Sehat Jiwa, Sehat Raga: Cek Kesehatan GMBA


24 Agustus 2025, di bawah naungan langit biru yang cerah, halaman Gereja Maria Bunda Allah pagi itu tidak hanya dipenuhi oleh doa dan puji-pujian, tetapi juga semangat pelayanan yang nyata. Pemandangan puluhan umat yang antusias berbaris rapi mengikuti cek kesehatan gratis. Ini adalah wujud nyata dari iman yang tidak hanya berdiam dalam hati, tetapi juga bergerak melayani sesama. Inisiatif ini digagas oleh  timpel kesehatan stasi maguwo dan didukung penuh oleh para tenaga medis dari rumah sakit Panti Rini yang bersedia menyumbangkan waktu dan keahlian mereka demi kesehatan umat maguwo.

Udara di sekitar gazebo terasa hangat, bukan hanya karena mentari, tetapi juga karena interaksi penuh keakraban. Umat dengan sabar menanti giliran untuk diperiksa tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol. Di sudut lain setelah pemeriksaan ada umat yang bertanya tentang kondisi kesehatannya. Kegiatan ini menciptakan suasana kekeluargaan yang erat, di mana setiap orang merasa dihargai dan diperhatikan. Lebih dari sekadar pemeriksaan medis, momen ini menjadi ajang silaturahmi, berbagi cerita, dan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kesehatan fisik sebagai anugerah Tuhan. Tidak lupa juga untuk berterimakasih kepada Panti Rini yang telah membantu cek kesehatan yang dihadiri 100 umat GMBA. Cek kesehatan gratis merupakan program unggulan yang diadakan rutin oleh tim kesehatan maguwo

Cek kesehatan gratis ini ditutup dengan senyum dan rasa syukur yang terpancar dari wajah setiap orang. Gereja Maria Bunda Allah sekali lagi membuktikan perannya sebagai pusat spiritual dan sosial yang peduli. Melalui kegiatan ini, pesan iman diterjemahkan menjadi tindakan nyata: bahwa cinta kepada Tuhan dan sesama adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus diadakan, menjadi jembatan antara kebutuhan fisik dan spiritual, serta menginspirasi lebih banyak orang untuk berbagi kasih dalam bentuk yang paling sederhana namun bermakna.

 

 

Sosialisasi BKSN 2025 di Stasi Maguwo


Jumat, 22 Agustus 2025, umat Stasi Maguwo berkumpul dalam suasana penuh sukacita untuk mengikuti sosialisasi Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan umat agar semakin siap menyambut bulan yang secara khusus didedikasikan untuk mendalami dan menghidupi Sabda Tuhan.

Acara ini dihadiri oleh Bapak/Ibu Ketua Lingkungan (Kaling), para Pewarta Lingkungan, serta turut hadir pula Suster, yang memberikan dukungan penuh dan meneguhkan semangat kebersamaan. Kehadiran mereka menambah kekhidmatan dan keseriusan umat dalam memahami pesan serta arah dasar pelaksanaan BKSN tahun ini.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan tema besar BKSN 2025 beserta bahan pendalaman yang akan digunakan di lingkungan. Para pewarta juga mendapat pengarahan bagaimana menyampaikan bahan bacaan secara sederhana namun mendalam, sehingga umat dapat lebih mudah memahami isi Kitab Suci dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.

Sosialisasi ini bukan sekadar teknis penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan, dialog, dan pembekalan rohani bersama. Semua yang hadir diajak untuk menyadari bahwa Bulan Kitab Suci adalah kesempatan emas untuk menimba inspirasi hidup dari Sabda Allah, baik di tengah keluarga, lingkungan, maupun masyarakat luas.

Suasana pertemuan terasa hangat, akrab, dan penuh semangat sinodalitas—semangat berjalan bersama sebagai umat beriman. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh lingkungan di Stasi Maguwo siap melaksanakan rangkaian kegiatan BKSN 2025 dengan penuh antusias, sehingga Sabda Allah sungguh hidup dan bertumbuh di tengah umat.

Visitasi Stasi Maguwo: Tonggak Iman Menuju Paroki Administratif


Hari Rabu, 20 Agustus 2025, akan selalu tercatat sebagai momen istimewa bagi umat Stasi Maguwo. Bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah, umat menyambut dengan sukacita Visitasi dari Keuskupan Agung Semarang (KAS), sebuah proses penting yang menjadi pintu gerbang menuju status baru sebagai Paroki Administratif.

Tim visitasi dari Keuskupan Agung Semarang dipimpin oleh Vikaris Jenderal KAS, Romo FX. Sugiono Pr, yang hadir bersama Romo Kevikepan Jogja Timur Romo Andrianus Maradiyo Pr serta Romo Paroki Kalasan Romo Antonius Dadang Hermawan Pr. Kehadiran para gembala Gereja ini tidak sekadar memenuhi agenda administratif, melainkan menjadi tanda kasih dan perhatian Gereja induk kepada umat Maguwo yang terus bertumbuh dalam iman.

Turut hadir pula Dewan Harian Paroki Kalasan, para Ketua Wilayah dan Ketua Lingkungan, perwakilan Katekis, perwakilan Suster Kongregasi, dan kaum muda. Kehadiran mereka menjadi cerminan indah bahwa perjalanan menuju paroki administratif bukanlah jalan yang ditempuh sendirian, melainkan langkah bersama dalam semangat sinodalitas: berjalan bersama, mendengarkan, dan saling meneguhkan.

Rangkaian acara berlangsung penuh khidmat. Pembukaan dipandu oleh Saudara Danang Afriadi, dilanjutkan dengan presentasi profil Stasi Maguwo oleh Bapak Andreas Keso Muda, yang menampilkan wajah Gereja yang hidup: umat yang aktif, pelayanan yang berjalan, dan iman yang terus bertumbuh. Tim visitasi kemudian memberikan tanggapan dengan menyoroti tiga bidang utama: tata penggembalaan, tata kelola harta benda dan keuangan, serta tata kelola administrasi. Semua catatan yang diberikan ibarat lentera, yang menerangi jalan Stasi Maguwo menuju kedewasaan dalam menggereja.

Acara visitasi ditutup dengan room tour serta makan malam bersama. Lebih dari sekadar melihat gedung dan fasilitas, momen ini menghadirkan keakraban, persaudaraan, dan sukacita yang sederhana namun penuh makna.

Harapan Iman Umat Maguwo

Visitasi ini bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru perjalanan iman. Umat Stasi Maguwo diajak untuk semakin tekun, setia, dan terbuka dalam membangun Gereja yang melayani. Harapan kami, semoga catatan dan arahan dari tim visitasi menjadi dasar kuat untuk pembenahan dan pertumbuhan, sehingga seluruh bidang pelayanan dapat semakin kokoh.

Dengan tuntunan Roh Kudus, pendampingan para Romo, serta dukungan penuh Keuskupan Agung Semarang, umat Stasi Maguwo percaya bahwa status Paroki Administratif bukan sekadar gelar, melainkan panggilan untuk semakin menghadirkan Kerajaan Allah di tengah dunia.

Semoga Tuhan yang telah memulai karya baik ini, menyempurnakan dan memberkati perjalanan umat Stasi Maguwo, agar semakin menjadi Gereja yang hidup, bersaudara, dan misioner.


https://www.instagram.com/stories/komsosgmba/3703284618985132985?igsh=eHQ4djdtejFsdGsz

Stasi Maguwo Semarakkan Karnaval 17-an di Sambilegi


Padukuhan Sambilegi benar-benar ramai dan penuh warna dalam perayaan karnaval HUT ke-80 Republik Indonesia. Semangat kebersamaan tampak nyata saat umat Katolik Stasi Maguwo ikut berbaur dengan masyarakat, menampilkan kekompakan dari berbagai kelompok dengan gaya khas masing-masing.

Yang paling mencuri perhatian tentu saja ibu-ibu Stasi Maguwo. Mereka tampil anggun sekaligus gagah dengan busana lurik merah yang dipadukan dengan caping di kepala. Suasana jadi meriah sekaligus penuh nuansa tradisional Jawa yang hangat.

Tak kalah bersemangat, RBM (Remaja Bunda Maria) dan OMK (Orang Muda Katolik) hadir dengan pakaian perjuangan. Wajah mereka memancarkan semangat juang 45, membawa energi muda yang penuh semangat dan keceriaan. Ada yang berperan layaknya pejuang, ada pula yang tampil atraktif dengan gaya khas anak muda, membuat barisan karnaval semakin hidup dan penuh sorak-sorai.

Lebih dari sekadar tampil, keikutsertaan umat Stasi Maguwo dalam karnaval ini juga menjadi wujud nyata pelaksanaan program garapan kebangsaan, sinergi, dan kerja sama. Tidak hanya bergabung sebagai peserta, umat Katolik juga ikut berpartisipasi aktif dengan menyumbang minuman untuk para rombongan karnaval, sehingga menambah suasana kebersamaan dan solidaritas.

Kehadiran Stasi Maguwo di tengah karnaval ini membuktikan bahwa umat Katolik bukan hanya hadir sebagai bagian dari masyarakat, tetapi juga ikut memberi warna, berkontribusi, dan mempererat persaudaraan. Dengan senyum, tawa, dan langkah penuh semangat, mereka membawa pesan bahwa cinta tanah air bisa dirayakan lewat kebersamaan sederhana namun penuh makna.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan untuk Ibu-Ibu Stasi Maguwo, OMK, dan RBM yang sudah rela meluangkan waktu, tenaga, dan semangat untuk terlibat aktif dalam acara ini. Keterlibatan dan partisipasi kalian sungguh menjadi berkat, sekaligus teladan nyata bagaimana umat berkontribusi bagi bangsa dan gereja.

Karnaval Sambilegi tahun ini pun menjadi bukti nyata: umat Katolik Stasi Maguwo hadir, terlibat, bersinergi, dan meneguhkan semangat kebangsaan bersama seluruh warga

Ibu-Ibu Maguwo On Fire di Misa HUT RI ke-80


Perayaan Ekaristi syukur HUT RI ke-80 di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo kali ini benar-benar beda vibes-nya. Soalnya, ada yang super spesial: ibu-ibu Stasi Maguwo kompak banget jadi petugas misa.

Dengan dresscode kebaya merah yang anggun dan penuh semangat, ditambah stiker merah putih di pipi yang bikin penampilan makin nasionalis, ibu-ibu tampil percaya diri melayani altar Tuhan. Aura kemerdekaan langsung kerasa sejak awal misa.

Mereka all out di berbagai tugas: koor yang bikin suasana meriah dengan nyanyian penuh semangat, among tamu yang menyambut umat dengan senyum hangat, kolekte dan persembahan yang berjalan rapi dan penuh syukur, sampai lektor yang membacakan sabda Tuhan dengan suara lantang dan penuh penghayatan. Nggak ada yang setengah-setengah, semuanya total demi pelayanan terbaik.

Yang bikin makin berkesan, pelayanan ini bukan cuma sekadar jadwal liturgi, tapi juga jadi wujud nyata semangat kemerdekaan. Lewat doa, lagu, dan kebersamaan, ibu-ibu Stasi Maguwo menunjukkan bahwa cinta tanah air bisa dihidupi dalam pelayanan sederhana, namun penuh makna.

Misa syukur pun jadi terasa khidmat sekaligus meriah. Ada nuansa syukur kepada Tuhan yang berpadu manis dengan semangat nasionalisme. Singkatnya, ibu-ibu Stasi Maguwo berhasil bikin misa ini nggak cuma jadi perayaan liturgi, tapi juga jadi pesta iman dan pesta kemerdekaan yang penuh warna

“Semangat Merdeka dalam Kebersamaan: Umat Katolik Stasi Maguwo Berbaur dalam Tirakatan 17 Agustus”


Malam tirakatan 17 Agustus menjadi salah satu tradisi yang terus dijaga oleh masyarakat Indonesia sebagai wujud syukur atas kemerdekaan bangsa. Tirakatan bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan untuk mendoakan para pahlawan, menumbuhkan semangat nasionalisme, serta mempererat tali persaudaraan antarwarga.

Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, umat Katolik Stasi Maguwo turut serta mengambil bagian dalam acara tirakatan yang digelar di berbagai wilayah sekitar. Kehadiran umat Katolik kali ini bukan hanya sebagai tamu, tetapi juga berperan aktif dalam memeriahkan dan menyukseskan jalannya acara.

Acara tirakatan tersebar di berbagai titik wilayah, antara lain:

  • Ringinsari RW 49: umat Katolik hadir berbaur bersama warga dalam doa bersama dan acara kebersamaan.
  • Kradenan RT 011 RW 69: umat Katolik terlibat aktif sebagai dirigen paduan suara yang mengiringi jalannya acara, sekaligus bertugas di seksi dokumentasi untuk mengabadikan momen penting tirakatan.
  • Sambilegi Lor RT 01 dan 02 RW 53: umat Katolik GMBA dipercaya menjadi MC dan juga mengisi acara pesan dan kesan dari sesepuh, yang menambah kekhidmatan dan kehangatan suasana tirakatan.

  • Sambilegi Kidul RW 54: umat Katolik Stasi Maguwo mengisi acara dengan paduan suara umat Katolik, menghadirkan nuansa syukur yang indah dan menggugah semangat kebersamaan.
  • Sambilegi Lor RT 05 RW 55: umat Katolik berbaur bersama warga setempat, ikut mendukung jalannya acara dan mendoakan bangsa dengan penuh khidmat.
  • RW 40 Pasekan, Maguwoharjo: umat Katolik bersama warga berkumpul dalam suasana kekeluargaan, menyalakan semangat kebersamaan demi menjaga persatuan.
  • RW 33 RT 08, 09, dan 10 Tegalrejo Tapanrejo – Tajem – Maguwoharjo: umat Katolik berperan aktif dalam acara tirakatan, ikut menjaga semangat nasionalisme di tengah masyarakat.

  • Karang Ploso RT 04 RW 60: umat Katolik hadir mendukung jalannya acara, berbaur dengan masyarakat dalam doa dan kebersamaan.

Keterlibatan umat Katolik Stasi Maguwo dalam tirakatan ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan program garapan kebangsaan, kerjasama, dan sinergi Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Melalui program ini, umat diajak untuk menghadirkan Gereja yang terbuka, bersinergi dengan masyarakat, serta terlibat langsung dalam membangun persaudaraan kebangsaan.

Suasana tirakatan tahun ini sungguh menghadirkan rasa persatuan tanpa sekat. Doa dan renungan bersama, kesaksian para sesepuh, serta lantunan lagu-lagu kebangsaan menjadi pengingat bahwa kemerdekaan adalah anugerah sekaligus tanggung jawab. Nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika benar-benar terasa hidup di tengah warga.

Dengan hati penuh syukur dan semangat kebersamaan, umat Katolik Stasi Maguwo bersama masyarakat sekitar meneguhkan kembali bahwa kemerdekaan bukan sekadar untuk dikenang, tetapi untuk terus diperjuangkan dan dihayati. Persatuan, gotong royong, serta cinta tanah air menjadi roh yang menyertai perjalanan bangsa menuju masa depan yang lebih baik.

Simulasi Visitasi dan Rapat Pembangunan GMBA


Sabtu, 9 Agustus 2025, di Ruang Sekretariat Stasi Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) dilaksanakan kegiatan penting dalam rangka mempersiapkan peningkatan status dari stasi menjadi paroki administratif.

Kegiatan ini diawali dengan simulasi visitasi, sebagai bentuk persiapan menyeluruh sebelum tim penilai resmi hadir. Simulasi ini mempresentasikan seluruh poin yang akan ditinjau dalam proses visitasi, mulai dari data administrasi, kegiatan liturgi, pelayanan umat, program pastoral, hingga kondisi sarana dan prasarana. Presentasi disampaikan oleh Bapak Andreas Keso Muda dengan durasi kurang lebih 45 menit. Pemaparan ini memberikan gambaran komprehensif tentang kondisi dan capaian GMBA selama ini, sekaligus menunjukkan kesiapan stasi untuk naik status menjadi paroki administratif.

Setelah presentasi, Romo Antonius Dadang Hermawan Pr, memberikan sejumlah masukan yang sangat berharga. Salah satunya terkait video pembuka presentasi yang disarankan agar memuat cuplikan nyata kegiatan-kegiatan GMBA, sehingga audiens dapat langsung menangkap semangat dan dinamika hidup umat. Romo juga menegaskan beberapa poin penting yang perlu diperbaiki, baik dalam struktur maupun isi, supaya materi presentasi menjadi lebih sempurna, informatif, dan menarik saat dipaparkan di hadapan tim visitasi.

Usai sesi simulasi, kegiatan dilanjutkan dengan rapat pengajuan masterplan pembangunan dan pembahasan mengenai sumber pendanaan. Rapat ini dipimpin langsung oleh Romo Antonius Dadang Hermawan, dan dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Harian Stasi GMBA serta panitia inti Tim Pembangunan. Dalam rapat ini dibahas berbagai hal strategis, mulai dari rancangan pembangunan jangka panjang, prioritas fasilitas yang harus direalisasikan terlebih dahulu, hingga rencana penggalangan dana yang transparan dan terukur.

Keseluruhan kegiatan hari itu menjadi langkah penting dalam perjalanan GMBA menuju status paroki administratif. Dengan kerja sama yang solid, masukan yang membangun, dan semangat pelayanan yang terus menyala, GMBA diharapkan semakin mandiri, berkembang, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh umatnya.

Orang Muda Maguwo Ikut Pembekalan Peduli Lansia


Minggu, 10 Agustus 2025, dua perwakilan Orang Muda Katolik (OMK) Maguwo—Dominic Atta dan Galang Tetasjuang—mengikuti kegiatan Pembekalan Orang Muda Peduli Lansia yang diadakan di Gereja Paroki St. Alfonsus de Liguori, Nandan. Acara ini merupakan program Komisi Lansia Kevikepan Yogyakarta Timur yang mengajak kaum muda untuk lebih peka, peduli, dan terlibat dalam pelayanan bagi para lansia di lingkungan Gereja.

Sejak pagi, peserta yang hadir langsung disambut hangat dan diberi snack untuk dinikmati sebelum acara dimulai. Tepat pukul 10.00 WIB, kegiatan dibuka oleh Romo Suparman. Setelah itu, Ibu Yulianti menyampaikan materi inspiratif yang mengajak orang muda untuk memahami peran penting mereka dalam merawat, menghormati, dan mengasihi lansia—baik dalam keluarga maupun kehidupan menggereja.

Memasuki sesi interaktif, peserta dibagi menjadi kelompok dan diajak bermain team building: menyusun puzzle bergambar gereja. Pada percobaan pertama, komunikasi dilarang—hasilnya puzzle tak juga jadi. Saat percobaan diulang dengan komunikasi diizinkan, puzzle langsung tersusun rapi, menjadi pelajaran nyata bahwa kerja sama dan komunikasi adalah kunci keberhasilan.

Setelah itu, tiap kelompok berdiskusi untuk merumuskan aksi nyata yang bisa dilakukan di paroki masing-masing demi meningkatkan kepedulian kepada lansia. Beberapa ide yang muncul antara lain kunjungan rutin, misa khusus lansia, senam sehat bersama, membantu mengantar ke gereja, hingga membiasakan menyapa dan memberi salam penuh kehangatan.

Anak-anak muda menunjukkan antusiasme luar biasa saat mempresentasikan hasil diskusi. Semua kelompok tampil percaya diri, termasuk Dominic Atta dan Galang Tetasjuang sebagai wakil OMK Maguwo.

Acara diakhiri pada pukul 13.00 WIB dengan doa penutup yang dipimpin kembali oleh Romo Suparman. Setelah itu, seluruh peserta menikmati makan siang bersama, mempererat kebersamaan yang telah terjalin sepanjang hari.

Pembekalan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi orang muda untuk membawa kasih dalam tindakan nyata, sehingga hidup menjadi lebih bermanfaat—seperti semangat tema kegiatan: “Berteman Yuuk!!! Supaya hidup lebih bermanfaat”

Di penghujung acara, Romo juga berpesan agar OMK berkomitmen melaksanakan apa yang telah didiskusikan dengan bekerja sama atau bersinergi dengan Tim Pelayanan PIUL. Dengan demikian, keterlibatan OMK dalam mendukung para lansia di paroki akan semakin nyata dan terasa manfaatnya bagi seluruh umat.

Program Garapan Sinergitas dan Kerja sama, serta Kebangsaan Stasi GMBA: Kerja Bakti Mengecat Pos Ronda Menyambut HUT RI ke-80


Sabtu pagi, 9 Agustus 2025, semangat kebersamaan dan nasionalisme terasa begitu kental di halaman depan Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo. Dewan Stasi GMBA bersama masyarakat sekitar dari padukuhan karangploso bergotong-royong melakukan kerja bakti mengecat pos ronda yang berdiri tepat di depan gereja. Pos ronda yang sebelumnya terlihat kusam kini disulap menjadi lebih segar dan rapi, berkat sentuhan kuas dan cat dari tangan-tangan penuh semangat.

Kegiatan ini bukanlah aksi spontan, melainkan salah satu Program Garapan Sinergitas dan Kerja sama, serta Kebangsaan yang telah disusun oleh Dewan Stasi sejak awal tahun 2025. Program ini dirancang untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, mempererat tali persaudaraan, serta menghidupkan kembali budaya gotong-royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Melalui kerja bakti seperti ini, umat gereja dan warga sekitar diajak untuk turut peduli terhadap fasilitas umum dan lingkungan bersama.

Selain memberi manfaat langsung berupa perbaikan fasilitas, kegiatan ini juga memiliki makna simbolis yang kuat. Mengecat pos ronda di bulan kemerdekaan menjadi wujud nyata partisipasi Stasi GMBA dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80. Warna baru pada pos ronda diharapkan menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara atau hiasan bendera, tetapi juga dengan aksi nyata yang membawa kebaikan bagi masyarakat.

Kerja bakti hari itu berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Tawa, canda, dan obrolan hangat mengiringi setiap sapuan kuas. Anak-anak ikut berlarian di sekitar, para bapak bekerja di bagian pengecatan tinggi, sementara ibu-ibu membantu menyiapkan minuman dan makanan ringan. Semua bersatu dalam satu tujuan: membangun lingkungan yang nyaman, indah, dan penuh rasa memiliki.

Dengan selesainya kegiatan ini, pos ronda tidak hanya tampil dengan wajah baru, tetapi juga menjadi simbol persatuan antara umat Stasi GMBA dan masyarakat sekitar. Semangat Garapan Kebangsaan diharapkan terus bergulir, menginspirasi berbagai kegiatan positif lainnya demi kemajuan bersama.

Semangat Pelayanan Melalui Firman

Bukan sekedar panggilan, namun menjadi ajang yang seru dan pendorong agar semakin dekat dengan Yesus melalui firman-Nya. Siapa bilang membaca Kitab Suci itu susah?? baca Kitab Suci mudah asal membaca dengan sepenuh hati yaaa

Hari Minggu, 27 Juli 2025, tim Lektor GMBA mengadakan lomba Lektor lhooo. Lomba ini di ikuti oleh 25 peserta dengan 2 kategori yaitu kategori dewasa dan kategori remaja serta 3 dewan juri yaitu Bapak Ignatius Sunaryo, Suster Bernadeta Nunur, RMI, dan Ibu A. Eddayari Yuliantiningsih.


Sebelum lomba di mulai, ada sambutan dari Bapak Yohanes Agung Prasetya selaku Ketua Dewan Stasi dan Mbak Caroline Denis Noverly sebagai Ketua Lomba Lektor kali ini. Lalu ada peraturan yang dijelaskan oleh Ibu Vera dan di bantu dengan Tian untuk teknis lomba Lektor. Lomba ini juga di selingi oleh ice breaking dengan menggunakan gerak dan lagu “Happy ya ya ya”, “KASIH” dan “Aku Cinta Yesus” dengan penuh antusias dan agar tidak ngantuk xixixixiii…


Bacaan yang dibacakan dipilih random dengan mengambil 1 kertas yang berisikan 1 pilihan acak dari 3 pilihan bacaan. Lomba Lektor berjalan dengan lancar dan tentunya para peserta memiliki suara dan gaya membaca yang unik dan beragam lhoo… keren keren deh pokoknyaa!!
Setelah semua selesai membaca kita adakan sesi foto peserta sebagai kenang kenangan dan apresiasi karena sudah mengikuti lomba dengan baikk.



hohohooo akhirnya waktu yang di tunggu tunggu yaitu makan sianggg sambil nunggu juri selesai menilai karena proses penilaian cukup lama. Makan siang kali ini dengan soto yang enakk.



Selesai makan, akhirnya pengumuman juara nihhh, pengumuman juara dibacakan oleh dewan juri yaitu Bapak Sunaryo. Juri mengambil 3 pemenang dengan kategori dewasa dan 3 pemenang dari kategori remaja.
Pemenang Kategori Dewasa :
juara 1 : Sisilia Maria Magdalena linkungan Paulus
Juara 2 : Paulus Supit lingkungan Gregorius
Juara 3 : Maria Septia Lingkungan Petrus

Pemenang Kategori Remaja
Juara 1 : Benecdito Deva lingkungan Bartholomeus
Juara 2 : Eufrasia Lauda lingkungan Fransiskus Asisi
Juara 3 : Joachim Nuansa lingkungan Maria Assumpta



Selamat yaa untuk para pemenang!!!
Untuk yang belum menang jangan berkecil hati yaa, tetap semangat melayani Tuhan dengan sepenuh hati.

Sampai Jumpa di Lomba Lektor selanjunyaa Tuhan memberkati
bye byeee


kunjung Instagram komsos GMBA :

https://www.instagram.com/reel/DMnlfZ9vB2z/?igsh=MTRlMXZkb2pyMnBrdQ==