Doa Rosario I Lingkungan Santo Petrus

Pada hari Jumat, 3 Oktober 2025, umat Lingkungan Santo Petrus berkumpul di rumah Mba Heppy untuk melaksanakan doa Rosario bersama. Suasana doa yang hangat dan penuh kekhidmatan terasa sejak awal pertemuan. Doa Rosario ini dipimpin oleh Mba Lely dan dihadiri oleh 13 orang umat.

Melalui lantunan doa Salam Maria dan Bapa Kami yang teratur, umat diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Bunda Maria dan Yesus Kristus. Doa Rosario ini juga menjadi kesempatan untuk saling menguatkan dalam iman serta mempererat tali persaudaraan antarumat di lingkungan.

Meskipun jumlah umat yang hadir tidak begitu banyak, doa berjalan dengan penuh semangat dan kekhusyukan. Setiap butir doa menjadi pengingat akan kasih Allah yang senantiasa menyertai kehidupan sehari-hari.

Pertemuan ini ditutup dengan doa penutup dan ramah tamah sederhana, di mana umat dapat berbagi cerita, sukacita, serta pengalaman iman mereka. Semoga kebersamaan ini semakin meneguhkan umat Lingkungan Santo Petrus dalam menghidupi doa dan pelayanan.

Pertemuan I, II, III, IV Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025 di Lingkungan St. Fransiskus Asisi: Allah, Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup.

Setiap bulan September, Gereja Katolik di seluruh Indonesia merayakan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN). Tahun 2025 ini, umat Lingkungan St. Fransiskus Asisi bersama-sama mengadakan empat kali pertemuan dengan tema besar:

“Allah, Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup.”

Melalui pertemuan yang penuh doa, sharing, dan kehangatan, umat diajak untuk memperbarui relasi, mulai dari dengan diri sendiri, sesama, keluarga, hingga dengan Allah. Suasana sederhana di rumah-rumah umat menghadirkan pengalaman iman yang kaya dan berkesan.

Berikut rangkuman suasana penuh sukacita dari pertemuan BKSN I hingga IV.

Pertemuan I – Pembaruan Relasi dengan Diri Sendiri

Kamis, 4 September 2025
Kediaman Ibu Suprapto
Dihadiri 30 umat

Pertemuan pertama dipimpin oleh Mbak Tiya dan Mbak Monica. Suasana hening dan akrab terasa sejak awal, ketika tema “Pembaruan Relasi dengan Diri Sendiri” dibuka.

Lewat Kitab Suci, umat diajak menyadari bahwa menerima diri apa adanya adalah sebuah perjalanan seumur hidup. Menerima diri berarti berani berdamai dengan masa lalu, tidak lagi larut dalam amarah, penyesalan, atau “andai saja” yang kerap membebani hati.

Rangkaian refleksi malam itu membuat umat merenung: kita tak bisa sungguh-sungguh mengasihi orang lain bila belum mengizinkan diri untuk dikasihi terlebih dahulu oleh Allah. Kasih sejati lahir dari hati yang terlebih dahulu dipulihkan.

Dari pendalaman ini, umat menuliskan aksi nyata pribadi, misalnya dengan berani mengakui kelebihan dan kekurangan diri, serta melakukan langkah pertobatan kecil setiap hari. Pertemuan pertama ini menjadi semacam “pintu masuk” untuk perjalanan iman BKSN selanjutnya, jalan pulang kepada Tuhan yang selalu menanti.

Pertemuan II – Pembaruan Relasi dengan Sesama

Jumat, 12 September 2025
Kediaman Bapak Maryoto
Dihadiri 28 umat

Pertemuan kedua dipandu oleh Bapak Bono dan Bapak Wawan. Tema “Pembaruan Relasi dengan Sesama” mengingatkan umat bahwa ibadah yang sejati kepada Allah selalu berjalan beriringan dengan tindakan kasih kepada sesama.

Setelah pendalaman Kitab Suci, umat dibagi menjadi tiga kelompok: Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan OMK (Orang Muda Katolik). Masing-masing kelompok mendiskusikan aksi nyata yang bisa dilakukan untuk orang sakit, orang miskin, penyandang difabel, atau mereka yang sedang mengalami kemalangan.

Hasil diskusi sungguh menarik. Kelompok bapak-bapak dan ibu-ibu menghasilkan diskusi klasik nan realistis, seperti membantu dengan dana, mendoakan, atau mengunjungi mereka yang sakit. Namun, kelompok OMK tampil sangat kreatif dengan ide-ide segar, misalnya:

  • Menghubungkan para pengangguran dengan organisasi-organisasi nirlaba untuk memberikan pelatihan keterampilan, agar mereka bisa mandiri atau bahkan membuka usaha sendiri.
  • Mendorong umat yang memiliki usaha untuk membuka peluang kerja bagi penyandang difabel, tanpa membeda-bedakan, sehingga mereka juga bisa berkarya dengan layak.
  • Membuat aksi kecil di media sosial untuk menggalang dukungan atau doa bagi sesama yang membutuhkan.

Ide-ide ini membuat semua umat yang hadir terkesan. OMK menunjukkan bahwa semangat kasih bisa diwujudkan tidak hanya secara tradisional, tetapi juga dengan cara kreatif dan visioner. Perbedaan perspektif antar generasi justru memperkaya hasil pertemuan, membuat malam itu semakin bermakna.

Pertemuan III – Pembaruan Relasi dengan Keluarga

Jumat, 19 September 2025
Kediaman Bapak Terr Pratiknyo
Dihadiri 37 umat

Pertemuan ketiga bertema “Pembaruan Relasi dengan Keluarga.” Dipandu oleh Ibu Retno dan Ibu Aning, suasana malam itu penuh tawa, nostalgia, sekaligus kehangatan keluarga.

Salah satu dinamika kreatif yang dilakukan adalah permainan pasangan. Delapan pasangan suami-istri yang hadir diminta menulis atau menggambar sesuatu yang menurut mereka akan langsung dikenali oleh pasangan masing-masing. Kertas-kertas itu kemudian dicocokkan oleh Bapak-bapak yang mencari kertas pasangannya masing-masing.

Hasilnya, enam pasangan berhasil menebak pasangannya dengan tepat. Namun, dua pasangan justru tertukar, dan uniknya, mereka adalah pasangan senior dengan pernikahan hampir menginjak 50 tahun pernikahan! Suasana pun pecah oleh tawa, namun sekaligus menyentuh hati: pernikahan panjang ternyata tetap penuh dinamika, namun kasih setia membuat mereka selalu bertahan bersama.

BKSN III mengingatkan bahwa keluarga adalah tempat pertama kita belajar setia, menerima, dan saling menopang.

Pertemuan IV – Pembaruan Relasi dengan Allah

Jumat, 26 September 2025
Kediaman Ibu Agnes Minar Lukito
Dihadiri 22 umat

Pertemuan terakhir dipimpin oleh Bapak Jondit dan Bapak Yulius, dengan tema puncak: “Pembaruan Relasi dengan Allah.”

Lewat dinamika sharing, umat diajak untuk menceritakan pengalaman pribadi dalam doa. Topik yang diberikan oleh pemandu beragam: tentang doa Rosario, doa Salam Maria, waktu doa terbaik, doa syukur, hingga lagu rohani favorit. Umat dibebaskan untuk memilih topiknya masing-masing untuk kemudian kisahnya dibagikan ke seluruh umat.

Beberapa kisah yang dibagikan begitu menyentuh. Ibu Rus, misalnya, bercerita tentang pengalaman doa tengah malam di bawah langit terbuka, ketika ia sedang bergumul dengan kesedihan. Doa sederhana itu menjadi titik terang bagi masalah yang dihadapinya.

Sementara itu, Ibu Minar mengingatkan pentingnya doa syukur. Menurutnya, sering kali manusia mudah bersyukur saat bahagia, namun lupa bersyukur di tengah kesedihan. Padahal, justru doa syukur memberi energi baru dan membuka hati untuk berkat-berkat selanjutnya.

Sharing malam itu memperdalam kesadaran bahwa relasi dengan Allah bukan hanya soal permohonan, tetapi juga syukur yang tulus. Di sanalah iman kita dikuatkan, hingga kita bisa merasakan keselamatan sejati yang datang dari Allah.

Iman yang Diperbarui

Rangkaian empat pertemuan BKSN 2025 di Lingkungan St. Fransiskus Asisi bukan hanya kegiatan rohani, melainkan perjalanan iman yang hangat dan penuh warna. Dari diri sendiri, sesama, keluarga, hingga Allah, umat diajak untuk memperbarui relasi secara menyeluruh.

Malam-malam sederhana di rumah umat menjadi saksi bagaimana Kitab Suci sungguh hidup dan berbicara, mengikat umat dalam kasih Tuhan. Semoga semangat BKSN ini terus berbuah dalam keseharian, sehingga iman kita semakin kokoh, relasi semakin erat, dan kasih Allah semakin nyata di tengah kehidupan.

Misa Lingkungan St. Yohanes Pembaptis


Pada hari Rabu, 25 September 2025, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis berkumpul dalam suasana penuh kekeluargaan untuk merayakan Misa Lingkungan yang diadakan di kediaman Bapak Titus. Misa ini dipimpin oleh Romo Murdi, yang dengan penuh sukacita memimpin perayaan Ekaristi bersama umat yang hadir.

Sejak sore hari, rumah Pak Titus mulai dipenuhi oleh umat yang datang dengan semangat kebersamaan dan kerinduan akan perjumpaan rohani. Lingkungan yang biasanya tenang berubah menjadi tempat yang hidup, dipenuhi doa, nyanyian pujian, dan sapaan hangat antar sesama umat.

Misa berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan. Kehadiran Romo Murdi memberikan semangat baru bagi umat lingkungan, yang merasa diteguhkan dalam iman dan kebersamaan. Liturgi berjalan lancar, dengan partisipasi aktif dari umat dalam tugas-tugas liturgis seperti lektor, pemazmur, dan petugas koor.

Lingkungan Yohanes Pembaptis juga dikenal memiliki tradisi yang indah dan penuh makna, yaitu memberikan kenang-kenangan kepada para penerima Sakramen Penguatan (Krisma) dan Komuni Pertama. Tradisi ini merupakan bentuk dukungan dan kasih dari komunitas lingkungan kepada anak-anak dan remaja yang telah mengambil langkah penting dalam perjalanan iman mereka. Kenang-kenangan tersebut menjadi simbol bahwa mereka diterima dan didoakan oleh seluruh umat lingkungan.

Setelah misa selesai, acara dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana. Hidangan khas rumahan disajikan, dan suasana penuh canda tawa serta cerita hangat mengisi malam itu. Anak-anak bermain bersama, orang tua saling bertukar kabar, dan semuanya bersatu dalam semangat Yohanes Pembaptis: hidup dalam terang dan kasih Kristus.

Misa lingkungan ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan semangat pelayanan tetap hidup dan tumbuh di tengah umat, memperkuat ikatan sebagai satu keluarga besar dalam iman.

Malam Penuh Syukur: Misa Lingkungan St. Fransiskus Asisi Bersama Romo FX. Murdi Susanto, Pr

Hari Rabu, 24 September 2025 menjadi hari yang istimewa bagi umat St. Fransiskus Asisi. Malam itu, kami mendapat kunjungan dari Romo FX. Murdi Susanto, Pr., yang memimpin Misa Lingkungan bersama umat. Sebanyak 51 umat hadir dengan sukacita, memenuhi ruangan sederhana di Warung Makan Brongkos Dapur Anget, tempat misa diselenggarakan.

Pukul 19.00, misa dimulai tepat waktu. Nyanyian pembukaan mengalun merdu, dipimpin oleh organis muda lingkungan, mbak Lauda. Iringan musik sederhana membuat suasana menjadi syahdu dan penuh rasa syukur. Sejak awal, misa terasa begitu dekat dengan keseharian umat, sederhana, hangat, dan penuh makna.

Pesan Kehidupan dari Homili

Dalam homilinya, Romo Murdi mengajak umat untuk merenungkan kehidupan keluarga di lingkungan kami. Beliau dengan penuh keakraban bertanya: siapa yang tinggal seorang diri, siapa yang tinggal berdua, dan siapa yang hidup bersama keluarga lebih besar. Pertanyaan itu terdengar ringan, namun justru membuka mata kami tentang gambaran nyata keluarga umat Lingkungan St. Fransiskus Asisi. Ternyata, sebagian besar keluarga terdiri dari tiga orang.

Dari refleksi sederhana ini, Romo menekankan pentingnya keterlibatan setiap umat dalam kegiatan lingkungan maupun di tingkat stasi. “Kehidupan Gereja hanya akan tumbuh subur bila kita bersama-sama menanam dan merawatnya,” begitu kira-kira pesan beliau yang terasa menancap dalam hati umat.

Pemberkatan Pengurus Baru

Menjelang akhir misa, suasana semakin hangat ketika Romo diperkenalkan dan kemudian memberkati pengurus baru Lingkungan St. Fransiskus Asisi periode 2026–2028. Sebagian besar umat terlibat langsung dalam kepengurusan ini, yang menunjukkan tingginya semangat kebersamaan. Romo pun menegaskan bahwa keterlibatan ini bukan hanya soal struktur, melainkan juga wujud nyata pelayanan iman di tengah umat.

Santap Malam dan Nostalgia

Usai misa, kami melanjutkan kebersamaan dengan santap malam dan ramah tamah. Aroma brongkos hangat menyambut kami, tersaji lengkap dengan nasi dan kerupuk yang renyah. Tak ketinggalan, ada kue soes potong, camilan lezat, serta buah-buahan segar yang berlimpah. Sambil makan, canda tawa dan obrolan ringan mengisi malam, menjadikan suasana semakin akrab.

Di sela-sela perbincangan, Romo Murdi sempat bernostalgia. Beliau kembali mengenang masa pelayanannya sebagai Romo Paroki di Paroki Mlati (1981–1987). Nostalgia itu muncul karena salah satu umat, Ibu Dyah bersama ibunda, ternyata pernah menjadi umat paroki beliau pada masa itu. Dengan senyum hangat, Romo bergurau ketika mengetahui bahwa Ibu Dyah kini sudah memiliki tiga anak. “Saya bersyukur masih diberi kesehatan dan kehidupan hingga bisa melihat umat saya dulu kini tumbuh bersama keluarganya,” ujar beliau.

Tanya Jawab dan Pengayaan Iman

Selain nostalgia, sesi tanya jawab juga memberi warna tersendiri. Beberapa umat mengajukan pertanyaan seputar liturgi, seperti tentang kapan sebaiknya membuat tanda salib dalam misa, serta makna tanda salib kecil di dahi, mulut, dan dada sebelum bacaan Injil. Romo menjelaskan dengan sabar, membuat kami semua lebih memahami kekayaan simbol iman Katolik.

Tidak hanya itu, Romo juga menyinggung tentang surat edaran Mahkamah Agung mengenai pernikahan beda agama. Penjelasan beliau membuka wawasan baru bagi umat, terutama terkait tantangan iman dalam kehidupan keluarga modern.

Malam yang Berkesan

Misa Lingkungan bersama Romo Murdi malam itu benar-benar meninggalkan kesan mendalam. Tidak hanya karena doa dan perayaan Ekaristi, tetapi juga karena suasana hangat, keakraban, serta pesan-pesan yang membekas di hati. Malam itu seakan menjadi pengingat bahwa iman tumbuh bukan hanya di gedung gereja, tetapi juga di ruang-ruang sederhana tempat umat berkumpul, berdoa, dan berbagi hidup bersama.

Semoga kebersamaan ini semakin mempererat relasi antar umat sekaligus hubungan dengan Romo paroki sebagai gembala yang selalu hadir menuntun kami dalam perjalanan iman.

Doa BKSN IV Lingkungan Santo Petrus

Tema: Pembaruan Relasi dengan Allah (Mal 3:13-18)


Pada hari Rabu, 24 September 2025 pukul 19.00, umat Lingkungan Santo Petrus kembali mengadakan doa Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) IV dengan tema “Pembaruan Relasi dengan Allah” yang diambil dari Kitab Maleakhi 3:13-18. Pertemuan doa kali ini berlangsung di rumah Mba Lely dan dipimpin oleh Ibu Maya.

Walaupun yang hadir hanya sembilan orang, suasana doa tetap berlangsung hangat dan penuh kekhidmatan. Umat yang hadir larut dalam doa dan permenungan firman Tuhan, menyadari pentingnya memperbarui relasi pribadi dengan Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana semakin hidup ketika sesi sharing dimulai. Setiap umat dengan antusias berbagi pengalaman iman mereka, terutama tentang bagaimana tetap setia dan mengandalkan Allah di tengah tantangan hidup. Diskusi terasa akrab dan mendalam meskipun jumlah peserta terbatas.

Yang menarik, pertemuan kali ini juga dimeriahkan dengan mini drama sederhana yang menggambarkan tema BKSN. Drama ini menjadi sarana kreatif untuk menghayati pesan Kitab Maleakhi, bahwa Allah senantiasa mendengarkan umat-Nya yang takut akan Dia, serta mengingatkan pentingnya menjaga kesetiaan dalam relasi dengan Tuhan.

Melalui doa BKSN IV ini, umat Lingkungan Santo Petrus semakin diteguhkan untuk senantiasa memperbarui relasi dengan Allah, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan tindakan nyata dalam hidup sehari-hari

Pertemuan BKSN 3 dan 4 Lingkungan St Gabriel

Pada hari Jumat, 19 September 2025, Lingkungan St. Gabriel melaksanakan Pertemuan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) ke-3 dan ke-4 bertempat di rumah keluarga Antonius Subiyanto. BKSN ke 3 dipimpin oleh Maria Suprapti, Lita, Ona Kilok dan Qaaley. Sedangkan BKSN ke 4 dipimpin oleh Intan, Ika, Nana, dan Aurel. Pertemuan dimulai pukul 19.00 WIB dan dihadiri sekitar 30 orang umat yang terdiri dari bapak, ibu, kaum muda dan anak-anak.

Kegiatan diawali dengan doa pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan BKSN sesuai tema. Suasana pertemuan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, umat terlibat aktif dalam doa maupun sharing iman.

Untuk BKSN ke-3, tema yang diangkat adalah: “Pembaruan Relasi dalam Keluarga” (Mal. 2:10-16)

Tujuan: Peserta semakin menyadari bahwa Allah menghendaki agar mereka hidup benar di dalam keluarga dengan berlaku setia kepada keluarganya.

Untuk BKSN ke-4, tema yang diangkat adalah: “Pembaruan Relasi dengan Allah” (Mal. 3:13–18)

Tujuan: Peserta semakin menyadari bahwa Allah menghendaki agar mereka selalu memperbarui relasi dengan-Nya, dengan bertobat dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya, sehingga memperoleh keselamatan.

Setelah BKSN selesai, acara dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan untuk Krismawati dari Lingkungan St. Gabriel, kemudian PWK (Pertemuan Wanita Katolik), penyampaian pengumuman-pengumuman penting, dan sarasehan bersama umat.

Pertemuan berakhir pada pukul 21.15 WIB dengan doa penutup. Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan baik, tertib, penuh kebersamaan, dan semakin mempererat relasi antarumat di Lingkungan St. Gabriel.

BKSN III Lingkungan Santo Petrus

Pembaruan Relasi dalam Keluarga (Mal 2:10-16)


Pada hari Sabtu, 20 September 2025, umat Lingkungan Santo Petrus kembali berkumpul untuk melaksanakan Doa Lingkungan yang bertempat di rumah Bapak Reagen. Ibadat malam ini dipimpin oleh Ibu Maya dan dihadiri oleh 12 orang umat.

Doa lingkungan kali ini mengangkat tema: “Pembaruan Relasi dalam Keluarga”, dengan dasar Kitab Maleakhi 2:10–16. Dalam bacaan tersebut ditegaskan bahwa Allah adalah Bapa yang satu bagi semua, sehingga setiap orang dipanggil untuk setia menjaga ikatan kasih, terutama dalam keluarga. Pesan penting yang diangkat adalah bagaimana setiap anggota keluarga dipanggil untuk membangun relasi yang harmonis, penuh kesetiaan, dan kasih yang tulus.

Dalam renungan, umat diajak untuk menyadari bahwa tantangan dalam keluarga seringkali datang dari kurangnya komunikasi, kesetiaan, dan pengertian satu sama lain. Melalui firman Tuhan, umat diajak untuk memperbaharui diri dengan kembali pada kasih dan kesetiaan yang sejati, sehingga keluarga dapat menjadi tempat tumbuhnya iman, cinta kasih, serta sumber kekuatan dalam kehidupan sehari-hari.

Acara doa berjalan dengan penuh kekhidmatan dan kehangatan. Setelah ibadat selesai, umat saling bertegur sapa dan bercengkerama dalam suasana kekeluargaan, yang semakin mempererat persaudaraan di antara umat Lingkungan Santo Petrus.

Melalui doa lingkungan ini, umat semakin diteguhkan untuk senantiasa menjaga kesetiaan dan memperbarui relasi kasih dalam keluarga, sesuai dengan kehendak Allah

Doa BKSN II Lingkungan St. Petrus

Pembaruan Relasi Dengan Sesama (Za 7:1-14)

Pada hari Selasa, 16 September 2025 pukul 19.00 WIB, umat Lingkungan St. Petrus kembali berkumpul untuk melaksanakan doa Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) II. Perayaan doa kali ini bertempat di rumah Bapak Mulyadi dan dipimpin oleh Ibu Retno.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, sebanyak 12 umat hadir dengan hati yang terbuka untuk mendalami firman Tuhan. Tema yang diusung pada BKSN II adalah “Pembaruan Relasi dengan Sesama” yang diambil dari Kitab Zakharia 7:1-14.

Melalui bacaan Kitab Suci tersebut, umat diajak untuk merenungkan pentingnya menjaga relasi yang harmonis dengan sesama, menjauhi sikap egois, serta menghidupi kasih dalam keseharian. Pesan utama yang ditegaskan adalah bahwa relasi dengan sesama tidak dapat dipisahkan dari relasi dengan Allah. Perbuatan adil, kasih, dan solidaritas menjadi wujud nyata iman yang hidup.

Suasana doa berlangsung dengan penuh khidmat. Doa bersama, sharing iman, serta diskusi singkat membantu umat semakin memahami makna firman Tuhan dan bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi tantangan hidup bermasyarakat.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama serta ucapan terima kasih kepada tuan rumah, Bapak Mulyadi, yang telah menyediakan tempat, dan kepada semua umat yang hadir dengan penuh semangat. Doa BKSN II ini menjadi sarana berkat untuk mempererat kebersamaan serta memperkuat komitmen umat Lingkungan St. Petrus dalam membangun relasi yang penuh kasih dengan sesama.


Misa Kunjungan Romo ke Lingkungan St Gabriel

Misa kunjungan romo ke lingkungan merupakan salah satu program pastoral dari Pastor Paroki Marganingsih Kalasan. Tujuannya:

  • Menjalin kedekatan antara umat lingkungan dengan gembala paroki.
  • Membantu umat merasakan kehadiran Gereja secara nyata di tengah keluarga/lingkungan.
  • Memberi kesempatan bagi romo untuk mendengar langsung pengalaman, kebutuhan, maupun dinamika umat di basis.
  • Menghidupkan semangat kebersamaan dan persaudaraan iman dalam lingkup lingkungan.

Program ini umumnya diatur dalam jadwal tahunan paroki, sehingga setiap lingkungan mendapat giliran dikunjungi dan dirayakan misa bersama.

Pada hari Kamis, 11 September 2025 bertempat di rumah keluarga Donatus Jumadi, Lingkungan St. Gabriel mendapat kesempatan untuk melaksanakan Misa Kunjungan Romo sesuai program pastoral Paroki Marganingsih Kalasan.

Sejak pukul 10.00 pagi, umat lingkungan bergotong-royong mengadakan kerja bakti: ada yang memasak, menata tempat, mempersiapkan altar, menghias bunga, serta menyiapkan segala kebutuhan untuk misa. Suasana kebersamaan terasa hangat dan penuh semangat pelayanan.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo F.X. Murdi Susanto, Pr. dan dihadiri 48 umat, terdiri dari bapak-ibu, OMK, remaja, dan anak-anak PIA. Misa berlangsung khidmat dan meriah.

Melalui misa kunjungan ini, umat semakin diteguhkan dalam iman serta dikuatkan dalam persaudaraan.

Dalam Bacaan Pertama Kolose 3:12-17 memiliki pesan yang sangat indah untuk menguatkan umat lingkungan:

  • Hidup penuh kasih dan saling mengampuni.
  • Menjadi saksi Kristus dalam perbuatan sehari-hari.
  • Menjadikan syukur sebagai dasar kehidupan bersama.

Injil: Lukas 6:27-38

✨ Pesan Injil Lukas 6:27-38 ini sangat kuat bila dihubungkan dengan kehidupan umat di lingkungan: dipanggil untuk hidup dalam kasih, pengampunan, dan kemurahan hati, tidak hanya kepada sesama umat tetapi juga dalam relasi sehari-hari.

Acara ditutup dengan ramah tamah sederhana yang semakin mempererat persaudaraan.

Lingkungan St. Gabriel mengucapkan terima kasih kepada Romo, pengurus lingkungan, serta seluruh umat yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Misa ini menjadi sarana mempererat kebersamaan, memperdalam iman, serta menghadirkan Gereja di tengah-tengah umat lingkungan. Kehadiran romo juga menjadi kesempatan bagi umat untuk menyampaikan pengalaman serta harapan dalam kehidupan menggereja di Lingkungan St. Gabriel.

Doa BKSN 1 Lingkungan St. Petrus


Tema: Pembaruan Relasi dengan Diri Sendiri (Za 1:1-6)

Pada hari Sabtu, 13 September 2025 pukul 19.00 WIB, umat Lingkungan St. Petrus melaksanakan doa Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) pertama yang bertempat di rumah Mas Yuan. Perayaan doa ini dipimpin oleh Bapak Heri dan dihadiri oleh 18 orang umat.

Dengan penuh kebersamaan, umat berdoa serta merenungkan tema BKSN 1 yaitu “Pembaruan Relasi dengan Diri Sendiri” yang diambil dari Kitab Zakharia 1:1-6. Melalui bacaan Kitab Suci ini, umat diajak untuk melihat kembali perjalanan hidupnya, menyadari kesalahan maupun kelemahan pribadi, dan membuka hati untuk bertobat serta memperbarui diri dalam terang kasih Allah.

Suasana doa berlangsung khidmat dan hangat. Umat yang hadir juga mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman iman terkait bagaimana membangun relasi yang lebih sehat dan penuh kasih dengan diri sendiri, sebagai dasar untuk mempererat relasi dengan sesama maupun dengan Tuhan.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama dan berkat penutup, lalu dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana yang semakin mempererat persaudaraan antarumat Lingkungan St. Petrus.

Melalui pertemuan BKSN ini, umat semakin diteguhkan untuk senantiasa memperbarui hidup, dimulai dari diri sendiri, agar mampu menjadi saksi kasih Kristus di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat.