Pertemuan APP 1 Lingkungan St. Gabriel : Mengenal Kondisi, Menggerakkan Aksi

Dalam masa Prapaskah, umat Katolik diajak untuk menghayati semangat doa, mati raga, dan aksi sebagai wujud pertobatan dan solidaritas. Pada tahun 2026 ini, Panitia APP Keuskupan Agung Semarang (KAS) mengangkat tema, “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera.” Tema ini mengajak seluruh umat untuk semakin peka terhadap kondisi sekitar serta terlibat aktif dalam membangun kesejahteraan bersama.

Pada Kamis, 19 Februari 2026, umat Lingkungan St. Gabriel melaksanakan Pertemuan APP 1 di rumah keluarga Bapak Suroso. Pertemuan dimulai pukul 19.00 WIB dan dipimpin oleh Bapak Jiwo, Bapak Arif, serta Bapak Simbolon. Sebanyak 20 umat hadir, terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang tua, yang mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan semangat kebersamaan.

Pertemuan APP 1 mengangkat tema “Potret Kondisi dan Potensi, Dasar untuk Mengawal Aksi.” Melalui tema ini, umat diajak menyadari pentingnya data sebagai dasar dalam merencanakan gerakan yang tepat sasaran. Dalam konteks Gereja KAS, pendataan umat melalui sistem Ecclesia yang terus diperbarui diharapkan mampu memberikan gambaran nyata mengenai kondisi umat beriman. Sistem ini perlu semakin dikenal dan dimanfaatkan, khususnya oleh para pelaku pastoral, agar setiap program dan kegiatan dapat dirancang sesuai kebutuhan riil umat.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan. Melalui sharing dan diskusi bersama, umat saling berbagi pandangan mengenai kondisi lingkungan sekaligus menggali potensi yang dimiliki. Pertemuan ini menjadi langkah awal yang baik untuk semakin menguatkan kebersamaan serta komitmen dalam mewujudkan masyarakat yang bahagia dan sejahtera, dimulai dari lingkungan sendiri.

Sebagai penutup, umat Lingkungan St. Gabriel berharap agar pertemuan-pertemuan APP selanjutnya semakin mempererat persaudaraan dan menumbuhkan semangat pelayanan. Semoga melalui proses refleksi, pendataan, dan aksi nyata yang dilakukan bersama, umat semakin mampu menghadirkan Gereja yang hidup, peduli, dan membawa sukacita bagi sesama.

Setelah pertemuan APP selesai, kegiatan dilanjutkan dengan latihan koor sebagai persiapan ibadat memule untuk memperingati dua tahun wafatnya Ibu Maria Waginem Budiarjo. Latihan dilakukan dengan penuh kesungguhan sebagai wujud pelayanan dan dukungan kepada keluarga. Ibadat memule tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada hari Minggu, 22 Februari 2026.

Melalui rangkaian kegiatan ini, umat Lingkungan St. Gabriel semakin diteguhkan dalam kebersamaan, baik dalam refleksi iman maupun dalam pelayanan nyata di tengah lingkungan.

Pelayanan Umat Lingkungan Santa Monica sebagai Among Tamu dan Tata Laksana

Pada hari Minggu, 1 Februari 2026, umat dari Lingkungan Santa Monica, Paroki Kalasan – Stasi Maguwo, mendapat tugas pelayanan sebagai among tamu dan tata laksana dalam Perayaan Ekaristi. Para petugas telah berkumpul di GMBA sejak pukul 06.15 WIB untuk melakukan persiapan sebelum misa dimulai.

Sejak pagi hari, kondisi cuaca kurang mendukung. Gerimis sudah turun sejak pukul 06.00 WIB dan semakin deras mendekati pukul 07.00 WIB. Hal ini menyebabkan jumlah umat yang hadir tidak terlalu banyak. Meskipun demikian, Perayaan Ekaristi tetap berlangsung dengan khidmat.

Para petugas among tamu dengan penuh tanggung jawab menyambut umat yang hadir, membantu mengarahkan tempat duduk, serta menjaga ketertiban selama perayaan berlangsung. Petugas tata laksana juga menjalankan tugasnya dengan baik sehingga seluruh rangkaian misa dapat berjalan dengan lancar.

Setelah Perayaan Ekaristi selesai, tugas penghitungan kolekte dilaksanakan oleh Mas Vincen, Bu Merri, Bu Sulis, dan Bu Seti. Penghitungan kolekte dilakukan dengan tertib dan penuh tanggung jawab sebagai bagian dari pelayanan kepada Gereja.

Semoga pelayanan umat Lingkungan Santa Monica ini semakin menumbuhkan semangat kebersamaan, pengabdian, dan sukacita dalam kehidupan menggereja di Paroki Kalasan – Stasi Maguwo.

Tugas Koor Misa Jumat Pertama Lingkungan St. Maria Immaculata

The current image has no alternative text. The file name is: WhatsApp-Image-2026-02-06-at-7.03.27-PM.jpeg

Jumat, 06 Februari 2026 diadakan Misa Jumat Pertama di gereja St. Maria Bunda Allah Stasi Maguwo. Dan kebetulan yang bertugas koor adalah lingkungan St. Maria Immaculata. Jumat Pertama sendiri merupakan salah satu bentuk devosi umat Katolik kepada Hati Kudus Yesus, yang dirayakan setiap bulan sebagai ungkapan syukur, pertobatan, dan pembaruan iman. Dalam perayaan Ekaristi ini, keterlibatan umat sangatlah penting, termasuk peran koor lingkungan yang bertugas mengiringi jalannya misa dengan pujian dan nyanyian.

Koor lingkungan bertanggung jawab menyiapkan lagu-lagu liturgi yang sesuai dengan tema Jumat Pertama, seperti lagu-lagu yang menekankan kasih, pengorbanan, dan kerahiman Hati Kudus Yesus. Persiapan ini mencakup latihan bersama, pemilihan lagu dan koordinasi dengan tim liturgi supaya sesuai dengan tema.

Melalui pelayanan koor dalam Misa Jumat Pertama, Lingkungan Maria Immaculata diharapkan semakin menumbuhkan semangat kebersamaan, partisipasi aktif umat, serta kecintaan terhadap liturgi Gereja. Semoga setiap lagu yang dilantunkan menjadi doa yang hidup, menguatkan iman, dan membawa berkat bagi seluruh umat yang hadir.

Ibadat Sabda Lingkungan St. Antonius Padua Sembego

Kamis, 22 Januari 2026
Pemandu Ibadat          : Bapak Murdiyana
Bacaan Injil                   : Markus 3 : 7–12
Tema                             : “Diselamatkan oleh Belas Kasih”

Tempat                          : Rumah Bapak Puspito

Umat yang hadir          : 20 0rang

Dalam ibadat sabda lingkungan yang dilaksanakan pada hari Kamis, Bapak Murdiyana menyampaikan renungan berdasarkan bacaan Injil Markus 3:7–12 dengan tema “Diselamatkan oleh Belas Kasih”.

Renungan diawali dengan penjelasan singkat mengenai situasi dalam Injil, di mana Yesus diikuti oleh banyak orang dari berbagai daerah. Mereka datang dengan berbagai latar belakang dan persoalan hidup, terutama karena mereka percaya bahwa Yesus memiliki kuasa untuk menyembuhkan dan membebaskan dari penderitaan.

Bapak Murdiyana menekankan bahwa dalam perikop ini, Yesus tidak hanya tampil sebagai pengajar, tetapi sebagai pribadi yang penuh belas kasih, yang mau mendekati orang-orang sakit, lemah, dan terpinggirkan. Banyak orang yang sakit berdesakan ingin menyentuh Yesus, dan mereka yang kerasukan roh jahat pun disembuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa keselamatan yang diberikan Yesus lahir dari belas kasih Allah, bukan karena jasa atau kelayakan manusia.

Iman sejati bukan sekadar pengakuan di bibir bahwa Yesus adalah Tuhan, melainkan wujud ketaatan dan kasih melalui teladan perbuatan nyata dalam kehidupan sehari-hari. 

Kita diundang untuk membangun relasi pribadi yang mendalam dengan Yesus sebagai Tuhan dan Sahabat, bukan sekadar datang untuk memanfaatkan kuasa-Nya demi kepentingan egois semata. 

Melalui kesabaran, kejujuran, dan pengampunan, kita dipanggil menjadi murid Kristus yang sungguh-sungguh mengenal dan mengikuti-Nya hingga akhir, membawa terang kasih-Nya melalui kesaksian hidup yang tenang namun mendalam.

Menurut teman-teman, tantangan terbesar apa yang sering kita hadapi dalam menunjukkan kasih Yesus melalui perbuatan nyata?

Renungan ditutup dengan ajakan agar umat Lingkungan St. Antonius Padua Maguwo semakin menjadi komunitas yang menghadirkan kasih, penerimaan, dan pengharapan bagi siapa pun yang membutuhkan.

https://youtu.be/_mjLTRmXzUc

“Pelantikan & Pembaruan Janji Misdinar Santo Tarcisius Maguwo”


Suasana khidmat menyelimuti Gereja Santa Maria Bunda Allah pada perayaan Ekaristi hari ini, Minggu 18 januari 2026. Gereja dengan penuh sukacita merayakan regenerasi sekaligus penguatan komitmen para pelayan altarnya. Dalam upacara ini, sebanyak 19 anggota baru resmi dilantik, sementara puluhan anggota misdinar lama melakukan pembaruan janji setia.

Upacara yang penuh rahmat ini dipimpin langsung oleh Romo FX Murdi Susanto, Pr . Di hadapan umat, para putra-putri ini berdiri dengan mantap untuk menyatakan kesiapan mereka melayani di Altar Tuhan.

Poin-Poin Penting Upacara:

  • Penerimaan 19 Anggota Baru: Setelah melalui masa pembekalan dan katekese yang panjang, 19 calon misdinar ini akhirnya dinyatakan layak untuk bergabung dalam korps misdinar Stasi.
  • Pembaruan Janji Misdinar Senior: Tidak hanya menyambut wajah-wajah baru, para misdinar yang telah lebih dulu bertugas juga berdiri untuk memperbaharui komitmen mereka. Momen ini menjadi pengingat bahwa pelayanan adalah perjalanan yang terus berlanjut dan perlu dipupuk kembali semangatnya.
  • Amanat Romo FX Murdi Susanto, Pr: Dalam pesannya, Romo mengingatkan bahwa menjadi misdinar bukan sekadar tugas teknis atau pelengkap liturgi, melainkan bentuk pengabdian hati yang meneladani keberanian dan kesetiaan Santo Tarcisius.
  • Pengucapan Janji Serempak: Inti dari upacara ini adalah saat ke-19 anggota baru bersama para misdinar senior mengucapkan janji misdinar secara serempak. Mereka berjanji untuk menjaga kesucian hidup, disiplin dalam mengabdi, dan rasa hormat yang mendalam terhadap Sakramen Mahakudus.

Makna Pelayanan kehadiran 19 anggota baru dan pembaruan komitmen para senior menjadi nafas segar bagi kehidupan liturgi di
Stasi Santa Maria Bunda Allah . Meskipun tugas ini menguras waktu dan tenaga, namun kegembiraan dalam mengabdi kepada Tuhan di Altar adalah anugerah yang luar biasa bagi perkembangan iman mereka. Keharmonisan antara anggota baru yang penuh semangat dan anggota lama yang berpengalaman menciptakan persaudaraan yang kuat dalam tubuh Misdinar Santo Tarcisius.


Selamat kepada 19 misdinar baru yang telah dilantik, dan selamat melanjutkan tugas bagi para misdinar yang telah memperbaharui janjinya. Semoga semangat Santo Tarsisius selalu menyala di dalam hati kalian, menjadikan kalian pelayan yang rendah hati dan penuh kasih.”

“Proficiat dan Selamat Melayani!”





Perayaan Natal Lingkungan Santo Antonius Maguwo Berlangsung Meriah dan Penuh Sukacita

Maguwo, 16 Januari 2026 — Perayaan Natal Lingkungan Santo Antonius Maguwo yang diselenggarakan pada Jumat siang, 16 Januari 2026 di wisma Anugerah Kaliurang, berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh sukacita. Kegiatan yang diikuti oleh umat lingkungan ini menjadi momentum kebersamaan sekaligus perwujudan syukur atas kelahiran Yesus Kristus.

Acara dimulai pukul 09.30 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara. Suasana semakin hangat saat sesi ice breaking melalui lagu “Yesus Pokok dan Kita Carang-Nya” yang dibawakan oleh Bapak Arief Subyantoro, mengajak seluruh umat untuk terlibat aktif sejak awal acara.

Rangkaian ibadah Perayaan Natal dipimpin oleh Bapak Murdiyono pada pukul 09.50 WIB. Ibadah berlangsung dengan khidmat dan sederhana, diakhiri dengan lagu penutup “Gembala Pergi Cepat-cepat” versi Jawa yang kembali dibawakan oleh Bapak Arief. Lagu tersebut menambah nuansa lokal sekaligus memperdalam makna perayaan Natal.

Selanjutnya Ketua Lingkungan menyampaikan ungkapan syukur serta terima kasih kepada seluruh umat yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya acara. Bapak Indarto selaku Ketua Lingkungan menekankan pentingnya kebersamaan dan semangat pelayanan dalam kehidupan meng-gereja di lingkungan.

Kemeriahan acara berlanjut dengan penampilan drama teatrikal berjudul “Kado di Ujung Keluh” yang dibawakan oleh Andreas, Lia, Bagus dan Veraika dimana dalam teatrikal tersebut menyiratkan pesan bahwa di jaman yang serba sulit, penuh tekanan dan penuh perjuangan ini, sebagai umat yang beriman perlu untuk terus bersyukur daripada “sambat wae”. Kemudian drama teatrikal dilanjutkan dengan flash dance. Penampilan ini mendapat sambutan antusias dari umat karena menyampaikan pesan Natal secara kreatif dan menyentuh. Berbagai permainan interaktif seperti “Tebak Gambar” dan “Kata Berangkai” turut memeriahkan suasana dan melibatkan umat lintas usia.

Selain hiburan, acara juga diisi dengan sosialisasi pembangunan Gereja Stasi yang dibawakan oleh tim Pembangunan GMBA sebagai bentuk transparansi dan ajakan partisipasi umat dalam mendukung karya pelayanan gereja ke depan.

Setelah istirahat makan siang, acara dilanjutkan dengan sesi karaoke yang semakin mempererat keakraban antarumat. Rangkaian kegiatan ditutup pada pukul 13.30 WIB dengan suasana penuh kegembiraan dan rasa syukur.Perayaan Natal Lingkungan Santo Antonius Maguwo tahun ini tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga wadah untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat saling melayani di tengah umat. (aphs)

Pertemuan Penanggung Jawab Koor Lingkungan Stasi Maguwo


Dalam semangat mempererat koordinasi dan meningkatkan kualitas pelayanan liturgi, Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo mengadakan pertemuan para Penanggung Jawab (PJ) Koor Lingkungan pada hari Minggu, 2 November 2025, bertempat di gazebo Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Pertemuan ini dihadiri oleh timpel koor lingkungan, timpel koor stasi, serta kabid liturgi, yang bersama-sama berdiskusi dan menyusun langkah konkret untuk mempersiapkan kegiatan pelayanan koor di tingkat stasi.

Agenda utama pertemuan kali ini adalah membahas rencana parade koor yang akan dilaksanakan dalam Misa Pesta Nama Stasi dan Pelantikan Pengurus pada 4 Januari 2026 mendatang. Dalam acara tersebut, koor dari 17 lingkungan akan dibagi menjadi 8 kelompok, masing-masing membawakan lagu yang telah ditentukan oleh tim pelaksana.

Latihan akan dilakukan secara mandiri oleh tiap kelompok, dengan biaya ditanggung masing-masing lingkungan, dan akan diakhiri dengan gladi bersih pada hari Jumat setelah misa Jumper. Lagu-lagu yang akan digunakan akan dipilihkan oleh timpel stasi, dengan tiga opsi lagu yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan karakter masing-masing kelompok.

Sebagai bentuk apresiasi bagi semangat para lingkungan dalam pelayanan koor, akan diberikan hadiah berupa buku Mazmur, yang dapat dipilih sesuai kebutuhan — apakah Mazmur Harian atau Mazmur Mingguan.

Selain pembahasan utama, pertemuan ini juga menampung berbagai usulan dan masukan dari para peserta, antara lain:

  • Penjadwalan koor misa hari raya (selain Natal dan Paskah) agar dilimpahkan ke wilayah / lingkungan,
  • Misa Jumper tetap menjadi tugas koor wilayah,
  • serta perlunya penjadwalan mazmur agar pelayanan semakin tertata dan berkesinambungan.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai namun penuh semangat ini menjadi wadah kebersamaan bagi para pelayan musik liturgi. Melalui koordinasi yang baik dan semangat melayani, diharapkan pelayanan koor di Stasi Maguwo semakin hidup, kompak, dan menjadi pujian yang sungguh memuliakan nama Tuhan.

Tim Pendamping Iman Keluarga Stasi Maguwo Ikuti Seminar Keluarga Katolik dan Apostolik

Sleman, Yogyakarta – Tim Pendamping Iman Keluarga (PIK) dari Stasi Maguwo yang berjumlah 10 orang turut ambil bagian dalam seminar keluarga yang diselenggarakan oleh Komisi Keluarga Kevikepan Yogyakarta Timur. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Aveon Jogja dengan tema “Keluarga yang Katolik dan Apostolik”, menghadirkan Romo Erwin Santoso, MSF sebagai narasumber utama.

Seminar yang diikuti sekitar 200 peserta ini menghadirkan suasana hangat dan penuh antusiasme. Romo Erwin dikenal memiliki gaya penyampaian yang cerdas, ringan, serta diselingi humor segar sehingga peserta mudah menangkap inti pesan yang dibawakan.

Dalam paparannya, Romo Erwin menekankan delapan poin penting yang perlu dijalankan oleh keluarga Katolik, yakni:

  1. Keluarga sebagai Gereja Kecil
  2. Pendidikan iman yang berkelanjutan
  3. Kesetiaan dan Sakramen Perkawinan
  4. Menghidupi nilai apostolik
  5. Komunikasi dan kerja sama dalam keluarga
  6. Partisipasi aktif dalam keuskupan dan paroki
  7. Meneladani hidup para santo, santa, dan rasul
  8. Memahami iman dan memberi kesaksian

Selain itu, Romo Erwin juga mengingatkan pentingnya pendidikan iman bagi anak-anak. Menurutnya, orang tua memiliki kewajiban mendampingi serta menanamkan iman Katolik secara berkesinambungan, baik di lingkungan rumah tangga maupun dalam hidup menggereja.

“Pendidikan iman bukanlah tugas sekali jadi, melainkan perjalanan yang terus-menerus. Anak-anak perlu melihat teladan nyata dari orang tuanya, agar iman itu benar-benar hidup dalam keseharian,” ujar Romo Erwin dalam sesi seminar.

Seminar ini tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga menjadi ajang penguatan bagi Tim Pendamping Iman Keluarga Stasi Maguwo. Dengan bekal materi yang diterima, mereka diharapkan semakin siap dalam mendampingi keluarga-keluarga Katolik agar semakin setia pada panggilan hidup beriman dan menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.

Melampaui Batas: Prodiakon Maguwo Mengasah Homili, Meresapi Ziarah, Menikmati Indahnya Slili

Pada tanggal 12 Juli 2025, Prodiakon Gereja Maria Bunda Allah Maguwo melaksanakan sebuah kegiatan istimewa yang memadukan spiritualitas dan pengembangan diri. Perjalanan rohani dimulai dengan ziarah khusyuk ke Gua Tritis, sebuah tempat yang menawarkan kedamaian dan kedekatan dengan alam, menjadi momen refleksi dan permohonan rahmat bagi para prodiakon.

Setelah merasakan ketenangan di Gua Tritis, kegiatan dilanjutkan dengan sesi peningkatan soft skill yang sangat relevan. Bersama Romo Norbertus Sukarno Siwi, Pr. Yang bertajuk “Menciptakan Homili/Renungan yang Menarik”. Dalam sesi ini, Romo Norbertus berbagi ilmu dan pengalaman tentang bagaimana merangkai kata-kata menjadi pesan rohani yang menginspirasi, mudah dicerna, dan menyentuh hati umat. Diskusi interaktif dan latihan praktis menjadi bagian penting dari sesi ini, membekali para prodiakon dengan keterampilan komunikasi yang lebih baik dalam pelayanan gerejawi mereka.

Para prodiakon antusias mengikuti lokakarya interaktif bertajuk “Menciptakan Homili/Renungan yang Menarik”. Romo Norbertus, dengan gaya yang menginspirasi, membagikan kiat-kiat praktis dan wawasan mendalam tentang bagaimana merangkai pesan-pesan biblis menjadi renungan yang hidup, relevan, dan menyentuh hati umat. Diskusi kelompok, latihan presentasi singkat, dan umpan balik konstruktif mengisi sesi ini, membekali setiap prodiakon dengan kepercayaan diri dan keterampilan untuk menyampaikan Sabda Tuhan dengan lebih efektif.

Setelah berdinamika bersama Romo Norbertus, para prodiakon langsung menyantap hidangan yang sudah disediakan. Tentunya dengan lahap para prodiakon menyantap makanan – makanan itu, saat itu juga bertepatan dengan makan siang.

Hari yang produktif dan sarat berkah ini ditutup dengan sentuhan keindahan alam yang menawan. Para prodiakon bersama-sama menikmati panorama elok Pantai Slili. Deburan ombak yang syahdu dan hembusan angin pantai yang menyegarkan menjadi penutup sempurna bagi rangkaian kegiatan, memungkinkan mereka untuk bersantai, menjalin keakraban, dan meresapi rasa syukur atas hari yang telah dilalui. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya spiritualitas dan kompetensi para prodiakon, tetapi juga mempererat tali persaudaraan dalam pelayanan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo

kunjungi Instagram komsos GMBA : https://www.instagram.com/p/DMCRftRR2Ia/?igsh=bjY0MnE5ZHR2dWw2

“Pertemuan Prodiakon: Menguatkan Semangat, Meneguhkan Panggilan”

Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo

Hari ini, Minggu 6 Juli 2025, Gazebo Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo menjadi tempat yang penuh kehangatan dan semangat pelayanan, saat para prodiakon mengadakan pertemuan rutin bulanan. Pertemuan ini menjadi momen penting untuk memperkuat koordinasi, merefleksikan pelayanan yang telah berjalan, dan menyusun langkah-langkah ke depan demi pelayanan yang lebih mantap.

Pertemuan dipimpin langsung oleh Koordinator Prodiakon Stasi, Bapak Ignatius Sunaryo, dan dihadiri oleh 18 prodiakon serta 4 suster yang ikut hadir dan memberikan dukungan rohani dalam suasana persaudaraan dan kebersamaan yang akrab.

Agenda utama mencakup:
Evaluasi tugas-tugas pelayanan prodiakon, baik dalam pelayanan liturgi, kunjungan umat, maupun pelayanan komuni,
Pembahasan program kerja ke depan, dengan fokus pada efektivitas, semangat melayani, dan peningkatan kualitas koordinasi.

Dari diskusi yang terbuka dan penuh semangat, lahirlah berbagai masukan serta peneguhan yang membangun. Hasilnya, program kerja yang disusun menjadi lebih matang dan terarah, serta tekad bersama untuk menjadikan pelayanan prodiakon di Stasi Maguwo semakin kuat, terstruktur, dan penuh kasih.

Semoga pertemuan hari ini menjadi penguat semangat dan kesetiaan dalam pelayanan, serta menjadi wujud nyata dari iman yang bekerja dalam kasih.


St. Mary Mother of God Station, Maguwo

Today, Sunday, July 6, 2025, the gazebo of St. Mary Mother of God Church in Maguwo served as a peaceful and spirit-filled setting for the monthly meeting of Eucharistic Ministers—a moment to reflect, coordinate, and renew their commitment to ministry.

The meeting was led by Mr. Ignatius Sunaryo, Coordinator of the Eucharistic Ministers, and was attended by 18 lay ministers and 4 religious sisters who came to offer support and spiritual presence in a warm, fraternal atmosphere.

The meeting covered two key areas:
Evaluation of recent ministerial duties, including liturgical service, communion distribution, and pastoral visits,
Discussion of future work plans, focused on improving effectiveness, nurturing the heart of service, and building stronger coordination.

Open dialogue and shared reflection led to a clearer, more focused plan for upcoming activities. The group agreed to move forward with renewed spirit—committed to making the ministry in Maguwo more organized, intentional, and filled with compassion.

May today’s gathering strengthen not only the coordination of tasks, but also the spiritual bonds among all who serve—so that their ministry may truly reflect the love and light of Christ.