Kunjungan Kasih kepada Bapak Yohanes Riyanto dalam Masa Pemulihannya

Kunjungan pada salah satu umat lingkungan Antonius yang sedang pemulihan dari sakitnya.
Kunjungan dilaksanakan pada hari Sabtu, 9 Mei 2026 pukul 16.30 wib. Dihadiri oleh 10 orang. Umat yang dikunjungi adalah Bpk. Yohanes Riyanto, kunjungan dilaksanakan di rumah beliau Perum Tapan RT 06/RW 01 No.9, Purwomartani, Kalasan, Sleman.

 

 

 

Pertemuan Lingkungan Antonius hari Kamis, 7 Mei 2026

Pertemuan Lingkungan Antonius hari Kamis, 7 Mei 2026 pukul 19.15 wib di rumah bapak Larno dipimpin oleh bapak Arief, dihadiri kurang lebih 23 umat.
Pertemuan diawali dengan doa pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan dan pembahasan materi Bulan Katekese Liturgi hari ke 1-7 dilanjutkan doa rosario, doa umat dan doa penutup.


Ada 2 pertanyaan dalam pembahasan materi BKL dan dijawab masing-masing oleh 1 orang umat.
1.⁠ ⁠Apa pengalaman atau perasaan yg muncul ketika kita mengikuti ekaristi?
Mas Satria : saat kuliah dari semester 4 setiap pagi ikut perayaan ekaristi, hal ini menimbulkan perasaan “gela” ketika tidak bisa ikut ekaristi hari Minggu karena terbiasa. Setelah mengikuti ekaristi perasaan menjadi lebih rileks, bahagia dan bisa menjadi berkat bagi orang lain. Istilahnya seminggu sekali kita ngecharge iman kita.


2.⁠ ⁠Bagaimana saya membawa semangat ekaristi dalam kehidupan sehari-hari?
Bu Murdiyana : selalu merindukan ekaristi terutama misa harian. Dalam kehidupan sehari-hari memupuk iman dengan berdoa dan bersyukur dalam semua kondisi.

Jumat Bersih Ala Wilayah Loyola: Lingkungan Santa Elisabeth Turut Guyub Merawat Gereja, Hangat Mempererat Persaudaraan

Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan terasa begitu hangat dalam kegiatan Jumat Bersih yang diselenggarakan Wilayah Ignatius Loyola pada Jumat, 8 Mei 2026, di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Perwakilan umat dari 5 lingkungan di Wilayah Ignatius Loyola hadir dan bergotong royong menciptakan suasana Gereja yang bersih, nyaman, dan asri untuk seluruh umat.

Kegiatan ini melibatkan perwakilan dari Lingkungan Santa Clara, Santo Fransiskus Asisi, Santo Gabriel, Santo Yohanes Pembaptis, serta Santa Elisabeth. Kehadiran para umat semakin menambah semarak suasana guyub yang menjadi ciri khas kebersamaan Wilayah Ignatius Loyola. Dari Lingkungan Santa Elisabeth, hadir Pak Dedy, Pak Gusadi, Pak Suradi, Mbak Dita, Mas Heru, dan Mbak Vera yang dengan penuh semangat turut ambil bagian dalam kerja bakti tersebut.

Sejak kegiatan dimulai, setiap umat langsung mengambil peran masing-masing. Ada yang menyapu halaman, mengelap area dalam Gereja, membersihkan sudut-sudut ruangan, hingga merapikan lingkungan sekitar Gereja. Semua dilakukan dengan sukacita, mencerminkan semangat pelayanan, dan kebersamaan yang hidup di tengah umat.

Tidak hanya berfokus pada kebersihan, kegiatan Jumat Bersih kali ini juga diwarnai aksi peduli lingkungan. Dipimpin Ketua Wilayah, Mas Bono, beberapa bapak dan kaum muda berinisiatif mengolah sampah daun menjadi kompos. Daun-daun kering dikumpulkan lalu dicacah menggunakan mesin sebagai langkah awal pembuatan pupuk kompos. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian umat terhadap kelestarian lingkungan sekaligus pemanfaatan sampah organik secara bijak dan bermanfaat.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, suasana keakraban semakin terasa saat umat berkumpul menikmati hidangan ringan bersama di halaman belakang Gereja. Canda dan obrolan hangat mengiringi santapan sederhana seperti combro, kletikan, tahu krispi, dan donat yang menambah erat rasa persaudaraan antarumat.

Melalui kegiatan Jumat Bersih ini, Wilayah Ignatius Loyola tidak hanya membersihkan lingkungan gereja, tetapi juga menumbuhkan semangat guyub, pelayanan, dan kepedulian bersama. Semoga kebersamaan yang terjalin semakin mempererat rasa gayeng dan akrab dalam kehidupan menggereja sehari-hari.

Berdoa Rosario Menjadi Pengalaman Iman yang Menyejukkan

Suasana hangat penuh kebersamaan kembali terasa dalam pertemuan rutin Lingkungan Santa Elisabeth yang dilaksanakan pada Kamis malam, 7 Mei 2026. Bertempat di Pendopo Mbah Cipto, dengan petugas snack keluarga Bapak Sampurno, sekitar 25 umat hadir untuk bersama-sama membangun iman melalui doa dan kebersamaan.

Malam itu, rangkaian kegiatan lingkungan diisi dengan BKL, doa Rosario, serta latihan koor. Dalam suasana yang teduh dan penuh kekhusyukan, umat diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa Rosario yang dipimpin oleh Ibu Lastri. Sementara itu, Bapak Bagio dan Mbak Dita bertugas membawakan renungan BKL dan doa-doa ibadat dengan penuh penghayatan.

Lantunan doa Salam Maria yang didaraskan bersama menghadirkan suasana damai dan menyejukkan hati. Kebersamaan sederhana seperti inilah yang menjadi kekuatan bagi umat untuk terus bertumbuh dalam iman dan persaudaraan di tengah kehidupan sehari-hari.

Setelah ibadat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian pengumuman lingkungan dan latihan koor. Lingkungan Santa Elisabeth mendapat tugas pelayanan koor pada misa Minggu terakhir bulan Mei. Dengan penuh semangat, umat mulai berlatih lagu pembuka sebagai persiapan untuk mendukung perayaan ekaristi nanti.

Melalui pertemuan rutin ini, Lingkungan Santa Elisabeth tidak hanya mempererat persaudaraan antarumat, tetapi juga menumbuhkan semangat pelayanan dan kehidupan doa yang semakin hidup. Semoga kebersamaan dalam doa Rosario ini terus menjadi pengalaman iman yang meneguhkan dan menyejukkan hati setiap umat.

Sembahyangan Lingkungan St. Elisabeth: Kerendahan Hati untuk Melayani

Sembahyangan Lingkungan Rutin Kamisan pada tanggal 30 April 2026 dilaksanakan di Rumah Ibu Lastri. Sembahyangan dipimpin oleh Mas Heru. Meskipun umat yang hadir kali ini terhitung sedikit yakni 12 umat, karna kesibukan masing-masing, namun sembahyangan berlangsung dengan khidmat, dan membawa perenungan yang baik bagi diri masing-masing.

Dalam bacaan Injil Yohanes 13:16-20, yang diambil dalam renungan hari ini, Yesus mengajarkan tentang kerendahan hati dan pelayanan. Setelah membasuh kaki para murid-Nya, Yesus berkata bahwa seorang hamba tidak lebih tinggi daripada tuannya. Melalui tindakan sederhana itu, Yesus menunjukkan bahwa kasih sejati bukan hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam pelayanan kepada sesama.

Di dunia sekarang, banyak orang ingin dihormati, dipuji, dan dianggap paling hebat. Namun Yesus justru memberi teladan yang berbeda. Walaupun Ia adalah Guru dan Tuhan, Ia rela merendahkan diri untuk melayani. Dari sini kita belajar bahwa kebesaran seseorang tidak dilihat dari jabatan atau kekuasaan, melainkan dari hati yang mau melayani dengan tulus.

Dalam kehidupan sehari-hari, melayani bisa dimulai dari hal-hal kecil: membantu orang tua di rumah, mendengarkan teman yang sedang sedih, atau peduli kepada orang yang membutuhkan. Kadang pelayanan itu tidak mendapat pujian, tetapi Tuhan melihat setiap kebaikan yang dilakukan dengan kasih.

Yesus juga mengingatkan bahwa siapa yang menerima orang yang diutus-Nya, berarti menerima Dia sendiri. Artinya, kita dipanggil menjadi pembawa kasih dan kehadiran Tuhan di tengah dunia. Sikap kita, perkataan kita, dan tindakan kita dapat menjadi jalan bagi orang lain untuk merasakan kasih Allah.

Melalui Injil hari ini, kita diajak untuk memiliki hati yang rendah hati, tidak egois, dan mau melayani tanpa memilih-milih. Semakin kita melayani dengan kasih, semakin kita menjadi serupa dengan Yesus.

Paskahan Lingkungan St. Elisabeth

23 April 2026, di Pendopo Mbah Cipto, Lingkungan St. Elisabeth melaksanakan Perayaan Paskahan Lingkungan Bersama. Paskahan dihadiri oleh hampir seluruh umat di Lingkungan St. Elisabeth, yaitu 38 umat. Diawali dengan sembahyangan yang dipimpin Mbak Vera.

Renungan dalam sembahyangan diambil dari Bacaan Injil Yohanes 6:44-51. Bacaan ini berisi tentang Yesus yang berkata bahwa tidak seorang pun dapat datang kepada-Nya kalau tidak ditarik oleh Bapa. Ini menunjukkan bahwa iman bukan hanya hasil usaha manusia, tetapi juga karena kasih dan panggilan Allah yang terlebih dahulu menyentuh hati kita. Tuhan selalu mencari dan mengundang setiap orang untuk datang lebih dekat kepada-Nya.

Yesus juga berkata bahwa Ia adalah “roti hidup yang turun dari surga.” Roti adalah makanan yang memberi kekuatan dan kehidupan. Namun roti yang diberikan Yesus bukan sekadar makanan jasmani, melainkan kehidupan kekal. Banyak orang mencari kebahagiaan dari harta, pujian, atau kesenangan dunia, tetapi semua itu tidak pernah benar-benar memuaskan hati manusia. Hanya Yesus yang mampu mengisi kekosongan hati dan memberi damai sejati.

Sebagai orang muda maupun keluarga Kristiani, kita sering merasa lelah menghadapi masalah, tugas, konflik, atau rasa kecewa. Dalam keadaan itu, Yesus mengajak kita datang kepada-Nya dan menjadikan-Nya sumber kekuatan hidup. Ketika kita rajin berdoa, membaca Kitab Suci, dan mengikuti Ekaristi, hati kita perlahan diperbarui oleh Tuhan.

Bacaan ini juga mengingatkan bahwa siapa yang menerima Yesus harus menjadi “roti” bagi sesama. Artinya, kita dipanggil untuk membawa kasih, penghiburan, perhatian, dan bantuan bagi orang lain. Kehadiran kita seharusnya membawa kehidupan dan sukacita, bukan luka atau kebencian.

Semoga melalui sabda hari ini, kita semakin percaya kepada Yesus Sang Roti Hidup, dan menjadikan-Nya pusat dalam hidup kita setiap hari.

Setelah Sembahyangan selesai, acara Paskahan dilanjutkan dengan pemberian tanda kasih bagi umat yang sebelumnya sempat sakit dan opname di Rumah Sakit, yaitu Pak Deddy, dan Mbah Cipto. Kemudian acara dilanjutkan dengan menyanyi bersama dan games yang menyenangkan lalu makan bersama. Acara Paskahan Lingkungan St. Elisabeth tahun ini berlangsung sangat sederhana namun sangat meriah karna banyak umat yang hadir dan bergembira bersama. Kami masing-masing bisa pulang dengan hati yang penuh kebahagiaan.

Pertemuan BKL Pertama Lingkungan St. Gregorius Kadisoka

Pertemuan BKL 1 Lingkungan St. Gregorius
Pada hari Jumat, 8 Mei, umat Lingkungan St. Gregorius mengadakan pertemuan rutin BKL 1 yang bertempat di kediaman Ibu Eko. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan menjadi momen yang mempererat kebersamaan antarumat.

Dalam pertemuan kali ini, umat bersama-sama mendalami renungan Bulan Katekese Liturgi. Tema sharing difokuskan pada pengalaman dan perasaan yang muncul ketika mengikuti perayaan Ekaristi. Setiap peserta diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman iman yang dirasakan selama mengikuti Misa Kudus.

Berbagai pengalaman dibagikan oleh umat. Ada yang merasakan kedamaian dan penghiburan saat mengikuti Ekaristi, terutama ketika mendengarkan sabda Tuhan dan menerima Komuni Kudus. Beberapa umat juga mengungkapkan rasa syukur karena melalui perayaan Ekaristi mereka memperoleh kekuatan baru dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Selain itu, ada pula yang merasa semakin dekat dengan Tuhan dan sesama melalui kebersamaan dalam perayaan liturgi.

Sharing yang berlangsung dengan sederhana ini membantu umat untuk semakin menyadari makna penting Ekaristi sebagai sumber kekuatan iman dan kehidupan rohani. Pertemuan ditutup dengan doa bersama dan harapan agar umat semakin setia mengikuti perayaan Ekaristi serta terus bertumbuh dalam iman dan persaudaraan.

Semoga melalui kegiatan BKL ini, semangat kebersamaan dan kehidupan menggereja di Lingkungan St. Gregorius semakin hidup dan berkembang.

Doa Rosario Lingkungan St. Gregorius – Mendoakan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo Menjadi Paroki Administratif

Dalam suasana Bulan Maria yang penuh rahmat, umat Gereja Maria Bunda Allah Maguwo bersama-sama mengadakan doa rosario secara bergilir di 17 lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan dan doa bersama menjelang diresmikannya Gereja Maria Bunda Allah Maguwo menjadi Paroki Administratif.
Setiap lingkungan mengambil bagian dalam rangkaian doa rosario tersebut dengan penuh iman dan semangat persaudaraan. Melalui doa-doa yang dipanjatkan, umat berharap agar Gereja Maria Bunda Allah Maguwo semakin bertumbuh menjadi komunitas yang mandiri, penuh kasih, dan setia dalam pelayanan.


Pada Kamis, 7 Mei, giliran umat Lingkungan St. Gregorius yang mengadakan doa rosario bersama di gereja. Sebanyak 17 umat hadir dan dengan khusyuk mendaraskan doa rosario serta memanjatkan doa khusus bagi Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo. Suasana doa berlangsung penuh ketenangan dan pengharapan, mencerminkan semangat kebersamaan umat dalam mendukung perjalanan Gereja menuju status baru sebagai Paroki Administratif.


Selain mendaraskan doa rosario, umat juga bersama-sama mendoakan “Doa untuk Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo” yang berisi harapan agar Gereja menjadi tempat yang membawa damai, sukacita, persaudaraan, dan kesejahteraan bagi semua orang.

“Jadikanlah Gereja kami tempat yang nyaman, di mana setiap orang yang datang merasakan damai-Mu, diterima dengan kasih, dan menemukan rumah bagi setiap jiwa yang masuk ke dalamnya.”

Doa tersebut menjadi ungkapan iman sekaligus harapan seluruh umat agar Gereja Maria Bunda Allah Maguwo mampu berkembang dalam jumlah umat, mutu pelayanan, serta semangat misioner di tengah masyarakat.


Melalui rangkaian doa rosario selama Bulan Maria ini, umat diajak untuk semakin bersatu hati, mempererat persaudaraan, dan bersama-sama mempersiapkan diri menyambut hadirnya Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo. Semoga segala harapan dan doa umat dikabulkan Tuhan, sehingga Gereja Maria Bunda Allah Maguwo sungguh menjadi Gereja yang hidup, menginspirasi, dan membawa berkat bagi banyak orang.

Pelayanan Among Tamu dan Hitung Kolekte Misa Jumat Pertama – Jumat 1 Mei 2026

Pelaksanaan tugas among tamu dan hitung kolekte dalam Misa Jumat Pertama di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo pada Jumat, 1 Mei 2026 berlangsung dengan baik, tertib, dan penuh semangat pelayanan. Kehadiran para petugas membantu mendukung suasana misa yang nyaman dan khidmat bagi seluruh umat yang hadir.


Sebanyak tujuh orang bertugas dalam pelayanan among tamu. Dengan ramah dan penuh tanggung jawab, para petugas membantu menyambut umat, mengarahkan tempat duduk, serta menjaga ketertiban selama perayaan ekaristi berlangsung. Pelayanan ini menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana gereja yang hangat dan penuh kebersamaan.


Ucapan terima kasih disampaikan kepada para petugas among tamu yang telah melayani dengan tulus, yaitu Mas Yance, Mbak Nana, Bu Gambit, Bu John, Bu Erika, dan Mas Henry. Semangat pelayanan yang diberikan menjadi teladan dalam hidup menggereja dan kebersamaan umat.


Selain itu, tugas hitung kolekte juga terlaksana dengan baik dan penuh tanggung jawab. Empat orang bertugas dalam pelayanan ini untuk membantu proses penghitungan kolekte secara tertib dan teliti setelah misa selesai.


Terima kasih juga disampaikan kepada Mbak Nana, Bu Gambit, Bu John, dan Bu Erika yang telah melayani dalam tugas hitung kolekte. Semoga pelayanan yang telah diberikan menjadi berkat bagi umat dan semakin menumbuhkan semangat untuk terus berkarya dalam pelayanan gereja.


Tuhan memberkati seluruh petugas dan umat Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Sembayangan Rutin Lingkungan St. Gregorius Kadisoka – Kamis 30 April 2026

Pada Kamis malam, 30 April 2026, umat Lingkungan St. Gregorius tetap berkumpul dalam suasana penuh iman untuk mengikuti sembahyangan rutin lingkungan. Meskipun hujan deras mengguyur sejak sore hari, semangat umat untuk hadir dan berdoa bersama tidak surut. Dengan hati penuh syukur dan ketulusan, umat mengikuti seluruh rangkaian ibadat dengan khusyuk dan penuh penghayatan.

Suasana doa terasa semakin hangat ketika umat saling menyapa dan bersama-sama memuliakan Tuhan melalui doa, pujian, serta pendalaman Sabda. Hujan yang turun deras justru menjadi lambang bahwa rahmat Tuhan selalu tercurah bagi setiap pribadi yang datang kepada-Nya dengan iman.

Sabda Tuhan yang Meneguhkan

Pada pertemuan kali ini, Bacaan Pertama diambil dari Kisah Para Rasul 13:13–25. Dalam bacaan tersebut, Paulus mengingatkan perjalanan panjang karya keselamatan Allah bagi umat Israel hingga hadirnya Yohanes Pembaptis yang mempersiapkan jalan bagi Yesus Kristus. Tuhan selalu setia membimbing umat-Nya, bahkan ketika manusia sering jatuh dan tidak setia.

Sedangkan Bacaan Injil dari Yohanes 13:16–20 mengajak umat untuk belajar kerendahan hati dan pelayanan. Yesus menegaskan bahwa seorang hamba tidak lebih tinggi daripada tuannya. Barangsiapa menerima utusan Kristus, berarti menerima Kristus sendiri, dan menerima Kristus berarti menerima Allah yang mengutus-Nya.

Pesan Injil malam itu mengingatkan bahwa hidup beriman bukan hanya tentang doa dan kata-kata, melainkan juga tentang kesediaan melayani dengan tulus, tetap setia dalam tantangan, dan menghadirkan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Renungan: Seberapa Dalam Imanku kepada Tuhan?

Dalam renungan malam itu, umat diajak untuk tidak hanya mendengarkan Sabda Tuhan, tetapi juga melakukan refleksi pribadi melalui beberapa kuis sederhana untuk mengukur kedalaman iman masing-masing. Dari jawaban-jawaban kuis tersebut, umat diajak menyadari bahwa iman bukan diukur dari seberapa sering berbicara tentang Tuhan, tetapi dari seberapa besar kita mengandalkan Tuhan, melayani sesama, dan tetap setia dalam setiap keadaan.

Sembahyangan rutin malam itu menjadi pengingat bahwa hujan deras sekalipun tidak mampu memadamkan semangat umat untuk datang kepada Tuhan. Justru dalam kesederhanaan dan kebersamaan itulah iman semakin diteguhkan.

Semoga Sabda Tuhan yang telah direnungkan menjadi kekuatan bagi seluruh umat Lingkungan St. Gregorius untuk terus hidup dalam kasih, pelayanan, dan kesetiaan kepada Kristus.

Hal-Hal untuk Direnungkan Secara Pribadi :

  • Apakah aku mau melayani orang lain tanpa mengharap imbalan?
  • Dalam situasi sulit, mampukah aku tetap setia pada panggilan Kristus?
  • Bagaimana aku menunjukkan bahwa aku menerima Yesus dalam keseharian hidupku?