Semarak Lomba Cerdas Cermat Kitab Suci antar lingkungan

Maguwo, 6 September 2026 — Kitab Suci tidak hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dipahami, direnungkan, dan dihidupi dalam kehidupan sehari-hari. Semangat inilah yang terasa dalam kegiatan Lomba Cerdas Cermat Kitab Suci antarlingkungan yang diselenggarakan oleh Gereja Paroki Adm Maguwo melalui Bidang Pewartaan, khususnya Tim Kerasulan Kitab Suci.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya paroki untuk semakin menumbuhkan pengetahuan dan kecintaan umat terhadap Kitab Suci. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan dan kebersamaan antar lingkungan, sekaligus sarana belajar iman yang dikemas dalam suasana edukatif, kompetitif, dan menyenangkan.
Menariknya, lomba dilaksanakan dengan memadukan media online dan kegiatan secara langsung. Perpaduan tersebut membuat suasana perlombaan semakin dinamis. Para peserta tidak hanya ditantang untuk mengingat dan memahami isi Kitab Suci, tetapi juga diajak menikmati proses belajar bersama dengan cara yang lebih kreatif dan kekinian.


Belajar Kitab Suci, Bertumbuh Bersama
Lomba Cerdas Cermat Kitab Suci memiliki sejumlah tujuan penting. Selain meningkatkan pengetahuan umat mengenai Kitab Suci, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan umat terhadap Sabda Tuhan.
Keterlibatan remaja, Orang Muda Katolik (OMK), dan orang tua juga menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Kehadiran lintas generasi dalam satu tim membuka kesempatan bagi orang tua dan generasi muda untuk saling belajar, bekerja sama, serta membangun kebersamaan melalui pendalaman Kitab Suci.
Tidak berhenti pada hari perlombaan, kegiatan ini diharapkan dapat membawa semangat tersebut kebiasaan bersama, lebih jauh, kegiatan ini menjadi sarana pewartaan, pembelajaran iman, dan penguatan kebersamaan umat.


14 Lingkungan Berpartisipasi
Dari 17 lingkungan di Paroki Adm Maguwo ada 14 lingkungan ambil bagian dalam kegiatan ini. Masing-masing lingkungan mengirimkan satu tim yang terdiri atas satu orang dewasa dan dua orang PIR atau PIOM.
Komposisi tersebut memberikan warna tersendiri bagi perlombaan. Dalam satu tim, pengalaman orang dewasa berpadu dengan semangat dan energi generasi muda. Mereka bersama-sama berusaha menjawab pertanyaan, berdiskusi, mengingat kembali pengetahuan Kitab Suci, dan tentu saja memberikan dukungan satu sama lain.
Suasana kompetisi pun menjadi semakin menarik karena setiap tim membawa semangat untuk memberikan yang terbaik bagi lingkungannya.


Apresiasi bagi Para Juara
Setelah melalui rangkaian perlombaan dengan penuh semangat, diperoleh hasil sebagai berikut: Juara I: Lingkungan Theresia, Juara II: Lingkungan Asisi, Juara III: Lingkungan Elisabeth.
Prestasi tersebut menjadi bentuk apresiasi atas semangat, kerja sama, dan usaha yang telah ditunjukkan oleh masing-masing tim. Namun, sesungguhnya setiap peserta adalah bagian dari kemenangan bersama, karena keberanian untuk belajar dan mendalami Kitab Suci merupakan langkah penting dalam perjalanan iman.
Kegiatan Lomba Cerdas Cermat Kitab Suci menjadi pengingat bahwa mendalami Kitab Suci dapat dilakukan dengan berbagai cara. Belajar tentang Sabda Tuhan tidak harus selalu berlangsung dalam suasana yang formal. Melalui kreativitas, permainan, kompetisi yang sehat, dan kebersamaan lintas generasi, Kitab Suci dapat semakin dekat dengan kehidupan umat.
Semoga Lomba Cerdas Cermat Kitab Suci ini menjadi langkah kecil yang membawa buah besar: semakin banyak umat mencintai Kitab Suci, semakin rajin membacanya, dan semakin mampu mewujudkan Sabda Tuhan dalam tindakan nyata.

Dokumentasi Kegiatan : download disini

Ibadat Memule Lingkungan St. Gregorius Mengenang 40 Hari Berpulangnya Ibu Veronika Endang Susanti – 12 September 2026

Ibadat Memule
Lingkungan St. Gregorius

Mengenang 40 Hari Berpulangnya Ibu Veronika Endang Susanti
Sabtu, 12 September 2026

Ibadat Memule Lingkungan St. Gregorius
Dalam rangka mengenang dan mendoakan
Ibu Veronika Endang Susanti
Kakak dari Mbak Anik, umat Lingkungan St. Gregorius

Dipimpin oleh Prodiakon Lingkungan St. Gregorius, Bapak Paul Supit

🕯️ Mengenang dalam Doa dan Kasih

Sabtu, 12 September 2026 menjadi momen penuh doa dan kasih bagi umat Lingkungan St. Gregorius, Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo. Pada hari tersebut, umat berkumpul dalam Ibadat Memule untuk mengenang dan mendoakan Ibu Veronika Endang Susanti, kakak dari Mbak Anik, umat Lingkungan St. Gregorius, yang telah berpulang ke Rumah Bapa di Surga.

Ibadat Memule menjadi ungkapan kasih, penghormatan, sekaligus doa bersama bagi almarhumah. Dalam suasana penuh keheningan dan pengharapan iman, umat mengenangkan perjalanan hidup Ibu Veronika serta menyerahkan dirinya ke dalam kasih dan kerahiman Tuhan.

“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” Yohanes 11:25

🙏 Doa dan Penghiburan dalam Kebersamaan

Ibadat dipimpin oleh Prodiakon Lingkungan St. Gregorius, Bapak Paul Supit . Melalui doa, bacaan Kitab Suci, renungan, serta rangkaian ibadat, umat diajak untuk semakin menyadari bahwa kehidupan manusia berada dalam penyelenggaraan kasih Allah.

Kepergian orang yang dikasihi tentu meninggalkan kesedihan dan kerinduan bagi keluarga. Namun, iman Kristiani memberikan pengharapan bahwa kematian bukanlah akhir dari segala sesuatu. Dalam iman akan Kristus yang bangkit, umat percaya akan kehidupan kekal dan menyerahkan setiap orang yang telah berpulang ke dalam kasih Tuhan.

Ibadat ini juga menjadi kesempatan bagi umat Lingkungan St. Gregorius untuk hadir dan memberikan dukungan kepada keluarga Mbak Anik. Kebersamaan dalam doa menjadi bentuk nyata kepedulian dan kasih persaudaraan sebagai satu komunitas umat beriman.

🤝 Kebersamaan Antarlingkungan

Ibadat Memule ini semakin bermakna karena dihadiri oleh umat dari beberapa lingkungan. Lingkungan St. Gregorius menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh umat yang telah berkenan hadir, memberikan dukungan, serta bersama-sama mendoakan almarhumah.

  • Seluruh umat Lingkungan St. Gregorius
  • Umat Lingkungan St. Stefanus
  • Umat Lingkungan St. Fransiskus Sales (Balapan)

Kehadiran dan doa bersama dari umat lintas lingkungan menjadi tanda nyata bahwa dalam suka maupun duka, umat dipanggil untuk saling menguatkan, menemani, dan berbagi kasih sebagai satu keluarga besar Gereja.

🌿 Mengenang dengan Kasih, Mendoakan dengan Iman

Empat puluh hari setelah kepergian seseorang menjadi kesempatan bagi keluarga dan komunitas untuk kembali mengenang perjalanan hidupnya. Bagi umat Kristiani, mengenang bukan sekadar menghadirkan kembali kenangan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk terus mendoakan dan mempercayakan almarhumah kepada Tuhan.

Semoga seluruh kebaikan, kasih, dan teladan yang telah diberikan Ibu Veronika Endang Susanti selama hidupnya dapat terus dikenang oleh keluarga dan orang-orang yang mengenalnya.

Semoga Tuhan memberikan penghiburan dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan, khususnya kepada Mbak Anik beserta keluarga. Semoga iman akan Kristus yang bangkit senantiasa memberikan keteguhan hati dalam menjalani masa duka.

Selamat jalan menuju Rumah Bapa,
Ibu Veronika Endang Susanti.

Kiranya Tuhan menerima almarhumah dalam damai dan kasih-Nya, mengampuni segala dosa dan kesalahannya, serta menganugerahkan kepadanya kehidupan kekal di Surga.

“Berbahagialah orang yang mati dalam Tuhan.” bdk. Wahyu 14:13

Terima kasih kepada seluruh umat Lingkungan St. Gregorius, Lingkungan St. Stefanus, dan Lingkungan St. Fransiskus Sales (Balapan) atas kehadiran, doa, perhatian, dan kebersamaan dalam Ibadat Memule ini.

Tuhan memberkati dan menguatkan kita semua.

✦ ✝ ✦ ✝ ✦
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor Ibadat Memule mengenang 40 hari berpulang nya Ibu Veronica Endang Susanti -12 Sept 2026- #lingkstgregoriuskadisoka ♬ suara asli – Kamu Dipanggil!
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Sarasehan BKSN ke-2 Umat Lingkungan St. Gregorius : Bertumbuh dalam Sabda dan Sukacita – 10 September 2026

✦ ✝ ✦
LINGKUNGAN ST. GREGORIUS

Sarasehan BKSN ke-2

Umat Lingkungan St. Gregorius

Kamis, 10 September 2026
───── ✝ ─────

Umat Lingkungan St. Gregorius kembali berkumpul dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan dalam Sarasehan BKSN ke-2 yang dilaksanakan pada Kamis, 10 September 2026. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin dekat dengan Kitab Suci, sekaligus mempererat persaudaraan sebagai satu komunitas umat beriman.

Dalam Sarasehan BKSN ke-2 ini, umat diajak untuk mendalami Injil Matius 10:1-15, yang mengisahkan tentang Yesus memanggil dan mengutus kedua belas murid-Nya untuk mewartakan Kerajaan Allah.

Pendalaman Kitab Suci
Injil Matius 10:1-15

✝ Mendalami Panggilan dan Perutusan

Melalui perikop Matius 10:1-15, umat diajak untuk menyadari bahwa setiap orang yang mengikuti Kristus juga dipanggil untuk menjadi pribadi yang mau diutus dan hadir bagi sesama.

Yesus memberikan kuasa kepada para murid dan mengutus mereka untuk pergi mewartakan Kerajaan Allah. Perutusan tersebut tidak hanya berbicara mengenai pewartaan melalui kata-kata, tetapi juga tentang kehadiran yang membawa kebaikan, kedamaian, perhatian, dan kasih kepada orang-orang yang dijumpai.

Pesan Yesus kepada para murid juga mengingatkan bahwa dalam menjalankan perutusan, seseorang tidak perlu terlalu bergantung pada berbagai bekal duniawi. Yang terutama adalah kepercayaan kepada Tuhan dan kesediaan untuk menjalankan tugas perutusan dengan tulus.

Bagi umat Lingkungan St. Gregorius, sabda ini menjadi ajakan untuk terus membuka diri terhadap panggilan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap umat dapat menjadi pewarta melalui keluarga, lingkungan, pekerjaan, pelayanan, maupun melalui perhatian sederhana kepada sesama.

❦ ✝ ❦

✝ Belajar Kitab Suci dengan Sukacita

Sarasehan kali ini tidak hanya diisi dengan pendalaman Kitab Suci. Setelah mengikuti proses pendalaman, umat juga diajak menikmati suasana kebersamaan melalui permainan atau game yang dikemas secara menarik dan penuh kegembiraan.

Salah satu kegiatan yang membuat suasana semakin meriah adalah permainan memutar hadiah. Dengan penuh antusias, umat mengikuti permainan sambil diiringi lagu “Aku Bahagia”. Tawa, kegembiraan, dan semangat kebersamaan pun mewarnai kegiatan tersebut.

♫ ✨ ♫
“Aku Bahagia”

Permainan memutar hadiah menjadi salah satu momen penuh keceriaan dan kebersamaan umat.

✝ Sabda Tuhan yang Membawa Sukacita

Sarasehan BKSN ke-2 menjadi pengingat bahwa pendalaman Kitab Suci dapat dilakukan dalam suasana yang dekat, hangat, dan penuh sukacita. Sabda Tuhan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi diharapkan dapat dihidupi dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat perutusan dalam Matius 10:1-15 mengajak umat Lingkungan St. Gregorius untuk terus hadir sebagai pembawa kasih, kedamaian, dan sukacita di tengah keluarga, lingkungan, Gereja, dan masyarakat.

Melalui kegiatan Sarasehan BKSN ini, umat diharapkan semakin mencintai Kitab Suci, semakin akrab satu sama lain, serta semakin berani menjawab panggilan Tuhan untuk menjadi saksi kasih-Nya.

“Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat.”

(Matius 10:7)

Semoga semangat kebersamaan dalam Sarasehan BKSN ke-2 Umat Lingkungan St. Gregorius terus bertumbuh dan menjadi kekuatan bagi umat untuk semakin bertumbuh dalam iman, bersaudara dalam kasih, dan bersukacita dalam pelayanan.

✦ ✝ ✦

Lingkungan St. Gregorius – 2026

✦ ✝ ✦
✝ DOKUMENTASI KEGIATAN ✝

Dokumentasi Foto-foto
Sarasehan BKSN Ke-2

Lingkungan St. Gregorius
Kamis, 10 September 2026
───── ❦ ✝ ❦ ─────

Rangkaian dokumentasi kebersamaan umat Lingkungan St. Gregorius dalam kegiatan Sarasehan BKSN Ke-2. Kegiatan diisi dengan pendalaman Injil Matius 10:1-15, serta permainan bersama yang penuh sukacita.

Dokumentasi Sarasehan BKSN Ke-2 Lingkungan St. Gregorius
Kebersamaan Umat
Pendalaman Kitab Suci Sarasehan BKSN
Pendalaman Kitab Suci
Umat Lingkungan St. Gregorius mengikuti Sarasehan BKSN
Menggali Makna Sabda Tuhan
Kegiatan Sarasehan BKSN Ke-2
Semangat Kebersamaan
Permainan Sarasehan BKSN Ke-2
Permainan Bersama
Kebersamaan Umat Lingkungan St. Gregorius
Sukacita dan Persaudaraan
Sukacita dan Persaudaraan
Kebersamaan Umat Lingkungan St. Gregorius
Sukacita dan Persaudaraan
“Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat.”
(Matius 10:7)
✦ ✝ ✦

Umat Lingkungan St. Gregorius

BUKU PEDOMAN BKSN 2026

Bulan Kitab Suci Nasional 2026
✠ ✝ ✠
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor Pertemuan BKSN 2 Lingk St Gregorius Kadisoka #lingkstgregoriuskadisoka ♬ original sound – Heho Studio
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Misa Lingkungan St. Elisabeth bersama Romo Dadang

Hari Selasa, 23 Juni 2026, Umat Lingkungan St Elisabeth melaksanakan Misa Lingkungan yang dipimpin oleh Romo Dadang. Misa dilaksanakan di rumah Bapak Agustinus daerah Kradenan. Umat yang hadir berjumlah 52 orang. Romo Dadang dibantu oleh Mas Candra, prodiakon dari Lingkungan Gabriel. Misa ini berlangsung meriah karna dihadiri banyak umat, dan seru karna setelah misa berakhir, acara disambung dengan bincang-bincang atau sharring bersama Romo. Sharring berisi tentang permasalahan yang dilalui umat maupun pengurus lingkungan dan bagaimana mengatasinya. Tidak lupa ada pemberian Tanda Kasih untuk Oline, anak yang menerimakan Komuni tahun ini.

Bapa Kami, Doa yang Mengubah hati

18 Juni 2026, Lingkungan Elisabeth melaksanakan Sembahyangan Rutin yang dilaksanakan di Pendopo Mbah Cipto, dengan Pemimpin Sembahyangan Dita. Sembahyangan kali ini bersamaan dengan Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan, sehingga umat yang hadir lebih banyak. umat yang hadir malam ini 35 orang.

Dalam Sembahyangan malam ini, kami mengambil bacaan harian dari Injil Matius 6:7-15. Dalam Injil ini berisi tentang Yesus yang mengajarkan kepada para murid bagaimana seharusnya mereka berdoa. Di sini, Yesus mengingatkan agar kita tidak berdoa hanya dengan banyak kata, seolah-olah Tuhan baru akan mendengarkan kalau kita berbicara panjang lebar. Ingatlah, Bapa mengetahui apa yang kita perlukan bahkan sebelum kita memintanya.

Kemudian Yesus memberikan doa yang sangat kita kenal: Doa Bapa Kami.

Menariknya, dalam doa ini Yesus tidak hanya mengajarkan kita untuk meminta kebutuhan pribadi. Kita diajak terlebih dahulu mengatakan:

“Dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu.”

Artinya, doa bukan hanya tentang “Tuhan, berikan aku apa yang aku inginkan.” Doa juga merupakan kesempatan untuk menyerahkan diri dan berkata, “Tuhan, jadilah kehendak-Mu dalam hidupku.”

Kita sering datang kepada Tuhan ketika menghadapi masalah: Ketika keluarga sedang mengalami kesulitan, ketika anak sakit, ketika pekerjaan tidak berjalan baik, ketika hubungan dengan orang lain sedang bermasalah. Semua boleh kita bawa dalam doa.

Namun melalui Bapa Kami, Yesus mengajarkan bahwa ada sesuatu yang lebih penting: bukan hanya meminta Tuhan mengubah keadaan kita, tetapi membiarkan Tuhan terlebih dahulu mengubah hati kita.

Bagian yang mungkin paling sulit adalah:

“Ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.”

Kita tentu ingin Tuhan mengampuni kesalahan kita. Tetapi Yesus juga mengajak kita belajar memberikan pengampunan kepada orang lain.

Mengampuni bukan berarti mengatakan bahwa kesalahan orang lain tidak penting. Mengampuni juga tidak selalu berarti kita harus langsung melupakan apa yang terjadi. Mengampuni berarti kita memilih untuk tidak terus-menerus membiarkan luka, kemarahan, dan kebencian menguasai hati kita.

Kadang orang yang paling sulit kita ampuni justru adalah orang yang paling dekat dengan kita: pasangan, anak, saudara, teman, atau seseorang dalam komunitas kita sendiri.

Karena itu, Doa Bapa Kami bukan sekadar doa yang diucapkan dengan bibir. Doa ini adalah doa yang menantang kita untuk hidup sesuai dengan apa yang kita ucapkan.

Ketika kita berkata, “Jadilah kehendak-Mu,” kita belajar menerima bahwa tidak semua keinginan kita harus terjadi.

Ketika kita berkata, “Berilah kami rezeki pada hari ini,” kita belajar percaya bahwa Tuhan akan mencukupi kebutuhan kita.

Ketika kita berkata, “Ampunilah kami,” kita belajar rendah hati mengakui kesalahan.

Dan ketika kita berkata, “Seperti kami pun mengampuni,” kita dipanggil untuk membuka hati dan melepaskan kebencian.

Mungkin hari ini Tuhan tidak meminta kita melakukan sesuatu yang besar. Mungkin Tuhan hanya mengajak kita berdoa dengan lebih sungguh-sungguh, percaya lebih dalam, dan mengampuni sedikit demi sedikit.

Mari kita jadikan Bapa Kami bukan hanya doa yang kita hafalkan, tetapi cara hidup sebagai anak-anak Allah.

Sebab doa yang sejati bukan hanya membuat kita semakin dekat dengan Tuhan, tetapi juga membuat hati kita semakin mampu mengasihi, mengampuni, dan menghadirkan Kerajaan Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Rekoleksi Umat Lingkungan St. Gregorius , Tema : Keluarga sebagai Teman Seperjalanan dalam Berpengharapan – 6 September 2026

LINGKUNGAN ST. GREGORIUS

Rekoleksi Umat Lingkungan St. Gregorius

“Keluarga Sebagai Teman Seperjalanan Dalam Berpengharapan”
Taman Doa Maria Oblat OMI
Minggu, 6 September 2026   |   09.00–14.00 WIB
Didampingi oleh Romo Paulinus Maryanto, OMI
❦ ✝ ❦

Suasana penuh sukacita, keakraban, dan semangat iman mewarnai Rekoleksi Umat Lingkungan St. Gregorius yang dilaksanakan pada Minggu, 6 September 2026, bertempat di Taman Doa Maria Oblat OMI. Rekoleksi berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB dan didampingi oleh Romo Paulinus Maryanto, OMI.

Mengangkat tema “Keluarga Sebagai Teman Seperjalanan Dalam Berpengharapan”, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk berhenti sejenak dari kesibukan sehari-hari, melihat kembali perjalanan kehidupan keluarga, serta semakin menyadari kehadiran Tuhan dalam setiap pengalaman hidup.

“Keluarga bukan sekadar tempat untuk pulang, tetapi tempat untuk berjalan bersama, saling menguatkan, dan menemukan pengharapan dalam Tuhan.”

Rekoleksi yang Hidup dan Penuh Sharing

Sejak awal kegiatan, suasana rekoleksi terasa hangat dan penuh kebersamaan. Romo Paulinus Maryanto, OMI menyampaikan materi dengan cara yang menarik dan dekat dengan pengalaman kehidupan umat sehari-hari.

Melalui berbagai refleksi, umat diajak untuk melihat keluarga bukan hanya sebagai tempat tinggal bersama, tetapi sebagai teman seperjalanan yang saling mendukung, menguatkan, mengampuni, dan memberikan harapan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Rekoleksi semakin hidup ketika beberapa umat berkesempatan untuk sharing pengalaman hidup dan refleksi tentang keluarga. Berbagai pengalaman yang dibagikan menjadi bahan permenungan bersama bahwa setiap keluarga memiliki perjalanan, tantangan, dan pergumulannya masing-masing.

Dari sharing tersebut, umat diajak untuk semakin terbuka dalam mendengarkan satu sama lain serta menyadari bahwa dalam perjalanan keluarga, tidak seorang pun berjalan sendirian. Kehadiran keluarga dan iman kepada Tuhan menjadi kekuatan untuk terus melangkah dalam pengharapan.

Perayaan Ekaristi di Kapel Taman Doa Maria Oblat

Setelah sesi rekoleksi, sekitar pukul 12.00 WIB, seluruh umat Lingkungan St. Gregorius yang mengikuti rekoleksi bersama-sama mengikuti Perayaan Ekaristi Minggu di Kapel Taman Doa Maria Oblat.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Paulinus Maryanto, OMI dan Romo Widi. Perayaan semakin istimewa karena turut dihadiri oleh Frater, Bruder, dan Pra-Novisiat OMI yang sedang menjalani masa pembelajaran dan pembinaan di Pranovisiat OMI.

Kehadiran para imam, frater, bruder, pra-novis, serta umat Lingkungan St. Gregorius menjadikan perayaan Ekaristi berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh sukacita.

Foto Bersama dan Makan Bersama

Usai Perayaan Ekaristi, kebersamaan umat dilanjutkan dengan foto bersama. Momen ini menjadi kenangan indah dari perjalanan rekoleksi Lingkungan St. Gregorius.

Setelah berfoto bersama, umat kemudian menikmati makan bersama dalam suasana yang santai dan penuh keakraban. Makan bersama menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin mengenal, bercengkerama, dan mempererat persaudaraan.

Penutup Rekoleksi

Sekitar pukul 14.00 WIB, seluruh rangkaian kegiatan rekoleksi Lingkungan St. Gregorius resmi selesai. Setelah acara ditutup, sebagian umat memilih untuk kembali ke rumah, sementara sebagian lainnya melanjutkan doa dan menikmati suasana hening di Taman Doa Maria Oblat.

Rekoleksi ini meninggalkan pesan yang mendalam bagi umat: perjalanan keluarga tidak selalu mudah, tetapi dengan iman, kasih, komunikasi, dan kesediaan untuk saling mendampingi, keluarga dapat menjadi tempat bertumbuh sekaligus sumber pengharapan.

📷 Galeri Rekoleksi Lingkungan St. Gregorius

Kebersamaan umat Lingkungan St. Gregorius
Umat mengikuti sesi rekoleksi dan sharing
Suasana pendalaman materi rekoleksi
Perayaan Ekaristi Minggu di Kapel Taman Doa Maria Oblat
Foto bersama setelah Perayaan Ekaristi
Kebersamaan umat dalam suasana penuh sukacita
Kebersamaan umat dalam suasana penuh sukacita
Kebersamaan umat dalam suasana penuh sukacita
Kebersamaan umat dalam suasana penuh sukacita
Kebersamaan umat dalam suasana penuh sukacita
Keluarga sebagai teman seperjalanan, bertumbuh dalam iman dan berpengharapan.

Terima kasih kepada Romo Paulinus Maryanto, OMI, Romo Widi, para Frater, Bruder, Pra-Novisiat OMI, serta seluruh umat Lingkungan St. Gregorius.

Tuhan memberkati keluarga-keluarga Lingkungan St. Gregorius.
✝ LINGKUNGAN ST. GREGORIUS ✝
LINGKUNGAN ST. GREGORIUS
Rekoleksi Umat
Taman Doa Maria Oblat OMI
Minggu, 6 September 2026
❦ ✦ ❦
@lingk..st..gregor Rekoleksi Lingkungan St Gregorius di Taman Doa Maria Oblat Minggu, 6 September 2026 #lingkstgregoriuskadisoka ♬ Aku Anak Tuhan Yesus – Kevin Liu
❦ ✝ ❦
TEMA REKOLEKSI
“Keluarga Sebagai Teman Seperjalanan Dalam Berpengharapan”
Bersama dalam Iman, Kasih dan Pengharapan
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Tugas Lingkungan St. Gregorius dalam Menemani dan Antar Jemput Romo Budi Wihong pada Misa Jumat Pertama – 4 September 2026

Tugas Lingkungan St. Gregorius
dalam Menemani dan Antar Jemput Romo Budi Wihong

Mendukung Pelayanan Misa Jumat Pertama
Jumat, 4 September 2026   |   Gereja Maria Bunda Allah Maguwo

Sebagai bagian dari semangat pelayanan dan kebersamaan umat, Lingkungan St. Gregorius, Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo, melaksanakan tugas pelayanan untuk menemani sekaligus mengantar dan menjemput Romo Budi Wihong dalam rangka pelayanan Misa Jumat Pertama pada Jumat, 4 September 2026, di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Tugas sederhana ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian dan dukungan umat terhadap para imam yang melayani kehidupan iman umat. Bagi Lingkungan St. Gregorius, pelayanan bukan hanya diwujudkan melalui kegiatan-kegiatan besar, tetapi juga melalui kesediaan untuk hadir, membantu, menemani, dan memberikan perhatian dalam berbagai kebutuhan pelayanan Gereja.

Dalam pelaksanaan tugas tersebut, Mas Freddy, Pak Hari, Pak Aloy, dan Bu Aloy turut ambil bagian dengan penuh sukacita. Kehadiran dan keterlibatan mereka menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran tugas pelayanan, khususnya dalam menemani serta mengantar dan menjemput Romo Budi Wihong selama pelaksanaan Misa Jumat Pertama.

✝ ✦ ✝
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”
— Matius 25:40

Pelayanan sebagai Wujud Kasih

Kegiatan ini mengingatkan kita bahwa setiap bentuk pelayanan, sekecil apa pun, memiliki makna ketika dilakukan dengan ketulusan dan kasih. Menemani dan membantu seorang imam dalam menjalankan tugas pelayanannya merupakan bentuk dukungan umat terhadap karya pewartaan dan pelayanan Gereja.

Sabda Tuhan dalam Injil Matius mengajak kita untuk melihat setiap kesempatan melayani sesama sebagai kesempatan untuk melayani Kristus sendiri. Dengan demikian, tugas mengantar, menjemput, menemani, maupun membantu dalam kebutuhan pelayanan Gereja bukan sekadar tugas teknis, tetapi juga menjadi ungkapan iman dan kasih kepada Tuhan.

Galeri Foto Kegiatan

✦ Terima Kasih atas Semangat Pelayanan ✦

Lingkungan St. Gregorius menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tulus kepada Mas Freddy, Pak Hari, Pak Aloy, dan Bu Aloy atas waktu, tenaga, perhatian, serta kesediaannya untuk terlibat dalam tugas menemani dan antar jemput Romo Budi Wihong pada Misa Jumat Pertama.

Semoga semangat pelayanan dan kebersamaan yang telah ditunjukkan dapat terus menjadi inspirasi bagi seluruh umat Lingkungan St. Gregorius untuk semakin peduli, saling membantu, dan bersama-sama bertumbuh dalam iman.

“Guyub Dalam Kasih dan Bertumbuh Dalam Iman”
Kiranya setiap pelayanan yang dilakukan dengan tulus menjadi berkat bagi sesama, bagi kehidupan lingkungan, dan bagi perkembangan iman seluruh umat.
Terima kasih atas pelayanan dan kebersamaannya.
Tuhan memberkati.

LINGKUNGAN ST. GREGORIUS

Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo

Gereja • Komunitas • Pelayanan • Kesaksian

🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Umat Lingkungan St. Gregorius Melaksanakan Tugas Tata Hias Altar dan Piket Merawat Tanaman di Gereja – 4 September 2026

Umat Lingkungan St. Gregorius Melaksanakan Tugas Tata Hias Altar dan Piket Merawat Tanaman di Gereja

Melayani dengan Kasih, Merawat Rumah Tuhan
Lingkungan St. Gregorius kembali mengambil bagian dalam pelayanan Gereja melalui tugas Tata Hias Altar dengan bunga dan tanaman hidup serta piket merawat tanaman di lingkungan Gereja pada Jumat, 4 September 2026.

Sebagai bagian dari semangat pelayanan dan kepedulian terhadap Gereja, umat Lingkungan St. Gregorius dengan penuh sukacita melaksanakan tugas pelayanan yang telah dipercayakan kepada lingkungan.

Pelayanan tersebut meliputi penataan altar menggunakan bunga dan tanaman hidup, sekaligus merawat dan menjaga tanaman yang berada di area Gereja agar tetap bersih, rapi, segar, dan terawat.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan umat dalam menjaga keindahan dan kenyamanan rumah Tuhan. Tata hias altar bukan hanya tentang memperindah ruang liturgi, tetapi juga merupakan bentuk penghormatan umat kepada Tuhan serta upaya mempersiapkan tempat yang layak bagi perayaan iman.

Keindahan Altar melalui Bunga dan Tanaman Hidup

Dalam tugas tata hias kali ini, bunga dan tanaman hidup digunakan sebagai bagian dari dekorasi di sekitar altar. Kehadiran tanaman hijau memberikan suasana yang segar, alami, dan asri di dalam ruang Gereja.

Tanaman dan bunga yang ditata dengan penuh perhatian menjadi simbol sederhana tentang kehidupan dan pertumbuhan. Seperti tanaman yang membutuhkan air, cahaya, dan perawatan, demikian pula iman umat membutuhkan perhatian, doa, kebersamaan, dan pelayanan agar terus bertumbuh.

“Hendaklah segala sesuatu berlangsung dengan sopan dan teratur.”
1 Korintus 14:40

Merawat Tanaman, Merawat Rumah Tuhan

Selain menata altar, umat juga melaksanakan piket merawat tanaman di berbagai bagian area Gereja. Tanaman yang menghiasi ruang ibadah dirapikan dan diperhatikan agar lingkungan Gereja tetap terlihat indah dan nyaman.

Kegiatan sederhana ini mengingatkan kita bahwa Gereja merupakan rumah bersama. Karena itu, menjaga kebersihan, keindahan, dan kenyamanan Gereja merupakan tanggung jawab seluruh umat.

Setiap bentuk pelayanan, sekecil apa pun, memiliki makna ketika dilakukan dengan hati yang tulus. Menata bunga, menyiram tanaman, membersihkan area Gereja, maupun merapikan lingkungan merupakan wujud nyata kasih umat kepada Gereja.

Semangat Gotong Royong dalam Pelayanan

Pelayanan tata hias altar dan perawatan tanaman juga menjadi kesempatan bagi umat Lingkungan St. Gregorius untuk membangun kebersamaan. Dengan bergotong royong, pekerjaan menjadi lebih ringan dan suasana pelayanan menjadi penuh sukacita.

Kebersamaan seperti ini merupakan bagian penting dalam kehidupan menggereja. Setiap orang dapat mengambil bagian sesuai dengan kemampuan dan talenta yang dimiliki.

Dokumentasi Pelayanan

Umat Lingkungan St. Gregorius bersama hasil tata hias altar
Tim Tata Hias Altar Lingkungan St. Gregoriusr.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.
Umat Lingkungan St. Gregorius merawat tanaman di Gereja
Kebersamaan umat dalam merawat tanaman dan lingkungan Gereja.

Tim Pelayanan Tata Hias dan Perawatan Tanaman

Terima Kasih atas Pelayanan dan Kebersamaan

Keluarga besar Lingkungan St. Gregorius menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim Tata Hias Altar dan umat yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan perhatian untuk melaksanakan tugas pelayanan ini.

Terima kasih kepada Mbak Nana, Bu Gambit, Bu Luci, Bu Putut, Bu Agnes, Bu Evi, dan Mas Paul atas semangat, kebersamaan, dan ketulusan dalam melayani.

Semoga setiap waktu dan tenaga yang diberikan menjadi persembahan yang berkenan kepada Tuhan serta menjadi berkat bagi Gereja dan seluruh umat.

Melayani dengan Hati

Melalui tugas ini, Lingkungan St. Gregorius terus berusaha menumbuhkan semangat untuk hadir dan mengambil bagian dalam kehidupan Gereja. Pelayanan tidak selalu harus diwujudkan melalui hal-hal besar. Kadang-kadang pelayanan hadir dalam bentuk sederhana: merapikan bunga, merawat tanaman, membersihkan lingkungan, atau mempersiapkan altar.

Ketika dilakukan bersama dengan kasih dan ketulusan, hal-hal sederhana tersebut menjadi persembahan yang indah bagi Tuhan.

Semoga bunga yang menghiasi altar menjadi gambaran iman yang terus bersemi, tanaman yang dirawat menjadi gambaran kehidupan yang terus bertumbuh, dan kebersamaan umat menjadi tanda kasih yang semakin kuat di tengah keluarga besar Lingkungan St. Gregorius.

“Melayani dengan kasih,
merawat dengan ketulusan,
dan bertumbuh bersama dalam iman.”
✠ ✦ ✠ ✦ ✠
Lingkungan St. Gregorius
Paroki Administratif Gereja Maria Bunda Allah Maguwo
✦ ✠ ✦ ✠ ✦
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Misa Memule Satu Tahun Berpulangnya Antonius Agung Yudodarsono, Umat St. Antonius Bersekutu dalam Doa

Yogyakarta — Umat Lingkungan St. Antonius bersama umat dari beberapa lingkungan sekitar berkumpul dalam Misa Memule satu tahun berpulangnya saudara Antonius Agung Yudodarsono pada Sabtu, 5 September 2026. Misa dilaksanakan di rumah Bapak V. Sumarno dan dihadiri oleh umat dalam suasana khidmat, akrab, dan penuh kebersamaan.

Misa dimulai pada pukul 19.35 WIB dan dipimpin oleh Romo F.X. Murdi Susanto, Pr. Melalui perayaan Ekaristi, umat bersama-sama mendoakan Antonius Agung Yudodarsono serta menyerahkan keluarga dan seluruh umat yang hadir ke dalam penyelenggaraan kasih Tuhan.

Perayaan ini juga menjadi kesempatan untuk meneguhkan iman akan pengharapan Kristiani. Dalam iman, kehidupan manusia senantiasa berada dalam kasih Tuhan, sementara perpisahan dengan orang yang dikasihi mengingatkan umat akan panggilan untuk terus menjalani kehidupan dengan iman, kasih, dan pengharapan.

Kehadiran umat dari Lingkungan St. Antonius dan lingkungan-lingkungan sekitar menunjukkan semangat persaudaraan yang terus terpelihara dalam kehidupan menggereja. Kebersamaan dalam doa menjadi bentuk dukungan bagi keluarga sekaligus mempererat hubungan antarumat.

Misa berlangsung dengan khidmat dan berakhir pada pukul 20.35 WIB. Setelah perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian beberapa pengumuman dari Paroki Administratif Maguwo yang ditujukan kepada umat Lingkungan St. Antonius.

Kegiatan malam itu menjadi pengingat bagi seluruh umat akan pentingnya hidup dalam iman dan persaudaraan. Melalui kebersamaan dalam Ekaristi dan doa, umat diajak untuk senantiasa mengandalkan kasih Tuhan serta menghadirkan kepedulian dan dukungan bagi sesama dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga doa yang dipanjatkan dalam perayaan ini menjadi penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan dan meneguhkan iman seluruh umat akan pengharapan akan kehidupan kekal dalam kasih Tuhan.

Sarasehan BKSN Pertama Lingkungan St. Gregorius : Menemukan Kebahagiaan Sejati dalam Sabda Tuhan – 02 September 2026

Bulan Kitab Suci Nasional 2026

Sarasehan BKSN Pertama
Umat Lingkungan St. Gregorius

Pendalaman Injil Matius 5:1-12 tentang Sabda Bahagia dan panggilan untuk hidup dalam kasih Kristus
✦ ─── ✝ ─── ✦
📅 Rabu, 2 September 2026
📖 Matius 5:1-12
Lingkungan St. Gregorius
Maguwo — 2 September 2026

Dalam rangka mengisi Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026, umat Lingkungan St. Gregorius berkumpul dalam suasana penuh keakraban dan semangat persaudaraan untuk mengikuti Pertemuan Sarasehan BKSN yang pertama.

Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin mencintai Kitab Suci, mendengarkan Sabda Allah, serta menemukan pesan Tuhan yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bersama Mendalami Sabda Tuhan

Sarasehan BKSN tidak hanya menjadi kegiatan untuk membaca dan memahami teks Kitab Suci, tetapi juga menjadi ruang bagi umat untuk berbagi pengalaman iman dan merefleksikan kehadiran Tuhan dalam kehidupan.

Pada pertemuan pertama ini, umat diajak mendalami Injil Matius 5:1-12, yang dikenal sebagai Sabda Bahagia. Melalui sabda tersebut, Yesus mengajarkan jalan hidup yang membawa manusia kepada kebahagiaan sejati.

“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.”
Matius 5:3

Memahami Makna Sabda Bahagia

Dalam Injil Matius 5:1-12, Yesus menyampaikan berbagai ucapan bahagia kepada mereka yang hidup dalam kerendahan hati, kelemahlembutan, kemurahan hati, perjuangan akan kebenaran, serta mereka yang membawa damai.

Sabda Yesus memberikan cara pandang yang berbeda mengenai arti kebahagiaan. Kebahagiaan sejati tidak semata-mata ditentukan oleh kekayaan, keberhasilan, kedudukan, maupun kenyamanan hidup.

Kebahagiaan sejati berakar pada hubungan yang dekat dengan Allah serta kesediaan untuk hidup dalam kasih dan menjadi berkat bagi sesama.

Sabda Bahagia Mengajak Kita Untuk:

  • Rendah hati di hadapan Allah — menyadari bahwa hidup kita bergantung kepada Tuhan.
  • Menjadi pribadi yang lemah lembut — mampu mengendalikan diri dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
  • Memiliki kemurahan hati — peduli terhadap mereka yang membutuhkan pertolongan.
  • Memperjuangkan kebenaran — tetap setia melakukan kebaikan meskipun menghadapi berbagai tantangan.
  • Menjadi pembawa damai — menghadirkan kasih dan persaudaraan di tengah keluarga, lingkungan, Gereja, dan masyarakat.

Sabda Tuhan dalam Kehidupan Sehari-hari

Melalui pendalaman Injil ini, umat diajak untuk melihat kembali kehidupan masing-masing. Sabda Tuhan tidak berhenti pada pemahaman saat pertemuan, tetapi hendaknya diwujudkan dalam tindakan nyata.

Menjadi umat Kristiani berarti menghadirkan kasih Kristus melalui hal-hal sederhana: mendengarkan sesama, mengampuni, membantu mereka yang membutuhkan, menghargai perbedaan, serta membangun persaudaraan.

✦ Bahan Permenungan ✦
01. Apakah saya sudah sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan dalam setiap persoalan hidup?
02. Apakah kehadiran saya membawa damai bagi keluarga dan lingkungan?
03. Apakah saya memiliki kepedulian terhadap sesama yang sedang mengalami kesulitan?
04. Apakah saya tetap berani memperjuangkan kebenaran dan kebaikan meskipun tidak selalu mudah?
05. Apakah kehidupan saya sudah menjadi kesaksian kasih Kristus bagi orang-orang di sekitar saya?

“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”

Matius 5:9

Dari Sabda Menjadi Tindakan

Pertemuan pertama Sarasehan BKSN menjadi momentum bagi umat Lingkungan St. Gregorius untuk semakin menyadari bahwa iman tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan.

Sabda Bahagia mengajak umat untuk menjadi pribadi yang rendah hati, penuh kasih, membawa damai, dan memiliki kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan.

Di tengah kehidupan masyarakat yang penuh dengan berbagai tantangan dan perbedaan, umat dipanggil untuk menghadirkan wajah Kristus melalui perkataan dan perbuatan sederhana.

Bertumbuh Bersama dalam Sabda

Pertemuan Sarasehan BKSN pertama ini menjadi awal perjalanan umat Lingkungan St. Gregorius dalam mendalami Kitab Suci selama Bulan Kitab Suci Nasional.

Kebersamaan umat dalam membaca, mendengarkan, merenungkan, dan berbagi pengalaman iman menjadi kekuatan untuk semakin bertumbuh sebagai komunitas yang hidup dalam kasih Kristus.

Semoga melalui rangkaian BKSN 2026, umat semakin mencintai Kitab Suci, semakin mengenal pribadi Yesus Kristus, dan semakin mampu menjadikan Sabda-Nya sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”
Matius 5:9

BUKU PEDOMAN BKSN 2026

Bulan Kitab Suci Nasional 2026
✠ ✝ ✠

Dokumentasi Sarasehan BKSN Pertama
Lingkungan St. Gregorius

Bulan Kitab Suci Nasional 2026
Pendalaman Injil Matius 5:1-12
✦ ✝ ✦
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius