Pelayanan Menemani dan Antar Jemput Romo Minggu 8 Februari 2026 – Lingkungan St. Gregorius Kadisoka

Pelayanan dalam Gereja memiliki banyak wajah. Ada yang terlihat di altar, ada pula yang berlangsung dalam kesederhanaan dan kebersamaan. Salah satu bentuk pelayanan yang dijalankan oleh Lingkungan St. Gregorius Kadisoka adalah tugas menemani serta antar jemput Romo yang bertugas memimpin perayaan Ekaristi.

Mungkin bagi sebagian orang, tugas ini terlihat sederhana dan tidak menonjol. Setelah misa selesai dan umat kembali ke rumah masing-masing, pelayanan justru masih berlanjut. Mengantar Romo, memastikan beliau tiba dengan aman, serta menemani dalam kebersamaan setelah perayaan menjadi bagian dari tanggung jawab yang dijalankan dengan penuh sukacita.

Namun di balik kesederhanaannya, kami justru merasakan keindahan pelayanan yang sangat mendalam. Saat menemani Romo makan bersama, terjalin suasana kekeluargaan yang hangat. Dalam percakapan santai, kami dapat mendengarkan cerita-cerita umat, pengalaman pelayanan, kisah panggilan, hingga refleksi rohani yang memperkaya iman. Tidak jarang pula suasana dipenuhi dengan senda gurau yang mencairkan kelelahan setelah misa.

Momen-momen seperti inilah yang sering kali tidak terlihat oleh banyak orang, tetapi sungguh menguatkan dan membangun. Kami belajar bahwa pelayanan bukan hanya tentang tugas formal, melainkan tentang hadir secara utuh—mendampingi, mendengarkan, dan berbagi hidup. Dalam kebersamaan itu, tumbuh rasa persaudaraan yang tulus antara imam dan umat.

Lingkungan St. Gregorius Kadisoka bersyukur boleh mengambil bagian dalam pelayanan ini. Kami menyadari bahwa setiap kesempatan untuk melayani adalah anugerah. Lewat tugas sederhana ini, kami belajar tentang kerendahan hati, perhatian, dan sukacita dalam memberi diri.

Semoga semangat kebersamaan ini terus terpelihara, dan setiap langkah kecil pelayanan yang kami lakukan menjadi persembahan kasih bagi Tuhan dan Gereja-Nya.

Tuhan memberkati setiap niat baik dan kebersamaan kita.

Instagram : https://www.instagram.com/reel/DUe983kD40o/?igsh=NDBtZTd3Z2t2Ym10
Youtube : https://youtube.com/shorts/I6Izvk-KnN8?si=dcYHOxTR4ZPyGBew
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSmtdxEfR/

Tugas Jaga Parkir Lingkungan St. Gregorius Kadisoka

Misa Rabu Abu – Selasa, 17 Februari 2026

di Gereja Maria Bunda Allah

Misa Rabu Abu pada Selasa, 17 Februari 2026 menjadi awal perjalanan umat memasuki Masa Prapaskah. Pada perayaan yang penuh makna tersebut, Lingkungan St. Gregorius Kadisoka mendapat kesempatan untuk ambil bagian dalam pelayanan melalui tugas jaga parkir di area Gereja Maria Bunda Allah.

Sejak sebelum misa dimulai, para petugas parkir dari lingkungan sudah bersiap di area halaman gereja. Dengan penuh tanggung jawab dan semangat melayani, mereka membantu mengarahkan kendaraan umat agar tertata rapi, aman, dan tidak mengganggu arus lalu lintas. Kehadiran mereka memberi rasa nyaman bagi umat yang datang untuk beribadah, sehingga dapat mengikuti perayaan Ekaristi dengan tenang dan khusyuk.

Pelayanan ini mengingatkan kita bahwa melayani tidak harus selalu terlihat di altar. Tidak semua pelayanan berlangsung di depan umat, tetapi setiap tugas, sekecil apa pun, memiliki makna yang sama berharganya di hadapan Tuhan. Melalui penataan kendaraan umat, menjaga keamanan, serta memastikan keteraturan, para petugas parkir telah mengambil bagian dalam karya pelayanan Gereja.

Semangat inilah yang menjadi inti Masa Prapaskah: kerendahan hati, pengorbanan, dan kesediaan untuk memberi diri. Dalam kesederhanaan tugas jaga parkir, terpancar nilai kebersamaan dan gotong royong. Setiap arahan yang diberikan, setiap kendaraan yang ditata, menjadi bentuk nyata kasih dan tanggung jawab terhadap sesama.

Lingkungan St. Gregorius Kadisoka patut bersyukur atas kekompakan dan kesediaan umat yang terlibat. Semoga semangat pelayanan ini terus tumbuh, tidak hanya saat mendapat jadwal tugas, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari—di keluarga, di lingkungan, maupun di tengah masyarakat.

Karena sesungguhnya, pelayanan bukan soal terlihat atau tidak terlihat, melainkan tentang hati yang mau memberi diri dengan tulus.

Tuhan memberkati setiap langkah pelayanan kita.

Instagram : https://www.instagram.com/reel/DU3S801jxpT/?igsh=Y3NmcHR1ZXgyZWtx
Youtube : https://youtube.com/shorts/G0bXZVlSG9g?feature=shared
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSmtJCB9S/

Penyerahan Dua Lukisan Karya Salah satu Umat Link. Gregorius Kadisoka untuk Pembangunan Gereja Maria Bunda Allah

You need to add a widget, row, or prebuilt layout before you’ll see anything here. 🙂

Sebuah wujud nyata kepedulian dan cinta terhadap Gereja kembali ditunjukkan oleh umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka. Pada kesempatan yang penuh sukacita, Mbak Anik, salah satu umat lingkungan, menyerahkan dua lukisan karyanya kepada Panitia Pembangunan Gereja Gereja Maria Bunda Allah.

Penyerahan ini menjadi momen yang istimewa, bukan hanya karena nilai seni yang terkandung di dalamnya, tetapi terlebih karena semangat iman dan ketulusan hati yang melatarbelakanginya. Kedua lukisan tersebut merupakan hasil karya pribadi yang dipersembahkan sepenuhnya sebagai bentuk dukungan terhadap proses pembangunan gereja yang sedang berjalan.

Dalam kesempatan yang sama, kedua lukisan tersebut secara khusus diberkati oleh Romo Adrianus Maradiyo PR. Pemberkatan ini menjadi tanda penyerahan karya dan niat baik kepada Tuhan, sekaligus ungkapan syukur atas talenta yang boleh dipakai untuk kemuliaan-Nya. Suasana doa dan harapan mengiringi momen pemberkatan tersebut, memohon agar setiap proses selanjutnya berjalan lancar dan membawa berkat bagi banyak orang.

Rencananya, kedua lukisan ini akan dilelang, dan seluruh hasil lelang—100% tanpa potongan—akan disumbangkan sepenuhnya untuk pembangunan Gereja Maria Bunda Allah. Langkah ini menjadi inspirasi bahwa dukungan terhadap karya Gereja dapat diwujudkan dalam berbagai cara, sesuai dengan talenta dan kemampuan masing-masing.

Apa yang dilakukan Mbak Anik mengingatkan kita bahwa pembangunan Gereja bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi juga tentang semangat kebersamaan, gotong royong, dan partisipasi umat. Dari karya seni lahir gerakan kasih; dari talenta pribadi tumbuh berkat bagi komunitas yang lebih luas.

Semoga inisiatif ini menggerakkan hati semakin banyak umat untuk ambil bagian, baik melalui doa, tenaga, pikiran, maupun dukungan materi, demi terwujudnya Gereja Maria Bunda Allah sebagai rumah bersama yang kokoh, indah, dan penuh berkat.

Tuhan memberkati setiap niat baik dan setiap tangan yang terlibat dalam karya pembangunan ini.

Instagram : https://www.instagram.com/reel/DUw-yhlj_Uz/?igsh=ODI0MjZveThraHQ4
Youtube : https://youtube.com/shorts/cVKuu3yJcN4?feature=shared
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSmGosUA1/

Pertemuan APP Pertama Lingkungan St. Gregorius Kadisoka

Pertemuan APP Pertama Lingkungan St. Gregorius Kadisoka

Kamis, 26 Februari 2026

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Lingkungan St. Gregorius Kadisoka kembali memulai rangkaian Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) yang pertama pada hari Kamis, 26 Februari 2026. Pertemuan ini menjadi momen awal bagi umat untuk bersama-sama memasuki masa tobat dengan hati yang terbuka, penuh refleksi, dan semangat pembaruan diri.

APP bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, tetapi merupakan kesempatan istimewa bagi setiap pribadi untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan sesama. Dalam suasana doa yang khusyuk, umat diajak untuk merenungkan tema APP tahun ini, mendengarkan Sabda Tuhan, berbagi pengalaman hidup, serta saling meneguhkan dalam perjalanan iman.

Pertemuan berlangsung dengan penuh kebersamaan dan kehangatan. Umat yang hadir mengikuti rangkaian ibadat, pendalaman materi, serta diskusi kelompok dengan antusias. Setiap sharing yang disampaikan menjadi pengingat bahwa panggilan untuk bertobat dan berbuat kasih bukan hanya wacana, melainkan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pertemuan APP pertama ini, seluruh umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka diharapkan tidak hanya berhenti pada doa dan pertemuan semata. Semangat APP harus dinyatakan dalam aksi nyata: membantu sesama yang membutuhkan, memperhatikan tetangga yang sedang mengalami kesulitan, terlibat dalam kegiatan sosial lingkungan, serta membangun kepedulian yang lebih konkret dan berkelanjutan.

Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk menghadirkan kasih Tuhan secara nyata. APP menjadi sarana pembinaan iman yang mendorong perubahan sikap, pertobatan hati, dan tindakan kasih yang sederhana namun bermakna. Dari lingkungan kecil inilah, kebaikan dapat bertumbuh dan membawa dampak yang lebih luas.

Semoga melalui rangkaian Pertemuan APP ini, Lingkungan St. Gregorius Kadisoka semakin solid dalam persaudaraan, semakin peka terhadap kebutuhan sesama, dan semakin berani mewujudkan iman dalam tindakan nyata.

Tuhan memberkati setiap niat baik dan langkah pelayanan kita.

Instagram : https://www.instagram.com/p/DVOeviqD2ZU/?igsh=MTd4a3Rma3dzaTJ6Nw==
Youtube : https://youtu.be/D0Xa-1oqnf0?feature=shared
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSmG37rCW/

Pertemuan 1 APP Lingkungan St. Antonius Maguwo

Tanggal​​: 19 Februari 2026

Tempat ​​: Rumah Ibu Hudyono

Jumlah Peserta ​: 25 orang

Pertemuan Aksi Puasa Pembangunan (APP) tahun 2026 di Lingkungan Antonius telah dimulai dengan mengangkat tema besar “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera”. Pertemuan pertama ini mengusung subtema “Potret Kondisi dan Potensi, Dasar untuk Mengawal Aksi” dan dilaksanakan dalam suasana sarasehan yang sederhana namun penuh makna. Umat diajak menyadari bahwa APP bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah gerakan iman yang mengintegrasikan puasa, doa, dan aksi nyata demi kesejahteraan bersama, sejalan dengan arah ARDAS Keuskupan Agung Semarang 2026–2030.

Dalam pengantar dan pendalaman, umat diajak merefleksikan makna Gereja yang bahagia, inspiratif, dan mensejahterakan. Ditekankan bahwa kebahagiaan tidak hanya diukur dari kecukupan materi, melainkan juga dari terpenuhinya kebutuhan emosional dan spiritual. Gereja dipanggil untuk berani mengambil langkah pertama, membangun jejaring kepedulian, serta menghadirkan kesejahteraan yang nyata dan tepat sasaran. Salah satu penekanan penting dalam pertemuan ini adalah pentingnya data umat yang akurat sebagai dasar perencanaan aksi sosial Gereja, agar tidak ada saudara yang terabaikan.

Dinamika pertemuan diperdalam melalui sebuah drama reflektif yang menggambarkan pergulatan iman, sikap ketidakpedulian, serta proses kesadaran akan pentingnya mati raga dan berbagi. Melalui dialog antar tokoh, umat diajak memahami bahwa puasa dan derma bukanlah beban, melainkan sarana pembinaan hati agar semakin peka terhadap sesama. Drama tersebut menegaskan bahwa dana APP dan pembaruan data umat bukan sekadar angka dan kewajiban administratif, tetapi wujud konkret perjuangan Gereja untuk memastikan setiap umat merasa diperhatikan dan didampingi dalam kesulitan hidup.

Pertemuan ditutup dengan pembacaan Kitab Suci, doa bersama, serta berkat penutup, yang meneguhkan komitmen umat untuk menjalani masa Prapaskah dengan lebih bermakna. Melalui pertemuan APP pertama ini, umat Lingkungan Antonius diajak memulai langkah kecil namun berdampak besar: membangun kepedulian, memperbarui data umat dengan tanggung jawab, serta mengisi kotak APP dengan hati yang ikhlas. Harapannya, hinggaPaskah tiba, yang sungguh bangkit bukan hanya perayaan liturgis, tetapi juga hati dan tindakan nyata umat dalam menghadirkan masyarakat yang semakin bahagia dan sejahtera.

Bertumbuh dalam Kasih dan Sukacita: PIAR Santa Monica di Rumah Fokolare

Pada hari Sabtu, 14 Februari 2026, Lingkungan Santa Monica mengadakan kegiatan PIAR (Pendampingan Iman Anak dan Remaja) perdana yang bertempat di Rumah Fokolare. Kegiatan ini berlangsung hampir dua jam, dimulai pada pagi hari dan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Suasana penuh sukacita dan kehangatan terasa sejak awal hingga akhir acara.

Kegiatan diawali dengan doa pembuka sebagai ungkapan syukur dan penyerahan diri kepada Tuhan. Setelah itu, anak-anak diajak bernyanyi bersama lagu penuh semangat berjudul “Tu Wa Ga Pat Anak Misioner” yang dipandu dengan ceria. Nyanyian ini membantu anak-anak lebih bersemangat dan siap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Memasuki sesi pertama, anak-anak mengikuti Game 1: Perkenalan dengan tema “Mengasihi”. Melalui permainan sederhana namun bermakna, mereka belajar untuk saling mengenal, menghargai, dan memahami bahwa kasih adalah dasar dalam hidup bersama. Tema ini kemudian diperdalam melalui Kisah Penciptaan, yang mengingatkan bahwa segala sesuatu yang diciptakan Tuhan adalah baik adanya, dan manusia dipanggil untuk saling mengasihi serta menjaga ciptaan-Nya.

Selanjutnya, anak-anak mendengarkan Kisah Orang Samaria yang Baik Hati, yang menanamkan nilai kepedulian dan belas kasih terhadap sesama tanpa memandang perbedaan. Untuk memperdalam pemahaman, anak-anak mengikuti kegiatan kreatif mewarnai gambar Orang Samaria. Sementara itu, anak-anak usia 10 tahun ke atas membuat kartu ucapan syukur kepada Tuhan dan menghiasnya dengan penuh kreativitas. Melalui kegiatan ini, mereka diajak mengungkapkan rasa syukur dan kasih kepada Tuhan secara nyata.

Suasana kembali dibuat meriah melalui Game 2: Konsentrasi, yang melatih fokus sekaligus mempererat kebersamaan. Tawa dan keceriaan anak-anak semakin menambah semangat pagi itu.

Kegiatan PIAR ini didampingi oleh Om Bobby, Om Albert, Ibu/Ms Selma, serta kakak-kakak mahasiswa yang dengan sabar dan penuh perhatian membimbing anak-anak. Nyanyian-nyanyian dipandu dengan hangat oleh Tante Tyas, sehingga suasana semakin hidup. Di akhir acara, anak-anak bersama-sama menyanyikan lagu “Happy Ya Ya Ya” dengan penuh sukacita sebagai ungkapan kegembiraan atas kebersamaan hari itu.

Sebagai penutup, doa bersama kembali dipanjatkan sebagai ungkapan terima kasih atas penyertaan Tuhan sepanjang kegiatan. Acara kemudian ditutup dengan pembagian susu dan biskuit oleh Tante Sulis, yang semakin melengkapi kebahagiaan anak-anak.

Melalui kegiatan PIAR ini, diharapkan benih-benih iman, kasih, dan kepedulian semakin tumbuh dalam hati anak-anak dan remaja Lingkungan Santa Monica. Semoga kebersamaan ini terus menjadi sarana untuk semakin mengenal dan mengasihi Tuhan serta sesama dalam kehidupan sehari-hari.

Pelayanan Umat Lingkungan Santa Monica sebagai Among Tamu dan Tata Laksana

Pada hari Minggu, 1 Februari 2026, umat dari Lingkungan Santa Monica, Paroki Kalasan – Stasi Maguwo, mendapat tugas pelayanan sebagai among tamu dan tata laksana dalam Perayaan Ekaristi. Para petugas telah berkumpul di GMBA sejak pukul 06.15 WIB untuk melakukan persiapan sebelum misa dimulai.

Sejak pagi hari, kondisi cuaca kurang mendukung. Gerimis sudah turun sejak pukul 06.00 WIB dan semakin deras mendekati pukul 07.00 WIB. Hal ini menyebabkan jumlah umat yang hadir tidak terlalu banyak. Meskipun demikian, Perayaan Ekaristi tetap berlangsung dengan khidmat.

Para petugas among tamu dengan penuh tanggung jawab menyambut umat yang hadir, membantu mengarahkan tempat duduk, serta menjaga ketertiban selama perayaan berlangsung. Petugas tata laksana juga menjalankan tugasnya dengan baik sehingga seluruh rangkaian misa dapat berjalan dengan lancar.

Setelah Perayaan Ekaristi selesai, tugas penghitungan kolekte dilaksanakan oleh Mas Vincen, Bu Merri, Bu Sulis, dan Bu Seti. Penghitungan kolekte dilakukan dengan tertib dan penuh tanggung jawab sebagai bagian dari pelayanan kepada Gereja.

Semoga pelayanan umat Lingkungan Santa Monica ini semakin menumbuhkan semangat kebersamaan, pengabdian, dan sukacita dalam kehidupan menggereja di Paroki Kalasan – Stasi Maguwo.

Ibadat Lingkungan St. Antonius Padua Maguwo

Diutus Menjadi Murid Kristus yang Setia dan Berani Bersaksi

Maguwo, 5 Februari 2026

 


Lingkungan St. Antonius Padua menyelenggarakan ibadat sembahyangan lingkungan rutin pada hari Kamis, 5 Februari 2026 bertempat di rumah Bapak TH. Yani Ismono (salah satu umat lingkungan Antonius). Ibadat sabda ini dipandu oleh Bapak Agustinus Djumingan dan diikuti oleh sekitar 30 umat Lingkungan St. Antonius Padua. 

Ibadat berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh penghayatan, dengan bacaan Injil dari Markus 6:7–13 yang mengangkat tema “Yesus Mengutus Dua Belas Murid”. Ibadat juga diperkaya dengan pembacaan kisah Santa Agatha, perawan dan martir, dari buku Ensiklopedia Orang Kudus.

Rangkaian Ibadat

Ibadat sabda dilaksanakan dengan urutan sebagai berikut:

1. Lagu Pembukaan PS 688 
Umat mengawali ibadat dengan lagu pembukaan dari Puji Syukur no 688 “Ya YesusHamba Sedia” sebagai ungkapan syukur dan persiapan hati untuk berdoa bersama.

2. Doa Pembukaan
Doa pembukaan dipanjatkan untuk menyerahkan seluruh rangkaian ibadat kepadaTuhan agar berjalan dengan lancar dan membawa buah rohani.

3. Pembacaan Kisah Santa Agatha
Dibacakan kisah Santa Agatha, seorang perawan dan martir yang dengan teguhmempertahankan kesucian dan imannya kepada Yesus Kristus. Santa Agatha relamenanggung penderitaan dan wafat sebagai martir demi kesetiaannya kepada Tuhan. Kisah ini menjadi teladan iman yang kokoh dan keberanian dalam mempertahankannilai-nilai Kristiani.

4. Pembacaan Injil (Markus 6:7–13)
Injil mewartakan peristiwa Yesus mengutus kedua belas murid-Nya untuk pergiberdua-dua, mewartakan pertobatan, mengusir roh jahat, serta menyembuhkan orang sakit. Yesus mengutus para murid dalam kesederhanaan, tanpa membawa bekalberlebihan, sebagai tanda kepercayaan penuh kepada penyelenggaraan Allah.

5. Sharing
Dalam sharing-nya, Bapak Djumingan menegaskan bahwa pengutusan para murid bukan hanya kisah masa lalu, melainkan panggilan nyata bagi setiap orang berimansaat ini.

Umat diajak menyadari bahwa:

  • Setiap orang yang dibaptis dipanggil menjadi murid yang diutus untuk mewartakan Injil melalui sikap dan perbuatan hidup sehari-hari.
  • Kesederhanaan yang diajarkan Yesus mengingatkan umat untuk lebih mengandalkan Tuhan daripada kekuatan dan kenyamanan pribadi.
  • Keteladanan Santa Agatha menunjukkan bahwa kesetiaan kepada Kristus menuntut keberanian, pengorbanan, dan keteguhan iman hingga akhir.

Melalui Injil dan kisah Santa Agatha, umat diundang untuk hidup setia, jujur, dan beranimenjadi saksi Kristus di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat. Serta senantiasamengingat Prasetya (janji) babtis disetiap menghadapi godaan iblis.

6. Doa Penutup PS 695
Doa penutup dipanjatkan sebagai ungkapan syukur dan permohonan agar umat diberikekuatan untuk menjalani panggilan perutusan dalam kehidupan sehari-hari.

7. Lagu Penutup
Ibadat ditutup dengan lagu penutup “Aku Dengar Bisikan Suara-Mu”yang meneguhkan semangat perutusan umat sebagai murid-murid Kristus.

Peneguhan Iman Umat

Melalui ibadat sembahyangan lingkungan ini, umat Lingkungan St. Antonius Padua Maguwo diteguhkan kembali dalam iman sebagai murid-murid Kristus yang diutus. Dengan meneladani para rasul dan keteguhan iman Santa Agatha, umat diharapkan semakin berani hidup setia dan mewartakan kasih Kristus melalui kesaksian hidup sehari-hari.

 

 

 

 

 

 

Sosialisasi Lomba Video Dokumenter

Sosialisasi Lomba Video Dokumenter diselenggarakan pada 6 Feb 26. Kegiatan ini bertempat di Gazebo GMBA Maguwo dan diikuti oleh perwakilan dari berbagai lingkungan.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai konsep, tema, serta teknis pelaksanaan lomba video dokumenter. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan terkait alur pendaftaran, ketentuan lomba, hingga kriteria penilaian yang akan digunakan oleh panitia.

Perwakilan masing-masing Lingkungan mengikuti kegiatan dengan antusias. Melalui sosialisasi ini, peserta diharapkan mampu mempersiapkan karya video dokumenter yang kreatif, informatif, serta sesuai dengan nilai-nilai yang ingin disampaikan dalam lomba.

Dengan adanya kegiatan ini, Lingkungan-lingkungan diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam lomba video dokumenter dan menjadikan media video sebagai sarana pewartaan, dokumentasi, serta pengembangan kreativitas umat.

Ibadat Lingkungan St. Antonius.

Hari/tgl : Kamis, 29 Januari 2026
Tempat : Rumah Bpk. Herjunanto
Pemandu : Bpk. Mikhael Purwanto
Umat yg hadir : 20 orang.

Renungan yg disampaikan bpk. Purwanto kali ini menggabungkan dua pesan penting untuk menguatkan iman kita.
Pertama, kita belajar dr para pelayan Tuhn yg sederhana namun setia. Mereka menghadapi resiko dg hati yg gembira.
Kedua, kita diajak merenungkan kerahiman Allah. Jika Tuhan saja menerima kita tanpa memandang status, mengapa kita sering membuat sekat dg sesama?
Mari temukan kekuatan baru untuk tetap setia melayani dan mengasihi tanpa membeda-bedakan.

https://youtu.be/M_PpEtgLn64