Doa Rosario Lingkungan St. Gregorius – Mendoakan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo Menjadi Paroki Administratif

Dalam suasana Bulan Maria yang penuh rahmat, umat Gereja Maria Bunda Allah Maguwo bersama-sama mengadakan doa rosario secara bergilir di 17 lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan dan doa bersama menjelang diresmikannya Gereja Maria Bunda Allah Maguwo menjadi Paroki Administratif.
Setiap lingkungan mengambil bagian dalam rangkaian doa rosario tersebut dengan penuh iman dan semangat persaudaraan. Melalui doa-doa yang dipanjatkan, umat berharap agar Gereja Maria Bunda Allah Maguwo semakin bertumbuh menjadi komunitas yang mandiri, penuh kasih, dan setia dalam pelayanan.


Pada Kamis, 7 Mei, giliran umat Lingkungan St. Gregorius yang mengadakan doa rosario bersama di gereja. Sebanyak 17 umat hadir dan dengan khusyuk mendaraskan doa rosario serta memanjatkan doa khusus bagi Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo. Suasana doa berlangsung penuh ketenangan dan pengharapan, mencerminkan semangat kebersamaan umat dalam mendukung perjalanan Gereja menuju status baru sebagai Paroki Administratif.


Selain mendaraskan doa rosario, umat juga bersama-sama mendoakan “Doa untuk Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo” yang berisi harapan agar Gereja menjadi tempat yang membawa damai, sukacita, persaudaraan, dan kesejahteraan bagi semua orang.

“Jadikanlah Gereja kami tempat yang nyaman, di mana setiap orang yang datang merasakan damai-Mu, diterima dengan kasih, dan menemukan rumah bagi setiap jiwa yang masuk ke dalamnya.”

Doa tersebut menjadi ungkapan iman sekaligus harapan seluruh umat agar Gereja Maria Bunda Allah Maguwo mampu berkembang dalam jumlah umat, mutu pelayanan, serta semangat misioner di tengah masyarakat.


Melalui rangkaian doa rosario selama Bulan Maria ini, umat diajak untuk semakin bersatu hati, mempererat persaudaraan, dan bersama-sama mempersiapkan diri menyambut hadirnya Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo. Semoga segala harapan dan doa umat dikabulkan Tuhan, sehingga Gereja Maria Bunda Allah Maguwo sungguh menjadi Gereja yang hidup, menginspirasi, dan membawa berkat bagi banyak orang.

Pelayanan Among Tamu dan Hitung Kolekte Misa Jumat Pertama – Jumat 1 Mei 2026

Pelaksanaan tugas among tamu dan hitung kolekte dalam Misa Jumat Pertama di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo pada Jumat, 1 Mei 2026 berlangsung dengan baik, tertib, dan penuh semangat pelayanan. Kehadiran para petugas membantu mendukung suasana misa yang nyaman dan khidmat bagi seluruh umat yang hadir.


Sebanyak tujuh orang bertugas dalam pelayanan among tamu. Dengan ramah dan penuh tanggung jawab, para petugas membantu menyambut umat, mengarahkan tempat duduk, serta menjaga ketertiban selama perayaan ekaristi berlangsung. Pelayanan ini menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana gereja yang hangat dan penuh kebersamaan.


Ucapan terima kasih disampaikan kepada para petugas among tamu yang telah melayani dengan tulus, yaitu Mas Yance, Mbak Nana, Bu Gambit, Bu John, Bu Erika, dan Mas Henry. Semangat pelayanan yang diberikan menjadi teladan dalam hidup menggereja dan kebersamaan umat.


Selain itu, tugas hitung kolekte juga terlaksana dengan baik dan penuh tanggung jawab. Empat orang bertugas dalam pelayanan ini untuk membantu proses penghitungan kolekte secara tertib dan teliti setelah misa selesai.


Terima kasih juga disampaikan kepada Mbak Nana, Bu Gambit, Bu John, dan Bu Erika yang telah melayani dalam tugas hitung kolekte. Semoga pelayanan yang telah diberikan menjadi berkat bagi umat dan semakin menumbuhkan semangat untuk terus berkarya dalam pelayanan gereja.


Tuhan memberkati seluruh petugas dan umat Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Sembayangan Rutin Lingkungan St. Gregorius Kadisoka – Kamis 30 April 2026

Pada Kamis malam, 30 April 2026, umat Lingkungan St. Gregorius tetap berkumpul dalam suasana penuh iman untuk mengikuti sembahyangan rutin lingkungan. Meskipun hujan deras mengguyur sejak sore hari, semangat umat untuk hadir dan berdoa bersama tidak surut. Dengan hati penuh syukur dan ketulusan, umat mengikuti seluruh rangkaian ibadat dengan khusyuk dan penuh penghayatan.

Suasana doa terasa semakin hangat ketika umat saling menyapa dan bersama-sama memuliakan Tuhan melalui doa, pujian, serta pendalaman Sabda. Hujan yang turun deras justru menjadi lambang bahwa rahmat Tuhan selalu tercurah bagi setiap pribadi yang datang kepada-Nya dengan iman.

Sabda Tuhan yang Meneguhkan

Pada pertemuan kali ini, Bacaan Pertama diambil dari Kisah Para Rasul 13:13–25. Dalam bacaan tersebut, Paulus mengingatkan perjalanan panjang karya keselamatan Allah bagi umat Israel hingga hadirnya Yohanes Pembaptis yang mempersiapkan jalan bagi Yesus Kristus. Tuhan selalu setia membimbing umat-Nya, bahkan ketika manusia sering jatuh dan tidak setia.

Sedangkan Bacaan Injil dari Yohanes 13:16–20 mengajak umat untuk belajar kerendahan hati dan pelayanan. Yesus menegaskan bahwa seorang hamba tidak lebih tinggi daripada tuannya. Barangsiapa menerima utusan Kristus, berarti menerima Kristus sendiri, dan menerima Kristus berarti menerima Allah yang mengutus-Nya.

Pesan Injil malam itu mengingatkan bahwa hidup beriman bukan hanya tentang doa dan kata-kata, melainkan juga tentang kesediaan melayani dengan tulus, tetap setia dalam tantangan, dan menghadirkan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Renungan: Seberapa Dalam Imanku kepada Tuhan?

Dalam renungan malam itu, umat diajak untuk tidak hanya mendengarkan Sabda Tuhan, tetapi juga melakukan refleksi pribadi melalui beberapa kuis sederhana untuk mengukur kedalaman iman masing-masing. Dari jawaban-jawaban kuis tersebut, umat diajak menyadari bahwa iman bukan diukur dari seberapa sering berbicara tentang Tuhan, tetapi dari seberapa besar kita mengandalkan Tuhan, melayani sesama, dan tetap setia dalam setiap keadaan.

Sembahyangan rutin malam itu menjadi pengingat bahwa hujan deras sekalipun tidak mampu memadamkan semangat umat untuk datang kepada Tuhan. Justru dalam kesederhanaan dan kebersamaan itulah iman semakin diteguhkan.

Semoga Sabda Tuhan yang telah direnungkan menjadi kekuatan bagi seluruh umat Lingkungan St. Gregorius untuk terus hidup dalam kasih, pelayanan, dan kesetiaan kepada Kristus.

Hal-Hal untuk Direnungkan Secara Pribadi :

  • Apakah aku mau melayani orang lain tanpa mengharap imbalan?
  • Dalam situasi sulit, mampukah aku tetap setia pada panggilan Kristus?
  • Bagaimana aku menunjukkan bahwa aku menerima Yesus dalam keseharian hidupku?

Laporan Pertanggungjawaban Panitia Paskah 2026 Berjalan Lancar

Maguwo – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Panitia Paskah 2026 yang dilaksanakan pada hari ini (Minggu, 3 Mei 2026) pukul 18.00 WIB. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk merefleksikan seluruh rangkaian perayaan Paskah yang telah dilaksanakan, sekaligus sebagai sarana evaluasi demi pelayanan yang semakin baik di masa mendatang.

Laporan dari Ketua Panitia


Acara dihadiri oleh panitia Paskah yang dengan antusias memberikan berbagai masukan. Beragam evaluasi yang disampaikan bersifat membangun, mencerminkan kepedulian bersama terhadap kualitas penyelenggaraan kegiatan gereja. Diskusi berlangsung dengan suasana terbuka, saling menghargai, dan berfokus pada semangat perbaikan.


Ketua Panitia Paskah 2026, Paulus Wardhana, dalam kesempatan tersebut menyampaikan laporan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban keuangan. Dalam sambutannya, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik tenaga, waktu, maupun dukungan doa sehingga rangkaian perayaan Paskah dapat berjalan dengan baik dan lancar.


Sebagai bentuk tanggung jawab dan transparansi, Ketua Panitia secara simbolis menyerahkan buku laporan pertanggungjawaban kepada Ketua Stasi, Yohanes Agung Prasetyo. Penyerahan ini menjadi tanda bahwa seluruh rangkaian tugas kepanitiaan telah diselesaikan dengan baik.


Ketua Stasi dalam sambutannya mengapresiasi kerja keras panitia serta partisipasi umat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan pelayanan yang tulus dalam setiap kegiatan gereja.


Acara kemudian ditutup dengan santap malam bersama yang telah dipersiapkan oleh tim konsumsi. Momen ini semakin mempererat kebersamaan dan menjadi penutup yang hangat bagi seluruh rangkaian kegiatan.


Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat pelayanan umat semakin bertumbuh, sejalan dengan panggilan untuk terus menjadi saksi kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Doa Rosario bersama di GMBA stasi Maguwo

Doa Rosario bersama di Gereja Maria Bunda Allah stasi Maguwo hari Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 18.00 wib. Doa dipimpin oleh bapak ibu umat lingkungan Antonius, diawali dengan doa Ratu Surga dan diakhiri dengan bacaan BKL hari ke-2. Doa Rosario tadi dihadiri lebih dari 20 orang.

Pertemuan Lingkungan St. Antonius tanggal 30 April 2026

Pertemuan Lingkungan St. Antonius tanggal 30 April 2026 di rumah Bapak Arief S. Diisi dengan latihan koor untuk tugas misa Jumat Pertama dan penyampaian beberapa pengumuman oleh Ketua Lingkungan serta mengobrol santai dan bertukar pikiran antar umat tentang rencana-rencana yang ada di GMBA dan juga Lingkungan Antonius. Latihan koor dihadiri kurang lebih 22 umat.

Kebersamaan Ibu-ibu Lingkungan St. Gregorius Kadisoka dalam Pelayanan Kantin Gereja Maria Bunda Allah Maguwo

Selama tiga minggu berturut-turut, mulai tanggal 12 April 2026 hingga 26 April 2026, ibu-ibu umat Lingkungan St. Gregorius mengambil bagian dalam pelayanan jaga kantin di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat pelayanan dan kebersamaan umat dalam mendukung kehidupan menggereja.

Sebanyak 22 ibu terlibat secara aktif dalam tugas ini, yang dilaksanakan setiap hari Minggu, yaitu pada tanggal 12, 19, dan 26 April 2026. Dengan penuh tanggung jawab dan sukacita, mereka melayani umat yang hadir, menyediakan kebutuhan konsumsi, serta menciptakan suasana hangat dan ramah di lingkungan gereja.

Partisipasi ini tidak hanya menjadi bentuk pelayanan, tetapi juga sarana untuk mempererat persaudaraan antarumat. Melalui kerja sama yang baik, ibu-ibu Lingkungan St. Gregorius menunjukkan bahwa pelayanan sederhana seperti menjaga kantin pun memiliki makna besar ketika dilakukan dengan hati yang tulus.

Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada para ibu yang telah terlibat langsung dalam pelayanan ini, yaitu: Bu Yarnidus, Bu Tri, Bu Maria, Bu Gambit, Bu Anik, Bu Vero, Bu Anin, Bu Kamso, Bu Yohana, Bu Agnes, Bu Nur, Bu Setyo, Bu Shinta, Bu Ratih, Bu Evi, Bu Margaretha, Bu Lucia Leo, Bu Intan, Bu Nita, Bu Erika, dan Bu Ratna. Dedikasi dan kebersediaan mereka menjadi inspirasi bagi umat lainnya untuk terus ambil bagian dalam kehidupan menggereja.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat pelayanan dan kebersamaan semakin tumbuh dalam Lingkungan St. Gregorius. Apa yang telah dilakukan oleh ibu-ibu ini menjadi contoh bahwa pelayanan, sekecil apa pun, adalah bagian penting dalam membangun komunitas iman yang hidup, rukun, dan penuh kasih.

Rapat Pembahasan Penerima Jadup Umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka – Kamis, 16 April 2026

Pada hari Kamis, 16 April 2026, umat Lingkungan St. Gregorius mengadakan rapat khusus yang membahas penentuan penerima bantuan jadup (jaminan hidup) bagi umat yang membutuhkan. Pertemuan ini dilaksanakan dalam semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama, sebagai wujud nyata perhatian lingkungan kepada anggotanya.


Dalam rapat tersebut, disepakati untuk membentuk sebuah tim kecil yang bertugas secara khusus menentukan siapa saja umat yang layak menerima bantuan jadup. Pembentukan tim ini dilakukan sebagai langkah bijaksana untuk memastikan proses penentuan berjalan secara adil, objektif, dan penuh tanggung jawab.


Tim kecil yang dibentuk terdiri dari pengurus inti lingkungan, yaitu Mas Freddy selaku Ketua Lingkungan, Bapak Harry sebagai Wakil Ketua Lingkungan, Ibu Maria sebagai Bendahara Lingkungan, dan Ibu Gambit sebagai Sekretaris Lingkungan. Selain itu, tim ini juga melibatkan beberapa umat yang dituakan dan dihormati dalam lingkungan, yaitu Bapak Kamso, Ibu Yarnidus, dan Ibu Agnes.


Keterlibatan berbagai pihak dalam tim kecil ini diharapkan mampu menghadirkan keputusan yang bijak serta mencerminkan kondisi nyata umat di lingkungan. Dengan adanya tim ini, proses pendataan dan penentuan penerima jadup dapat dilakukan dengan lebih terarah dan transparan.


Lebih dari itu, pembentukan tim kecil ini juga menjadi upaya untuk menghindari perdebatan maupun kecemburuan sosial di tengah umat terkait pembagian bantuan. Harapannya, setiap keputusan yang diambil dapat diterima dengan lapang dada karena telah melalui pertimbangan yang matang dan melibatkan perwakilan umat.


Melalui langkah ini, Lingkungan St. Gregorius terus berupaya membangun kehidupan bersama yang rukun, damai, dan saling mendukung. Semangat kebersamaan ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antarumat, tetapi juga mendorong pertumbuhan iman yang semakin kuat dalam kehidupan sehari-hari.


Dengan adanya kepedulian dan kerja sama yang baik, umat Lingkungan St. Gregorius diharapkan dapat semakin menjadi komunitas yang hidup dalam kasih, saling memperhatikan, dan menjadi berkat bagi sesama.

Sembayangan Rutin Umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka – Kamis, 16 April 2026

Pada hari Kamis, 16 April 2026, umat Lingkungan St. Gregorius kembali berkumpul dalam suasana penuh kebersamaan untuk mengikuti sembahyangan rutin. Pertemuan ini menjadi momen penting bagi umat untuk memperdalam iman, mempererat persaudaraan, serta meneguhkan komitmen hidup dalam kebenaran sebagai murid Kristus.

Ibadat dipimpin dengan penuh khidmat, diawali dengan pembukaan dan doa bersama. Dalam kesempatan ini, umat diajak untuk merenungkan Sabda Tuhan melalui bacaan dari Kisah Para Rasul 5:27-33 dan Injil Yohanes 3:31-36.

Dalam bacaan pertama, para rasul dengan tegas menyatakan bahwa mereka lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia, meskipun harus menghadapi ancaman dan risiko. Kesaksian iman ini menunjukkan keberanian dan kesetiaan yang luar biasa dalam mempertahankan kebenaran. Sementara itu, dalam bacaan Injil, ditegaskan bahwa siapa yang percaya kepada Anak memiliki hidup yang kekal, dan bahwa kebenaran berasal dari Allah sendiri.

Sebagai pendalaman iman, umat diajak untuk mendengarkan empat kisah reflektif yang menggambarkan bagaimana nilai-nilai iman dapat dihidupi dalam kehidupan sehari-hari.

Kisah pertama tentang Riko, seorang siswa SMA yang memilih untuk tetap jujur saat ujian meskipun memiliki kesempatan untuk menyontek. Keputusannya mengajarkan bahwa kejujuran lebih berharga daripada hasil yang instan.

Kisah kedua tentang Bu Lina, seorang ibu rumah tangga yang mengembalikan uang kembalian yang bukan haknya, meskipun kondisi ekonominya terbatas. Tindakannya menjadi teladan nyata tentang integritas dan kepercayaan kepada penyelenggaraan Tuhan.

Kisah ketiga mengenai Pak Arif, seorang staf keuangan yang menolak untuk memanipulasi laporan demi menjaga kejujuran. Keputusannya menunjukkan bahwa kesetiaan pada kebenaran mungkin berisiko, tetapi pada akhirnya membawa kebaikan.

Kisah keempat tentang Pak Markus, seorang pensiunan guru yang memilih jalan damai dalam konflik dengan tetangganya. Ia rela mengalah demi menjaga hubungan dan kedamaian bersama.

Setelah mendengarkan keempat kisah tersebut, umat diajak masuk dalam permenungan yang mendalam. Dari kisah-kisah itu terlihat bahwa setiap tokoh dihadapkan pada pilihan antara yang mudah dan yang benar. Mereka memilih jalan yang benar, meskipun tidak selalu menguntungkan secara langsung.

Refleksi ini menegaskan bahwa hidup sebagai orang beriman bukanlah tentang mencari kenyamanan, melainkan tentang kesetiaan kepada kehendak Tuhan. Kesetiaan itu sering kali tampak dalam hal-hal kecil: bersikap jujur, berbuat baik tanpa pamrih, mengampuni, dan tetap melakukan kebenaran walaupun tidak mudah.

Pertemuan ini mengingatkan umat bahwa Tuhan tidak pernah menyia-nyiakan kesetiaan. Ia memberikan damai di hati dan kekuatan dalam menjalani hidup. Pada akhirnya, Tuhan tidak menuntut kesempurnaan, melainkan kesetiaan dalam setiap langkah kehidupan.

Sembahyangan ditutup dengan doa bersama, membawa pulang pesan refleksi dalam hati masing-masing. Umat diharapkan mampu menghidupi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai penutup, umat diajak untuk merenungkan satu pertanyaan penting:
Dalam situasi hidup kita hari ini, apakah kita berani memilih yang benar, walaupun tidak mudah?

Pesona Kebaya Nusantara dalam Peringatan Hari Kartini

Suasana penuh kehangatan dan keceriaan mewarnai Pertemuan Rutin sekaligus Lomba Kartinian Paguyuban Ibu-Ibu Stasi Gereja Maria Bunda Allah Maguwo yang diselenggarakan pada Selasa sore, 14 April 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh 63 peserta yang dengan antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Pertemuan dipimpin oleh Ibu MM. Tri Hesti Andriani, yang dengan penuh semangat mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya menjadikan pertemuan ini sebagai ajang berkumpul, tetapi juga sebagai sarana mempererat persaudaraan serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya bangsa.

Mengusung tema “Pesona Kebaya Nusantara: Menampilkan gaya khas Indonesia dengan nuansa Kebaya Nusantara”, para peserta tampil anggun dan memukau dalam balutan kebaya dari berbagai daerah. Ragam warna, motif, dan model kebaya yang dikenakan mencerminkan kekayaan budaya Indonesia yang begitu indah dan beragam. Setiap peserta menampilkan pesona dan karakter masing-masing, sehingga menciptakan suasana yang semarak dan penuh apresiasi terhadap warisan budaya.

Lomba Kartinian menjadi salah satu puncak acara yang dinanti. Tidak hanya dinilai dari keindahan busana, tetapi juga dari kepercayaan diri, ekspresi, serta kemampuan peserta dalam menampilkan keanggunan wanita Indonesia. Kegiatan ini menjadi momen yang menyenangkan sekaligus membangkitkan semangat emansipasi wanita dalam bingkai budaya dan iman.

Selain perlombaan, pertemuan ini juga menjadi ruang kebersamaan yang hangat. Canda tawa, kebersamaan, dan semangat kekeluargaan begitu terasa, memperkuat ikatan antaranggota paguyuban.

Melalui kegiatan ini, para ibu tidak hanya merayakan semangat Kartini, tetapi juga meneguhkan peran mereka sebagai perempuan Katolik yang aktif, kreatif, dan penuh kasih dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

Semoga semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya ini terus terjaga dan berkembang dalam setiap langkah pelayanan ke depan.