Merawat Ciptaan, Memperindah Liturgi: Kolaborasi Ibu-Ibu Tabung, Tim KCLH, dan Tim Pelayan RT untuk Tata Rias Altar Ekologis


Dalam semangat merawat ciptaan dan mendukung perayaan liturgi yang semakin bermakna, Ibu-Ibu Tabung berkolaborasi dengan Tim Kerja Kepedulian terhadap Ciptaan dan Lingkungan Hidup (KCLH) serta Tim Pelayan Rumah Tangga (RT) melaksanakan kegiatan penataan dan perapian tanaman di lingkungan gereja.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mewujudkan tata rias altar yang lebih ekologis, selaras dengan semangat Gereja dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Berbagai tanaman yang selama ini menghiasi area gereja dirapikan, ditata ulang, dan dipersiapkan untuk mendukung keindahan altar dalam perayaan liturgi tanpa mengesampingkan prinsip ramah lingkungan.

Melalui kerja sama yang penuh semangat dan kebersamaan ini, setiap peserta mengambil bagian sesuai perannya masing-masing. Tidak hanya menghasilkan lingkungan gereja yang lebih asri dan tertata, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat persaudaraan serta menumbuhkan kesadaran bahwa merawat alam adalah bagian dari ungkapan iman.

Upaya menghadirkan tata rias altar yang ekologis merupakan wujud nyata panggilan umat untuk menjadi penatalayan yang baik atas ciptaan Tuhan. Keindahan liturgi tidak hanya tampak dari pernak-pernik yang menghiasi altar, tetapi juga dari kepedulian umat dalam menjaga dan memanfaatkan anugerah alam secara bijaksana dan berkelanjutan.

Semoga langkah sederhana ini semakin menginspirasi seluruh umat untuk terus menghidupi semangat ekologis dalam kehidupan sehari-hari, sejalan dengan arah pastoral Gereja yang mengajak umat membangun relasi yang harmonis dengan Tuhan, sesama, dan seluruh ciptaan.

Perayaan Ulang Tahun ke-31 Lingkungan St. Gregorius Kadisoka – Tema : Guyub dalam Kasih & Bertumbuh Dalam Iman

Perayaan Ulang Tahun ke-31 Lingkungan St. Gregorius
Guyub dalam Kasih dan Bertumbuh dalam Iman

Tanggal 25 Mei 2026 menjadi momen istimewa bagi seluruh umat Lingkungan St. Gregorius, karena pada hari tersebut lingkungan tercinta genap berusia 31 tahun. Sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan selama perjalanan iman dan pelayanan yang telah dilalui, umat Lingkungan St. Gregorius mengadakan perayaan syukur bersama pada tanggal 30 Mei 2026 di rumah Bapak Gambit.

Mengusung tema “Guyub dalam Kasih dan Bertumbuh dalam Iman”, perayaan berlangsung dalam suasana hangat, penuh sukacita, dan semangat persaudaraan. Sejak sore hari, umat bergotong royong mempersiapkan segala kebutuhan acara. Kebersamaan dan semangat melayani tampak dalam setiap tugas yang dikerjakan bersama.

Acara diawali dengan Ibadat Syukur yang dipimpin oleh Bapak Tri Mulyono selaku prodiakon. Melalui doa, pujian, dan sabda Tuhan, seluruh umat diajak untuk mengenang perjalanan panjang Lingkungan St. Gregorius serta bersyukur atas kasih dan penyertaan Tuhan yang selalu hadir dalam setiap langkah kehidupan umat.

Setelah ibadat, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas 31 tahun perjalanan lingkungan. Momen ini menjadi pengingat akan banyaknya berkat, pengalaman iman, dan kebersamaan yang telah terjalin dari generasi ke generasi.

Suasana semakin meriah dengan kegiatan kebersamaan berupa permainan tebak lirik lagu rohani yang diikuti oleh anak-anak, kaum muda, orang tua, hingga para lansia. Gelak tawa, nyanyian, dan semangat kebersamaan memenuhi seluruh rangkaian acara.

Umat juga mengikuti estafet doa, secara bergantian menyampaikan doa dan harapan bagi Lingkungan St. Gregorius, keluarga-keluarga yang ada di dalamnya, serta bagi Gereja Maria Bunda Allah Maguwo yang pada tanggal 2 Juni 2026 memasuki babak baru sebagai Paroki Administratif.

Perayaan ditutup dengan makan bersama menggunakan konsep potluck, di mana setiap keluarga membawa hidangan untuk dinikmati bersama. Kehangatan percakapan, kebersamaan dalam berbagi, dan sukacita yang terpancar dari setiap umat menjadi gambaran nyata semangat guyub yang terus hidup dalam Lingkungan St. Gregorius.

Melalui perayaan ulang tahun ke-31 ini, seluruh umat diajak untuk terus mempererat persaudaraan, memperdalam iman, serta semakin aktif mengambil bagian dalam kehidupan menggereja dan pelayanan kepada sesama.

Selamat Ulang Tahun ke-31 Lingkungan St. Gregorius. Semoga senantiasa guyub dalam kasih, bertumbuh dalam iman, dan menjadi berkat bagi Gereja serta masyarakat.

Umat Lingkungan St. Gregorius Menjenguk dan Mendoakan Mbak Greta

Pada tanggal 28 Mei 2026, sekitar 14 umat Lingkungan St. Gregorius bersama-sama melakukan kunjungan kasih kepada Mbak Greta, putri dari Ibu Agnes, yang baru saja menjalani operasi dan telah diperbolehkan kembali ke rumah untuk menjalani masa pemulihan.

Kunjungan ini merupakan wujud kepedulian dan perhatian umat lingkungan kepada sesama anggota keluarga besar Lingkungan St. Gregorius. Dalam suasana penuh kehangatan dan persaudaraan, umat hadir untuk memberikan dukungan moral, semangat, serta mendoakan Mbak Greta agar proses pemulihannya berjalan lancar.

Puji Tuhan, kondisi Mbak Greta saat ini sudah menunjukkan perkembangan yang baik. Umat yang hadir turut bersyukur atas penyertaan Tuhan selama proses operasi hingga masa pemulihan yang sedang dijalani. Bersama-sama, umat memanjatkan doa agar luka pasca operasi semakin membaik, kesehatan Mbak Greta pulih sepenuhnya, dan ia dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan penuh sukacita dan semangat.

Melalui kunjungan ini, semakin terasa indahnya semangat persaudaraan dan kasih dalam kehidupan menggereja. Kehadiran umat menjadi tanda nyata kepedulian serta dukungan bagi mereka yang sedang mengalami sakit dan membutuhkan penguatan.

Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan kesehatan, kekuatan, dan berkat-Nya kepada Mbak Greta serta seluruh keluarga Ibu Agnes. Kiranya kasih dan kebersamaan yang terjalin dalam Lingkungan St. Gregorius terus bertumbuh dan menjadi kesaksian iman di tengah masyarakat.

Pertemuan BKL ke 4 Lingkungan St. Gregorius – 26 Mei 2026

Pada hari Selasa, 26 Mei 2026, umat Lingkungan St. Gregorius mengadakan Pertemuan Bulan Katekese Liturgi (BKL) ke-4 yang bertempat di rumah Bapak Freddy. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, persaudaraan, dan semangat kebersamaan sebagai keluarga Allah.

Acara diawali dengan lagu pembuka, tanda salib, dan pengantar yang mengajak seluruh umat untuk semakin menyadari bahwa Ekaristi merupakan sumber utama kehidupan iman. Melalui Ekaristi, umat diajak untuk hidup saling mengasihi, saling membantu, serta menghadirkan damai dalam keluarga dan lingkungan sekitar.

Dalam ibadat sabda, umat mendengarkan Bacaan Injil Markus 10:28-31 yang mengisahkan janji Yesus kepada mereka yang setia mengikuti-Nya. Sabda Tuhan tersebut mengingatkan bahwa setiap pengorbanan yang dilakukan demi Kristus dan Injil tidak akan sia-sia, melainkan akan memperoleh berkat dan kehidupan kekal.

Pada sesi renungan dan katekese, umat diajak merefleksikan tema bahwa Ekaristi tidak hanya dirayakan di altar, tetapi harus menghasilkan buah nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ekaristi memberi kekuatan, sukacita, dan damai hati dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Selain itu, Ekaristi juga menggerakkan umat untuk peduli kepada sesama, menjaga kerukunan, membantu yang membutuhkan, serta membangun semangat kebersamaan dalam masyarakat.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan bahan renungan BKL hari ke-22 hingga hari ke-26 secara bergantian, kemudian sharing umat dengan tema: “Apa usulan konkret agar perayaan Ekaristi semakin mengena dan bermakna bagi umat?” Dalam sesi ini, umat berbagi pengalaman, gagasan, dan harapan agar perayaan Ekaristi semakin membantu umat menghayati kehadiran Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Pertemuan ditutup dengan doa umat, doa Bapa Kami, doa penutup, berkat penutup, dan lagu penutup. Melalui pertemuan BKL ke-4 ini, umat Lingkungan St. Gregorius diharapkan semakin mencintai Ekaristi, bertumbuh dalam iman, serta mampu menghadirkan kasih Tuhan dalam keluarga maupun masyarakat.

Semoga semangat yang diperoleh dalam pertemuan ini terus menjadi inspirasi untuk hidup dalam persatuan, pelayanan, dan kasih kepada sesama.

Pertemuan Lingkungan St. Antonius

Pertemuan lingkungan Antonius Padua dilaksanakan pada:
Hari Kamis, 21 Mei 2026 pukul 19.30 WIB di rumah keluarga bapak Arief S. Pertemuan dihadiri oleh kurang lebih 22 orang dan dipimpin oleh bapak Wiwid.
Pertemuan diawali dengan Lagu Pembuka dilanjutkan dengan Rosario dan bacaan singkat materi BKL hari ke-14 sampai hari ke-21.
Adapun pertanyaan dan sharing sebagai berikut :
Bagaimana adorasi ekaristi membantu bapak ibu dalam kehidupan sehari-hari
1.⁠ ⁠Pak Marno : dengan Adorasi merasa lebih tenang dan siap menghadapi segala sesuatu.
2.⁠ ⁠Bu Susi : pada saat adorasi merasakan kehadiran Tuhan dan memberi kekuatan supaya lebih mensyukuri hidup.
Pak Wiwid : kadang-kadang kita perlu menarik diri dan memasuki suasana hening agar kita diberi kekuatan menghadapi hidup.
Pertemuan ditutup dengan Doa Umat, Doa Bapa Kami dan Lagu Penutup.

Doa Bersama Warga Maguwoharjo di GMBA Maguwo Berlangsung Penuh Syukur dan Semangat Toleransi

Maguwoharjo, 30 Mei 2026 – Suasana penuh syukur, kebersamaan, dan semangat toleransi mewarnai kegiatan Doa Bersama Warga Maguwoharjo yang diselenggarakan di Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo pada Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan ini menjadi ungkapan syukur atas peningkatan status Gereja Maria Bunda Allah Maguwo dari Stasi menjadi Paroki Administratif, sebuah tonggak penting dalam perjalanan pelayanan Gereja kepada umat dan masyarakat sekitar.

Acara dihadiri oleh pengurus Dewan Pastoral Stasi GMBA Maguwo, warga Maguwoharjo, Penjabat (Pj) Dukuh Maguwoharjo, perwakilan TNI dan Polri, serta para tokoh dan pemuka agama Islam. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menunjukkan eratnya hubungan persaudaraan dan kerukunan yang telah terjalin di tengah kehidupan masyarakat Maguwoharjo.

Doa bersama berlangsung dengan khidmat dan penuh makna. Seluruh peserta diajak untuk bersyukur atas perkembangan yang telah dicapai GMBA Maguwo sekaligus memohon berkat agar Paroki Administratif Maria Bunda Allah dapat semakin berkembang dalam karya pelayanan, pewartaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Pj Dukuh Maguwoharjo menyampaikan ucapan selamat atas peningkatan status Gereja Maria Bunda Allah Maguwo menjadi Paroki Administratif. Ia berharap kehadiran Gereja dapat terus memberikan kontribusi positif bagi kehidupan sosial dan kemasyarakatan di wilayah Maguwoharjo.

“Kami mengucapkan selamat atas peningkatan status Gereja Maria Bunda Allah menjadi Paroki Administratif. Semoga Gereja semakin maju dan mampu mewujudkan panggilannya sebagai garam dan terang dunia, membawa kebaikan serta menjadi berkat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Momentum ini juga menjadi gambaran nyata kehidupan toleransi antarumat beragama yang tumbuh dan berkembang dengan baik di Maguwoharjo. Kehadiran tokoh agama Islam bersama unsur pemerintah, TNI, dan Polri dalam suasana penuh persaudaraan menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk membangun masyarakat yang harmonis.

Sebagai simbol rasa syukur atas anugerah yang diterima, acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng. Tumpeng yang merupakan lambang syukur tersebut menjadi penanda harapan agar Paroki Administratif Maria Bunda Allah semakin berkembang dan mampu memberikan pelayanan yang semakin baik bagi umat serta masyarakat luas.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah dan pembagian genduri kepada seluruh peserta yang hadir. Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, para tamu saling berbincang, mempererat persaudaraan, serta merayakan sukacita bersama atas perkembangan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Melalui kegiatan doa bersama ini, Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, membangun persaudaraan lintas iman, memperkuat semangat toleransi, serta menjadi tanda kasih dan harapan bagi semua orang.

Melayani dengan Sukacita: Tugas Among Tamu dan Kolekte Lingkungan St. Gabriel

Pada Minggu pagi, 31 Mei, umat Lingkungan St. Gabriel mendapat kesempatan untuk melayani sebagai petugas among tamu dan kolekte dalam Misa Mingguan di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Beberapa hari sebelumnya, para petugas yang terdiri dari remaja, OMK, dan ibu-ibu telah ditunjuk serta dipersiapkan untuk menjalankan tugas pelayanan tersebut. Dengan mengenakan busana bernuansa putih sebagai dress code, para petugas hadir dengan semangat dan sukacita untuk ambil bagian dalam pelayanan liturgi.

Sejak pukul 06.00 WIB, para petugas telah berkumpul dan bersiap di area gereja. Setelah mengenakan samir among tamu, seluruh petugas mengikuti briefing singkat untuk mendapatkan arahan mengenai tugas serta penempatan masing-masing. Dalam suasana penuh kebersamaan, koordinasi dilakukan agar pelayanan dapat berjalan tertib, lancar, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh umat yang hadir.

Saat umat mulai berdatangan, petugas among tamu dengan ramah menyambut kedatangan mereka serta membantu mencarikan tempat duduk yang tersedia. Perhatian khusus diberikan kepada umat lanjut usia dengan mengarahkan mereka ke bangku-bangku bagian depan agar lebih nyaman mengikuti perayaan Ekaristi. Selain itu, petugas juga mengimbau umat untuk terlebih dahulu memenuhi bangku-bangku di dalam gereja sehingga ruang ibadah dapat dimanfaatkan secara optimal dan suasana perayaan tetap tertib.

Memasuki liturgi persembahan hingga setelah komuni, petugas kolekte menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Kantong-kantong kolekte diedarkan kepada umat dan setelah selesai dikumpulkan kembali untuk dimasukkan ke dalam dua wadah kontainer yang telah disiapkan. Seluruh proses dilakukan dengan cermat dan terkoordinasi sehingga berlangsung dengan baik tanpa mengganggu jalannya perayaan.

Usai misa, tugas pelayanan belum berakhir. Para petugas kolekte melanjutkan tanggung jawab dengan menghitung jumlah kantong kolekte yang terkumpul. Setelah proses pendataan selesai, seluruh hasil kolekte kemudian diserahkan kepada bendahara stasi sesuai prosedur yang berlaku.

Pelayanan pada hari itu menjadi wujud nyata keterlibatan umat Lingkungan St. Gabriel dalam kehidupan menggereja. Melalui kerja sama yang baik antara remaja, OMK, dan para ibu, seluruh rangkaian tugas dapat terlaksana dengan lancar. Semangat melayani dengan tulus, disiplin, dan penuh sukacita menjadi cerminan kebersamaan serta komitmen umat dalam mendukung kelancaran perayaan Ekaristi. Semoga pengalaman pelayanan ini semakin mempererat persaudaraan dan menumbuhkan semangat untuk terus ambil bagian dalam karya pelayanan Gereja.

Menapak Jejak Para Perintis: Ziarah dan Doa Menyongsong Paroki Administratif GMBA Maguwo


DPS Maguwo bersama perwakilan unsur umat melaksanakan ziarah ke makam para pendiri dan perintis Gereja Maria Bunda Allah sebagai ungkapan syukur, penghormatan, dan permohonan restu menjelang peresmian GMBA menjadi Paroki Administratif pada 2 Juni 2026.

Sabtu pagi, 30 Mei 2026, Dewan Pengurus Stasi (DPS) Maguwo bersama perwakilan Prodiakon, Orang Muda Katolik (OMK), Remaja Bunda Maria (RBM), Pamdal, perwakilan ibu-ibu stasi, para Ketua Lingkungan (Kaling), dan Ketua Wilayah (Kawil) melaksanakan ziarah ke tiga makam tokoh yang memiliki peran besar dalam sejarah perjalanan Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun GMBA sekaligus ungkapan syukur dan penghormatan kepada para pendahulu yang telah meletakkan dasar bagi tumbuh dan berkembangnya komunitas umat Katolik di Maguwo. Ziarah ini juga menjadi momen untuk memohon restu dan doa para leluhur pendiri gereja menjelang peristiwa bersejarah, yakni pada tanggal 2 Juni 2026 Gereja Maria Bunda Allah Maguwo resmi menjadi Paroki Administratif.

Perjalanan dimulai pukul 08.00 WIB dari Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Seakan turut mengiringi dan merestui perjalanan para peziarah, semesta menghadirkan cuaca yang begitu bersahabat. Langit tampak mendung namun tanpa hujan, udara terasa sejuk, dan angin berembus lembut sepanjang perjalanan. Suasana yang teduh tersebut menambah kekhusyukan dan kebersamaan dalam setiap perhentian ziarah.

Tujuan pertama adalah makam Bapak Lazarus Djayeng Adisubroto beserta istri yang berada di wilayah Pokoh. Beliau merupakan sosok yang memiliki jasa besar dalam perjalanan awal berdirinya Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Dengan kemurahan hati dan kepedulian yang luar biasa, beliau berkenan menjual tanahnya dengan harga yang sangat terjangkau sehingga dapat digunakan untuk pembangunan gereja yang kini menjadi pusat kehidupan iman umat Katolik di Maguwo.

Di lokasi makam, rombongan disambut hangat oleh salah satu keturunan beliau, Ibu Munarti, yang juga aktif melayani sebagai katekis di GMBA. Kehadiran beliau menjadi pengingat bahwa semangat pelayanan yang diwariskan oleh keluarga besar Bapak Lazarus Djayeng Adisubroto terus hidup dan berkembang hingga saat ini. Dalam suasana doa dan penghormatan, umat mengenang ketulusan serta pengorbanan beliau yang telah menjadi salah satu fondasi berdirinya Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju makam Bapak Paulus Yadi Wiyono di wilayah Modinan. Beliau dikenal sebagai tokoh yang memiliki perhatian besar terhadap pembinaan dan pemberdayaan kaum muda dalam kehidupan menggereja. Dengan semangat dan dedikasinya, beliau mendorong generasi muda untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pelayanan dan pengembangan Gereja.

Di makam ini, rombongan juga diterima dengan hangat oleh ahli waris dan keluarga besar Bapak Paulus Yadi Wiyono. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk mengenang kembali perjuangan dan semangat beliau dalam membangun keterlibatan kaum muda sebagai generasi penerus Gereja. Warisan nilai yang beliau tinggalkan terus menjadi inspirasi bagi OMK dan generasi muda GMBA untuk terus berkarya, melayani, dan bertumbuh dalam iman.

Ziarah kemudian berlanjut ke tujuan terakhir, yaitu makam Bapak Yohanes Berchmans Kandari. Beliau dikenal sebagai tokoh yang memprakarsai pembentukan paguyuban umat Katolik yang bermukim di wilayah Kelurahan Maguwoharjo. Berkat inisiatif dan semangat persaudaraan yang beliau bangun, umat Katolik yang tersebar di berbagai wilayah dapat dipersatukan dalam sebuah komunitas yang saling mendukung dan menguatkan dalam kehidupan beriman.

Di lokasi makam, rombongan disambut oleh ahli waris dan keluarga besar Bapak Yohanes Berchmans Kandari yang hingga saat ini masih aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pelayanan di GMBA. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa semangat pelayanan dan kebersamaan yang diwariskan oleh Bapak Yohanes Berchmans Kandari terus berlanjut dari generasi ke generasi. Dari benih-benih persaudaraan yang beliau tanam, tumbuhlah komunitas umat yang semakin berkembang hingga akhirnya mengantarkan GMBA memasuki babak baru sebagai Paroki Administratif.

Melalui ziarah ini, umat diajak untuk mengenang dan meneladani tiga nilai luhur yang diwariskan para tokoh tersebut. Dari Bapak Lazarus Djayeng Adisubroto, kita belajar tentang ketulusan dan pengorbanan demi perkembangan Gereja. Dari Bapak Paulus Yadi Wiyono, kita belajar tentang pentingnya membina generasi muda sebagai harapan masa depan Gereja. Sedangkan dari Bapak Yohanes Berchmans Kandari, kita belajar tentang semangat persatuan dan kebersamaan dalam membangun komunitas umat yang kokoh dan penuh kasih.

Semoga perjalanan ziarah ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada para pendahulu, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh umat untuk melanjutkan semangat, karya, dan pengabdian yang telah mereka wariskan. Menjelang perubahan status menjadi Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo, kiranya seluruh umat semakin dipersatukan dalam iman, semakin bersemangat dalam pelayanan, serta semakin siap menjawab panggilan untuk menjadi Gereja yang hidup, bertumbuh, dan membawa berkat bagi sesama.

Semoga Tuhan senantiasa memberkati perjalanan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Dan semoga jasa, keteladanan, serta pengorbanan para pendiri dan perintis gereja ini senantiasa dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang dalam membangun Gereja yang semakin dewasa, mandiri, dan berakar kuat dalam kasih Kristus.

Rekoleksi Bersama Legio Mariae Presidium Bunda Penolong Abadi “Inilah Ibumu” di Gereja Maria Bunda Allah


Menemukan Kembali Semangat Pelayanan Melalui Rekoleksi Bersama Legio Mariae Presidium Bunda Penolong Abadi

Meninggalkan sejenak rutinitas harian untuk masuk dalam keheningan doa dan kebersamaan selalu menjadi momen yang mendamaikan jiwa. Hal inilah yang dialami oleh para anggota Legio Mariae Presidium Bunda Penolong Abadi dalam kegiatan Rekoleksi Bersama yang mengusung tema “Inilah Ibumu”, bertempat di Gereja Maria Bunda Allah.

Melalui bimbingan spiritual dari Romo Susanto Pr, seluruh peserta diajak untuk kembali menengok ke dalam hati, memperdalam iman, dan menyalakan kembali api semangat pelayanan dalam kehidupan sehari-hari.


Mendekatkan Diri kepada Yesus Bersama Bunda Maria

Tema “Inilah Ibumu” menjadi sebuah undangan spiritual yang mendalam bagi seluruh legioner. Seperti sabda Yesus dari atas kayu salib, kita diingatkan kembali akan peran keibuan Bunda Maria yang selalu siap menyertai perjalanan iman kita.

Dalam sesi rekoleksi, Romo Susanto Pr mengajak para peserta untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yesus melalui perantaraan Bunda Maria (Per Mariam ad Jesum). Bunda Maria bukan hanya sekadar teladan, tetapi juga seorang Ibu yang senantiasa menuntun setiap langkah pelayanan kita agar selalu terarah pada kehendak Allah.


Momen Refleksi dalam Doa dan Kebersamaan

Di tengah suasana doa yang khusyuk dan balutan kebersamaan yang erat, kegiatan ini menjadi ruang refleksi yang begitu indah. Melalui untaian doa dan bimbingan yang diberikan, para peserta diajak untuk:

  • Mengevaluasi Diri: Merenungkan kembali kualitas pelayanan dan motivasi hati yang telah diberikan selama ini.
  • Meneguhkan Panggilan: Kembali menyadari dan memantapkan komitmen sebagai pribadi yang setia dalam pelayanan dan kasih, tanpa pamrih.
  • Saling Menguatkan: Mempererat tali persaudaraan antaranggota presidium agar semakin solid dalam menjalankan tugas-tugas kerasulan.

Suasana sakral namun penuh kehangatan ini berhasil membawa kesegaran baru bagi rohani setiap peserta yang hadir.


Bertumbuh dan Berbuah dalam Kehidupan Menggereja

Rekoleksi bukanlah akhir dari sebuah kegiatan, melainkan titik awal dari perutusan yang baru. Harapan besar terpancar dari penutupan rangkaian kegiatan rekoleksi ini.

Semoga melalui rekoleksi bersama Romo Susanto Pr ini, iman dan semangat pelayanan seluruh peserta Presidium Bunda Penolong Abadi semakin bertumbuh subur dan berbuah nyata dalam kehidupan menggereja. Mari kita bawa sukacita dan semangat “Fiat” (Aku ini hamba Tuhan) penyerahan diri Bunda Maria ke dalam keluarga, lingkungan, dan paroki kita.

Ave Maria!


More Photos and video :

https://drive.google.com/drive/folders/1FQ4_8mY4D3ViHvrZd4HRCgSsEjB2OcEX

Pertemuan BKL Ke 3 Lingkungan St. Gregorius Kadisoka – Ekaristi sebagai Sumber Kehidupan Iman – 21 Mei 2026

Pertemuan Bulan Katekese Liturgi (BKL) ke-3 Lingkungan St. Gregorius Kadisoka berlangsung dengan penuh sukacita dan kebersamaan di rumah Ibu Yarnidus. Dalam suasana doa dan persaudaraan, umat diajak semakin menyadari bahwa Ekaristi merupakan sumber utama kehidupan iman yang menguatkan dan menuntun perjalanan hidup sehari-hari.

Pertemuan diawali dengan tanda salib dan salam pembuka yang dipimpin oleh pemimpin ibadat. Dalam pengantar, umat diajak memahami tema Bulan Katekese Liturgi tahun ini, yaitu bagaimana Ekaristi tidak hanya menjadi rutinitas mingguan, tetapi sungguh menjadi perjumpaan pribadi dengan Yesus Kristus yang mengubah hidup.

Keuskupan Agung Semarang mengajak seluruh umat menjadi Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan. Semangat tersebut tumbuh melalui pengalaman akan kasih Tuhan dalam Perayaan Ekaristi. Dari altar Tuhan, umat diutus membawa damai, kasih, dan semangat pelayanan di tengah keluarga maupun masyarakat.

Dalam doa tobat, seluruh umat bersama-sama mengakui dosa dan kelemahan di hadapan Allah, memohon pengampunan agar semakin layak mengikuti pertemuan iman ini.

Doa pembuka kemudian dipanjatkan dengan penuh harapan agar Tuhan senantiasa membimbing seluruh keluarga di Lingkungan St. Gregorius Kadisoka untuk hidup dalam persatuan, kasih, dan semangat pelayanan. Secara khusus didoakan pula anak-anak, kaum muda, orang tua, dan seluruh umat agar semakin setia menghayati Ekaristi dalam kehidupan sehari-hari.

Sabda Tuhan yang diambil dari Injil Yohanes 17:20-26 mengingatkan umat tentang doa Yesus agar semua murid-Nya hidup dalam persatuan. Yesus menghendaki agar kasih Allah tinggal di dalam setiap orang percaya sehingga mereka mampu menjadi saksi kasih Tuhan di dunia.

Dalam sesi renungan dan katekese, umat diajak merenungkan makna Ekaristi secara lebih mendalam. Sering kali misa hanya dijalani sebagai kebiasaan, padahal dalam Ekaristi umat sungguh berjumpa dengan Kristus yang hadir melalui Sabda dan Tubuh-Nya. Pertemuan dengan Tuhan seharusnya membawa perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Renungan menekankan bahwa buah Ekaristi harus tampak dalam sikap hidup umat, seperti:

semakin sabar dan saling mengasihi dalam keluarga,
peduli terhadap sesama di lingkungan,
jujur dan bertanggung jawab dalam pekerjaan,
serta membawa damai dan persaudaraan di tengah masyarakat.

Umat juga diajak berefleksi melalui pertanyaan:
“Apakah Ekaristi membuat hidup saya semakin baik?”
“Apakah saya membawa kasih Tuhan kepada sesama?”
“Apakah kehadiran saya menjadi berkat bagi lingkungan sekitar?”

Setelah renungan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan bahan BKL hari ke-16 hingga hari ke-21 secara bergantian oleh umat. Suasana sharing berlangsung hangat dan penuh keterbukaan. Dalam sharing umat dengan tema “Apa yang membuat perayaan Ekaristi terasa hidup dan bermakna bagi saya?”, banyak umat membagikan pengalaman iman mereka.

Pertemuan BKL ke-3 ini menjadi kesempatan berharga bagi umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka untuk semakin mencintai Ekaristi dan menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kebersamaan, doa, dan pendalaman iman, umat diingatkan bahwa setelah misa selesai, tugas sebagai murid Kristus justru dimulai: membawa sukacita, harapan, dan kasih Tuhan kepada dunia.

Semoga semangat Ekaristi terus hidup dalam keluarga-keluarga umat dan menjadikan Lingkungan St. Gregorius Kadisoka semakin bertumbuh sebagai komunitas yang rukun, penuh kasih, dan menjadi berkat bagi sesama. Amin.