Gladi Bersih Kamis Putih: Menyambut Pekan Suci dengan Persiapan Penuh Iman

Dalam rangka menyambut perayaan Kamis Putih, seluruh petugas liturgi dan tim pendukung di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo telah melaksanakan gladi bersih pada hari Senin, 7 April 2025. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan menuju Pekan Suci, khususnya untuk memastikan kelancaran dan kekhidmatan perayaan Kamis Putih yang akan dilangsungkan beberapa hari ke depan.

Gladi bersih ini melibatkan berbagai unsur pelayan liturgi, antara lain: prodiakon, lektor, misdinar, petugas pembasuhan kaki, tim koor, tata laksana, serta tim dokumentasi dan soundsystem. Setiap unsur mendapat arahan langsung dari tim liturgi paroki, demi menjaga ketepatan tata gerak dan kekompakan seluruh pelayanan selama Misa Kamis Putih.

Secara khusus, latihan juga difokuskan pada ritus pembasuhan kaki, yang menjadi simbol kerendahan hati dan pelayanan, sebagaimana diteladankan oleh Tuhan Yesus sendiri. Melalui gladi ini, seluruh petugas diajak untuk tidak hanya memahami tugasnya secara teknis, tetapi juga menjiwai makna spiritual dari setiap bagian liturgi.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat, diselingi dengan evaluasi di setiap sesi latihan, sehingga seluruh kekurangan dapat diperbaiki sebelum hari perayaan tiba. Semangat pelayanan tampak jelas dalam kesungguhan para petugas menjalani latihan, meskipun harus meluangkan waktu di tengah kesibukan masing-masing.

Melalui gladi bersih ini, diharapkan perayaan Kamis Putih di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo dapat berlangsung dengan lancar, khusyuk, dan menjadi pengalaman iman yang mendalam bagi seluruh umat. Semoga setiap pelayanan yang dipersembahkan menjadi ungkapan syukur dan cinta kepada Tuhan yang lebih dahulu mengasihi dan melayani kita semua.

 

 

 


Minggu Palma: Dari Kibasan Daun ke Salib yang Dalam

Setiap tahun, umat Katolik di seluruh dunia punya “tradisi” unik di Minggu Palma: datang ke gereja, bawa daun, dan ikut prosesi keliling gereja (atau keliling halaman, kalau nggak hujan dan halaman cukup luas). Anak-anak senang karena bisa mainan daun, ibu-ibu sibuk ngatur posisi palma biar fotonya bagus, dan bapak-bapak? Tetap tenang sambil mikir: “Ini nanti palem ditaruh mana ya, jangan sampai jadi mainan kucing.”

Tapi sesungguhnya, Minggu Palma bukan cuma soal daun palma atau prosesi meriah. Ini adalah momen sakral, penuh makna, dan menjadi pintu masuk ke Pekan Suci. Gereja mengajak kita untuk mengingat kembali peristiwa Yesus masuk ke Yerusalem, disambut meriah bak raja besar, padahal Ia tahu: yang menyambut dengan “Hosana!” hari ini… bisa jadi adalah orang yang berteriak “Salibkan Dia!” beberapa hari kemudian.

Bayangkan saja:
Yesus, Sang Raja Damai, datang bukan dengan iring-iringan pasukan dan musik marching band, tapi naik keledai—simbol kerendahan hati dan damai sejahtera. Sungguh tidak glamor, tapi sangat bermakna.

Dua Wajah dalam Satu Hari

Liturgi Minggu Palma juga spesial: diawali dengan suka cita, diakhiri dengan kisah sengsara. Misa dibuka dengan warna merah meriah, nyanyian semangat, dan daun palma yang dilambaikan penuh antusias. Tapi begitu bacaan Injil dimulai… umat jadi diam, suara koor mendayu-dayu, dan kita mulai masuk ke suasana serius: kisah sengsara Yesus.

Bacaan Injilnya panjang, sangat panjang—mungkin lebih panjang dari antrean pengakuan dosa minggu lalu. Tapi begitulah, karena kita diajak masuk dalam kisah cinta terbesar sepanjang sejarah: cinta yang rela menderita demi keselamatan.

Dari Daun ke Dalam

Minggu Palma mengingatkan kita: iman itu bukan soal momen manis saja, tapi soal kesetiaan dalam perjalanan panjang. Kadang kita mudah memuji Tuhan saat semuanya lancar: kerjaan oke, tagihan lunas, dan kopi nggak kepahitan. Tapi, bagaimana saat hidup terasa berat, saat kita harus ikut “memikul salib” kita masing-masing?

Nah, itulah ajakan sejati Minggu Palma:

“Berani ikut Yesus bukan hanya saat ramai dan penuh pujian, tapi juga saat jalan sepi dan penuh tantangan.”

Karena itulah, daun palma yang kita bawa bukan sekadar “souvenir misa.” Ia adalah simbol dari pilihan:
Apakah kita hanya jadi penonton dalam prosesi hidup Yesus, atau kita mau benar-benar ikut jalan bersama-Nya sampai Golgota?

Dan Akhirnya… Ada Harapan

Jangan lupa, Minggu Palma memang awal dari Pekan Suci yang penuh penderitaan, tapi ujungnya adalah Paskah! Kebangkitan! Kemenangan cinta!
Jadi kalau minggu ini kita merasa hidup kita penuh salib—entah salib kerjaan, salib rumah tangga, salib sinyal WiFi, atau salib “kenapa aku ditugaskan terus?”—ingatlah: setiap salib yang dipikul bersama Tuhan akan membawa kita pada kebangkitan.

 

 

 


Dua Berkat, Satu Sukacita: Baptis dan Peneguhan di GMBA Maguwo

Minggu 6 April 2025, suasana di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo terasa sedikit lebih manis dan penuh senyum dari biasanya. Bukan karena pendinginnya nyala maksimal atau karena koor-nya nyanyi lagu favorit umat, tapi karena kita semua ikut menyaksikan dua momen sakral dan membahagiakan: pembaptisan satu anak dan peneguhan satu anak remaja.

Satu anak resmi “masuk anggota” penuh keluarga besar umat Allah lewat sakramen baptis. anak itu tersenyum waktu disiram air baptis bisa jadi karena kaget airnya agak dingin, tapi kami percaya itu adalah air sukacita yang membasuh dan menyegarkan jiwa. Selamat datang dalam kehidupan iman, dek! Satu langkah kecil bagimu, tapi langkah besar menuju surga

Di saat yang hampir bersamaan, seorang anak remaja kita juga menerima sakramen peneguhan tanda bahwa ia siap jadi pribadi yang lebih kokoh dalam iman. Kalau sebelumnya dibimbing, sekarang mulai siap membimbing. Walau mungkin masih suka lupa naruh kunci rumah, semoga tidak pernah lupa kalau dirinya sudah dipenuhi Roh Kudus

Kedua peristiwa ini adalah pengingat kecil bahwa Gereja bukan cuma bangunan, tapi keluarga yang terus bertumbuh. Ada yang baru bergabung, ada yang diteguhkan, dan ada kita semua yang selalu diingatkan: iman itu hidup, dan harus terus ditumbuhkan bersama.

Selamat untuk kedua anak dan keluarganya! Terima kasih juga untuk semua umat yang hadir, ikut tersenyum, dan tentu saja—ikut berdoa (meski sambil ngelirik jam, takut terlambat sarapan kedua)

 

terima kasih romo Dadang

 

 

 



Sembahyangan Rutin dan Penyerahan LPJ Kegiatan Ziarek Yubelium 2025

Pada hari Senin, 25 Februari 2025, telah dilaksanakan sembahyangan rutin sekaligus penyerahan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kegiatan Ziarek Yubelium 2025. Acara ini berlangsung di rumah keluarga Thomas Muryanto dan dipimpin oleh Ibu Aniek selaku prodiakon dari lingkungan Antonius. Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 20 orang umat yang tergabung dalam lingkungan tersebut.

Usai sembahyangan, acara dilanjutkan dengan penyerahan LPJ kegiatan Ziarek Yubelium 2025. Dalam kesempatan ini, panitia penyelenggara menyampaikan laporan terkait seluruh rangkaian kegiatan ziarek yang telah berlangsung, termasuk pertanggungjawaban dana yang digunakan. Laporan tersebut diterima dengan baik oleh umat yang hadir, dan mereka mengapresiasi transparansi serta kerja keras panitia dalam mengelola kegiatan ini.

Misa Memule Mengenang 1 Tahun Berpulangnya Ibu R. Ngt Elizabeth Soeryaningsih

Pada Jumat, 31 Januari 2025, telah dilaksanakan Misa Memule untuk memperingati satu tahun berpulangnya Ibu R. Ngt Elizabeth Soeryaningsih. Misa ini dipersembahkan secara khusyuk oleh Romo Yos Bintoro Pr dan Romo V. Indra Sanjaya Pr di Perum Kadisoka Asri Blok M-3, Kadisoka. Sekitar 90 umat hadir dalam perayaan ini, yang berasal dari berbagai lingkungan, yaitu Stefanus, Gregorius, Bartolomeus, dan Antonius.

Misa dimulai pada pukul 18.00 WIB dengan suasana penuh kekhidmatan. Umat yang hadir menyatu dalam doa dan lagu-lagu pujian, menciptakan suasana yang penuh kasih dan harapan. Dalam homilinya, Romo Indra Sanjaya Pr Pr mengingatkan pentingnya mengenang dan mendoakan jiwa orang yang telah berpulang. Beliau menekankan bahwa peringatan seperti ini bukan hanya sebagai bentuk kasih sayang kepada almarhumah, tetapi juga sebagai kesempatan untuk merenungkan makna hidup dan kematian dalam terang iman Kristiani.

Romo Yos Bintoro Pr melanjutkan dengan doa khusus untuk Ibu R. Ngt Elizabeth Soeryaningsih. Beliau mengajak seluruh umat untuk terus mendoakan arwah beliau agar mendapatkan tempat yang damai di sisi Tuhan. Momen ini menjadi saat yang penuh haru, di mana banyak umat terlihat menundukkan kepala dengan doa tulus.

Perayaan misa ini ditutup dengan berkat penutup dan doa bersama yang dipimpin oleh kedua romo. Setelah misa, umat berkesempatan untuk bersilaturahmi dan saling menguatkan dalam suasana kekeluargaan. Kehadiran para umat dari berbagai lingkungan menunjukkan solidaritas dan cinta kasih yang mendalam dalam komunitas Gereja.

Acara ini tidak hanya menjadi momen peringatan bagi keluarga almarhumah, tetapi juga menjadi pengingat akan nilai-nilai kebersamaan, iman, dan kasih yang terus hidup dalam komunitas umat beriman. Semoga doa dan peringatan ini membawa ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan serta damai abadi bagi jiwa Ibu R. Ngt Elizabeth Soeryaningsih. Tuhan memberkati.

Perayaan Misa Natal 2024 di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo: Sukacita dalam Kebersamaan dan Keamanan

Pada tanggal 24 Desember 2024, Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo menggelar Perayaan Misa Natal yang meriah dan penuh khidmat. Misa dimulai pada pukul 18.00 WIB dan dipimpin oleh Romo Adrianus Maradiyo, Pr., yang membawa umat dalam suasana penuh doa dan refleksi atas kelahiran Sang Juru Selamat.

Misa Natal tahun ini mengangkat tema homili “Mari Kita Pergi ke Betlehem.” Dalam homilinya, Romo Adrianus menjelaskan makna mendalam dari Betlehem, yang dalam bahasa Ibrani berarti “rumah roti.” Romo menyampaikan bahwa Betlehem bukan sekadar tempat kelahiran Yesus, tetapi juga melambangkan rumah yang menawarkan kekenyangan, baik secara jasmani maupun rohani. “Di Betlehem, kita diingatkan untuk selalu bersyukur atas rezeki jasmani yang kita terima dan terus mencari kekenyangan rohani melalui kehadiran Kristus dalam hidup kita,” ujar Romo Adrianus dalam homilinya yang menyentuh hati seluruh umat yang hadir.

Misa ini dihadiri oleh sebanyak 1.674 umat, yang memadati ruang gereja hingga halaman luar. Suasana kekeluargaan terasa kental, dengan umat yang datang dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga lansia, turut ambil bagian dalam perayaan ini. Lagu-lagu Natal yang dinyanyikan oleh paduan suara gereja menambah kesakralan misa, membawa umat semakin mendalami misteri kasih Allah yang hadir dalam diri Yesus Kristus.

Keamanan dan Kebersamaan dengan Masyarakat Sekitar
Dalam rangka menjamin kelancaran dan kenyamanan acara, tim keamanan gereja bekerja sama dengan masyarakat sekitar, termasuk mereka yang berasal dari lintas agama. Kehadiran masyarakat non-Katolik sebagai bagian dari tim keamanan mencerminkan semangat kebersamaan dan toleransi yang tinggi di lingkungan Maguwo. “Kami merasa bangga dapat membantu saudara-saudara kami yang merayakan Natal. Ini adalah bentuk kebersamaan dan persaudaraan tanpa memandang perbedaan,” ungkap salah satu anggota masyarakat yang turut membantu.

Langkah-langkah pengamanan, termasuk pengaturan lalu lintas dan penjagaan di sekitar area gereja, memastikan bahwa seluruh rangkaian misa berjalan dengan tertib. Meskipun ribuan umat hadir, suasana tetap kondusif berkat koordinasi yang baik antara tim keamanan dan masyarakat.

Pesan Natal untuk Semua
Melalui perayaan Natal ini, Gereja Maria Bunda Allah Maguwo tidak hanya merayakan kelahiran Kristus, tetapi juga mengajak seluruh umat untuk merenungkan pesan cinta kasih, kesederhanaan, dan solidaritas. Pesan ini disampaikan tidak hanya melalui homili, tetapi juga melalui tindakan nyata, seperti berbagi kasih dengan masyarakat sekitar dan menghadirkan suasana aman serta damai selama perayaan.

Misa Natal 2024 di GMBA Maguwo menjadi momen yang tidak hanya menyatukan umat dalam doa dan pujian, tetapi juga menguatkan persaudaraan lintas iman di tengah masyarakat. Dengan semangat Natal, umat diundang untuk terus melanjutkan perjalanan menuju Betlehem, rumah tempat kekenyangan sejati ditemukan, dan menjadikan kasih Kristus sebagai pedoman hidup sehari-hari.

Aksi Natal PIA

Kado Kanak-kanak Yesus

Pada hari Rabu, 25 Desember 2024, Gereja Maria Bunda Allah Maguwo (GMBA Maguwo) akan mengadakan acara Kado Kanak-Kanak Yesus dalam rangka perayaan Natal. Acara ini akan dilaksanakan pada misa pukul 08:00.

Umat yang ingin berpartisipasi diundang untuk memberikan kado berupa alat tulis seharga Rp10.000 atau buku cerita anak-anak (bukan buku pelajaran). Kado-kado ini nantinya akan diberikan kepada anak-anak yang membutuhkan sebagai bentuk kasih Natal.

Mari berbagi sukacita Natal dengan memberikan kado terbaik untuk Kanak-Kanak Yesus!

JADWAL MISA MALAM NATAL, 23 & 24 DESEMBER 2020, GEREJA ST. MARIA BUNDA ALLAH MAGUWO

Misa Malam Natal di gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo akan dilaksanakan tiga kali misa, yaitu pada tanggal 23 dan 24 Desember 2020. Lingkungan-lingkungan dibagi dalam tiga kelompok sesuai jadwal misa yang sudah ditentukan tersebut.

Sehubungan dengan pandemi covid 19, dan berdasarkan protokol kesehatan yang ditentukan oleh Tim Satgas Nasional, maka semua umat yang akan mengikuti kisa perayaan natal di gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo wajib mendaftarnkan nama mereka lewat Ketua Lingkungannya masing-masing.

Jadwal Misa Malam Natal dapat dilihat dalam flyer di bawah ini.

Misa Malam Natal 23 Desember 2020

MISA MALAM NATAL, 24 DESEMBER 2020, GEREJA ST. MARIA BUNDA ALLAH MAGUWO

Telah sekian lama umat manusia berjuang menghadapi pandemi covid 19 yang senantiasa mengancam kehidupan umat manusia. Namun demikian situasi pandemi tersebut tidak menyurutkan kerinduan umat katolik, khususnya Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo untuk mengikuti perayaan ekaristi dan menyambut komuni secara sakramental. Menyikapi kerinduan umat yang demikian besar, dan pertimbangan akan keselamatan bersama, maka diambil kebijakan dan langkah-langkah sesuai prosedur kesehatan yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang Pemerintah Indonesia.

Kita patut bersyukur bahwa Gereja kita dinilai layak oleh Tim Satgas Covid 19 Kecamatan Depok untuk menyelenggarakan Misa Habitus Baru pada setiap Hari Minggu. Berkaitan dengan Perayaan Misa Malam Natal, 24 Desember 2020, Tim Satgas Covid 19 Stasi Maguwo telah menyiapkan langkah-langkah persiapan. Mengingat kapasitas tempat duduk yang tidak banyak akibat penyesuaian dengan prosedur kesehatan, maka umat Stasi Maguwo (terdata dalam Data Umat Stasi Maguwo), berusia 10 – 70 tahun, tidak berhalangan untuk menerima komuni sakramental, yang ingin mengikuti Misa Malam Natal untuk mendaftarkan namanya kepada Ketua Lingkugan atau Pengurus Lingkungannya masing-masing. Mohon memperhatikan jadwal dan ketentuan pendaftaran berikut ini.