Pertemuan APP Ketiga YP: Belajar Peduli dari Kisah Lazarus

Umat Lingkungan Yohanes Pembaptis kembali melaksanakan pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) yang ketiga pada Kamis, 5 Maret 2026 pukul 19.00 WIB. Pertemuan ini dihadiri oleh 35 umat yang datang dari berbagai kalangan usia, mulai dari OMK hingga para lansia. Kehadiran umat yang cukup banyak menunjukkan antusiasme dan semangat kebersamaan dalam mendalami makna APP tahun ini.

Pertemuan kali ini mengangkat tema “Meninggalkan Sikap Ketidakpedulian, Mengembangkan Tanggung Jawab Sosial.” Melalui tema tersebut, umat diajak untuk semakin peka terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan perhatian dan bantuan.

Dalam sesi pendalaman, umat diajak merefleksikan kisah Lazarus dan orang kaya. Kisah tersebut mengingatkan akan pentingnya kepedulian dan kasih kepada sesama. Lazarus yang miskin dan menderita menunggu di depan pintu berharap mendapat perhatian dan uluran tangan. Sebaliknya, orang kaya yang mengetahui kondisi Lazarus justru bersikap acuh tak acuh, meskipun ia memiliki banyak sumber daya untuk membantu.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa sebagai umat Katolik, kita dipanggil untuk menjadi tangan Tuhan yang penuh kasih bagi sesama, terutama bagi mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, difabel, sakit, dan sering kali terlupakan. Pelayanan kepada sesama bukan hanya dalam bentuk bantuan materi, tetapi juga melalui perhatian, kepedulian, serta penghargaan terhadap martabat manusia.

Umat juga diajak menyadari bahwa segala sumber daya yang dimiliki sesungguhnya merupakan titipan Tuhan yang dapat digunakan untuk memberkati sesama. Pengetahuan, relasi, serta kemampuan yang dimiliki masing-masing orang dapat menjadi sarana untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Melalui diskusi bersama, umat merefleksikan beberapa pertanyaan penting, seperti apakah masih ada “Lazarus-Lazarus” di sekitar kita, sumber daya apa yang dimiliki lingkungan untuk membantu mereka, serta peluang bantuan apa saja yang dapat dimanfaatkan, baik dari Gereja maupun dari pemerintah.

Pertemuan APP ketiga ini diharapkan semakin menumbuhkan kesadaran umat untuk tidak bersikap acuh tak acuh terhadap sesama. Sebaliknya, umat diajak untuk mengembangkan tanggung jawab sosial sebagai wujud nyata iman yang hidup dalam tindakan kasih.

Semoga melalui pertemuan ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis semakin tergerak untuk peka terhadap kebutuhan sesama dan menjadi berkat bagi lingkungan sekitar.

Pertemuan APP ke-2 Lingkungan St. Antonius Maguwo

Tanggal : 26 Februari 2026

Tempat : Rumah Bp Rusiawan

Pemandu : Bp Rusiawan, Ibu Bagus, Ibu Nelly

Jumlah Peserta : 21 orang

Pertemuan kedua Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 dilaksanakan dengan mengangkat tema “Potensi Dana Sosial Gereja: Fungsi dan Sifatnya”. Dalam semangat tema besar “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera”, umat diajak untuk semakin memahami bahwa Gereja tidak hanya hadir melalui pewartaan dan doa, tetapi juga melalui pengelolaan dana sosial yang bertanggung jawab, tepat sasaran, dan berkesinambungan. Pertemuan diawali dengan doa dan nyanyian pembuka dari MB 378 “Tuhan Dikau Naungan Hidupku”, yang menyiapkan hati umat untuk masuk dalam pendalaman iman dan kepedulian sosial.

Melalui pengantar dan pendalaman materi, umat diajak mengenal berbagai potensi dana sosial Gereja yang dikelola di tingkat paroki dan keuskupan, seperti Dana APP, Dana Papa Miskin (Danpamis), Dana Pendidikan Paroki, dan dana solidaritas lainnya. Ditekankan bahwa dana sosial Gereja memiliki fungsi utama untuk menghadirkan kesejahteraan umat, terutama mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel. Dana-dana tersebut bersifat “siap habis” secara bertanggung jawab, tidak untuk ditimbun, serta inklusif, artinya terbuka bagi siapa pun yang sungguh membutuhkan tanpa membedakan latar belakang.

Setelah pengantar dan pendalaman materi, acara dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Suci. Pemahaman materi APP ke-2 ini kemudian diperdalam lagi melalui sebuah drama situasi yang menggambarkan kegelisahan umat dan pengurus lingkungan ketika berhadapan dengan kasus nyata warga yang mengalami kesulitan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Melalui dialog yang hidup dan reflektif, drama tersebut menegaskan pentingnya data umat dalam Sistem Ecclesia sebagai dasar pengambilan keputusan, serta penerapan prinsip solidaritas dan subsidiaritas dalam pengelolaan dana sosial Gereja. Drama ini membantu umat melihat bahwa bantuan Gereja bukan sekadar belas kasihan sesaat, melainkan buah dari iman yang terorganisir, terarah, dan berpihak pada kebutuhan nyata umat.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama, serta berkat penutup yang meneguhkan komitmen umat untuk terlibat aktif dalam karya sosial Gereja. Melalui pertemuan APP kedua ini, umat diharapkan tidak hanya mengetahui keberadaan dana sosial Gereja, tetapi juga berani mengawal pemanfaatannya agar benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Dengan demikian, Gereja semakin sungguh menghadirkan wajah kasih Allah: menyejahterakan secara nyata dan membahagiakan karena setiap umat merasa diperhatikan, didampingi, dan tidak berjuang sendirian.

Pertemuan APP Pertama Lingkungan Santa Monica – Menumbuhkan Semangat Kebersamaan dan Solidaritas

Pertemuan APP Pertama Lingkungan Santa Monica – Menumbuhkan Semangat Kebersamaan dan Solidaritas

Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) pertama di Lingkungan Santa Monica telah dilaksanakan pada Kamis, 26 Februari 2026, pukul 19.00 WIB, bertempat di rumah Ibu Mery. Pertemuan ini dipimpin oleh Mas Vinsen dan dihadiri oleh umat lingkungan dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan dalam memasuki masa Prapaskah.

Dalam renungan singkat Injil, Mas Vinsen mengajak umat untuk semakin memahami makna memanggul salib dan mengikuti Kristus. Ia menyampaikan bahwa memanggul salib bukan hanya berarti ikut merasakan kesedihan atau penderitaan, tetapi juga memiliki keprihatinan dan tanggung jawab ketika lingkungan mengalami ketidaklancaran dalam berbagai kegiatan. Umat diajak untuk bersama-sama memelihara keindahan kebersamaan di Lingkungan Santa Monica, dengan tetap setia memuji dan memuliakan Tuhan serta menjalani setiap pelayanan dan kegiatan dengan sukacita.

Menindaklanjuti refleksi Sabda Tuhan tersebut, Ketua Lingkungan, Bapak Edo, mengajak umat untuk melihat data kesejahteraan umat sebagai dasar gerakan APP tahun ini. Data lingkungan dipandang bukan sekadar catatan administratif, tetapi sebagai kesempatan untuk mewujudkan solidaritas nyata. Dalam semangat masa Prapaskah, umat diajak untuk lebih peka terhadap saudara-saudari yang berada dalam situasi hidup yang membutuhkan perhatian dan bantuan tali kasih.

Sharing dan diskusi berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan penuh semangat. Umat saling berbagi pengalaman serta pendapat mengenai bentuk dan rencana aksi solidaritas dana APP. Melalui diskusi tersebut, tumbuh kesadaran bersama bahwa gerakan APP bukan hanya kegiatan rutin tahunan, melainkan kesempatan untuk menghidupi iman melalui tindakan kasih yang konkret.

Sebagai hasil kesepakatan bersama, seluruh anggota sepakat untuk mewujudkan aksi solidaritas dengan membantu anak-anak panti asuhan. Dana akan dikumpulkan dari lima kali kolekte pertemuan APP. Apabila ada umat yang tergerak untuk memberikan donasi tambahan, tentu akan menjadi berkat yang semakin memperluas jangkauan kasih. Namun yang terutama adalah semangat kebersamaan dalam menyatakan kasih kepada sesama yang membutuhkan.

Pertemuan diakhiri dengan doa umat yang disampaikan oleh Ibu Mery, dilanjutkan doa penutup dan berkat Tuhan. Semoga melalui pertemuan APP ini, umat Lingkungan Santa Monica semakin dipersatukan dalam iman, diperkaya dalam kasih, dan diteguhkan dalam semangat pelayanan sepanjang masa Prapaskah ini.

Mengenal dan Menghidupi Solidaritas: Pertemuan APP Kedua Lingkungan Yohanes Pembaptis

Kamis, 26 Februari 2026 pukul 19.00 WIB, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis kembali melaksanakan Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) yang kedua. Sebanyak 27 umat hadir, mulai dari OMK, bapak-ibu, hingga para lansia, menunjukkan semangat kebersamaan dalam menjalani masa APP tahun ini.

Pertemuan kali ini mengangkat tema “Potensi Dana Sosial Gereja: Fungsi dan Sifatnya.” Melalui tema tersebut, umat diajak semakin memahami bagaimana Gereja menghidupi solidaritas melalui pengelolaan dana sosial.

Dalam sesi pendalaman, umat merefleksikan bacaan dari Kisah Para Rasul 4:32–37. Bacaan tersebut menggambarkan kehidupan Jemaat Perdana yang hidup dalam semangat kebersamaan, di mana harta milik tidak hanya dipandang sebagai milik pribadi, tetapi memiliki dimensi sosial demi kesejahteraan bersama. Semangat solidaritas dan kesetiakawanan membuat tidak ada satu pun anggota jemaat yang berkekurangan.

Sosok Barnabas menjadi contoh nyata pribadi yang menghidupi jiwa sosial. Ia dengan sukarela berbagi dan menghadirkan sukacita bagi komunitas. Teladan ini mengajak umat untuk melihat bahwa kualitas iman juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama.

Selanjutnya, umat diajak mengenal berbagai Dana Sosial Gereja yang dihimpun dari umat dan dikelola secara berjenjang, mulai dari tingkat nasional melalui KWI, tingkat Keuskupan dan Kevikepan, hingga Paroki. Dana sosial tersebut memiliki fungsi yang beragam, baik untuk mendukung kehidupan internal Gereja, seperti Dana Solidaritas antar Paroki (DSP), maupun untuk membantu mereka yang membutuhkan, khususnya kaum kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD).

Melalui sesi diskusi, umat diajak merefleksikan kesan mereka terhadap keberadaan dana sosial Gereja serta menyadari bahwa masih banyak umat yang belum memahami secara utuh fungsi dana sosial, termasuk APP. Diskusi ini menumbuhkan kesadaran baru akan pentingnya keterlibatan umat, tidak hanya sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai pelaku yang aktif mendukung perkembangan Gereja.

Pertemuan APP kedua ini menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin memahami bahwa solidaritas Gereja bukan sekadar konsep, melainkan gerakan nyata yang hidup dari partisipasi umat. Diharapkan, melalui pemahaman ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis semakin tergerak untuk ambil bagian dalam mendukung pelayanan Gereja dan membantu sesama yang membutuhkan.

Doa yang Mengikat, Kasih yang Menguatkan

-APP 1- Paguyuban-Valentine Lingkungan St. Elisabeth-

Kamis, 26 Februari 2026. Senja berganti malam dengan cuaca yang begitu bersahabat. Di kediaman Ibu Asih, umat lingkungan berkumpul dalam suasana penuh syukur. Puji Tuhan, sebanyak 36 umat hadir mengikuti sembayangan lingkungan malam itu.

Pertemuan APP ke-1 dipimpin oleh Pak Agus dan Mbak Tika. Kegiatan diawali dengan lagu “Di Jenjang Maaf” yang mengalun lembut, membawa setiap hati masuk dalam suasana refleksi, kerendahan hati, dan kebersamaan.

Tema APP ke-1 kali ini adalah “Potret Kondisi dan Potensi: Dasar untuk Mengawal Aksi.” Dalam pertemuan ini, umat diajak melihat secara nyata kondisi lingkungan—baik tantangan yang dihadapi maupun potensi yang dapat dikembangkan. Umat juga diajak menyadari pentingnya data sebagai dasar perencanaan, agar setiap gerakan dan aksi yang dilakukan sungguh tepat sasaran dan mampu meningkatkan kesejahteraan bersama.

Dinamika pertemuan terasa hidup. Pemandu membuka ruang sharing tentang kondisi pribadi dan kehidupan sehari-hari. Satu per satu umat berbagi dengan tulus. Setiap tanggapan disambut dengan sukacita, menciptakan suasana hangat yang penuh empati dan persaudaraan.

Usai pertemuan APP, dilaksanakan edaran kolekte untuk mendukung aksi Paskah lingkungan, sebagai wujud nyata solidaritas dan kepedulian bersama.

Momen penuh makna juga hadir dalam pemberian tanda kasih kepada Pak Agus, Bu Agus, dan Michael yang diwakili oleh Pak Suradi, atas penerimaan Sakramen Krisma. Ungkapan syukur dan doa mengiringi perjalanan iman yang semakin diteguhkan.

Karena masih dalam suasana Valentine, kebersamaan malam itu semakin semarak dengan kegiatan tukar kado. Umat kompak mengenakan pakaian serba pink, menambah warna dan keceriaan. Tukar kado berlangsung seru, penuh tawa dan kejutan.

Tidak berhenti di situ, kebersamaan dilanjutkan dengan kegiatan paguyuban seperti arisan dan lotre sederhana. Meski hadiahnya sederhana, kebahagiaan yang terpancar begitu nyata. Tawa dan sorak gembira memenuhi ruangan saat nama-nama pemenang diumumkan.

Malam itu bukan sekadar pertemuan, tetapi perayaan kebersamaan. Semoga Lingkungan Santa Elisabeth semakin romantis dalam kasih, semakin hidup dalam pelayanan, dan semakin guyub dalam persaudaraan. (*Vera)

Link Instagram : https://www.instagram.com/p/DVXzpU4Dw4u/

PERAYAAN EKARISTI PERINGATAN 1000 HARI BERPULANGNYA BPK. ANDREAS SUYANTO

Pada Hari Minggu, 8 Februari 2026, umat Lingkungan St. Elisabeth mengadakan Perayaan Ekaristi untuk memperingati berpulangnya Bapak Andreas Suyanto, Bapak dari Bapak Mikko Prihantoro Nugroho. Ibadat Ekaristi dimulai pukul 19.00 WIB dan diikuti oleh 100 umat lebih. Umat terdiri dari umat lingkungan St. Elisabeth dan para tamu undangan. Misa Ekaristi ini dipimpin oleh Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr.

Dalam Ekaristi kali ini, Romo Dadang menekankan tentang Tuhan yang Sungguh Hadir.

Dalam bacaan pertama, Kitab 1 Raja-raja 8:1–7, 9–13, diceritakan bagaimana Raja Salomo memindahkan Tabut Perjanjian ke dalam Bait Suci. Ketika para imam keluar dari tempat kudus, awan memenuhi rumah Tuhan. Kemuliaan Tuhan begitu nyata sampai para imam tidak tahan berdiri untuk melayani. Itu tanda bahwa Tuhan benar-benar hadir di tengah umat-Nya.

Menariknya, yang ada di dalam Tabut hanya dua loh batu, tanda perjanjian Tuhan dengan umat-Nya. Artinya, bukan kemegahan bangunan yang membuat Tuhan hadir, tetapi kesetiaan-Nya pada janji dan relasi dengan umat.

Dalam bacaan Injil, pada Injil Markus 6:53–56, kita melihat kehadiran Tuhan dalam diri Yesus Kristus. Ke mana pun Yesus pergi, orang-orang membawa yang sakit kepada-Nya. Bahkan yang hanya menyentuh jumbai jubah-Nya menjadi sembuh. Tidak ada awan atau gemuruh, tetapi hadirat Tuhan sungguh nyata lewat sentuhan, belas kasih, dan pemulihan.

Dari dua bacaan ini kita belajar:

Tuhan hadir dalam kemuliaan-Nya yang agung.

Tuhan juga hadir dalam kelembutan dan kasih-Nya yang menyembuhkan.

Tuhan tidak jauh, Dia hadir ketika kita membuka hati.

Hari ini, Tuhan tidak lagi hadir dalam awan di atas Tabut, tetapi dalam hati kita yang menjadi bait-Nya. Saat kita berdoa dengan tulus, saat kita percaya dan datang kepada-Nya, hadirat-Nya nyata.

Pada bacaan ini, kita merenungkan bahwa orang yang meninggal tidak benar-benar tiada. Dia masih hadir meski dalam wujud yang berbeda. Bagi kita yang ditinggalkan, tidak perlu bersedih, tidak perlu berduka yang berlarut-larut, cukup kita doakan dengan tulus, maka mereka akan tetap hadir di hati kita masing-masing, dan kita harus tetap melanjutkan misi dari Tuhan dalam perziarahan hidup kita.  

Semoga Bapak Andreas Suyanto beristirahat dalam damai abadi di surga, berada di sisi Bapa bersama para kudusNya, dan memperoleh kebahagiaan kekal. Serta kita yang masih berziarah di bumi ini bisa melanjutkan karya Tuhan dan memberi yang terbaik dari diri kita untuk kebaikan sesama dan lingkungan.

Pertemuan APP 2 dan PWK Lingkungan St. Gabriel: Memahami dan Mengawal Dana Sosial Gereja

Kamis, 26 Februari, Lingkungan St. Gabriel menyelenggarakan Pertemuan APP 2 yang dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan PWK. Kegiatan bertempat di rumah keluarga Bapak Candra dan dimulai pada pukul 19.00 WIB. Pertemuan ini dihadiri oleh 33 umat yang terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang tua.

Sehubungan dengan pelaksanaan APP yang berbarengan dengan kegiatan PWK, umat hadir lebih awal untuk memenuhi kewajiban pembayaran iuran, antara lain iuran prolenan, caos dahar romo, GKH Pendidikan, APBU, PIA, serta arisan. Setelah seluruh proses pembayaran selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Pertemuan APP 2.

Pertemuan dipimpin oleh Ibu Maria Suprapti, Ibu Ana, dan Ibu Watik dengan mengangkat tema “Potensi Dana Sosial Gereja: Fungsi dan Sifatnya.” Dalam pemaparan materi dijelaskan secara rinci mengenai dana sosial yang dikelola pada berbagai tingkatan, yaitu tingkat paroki, kevikepan, keuskupan, hingga tingkat nasional (KWI). Penjelasan mencakup nama dana, sumber perolehan dana, serta peruntukan dan sasaran penggunaannya. Seluruh materi disampaikan secara jelas dan transparan.

Adapun tujuan pertemuan ini adalah agar umat semakin memahami potensi dana sosial paroki serta terdorong untuk ikut mengawal pemanfaatannya sehingga sungguh-sungguh tepat sasaran bagi mereka yang membutuhkan. Gereja mengelola dana sosial untuk disalurkan secara bertanggung jawab demi kesejahteraan KLMTD.

Selain itu, ditegaskan bahwa dana sosial memiliki sifat “siap habis” secara bertanggung jawab, artinya dana tersebut tidak untuk ditimbun, melainkan segera dimanfaatkan sesuai kebutuhan yang ada. Dana sosial juga bersifat inklusif, tidak terbatas pada kelompok tertentu, melainkan terbuka bagi siapa pun yang membutuhkan, termasuk saudara-saudari yang berbeda agama.

Dalam sesi sharing, umat menyampaikan bahwa melalui pemaparan tersebut mereka menjadi lebih memahami fungsi dan peruntukan dana sosial Gereja. Umat menyadari bahwa setiap persembahan yang diberikan kepada Gereja pada hakikatnya juga diperuntukkan bagi sesama yang membutuhkan. Oleh karena itu, umat diharapkan senantiasa berpartisipasi secara aktif dalam setiap program Gereja dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

Setelah Pertemuan APP 2 berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan agenda PWK. Dalam sesi ini disampaikan laporan dari masing-masing seksi serta berbagai pengumuman penting yang perlu diketahui oleh seluruh umat. Penyampaian laporan dan informasi berlangsung dengan tertib dan penuh perhatian dari para peserta yang hadir. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan ramah tamah bersama dengan menikmati hidangan makan malam yang telah disediakan oleh tuan rumah. Suasana kebersamaan terjalin dengan hangat dan penuh kekeluargaan. Seluruh rangkaian acara pada malam hari itu selesai pada pukul 21.00 WIB.

Doa APP III Lingkungan Santo Petrus

Pada hari Kamis, 26 Februari 2026 pukul 19.00 WIB, umat Lingkungan Santo Petrus mengadakan Doa APP III di rumah Bapak Supangat. Kegiatan ini dihadiri oleh 11 orang umat yang dengan penuh semangat berkumpul untuk berdoa dan mendalami Sabda Tuhan bersama.

Tema yang diangkat dalam pertemuan kali ini adalah “Meninggalkan Sikap Ketidakpedulian, Mengembangkan Tanggung Jawab Sosial.” Bacaan Injil yang direnungkan diambil dari Injil Lukas 16:19-31 tentang Orang Kaya dan Lazarus yang miskin. Dalam kisah tersebut, Injil Lukas menggambarkan bagaimana seorang kaya hidup dalam kemewahan, sementara Lazarus yang miskin terbaring di depan pintunya tanpa mendapat perhatian. Kisah ini menjadi pengingat kuat agar kita tidak menutup mata terhadap penderitaan sesama.

Dalam sesi sharing dan diskusi, umat diajak merenungkan pertanyaan: Masih adakah “Lazarus-Lazarus” di sekitar kita? Umat menyadari bahwa sosok “Lazarus” bisa hadir dalam berbagai bentuk — tetangga yang kesulitan ekonomi, lansia yang hidup sendiri, keluarga yang sakit, atau mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan moral.

Pertanyaan berikutnya yang didiskusikan adalah sumber daya apa yang dimiliki lingkungan untuk memberi perhatian dan bantuan. Umat menyebutkan beberapa potensi, seperti dana kas lingkungan, semangat gotong royong, waktu dan tenaga umat, serta jaringan komunikasi yang baik antaranggota. Selain itu, kepedulian sederhana seperti kunjungan, doa bersama, dan saling menyapa juga menjadi bentuk perhatian yang berarti.

Tidak hanya itu, umat juga membahas peluang yang bisa dimanfaatkan dari Gereja maupun pemerintah. Dari pihak Gereja, terdapat program dana sosial, kegiatan karitatif, dan pelayanan pastoral yang dapat diakses. Sementara dari pemerintah, ada bantuan sosial, layanan kesehatan, serta program pemberdayaan masyarakat yang bisa membantu mereka yang membutuhkan.

Melalui pertemuan ini, umat Lingkungan Santo Petrus diharapkan semakin peka dan tidak bersikap acuh terhadap sesama. Kisah Orang Kaya dan Lazarus menjadi cermin agar kita tidak terlambat menyadari pentingnya berbagi dan peduli. Semoga melalui Doa APP III ini, semangat tanggung jawab sosial semakin tumbuh dan diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah kehidupan sehari-hari.

Pertemuan 1 APP Lingkungan St. Antonius Maguwo

Tanggal​​: 19 Februari 2026

Tempat ​​: Rumah Ibu Hudyono

Jumlah Peserta ​: 25 orang

Pertemuan Aksi Puasa Pembangunan (APP) tahun 2026 di Lingkungan Antonius telah dimulai dengan mengangkat tema besar “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera”. Pertemuan pertama ini mengusung subtema “Potret Kondisi dan Potensi, Dasar untuk Mengawal Aksi” dan dilaksanakan dalam suasana sarasehan yang sederhana namun penuh makna. Umat diajak menyadari bahwa APP bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah gerakan iman yang mengintegrasikan puasa, doa, dan aksi nyata demi kesejahteraan bersama, sejalan dengan arah ARDAS Keuskupan Agung Semarang 2026–2030.

Dalam pengantar dan pendalaman, umat diajak merefleksikan makna Gereja yang bahagia, inspiratif, dan mensejahterakan. Ditekankan bahwa kebahagiaan tidak hanya diukur dari kecukupan materi, melainkan juga dari terpenuhinya kebutuhan emosional dan spiritual. Gereja dipanggil untuk berani mengambil langkah pertama, membangun jejaring kepedulian, serta menghadirkan kesejahteraan yang nyata dan tepat sasaran. Salah satu penekanan penting dalam pertemuan ini adalah pentingnya data umat yang akurat sebagai dasar perencanaan aksi sosial Gereja, agar tidak ada saudara yang terabaikan.

Dinamika pertemuan diperdalam melalui sebuah drama reflektif yang menggambarkan pergulatan iman, sikap ketidakpedulian, serta proses kesadaran akan pentingnya mati raga dan berbagi. Melalui dialog antar tokoh, umat diajak memahami bahwa puasa dan derma bukanlah beban, melainkan sarana pembinaan hati agar semakin peka terhadap sesama. Drama tersebut menegaskan bahwa dana APP dan pembaruan data umat bukan sekadar angka dan kewajiban administratif, tetapi wujud konkret perjuangan Gereja untuk memastikan setiap umat merasa diperhatikan dan didampingi dalam kesulitan hidup.

Pertemuan ditutup dengan pembacaan Kitab Suci, doa bersama, serta berkat penutup, yang meneguhkan komitmen umat untuk menjalani masa Prapaskah dengan lebih bermakna. Melalui pertemuan APP pertama ini, umat Lingkungan Antonius diajak memulai langkah kecil namun berdampak besar: membangun kepedulian, memperbarui data umat dengan tanggung jawab, serta mengisi kotak APP dengan hati yang ikhlas. Harapannya, hinggaPaskah tiba, yang sungguh bangkit bukan hanya perayaan liturgis, tetapi juga hati dan tindakan nyata umat dalam menghadirkan masyarakat yang semakin bahagia dan sejahtera.

Ibadat Memule 2 Tahun Ibu Maria Waginem Budiarjo (Mbah Budi)

Pada Minggu, 22 Februari, umat Lingkungan St. Gabriel mengadakan ibadat memule untuk memperingati dua tahun meninggalnya Ibu Maria Waginem Budiarjo, yang akrab disapa Mbah Budi. Ibadat dimulai pukul 19.00 WIB dan diikuti oleh sekitar 40 umat, terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang tua.

Ibadat dipimpin oleh Prodiakon Bapak Junedi, dibantu beberapa tim petugas. Acara diawali dengan lagu pembuka yang menghadirkan suasana hening dan khidmat, dilanjutkan dengan doa pembuka serta rangkaian ibadat sabda.

Dalam Bacaan I (2 Korintus 1:3-7) ditegaskan bahwa Allah adalah “Sumber Segala Penghiburan” yang penuh belas kasih dan senantiasa menguatkan kita dalam setiap penderitaan. Penghiburan dari Allah itu memampukan kita untuk turut menghibur sesama, sehingga pengalaman pergumulan hidup dapat menjadi berkat bagi orang lain.

Sementara itu, dalam Bacaan Injil (Yohanes 15:9-12) umat diajak untuk tinggal di dalam kasih Kristus dengan cara saling mengasihi, sebagaimana Yesus telah lebih dahulu mengasihi kita. Kasih bukan sekadar perasaan, tetapi menjadi gaya hidup yang nyata dan diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.

Ibadat berlangsung dengan khusyuk dan penuh penghayatan. Setelah ibadat sabda, umat melanjutkan dengan doa Rosario. Seluruh rangkaian doa selesai pada pukul 20.00, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana berupa minum dan snack bersama, serta penyampaian pengumuman lingkungan.

Acara ditutup dengan ucapan terima kasih dari pihak keluarga atas kehadiran dan doa-doa umat. Umat kemudian berpamitan dalam suasana kebersamaan yang hangat.

Semoga Ibu Maria Waginem Budiarjo (Mbah Budi) beristirahat dalam damai abadi dan memperoleh kebahagiaan kekal di sisi Tuhan. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi penghiburan, kekuatan, dan berkat dalam setiap langkah kehidupan.