkait tujuan renovasi gereja, rencana pelaksanaan, serta mekanisme pendanaan yang akan dilakukan secara bertahap.
Salah satu upaya pendanaan yang disosialisasikan adalah melalui penjualan kupon “Kemurahan Hati”, yang diharapkan dapat melibatkan partisipasi aktif seluruh umat dalam mendukung kelancaran renovasi gereja. Penjelasan tersebut disambut dengan antusias dan perhatian dari umat yang hadir.
Melalui ibadat rutin ini, umat tidak hanya dikuatkan secara rohani, tetapi juga diajak untuk ambil bagian dalam karya bersama membangun gereja sebagai rumah iman umat. Semoga kebersamaan dan semangat gotong royong ini terus tumbuh dalam kehidupan Lingkungan St. Gregorius.
Lingkungan St. Gregorius mengadakan sembayangan lingkungan yang pertama di tahun 2026 pada Kamis, 8 Januari 2026. Ibadah ini dipimpin oleh Prodiakon Paulus Supit dan dihadiri sekitar 20 umat dari berbagai usia. Kegiatan berlangsung dengan hikmat dan penuh kekhusyukan, mencerminkan kerinduan umat untuk semakin dekat dengan Tuhan melalui doa dan sabda-Nya.
Dalam sembayangan tersebut, bacaan Injil diambil dari Lukas 4:14–22a, yang mengisahkan Yesus kembali ke Galilea dalam kuasa Roh dan menyampaikan kabar keselamatan. Sabda Tuhan ini mengajak umat untuk menyadari panggilan perutusan, yakni menjadi pembawa kabar baik dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pendalaman singkat yang disampaikan, umat diajak untuk meneladan Yesus yang setia pada kehendak Bapa dan berani mewartakan kebenaran. Sabda Tuhan tidak hanya untuk didengarkan, tetapi juga untuk dihidupi melalui sikap dan tindakan nyata di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat.
Sembayangan lingkungan ini menjadi sarana kebersamaan yang mempererat persaudaraan antarumat. Diharapkan, melalui pertemuan doa semacam ini, iman umat Lingkungan St. Gregorius semakin diteguhkan dan semangat untuk melayani semakin bertumbuh.
Maguwo, 16 Januari 2026 — Perayaan Natal Lingkungan Santo Antonius Maguwo yang diselenggarakan pada Jumat siang, 16 Januari 2026 di wisma Anugerah Kaliurang, berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh sukacita. Kegiatan yang diikuti oleh umat lingkungan ini menjadi momentum kebersamaan sekaligus perwujudan syukur atas kelahiran Yesus Kristus.
Acara dimulai pukul 09.30 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara. Suasana semakin hangat saat sesi ice breaking melalui lagu “Yesus Pokok dan Kita Carang-Nya” yang dibawakan oleh Bapak Arief Subyantoro, mengajak seluruh umat untuk terlibat aktif sejak awal acara.
Rangkaian ibadah Perayaan Natal dipimpin oleh Bapak Murdiyono pada pukul 09.50 WIB. Ibadah berlangsung dengan khidmat dan sederhana, diakhiri dengan lagu penutup “Gembala Pergi Cepat-cepat” versi Jawa yang kembali dibawakan oleh Bapak Arief. Lagu tersebut menambah nuansa lokal sekaligus memperdalam makna perayaan Natal.
Selanjutnya Ketua Lingkungan menyampaikan ungkapan syukur serta terima kasih kepada seluruh umat yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya acara. Bapak Indarto selaku Ketua Lingkungan menekankan pentingnya kebersamaan dan semangat pelayanan dalam kehidupan meng-gereja di lingkungan.
Kemeriahan acara berlanjut dengan penampilan drama teatrikal berjudul “Kado di Ujung Keluh” yang dibawakan oleh Andreas, Lia, Bagus dan Veraika dimana dalam teatrikal tersebut menyiratkan pesan bahwa di jaman yang serba sulit, penuh tekanan dan penuh perjuangan ini, sebagai umat yang beriman perlu untuk terus bersyukur daripada “sambat wae”. Kemudian drama teatrikal dilanjutkan dengan flash dance. Penampilan ini mendapat sambutan antusias dari umat karena menyampaikan pesan Natal secara kreatif dan menyentuh. Berbagai permainan interaktif seperti “Tebak Gambar” dan “Kata Berangkai” turut memeriahkan suasana dan melibatkan umat lintas usia.
Selain hiburan, acara juga diisi dengan sosialisasi pembangunan Gereja Stasi yang dibawakan oleh tim Pembangunan GMBA sebagai bentuk transparansi dan ajakan partisipasi umat dalam mendukung karya pelayanan gereja ke depan.
Setelah istirahat makan siang, acara dilanjutkan dengan sesi karaoke yang semakin mempererat keakraban antarumat. Rangkaian kegiatan ditutup pada pukul 13.30 WIB dengan suasana penuh kegembiraan dan rasa syukur.Perayaan Natal Lingkungan Santo Antonius Maguwo tahun ini tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga wadah untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat saling melayani di tengah umat. (aphs)
Lingkungan Maria Immaculata Stasi Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo merayakan Pesta Nama Maria Immaculata pada Senin, 8 Desember 2025, bertempat di rumah Bapak Sikun Pribadi. Perayaan ini berlangsung dalam suasana khidmat sekaligus penuh kehangatan, serta dihadiri oleh sekitar 35 umat Lingkungan Maria Immaculata.
Acara diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Prodiakon Lingkungan. Dalam suasana doa yang sederhana namun mendalam, umat diajak untuk bersyukur atas penyertaan Tuhan serta meneladani iman Bunda Maria sebagai Bunda Allah yang tak bernoda.
Usai ibadah, kebersamaan semakin terasa dalam ramah tamah antarumat. Suasana menjadi semakin meriah ketika anak-anak lingkungan menampilkan beberapa lagu rohani dengan penuh semangat dan keceriaan. Kegiatan ini dilengkapi dengan pembagian doorprize bagi anak-anak, yang menambah sukacita dan tawa seluruh hadirin.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sarasehan iman yang mengangkat tema peran Bunda Maria sebagai pilihan Allah untuk melahirkan Juruselamat dunia. Sarasehan ini dibawakan oleh Bapak Sikun Pribadi dan Bapak Purwoharsanto, yang mengajak umat untuk semakin mengenal dan meneladani keutamaan hidup Bunda Maria.
Dari sarasehan tersebut, umat diajak untuk merefleksikan bahwa Bunda Maria merupakan teladan utama bagi setiap orang beriman, terutama dalam tiga hal pokok, yaitu:
Penyerahan diri seutuhnya kepada Tuhan,
Ketaatan penuh pada kehendak Allah, dan
Kesetiaan dalam menanggung penderitaan dengan iman dan harapan.
Perayaan Pesta Nama Maria Immaculata ini menjadi momen yang tidak hanya mempererat persaudaraan antarumat, tetapi juga memperdalam iman dan semangat hidup Kristiani dalam kehidupan sehari-hari. Semoga teladan Bunda Maria senantiasa menguatkan umat Lingkungan Maria Immaculata untuk terus berjalan setia dalam panggilan iman.
Kadisoka, 29 Juli 2025 — Dalam semangat persaudaraan dan pelayanan, umat Lingkungan St. Gregorius berkumpul untuk mengikuti Ibadat Lingkungan sekaligus sosialisasi pemilihan Ketua Stasi, Ketua Lingkungan, dan Ketua Wilayah. Acara ini dilaksanakan pada Selasa malam pukul 19.00 WIB, bertempat di kediaman Bapak Paulus Supit yang beralamat di Perum Soka Asri Permai Blok S10.
Suasana malam itu terasa hangat dan penuh kekeluargaan. Sebanyak 35 umat hadir dari berbagai usia—mulai dari anak-anak, remaja, orang muda Katolik (OMK), hingga para orang tua—mencerminkan semangat kebersamaan yang hidup di tengah komunitas.
Ibadat dipimpin oleh Bapak Prodiakon Paulus Supit, yang mengajak umat untuk bersyukur atas segala berkat Tuhan dan memohon penyertaan Roh Kudus, khususnya dalam proses pemilihan para pemimpin baru di tingkat stasi, lingkungan, dan wilayah. Dalam renungannya, beliau menekankan bahwa kepemimpinan dalam Gereja bukanlah soal jabatan, melainkan bentuk pelayanan kasih yang dilandasi kerendahan hati.
Umat dengan khusyuk mengikuti ibadat
Setelah ibadat, umat berkesempatan menikmati ramah tamah dengan hidangan sederhana yang telah disiapkan. Momen ini menjadi ajang saling menyapa, bercengkerama, dan menguatkan persaudaraan. Kehangatan obrolan terlihat dari wajah-wajah yang tersenyum, menandakan eratnya ikatan persaudaraan iman di Lingkungan St. Gregorius.
Memasuki sesi sosialisasi, Bapak Gregorius Henry selaku Ketua Lingkungan menyampaikan penjelasan mengenai mekanisme dan tata cara pemilihan Ketua Stasi, Ketua Lingkungan, dan Ketua Wilayah. Beliau menegaskan bahwa proses ini sangat penting, karena akan menentukan arah pelayanan pastoral di tingkat akar rumput selama periode mendatang.
Sesi ini berlangsung interaktif dan terbuka. Umat diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangan, usul, maupun masukan terkait proses dan kriteria kepemimpinan. Beberapa umat mengungkapkan pengalaman mereka bekerja sama dengan pengurus sebelumnya, sementara yang lain menyampaikan harapan agar pemimpin yang terpilih kelak benar-benar memiliki hati untuk melayani. Diskusi yang hidup ini berlangsung dalam suasana saling menghargai dan penuh kasih persaudaraan.
Sosialisasi Pemilihan Ketua Stasi dan Ketua Lingkungan Baru
Melalui proses yang berjalan dengan lancar, akhirnya umat mencapai satu keputusan bersama yang disepakati secara bulat. Keputusan ini diambil bukan hanya sebagai hasil musyawarah, tetapi juga sebagai bentuk ketaatan pada bimbingan Roh Kudus.
Acara resmi selesai sekitar pukul 21.00 WIB. Umat meninggalkan tempat dengan hati yang gembira, membawa pulang sukacita dan semangat baru untuk terus membangun Gereja sebagai persekutuan umat Allah. Semoga semangat kebersamaan dan kasih Kristus yang terpancar pada malam itu terus menguatkan pelayanan di Lingkungan St. Gregorius, demi kemuliaan nama Tuhan.
Minggu, 1 Juni 2025 menjadi hari yang tak terlupakan bagi umat di Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Dalam semangat persaudaraan dan penuh rasa syukur, umat berkumpul untuk merayakan acara puncak Hari Ulang Tahun Stasi, sebuah perayaan iman yang dirangkai dalam dua bagian utama: Misa Syukur dan Pesta Umat.
Rangkaian acara dibuka dengan Perayaan Ekaristi yang khidmat. Dalam misa ini, umat diajak untuk kembali mengenang perjalanan iman Stasi yang penuh berkat.
Homili yang disampaikan mengajak seluruh umat untuk terus menumbuhkan semangat melayani dan membangun komunitas yang saling menopang.
Doa-doa dan lagu-lagu pujian mengalun merdu sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun-tahun pelayanan di Stasi tercinta ini.
Usai misa, halaman gereja menjadi pusat keramaian dalam Pesta Umat. Sajian soto dan bakso hangat menjadi menu andalan yang dinikmati bersama. Sederhana namun sarat makna, hidangan ini merekatkan rasa kebersamaan dan cinta kasih antar umat.
Acara berlanjut dengan hiburan yang berlangsung secara spontan. Ada umat yang maju menyanyi, dan tak sedikit pula yang mengajak tertawa bersama lewat candaan khas umat Maguwo. Tentu saja, doorprize turut memeriahkan suasana dan menghadirkan kejutan-kejutan kecil yang menyenangkan.
Namun kejutan sesungguhnya datang dari mereka yang selama ini diam-diam bekerja di belakang layar — ibu-ibu panitia. mereka maju ke tengah halaman dan mempersembahkan sebuah flashmob penuh semangat!
Dengan gerakan ceria dan kekompakan yang tak kalah dari generasi muda, para ibu sukses memecah suasana dengan tawa, decak kagum, dan tepuk tangan meriah. Tarian mereka bukan hanya hiburan, tapi juga simbol sukacita dan semangat pelayanan yang luar biasa.
Hari ini bukan sekadar perayaan ulang tahun — tapi juga perayaan persaudaraan, pelayanan, dan semangat menjadi satu tubuh dalam Kristus. Sebuah hari yang meninggalkan kesan hangat dalam hati setiap umat yang hadir.
Selamat Ulang Tahun untuk Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo! Umur hanyalah angka, tetapi cinta, iman, dan kebersamaan yang tumbuh di tengah umat adalah harta sejati. Semoga Stasi ini terus menjadi rumah iman yang hidup, tempat bertumbuh, melayani, dan memberi terang bagi sesama. Terima kasih untuk setiap senyum, peluh, dan doa yang telah membangun komunitas ini — mari terus melangkah bersama, dalam terang Tuhan.
Kamis malam, 15 Mei 2025 — Suasana hujan rintik-rintik, teduh dan penuh hikmat menyelimuti kediaman Ibu Ritta ketika sekitar sepuluh umat dari berbagai usia berkumpul untuk mengikuti Renungan Bulan Katekese yang diadakan pukul 19.00 WIB. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian pembinaan iman yang dilaksanakan secara sederhana namun sarat makna, di tengah kehidupan umat yang rindu akan penguatan rohani.
Renungan malam itu berfokus pada tujuh bacaan Injil yang dikutip dari kitab Yohanes. Setiap bacaan menyentuh tema-tema mendalam seputar pengharapan, kesetiaan, relasi personal dengan Tuhan, serta makna persekutuan dalam iman.
Berikut urutan bacaan yang direnungkan:
Pengharapan(Yohanes 6:56) – “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.”
Setia pada Yesus(Yohanes 6:68) – “Tuhan, kepada siapa kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.”
Dekat dan Lekat dengan Tuhan(Yohanes 10:29-30) – “Aku dan Bapa adalah satu.”
Pintu Menuju Keselamatan(Yohanes 10:9) – “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat.”
Beriman dengan Berelasi(Yohanes 15:9) – “Tinggallah di dalam kasih-Ku.”
Beriman dalam Persekutuan(Yohanes 13:20) – “Barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku.”
Setiap kutipan Injil dibacakan secara bergantian oleh umat yang hadir, disertai permenungan singkat dan refleksi pribadi. Meski berlangsung dalam lingkup kecil, nuansa kebersamaan dan semangat untuk bertumbuh dalam iman begitu terasa.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang untuk merenungkan firman Tuhan, tetapi juga mempererat ikatan sebagai satu Tubuh Kristus. Dalam semangat communio, umat diajak untuk tidak hanya mengimani Yesus dalam hati, tetapi juga menghadirkan-Nya dalam kehidupan sehari-hari melalui kesetiaan dan kasih.
Renungan Bulan Katekese akan dilanjutkan kembali pada Senin, 19 Mei 2025 di tempat yang akan diumumkan kemudian.
Bulan Katekese Liturgi 2025 di Lingkungan St. Gregorius Kadisoka: Merenungi Iman Bersama Maria di Tengah Semangat Yubileum
Kadisoka, 5 Mei 2025 — Dalam semangat Tahun Yubileum 2025, umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka berkumpul dalam sukacita dan keheningan untuk mengikuti Bulan Katekese Liturgi (BKL). Pertemuan ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan pada hari Senin, 5 Mei 2025, bertempat di rumah Ibu Ritta, seorang umat yang dengan sukarela membuka pintu rumahnya sebagai tempat perjumpaan iman.
Acara diawali dengan Doa Rosario yang dipimpin oleh Ibu Agnes Gunarti, membawa umat memasuki suasana batin yang tenang dan siap merenungkan peran Bunda Maria dalam sejarah keselamatan. Lantunan doa dan pujian membawa suasana sakral yang menyatukan hati seluruh peserta.
Sebanyak 17 umat dari berbagai usia, mulai dari anak-anak, dewasa, hingga lansia, hadir dalam pertemuan ini. Kehadiran lintas generasi menjadi tanda nyata semangat komunio dan sinodalitas yang digaungkan dalam Yubileum — berjalan bersama sebagai umat Allah yang satu.
Dalam pertemuan ini, umat dibimbing untuk mendalami lima bab utama yang menggugah kesadaran akan iman, harapan, dan kasih.
Bacaan Pertemuan 1: Mengenal 4 Dogma Maria Umat diajak memahami dasar ajaran Gereja tentang Maria: Bunda Allah, Perawan Abadi, Dikandung Tanpa Noda, dan Diangkat ke Surga. Keempat dogma ini bukan sekadar doktrin, tetapi cermin dari rencana keselamatan Allah yang bekerja melalui seorang wanita yang sederhana namun penuh iman.
Bacaan Pertemuan 2: Gelar-gelar Bunda Maria Berbagai gelar Maria — dari “Bunda Penolong Abadi” hingga “Ratu Perdamaian” — menjadi cermin sifat-sifat ilahi yang hadir melalui diri Maria. Umat diajak merenungkan bagaimana setiap gelar itu menyentuh kehidupan nyata dan menjadi penghiburan di tengah tantangan zaman.
Bacaan Pertemuan 3: Per Mariam ad Jesum Melalui Maria menuju Yesus. Tema ini mengajak umat menyadari bahwa Maria bukan tujuan akhir, melainkan jembatan rohani menuju Kristus. Ia adalah teladan ketaatan dan pembuka jalan menuju Sang Sumber Harapan.
Bacaan Pertemuan 4: Janji Allah Menjadi Dasar Pengharapan Manusia (Yohanes 21:6) Dalam refleksi atas kisah penangkapan ikan yang ajaib, umat menyadari bahwa pengharapan sejati hanya tumbuh ketika manusia menyerahkan diri sepenuhnya pada kehendak Allah. Janji Tuhan tidak pernah gagal — Ia hadir dan bekerja saat umat percaya.
Bacaan Pertemuan 5: Membangun Watak Peduli, Mewujudkan Pengharapan (Yohanes 6:27) Sebagai penutup, umat diajak menimba kekuatan dari sabda Yesus tentang mencari makanan yang bertahan sampai hidup kekal. Ini menjadi ajakan konkret untuk membangun watak peduli dan menghidupi pengharapan melalui tindakan nyata di lingkungan sekitar.
Dalam semangat Yubileum, pertemuan ini menjadi tanda pertobatan bersama, pembaruan iman, dan perjalanan pulang kepada kasih Allah. Saling mendengarkan, saling menguatkan, dan berjalan bersama menjadi semangat yang menyala sepanjang pertemuan.
Pertemuan BKL ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan momen ziarah batin umat — sebuah kesempatan berahmat untuk semakin mengenal Allah melalui perantaraan Bunda Maria, dan mewujudkan pengharapan dalam hidup nyata.
“Melalui Maria, kita diajak melangkah dalam terang Yubileum: bertobat, memperbarui diri, dan menjadi saksi kasih Allah bagi dunia.”
HiHello 👋, welcome to Gereja Maria Bunda Allah - Stasi Maguwo