Dari Jejak Para Perintis hingga Sukacita Umat: Rangkaian Syukur Ulang Tahun GMBA dan Lahirnya Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo


“Segala sesuatu ada waktunya, dan setiap peristiwa di bawah langit ada masanya.” (Pkh 3:1)

Perjalanan iman sebuah komunitas tidak pernah dibangun dalam semalam. Ia bertumbuh dari doa-doa yang dipanjatkan dengan setia, pengorbanan yang diberikan dengan tulus, serta semangat pelayanan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Demikian pula perjalanan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo yang pada tahun 2026 memasuki babak baru sejarahnya sebagai Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo.

Sebagai ungkapan syukur atas rahmat Tuhan yang melimpah sekaligus mengenang perjalanan panjang umat, rangkaian perayaan ulang tahun GMBA diselenggarakan melalui berbagai kegiatan yang sarat makna, menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan Gereja.


Menapak Jejak Para Perintis

Rangkaian perayaan diawali pada Sabtu, 30 Mei 2026 pagi, dengan ziarah dan doa di makam para leluhur serta perintis Gereja Maguwo. Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan ke tempat peristirahatan terakhir mereka, melainkan sebuah ungkapan hormat dan terima kasih kepada para pendahulu yang telah menanam benih-benih iman di tanah Maguwo.

Di hadapan pusara para perintis, umat diajak untuk mengenang bahwa Gereja yang kini berdiri dan berkembang merupakan buah dari perjuangan, kesetiaan, dan pengorbanan banyak orang. Dalam suasana hening dan penuh doa, umat memohon agar semangat para pendahulu terus hidup dan menjadi inspirasi dalam membangun Gereja di masa kini.


Memohon Restu dan Menjalin Persaudaraan

Masih pada hari yang sama, suasana syukur berlanjut melalui kegiatan kenduren bersama warga sekitar gereja. Acara ini menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dan persaudaraan yang telah lama terjalin antara Gereja dan masyarakat Maguwoharjo.

Dalam suasana sederhana namun hangat, umat bersama warga berkumpul untuk berdoa dan bersyukur. Pada kesempatan tersebut, Gereja juga memohon doa restu dari masyarakat atas penetapan status baru GMBA sebagai Paroki Administratif.

Kehadiran berbagai unsur masyarakat menunjukkan bahwa perjalanan Gereja tidak terlepas dari dukungan lingkungan sekitar. Semangat toleransi, gotong royong, dan saling menghargai yang selama ini terbangun menjadi fondasi penting dalam kehidupan bersama sebagai sesama warga masyarakat.


Menerima Tugas Perutusan yang Baru

Puncak historis rangkaian perayaan terjadi pada Selasa, 2 Juni 2026 pukul 19.00 WIB melalui pelantikan Dewan Pastoral Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo oleh Romo Andrianus Maradiyo, Pr., Vikaris Episkopal Yogyakarta Timur.

Pelantikan ini menjadi penanda dimulainya pelayanan pastoral dalam status yang baru. Para pengurus yang dilantik menerima tugas perutusan untuk melayani umat, membangun persekutuan, serta menghadirkan Gereja yang semakin hidup dan relevan di tengah masyarakat.

Momentum tersebut sekaligus menegaskan bahwa perubahan status dari stasi menjadi paroki administratif bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam mewartakan Injil dan menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.


Bersukacita sebagai Satu Keluarga Allah

Rangkaian perayaan ditutup dengan Pesta Umat yang diselenggarakan di halaman belakang gereja setelah Misa Minggu, 14 Juni 2026. Dalam suasana penuh sukacita dan kekeluargaan, umat dari berbagai lingkungan berkumpul untuk merayakan syukur bersama.

Acara semakin meriah dengan pemotongan tumpeng oleh Romo Andrianus Maradiyo, Pr., Vikaris Episkopal Yogyakarta Timur sebagai simbol rasa syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang perjalanan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Kebersamaan yang terjalin dalam pesta umat menjadi gambaran nyata Gereja sebagai keluarga Allah yang hidup, bertumbuh, dan saling menguatkan.

Tawa, canda, dan keakraban yang hadir sepanjang acara menjadi tanda bahwa iman tidak hanya dirayakan dalam liturgi, tetapi juga diwujudkan dalam persaudaraan yang hangat di tengah umat.

Melangkah Bersama Menuju Masa Depan

Keempat kegiatan tersebut membentuk satu rangkaian yang utuh: mengenang para perintis, menjalin persaudaraan dengan masyarakat, meneguhkan pelayanan pastoral, dan merayakan sukacita sebagai satu keluarga umat Allah.

Perjalanan menuju Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo mengajarkan bahwa Gereja bertumbuh bukan hanya karena bangunan yang berdiri megah, melainkan karena umat yang terus setia berjalan bersama Tuhan. Dengan berlandaskan warisan iman para pendahulu, didukung semangat kebersamaan umat, serta terbuka pada karya Roh Kudus, Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo kini melangkah dengan penuh harapan menuju masa depan.

Semoga segala rahmat yang telah diterima menjadi sumber kekuatan untuk terus menghadirkan Gereja yang hidup, missioner, dan menjadi berkat bagi sesama.

Stand Bakso Lingk. St. Gregorius pada Pesta Umat Paroki Administratif GMBA Maguwo – 14 Juni 2026


Maguwo, 14 Juni 2026 – Semangat kebersamaan dan pelayanan kembali ditunjukkan oleh umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka dalam rangkaian kegiatan Pesta Umat Paroki Administratif Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo. Pada acara yang diselenggarakan pada hari Minggu, 14 Juni 2026 tersebut, Lingkungan St. Gregorius turut berpartisipasi dengan membuka Stand Bakso.

Keterlibatan Lingkungan St. Gregorius dalam Pesta Umat tidak hanya menjadi sarana untuk memeriahkan acara, tetapi juga menjadi wujud nyata semangat gotong royong, persaudaraan, dan pelayanan di tengah komunitas Gereja. Sejak tahap persiapan hingga penyajian, seluruh proses dilakukan dengan penuh semangat oleh para umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka yang terlibat.

Stand Bakso Lingkungan St. Gregorius Kadisoka menyajikan hidangan Bakso dan Teh Hangat yang dinikmati oleh banyak umat selama acara berlangsung. Kehadiran stand Bakso ini menjadi salah satu bentuk dukungan lingkungan terhadap kegiatan Paroki Administratif sekaligus mempererat kebersamaan antarumat.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka serta Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan St. Gregorius Kadisoka yang telah meluangkan waktu, tenaga, pikiran, dan kebersamaan dalam mempersiapkan serta melayani di Stand Bakso selama Pesta Umat Paroki Administratif Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo berlangsung. Dedikasi dan semangat pelayanan yang ditunjukkan menjadi berkat bagi banyak orang dan mencerminkan nilai-nilai persaudaraan dalam kehidupan menggereja.

Semoga keterlibatan ini semakin mempererat Guyub dan tali persaudaraan di Lingkungan St. Gregorius serta menumbuhkan semangat untuk terus aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan Gereja. Tuhan memberkati seluruh umat yang telah ambil bagian dalam pelayanan ini.

“Bersama melayani, bersama bertumbuh dalam kasih Kristus.”






Tugas Pelayanan Counter Lingk. St. Gregorius dalam menghitung Kehadiran Umat pada Misa Minggu 14 Juni 2026


Pada Misa Hari Minggu, 14 Juni 2026, pelayanan counter kehadiran umat di Gereja Maria Bunda Allah telah terlaksana dengan baik. Petugas counter bertugas melakukan penghitungan jumlah umat yang hadir dalam perayaan Ekaristi. Data kehadiran ini menjadi salah satu sarana untuk membantu Paroki Administrative GMBA Maguwo dalam melakukan pendataan umat serta evaluasi pelayanan pastoral.

Meskipun tugas ini terlihat sederhana, ketelitian dan kesediaan untuk hadir lebih awal sangat diperlukan agar proses pendataan dapat berjalan dengan akurat dan tertib. Kehadiran para petugas counter merupakan bentuk pelayanan yang mendukung kelancaran kehidupan menggereja dan membantu Paroki Administrative GMBA Maguwo memperoleh data yang diperlukan untuk pengembangan pelayanan umat.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk : Mas Yance, Samuel, Mas Freddy dan Hiro yang telah bersedia melayani sebagai petugas counter pada Misa Minggu, 14 Juni 2026. Terima kasih atas waktu, perhatian, dan dedikasi yang telah diberikan dalam menjalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab.

Semoga Tuhan senantiasa memberkati dan membalas segala kebaikan serta semangat pelayanan yang telah diberikan. Kiranya semakin banyak umat yang tergerak untuk ikut ambil bagian dalam berbagai pelayanan di Paroki Administrative Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

“Barangsiapa melayani, hendaklah ia melayani dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah.” (1 Petrus 4:11)


Tugas Caos Dahar Romo dari Lingkungan Antonius

Tugas Caos Dahar Romo lingkungan Antonius Paroki Administratif Maguwo dilaksanakan hari Sabtu, 13 Juni 2026.
Tugas telah dilaksanakan dengan baik dan lancar sesuai dengan ketentuan menu dan waktu antar ke paroki Marganingaih Kalasan.

Menu Makan Pagi

Menu Makan Siang

Menu Makan Malam

Meneguhkan Langkah Pastoral Melalui Penentuan Baseline: FGD Ardas Paroki Administratif Maguwo


Dalam semangat membangun Gereja yang semakin partisipatif, berdaya guna, dan berbuah bagi umat, Paroki Administratif Maguwo menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Penentuan Baseline pada Jumat, 12 Juni 2026, bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Harian Paroki Administratif Maguwo bersama para Ketua Lingkungan yang menjadi ujung tombak pelayanan dan kehidupan menggereja di tengah umat.

FGD ini merupakan salah satu program yang telah direncanakan dalam Agenda Dasar (Ardas) Paroki Administratif Maguwo sebagai tindak lanjut dari Ardas IX Keuskupan Agung Semarang. Melalui proses refleksi dan dialog bersama, seluruh peserta diajak untuk membaca realitas kehidupan umat secara lebih mendalam, mengenali kondisi aktual paroki, serta memetakan berbagai potensi dan tantangan yang dihadapi dalam perjalanan pastoral saat ini.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Tim Litbang Paroki Administratif Maguwo ini menjadi momentum penting untuk menyusun baseline atau titik awal yang objektif dan terukur. Baseline tersebut diharapkan dapat menjadi landasan yang kuat dalam merumuskan arah kebijakan, prioritas pelayanan, serta program-program pastoral di masa mendatang agar semakin relevan dengan kebutuhan umat dan selaras dengan semangat Ardas Keuskupan Agung Semarang.

Melalui proses mendengarkan, berdialog, dan berefleksi bersama, seluruh peserta menunjukkan komitmen untuk terus membangun kehidupan menggereja yang hidup, dinamis, dan berakar pada semangat sinodal. Dengan mengenali kondisi nyata yang ada saat ini, Paroki Administratif Maguwo diharapkan semakin mampu melangkah dengan bijaksana dalam mewujudkan pelayanan yang menghadirkan kasih Kristus secara nyata di tengah masyarakat.

Semoga hasil penentuan baseline ini menjadi sarana untuk meneguhkan arah perjalanan pastoral Paroki Administratif Maguwo, sehingga setiap program dan langkah yang diambil sungguh menjadi jawaban atas panggilan perutusan Gereja dalam melayani umat dan menghadirkan Kerajaan Allah di tengah dunia.

Lingkungan Santa Theresia Berbagi Sukacita atas Penerimaan Komuni Suci Pertama Chiera

Dengan penuh rasa syukur dan sukacita, umat Lingkungan Santa Theresia turut berbahagia atas penerimaan Sakramen Komuni Suci Pertama oleh Chiera yang dilaksanakan pada Minggu, 7 Juni 2026, di Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo.

Penerimaan Komuni Suci Pertama merupakan salah satu momen penting dalam perjalanan iman seorang anak Katolik. Setelah melalui masa persiapan dan pendampingan yang penuh makna, Chiera akhirnya menerima Tubuh Kristus untuk pertama kalinya dalam Sakramen Ekaristi. Peristiwa ini menjadi tanda kedekatan yang semakin erat dengan Tuhan Yesus sekaligus menjadi langkah baru dalam pertumbuhan kehidupan iman sebagai anggota Gereja.

Sukacita ini tidak hanya dirasakan oleh Chiera dan keluarga, tetapi juga oleh seluruh umat Lingkungan Santa Theresia yang turut menyaksikan dan mendukung perjalanan imannya. Sebagai bagian dari keluarga besar Gereja, umat lingkungan senantiasa berharap agar anak-anak yang telah menerima Komuni Suci Pertama dapat terus bertumbuh dalam kasih Tuhan, rajin mengikuti Perayaan Ekaristi, tekun dalam doa, serta semakin menghidupi nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai ungkapan kasih, perhatian, dan dukungan kepada generasi muda Gereja, umat Lingkungan Santa Theresia memberikan sebuah hadiah sederhana kepada Chiera. Pemberian tersebut merupakan tanda kebersamaan dan sukacita seluruh umat lingkungan atas rahmat yang diterima pada hari yang istimewa ini. Semoga hadiah yang diberikan dapat menjadi kenangan indah yang mengingatkan Chiera akan kasih Tuhan dan dukungan komunitas Gereja yang selalu menyertainya.

Umat Lingkungan Santa Theresia juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan keluarga yang telah dengan setia mendampingi serta membimbing Chiera dalam pertumbuhan iman sejak dini. Kehadiran keluarga sebagai tempat pertama anak mengenal Tuhan menjadi fondasi yang sangat berharga dalam membentuk kehidupan iman yang kuat dan berakar pada kasih Kristus.

Kiranya rahmat Sakramen Ekaristi yang diterima oleh Chiera senantiasa menjadi sumber kekuatan, sukacita, dan tuntunan dalam setiap langkah kehidupannya. Semoga Tuhan Yesus memberkati Chiera dengan kesehatan, kebijaksanaan, semangat belajar, serta hati yang penuh kasih kepada sesama. Semoga Chiera terus bertumbuh menjadi pribadi yang beriman, rendah hati, dan mampu menjadi berkat bagi banyak orang.

Seluruh umat Lingkungan Santa Theresia mengucapkan selamat kepada Chiera atas penerimaan Komuni Suci Pertama. Semoga sukacita dan rahmat yang diterima pada hari ini senantiasa menyertai perjalanan hidupnya serta semakin mendekatkannya kepada Tuhan Yesus.

“Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” (Yohanes 6:35)

Selamat atas penerimaan Komuni Suci Pertama, Chiera. Tuhan Yesus memberkati dan menyertai selalu. 🙏🏻🤍✨

Lingkungan St. Antonius Berbagi Kasih dan Penghiburan

Kunjungan umat lingkungan St. Antonius yang sedang sakit. Kunjungan dilaksanakan pada hari Selasa, 9 Juni 2026 pukul 16.30 WIB. Kunjungan ke rumah keluarga bapak Bardi untuk mendoakan kesembuhan serta memberikan penghiburan kepada ibu Bardi yang baru pulang dari rumah sakit.
Kunjungan dihadiri kurang lebih 7 orang bapak dan ibu.

Penerimaan Komuni Pertama Perdana di Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo


Minggu, 7 Juni 2026 menjadi hari yang penuh sukacita dan rahmat bagi umat Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo. Dalam Perayaan Ekaristi yang khidmat, sebanyak 23 anak menerima Sakramen Ekaristi untuk pertama kalinya, menjadikan momen ini sebagai Penerimaan Komuni Pertama perdana sejak Maguwo resmi menjadi Paroki Administratif.

Perjalanan menuju penerimaan Komuni Pertama bukanlah proses yang singkat. Selama kurang lebih sembilan bulan, para calon penerima Komuni Pertama telah mengikuti pembinaan iman secara berkelanjutan. Berbagai kegiatan mereka jalani dengan penuh semangat, mulai dari pendalaman materi katekese, kegiatan outing, rekoleksi bersama orang tua, ujian, peneguhan, hingga Sakramen Tobat sebagai persiapan batin untuk menyambut Tubuh Kristus dengan hati yang bersih dan siap.

Dari 25 anak yang telah dipersiapkan, 23 anak dapat hadir dan mengikuti perayaan ini dengan penuh sukacita. Dua peserta lainnya berhalangan hadir karena sakit. Meski demikian, seluruh umat turut mendoakan agar mereka segera pulih dan dapat menerima Komuni Pertama pada kesempatan berikutnya.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Yohanes Ngatmo, Pr., yang dalam homilinya mengajak anak-anak untuk senantiasa memelihara persatuan dengan Kristus melalui Ekaristi. Komuni Pertama bukanlah akhir dari perjalanan pembinaan iman, melainkan awal dari kehidupan yang semakin dekat dengan Tuhan melalui perayaan Ekaristi dan kehidupan sehari-hari yang mencerminkan kasih Kristus.

Suasana haru dan bahagia tampak menghiasi wajah para penerima Komuni Pertama, orang tua, serta seluruh umat yang hadir. Kehadiran para orang tua menjadi tanda nyata dukungan keluarga sebagai Gereja domestik yang terus mendampingi pertumbuhan iman anak-anak. Para katekis yang selama berbulan-bulan mendampingi proses pembinaan juga turut bersukacita menyaksikan buah dari pelayanan yang telah mereka jalankan dengan penuh ketulusan.

Sukacita perayaan semakin terasa dengan keterlibatan adik-adik PIA Angelus ( Pendampingan Iman Anak ) yang mempersembahkan koor selama Perayaan Ekaristi berlangsung. Melalui lantunan pujian yang mereka bawakan, para anggota PIA turut mendukung dan mengiringi kakak-kakak penerima Komuni Pertama dalam momen istimewa perjumpaan mereka dengan Kristus dalam Sakramen Ekaristi. Kehadiran dan pelayanan mereka menjadi gambaran indah bagaimana pembinaan iman anak-anak di Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo terus berjalan secara berkesinambungan.

Setelah Perayaan Ekaristi selesai, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan mistagogi yang dilaksanakan di dalam gereja. Melalui pendalaman ini, anak-anak diajak untuk semakin memahami makna sakramen yang baru saja mereka terima, sehingga pengalaman perjumpaan dengan Kristus dalam Ekaristi dapat terus bertumbuh dan berbuah dalam kehidupan mereka.

Setelah mengikuti mistagogi, para penerima Komuni Pertama juga langsung didaftarkan sebagai anggota Putra Putri Altar Maguwo. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen paroki untuk menghadirkan pembinaan iman yang berkelanjutan bagi anak-anak. Dengan bergabung sebagai misdinar, mereka diharapkan semakin dekat dengan kehidupan liturgi Gereja serta bertumbuh dalam semangat pelayanan, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai murid-murid Kristus.

Momen ini menjadi tanda bahwa penerimaan Komuni Pertama bukanlah akhir dari perjalanan iman, melainkan awal dari keterlibatan yang lebih aktif dalam kehidupan Gereja. Melalui pendampingan keluarga, para katekis, dan komunitas paroki, anak-anak diajak untuk terus mengembangkan iman yang telah mereka terima serta mengambil bagian dalam karya pelayanan Gereja sesuai dengan panggilan mereka masing-masing.

Semoga rahmat yang diterima dalam Komuni Pertama ini semakin meneguhkan langkah anak-anak untuk mencintai Ekaristi, bertumbuh dalam iman, serta menjadi saksi Kristus di tengah keluarga, sekolah, dan lingkungan tempat mereka berada.

“Akulah roti hidup yang turun dari surga. Barangsiapa makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.” (Yohanes 6:51)

Sembayangan Doa Sengsara Yesus dan Rosario Koronka Lingkungan St. Gregorius – 4 Juni 2026

Pada hari Kamis, 4 Juni 2026, umat Lingkungan St. Gregorius berkumpul dalam suasana penuh iman dan kebersamaan untuk mengikuti Sembayangan Doa Sengsara Yesus yang dilanjutkan dengan Rosario Koronka. Kegiatan rohani ini menjadi sarana bagi umat untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa, permenungan, dan refleksi atas kasih serta pengorbanan Yesus Kristus.

Doa Sengsara Yesus dilaksanakan dengan khidmat, mengajak umat merenungkan penderitaan Kristus sebagai wujud kasih-Nya yang tanpa batas bagi keselamatan manusia. Melalui setiap peristiwa yang direnungkan, umat diajak memperkuat iman, menumbuhkan semangat pertobatan, serta meneladani pengorbanan dan kerendahan hati Tuhan Yesus dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah itu, umat bersama-sama mendaraskan Rosario Koronka. Suasana doa yang tenang dan penuh penghayatan semakin mempererat persaudaraan antarumat serta menumbuhkan semangat untuk saling mendukung dalam kehidupan menggereja.

Kegiatan yang berlangsung dengan lancar dan penuh berkat ini menjadi pengingat bahwa kekuatan doa bersama merupakan sumber pengharapan dan peneguhan iman. Semoga melalui Sembayangan Doa Sengsara Yesus dan Rosario Koronka ini, umat Lingkungan St. Gregorius semakin bertumbuh dalam kasih, kesetiaan, dan semangat pelayanan kepada sesama.

Dari Stasi Menjadi Paroki Administratif: Tonggak Sejarah Baru bagi Umat Maria Bunda Allah Maguwo


2 Juni 2026 menjadi tanggal yang akan selalu dikenang dalam perjalanan iman umat Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo. Pada hari yang penuh rahmat ini, GMBA secara resmi ditingkatkan statusnya menjadi Paroki Administratif Maria Bunda Allah, sebuah tonggak sejarah yang menjadi buah dari perjalanan panjang, kerja sama, doa, dan pelayanan seluruh umat.

Peresmian Paroki Administratif Maria Bunda Allah dilaksanakan dalam Misa Syukur yang berlangsung khidmat dan penuh sukacita di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Andrianus Maradiyo, Pr., selaku Vikaris Episkopal Kevikepan Yogyakarta Timur, didampingi oleh Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr. sebagai Pastor Paroki serta Romo Yohanes Ngatmo, Pr sebagai Vikaris Paroki.

Salah satu momen yang begitu menyentuh hati umat adalah parade bendera panji wilayah dan lingkungan yang mengawali rangkaian perayaan. Dengan penuh kebanggaan dan semangat persatuan, panji-panji dari seluruh wilayah dan lingkungan diarak memasuki gereja. Iring-iringan tersebut menjadi simbol kebersamaan umat yang selama ini berjalan bersama dalam membangun Gereja, sekaligus menjadi ungkapan syukur atas anugerah yang diterima oleh seluruh keluarga besar GMBA.

Dalam perayaan yang sama juga dilaksanakan pelantikan Dewan Pastoral Harian (DPH) Paroki Administratif Maria Bunda Allah yang dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan sebagai tanda dimulainya pelayanan kepengurusan yang baru dalam status paroki administratif.

Namun, ada satu peristiwa yang menjadikan hari tersebut semakin istimewa. Tepat pada tanggal bersejarah ini, empat orang anak menerima Sakramen Baptis Kudus dan menjadi baptisan pertama dalam sejarah Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo. Momen penuh sukacita ini menjadi tanda kehidupan baru yang lahir bersamaan dengan babak baru perjalanan Gereja Maguwo. Sebuah simbol yang indah bahwa Gereja terus bertumbuh, melahirkan generasi-generasi baru yang akan menjadi bagian dari umat Allah.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, umat juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dewan Pastoral Harian Periode 2023–2025 yang telah mengabdikan diri dengan penuh dedikasi dalam mempersiapkan perjalanan menuju paroki administratif, yaitu:

  • Ketua: Yohanes Agung Prasetya Putra
  • Sekretaris I: Elisabeth Amy Andriani
  • Sekretaris II: Fransisca Sri Murtini
  • Bendahara I: Lusia Rini Sundari
  • Bendahara II: Theresia Nelly
  • Bendahara III: Theresia Sri Harnani

Serta para Ketua Bidang:

  • Joanna Fransisca Ita Rinawati (Liturgi dan Peribadatan)
  • Mikael Purwanto (Pewarta dan Evangelisasi)
  • Albertus Bagio Murdianto (Pelayanan Kemasyarakatan)
  • Albertus Arief Subyantoro (Paguyuban dan Persaudaraan)
  • Andreas Keso Muda (Penelitian dan Pengembangan)
  • Yanuarius Pargiyono (Rumah Tangga)

Terima kasih atas kerja keras, pengorbanan, dan ketekunan yang telah diberikan selama masa pelayanan sehingga proses peningkatan status Gereja Maguwo dapat berjalan dengan baik.


“Dari rahim Paroki Maria Marganingsih Kalasan, lahirlah Paroki Administratif Maria Bunda Allah. Bukan sebagai perpisahan, melainkan sebagai tanda kedewasaan iman sebuah komunitas yang kini dipanggil untuk melangkah lebih mandiri dalam mewartakan kasih Kristus.”

Perayaan syukur ini juga semakin bermakna dengan kehadiran tamu-tamu istimewa dari Paroki Maria Marganingsih Kalasan selaku paroki induk, khususnya jajaran Dewan Pastoral Paroki (DPP) Kalasan yang turut hadir untuk berbagi sukacita bersama umat Maria Bunda Allah. Kehadiran mereka menjadi tanda nyata persaudaraan dan kebersamaan yang selama ini terjalin erat antara Paroki Kalasan dan umat Maguwo.

Sebagai bagian dari keluarga besar Paroki Kalasan, umat Maguwo telah bertumbuh dan berkembang melalui pendampingan pastoral yang berkesinambungan. Oleh karena itu, momen peresmian Paroki Administratif Maria Bunda Allah bukan hanya menjadi sukacita bagi umat Maguwo, melainkan juga menjadi kebanggaan bersama bagi Paroki Kalasan yang telah ikut menaburkan benih pelayanan dan pendampingan selama perjalanan panjang tersebut.

Kehadiran DPP Kalasan pada perayaan bersejarah ini menjadi simbol estafet pelayanan Gereja yang terus berlanjut, sekaligus ungkapan dukungan dan harapan agar Paroki Administratif Maria Bunda Allah semakin berkembang sebagai komunitas umat yang hidup, mandiri, dan misioner.

Ucapan terima kasih secara khusus juga disampaikan kepada Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr. yang dengan setia mendampingi dan mengawal proses peningkatan status Gereja Maguwo sejak pelaksanaan visitasi pada bulan September 2025 hingga akhirnya secara resmi ditetapkan sebagai Paroki Administratif Maria Bunda Allah pada 2 Juni 2026. Pendampingan, perhatian, dan semangat yang diberikan menjadi bagian penting dalam perjalanan bersejarah ini.

Perubahan status dari stasi menjadi paroki administratif tentu bukan sekadar perubahan nama atau struktur organisasi. Lebih dari itu, perubahan ini merupakan panggilan bagi seluruh umat untuk semakin dewasa dalam iman, semakin aktif dalam pelayanan, dan semakin bertanggung jawab dalam kehidupan menggereja. Status baru ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat persekutuan, meningkatkan kualitas pelayanan pastoral, menumbuhkan kader-kader pelayan Gereja, serta menghadirkan Gereja yang semakin dekat dengan umat dan masyarakat.

Semoga Paroki Administratif Maria Bunda Allah terus bertumbuh menjadi komunitas yang hidup, mandiri, dan missioner; menjadi rumah yang menghadirkan kasih Kristus bagi siapa saja; serta senantiasa berjalan seiring dengan arah pastoral Keuskupan Agung Semarang dalam mewujudkan Gereja yang sinodal, partisipatif, dan peduli terhadap sesama serta seluruh ciptaan.

Selamat dan syukur atas lahirnya Paroki Administratif Maria Bunda Allah. Semoga Tuhan yang telah memulai karya baik ini senantiasa menyertai langkah seluruh umat dalam membangun Gereja-Nya.