Ibadat Sabda Lingkungan St. Antonius Padua Sembego

Kamis, 22 Januari 2026
Pemandu Ibadat          : Bapak Murdiyana
Bacaan Injil                   : Markus 3 : 7–12
Tema                             : “Diselamatkan oleh Belas Kasih”

Tempat                          : Rumah Bapak Puspito

Umat yang hadir          : 20 0rang

Dalam ibadat sabda lingkungan yang dilaksanakan pada hari Kamis, Bapak Murdiyana menyampaikan renungan berdasarkan bacaan Injil Markus 3:7–12 dengan tema “Diselamatkan oleh Belas Kasih”.

Renungan diawali dengan penjelasan singkat mengenai situasi dalam Injil, di mana Yesus diikuti oleh banyak orang dari berbagai daerah. Mereka datang dengan berbagai latar belakang dan persoalan hidup, terutama karena mereka percaya bahwa Yesus memiliki kuasa untuk menyembuhkan dan membebaskan dari penderitaan.

Bapak Murdiyana menekankan bahwa dalam perikop ini, Yesus tidak hanya tampil sebagai pengajar, tetapi sebagai pribadi yang penuh belas kasih, yang mau mendekati orang-orang sakit, lemah, dan terpinggirkan. Banyak orang yang sakit berdesakan ingin menyentuh Yesus, dan mereka yang kerasukan roh jahat pun disembuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa keselamatan yang diberikan Yesus lahir dari belas kasih Allah, bukan karena jasa atau kelayakan manusia.

Iman sejati bukan sekadar pengakuan di bibir bahwa Yesus adalah Tuhan, melainkan wujud ketaatan dan kasih melalui teladan perbuatan nyata dalam kehidupan sehari-hari. 

Kita diundang untuk membangun relasi pribadi yang mendalam dengan Yesus sebagai Tuhan dan Sahabat, bukan sekadar datang untuk memanfaatkan kuasa-Nya demi kepentingan egois semata. 

Melalui kesabaran, kejujuran, dan pengampunan, kita dipanggil menjadi murid Kristus yang sungguh-sungguh mengenal dan mengikuti-Nya hingga akhir, membawa terang kasih-Nya melalui kesaksian hidup yang tenang namun mendalam.

Menurut teman-teman, tantangan terbesar apa yang sering kita hadapi dalam menunjukkan kasih Yesus melalui perbuatan nyata?

Renungan ditutup dengan ajakan agar umat Lingkungan St. Antonius Padua Maguwo semakin menjadi komunitas yang menghadirkan kasih, penerimaan, dan pengharapan bagi siapa pun yang membutuhkan.

https://youtu.be/_mjLTRmXzUc

Agenda Kegiatan Doa Lingkungan Santa Monica dan Pelayanan Koor di GMBA

Lingkungan Santa Monica kembali mengadakan kegiatan rohani yang penuh makna pada Kamis, 22 Januari 2026, bertempat di rumah Bapak Andre, mulai pukul 19.00 WIB. Kegiatan diawali dengan doa lingkungan yang diikuti oleh sekitar 30 umat.

Dalam doa bersama tersebut, umat diajak merenungkan kisah Saul yang dipenuhi rasa benci dan iri terhadap Daud. Kisah ini menjadi pengingat bagi seluruh umat akan bahaya perasaan negatif yang dapat merusak relasi, baik dengan sesama maupun dengan Tuhan. Melalui renungan yang dibagikan, umat diajak untuk belajar menanggapi setiap peristiwa, termasuk berita yang kita dengar atau baca, dengan sikap yang positif, tidak terburu-buru berprasangka atau terjebak dalam pikiran negatif. Sikap iman yang dewasa diharapkan mampu menghadirkan damai dan pengharapan di tengah kehidupan sehari-hari.

Setelah doa lingkungan, kegiatan dilanjutkan dengan latihan koor sebagai persiapan pelayanan liturgi. Latihan berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan, mencerminkan komitmen umat Lingkungan Santa Monica dalam melayani Tuhan melalui pujian dan nyanyian.

Pelayanan koor tersebut kemudian dilaksanakan pada Minggu pagi dalam Perayaan Ekaristi pukul 07.00 WIB di Gereja Maguwo – Bunda Allah. Para umat yang bertugas telah berkumpul sejak pukul 06.30 WIB untuk melakukan persiapan. Berkat kerja sama dan kesiapan seluruh petugas, Misa berjalan dengan lancar dan sukses, serta membantu umat semakin khusyuk dalam mengikuti perayaan Ekaristi.

Semoga melalui kegiatan doa lingkungan dan pelayanan koor ini, iman umat semakin diteguhkan dan semangat kebersamaan dalam melayani Tuhan dan Gereja terus bertumbuh.

Bersatu dalam Iman: Sembayangan & Pertemuan PWK Lingkungan St Gabriel

Pada Kamis, 22 Januari 2026, Lingkungan St. Gabriel menyelenggarakan sembayangan rutin sekaligus pertemuan PWK (Paguyuban Warga Katolik) di rumah keluarga Ibu Watik. Acara dimulai pukul 19.00 WIB dan dihadiri oleh 30 umat, terdiri dari orang tua, OMK, remaja, dan anak-anak. Kegiatan dipimpin oleh Ibu Rina, Ibu Jumadi, dan Sdri. Valen, berjalan dengan tertib dan khidmat.

Pertemuan diawali dengan pembayaran arisan dan iuran wajib, termasuk prolenan, APBU, Caos Dahar Romo, dan GKH Pendidikan. Setelah semua administrasi selesai, acara dilanjutkan dengan doa sembayangan, yang diikuti oleh seluruh umat dengan penuh khidmat, menciptakan suasana rohani yang hangat dan khusyuk.

Setelah doa, kegiatan berlanjut dengan laporan dari masing-masing seksi, yang menyampaikan perkembangan program dan kegiatan yang sedang berlangsung. Dilanjutkan dengan pengumuman lingkungan, memberikan informasi penting dan menguatkan koordinasi antarumat. Sembari mendengarkan pengumuman, umat menikmati snack dan minuman yang disediakan oleh tuan rumah, menciptakan momen kebersamaan yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Acara resmi ditutup pukul 20.30 WIB. Keseluruhan kegiatan berlangsung dengan lancar, menunjukkan antusiasme umat dari berbagai kelompok usia. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga mempererat persaudaraan, meningkatkan koordinasi, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam komunitas Lingkungan St. Gabriel.

Sembayangan Perdana, Serah Terima Pengurus Lingkungan St. Gabriel, dan Sosialisasi Pembangunan Gereja GMBA Maguwo

Kamis, 8 Januari 2026, Lingkungan St. Gabriel mengawali tahun baru dengan sembayangan perdana di rumah Bapak Thobias, dimulai pukul 19.00 WIB. Sekitar 30 umat hadir, terdiri dari orang tua, remaja, dan anak-anak. Sembayangan dipimpin oleh Bapak Paul, Bapak Simbolon dan Sdr. Diego, berlangsung dalam suasana khidmat. Kegiatan ini menjadi momen doa bersama untuk memohon berkat di tahun baru serta mempererat kebersamaan umat Lingkungan St. Gabriel.

Setelah selesai doa, acara dilanjutkan dengan serah terima kepengurusan dari Ketua Lingkungan lama, Bapak Philipus Soejiwa Prasaja, kepada Ketua Lingkungan baru, Bapak Paulus Haryoko. Serah terima dilakukan melalui penandatanganan berita acara, penyerahan laporan keuangan, dan penyerahan cap lingkungan, sebagai simbol tanggung jawab resmi kepengurusan baru.

Dalam kesempatan itu, Ketua Lingkungan lama, Bapak Philipus Soejiwa Prasaja, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh umat atas kerja sama dan dukungan selama masa kepengurusannya. Beliau juga memohon maaf apabila selama pelayanan terdapat hal-hal yang kurang berkenan atau kesalahan yang dilakukan.

Selanjutnya, pertemuan dilanjutkan dengan sosialisasi pembangunan Gereja GMBA Maguwo, yang dipaparkan dengan rinci dan jelas oleh Bapak Andre dan Bapak Pangat. Umat diajak untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan gereja, karena gereja adalah milik bersama dan untuk masa depan anak cucu kita. Partisipasi dapat dilakukan melalui pembelian kupon atau sumbangan pribadi, dengan harga kupon Rp20.000 per lembar. Selain itu, setiap tiga bulan akan diadakan undian kupon sebagai bentuk apresiasi bagi umat yang berpartisipasi.

Kegiatan awal tahun ini menjadi momen penting untuk mempererat kebersamaan umat, memperkuat komitmen pengurus baru, dan mendukung pembangunan Gereja GMBA Maguwo demi keberlanjutan pelayanan dan iman umat Lingkungan St. Gabriel.

Perayaan Natal Lingkungan Santo Antonius Maguwo Berlangsung Meriah dan Penuh Sukacita

Maguwo, 16 Januari 2026 — Perayaan Natal Lingkungan Santo Antonius Maguwo yang diselenggarakan pada Jumat siang, 16 Januari 2026 di wisma Anugerah Kaliurang, berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh sukacita. Kegiatan yang diikuti oleh umat lingkungan ini menjadi momentum kebersamaan sekaligus perwujudan syukur atas kelahiran Yesus Kristus.

Acara dimulai pukul 09.30 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara. Suasana semakin hangat saat sesi ice breaking melalui lagu “Yesus Pokok dan Kita Carang-Nya” yang dibawakan oleh Bapak Arief Subyantoro, mengajak seluruh umat untuk terlibat aktif sejak awal acara.

Rangkaian ibadah Perayaan Natal dipimpin oleh Bapak Murdiyono pada pukul 09.50 WIB. Ibadah berlangsung dengan khidmat dan sederhana, diakhiri dengan lagu penutup “Gembala Pergi Cepat-cepat” versi Jawa yang kembali dibawakan oleh Bapak Arief. Lagu tersebut menambah nuansa lokal sekaligus memperdalam makna perayaan Natal.

Selanjutnya Ketua Lingkungan menyampaikan ungkapan syukur serta terima kasih kepada seluruh umat yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya acara. Bapak Indarto selaku Ketua Lingkungan menekankan pentingnya kebersamaan dan semangat pelayanan dalam kehidupan meng-gereja di lingkungan.

Kemeriahan acara berlanjut dengan penampilan drama teatrikal berjudul “Kado di Ujung Keluh” yang dibawakan oleh Andreas, Lia, Bagus dan Veraika dimana dalam teatrikal tersebut menyiratkan pesan bahwa di jaman yang serba sulit, penuh tekanan dan penuh perjuangan ini, sebagai umat yang beriman perlu untuk terus bersyukur daripada “sambat wae”. Kemudian drama teatrikal dilanjutkan dengan flash dance. Penampilan ini mendapat sambutan antusias dari umat karena menyampaikan pesan Natal secara kreatif dan menyentuh. Berbagai permainan interaktif seperti “Tebak Gambar” dan “Kata Berangkai” turut memeriahkan suasana dan melibatkan umat lintas usia.

Selain hiburan, acara juga diisi dengan sosialisasi pembangunan Gereja Stasi yang dibawakan oleh tim Pembangunan GMBA sebagai bentuk transparansi dan ajakan partisipasi umat dalam mendukung karya pelayanan gereja ke depan.

Setelah istirahat makan siang, acara dilanjutkan dengan sesi karaoke yang semakin mempererat keakraban antarumat. Rangkaian kegiatan ditutup pada pukul 13.30 WIB dengan suasana penuh kegembiraan dan rasa syukur.Perayaan Natal Lingkungan Santo Antonius Maguwo tahun ini tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga wadah untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat saling melayani di tengah umat. (aphs)

Merawat Kebersamaan, Meneruskan Pelayanan

Serah Terima Kepengurusan, Sosialisasi Pembangunan di Lingkungan St. Fransiskus Asisi

Pada Kamis malam, 15 Januari 2026, umat Lingkungan St. Fransiskus Asisi kembali berkumpul dalam suasana penuh kehangatan di kediaman Bapak Paulus Prasetyo, “Joglo Prasetyan”, Meguwo. Pertemuan ini menjadi lebih dari sekadar doa rutin lingkungan, malam itu juga menjadi momen penting estafet pelayanan melalui serah terima kepengurusan lingkungan.

Doa bersama dipimpin oleh Bapak Rusdiyanto, dilanjutkan dengan prosesi serah terima pengurus periode 2023–2025 kepada pengurus baru periode 2026–2028. Dalam sambutannya, Bapak Jondit selaku Ketua Lingkungan periode sebelumnya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan seluruh umat selama masa pelayanannya. Beliau mengungkapkan bahwa berbagai tugas dan tanggung jawab dapat diselesaikan dengan baik berkat kebersamaan dan partisipasi umat. Dengan penuh kerendahan hati, Bapak Jondit juga menyatakan dukungan dan harapan terbaik bagi pengurus baru yang akan melanjutkan pelayanan.

Sebagai simbol tanggung jawab dan transparansi, Bapak Jondit menyerahkan laporan keuangan, laporan inventaris, berkas-berkas administrasi lingkungan, serta cap lingkungan kepada Ketua Lingkungan terpilih periode 2026–2028.

Sebagai ungkapan terima kasih dan apresiasi, umat Lingkungan St. Fransiskus Asisi yang diwakili oleh Bapak dan Ibu Felix menyerahkan kenang-kenangan berupa gambar karikatur berbingkai kepada Bapak dan Ibu Jondit. Sebuah hadiah sederhana namun sarat makna, sebagai tanda kasih dan penghargaan atas dedikasi yang telah diberikan. Doa dan harapan pun dipanjatkan agar keluarga Bapak dan Ibu Jondit beserta keluarga senantiasa dilimpahi kebahagiaan dan berkat Tuhan.

Memasuki periode kepengurusan yang baru, umat berharap agar pengurus Lingkungan St. Fransiskus Asisi dapat melanjutkan nilai-nilai baik yang telah diteladankan, serta membawa lingkungan semakin maju, guyub, dan erat dalam semangat persaudaraan serta pelayanan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi rencana pembangunan Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) yang disampaikan oleh Tim Panitia Pembangunan, diwakili oleh Bapak Ande, Bapak Pangat, dan Bapak Danang. Panitia memaparkan latar belakang serta garis besar rencana pembangunan gereja yang diharapkan dapat memasuki tahap pertama pada Juni 2026. Pembangunan ini diharapkan menjadi langkah penyempurnaan sarana gereja demi menunjang kehidupan iman umat nantinya.

Sebagai bentuk partisipasi umat, panitia memperkenalkan program penjualan Kupon Kemurahan Hati seharga Rp20.000 per kupon. Seluruh umat diajak untuk terlibat aktif, dimulai dari kontribusi paling sederhana. Dalam sesi ini, umat juga menyampaikan berbagai tanggapan dan pertanyaan, di antaranya terkait pengembangan lahan parkir yang saat ini terbatas serta kemungkinan kontribusi dalam bentuk non-tunai seperti material bangunan. Diskusi berlangsung terbuka, hangat, dan menunjukkan antusiasme serta dukungan penuh umat terhadap rencana pembangunan GMBA.

Menjelang akhir pertemuan, Ketua Lingkungan yang baru menyampaikan pengumuman terkait tugas-tugas terdekat. Acara resmi kemudian ditutup, namun kehangatan kebersamaan masih terasa. Sejumlah umat tetap tinggal, melanjutkan obrolan ringan dan berbagi cerita dalam suasana santai dan penuh keakraban, sebuah potret sederhana namun bermakna dari hidup menggereja yang tumbuh dalam kebersamaan.

Pertemuan perdana tahun 2026 umat lingkungan St. Antonius Padua

Pertemuan umat lingkungan St. Antonius Padua diawali dg ibadat dipimpin oleh bpk. Martinus Bagus Wicaksono. Ibadat dilaksanakan di rumah. Bpk. Djumingan, dihadiri kurang lebih 20 orang. Ibadat dimulai pkl. 19.30, dan kemudian dilanjutkan dengan pengumuman-pengumuman dari ketua lingkungan.

Pertemuan berakhir kurang lebih pukul. 21.00 wib.

Pertemuan Adven ke-3 lingkungan Antonius

Pertemuan dimulai pkl. 19.30 wib di rumah bpk. Totok. Pertemuan dihadiri kurang lebih 25 orang umat. Dipandu oleh pak Arief, pak Rusiawan, bu Bagus, pak Wiwid dan pak Andreas. Pertemuan diramaikan dengan menyusun puzzle secara bergantian hingga membentuk suatu gambar utuh.

Doa Adven IV Ibadat Keluarga Kudus Lingkungan Petrus: Bersama-sama Menghadirkan Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan


Dalam rangka menyambut Hari Raya Natal, umat Lingkungan Santo Petrus mengadakan Doa Adven IV Ibadat Keluarga Kudus dengan tema “Bersama-sama Menghadirkan Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan”. Ibadat ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Desember 2025, pukul 19.00 WIB, bertempat di rumah Mba Rosita. Kegiatan doa dihadiri oleh 13 orang umat dan dipimpin oleh Pastor Jona Joakhim Pinem.

Ibadat berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan kehangatan keluarga. Dalam suasana Adven IV yang semakin mendekatkan umat pada perayaan kelahiran Yesus Kristus, umat diajak untuk merenungkan makna kehadiran Keluarga Kudus sebagai teladan hidup beriman. Doa, lagu-lagu Adven, serta bacaan Kitab Suci membantu umat untuk semakin membuka hati dalam menyambut Sang Juruselamat.

Dalam homilinya, Pastor Jona Joakhim Pinem mengajak seluruh umat untuk meneladani Keluarga Kudus Nazaret—Yesus, Maria, dan Yosef—yang hidup dalam kesederhanaan, ketaatan, kasih, dan saling mendukung. Pastor menekankan bahwa keluarga adalah Gereja kecil (Ecclesia Domestica) yang menjadi tempat pertama iman ditumbuhkan. Dari keluarga yang penuh kasih dan iman, akan lahir Gereja yang bahagia, mampu menginspirasi sesama, serta membawa kesejahteraan bagi lingkungan sekitar.

Melalui doa Adven IV ini, umat diingatkan bahwa menghadirkan Gereja tidak harus selalu melalui hal-hal besar, tetapi dapat dimulai dari kehidupan keluarga sehari-hari: saling mendengarkan, mengampuni, berbagi, dan peduli terhadap sesama. Dengan semangat kebersamaan dan teladan Keluarga Kudus, umat diharapkan semakin siap menyambut Natal dengan hati yang penuh damai dan sukacita.

Ibadat ditutup dengan doa penutup dan kebersamaan sederhana yang semakin mempererat tali persaudaraan antarumat. Semoga semangat Adven IV ini terus hidup dalam keluarga dan lingkungan, sehingga Gereja sungguh hadir sebagai sumber kebahagiaan, inspirasi, dan kesejahteraan bagi semua.

Doa Adven III Lingkungan Santo Petrus : “Menjadi Gereja yang Menyejahterakan”

Doa Adven III Lingkungan Santo Petrus dilaksanakan pada Selasa, 9 Desember 2025, pukul 19.00 WIB, bertempat di rumah Mba Lely. Ibadat ini dipimpin oleh Ibu Mulyadi dan dihadiri oleh 15 umat yang mengikuti dengan penuh keakraban dan sukacita.

Dengan tema “Menjadi Gereja yang Menyejahterakan”, suasana doa diisi dengan renungan mengenai panggilan Gereja untuk menghadirkan kesejahteraan yang nyata bagi sesama. Bukan hanya kesejahteraan lahiriah, tetapi juga kesejahteraan batin, kasih, perhatian, dan kepedulian.

Salah satu bagian paling menarik dalam acara ini adalah permainan menyusun puzzle gambar yang disiapkan sebagai sarana refleksi. Setiap umat diberikan beberapa potongan puzzle yang tampaknya sederhana, namun menyimpan makna mendalam.

Permainan ini ingin menggambarkan bahwa kesejahteraan sejati adalah hasil dari upaya bersama. Sama seperti puzzle, tanpa satu bagian pun, gambar tidak akan pernah menjadi lengkap. Begitu pula dalam kehidupan komunitas: satu orang yang terabaikan akan membuat gambaran kesejahteraan menjadi tidak utuh.

Setiap potongan puzzle melambangkan setiap pribadi dalam masyarakat, masing-masing dengan keunikan, kebutuhan, dan peran penting yang tidak dapat digantikan. Menjadi Gereja yang menyejahterakan berarti kita tidak hanya fokus pada diri sendiri, tetapi aktif mencari, memperhatikan, dan merangkul mereka yang “hilang” atau “tersembunyi”—mereka yang mungkin tersisihkan, lemah, atau membutuhkan uluran tangan.

Ketika semua potongan puzzle tersusun dengan baik, tampaklah sebuah gambar yang indah dan sempurna. Hal ini menjadi simbol bahwa sebuah komunitas yang sejahtera adalah komunitas di mana setiap orang merasa dihargai, diakui, dan memiliki tempat. Tidak ada yang tersisih, dan semua berperan dalam membangun kebahagiaan bersama.

Doa Adven III ini menjadi momen berharga bagi umat Lingkungan Santo Petrus untuk meneguhkan komitmen sebagai Gereja yang hidup bagi sesama—menghadirkan kesejahteraan, bukan hanya dalam kata-kata, tetapi melalui tindakan nyata dan kepedulian setiap hari. Dengan semangat Adven, umat diajak terus mempersiapkan diri menyambut Kristus Sang Damai yang datang membawa harapan dan kesejahteraan bagi seluruh dunia.