Pertemuan BKSN 1 dan 2 Lingkungan St Gabriel

Bulan September dalam gereja Katholik merupakan Bulan Kitab Suci Nasional atau yang sering disingkat BKSN. LBI menetapkan tema BKSN 2025 adalah “Allah Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup” (Belajar dari Nubuat Zakharia dan Nubuat Maleakhi). Penentuan tema ini dipengaruhi oleh bulla Paus Fransiskus berkaitan dengan Tahun Yubileum 2025 yang berjudul Spes non Confundit (Pengharapan tidak Mengecewakan). Tema BKSN 2025 ini didalami dalam empat subtema, yakni:
1. Pembaruan Relasi Dengan Diri Sendiri (Za. 1:1-6),
2. Pembaruan Relasi Dengan Sesama (Za. 7:1 -14),
3. Pembaruan Relasi Dalam Keluarga (Mal. 2:10-16),
4. Pembaruan Relasi Dengan Allah (Mal. 3:13-18).

Lingkungan St Gabriel mengadakan pertemuan BKSN 1 dan 2 pada hari Jumat tanggal 5 September 2025 bertempat di rumah keluarga Rudy Manik. Umat yang hadir dalam pertemuan ini terdiri dari bapak, ibu, remaja dan anak berjumlah 26 orang. Pertemuan BKSN 1 dipimpin oleh Jiwo, Arif, Anang dan Natra. Sedangkan pertemuan BKSN 2 dipimpin oleh Candra, Anton, Rudy dan Joseph. Pada pertemuan BKSN 1 kita diajak untuk semakin menyadari bahwa Allah menghendaki manusia mengalami pembaruan relasi dengan diri sendiri,dengan bertobat dan kembali kepada jati dirinya sebagai anak Allah. Petemuan BKSN 2 kita diajak untuk semakin menyadari bahwa ibadah yang sejati kepada Allah senantiasa disertai dengan tindakan yang penuh kasih kepada sesama. Pertemuan BKSN ini ditutup pukul 21.00 WIB.

Pesta Nama Pelindung Lingkungan Santa Monica: Jiwa Baru, Semangat Baru!

Erista Garden Asri, 31 Agustus 2025 — Suasana penuh sukacita dan semangat kebersamaan mewarnai perayaan pesta nama pelindung Lingkungan Santa Monica yang tahun ini mengangkat tema “Jiwa Baru, Semangat Baru.” Acara ini menjadi momentum istimewa untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga serta memperkuat semangat pelayanan di dalam lingkungan.

Perayaan dimulai sejak pagi hari dengan berkumpulnya warga di rumah salah satu anggota lingkungan. Dalam suasana penuh keakraban, seluruh peserta kemudian berangkat bersama-sama menuju lokasi acara di Erista Garden Asri. Setibanya di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB, seluruh warga langsung disambut dengan berbagai kegiatan menarik yang telah dipersiapkan oleh panitia.

Salah satu kegiatan utama dalam acara ini adalah outbond seru yang dibagi ke dalam 4 kelompok, di mana setiap kelompok mengikuti berbagai tantangan menyenangkan yang menguji kekompakan, kreativitas, dan kerja sama tim. Gelak tawa dan semangat peserta terlihat jelas sepanjang sesi ini, mencerminkan semangat baru yang ingin dihidupkan di tengah komunitas.

Usai kegiatan outbond, acara dilanjutkan dengan *syukuran pesta nama pelindung Santa Monica. Dalam suasana yang lebih khidmat, seluruh warga bersama-sama mengungkapkan rasa syukur atas penyertaan Tuhan dan teladan hidup Santa Monica sebagai pelindung lingkungan. Momen syukur ini ditandai dengan *pemotongan tumpeng, simbol harapan dan berkat bagi seluruh warga lingkungan.

Tak hanya itu, momen syukuran juga menjadi ajang istimewa dengan diperkenalkannya lagu lingkungan baru “Santa Monica” yang diciptakan oleh salah satu warga berbakat, Mas Iit. Lagu ini disambut antusias oleh seluruh peserta dan diharapkan menjadi simbol identitas dan semangat kebersamaan warga ke depan.

Acara ditutup dengan makan siang bersama yang penuh kehangatan serta pembagian doorprize yang menambah keceriaan seluruh peserta. Semua hadiah dibagikan secara adil dan meriah, memberikan kegembiraan terutama bagi anak-anak dan lansia yang ikut serta.

Melalui perayaan ini, Lingkungan Santa Monica menunjukkan semangat baru dalam menjalin relasi, memperkuat iman, dan membangun komunitas yang solid. Semoga semangat Santa Monica dalam ketekunan dan doa menjadi inspirasi nyata bagi setiap warga lingkungan.

Hidup Santa Monica! Jiwa Baru, Semangat Baru!

Doa Rutin Lingkungan Santo Petrus dan Sosialisasi Pemilihan Ketua Dewan Stasi serta Ketua Lingkungan Baru

Pada hari Kamis 7 Agustus 2025 pukul 19.00 WIB, umat Lingkungan Santo Petrus berkumpul di rumah Bapak Priyo untuk melaksanakan doa rutin lingkungan. Kegiatan ini dihadiri oleh 22 umat yang hadir dengan penuh semangat dan kekhidmatan. Doa dipimpin oleh Bapak Hery, yang memandu umat untuk bersama-sama memanjatkan pujian, syukur, serta doa permohonan kepada Tuhan.

Selain doa rutin, pertemuan kali ini juga diisi dengan sosialisasi pemilihan Ketua Dewan Stasi dan Ketua Lingkungan baru. Dalam sesi ini, umat diberikan informasi mengenai proses pemilihan, kriteria calon pemimpin, serta jadwal pelaksanaan pemilihan. Sosialisasi bertujuan agar umat semakin memahami perannya dalam menentukan pemimpin yang mampu melayani dengan penuh kasih, rendah hati, dan tanggung jawab.

Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Umat saling berbagi aspirasi dan harapan agar kepemimpinan yang terpilih nantinya dapat membawa Lingkungan Santo Petrus semakin maju dalam iman dan pelayanan. Pertemuan diakhiri dengan doa penutup, memohon berkat Tuhan atas proses pemilihan yang akan datang, agar berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang terbaik bagi umat.


Pertemuan Rutin Lingk. Antonius Kamis, 24 Juli 2025

Pertemuan rutin Lingk. Antonius dilaksanakan pada hari Kamis, 24 Juli 2025 pada pukul 19.30 di rumah Bapak Yosep. Tidak hanya pertemuan rutin, namun kegiatan juga diisi dengan acara mendoakan arwah ayahnda dari Bapak Yosep, yang 2 tahun lalu dipanggil Tuhan. Pertemuan diawali dengan sembhayangan yang dipimpin oleh Bapak Mikhael Purwanto dilanjutkan gendu-gendu rasa membicarakan pergantian Ketua Dewan Stasi.

 

 

Doa Rutin Lingkungan Santo Petrus Kamis, 10 Juli 2025

Pada hari Kamis, 10 Juli 2025, umat Lingkungan Santo Petrus kembali mengadakan doa rutin lingkungan yang dilaksanakan di rumah Ibu Lina pada pukul 19.00 WIB. Kegiatan ini dipimpin oleh Ibu Maya dan dihadiri oleh 15 umat.

Doa rutin dimulai dengan bacaan Kitab Suci, yang menjadi dasar permenungan bersama. Setelah itu, umat yang hadir saling berbagi pengalaman hidup dan refleksi pribadi melalui sesi sharing iman. Suasana penuh kehangatan, keterbukaan, dan kekeluargaan sangat terasa dalam pertemuan ini.

Kegiatan ini bukan hanya menjadi sarana memperdalam iman, tetapi juga mempererat persaudaraan antarumat di lingkungan. Doa dan sharing yang dilakukan bersama menjadi penguat satu sama lain dalam menjalani kehidupan sehari-hari sebagai umat beriman.

Semoga kegiatan doa rutin seperti ini terus berjalan dengan semangat dan komitmen, menjadi sumber berkat bagi seluruh anggota lingkungan.

Tuhan memberkati.

Ibadat Syukur Ngunduh Mantu: Robertus Ade Kristian & Chatarina Adinda Febrianty

Pada hari Sabtu, tanggal 5 Juli 2025, pukul 19.00 WIB, telah dilaksanakan ibadat syukur Ngunduh Mantu atas pernikahan Robertus Ade Kristian dan Chatarina Adinda Febrianty. Ibadat ini diselenggarakan di kediaman Bapak YE. Hananto dan dipimpin oleh Ibu Prodiakon Tiwik.

Acara ibadat berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh rasa syukur, di mana keluarga besar memanjatkan doa sebagai ungkapan terima kasih atas berkat sakramen pernikahan yang telah diterima oleh kedua mempelai. Ibadat ini juga menjadi momen untuk mempererat tali kasih antar keluarga, lingkungan, dan umat.

Sekitar 40 umat turut hadir dalam ibadat ini, terdiri dari umat Lingkungan Santo Petrus maupun dari lingkungan lain. Kehadiran para umat menjadi bentuk dukungan dan doa bersama untuk kehidupan rumah tangga Robertus dan Chatarina, agar senantiasa dilimpahi berkat, damai, dan kesetiaan dalam membangun keluarga Katolik yang kokoh dalam iman dan kasih.

Semoga pasangan pengantin baru ini senantiasa diberi kekuatan untuk menjalani kehidupan pernikahan yang penuh sukacita, saling melengkapi, dan menjadi saksi kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Selamat menempuh hidup baru, Robertus & Chatarina. Tuhan memberkati.

Doa Rutin Lingkungan St. Petrus: Menghidupi Iman Lewat Katekese Sejarah KAS

Pada hari Kamis, 12 Juni 2025, umat Lingkungan St. Petrus kembali berkumpul dalam doa rutin bulanan yang dilaksanakan di rumah ibu kaling, Mba Lely. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sejak awal kegiatan yang dipimpin oleh Ibu Mulyadi ini.

Sebanyak 12 umat hadir dalam kegiatan ini, menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian untuk terus memperkuat iman dalam komunitas kecil. Doa bersama menjadi momen penyegaran rohani, sekaligus ruang refleksi atas pengalaman hidup sehari-hari dalam terang firman Tuhan.

Menariknya, kegiatan kali ini juga diisi dengan katekese tentang Sejarah Keuskupan Agung Semarang (KAS). Katekese tersebut mengajak umat mengenal lebih dalam perjalanan panjang Gereja KAS dari masa awal hingga sekarang, mulai dari peran para misionaris awal, perkembangan paroki-paroki, hingga semangat pelayanan yang terus hidup dalam berbagai bidang pastoral.

Ibu Mulyadi menyampaikan bahwa memahami sejarah KAS bukan hanya memperluas pengetahuan, tetapi juga memperkuat identitas sebagai bagian dari Gereja lokal yang aktif dan berakar. Katekese ini memunculkan antusiasme dan diskusi ringan di antara umat, yang merasa terinspirasi untuk lebih berkontribusi dalam kehidupan menggereja.

Doa ditutup dengan harapan agar umat Lingkungan St. Petrus terus bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih, serta tetap setia dalam pelayanan dan kebersamaan. Kebersamaan pun dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana yang mempererat tali persaudaraan.

Semoga kegiatan seperti ini terus menjadi sumber semangat bagi umat untuk menapaki jalan kekudusan bersama.

Doa Rosario dan Katekese Lingkungan Santo Petrus: Membangun Gereja yang Bahagia

Pada hari Rabu, 28 Mei 2025 pukul 19.00 WIB, umat Lingkungan Santo Petrus berkumpul di kediaman Ketua Lingkungan, Mba Lely, untuk melaksanakan doa Rosario dan katekese rutin. Kegiatan ini dihadiri oleh 12 umat yang datang dengan semangat kebersamaan dan iman.

Doa Rosario dipimpin dengan khidmat oleh Ibu Mulyadi. Suasana doa berlangsung tenang dan penuh penghayatan, mengundang umat untuk merenungkan misteri kehidupan Yesus dan Bunda Maria serta memperdalam relasi pribadi dengan Tuhan.

Usai Rosario, kegiatan dilanjutkan dengan sesi katekese yang dibawakan oleh Ibu Retno. Tema katekese kali ini adalah “Gereja yang Bahagia: ARDAS 2026”. Dalam penyampaiannya, Ibu Retno menekankan pentingnya mewujudkan komunitas gerejawi yang penuh sukacita, saling mendukung, dan berlandaskan kasih Kristus. Katekese ini mengajak umat untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kehidupan menggereja dan menjadikan Lingkungan sebagai tempat bertumbuh dalam iman dan kebersamaan.

Pertemuan malam itu menjadi momen yang mempererat tali persaudaraan antar umat dan menguatkan semangat pelayanan dalam terang ARDAS 2026. Semoga kegiatan seperti ini terus menjadi sarana berkat bagi umat dan mendorong terciptanya Gereja yang semakin hidup, bersukacita, dan misioner.

Doa Rosario dan Katekese Lingkungan St. Petrus: “Menjadi Apostolik”

Pada hari Kamis, 22 Mei 2025, umat Lingkungan St. Petrus berkumpul dalam semangat kekeluargaan untuk berdoa bersama dalam doa Rosario dan mendalami iman melalui katekese. Kegiatan ini dilangsungkan di rumah Ibu Tris, yang terletak di Nanggulan, dan dimulai pukul 19.00 WIB.

Meskipun malam itu diguyur hujan, antusiasme umat tidak surut. Sebanyak 14 umat hadir, menunjukkan semangat kebersamaan dan iman yang teguh. Doa Rosario dipimpin oleh Ibu Merry, yang membimbing umat dengan penuh kesungguhan dan kelembutan hati dalam setiap peristiwa yang direnungkan.

Setelah Rosario, acara dilanjutkan dengan sesi katekese yang dibawakan oleh Ibu Maya. Topik katekese malam itu adalah “Menjadi Apostolik”, sebuah tema yang mengajak umat untuk merenungkan dan memahami salah satu ciri Gereja yang kudus: sifat apostolik. Ibu Maya menjelaskan bahwa menjadi apostolik berarti melanjutkan misi para rasul, yaitu mewartakan Injil dan menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Umat diajak untuk menyadari peran mereka sebagai pewarta kabar baik di tengah masyarakat, dengan tindakan nyata dalam kasih dan pelayanan.

Suasana hangat dan penuh semangat terasa sepanjang acara. Diskusi berlangsung aktif, dan umat saling berbagi pandangan serta pengalaman hidup beriman yang memperkaya satu sama lain.

Kegiatan ini tidak hanya mempererat tali persaudaraan antarumat di lingkungan, tetapi juga memperdalam penghayatan iman Katolik. Semangat apostolik yang dikobarkan malam itu diharapkan terus menyala dalam kehidupan sehari-hari seluruh umat St. Petrus.

Doa Rosario Lingkungan Santo Petrus dan Katekese Mei: Menjadi Katolik

Pada hari Kamis, 15 Mei 2025, umat Lingkungan Santo Petrus berkumpul di rumah Bapak Bayu untuk melaksanakan Doa Rosario dan Katekese Mei yang bertemakan Menjadi Katolik. Meskipun hujan mengguyur dengan cukup deras, semangat umat untuk hadir dan berdoa bersama tetap tinggi. Tepat pukul 19.00, acara dimulai dengan penuh kekhusyukan.

Doa Rosario dipimpin oleh Ibu Wiwid yang dengan penuh penghayatan memandu setiap peristiwa Rosario. Para umat yang hadir mengikuti doa dengan khidmat, menyatukan hati dalam untaian doa kepada Bunda Maria. Hujan yang turun seakan menjadi latar alamiah yang menambah kehangatan dalam kebersamaan.

Setelah Doa Rosario, acara dilanjutkan dengan Katekese yang dibawakan oleh Bapak Heri. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Heri menjelaskan makna menjadi seorang Katolik yang sejati, termasuk pentingnya hidup dalam iman, harapan, dan kasih. Para umat yang hadir tampak antusias mendengarkan dan berdiskusi, menambah wawasan tentang penghayatan iman Katolik.

Acara ini dihadiri oleh 12 orang umat yang dengan penuh semangat dan sukacita mengikuti seluruh rangkaian doa dan katekese. Walaupun cuaca kurang bersahabat, kekhusyukan doa dan kebersamaan yang terjalin tidak berkurang sedikit pun.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama, memohon berkat dan perlindungan Tuhan bagi seluruh umat Lingkungan Santo Petrus. Semoga semangat berdoa dan memperdalam iman semakin tumbuh dalam setiap hati umat.