Kegiatan PIA pada Minggu, 8 Juni 2025 memiliki nuansa berbeda pada pertemuan PIA pada umumnya. Biasanya, kegiatan PIA bersama kakak-kakak pendamping sedangkan pada pertemuan ini bersama “Bunda-Bunda” karena kegiatan PIA kali ini berkolaborasi bersama dengan Paguyuban Ibu-Ibu Stasi Gereja Maria Bunda Allah (GMBA). Jangan salah, kegiatan PIA tetap berlangsung dengan gembira karena semangat muda para Ibu-ibu ini.
Kolaborasi ini dilakukan untuk memperkenalkan Maria Bunda Allah kepada anak-anak dalam momentum HUT GMBA serta sebagai pengingat akan Bulan Maria yang dirayakan pada bulan Mei yang lalu. Pada kegiatan PIA ini, anak-anak dikenalkan dengan Bunda Maria sebagai Bunda Allah serta bentuk-bentuk devosi yang dapat dilakukan kepada Maria Bunda Allah. Maria sebagai Bunda Allah memiliki peran yang istimewa dalam rencana keselamatan Allah. Maria menerima dirinya untuk mengandung Yesus melalui kuasa Roh Kudus dan mendampingi-Nya hingga wafat di kayu salib, menjadi teladan dalam menerima kehendak Allah dalam hidup kita.
Devosi kepada Maria Bunda Allah mengajak kita untuk semakin dekat dengan Maria dalam karya keselamatan Allah dan mendekatkan diri kepada Yesus Kristus Sang Putra. Setelah melihat tayangan singkat tentang devosi kepada Maria Bunda Allah, Ibu Lia, sebagai pemateri memberikan pengenalan tentang doa Rosario mulai dari runtunan doa hingga manfaatnya yang begitu besar kepada kita. Melalui Rosario, anak-anak diajak untuk merenungkan kehidupan Yesus bersama Maria Bunda-Nya. Anak-anak juga diberikan Rosario untuk memperdalam iman dan menguatkan kekuatan spiritual mereka melalui Devosi Maria.
Anak-anak sangat antusias untuk menyimak dan menjawab pertanyaan. Banyak hadiah menarik yang dibagikan kepada anak-anak, tidak hanya Rosario, tetapi ada alat tulis dan hingga Kalung Salib. Sebagai penyemangat, anak-anak juga diajak untuk melakukan gerak & lagu “Bunda Maria” melalui tayangan video.
Terima kasih atas dukungan dan kolaborasi bersama Tim Liturgi dan Tim Sosial Paguyuban Ibu-Ibu Stasi GMBA yang telah menghadirkan pengalaman berharga bagi anak-anak dalam memahami dan mendalami iman mereka. Semoga kehadiran “Bunda-Bunda” ini dalam kegiatan PIA dapat menyalurkan semangat untuk menerima diri dalam panggilan karya keselamatan Allah dalam diri anak-anak layaknya Bunda Maria. Tak lupa, terima kasih banyak kepada donatur dan lingkungan yang telah mendukung kelancaran kegiatan PIA kali ini. Berkah Dalem.
Minggu, 8 Juni 2025 – Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo
Minggu pagi biasanya identik dengan suasana santai dan waktu berkualitas bareng keluarga. Tapi kali ini, ada yang spesial banget di Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Soalnya, para ibu dari Paguyuban Ibu-Ibu Stasi turun gunung buat nemenin adik-adik PIA St. Angelus dalam kegiatan seru yang penuh makna.
Bertempat di ruang PIA, anak-anak yang biasanya ceria dan aktif kali ini duduk manis (meskipun kadang masih goyang-goyang sedikit mendengarkan cerita seru dari para ibu tentang Rosario dan Bunda Maria. Tapi tenang, ini bukan sesi ceramah yang bikin ngantuk kok. Justru dibawakan dengan gaya yang ringan, hangat, dan penuh kasih sayang. Anak-anak diajak kenalan sama siapa sih Bunda Maria itu, kenapa kita mendoakan Rosario, dan gimana sih cara mendoakannya.
Dengan penuh semangat dan kelembutan khas seorang ibu, mereka membimbing anak-anak untuk mengenal dan mencintai doa Rosario sebagai salah satu bentuk devosi Katolik yang mendalam. Melalui cerita-cerita sederhana, lagu-lagu rohani, serta aktivitas kreatif yang menyenangkan, anak-anak diajak untuk lebih dekat dengan Bunda Maria sebagai teladan iman dan kasih.
Kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan rohani anak-anak, tetapi juga mempererat hubungan antar umat lintas generasi. Tampak jelas keceriaan di wajah anak-anak saat mereka memegang rosario masing-masing dan mulai memahami makna setiap bagiannya.
Paguyuban ibu-ibu berharap, benih-benih iman yang ditanam hari ini akan bertumbuh menjadi cinta sejati kepada Yesus melalui Bunda Maria. Terima kasih kepada tim PIA St. Angelus atas kesempatan yang diberikan, dan semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan demi membangun iman anak-anak sejak dini.
Minggu, 8 Juni 2025 menjadi penanda resmi berakhirnya seluruh rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Gereja Stasi Santa Maria Bunda Allah. Sebuah momen penuh syukur digelar sebagai bentuk penutupan: pembubaran panitia yang telah bekerja keras dan melayani dengan sepenuh hati.
Sejak awal, perayaan HUT tahun ini bukan sekadar selebrasi, melainkan juga menjadi perjalanan iman bersama umat. Rangkaian kegiatan dimulai pada 25 Mei 2025 dengan bakti sosial berupa cek kesehatan untuk masyarakat sekitar gereja sebagai wujud nyata kasih dan kepedulian terhadap sesama, khususnya mereka yang membutuhkan.
Perjalanan dilanjutkan dengan ziarah ke makam para leluhur pendiri Gereja pada 29 Mei 2025—sebuah langkah penuh hormat dan doa bagi mereka yang telah lebih dulu berpulang dalam iman. Suasana doa yang khusyuk memperkuat ikatan batin umat dengan sejarah, warisan iman, dan keluarga besar gereja.
Puncaknya terjadi pada 1 Juni 2025, dengan Misa Syukur sebagai inti perayaan, disambung dengan pesta umat yang penuh sukacita, keakraban, dan semangat persaudaraan. Semua lapisan umat ambil bagian, dari anak-anak hingga lansia, menjadikan hari itu bukan hanya meriah, tapi juga menghangatkan hati.
Hari ini, saat panitia secara resmi dibubarkan, yang tersisa bukan hanya laporan kegiatan atau dokumentasi acara. Yang paling berharga adalah pengalaman melayani bersama, tawa yang dibagi, keringat yang jatuh diam-diam, dan semangat gotong royong yang mempererat ikatan umat satu sama lain.
Terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh panitia—yang telah berjerih lelah, berdoa dalam diam, bekerja dalam kesederhanaan, dan memberi dalam kasih. Semoga semua benih kebaikan yang ditanam dalam perayaan HUT ini tumbuh menjadi buah-buah berkat bagi gereja dan sesama.
Sampai jumpa di pelayanan selanjutnya. Karena gereja adalah kita, dan kita semua adalah bagian dari karya kasih-Nya yang terus berjalan.
Sabtu pagi, 7 Juni 2025, kompleks Biara SCJ di Jalan Kaliurang dipenuhi dengan wajah-wajah penuh semangat dan harapan. Hari itu, rekoleksi calon penerima Komuni Pertama se-Paroki Kalasan digelar sebagai bagian penting dari persiapan rohani anak-anak sebelum menyambut Sakramen Maha Kudus untuk pertama kalinya.
Sebanyak 192 anak calon penerima Komuni Pertama dan 300 orang tua turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Dari jumlah tersebut, Stasi Maguwo mengutus 23 anak dan 60 orang tua—sebuah angka yang menunjukkan antusiasme dan keterlibatan nyata dari komunitas dalam mendampingi pertumbuhan iman anak-anaknya.
Dengan mengangkat tema “Keluargaku sebagai Sekolah Iman dan Kehidupan”, rekoleksi ini mengajak peserta untuk menyadari bahwa keluarga bukan hanya tempat tinggal, melainkan juga ruang pertama dan utama dalam menanamkan nilai-nilai Kristiani. Dalam dinamika keluarga—dalam kasih, pengampunan, dan keteladanan—iman itu tumbuh dan menjadi nyata.
Acara dimulai sejak pukul 07.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 13.00 WIB. Para peserta mendapatkan siraman rohani dan wawasan hidup dari tiga narasumber inspiratif:
Romo Marwoto SCJ, yang mengajak orang tua merenungkan kembali peran mereka sebagai pendidik iman di rumah,
Dr. Victorius Didik S., yang menyampaikan pentingnya pendekatan yang manusiawi dan mendalam dalam mendampingi tumbuh kembang anak secara psikologis dan spiritual,
serta Suster Erna RMI, yang dengan pendekatan ceria dan penuh kasih memandu anak-anak mengenal Yesus dengan bahasa yang sederhana dan menyentuh hati.
Sesi demi sesi berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, kekeluargaan, dan keheningan rohani yang menyegarkan. Anak-anak tidak hanya diajak untuk paham secara intelektual, tapi juga disentuh hatinya—belajar untuk mencintai Ekaristi dan memahami makna kehadiran Yesus dalam hidup mereka.
Sementara itu, orang tua diajak untuk kembali menyadari bahwa mereka adalah “guru iman” pertama dan utama bagi anak-anak. Rekoleksi ini menjadi momen reflektif dan sekaligus pemantik semangat untuk semakin hadir, menyemangati, dan menjadi teladan dalam hidup beriman sehari-hari.
Sebagai puncak dan penutup, seluruh rangkaian acara ditutup dengan Perayaan Ekaristi, yang menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, dan peneguhan iman seluruh peserta. Misa ini menjadi pengingat bahwa perjalanan iman bukanlah perjalanan sendiri, tetapi selalu bersama: bersama keluarga, bersama komunitas, dan terutama bersama Tuhan.
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, para narasumber, para pendamping, dan semua pihak yang telah melayani dengan hati. Semoga anak-anak kita siap menyambut Komuni Pertama bukan hanya sebagai momen seremoni, tetapi sebagai awal hidup baru bersama Kristus yang hadir nyata dalam Sakramen-Nya.
Jumat, 6 Juni 2025 — Hari ini, suasana di sekitar wilayah Stasi Maguwo terasa begitu hidup. Bukan hanya karena keramaian perayaan Idul Adha yang dirayakan penuh khidmat oleh saudara-saudari Muslim, tetapi juga karena hadirnya semangat kebersamaan yang menghangatkan hati siapa pun yang melihatnya.
Sejak pagi hari, umat Katolik dari Lingkungan St. Yohanes Pembaptis turut ambil bagian dalam menjaga kelancaran dan keamanan perayaan Idul Adha yang diselenggarakan di beberapa titik sekitar wilayah Maguwo. Kehadiran para bapak dari Lingkungan Yohanaes Pembabtis ( YP ) menjadi pemandangan yang menarik sekaligus membanggakan……… Dengan rompi merah khas mereka, para bapak ini berdiri sigap di berbagai titik jalan dan area sekitar lokasi salat Id dan penyembelihan hewan kurban.
Bukan sekadar hadir, mereka benar-benar terlibat. Mengatur lalu lintas, mengarahkan warga, membantu menjaga ketertiban, bahkan turut menyapa dengan ramah setiap orang yang melintas. Tak sedikit dari mereka yang harus berdiri berjam-jam di bawah sinar matahari pagi yang hangat, dan semua dilakukan dengan hati yang tulus dan wajah yang tetap tersenyum.
Sementara itu, para ibu dari lingkungan pun tak tinggal diam. Di balik layar, mereka mengambil peran yang tak kalah penting. Sejak pagi, para ibu ini menyiapkan konsumsi untuk para petugas dan relawan — mulai dari air minum, teh hangat, hingga makanan ringan — semua disiapkan dengan penuh kasih. Dukungan mereka menjadi penguat dan penyemangat tersendiri bagi para bapak yang bertugas di lapangan.
Apa yang terjadi hari ini adalah cermin dari semangat toleransi dan persaudaraan yang tumbuh subur di tengah masyarakat Maguwo. Tidak ada sekat agama, tidak ada perbedaan yang membatasi. Yang ada adalah niat yang sama: menjaga kedamaian, saling membantu, dan merayakan kemanusiaan bersama.
Lingkungan St. Yohanes Pembaptis sekali lagi menunjukkan bahwa iman bukan hanya soal doa dan ibadah di dalam gereja, tetapi juga tentang bagaimana kita hadir untuk sesama tanpa memandang latar belakang, tanpa syarat, dan tanpa pamrih. Inilah wajah Gereja yang hidup dan nyata di tengah masyarakat.
Terima kasih untuk para bapak lingkungan YP dengan rompi merahnya, dan untuk para ibu yang telah memberikan dukungan penuh. Semoga semangat seperti ini terus tumbuh, mengakar, dan menjadi teladan bagi generasi berikutnya.
Minggu, 1 Juni 2025 menjadi hari yang tak terlupakan bagi umat di Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Dalam semangat persaudaraan dan penuh rasa syukur, umat berkumpul untuk merayakan acara puncak Hari Ulang Tahun Stasi, sebuah perayaan iman yang dirangkai dalam dua bagian utama: Misa Syukur dan Pesta Umat.
Rangkaian acara dibuka dengan Perayaan Ekaristi yang khidmat. Dalam misa ini, umat diajak untuk kembali mengenang perjalanan iman Stasi yang penuh berkat.
Homili yang disampaikan mengajak seluruh umat untuk terus menumbuhkan semangat melayani dan membangun komunitas yang saling menopang.
Doa-doa dan lagu-lagu pujian mengalun merdu sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun-tahun pelayanan di Stasi tercinta ini.
Usai misa, halaman gereja menjadi pusat keramaian dalam Pesta Umat. Sajian soto dan bakso hangat menjadi menu andalan yang dinikmati bersama. Sederhana namun sarat makna, hidangan ini merekatkan rasa kebersamaan dan cinta kasih antar umat.
Acara berlanjut dengan hiburan yang berlangsung secara spontan. Ada umat yang maju menyanyi, dan tak sedikit pula yang mengajak tertawa bersama lewat candaan khas umat Maguwo. Tentu saja, doorprize turut memeriahkan suasana dan menghadirkan kejutan-kejutan kecil yang menyenangkan.
Namun kejutan sesungguhnya datang dari mereka yang selama ini diam-diam bekerja di belakang layar — ibu-ibu panitia. mereka maju ke tengah halaman dan mempersembahkan sebuah flashmob penuh semangat!
Dengan gerakan ceria dan kekompakan yang tak kalah dari generasi muda, para ibu sukses memecah suasana dengan tawa, decak kagum, dan tepuk tangan meriah. Tarian mereka bukan hanya hiburan, tapi juga simbol sukacita dan semangat pelayanan yang luar biasa.
Hari ini bukan sekadar perayaan ulang tahun — tapi juga perayaan persaudaraan, pelayanan, dan semangat menjadi satu tubuh dalam Kristus. Sebuah hari yang meninggalkan kesan hangat dalam hati setiap umat yang hadir.
Selamat Ulang Tahun untuk Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo! Umur hanyalah angka, tetapi cinta, iman, dan kebersamaan yang tumbuh di tengah umat adalah harta sejati. Semoga Stasi ini terus menjadi rumah iman yang hidup, tempat bertumbuh, melayani, dan memberi terang bagi sesama. Terima kasih untuk setiap senyum, peluh, dan doa yang telah membangun komunitas ini — mari terus melangkah bersama, dalam terang Tuhan.
Hari ini, 29 Mei 2025, langit tampak cerah seolah ikut bersukacita menyambut langkah-langkah kami, umat Lingkungan St. Fransiskus Asisi. Sebanyak 42 orang, anak-anak, orang muda, hingga para lansia, berkumpul dengan semangat yang sama, melangkah bersama dalam sebuah ziarah iman di Tahun Yubelium, tahun yang dikhususkan oleh Gereja Katolik sebagai momen pengampunan, pembaruan, dan rekonsiliasi.
Tahun Yubelium bukanlah sekadar tradisi. Ini adalah panggilan. Sebuah undangan untuk kembali, kepada Tuhan, kepada sesama, dan kepada ciptaan. Tahun ini, Paus Fransiskus mengangkat tema yang begitu menyentuh: “Peziarah Pengharapan.” Dan kami menjawabnya dengan sungguh-sungguh, lewat perjalanan rohani menuju tiga tempat suci: Taman Doa Maria Oblat, Kapel Salib Suci Gunung Sempu, dan Gereja Hati Kudus Yesus Ganjuran.
Langkah Awal: Berangkat Dengan Semangat
Titik kumpul kami di rumah Pak Cahyo, yang sudah ramai selepas Misa Kenaikan Yesus. Senyum, tawa, dan doa-doa kecil mengiringi keberangkatan kami. Tepat pukul 09.30 WIB, setelah semua terbagi dalam 9 mobil, rombongan kami berangkat menuju Taman Doa Maria Oblat.. Tak ada yang membawa beban, yang ada hanya semangat untuk mendekat kepada Tuhan dan saling menguatkan sebagai satu keluarga iman. Perjalanan 20 menit terasa ringan, diiringi canda dan harapan yang memenuhi hati.
Perhentian Pertama: Taman Doa Maria Oblat
Setibanya di sana, kami langsung larut dalam keheningan. Di antara pepohonan yang menyejukkan dan suasana damai, kami menyebar, mencari sudut masing-masing untuk tenggelam dalam doa pribadi, menyerahkan pergumulan, menyampaikan syukur, dan membuka hati bagi kasih Allah. Hati ini terasa lega, seolah beban pelan-pelan dilepaskan.
Perhentian Kedua: Gereja Salib Suci Gunung Sempu
Pukul 10.10 kami melanjutkan perjalanan menuju Gunung Sempu, tempat berdirinya Gereja Salib Suci yang menawan. Meski ramai oleh para peziarah lain, ada ketenangan yang tak tergantikan, kami tetap dapat berdoa dengan khidmat. Kami mengadakan ibadat singkat yang dipimpin oleh Bapak Prodiakon lingkungan, Bapak Yuli, kami mendaraskan doa Rosario bersama, lalu melanjutkan dengan doa pribadi. Hati kami dipenuhi damai dalam kebersamaan. Di momen ini, kami seperti diingatkan: harapan itu nyata, dan ia tumbuh dari iman yang dibagikan bersama.
Perhentian Ketiga: Gereja Hati Kudus Yesus Ganjuran
Ganjuran selalu punya tempat spesial di hati umat Katolik Yogyakarta, simbol iman Katolik yang begitu khas dengan gaya arsitektur Jawa yang sarat makna. Setibanya di sana, sekitar pukul 12.30, kami berdoa secara pribadi, lalu menikmati waktu bebas. Beberapa dari kami mengunjungi museum yang menggugah sejarah iman di Ganjuran, ibu-ibu berbelanja oleh-oleh dan berfoto ria, anak-anak berlarian bebas dengan tawa riang, sementara yang lain duduk menikmati semilir angin. Semuanya terasa seperti pelukan hangat dari Tuhan.
Berbagi Cerita di Meja Makan
Sekitar pukul 14.00, kami menuju Restaurant Parangtritis untuk makan siang bersama. Inilah momen yang tak kalah berharga. Setiap meja menjadi ruang berbagi cerita. Bapak-bapak asyik berdiskusi tentang tembakau, cerutu, dan tentu saja diselingi dengan topik politik. Di sisi lain, ibu-ibu ramai berbagi gosip hangat dan berbincang tentang tugas-tugas pelayanan yang menanti. Sungguh suasana yang hangat, akrab, dan penuh sukacita.
Pulang Dengan Hati Yang Penuh Syukur
Pukul 15.00, kami mengakhiri kegiatan dan kembali ke rumah masing-masing. Namun bukan hanya tubuh kami yang kembali, hati kami pun pulang dengan semangat baru, dengan sukacita yang sulit dijelaskan.
Hari ini bukan sekadar ziarah. Ini adalah perjalanan hati. Sebuah pengingat bahwa di tengah kesibukan hidup, kita selalu punya ruang untuk kembali. Kembali kepada Tuhan. Kembali kepada komunitas. Kembali kepada harapan.
Kami percaya, kegiatan seperti ini bukan hanya menguatkan iman, tapi juga mempererat tali persaudaraan. Kami pulang lebih dekat satu sama lain, lebih semangat dalam tugas, dan lebih sadar akan indahnya berjalan bersama dalam iman.
“Berbahagialah mereka yang berjalan dalam iman, sebab di sanalah harapan tumbuh dan kasih berkembang.”
Kamis 29 Mei 2025, selepas Misa Kenaikan Yesus menjadi momen istimewa yang sarat makna bagi para pengurus Dewan Pastoral Stasi Maguwo. Diwakili oleh Ibu Amy, Ibu Tinung, Ibu Woro, Ibu Manis, Ibu Lely, Ibu Munarti, Bapak Bagio, Bapak Paul, Bapak Anton, Bapak Parno, Bapak Teteng, Bapak Nanto, Bapak Yulius, dan Bapak Naryo, mereka bersama-sama melaksanakan ziarah ke makam para sesepuh dan pendiri Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo.
Ziarah ini adalah bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Lebih dari sekadar ritual, ziarah ini menjadi bentuk penghormatan yang tulus dan penuh kasih kepada para tokoh yang telah berjasa besar bagi gereja dan umatnya. Mereka adalah almarhum Bapak Lazarus Djayeng Adisubrata, almarhum Ibu Lusia Daliyah Djayeng Adisubrata, almarhum Bapak Paulus Yadiwiyono, dan almarhum Bapak YB Kandari. Masing-masing dari mereka adalah pilar penting yang menorehkan jejak iman dan pengabdian tanpa pamrih.
Dalam suasana yang penuh hening dan haru, para pengurus berdoa di pusara para pendahulu, mengenang segala kebaikan, pengorbanan, dan kasih yang telah mereka tanamkan. Setiap doa yang terucap menjadi untaian syukur dan penghormatan atas segala jasa mereka. Hembusan angin yang lembut seolah menjadi saksi betapa besarnya cinta kasih yang diwariskan oleh para sesepuh bagi kehidupan iman umat di Maguwo.
Ziarah ini menjadi pengingat mendalam akan nilai-nilai luhur yang mereka ajarkan: ketulusan hati, kesetiaan dalam pelayanan, dan kerendahan hati yang memancar dalam setiap langkah. Warisan semangat dan cinta kasih yang mereka tinggalkan menjadi lentera yang menuntun langkah para pengurus dan umat untuk terus berkarya demi kebaikan bersama.
Semoga melalui ziarah penuh kasih ini, seluruh umat semakin dikuatkan dalam iman, disatukan dalam semangat persaudaraan, dan diteguhkan untuk meneruskan karya pelayanan yang penuh pengharapan. Kehadiran para pendahulu dalam kenangan dan doa hari ini menjadi tanda bahwa cinta mereka tak pernah pudar, dan pengabdian mereka akan selalu hidup dalam hati kita semua.
Dalam rangka ulang tahun Gereja Santa Maria Bunda Allah, Stasi Maguwo, diadakan kegiatan bakti sosial yang super bermanfaat: cek kesehatan gratis! Acara ini diadakan pada hari Minggu, 25 Mei 2025, dan terbuka untuk semua warga sekitar yang mau ngecek kesehatan.
Kegiatan ini seru banget karena didukung penuh sama Rumah Sakit Panti Rini yang hadir dengan tim dokter dan paramedisnya, Kimia Farma yang bawa alat andalan Quantum, dan Puskesmas Depok yang lengkap dengan dokter dan obat-obatannya. Tim kesehatan dari Stasi Santa Maria Bunda Allah juga turun langsung bantuin acara ini, jadi makin kompak.
Warga sekitar yang ikut juga rame banget, mulai dari RT 5 Sambilegi Kidul, RT 6 Kembang, RT 01-05 Karangploso, sampai para pengurus DPH. Suasana hangat dan penuh kebersamaan benar-benar terasa sepanjang acara.
Keren banget, acara ini juga ditinjau langsung sama petinggi dari Rumah Sakit Panti Rini, Puskesmas Depok, dan Kimia Farma. Mereka semua ngasih support penuh supaya acara ini makin sukses.
Dan yang bikin tambah semangat, dari target 150 orang peserta, kegiatan ini berhasil ngumpulin 148 orang. Berarti udah 98,67% target tercapai, keren banget kan?
Semoga kegiatan ini bermanfaat buat semua warga dan makin mempererat kebersamaan di sekitar gereja. Sampai jumpa di acara seru berikutnya.
Senin, 12 Mei 2025 – Suasana hangat, meriah, dan penuh sukacita terpancar dari area dalam dan halaman Gereja Maria Bunda Allah Stasi Maguwo saat umat Wilayah Sang Timur berkumpul untuk merayakan Paskahan bersama. Acara yang digagas oleh Orang Muda Katolik (OMK) Wilayah Sang Timur ini berlangsung dari pukul 17.00 hingga 20.30 WIB, dengan mengangkat tema “Berkelana: Bersama Kembali ke Jalan Allah”.
Ramainya Umat yang hadir mengikuti Paskahan Wilayah Sang Timur
Acara Paskahan tahun ini tak sekadar menjadi momentum sukacita atas kebangkitan Kristus, tetapi juga menjadi momen penyatuan umat dari empat lingkungan di bawah naungan Wilayah Sang Timur: Lingkungan St. Bartholomeus, Lingkungan St. Gregorius, Lingkungan St. Stefanus, dan Lingkungan St. Antonius. Semua bersatu dalam semangat kebersamaan, memperkuat iman, dan saling berbagi kasih dalam perayaan penuh makna ini.
Keceriaan Hadiah dan Sukacita Anak-anak
Keceriaan Seluruh Umat Wilayah Sang Timur
Keceriaan tak hanya dirasakan oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak yang hadir. Panitia telah menyiapkan parcel Paskah khusus bagi anak-anak, berisi aneka makanan ringan, minuman ringan, yang dibungkus dengan menarik dan kids friendly. Sementara itu, acara doorprize menjadi momen yang dinanti-nanti oleh seluruh umat. Hadiah yang beragam – mulai dari peralatan rumah tangga hingga bingkisan menarik – yang dibagikan di depan panggung yang telah disiapkan di area dalam Gereja.
Sambutan Hangat dari Para Pemimpin Wilayah
Suasana syukur dan persaudaraan semakin terasa saat para tokoh wilayah memberikan sambutan. Mikael Purwanto, perwakilan dari Stasi, membuka acara dengan ucapan terima kasih dan ajakan untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam hidup menggereja. “Paskah bukan sekadar perayaan, tetapi sebuah perjalanan spiritual untuk kembali menapaki jalan Allah,” ujarnya penuh semangat.
Apresiasi dari panitia untuk Stasi GMBA Maguwo
Dilanjutkan dengan sambutan dari Mbak Dysi, Ketua OMK Wilayah Sang Timur, yang dengan antusias menyampaikan apresiasi kepada seluruh OMK yang telah bekerja keras mempersiapkan acara. “Ini bukti nyata bahwa OMK tidak hanya aktif, tapi juga kompak, solid, dan kreatif. Semangat ini harus terus dijaga,” ucapnya disambut tepuk tangan meriah.
Sambutan ketua OMK Wilayah Sang Timur
Tak ketinggalan, Bu Lia selaku Ketua Wilayah Sang Timur juga menyampaikan kebanggaannya atas keterlibatan aktif seluruh lingkungan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya semangat ‘berkelana bersama’ sebagai panggilan untuk terus bertumbuh dalam iman dan pelayanan. “Dengan cinta dan kebersamaan, kita kembali ke jalan-Nya,” tuturnya.
Renungan yang Menyentuh Hati “Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup”
Puncak spiritualitas acara diisi oleh renungan Paskah yang dibawakan oleh dua prodiakon, Pak Paul dan Pak Tri Mulyono. Renungan malam itu mengangkat bacaan Injil dari Yohanes 14:1–6, di mana Yesus berkata: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.”
Dengan refleksi yang mendalam, keduanya mengajak umat untuk memahami bahwa dalam hidup yang penuh tantangan dan pencarian, Yesus adalah satu-satunya jalan menuju pengharapan dan keselamatan. “Kadang kita merasa bingung, lelah, atau tersesat. Tapi Yesus sudah menunjukkan bahwa Dia adalah jalan yang pasti, jalan yang benar, dan hidup yang sejati,” ujar Pak Prodiakon, menguatkan umat yang hadir.
Renungan oleh prodiakon
Pak Paul menambahkan, “Berkelana dalam hidup iman memang tidak selalu mudah, tapi selama kita berjalan bersama Tuhan, kita tidak pernah benar-benar sendirian.” Suasana hening, penuh permenungan, menyelimuti ruangan saat umat merenungkan sabda tersebut dalam hati mereka masing-masing.
Sesi Ice Breaking & Quiz TTS : Gelak Tawa yang Mencairkan Suasana
Keseruan ice breaking yang membuat suasana lebih “hidup”
Usai renungan yang mendalam, suasana kembali cair dan penuh gelak tawa melalui sesi ice breaking yang dipandu oleh Pak Arif. Dengan caranya yang humoris dan energik, Pak Arif mengajak umat untuk bergerak bersama dalam permainan interaktif dan penuh tawa. Anak-anak, remaja, hingga para orang tua larut dalam permainan seru yang memecah keheningan, membangun kembali semangat dan energi menjelang acara puncak.
Umat dengan semangat mengikuti ice breaking
Permainan sederhana namun kreatif seperti “siapa cepat dia dapat”, dan “TTS (Teka Teki Silang)” membuat seluruh hadirin terlibat dan saling mengenal satu sama lain dengan cara yang menyenangkan. Tidak hanya menghibur, sesi ini juga mempererat kebersamaan lintas usia.
Pentas Seni: Ungkapan Iman Melalui Kreativitas
Acara puncak malam itu adalah pentas seni antar lingkungan, sebuah pertunjukan yang menunjukkan betapa iman bisa diekspresikan secara kreatif dan menyenangkan. Empat lingkungan tampil dengan ciri khas dan kekayaan budaya masing-masing, menciptakan suasana yang semarak sekaligus menyentuh.
Lingkungan Stefanus membuka panggung dengan tembang Mocopat, membawakan lantunan puisi Jawa yang sarat makna spiritual. Suasana menjadi syahdu, mengingatkan umat akan kearifan lokal yang berpadu dengan nilai iman Katolik.
Lingkungan Gregorius menyuguhkan tari tradisional yang dinamis, diikuti dengan sesi menyanyi dan joget bareng yang membuat seluruh hadirin ikut bergoyang. Keceriaan menjalar ke seluruh ruangan, menghapus sekat antar generasi.
Lingkungan Antonius memukau penonton dengan tari balet yang anggun, dilanjutkan dengan gerak dan lagu yang menggemaskan. Penampilan ini berhasil membangkitkan rasa bangga akan keberagaman bakat anak-anak lingkungan.
Lingkungan Bartholomeus menutup pentas dengan drama musikal bertema kebangkitan dan tari tradisional penuh semangat. Penampilan ini tidak hanya menghibur, tapi juga menyampaikan pesan rohani yang mendalam.
Setiap penampilan mendapat apresiasi luar biasa dari umat yang hadir. Tidak sedikit yang mengabadikan momen-momen tersebut melalui kamera ponsel mereka, menciptakan kenangan indah yang akan terus diingat.
Penutupan yang Mengharukan: “Kemesraan Ini Janganlah Cepat Berlalu”
Menjelang akhir acara, seluruh umat diajak menyanyikan lagu “Kemesraan” bersama-sama. Yang istimewa, seluruh lampu gereja dimatikan, dan hanya cahaya dari lampu-lampu handphone yang menerangi ruangan. Suasana menjadi begitu haru dan syahdu. Dalam balutan cahaya temaram, umat bergandengan tangan, menyanyikan lirik demi lirik dengan penuh perasaan. Momen ini menjadi penutup yang sempurna — mengikat kembali rasa cinta dan persaudaraan di antara umat Wilayah Sang Timur.
Suasana syahdu malam itu
Suksesnya Paskahan sebagai Buah Kebersamaan
Paskahan Wilayah Sang Timur tahun 2025 ini bukan hanya sekadar acara tahunan. Ia telah menjadi panggung kebersamaan, ruang pertumbuhan iman, dan bukti nyata bahwa ketika umat bersatu, segala hal menjadi mungkin. Keberhasilan acara ini tak lepas dari kerja keras OMK Wilayah Sang Timur, yang tidak hanya menunjukkan kapasitas organisasi mereka, tetapi juga kedewasaan iman yang terus bertumbuh.
Tim Konsumsi dengan sabar mempersiapkan konsumsi untuk semua hadirin
Dengan tema Berkelana: Bersama Kembali ke Jalan Allah, umat diajak tidak hanya merayakan Paskah secara lahiriah, tetapi juga menghayatinya sebagai perjalanan rohani bersama. Dalam canda, tawa, haru, dan doa, mereka kembali menemukan Tuhan dalam kebersamaan, dalam seni, dan dalam setiap wajah sesama.
OMK Wilayah Sang Timur
Semoga semangat Paskah ini terus menyala dalam kehidupan umat Wilayah Sang Timur — menuntun langkah mereka untuk terus berkelana bersama Tuhan, hari demi hari.
HiHello 👋, welcome to Gereja Maria Bunda Allah - Paroki Administratif Maguwo