Helena Clarencia Cinta Prasetya – Suara Emas dari Maguwo

Di antara banyak bintang muda yang bersinar, nama Helena Clarencia Cinta Prasetya patut jadi sorotan. Usianya baru 16 tahun, tapi suara dan prestasinya sudah melanglang buana ke berbagai panggung, dari festival pelajar hingga ajang bergengsi nasional. Helena, begitu ia akrab disapa, adalah salah satu putri berbakat dari Stasi Santa Maria Bunda Allah, Maguwo, yang kini menempuh pendidikan di SMA BOSA Yogyakarta.

Sejak kecil, dunia musik sudah jadi tempat yang nyaman bagi Helena. Dengan zodiak Aries yang dikenal berani dan penuh semangat, tak heran kalau ia terus melangkah pasti mengejar mimpinya menjadi penyanyi internasional. Bukan sekadar mimpi kosong, karena jejak langkahnya penuh dengan prestasi nyata yang bikin kagum siapa pun yang mengenalnya.

Bayangkan saja, sepanjang tahun 2023–2025, Helena telah mengumpulkan lebih dari 15 gelar juara dari berbagai lomba menyanyi dan festival band pelajar. Dari panggung FLS3N, Prambanan Jazz, hingga BRI Rei Property Expo, suara khas Helena sudah menemani banyak telinga, menggetarkan banyak hati. Bahkan, ia pernah tampil memukau di momen kenegaraan seperti upacara 17 Agustus di Balai Kota Yogyakarta dan peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Titik Nol KM Yogyakarta. Hebat, kan?

Tapi prestasi Helena nggak berhenti di luar saja. Di lingkungan gereja, ia juga aktif melayani sebagai putri altar, pemazmur, dan vokalis dalam PMG (Pemusik Muda GMBA). Helena bukan hanya menyanyikan lagu rohani dengan suara indah, tapi juga dengan hati penuh cinta. Ia menjadikan setiap bait lagu sebagai bentuk pelayanan dan persembahan terbaik untuk Tuhan.

tau nggak apa aja prestasi Helena dari tahun 2023 sampai 2025 ? nih mimin kasih tau ya…….

  1. Juara 1 Lomba Menyanyi Tunggal FLS3N Kotamadya Yogyakarta – 2025
  2. Juara 3 Lomba Band Pelajar Fist Cup Fakultas Ilmu Komunikasi Atma Jaya – 2025
  3. Juara 1 Lomba Solo Vocal IMLEK Lampion Jagad di SMA BOSA – 2025
  4. Juara 1 Lomba Band Pelajar WJNC Fest – 2024
  5. Juara 1 National Online Singing Competition di Politeknik AA YKPN – 2024
  6. Juara 1 Lomba Band Padztsuri #2 di SMA 3 – 2024
  7. Juara 2 Online Singing Competition Econofest FEB UGM – 2024
  8. Juara 1 Festival Band Pelajar di Warung Tik Tok – 2024
  9. Perform menyanyi di Upacara Bendera 17 Agustus di Balai Kota Yogyakarta – 2024
  10. Perform menyanyi di Acara Hari Kesaktian Pancasila di Titik Nol Yogyakarta – 2024
  11. Juara 1 Lomba Solo Vokal Mahardika Nada Nusantara Kesbangpol – 2024
  12. Juara 1 Lomba Solo Vokal Amazing BRI Rei Property Expo – 2024
  13. Juara 3 Festival Band Pelajar di SMA Santa Maria – 2024
  14. Juara 1 Festival Band Pelajar China Town di Sleman City Hall – 2024
  15. Juara 1 Lomba Solo Vokal Simponi Negeriku di Hotel Merapi Merbabu – 2023
  16. Finalis 10 Besar I‘m Jazz Kids di Prambanan Jazz – 2023
  17. Juara 1 Festival Band Pelajar di SMM – 2023
  18. Juara 1 Festival Band Pelajar di SMA Santa Maria – 2023
  19. The Voice Kids Indonesia Season 4 – Tim Yura Rizky – 2021
  20. Juara 1 Lomba Menyanyi Tunggal FLS2N tingkat kecamatan UPT Utara Yogyakarta – 2015

kalah jauh lah sama mimin…..mimin mah gak ada apa apanya……..hahahaha

Buat kamu yang penasaran dengan suara Helena, yuk langsung aja mampir dan follow channel-nya:

Dan kalau ada yang mau ngajak kerja sama atau undang perform, boleh banget kontak langsung ke 081227071710 ya………………………..

Helena adalah contoh nyata bahwa talenta yang dipupuk dengan cinta dan kerja keras bisa jadi berkat besar, bukan cuma untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk banyak orang. Kita doakan bersama, semoga Helena terus bersinar dan suatu hari nanti benar-benar berdiri di panggung dunia sebagai penyanyi internasional yang membawa damai dan sukacita lewat musiknya.

Dari altar kecil di Maguwo hingga gemerlap panggung dunia, Helena adalah bintang yang tak hanya bernyanyi, tapi juga menyinari.

Keep shining, girl……………………..

Langit bukan batasmu, tapi justru panggung berikutnya…………………

Kenalan Yuk Sama Christian Melody – Suara Emas dari Stasi Maguwo

Namanya Christian Melody Dharma Saputra, dan seperti namanya, hidupnya memang penuh melodi, nggak berlebihan kalau dibilang suara emasnya udah jadi berkat buat banyak orang, terutama di Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo.

Lahir di Sleman pada 1 Desember 2008, Christian saat ini sedang menapaki masa remajanya di salah satu SMA favorit, SMA Negeri 3 Yogyakarta. Tapi jangan salah, meskipun sibuk sekolah, pelayanan di gereja tetap jalan terus.

Christian adalah salah satu contoh anak muda yang aktif, berprestasi, dan punya semangat pelayanan tinggi. Di bidang tarik suara, prestasinya udah nggak diragukan lagi. Suaranya nggak cuma merdu, tapi juga punya penghayatan yang bikin suasana doa makin hidup. Nggak heran kalau dia sering dipercaya jadi pemazmur, baik di misa-misa rutin maupun acara besar di GMBA.

mau tau apa saja prestasinya ?

  1. Medali Perak International Applied Science Project Olympiad (i2ASPO) Katergori Research On Children with Special Needs
  2. Juara 2 Lomba Peneliti Belia Bidang Fisika Tingkat DIY
  3. Juara 3 Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  4. Juara 2 Lomba Solo Vokal Putra FLS3N Kota Yogyakarta
  5. Medali Emas Mazmur Remaja Pesparani Nasional II
  6. Medali Emas Paduan Suara Anak Pesparawi Nasional XIII
  7. Juara 1 Mazmur Anak Pesparani DIY
  8. Juara 3 Festival Paduan Suara Anak Indonesia Ode Bentara
  9. Juara 1 Tryout Wicofest
  10. Juara 3 Nine Tryout #3
  11. Juara 1 Mortar Stampher Tryout ASPD #3

luar biasa bukan ?

Selain itu, Christian juga aktif sebagai putra altar—setia membantu di altar dengan penuh tanggung jawab. Dan nggak berhenti sampai di situ, dia juga turut melatih teman-temannya di grup Pemusik Muda GMBA (PMG). Ya, Christian adalah salah satu pelatih nyanyi di PMG, berbagi ilmunya sambil tetap belajar bersama.

Yang bikin salut, semua itu dijalaninya dengan rendah hati dan senyum khasnya yang selalu ramah. Nggak banyak bicara, tapi karyanya terasa. Dari balik mimbar, suara Christian jadi pengantar doa yang syahdu dan menguatkan.

Christian adalah contoh bahwa remaja Katolik bisa keren, aktif, dan berprestasi tanpa harus jauh dari gereja. Semoga semangatnya bisa menular ke teman-teman sebayanya, dan terus tumbuh jadi pribadi yang membawa damai dan sukacita lewat musik dan pelayanan.

Keep shining, Christian…………………………………………. Suaramu bukan cuma indah, tapi juga jadi jembatan bagi banyak hati untuk bertemu Tuhan.

Cek Kesehatan Gratis di Gereja Santa Maria Bunda Allah Stasi Maguwo, 25 Mei 2025

Dalam rangka ulang tahun Gereja Santa Maria Bunda Allah, Stasi Maguwo, diadakan kegiatan bakti sosial yang super bermanfaat: cek kesehatan gratis! Acara ini diadakan pada hari Minggu, 25 Mei 2025, dan terbuka untuk semua warga sekitar yang mau ngecek kesehatan.

Kegiatan ini seru banget karena didukung penuh sama Rumah Sakit Panti Rini yang hadir dengan tim dokter dan paramedisnya, Kimia Farma yang bawa alat andalan Quantum, dan Puskesmas Depok yang lengkap dengan dokter dan obat-obatannya. Tim kesehatan dari Stasi Santa Maria Bunda Allah juga turun langsung bantuin acara ini, jadi makin kompak.

Warga sekitar yang ikut juga rame banget, mulai dari RT 5 Sambilegi Kidul, RT 6 Kembang, RT 01-05 Karangploso, sampai para pengurus DPH. Suasana hangat dan penuh kebersamaan benar-benar terasa sepanjang acara.

Keren banget, acara ini juga ditinjau langsung sama petinggi dari Rumah Sakit Panti Rini, Puskesmas Depok, dan Kimia Farma. Mereka semua ngasih support penuh supaya acara ini makin sukses.

Dan yang bikin tambah semangat, dari target 150 orang peserta, kegiatan ini berhasil ngumpulin 148 orang. Berarti udah 98,67% target tercapai, keren banget kan?

Semoga kegiatan ini bermanfaat buat semua warga dan makin mempererat kebersamaan di sekitar gereja. Sampai jumpa di acara seru berikutnya.

Ketika Suara Kecil Menyentuh Langit Hati

Hari ini seperti biasa saat saya sedang break dari kegiatan, Jari saya sibuk scroll Instagram, tanpa tujuan. Cuma nyari hiburan ringan, ngisi waktu luang, atau sekadar kabur sebentar dari rutinitas yang kadang bikin kepala berat. Timeline penuh video lucu, berita viral, hal-hal receh. Tapi tiba-tiba… saya berhenti.

Sebuah video muncul. Seorang anak sedang menyanyi. Biasa? Tidak. Anak itu dari SLB A Karya Murni Ruteng. Seorang tuna netra. Tapi bukan itu yang bikin saya terpaku. Suaranya… beda. Ada sesuatu di cara dia menyanyikan lagu itu—tulus, jujur, tanpa beban gaya. Langsung menembus ke hati.

“Dengarlah Tuhan memanggilmu… jangan kau terlena membisu…”

Saya merinding. Terdiam. Dunia yang tadinya ribut di kepala saya, mendadak senyap. Seolah lagu itu sedang bicara langsung ke saya. Bukan hanya lirik. Tapi pesan. Panggilan. Ajakannya terasa lembut tapi kuat.

Tanpa pikir panjang, saya buka YouTube. Cari lagu itu. Dapat dua versi. Dan saya dengarkan berulang-ulang. Semakin saya dengar, semakin terasa dalam. Bukan hanya karena liriknya indah, tapi karena saya sadar—saya sedang diingatkan akan sesuatu yang sering saya abaikan.

“Yesus cinta kan pribadimu, dan tak kan pernah meninggalkanmu…”
“Dengarlah lonceng gereja sayup-sayup di sana, pertanda waktunya engkau tinggalkan semuanya…”
“Datanglah engkau bersujud, mohon pengampunan-Nya… sampai saat kau berada di pelukan-Nya.”

Jujur… saya jadi diam. Lama.

Bukan karena sedih. Tapi karena tersentuh. Lagu ini bukan cuma tentang iman. Tapi tentang pulang. Tentang kasih Tuhan yang nggak pernah maksa, tapi selalu nunggu. Tentang panggilan yang kadang kita abaikan karena sibuk ngejar dunia.

Dan yang bikin saya makin mikir… kenapa pesan sebesar ini justru saya terima dari seorang anak kecil yang bahkan tak bisa melihat?

Mungkin itu cara Tuhan bicara. Kadang, Dia nggak pakai mimbar tinggi atau kata-kata sulit. Tapi cukup lewat suara sederhana dari hati yang bersih. Lewat video pendek yang nyempil di tengah scroll-scroll iseng. Lewat lagu yang nggak populer tapi penuh kuasa.

Malam itu, saya duduk lama. Nggak ngapa-ngapain. Cuma dengerin lagu itu sambil mikir…
Kapan terakhir kali saya benar-benar mendengarkan Tuhan?


Dan kamu yang lagi baca ini… entah kenapa saya pengen bilang:
Kalau hari-harimu lagi berat, atau hatimu lagi kosong, atau kamu cuma capek aja tanpa tahu kenapa… mungkin ini juga panggilan buatmu. Nggak usah buru-buru. Nggak harus langsung berubah besar-besaran.

Kadang, cukup diam sebentar. Dengarkan pelan-pelan.
Mungkin ada suara lembut yang udah lama kamu abaikan—tapi sebenarnya dia cuma nunggu kamu menoleh.

Tuhan nggak pernah jauh. Kita aja yang sering jalan terlalu jauh. Tapi kabar baiknya: jalan pulang itu nggak pernah ditutup.

Jadi… siapa tahu, ini waktunya kamu juga pulang

Operasional Aman, Saatnya Cek mic cadangan

Setelah semua kabel dicolok, speaker tes tes 1-2 lancar, dan gladi bersih tinggal nunggu rundown, tim soundsystem GMBA pun membelah diri ke ruangan sebelah. Bukan buat rapat…………Bukan juga buat briefing. Tapi buat………………….. karaoke….wkwkwkwkwkw

Iya, bener. Di ruangan lain, yang biasanya buat istirahat, mendadak berubah jadi panggung dadakan. Mic dipegang erat, playlist dibuka, dan lagu nostalgia pun menggema. Katanya sih buat “ngetes mic cadangan”, tapi kenapa jadi ada yang nyanyi pakai hati sampe nutup mata ya…

Lagu berganti, suara bergema, dan suara-suara “unik” mulai terdengar,……….. dari yang kayak Ariel sampe yang lebih cocok jadi efek suara film horor.

Mas Felix langsung nyamber mic, katanya, “Cek sound mic cadangan,” tapi kok lagunya Sandiwara cinta……wkwkwkw
Mas Probo duduk santai, si penyanyi dengan suara paling lantang dengan lagu lagu golden memory nya………
Mas Darwanto si paling anteng tapi diam diam ikut bernyanyi……….
Dan Mas Danang Stef………………….Dia penyanyi paling niat, bawa playlist sendiri dan nyanyi sambil tutup mata, seolah konser tunggal.

sayang satu personil gak join karna katanya lagi ………mmm…..mmm……( lupa…….)

Ruangan karaoke mendadak lebih rame dari area panggung. Speaker kecil, tapi semangat besar. Di luar, orang kira mereka lagi istirahat. Padahal ini… ritual recharge energi spiritual dan vokal.

Begitulah tim soundsistem GMBA: kerja rapih, suara bening, tapi jeda tetap jenaka. Dan di balik kabel rapi itu, tersimpan hasrat jadi bintang karaoke……hahahaha


udah sama kan dengan video di bawah…….wkwkwkwkw….


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

“Prodiakon: Tangan Kecil, Misi Besar”

Di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo, para Prodiakon bergerak tanpa banyak kata. Mereka menghidangkan sakramen bukan dengan tangan kosong, tapi dengan hati penuh pelayanan.
Ada yang tampak serius, ada juga yang senyumnya tak pernah lepas — tapi satu hal yang sama: ketulusan.

Selama Pekan Suci 2025 ini, Prodiakon GMBA benar-benar menunjukkan kelasnya.
Mulai dari mendampingi misa Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Vigili Paskah, sampai Paskah — mereka hadir di setiap momen, seperti lilin kecil yang terus menyala.

Persiapan mereka?
Latihan, briefing, bahkan kadang diselingi becandaan kecil biar nggak tegang.
Karena mereka tahu, pelayanan yang besar selalu dimulai dari hati yang riang.

Dan jangan salah, lho. Saat umat lain mungkin gugup di depan altar, para Prodiakon ini tenang kayak air sungai yang mengalir.
Ada yang gaya jalannya santuy, ada yang super rapi seperti komandan upacara!

Lewat tangan mereka, kita semua belajar:

“Pelayanan bukan soal dilihat orang, tapi soal menyentuh hati Tuhan.”

Terima kasih, Prodiakon GMBA.
Terima kasih sudah menjadi jembatan antara cinta Allah dan kami umat-Nya.

Semoga langkah-langkah kecil kalian di altar, dicatat besar di Surga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pemusik Muda GMBA (PMG): Nada-Nada Muda yang Menyentuh Jiwa

Di balik beberapa misa, beberapa acara, dan beberapa momen spesial di Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo,
ada alunan musik yang mengalir lembut, menghantar doa, membangun suasana, dan menggetarkan hati umat.
Dan siapa sosok di balik itu semua?

https://youtu.be/7SS6D_vzJTc?si=Y-QpS5A1pf6rxXkl

Mereka adalah Pemusik Muda GMBA (PMG) — generasi penerus yang memadukan bakat, semangat, dan pelayanan dalam harmoni yang indah.

Ada yang lihai memainkan gitar, menabuh drum, memetik bass, menari-nari di tuts keyboard, sampai melodi manis dari seruling dan biola.
Tidak ketinggalan para vokalis muda, yang menyanyikan lagu-lagu rohani dengan suara bening penuh perasaan.
Mereka tampil bukan untuk cari tepuk tangan, tapi untuk satu tujuan mulia: memuliakan Tuhan lewat musik.

PMG bukan hanya sekadar grup pemusik.
Mereka adalah keluarga kecil yang tumbuh dalam semangat persaudaraan.
Ada latihan bersama yang penuh tawa, ada koreksi satu sama lain yang kadang bikin manyun,
tapi semua itu justru jadi bumbu manis dalam perjalanan pelayanan mereka.
Mereka tidak hanya berbagi musik, tapi juga berbagi semangat, iman, dan persahabatan sejati.

Dengan wajah-wajah muda yang penuh keceriaan, PMG hadir sebagai bukti bahwa musik rohani tetap hidup dan berkembang,
bahwa generasi muda juga bisa menjadi saksi iman lewat talenta yang Tuhan berikan.

Terima kasih, Pemusik Muda GMBA (PMG)
Teruslah bermusik dengan hati, teruslah bernyanyi dengan jiwa, karena lewat nada-nada kalian, banyak hati umat yang dipulihkan dan dikuatkan.
Semoga pelayanan ini semakin meneguhkan langkah kalian dalam iman, harapan, dan cinta….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terima Kasih, Tim Dekorasi GMBA

Karena Keindahan Juga Bisa Menyentuh Hati

Kalau selama Pekan Suci 2025 kita datang ke Gereja Santa Maria Bunda Allah dan merasa hati ikut tenang, damai, bahkan tak jarang ikut haru… yakin deh, salah satu “biangnya” adalah sentuhan indah dari tangan-tangan kreatif tim dekorasi GMBA. Di balik altar yang tampak suci, bunga yang tertata anggun, kain yang menjuntai elegan, dan atmosfer sakral yang terasa kuat—ada kerja keras yang tidak terlihat tapi sangat terasa.

Dan semua itu nggak lepas dari koordinasi ciamik Mas Tyok, yang dengan penuh kesabaran, rasa seni, dan kemampuan memotivasi, berhasil menyatukan tim untuk menciptakan keindahan rohani dalam rupa visual. mas Tyok gak sendirian lho…….dia punya banyak asisten yang juga luar biasa. ahli dekor pak Satriyo, ada mas Akhir dari OMK yg super senior, plus OMK GMBA yang ganteng dan cantik cantik…… ada mas Heru, mas Satria, mas Ervin ( desainer masterplan GMBA ), Atta, Kaka, Ricky, Santi, Sari, Ratna, Tian, Michael, Kian, Marlin, Rani, Vano, Keke, Lintang, Jingga, Nico, Mbak Sevin, Mbak Danik,Yola, Vita, Davina, Mas Otho, Asti dan Tia.

Dekorasi bukan sekadar soal menaruh bunga atau menggantung kain. Itu soal merangkai rasa, menyampaikan pesan iman lewat warna dan bentuk, serta menciptakan suasana yang membantu umat masuk lebih dalam ke dalam misteri iman. Dari Minggu Palma sampai Vigili Paskah, setiap ornamen adalah bentuk doa yang dijahit dengan cinta.

Dan mari kita jujur, siapa yang nggak senyum waktu lihat altar dihiasi dengan megah tapi tetap sederhana? Siapa yang nggak terdiam waktu lilin-lilin menyala saat Malam Paskah, dikelilingi tiang lampu buatan ? Itu semua adalah seni yang lahir dari pelayanan

Dekorasi bukan sekadar soal menaruh bunga atau menggantung kain. Itu soal merangkai rasa, menyampaikan pesan iman lewat warna dan bentuk, serta menciptakan suasana yang membantu umat masuk lebih dalam ke dalam misteri iman. Dari Minggu Palma sampai Vigili Paskah, setiap ornamen adalah bentuk doa yang dijahit dengan cinta

Dan mari kita jujur, siapa yang nggak senyum waktu lihat altar dihiasi dengan megah tapi tetap sederhana? Siapa yang nggak terdiam waktu lilin-lilin menyala saat Malam Paskah, dikelilingi bunga putih dan kain emas? Itu semua adalah seni yang lahir dari pelayanan.

Untuk Mas Tyok dan seluruh tim dekorasi GMBA………….
Terima kasih karena sudah memberikan yang terbaik, bahkan dari jauh-jauh hari sebelum Pekan Suci dimulai. Terima kasih atas jam-jam lembur, tangan-tangan pegal, dan ide-ide kreatif yang kadang datang di tengah malam. Kalian tidak hanya menghias gereja, tapi juga menghias hati kami semua

Tuhan memberkati setiap jerih lelahmu. Dan seperti kata pepatah modern, “Kalau surga bisa direka lewat kain, bunga dan kertas semen bekas……… kalian lah para arsiteknya



Paskah Bersama Lansia: Merayakan Kasih yang Tak Pernah Menua

Minggu 20 April 2025, selepas misa paskah pagi,di sebuah sudut hangat penuh senyum dan cerita, tepatnya di kediaman Bapak Arief Subyantoro, suasana Paskah terasa begitu berbeda. Tidak ada sorak sorai anak kecil, tidak ada hiruk-pikuk paduan suara. Tapi ada sesuatu yang lebih dalam: tatapan mata penuh syukur, genggaman tangan yang hangat, dan kisah-kisah kehidupan yang dipeluk oleh cahaya Paskah.

Itulah wajah indah dari Perayaan Paskah bersama para lansia, sebuah inisiatif penuh kasih dari Timpel PIUL (Pelayanan Iman Umat Lansia) di bawah naungan Bidang Pewarta Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Bukan sekadar perayaan, tetapi sebuah pelukan rohani bagi mereka yang telah berjalan lebih dulu dalam perjalanan iman

Acara ini dibungkus dalam kesederhanaan, namun justru di situlah letak kemewahannya. Lagu-lagu rohani dinyanyikan dengan suara lembut namun penuh rasa. Doa-doa dipanjatkan dalam irama pelan, menyentuh setiap hati yang hadir. Ada pula momen berbagi cerita, di mana para lansia menyampaikan harapan, syukur, bahkan canda kecil tentang masa muda mereka—yang disambut tawa hangat dari semua yang hadir.

Sambutan yang Membuat Hati Bergetar

Salah satu momen mengharukan terjadi saat Ketua Stasi memberikan sambutan. Dengan suara sedikit bergetar dan mata yang berkaca-kaca, beliau menyampaikan rasa syukur dan bangga atas terselenggaranya acara ini.

Kami lihat, setiap kerutan di wajah oma opa, eyang,  menyimpan cerita, doa, dan pengorbanan yang luar biasa. Dan lewat perayaan sederhana ini, kami ingin bilang: terima kasih………………Terima kasih karena terus menjadi tiang doa bagi keluarga dan lingkungan. Terima kasih karena kasih dan semangat bapak dan ibu selalu jadi inspirasi bagi kami yang lebih muda.

Bukan karena sedih, tapi karena mereka menyadari betapa besarnya cinta Tuhan yang mengalir melalui perhatian kecil seperti ini.

Melalui kegiatan ini, kita diajak untuk menyadari bahwa iman tak pernah memudar seiring usia, justru menjadi lebih matang dan bijak. Kehadiran para lansia adalah kekayaan gereja, mereka adalah “kitab hidup” yang menyimpan hikmah dan keteladanan.

“Terima kasih, kami merasa tidak dilupakan,” ucap salah satu opa dengan mata berkaca-kaca.

Dan itulah inti dari Paskah—bahwa kasih Allah selalu bangkit dan hadir di setiap usia, dalam setiap detak hidup umat-Nya.

Acara ini bukan hanya hadiah bagi para lansia, tapi juga menjadi pelajaran berharga bagi yang muda: bahwa pelayanan tak mengenal usia, dan Paskah tak hanya untuk dirayakan di altar megah, tapi juga di ruang tamu kecil yang penuh cinta.

Terima kasih untuk Timpel PIUL yang sudah menjadi perpanjangan tangan kasih Tuhan. Terima kasih juga untuk Bapak Arief Subyantoro yang telah membuka pintu rumah dan hatinya. Dan terima kasih untuk para lansia, yang diam-diam selalu mengajarkan kita arti keteguhan, kesabaran, dan cinta sejati.

Selamat Paskah.
Tuhan yang bangkit, juga menghidupkan kembali harapan di setiap hati—tanpa memandang usia.

“Kecil Bukan Berarti Kecil Hati” – Belajar Jadi Hebat dari Hal Kecil ala St. Dominic Savio

Pernah nggak sih kamu ngerasa kayak… hidup ini isinya orang-orang hebat semua—kecuali kamu?
Ada yang jago bisnis, ada yang viral tiap posting, ada yang ngurusin pelayanan dari pagi sampe malem, pokoknya semua keliatan produktif dan penuh berkat.
Sementara kamu? ikut koor aja suara fals……………….
Tenang bro,sis…. kamu nggak sendiri………………………

St. Dominic Savio—si bocah ajaib yang wafat di usia 14 tahun tapi udah jadi santo—ngajarin kita satu hal yang penting banget:

“I am not capable of doing big things, but I want to do everything, even the smallest things, for the greater glory of God.”

Diterjemahkan bebas: “Gue emang bukan Avengers. Tapi selama gue bisa nyapu gereja, bantuin tetangga, dan nyenyumin orang yang nyebelin… itu semua buat Tuhan.”

Gila nggak tuh? Dalam banget.

Di zaman sekarang yang serba “big achievement”, kita sering lupa bahwa Tuhan juga ngelirik hal-hal yang kecil.
Nggak semua orang disuruh jadi kepala negara, tapi semua orang disuruh jadi pribadi yang penuh kasih.
Nggak semua orang bisa bikin roket ke Mars, tapi semua bisa bantu angkat kursi habis misa.
Tuhan nggak cari siapa yang paling viral, tapi siapa yang paling setia—even dalam hal paling receh.

Bayangin ya…
kamu senyum ke orang yang lagi galau, bisa jadi titik balik hidup dia.
kamu berdoa dalam sepi, bisa jadi tameng buat orang lain yang lo nggak kenal.
kamu buang sampah pada tempatnya di lingkungan gereja, bisa jadi inspirasi buat anak-anak kecil yang lihat.
Kecil? Iya. Tapi efeknya? Bisa tsunami kebaikan, bro!

St. Dominic ngajarin kita bahwa hidup bukan soal ukuran aksi, tapi ukuran cinta di balik aksi.
Dia juga bukti bahwa kekudusan nggak harus nunggu tua atau nunggu kaya.
Kekudusan itu kayak tanaman kecil di gambar itu—asal kamu tanam di tanah yang subur (hati yang tulus), kamu siram tiap hari (doa dan niat baik), dan kamu rawat dengan kasih, suatu saat akan tumbuh besar dan rindang.

Jadi, kalau kamu ngerasa kecil, ngerasa remeh, ngerasa “gue mah cuma…” berhenti deh…………………
Mulai sekarang bilang: “Gue kecil, tapi gue punya Tuhan yang besar. Dan semua yang gue lakuin, walau kecil, bisa punya makna gede banget kalo buat kemuliaan-Nya.”

Mulai dari hal sederhana:

  • Bangun pagi dan nggak ngeluh.
  • Dengerin temen curhat tanpa motong.
  • Mandi sebelum ibadah (jangan anggap remeh ini
  • Ucapkan “terima kasih” dan “maaf” dari hati.

Pokoknya bro,sis……………, jangan pernah anggap hal baik itu terlalu kecil buat dilakuin. Karena di mata Tuhan, yang kecil itu bisa jadi mahakarya.

So, gaskeun terus! Jangan nunggu jadi luar biasa dulu baru bertindak. Tapi bertindaklah dengan luar biasa dalam hal-hal biasa.
Karena itulah cara kita memuliakan Tuhan dari tempat kita berdiri sekarang.

 

 

Sebagai Ketua Stasi, inilah semangat saya:
“Saya mungkin tidak mampu melakukan hal-hal besar, tapi saya mau melakukan segala sesuatu—sekecil apa pun—demi kemuliaan Tuhan.”
Seperti St. Dominic Savio, saya percaya bahwa perubahan besar dimulai dari kesetiaan akan hal-hal kecil.
Dan bersama umat semua, saya yakin… kita bisa jadi terang, bahkan dari pelita yang sederhana