DPH Stasi Maguwo Ikuti Pendalaman Baseline Kevikepan Jogja Timur untuk Menguatkan Arah Pelayanan Gereja


Pada hari Kamis, 14 Mei 2026, bertepatan dengan perayaan Hari Kenaikan Tuhan Yesus, Dewan Pastoral Harian (DPH) Stasi Maguwo mengikuti kegiatan Sosialisasi dan Pendalaman Materi Baseline Kevikepan Yogyakarta Timur yang diselenggarakan di Gereja St Yohanes Rasul Pringwulung.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya bersama untuk semakin memahami arah pelayanan pastoral Gereja di wilayah Kevikepan Yogyakarta Timur. Melalui materi baseline yang disampaikan, para peserta diajak untuk melihat situasi nyata umat, membaca tantangan zaman, serta merumuskan langkah pelayanan yang lebih relevan, partisipatif, dan menyentuh kebutuhan umat di tengah masyarakat.

Dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat pelayanan, para peserta tidak hanya menerima pemaparan materi, tetapi juga berdiskusi dan berbagi pengalaman pelayanan dari wilayah masing-masing. Pertemuan ini menjadi ruang refleksi bersama agar pelayanan Gereja semakin hidup, terbuka, dan mampu menjawab kebutuhan umat secara nyata.

Keikutsertaan DPH Stasi Maguwo dalam kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Nota Pastoral Keuskupan Agung Semarang serta arah Program Ardas yang mendorong Gereja untuk terus hadir di tengah umat, membangun solidaritas, memperkuat keterlibatan bersama, dan mengembangkan pelayanan yang berorientasi pada kesejahteraan bersama. Semangat sinodalitas dan berjalan bersama sebagai Gereja menjadi nilai yang terus dihidupi dalam setiap proses pelayanan pastoral.

Momentum Hari Kenaikan Tuhan Yesus semakin meneguhkan panggilan seluruh pelayan Gereja untuk terus melanjutkan karya pelayanan dengan penuh iman, harapan, dan kasih. Diharapkan, melalui kegiatan ini, DPH Stasi Maguwo semakin mampu menghadirkan pelayanan yang berdaya guna, membangun persekutuan, dan membawa semangat Gereja yang hidup di tengah umat dan masyarakat.

Doa Rosario dan BKL Lingkungan Santo Petrus

Pada hari Sabtu, 9 Mei 2026 pukul 19.00 WIB, umat Lingkungan Santo Petrus mengadakan kegiatan doa rosario dan Bina Keluarga Lingkungan (BKL) di rumah Mas Anggre. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh sukacita dan kekeluargaan, serta dihadiri oleh 16 orang umat.

Acara diawali dengan doa rosario bersama menggunakan Peristiwa Mulia. Dalam suasana doa yang khusyuk, umat bersama-sama merenungkan kebangkitan dan kemuliaan Yesus Kristus serta peran Bunda Maria dalam karya keselamatan Allah. Melalui doa rosario, umat diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, memperkuat iman, dan membawa intensi pribadi maupun lingkungan dalam doa bersama.

Setelah doa rosario selesai, kegiatan dilanjutkan dengan BKL yang membahas tema “Ekaristi sebagai Sumber dan Puncak Hidup Umat Kristiani.” Dalam sesi ini, umat aktif terlibat menyampaikan pendapat, pengalaman, dan refleksi mengenai makna Ekaristi dalam kehidupan sehari-hari. Umat menyadari bahwa Ekaristi bukan hanya sekadar perayaan di gereja, tetapi menjadi sumber kekuatan rohani yang membimbing umat untuk hidup dalam kasih, pengorbanan, dan pelayanan.

Melalui pembahasan bersama, umat juga diajak memahami bahwa Ekaristi menjadi puncak kehidupan kristiani karena melalui Komuni Kudus, umat dipersatukan dengan Kristus dan sesama. Buah Ekaristi diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat melalui sikap saling mengasihi, peduli, dan hidup dalam persaudaraan.

Kegiatan doa rosario dan BKL ini berjalan dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Semoga melalui kegiatan ini, iman umat Lingkungan Santo Petrus semakin bertumbuh dan semakin setia menjadikan Ekaristi sebagai pusat kehidupan sehari-hari.

Pertemuan BKL Pertama Lingkungan St. Gregorius Kadisoka

Pertemuan BKL 1 Lingkungan St. Gregorius
Pada hari Jumat, 8 Mei, umat Lingkungan St. Gregorius mengadakan pertemuan rutin BKL 1 yang bertempat di kediaman Ibu Eko. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan menjadi momen yang mempererat kebersamaan antarumat.

Dalam pertemuan kali ini, umat bersama-sama mendalami renungan Bulan Katekese Liturgi. Tema sharing difokuskan pada pengalaman dan perasaan yang muncul ketika mengikuti perayaan Ekaristi. Setiap peserta diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman iman yang dirasakan selama mengikuti Misa Kudus.

Berbagai pengalaman dibagikan oleh umat. Ada yang merasakan kedamaian dan penghiburan saat mengikuti Ekaristi, terutama ketika mendengarkan sabda Tuhan dan menerima Komuni Kudus. Beberapa umat juga mengungkapkan rasa syukur karena melalui perayaan Ekaristi mereka memperoleh kekuatan baru dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Selain itu, ada pula yang merasa semakin dekat dengan Tuhan dan sesama melalui kebersamaan dalam perayaan liturgi.

Sharing yang berlangsung dengan sederhana ini membantu umat untuk semakin menyadari makna penting Ekaristi sebagai sumber kekuatan iman dan kehidupan rohani. Pertemuan ditutup dengan doa bersama dan harapan agar umat semakin setia mengikuti perayaan Ekaristi serta terus bertumbuh dalam iman dan persaudaraan.

Semoga melalui kegiatan BKL ini, semangat kebersamaan dan kehidupan menggereja di Lingkungan St. Gregorius semakin hidup dan berkembang.

Doa Rosario Lingkungan St. Gregorius – Mendoakan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo Menjadi Paroki Administratif

Dalam suasana Bulan Maria yang penuh rahmat, umat Gereja Maria Bunda Allah Maguwo bersama-sama mengadakan doa rosario secara bergilir di 17 lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan dan doa bersama menjelang diresmikannya Gereja Maria Bunda Allah Maguwo menjadi Paroki Administratif.
Setiap lingkungan mengambil bagian dalam rangkaian doa rosario tersebut dengan penuh iman dan semangat persaudaraan. Melalui doa-doa yang dipanjatkan, umat berharap agar Gereja Maria Bunda Allah Maguwo semakin bertumbuh menjadi komunitas yang mandiri, penuh kasih, dan setia dalam pelayanan.


Pada Kamis, 7 Mei, giliran umat Lingkungan St. Gregorius yang mengadakan doa rosario bersama di gereja. Sebanyak 17 umat hadir dan dengan khusyuk mendaraskan doa rosario serta memanjatkan doa khusus bagi Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo. Suasana doa berlangsung penuh ketenangan dan pengharapan, mencerminkan semangat kebersamaan umat dalam mendukung perjalanan Gereja menuju status baru sebagai Paroki Administratif.


Selain mendaraskan doa rosario, umat juga bersama-sama mendoakan “Doa untuk Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo” yang berisi harapan agar Gereja menjadi tempat yang membawa damai, sukacita, persaudaraan, dan kesejahteraan bagi semua orang.

“Jadikanlah Gereja kami tempat yang nyaman, di mana setiap orang yang datang merasakan damai-Mu, diterima dengan kasih, dan menemukan rumah bagi setiap jiwa yang masuk ke dalamnya.”

Doa tersebut menjadi ungkapan iman sekaligus harapan seluruh umat agar Gereja Maria Bunda Allah Maguwo mampu berkembang dalam jumlah umat, mutu pelayanan, serta semangat misioner di tengah masyarakat.


Melalui rangkaian doa rosario selama Bulan Maria ini, umat diajak untuk semakin bersatu hati, mempererat persaudaraan, dan bersama-sama mempersiapkan diri menyambut hadirnya Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo. Semoga segala harapan dan doa umat dikabulkan Tuhan, sehingga Gereja Maria Bunda Allah Maguwo sungguh menjadi Gereja yang hidup, menginspirasi, dan membawa berkat bagi banyak orang.

Mengalun dalam Kasih dan Rahmat-Nya, Kami Bersatu dalam Satu Suara: Persembahan Koor Lintas Generasi Lingkungan St. Gabriel dalam Misa Kudus Hari Tuhan

Pada hari Minggu, 3 Mei, suasana di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo terasa begitu hidup dan penuh sukacita. Sesuai dengan jadwal liturgi, Lingkungan St. Gabriel mendapat kepercayaan untuk bertugas sebagai tim koor dalam misa pagi. Tugas ini tidak dijalankan secara instan, melainkan melalui proses persiapan yang matang dan penuh kebersamaan.

Di bawah koordinasi Seksi Koor lingkungan yang dipimpin oleh Ibu Intan, berbagai persiapan dilakukan dengan sungguh-sungguh. Lagu-lagu liturgi dipilih dengan cermat, disesuaikan dengan tema perayaan, lalu dilatih secara intensif sebanyak enam kali pertemuan. Ibu Intan sendiri turun langsung melatih, membimbing dengan penuh kesabaran dan semangat, memastikan setiap anggota koor memahami dinamika dan makna dari setiap lagu yang akan dipersembahkan.

Yang istimewa, latihan koor ini melibatkan seluruh lapisan umat—mulai dari anak-anak PIA, remaja, OMK, hingga para orang tua. Kebersamaan lintas generasi ini menciptakan suasana latihan yang hangat dan penuh kekeluargaan. Meskipun beberapa kali latihan harus diwarnai oleh turunnya hujan, hal itu tidak menyurutkan semangat umat untuk hadir dan berlatih. Justru, di tengah keterbatasan itu, semangat pelayanan semakin terasa kuat dan tulus.

Tibalah hari yang dinanti. Sejak pukul 06.30 WIB, tim koor sudah hadir dan bersiap dengan penuh antusias. Dengan dresscode bernuansa putih dan biru muda, seluruh anggota koor tampil serasi dan rapi, mencerminkan kesederhanaan sekaligus kekhidmatan. Iringan musik dipercayakan kepada Bapak Henri Yulianto sebagai organis, yang dengan apik mengalun mengiringi setiap lagu.

Perayaan misa pun berlangsung dengan lancar dan penuh penghayatan. Lagu-lagu yang telah dilatih dengan tekun dipersembahkan dengan harmonis dan menyentuh hati. OMK turut ambil bagian sebagai dirigen, yaitu Mandriva dan Valen, yang memimpin koor dengan penuh percaya diri. Dari kalangan remaja, Aurel dipercaya sebagai pemazmur dan membawakan mazmur dengan indah serta penuh penghayatan.

Keterlibatan seluruh umat—anak-anak, remaja, OMK, hingga orang tua—menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dalam pelayanan. Koor pagi itu tidak hanya sekadar menyanyikan lagu, tetapi juga menjadi sarana untuk memuliakan Tuhan melalui talenta yang dimiliki.

Setelah misa selesai, kebahagiaan dan rasa syukur terpancar dari wajah setiap anggota koor. Momen kebersamaan tersebut ditutup dengan foto bersama, sebagai kenangan indah atas pelayanan yang telah dilaksanakan dengan penuh cinta dan dedikasi.

Hari itu menjadi pengingat bahwa dalam kebersamaan, ketekunan, dan semangat melayani, setiap hal sederhana dapat menjadi persembahan yang indah bagi Tuhan.

Semoga kebersamaan yang telah terjalin ini terus hidup dan menjadi inspirasi bagi pelayanan-pelayanan berikutnya. Apa yang telah dipersembahkan hari ini kiranya berkenan di hati Tuhan dan semakin meneguhkan iman serta persaudaraan seluruh umat. Dengan semangat yang sama, semoga setiap langkah kecil dalam pelayanan selalu menjadi wujud kasih yang nyata.

Menjaga Iman dalam Kebersamaan: Sembahyangan Rutin Umat YP

UUmat Lingkungan Yohanes Pembaptis kembali melaksanakan sembahyangan rutin sebagai bagian dari kehidupan doa bersama dalam lingkungan.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ibu Yulia Endang bersama Lantanya R. G., yang dengan penuh penghayatan membimbing umat dalam setiap rangkaian doa. Umat yang hadir terdiri dari berbagai kalangan usia, mulai dari OMK, bapak-bapak, ibu-ibu, hingga para lansia.

Dalam sembahyangan rutin ini, umat juga bersama-sama mendaraskan doa Rosario. Setiap peristiwa didoakan dengan khusyuk, menghadirkan suasana yang tenang dan penuh permenungan. Doa Rosario menjadi bagian penting yang semakin memperdalam kehidupan rohani umat.

Selama doa berlangsung, umat mengikuti setiap bagian dengan penuh kesungguhan. Momen ini menjadi kesempatan untuk sejenak berhenti dari kesibukan sehari-hari dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Sembahyangan rutin ini tidak hanya menjadi sarana untuk memperdalam iman, tetapi juga mempererat kebersamaan antarumat dalam lingkungan. Kehadiran lintas generasi menunjukkan bahwa kehidupan doa tetap hidup dan dijaga bersama.

Melalui kegiatan ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis diharapkan terus bertumbuh dalam iman serta semakin setia dalam membangun kehidupan rohani yang kuat.

Umat YP Memimpin Doa Rosario di Gereja

Umat Lingkungan Yohanes Pembaptis mendapat kesempatan untuk bertugas memimpin doa Rosario di gereja. Kegiatan ini dilaksanakan di area samping altar dalam suasana yang tenang dan penuh penghayatan.

Doa Rosario dipimpin oleh Bapak Bambang Sudjono bersama Bapak Agung Prasetyo, yang dengan khidmat membimbing umat dalam setiap peristiwa doa. Umat yang hadir terdiri dari berbagai kalangan usia, mulai dari OMK, bapak-bapak, ibu-ibu, hingga para lansia.

Selama doa berlangsung, umat mengikuti setiap bagian dengan penuh kekhusyukan. Rangkaian doa yang didaraskan bersama menjadi momen permenungan iman, sekaligus ungkapan devosi kepada Bunda Maria.

Kehadiran umat dari berbagai generasi menunjukkan semangat kebersamaan dalam kehidupan menggereja. Doa yang dipanjatkan bersama tidak hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi juga mempererat persaudaraan di antara umat.

Melalui kesempatan pelayanan ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis turut ambil bagian dalam menghidupkan kehidupan doa di gereja. Semoga semangat berdoa bersama ini terus tumbuh dan menjadi kekuatan iman bagi seluruh umat.

“Ekaristi: Sumber Sukacita, Inspirasi, dan Kesejahteraan Hidup”


Ekaristi adalah jantung kehidupan Gereja, sumber kekuatan rohani, dan puncak seluruh perjalanan iman umat Kristiani. Dalam perayaan Ekaristi, Kristus hadir menyapa umat-Nya melalui Sabda dan Tubuh-Nya, menyatukan mereka sebagai satu tubuh, dan mengutus untuk menghadirkan kasih Allah di tengah dunia. Konsili Vatikan II menegaskan bahwa Ekaristi adalah “sumber dan puncak seluruh hidup Kristiani” (Lumen Gentium 11).

Keuskupan Agung Semarang melalui Bulan Katekese Liturgi 2026 mengajak umat untuk memperbarui penghayatan Ekaristi. Perayaan ini bukan sekadar kewajiban mingguan, melainkan perjumpaan yang mengubah hidup, menumbuhkan sukacita, memberi inspirasi, dan mendorong keterlibatan nyata dalam membangun kesejahteraan bersama.

Selama bulan Mei, umat diajak mengikuti katekese singkat, berbagi pengalaman iman, dan merefleksikan buah Ekaristi dalam kehidupan sehari-hari. Proses ini dilanjutkan dengan pencatatan dan sintesis di tingkat paroki, sehingga pengalaman umat menjadi bahan refleksi pastoral untuk memperkaya liturgi.

Kegiatan ini berpuncak pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, yang dirayakan dengan Ekaristi, penerimaan Komuni Pertama, adorasi, dan rekoleksi bersama. Semua rangkaian bertujuan agar umat semakin menyadari bahwa Ekaristi tidak berhenti di altar, tetapi berlanjut dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan kehidupan bermasyarakat.

Melalui kisah nyata umat—dari anak-anak hingga orang dewasa—ditunjukkan bahwa Ekaristi adalah sumber sukacita, kebahagiaan, inspirasi, dan kesejahteraan sejati. Dari altar, umat diutus membawa terang Kristus ke dunia, menghadirkan kasih, solidaritas, dan harapan baru bagi sesama.

Pelayanan Among Tamu dan Hitung Kolekte Misa Jumat Pertama – Jumat 1 Mei 2026

Pelaksanaan tugas among tamu dan hitung kolekte dalam Misa Jumat Pertama di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo pada Jumat, 1 Mei 2026 berlangsung dengan baik, tertib, dan penuh semangat pelayanan. Kehadiran para petugas membantu mendukung suasana misa yang nyaman dan khidmat bagi seluruh umat yang hadir.


Sebanyak tujuh orang bertugas dalam pelayanan among tamu. Dengan ramah dan penuh tanggung jawab, para petugas membantu menyambut umat, mengarahkan tempat duduk, serta menjaga ketertiban selama perayaan ekaristi berlangsung. Pelayanan ini menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana gereja yang hangat dan penuh kebersamaan.


Ucapan terima kasih disampaikan kepada para petugas among tamu yang telah melayani dengan tulus, yaitu Mas Yance, Mbak Nana, Bu Gambit, Bu John, Bu Erika, dan Mas Henry. Semangat pelayanan yang diberikan menjadi teladan dalam hidup menggereja dan kebersamaan umat.


Selain itu, tugas hitung kolekte juga terlaksana dengan baik dan penuh tanggung jawab. Empat orang bertugas dalam pelayanan ini untuk membantu proses penghitungan kolekte secara tertib dan teliti setelah misa selesai.


Terima kasih juga disampaikan kepada Mbak Nana, Bu Gambit, Bu John, dan Bu Erika yang telah melayani dalam tugas hitung kolekte. Semoga pelayanan yang telah diberikan menjadi berkat bagi umat dan semakin menumbuhkan semangat untuk terus berkarya dalam pelayanan gereja.


Tuhan memberkati seluruh petugas dan umat Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Sembayangan Rutin Lingkungan St. Gregorius Kadisoka – Kamis 30 April 2026

Pada Kamis malam, 30 April 2026, umat Lingkungan St. Gregorius tetap berkumpul dalam suasana penuh iman untuk mengikuti sembahyangan rutin lingkungan. Meskipun hujan deras mengguyur sejak sore hari, semangat umat untuk hadir dan berdoa bersama tidak surut. Dengan hati penuh syukur dan ketulusan, umat mengikuti seluruh rangkaian ibadat dengan khusyuk dan penuh penghayatan.

Suasana doa terasa semakin hangat ketika umat saling menyapa dan bersama-sama memuliakan Tuhan melalui doa, pujian, serta pendalaman Sabda. Hujan yang turun deras justru menjadi lambang bahwa rahmat Tuhan selalu tercurah bagi setiap pribadi yang datang kepada-Nya dengan iman.

Sabda Tuhan yang Meneguhkan

Pada pertemuan kali ini, Bacaan Pertama diambil dari Kisah Para Rasul 13:13–25. Dalam bacaan tersebut, Paulus mengingatkan perjalanan panjang karya keselamatan Allah bagi umat Israel hingga hadirnya Yohanes Pembaptis yang mempersiapkan jalan bagi Yesus Kristus. Tuhan selalu setia membimbing umat-Nya, bahkan ketika manusia sering jatuh dan tidak setia.

Sedangkan Bacaan Injil dari Yohanes 13:16–20 mengajak umat untuk belajar kerendahan hati dan pelayanan. Yesus menegaskan bahwa seorang hamba tidak lebih tinggi daripada tuannya. Barangsiapa menerima utusan Kristus, berarti menerima Kristus sendiri, dan menerima Kristus berarti menerima Allah yang mengutus-Nya.

Pesan Injil malam itu mengingatkan bahwa hidup beriman bukan hanya tentang doa dan kata-kata, melainkan juga tentang kesediaan melayani dengan tulus, tetap setia dalam tantangan, dan menghadirkan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Renungan: Seberapa Dalam Imanku kepada Tuhan?

Dalam renungan malam itu, umat diajak untuk tidak hanya mendengarkan Sabda Tuhan, tetapi juga melakukan refleksi pribadi melalui beberapa kuis sederhana untuk mengukur kedalaman iman masing-masing. Dari jawaban-jawaban kuis tersebut, umat diajak menyadari bahwa iman bukan diukur dari seberapa sering berbicara tentang Tuhan, tetapi dari seberapa besar kita mengandalkan Tuhan, melayani sesama, dan tetap setia dalam setiap keadaan.

Sembahyangan rutin malam itu menjadi pengingat bahwa hujan deras sekalipun tidak mampu memadamkan semangat umat untuk datang kepada Tuhan. Justru dalam kesederhanaan dan kebersamaan itulah iman semakin diteguhkan.

Semoga Sabda Tuhan yang telah direnungkan menjadi kekuatan bagi seluruh umat Lingkungan St. Gregorius untuk terus hidup dalam kasih, pelayanan, dan kesetiaan kepada Kristus.

Hal-Hal untuk Direnungkan Secara Pribadi :

  • Apakah aku mau melayani orang lain tanpa mengharap imbalan?
  • Dalam situasi sulit, mampukah aku tetap setia pada panggilan Kristus?
  • Bagaimana aku menunjukkan bahwa aku menerima Yesus dalam keseharian hidupku?