Sabtu, 9 Agustus 2025, di Ruang Sekretariat Stasi Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) dilaksanakan kegiatan penting dalam rangka mempersiapkan peningkatan status dari stasi menjadi paroki administratif.
Kegiatan ini diawali dengan simulasi visitasi, sebagai bentuk persiapan menyeluruh sebelum tim penilai resmi hadir. Simulasi ini mempresentasikan seluruh poin yang akan ditinjau dalam proses visitasi, mulai dari data administrasi, kegiatan liturgi, pelayanan umat, program pastoral, hingga kondisi sarana dan prasarana. Presentasi disampaikan oleh Bapak Andreas Keso Muda dengan durasi kurang lebih 45 menit. Pemaparan ini memberikan gambaran komprehensif tentang kondisi dan capaian GMBA selama ini, sekaligus menunjukkan kesiapan stasi untuk naik status menjadi paroki administratif.
klik “play” untuk melihat video
Setelah presentasi, Romo Antonius Dadang Hermawan Pr, memberikan sejumlah masukan yang sangat berharga. Salah satunya terkait video pembuka presentasi yang disarankan agar memuat cuplikan nyata kegiatan-kegiatan GMBA, sehingga audiens dapat langsung menangkap semangat dan dinamika hidup umat. Romo juga menegaskan beberapa poin penting yang perlu diperbaiki, baik dalam struktur maupun isi, supaya materi presentasi menjadi lebih sempurna, informatif, dan menarik saat dipaparkan di hadapan tim visitasi.
Usai sesi simulasi, kegiatan dilanjutkan dengan rapat pengajuan masterplan pembangunan dan pembahasan mengenai sumber pendanaan. Rapat ini dipimpin langsung oleh Romo Antonius Dadang Hermawan, dan dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Harian Stasi GMBA serta panitia inti Tim Pembangunan. Dalam rapat ini dibahas berbagai hal strategis, mulai dari rancangan pembangunan jangka panjang, prioritas fasilitas yang harus direalisasikan terlebih dahulu, hingga rencana penggalangan dana yang transparan dan terukur.
Keseluruhan kegiatan hari itu menjadi langkah penting dalam perjalanan GMBA menuju status paroki administratif. Dengan kerja sama yang solid, masukan yang membangun, dan semangat pelayanan yang terus menyala, GMBA diharapkan semakin mandiri, berkembang, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh umatnya.
Minggu, 10 Agustus 2025, dua perwakilan Orang Muda Katolik (OMK) Maguwo—Dominic Atta dan Galang Tetasjuang—mengikuti kegiatan Pembekalan Orang Muda Peduli Lansia yang diadakan di Gereja Paroki St. Alfonsus de Liguori, Nandan. Acara ini merupakan program Komisi Lansia Kevikepan Yogyakarta Timur yang mengajak kaum muda untuk lebih peka, peduli, dan terlibat dalam pelayanan bagi para lansia di lingkungan Gereja.
Sejak pagi, peserta yang hadir langsung disambut hangat dan diberi snack untuk dinikmati sebelum acara dimulai. Tepat pukul 10.00 WIB, kegiatan dibuka oleh Romo Suparman. Setelah itu, Ibu Yulianti menyampaikan materi inspiratif yang mengajak orang muda untuk memahami peran penting mereka dalam merawat, menghormati, dan mengasihi lansia—baik dalam keluarga maupun kehidupan menggereja.
Memasuki sesi interaktif, peserta dibagi menjadi kelompok dan diajak bermain team building: menyusun puzzle bergambar gereja. Pada percobaan pertama, komunikasi dilarang—hasilnya puzzle tak juga jadi. Saat percobaan diulang dengan komunikasi diizinkan, puzzle langsung tersusun rapi, menjadi pelajaran nyata bahwa kerja sama dan komunikasi adalah kunci keberhasilan.
Setelah itu, tiap kelompok berdiskusi untuk merumuskan aksi nyata yang bisa dilakukan di paroki masing-masing demi meningkatkan kepedulian kepada lansia. Beberapa ide yang muncul antara lain kunjungan rutin, misa khusus lansia, senam sehat bersama, membantu mengantar ke gereja, hingga membiasakan menyapa dan memberi salam penuh kehangatan.
Anak-anak muda menunjukkan antusiasme luar biasa saat mempresentasikan hasil diskusi. Semua kelompok tampil percaya diri, termasuk Dominic Atta dan Galang Tetasjuang sebagai wakil OMK Maguwo.
Acara diakhiri pada pukul 13.00 WIB dengan doa penutup yang dipimpin kembali oleh Romo Suparman. Setelah itu, seluruh peserta menikmati makan siang bersama, mempererat kebersamaan yang telah terjalin sepanjang hari.
Pembekalan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi orang muda untuk membawa kasih dalam tindakan nyata, sehingga hidup menjadi lebih bermanfaat—seperti semangat tema kegiatan: “Berteman Yuuk!!! Supaya hidup lebih bermanfaat”
Di penghujung acara, Romo juga berpesan agar OMK berkomitmen melaksanakan apa yang telah didiskusikan dengan bekerja sama atau bersinergi dengan Tim Pelayanan PIUL. Dengan demikian, keterlibatan OMK dalam mendukung para lansia di paroki akan semakin nyata dan terasa manfaatnya bagi seluruh umat.
Sabtu pagi, 9 Agustus 2025, semangat kebersamaan dan nasionalisme terasa begitu kental di halaman depan Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo. Dewan Stasi GMBA bersama masyarakat sekitar dari padukuhan karangploso bergotong-royong melakukan kerja bakti mengecat pos ronda yang berdiri tepat di depan gereja. Pos ronda yang sebelumnya terlihat kusam kini disulap menjadi lebih segar dan rapi, berkat sentuhan kuas dan cat dari tangan-tangan penuh semangat.
Kegiatan ini bukanlah aksi spontan, melainkan salah satu Program Garapan Sinergitas dan Kerja sama, serta Kebangsaan yang telah disusun oleh Dewan Stasi sejak awal tahun 2025. Program ini dirancang untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, mempererat tali persaudaraan, serta menghidupkan kembali budaya gotong-royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Melalui kerja bakti seperti ini, umat gereja dan warga sekitar diajak untuk turut peduli terhadap fasilitas umum dan lingkungan bersama.
Selain memberi manfaat langsung berupa perbaikan fasilitas, kegiatan ini juga memiliki makna simbolis yang kuat. Mengecat pos ronda di bulan kemerdekaan menjadi wujud nyata partisipasi Stasi GMBA dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80. Warna baru pada pos ronda diharapkan menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara atau hiasan bendera, tetapi juga dengan aksi nyata yang membawa kebaikan bagi masyarakat.
Kerja bakti hari itu berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Tawa, canda, dan obrolan hangat mengiringi setiap sapuan kuas. Anak-anak ikut berlarian di sekitar, para bapak bekerja di bagian pengecatan tinggi, sementara ibu-ibu membantu menyiapkan minuman dan makanan ringan. Semua bersatu dalam satu tujuan: membangun lingkungan yang nyaman, indah, dan penuh rasa memiliki.
Dengan selesainya kegiatan ini, pos ronda tidak hanya tampil dengan wajah baru, tetapi juga menjadi simbol persatuan antara umat Stasi GMBA dan masyarakat sekitar. Semangat Garapan Kebangsaan diharapkan terus bergulir, menginspirasi berbagai kegiatan positif lainnya demi kemajuan bersama.
Bukan sekedar panggilan, namun menjadi ajang yang seru dan pendorong agar semakin dekat dengan Yesus melalui firman-Nya. Siapa bilang membaca Kitab Suci itu susah?? baca Kitab Suci mudah asal membaca dengan sepenuh hati yaaa
Hari Minggu, 27 Juli 2025, tim Lektor GMBA mengadakan lomba Lektor lhooo. Lomba ini di ikuti oleh 25 peserta dengan 2 kategori yaitu kategori dewasa dan kategori remaja serta 3 dewan juri yaitu Bapak Ignatius Sunaryo, Suster Bernadeta Nunur, RMI, dan Ibu A. Eddayari Yuliantiningsih.
It’s not just a simple calling — it’s an exciting moment and a great push to get closer to Jesus through His Word. Who says reading the Bible is hard?? It’s not difficult if you read it wholeheartedly!
On Sunday, July 27, 2025, the GMBA Lectors Team held a Lector Competition! This event was joined by 25 participants in two categories: adult and youth. The competition was judged by three esteemed jury members: Mr. Ignatius Sunaryo, Sister Bernadeta Nunur, RMI, and Ms. A. Eddayari Yuliantiningsih.
Sebelum lomba di mulai, ada sambutan dari Bapak Yohanes Agung Prasetya selaku Ketua Dewan Stasi dan Mbak Caroline Denis Noverly sebagai Ketua Lomba Lektor kali ini. Lalu ada peraturan yang dijelaskan oleh Ibu Vera dan di bantu dengan Tian untuk teknis lomba Lektor. Lomba ini juga di selingi oleh ice breaking dengan menggunakan gerak dan lagu “Happy ya ya ya”, “KASIH” dan “Aku Cinta Yesus” dengan penuh antusias dan agar tidak ngantuk xixixixiii…
Before the competition began, opening remarks were delivered by Mr. Yohanes Agung Prasetya as the Head of the Stasi Council, and Miss Caroline Denis Noverly as the Head of the Competition. The rules were then explained by Mrs. Vera, assisted by Tian who handled the technical side of the competition. The event also featured some fun ice-breaking activities with action songs like “Happy Ya Ya Ya,” “KASIH,” and “Aku Cinta Yesus” — full of enthusiasm and perfect to keep everyone awake and energized, xixixixiii…
Bacaan yang dibacakan dipilih random dengan mengambil 1 kertas yang berisikan 1 pilihan acak dari 3 pilihan bacaan. Lomba Lektor berjalan dengan lancar dan tentunya para peserta memiliki suara dan gaya membaca yang unik dan beragam lhoo… keren keren deh pokoknyaa!! Setelah semua selesai membaca kita adakan sesi foto peserta sebagai kenang kenangan dan apresiasi karena sudah mengikuti lomba dengan baikk.
Each reading passage was chosen randomly by drawing one slip of paper containing one of three possible Scripture readings. The competition ran smoothly, and each participant showcased their own unique voice and reading style — it was super impressive all around!
After all participants had read, we had a photo session to commemorate the moment and to appreciate everyone for joining the competition wholeheartedly.
hohohooo akhirnya waktu yang di tunggu tunggu yaitu makan sianggg sambil nunggu juri selesai menilai karena proses penilaian cukup lama. Makan siang kali ini dengan soto yang enakk.
Hohohooo, finally the moment everyone had been waiting for — lunchtime! While waiting for the judges to finalize their scores (which took quite a while), we enjoyed a delicious bowl of soto. Yum…
Selesai makan, akhirnya pengumuman juara nihhh, pengumuman juara dibacakan oleh dewan juri yaitu Bapak Sunaryo. Juri mengambil 3 pemenang dengan kategori dewasa dan 3 pemenang dari kategori remaja. Pemenang Kategori Dewasa : juara 1 : Sisilia Maria Magdalena linkungan Paulus Juara 2 : Paulus Supit lingkungan Gregorius Juara 3 : Maria Septia Lingkungan Petrus
Pemenang Kategori Remaja Juara 1 : Benecdito Deva lingkungan Bartholomeus Juara 2 : Eufrasia Lauda lingkungan Fransiskus Asisi Juara 3 : Joachim Nuansa lingkungan Maria Assumpta
After lunch, it was time to announce the winners! The results were read out by the jury, Mr. Sunaryo. There were three winners selected in each category.
Adult Category Winners:
Sisilia Maria Magdalena (Paulus community)
Paulus Supit (Gregorius community)
Maria Septia (Petrus community)
Youth Category Winners:
Benecdito Deva (Bartholomeus community)
Eufrasia Lauda (Francis of Assisi community)
Joachim Nuansa (Maria Assumpta community)
Selamat yaa untuk para pemenang!!! Untuk yang belum menang jangan berkecil hati yaa, tetap semangat melayani Tuhan dengan sepenuh hati.
Sampai Jumpa di Lomba Lektor selanjunyaa Tuhan memberkati bye byeee
Congratulations to all the winners!!! For those who didn’t win this time, don’t be discouraged — keep serving the Lord with all your heart.
See you at the next Lector Competition! God bless you all. Bye byeeee……
Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kasih, karena atas rahmat dan penyelenggaraan-Nya, Timpel PIOD ( Pendamping Iman Orang Dewasa ) GMBA, dibawah Bidang Pewarta melaksanakan kegiatan Sarasehan Keluarga Stasi Santa Maria Bunda Allah – Maguwo dapat terselenggara dengan penuh sukacita dan kekeluargaan pada hari Sabtu, 26 Juli 2025, bertempat di Erista Garden, Pakem.
Acara ini mengambil tema yang sangat relevan dan menyentuh, yaitu: “Taman Eden di Rumah: Menciptakan Surga Kecil dalam Keluarga Katolik”. Sebuah tema yang tidak hanya memberi inspirasi, tetapi juga menjadi pengingat penting bagi seluruh umat, bahwa keluarga adalah ladang pertama dan utama dalam menanam, menumbuhkan, serta merawat cinta kasih Kristiani.
Sarasehan ini dihadiri oleh para keluarga dari berbagai lingkungan di Stasi Maguwo, dengan suasana yang hangat, penuh semangat, dan kebersamaan yang terasa sangat kental. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang refleksi, tetapi juga menjadi sarana rekreasi rohani bersama keluarga tercinta, di tengah padatnya rutinitas dan tantangan zaman.
Kami merasa sangat diberkati karena pada kesempatan ini, hadir dua narasumber luar biasa yang memberikan pencerahan dan motivasi mendalam.
Romo Dr. Ag. Tri Edi Warsono, Pr., seorang imam dan akademisi yang memberikan refleksi teologis yang sangat menyentuh tentang makna keluarga sebagai “Gambaran Taman Eden” masa kini—sebuah tempat di mana cinta Allah dinyatakan dan dihidupi secara nyata.
Ibu F. Netty Kuswandari, S.Pd., M.Si., seorang pendidik sekaligus praktisi keluarga, yang membagikan banyak tips dan pengalaman praktis mengenai bagaimana menciptakan suasana rumah yang penuh kasih, komunikasi yang sehat, serta membina relasi yang harmonis antara suami, istri, dan anak-anak dalam terang iman Katolik.
Kegiatan ini dibalut dengan berbagai sesi interaktif seperti diskusi kelompok, tanya jawab, sharing pengalaman antar keluarga, serta games ringan yang melibatkan seluruh anggota keluarga. Semua itu mempererat rasa persaudaraan dan meneguhkan kembali komitmen umat untuk menjadikan keluarga sebagai “Gereja Mini” yang hidup, berkembang, dan menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.
Tak lupa, keindahan alam Erista Garden yang sejuk dan menenangkan menjadi pelengkap sempurna bagi acara ini. Alam yang terbuka mengajak setiap peserta untuk kembali merefleksikan keindahan ciptaan Tuhan, serta mengingatkan bahwa keharmonisan dalam keluarga pun adalah bagian dari kehendak Allah untuk menciptakan dunia yang lebih baik, dimulai dari rumah.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para narasumber, seluruh panitia, para peserta, serta semua pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan ini. Semoga sarasehan ini membawa buah yang nyata dalam kehidupan keluarga-keluarga Katolik, dan menjadi benih bagi tumbuhnya keluarga-keluarga kudus yang diberkati dan menjadi berkat.
Stasi Santa Maria Bunda Allah – Maguwo “Bersama Keluarga, Membangun Surga Kecil di Dunia”
Minggu, 20 Juli 2025, hembusan angin sejuk dan semilir aroma dedaunan di Erista Garden, Pakem, Sleman, menjadi saksi sebuah perjalanan batin para pengurus harian Dewan Pastoral Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Di tengah kesibukan dan dinamika pelayanan, mereka berkumpul dalam suasana penuh kegembiraan dan harapan untuk mengikuti kegiatan Pembekalan Spiritualitas Pelayanan.
On Sunday, July 20, 2025, the cool breeze and gentle scent of leaves at Erista Garden, Pakem, Sleman, bore witness to a spiritual journey taken by the daily board members of the Pastoral Council of Santa Maria Bunda Allah Maguwo Station. Amid the busyness and challenges of ministry, they gathered in an atmosphere of gladness and hope to participate in the Spirituality Formation for Service program.
Lebih dari sekadar acara formal, kegiatan ini menjadi ruang kontemplasi bagi para pelayan Gereja untuk kembali menengok makna terdalam dari panggilan mereka: melayani bukan hanya dengan tangan, tetapi juga dengan hati yang tulus dan penuh kasih.
More than a formal gathering, the event became a space of contemplation for the Church servants to revisit the deepest meaning of their calling: to serve not only with their hands, but with hearts filled with sincerity and love.
Dipandu oleh Ibu F. Netty Kuswandari, S.Pd., M.Si., para peserta diajak menyelami sesi pertama yang membuka cakrawala batin tentang pertumbuhan pribadi dalam pelayanan. Dengan pendekatan yang hangat dan menyentuh, beliau menyampaikan bahwa menjadi pelayan Tuhan bukanlah tentang kesempurnaan, tetapi tentang kesetiaan dalam setiap hal kecil. Tangis haru dan senyuman muncul silih berganti—sebuah tanda bahwa hati-hati ini tersentuh.
Guided by Mrs. F. Netty Kuswandari, S.Pd., M.Si., the participants were invited to delve into the first session, which opened their hearts to the inner journey of personal growth in service. With warmth and compassion, she conveyed that being a servant of God is not about perfection, but about faithfulness in every little thing. Tears and smiles flowed in turn—a sign that these hearts were being touched.
Suasana kemudian berubah menjadi lebih ringan namun tetap bermakna dalam sesi bersama GMBA Joyful Team. Melalui gerak, tawa, dan refleksi sederhana, mereka diingatkan bahwa sukacita adalah bagian tak terpisahkan dari pelayanan. Kelelahan bisa datang, tetapi hati yang bersyukur akan selalu menemukan alasan untuk tetap berjalan.
The atmosphere then shifted into something lighter yet still meaningful during the session with the GMBA Joyful Team. Through movement, laughter, and simple reflection, they were reminded that joy is an inseparable part of ministry. Fatigue may come, but a grateful heart will always find a reason to keep going.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan sistematis mengenai mekanisme dan jadwal pemilihan Ketua Stasi, Ketua Wilayah, serta Ketua Lingkungan. Di tengah transisi zaman dan tantangan regenerasi, sesi ini menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa tongkat estafet pelayanan diteruskan kepada pribadi-pribadi yang siap dan layak.
The program continued with a systematic explanation of the mechanisms and timeline for the upcoming elections of the Station Head, Regional Heads, and Neighborhood Heads. Amidst generational transitions and challenges in regeneration, this session became a vital moment to ensure that the torch of service would be passed on to capable and ready hands.
Di penghujung acara, dalam suasana yang semakin hening dan sakral, Romo Ant. Dadang Hermawan, Pr., memberikan penguatan rohani dan pengutusan. Dalam doa dan berkat yang disampaikan, setiap peserta seakan diingatkan kembali pada akar panggilan mereka—bahwa pelayanan adalah bagian dari perutusan Kristus, dan setiap langkah kecil yang diambil dalam kasih akan membawa dampak besar bagi umat.
As the event neared its end, in an atmosphere growing increasingly solemn and sacred, Romo Ant. Dadang Hermawan, Pr., offered spiritual strengthening and a sending forth. Through his prayers and blessings, each participant was reminded of their true calling—that ministry is part of Christ’s mission, and every small act done in love can bring profound impact to the faithful.
Membangun Kreativitas Sinematik di Wisma SalamWisma Salam, 12–13 Juli 2025 — Sebanyak 40 peserta dari berbagai latar belakang mengikuti Pelatihan Akbar Script Writing & Videography yang diselenggarakan selama dua hari penuh di Wisma Salam. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas peserta dalam penulisan naskah (script writing) dan keterampilan videografi, dua elemen penting dalam produksi konten kreatif dan sinema digital masa kini.
Acara pelatihan ini menjadi momen penting untuk menyatukan para pegiat kreatif, pelajar, guru, dan praktisi media dalam sebuah ruang belajar kolaboratif yang interaktif. Pelatihan difasilitasi oleh para profesional di bidangnya, yang menghadirkan materi komprehensif mulai dari dasar-dasar penulisan skenario, struktur tiga babak, hingga teknik pengambilan gambar, penyutradaraan, dan editing video. Hari pertama pelatihan difokuskan pada Script Writing, di mana peserta diajak untuk memahami pentingnya narasi yang kuat dalam sebuah karya audio-visual. Melalui latihan langsung, peserta menulis skenario pendek yang nantinya dijadikan acuan produksi pada hari berikutnya. Suasana pelatihan berlangsung dinamis, dengan diskusi kelompok dan sesi umpan balik dari fasilitator.
Hari kedua berlanjut dengan pelatihan videografi, di mana peserta dibagi ke dalam tim produksi kecil. Mereka mempraktikkan proses produksi dari skrip yang telah dibuat—mulai dari pemilihan angle kamera, pengaturan pencahayaan, pengambilan suara, hingga proses editing dasar. Hasil akhir berupa video pendek dipresentasikan di sesi penutupan, yang disambut antusias dan penuh apresiasi. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat keterampilan teknis, tetapi juga mempererat jaringan antar peserta. Dalam refleksi penutupan, banyak peserta mengungkapkan bahwa pelatihan ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan, bermanfaat, dan memotivasi mereka untuk terus berkarya di bidang media kreatif. Panitia berharap, dari pelatihan ini akan lahir banyak karya inspiratif dan kolaborasi-kolaborasi baru yang berdampak positif bagi masyarakat.
Pada tanggal 12 Juli 2025, Prodiakon Gereja Maria Bunda Allah Maguwo melaksanakan sebuah kegiatan istimewa yang memadukan spiritualitas dan pengembangan diri. Perjalanan rohani dimulai dengan ziarah khusyuk ke Gua Tritis, sebuah tempat yang menawarkan kedamaian dan kedekatan dengan alam, menjadi momen refleksi dan permohonan rahmat bagi para prodiakon.
Setelah merasakan ketenangan di Gua Tritis, kegiatan dilanjutkan dengan sesi peningkatan soft skill yang sangat relevan. Bersama Romo Norbertus Sukarno Siwi, Pr. Yang bertajuk “Menciptakan Homili/Renungan yang Menarik”. Dalam sesi ini, Romo Norbertus berbagi ilmu dan pengalaman tentang bagaimana merangkai kata-kata menjadi pesan rohani yang menginspirasi, mudah dicerna, dan menyentuh hati umat. Diskusi interaktif dan latihan praktis menjadi bagian penting dari sesi ini, membekali para prodiakon dengan keterampilan komunikasi yang lebih baik dalam pelayanan gerejawi mereka.
Para prodiakon antusias mengikuti lokakarya interaktif bertajuk “Menciptakan Homili/Renungan yang Menarik”. Romo Norbertus, dengan gaya yang menginspirasi, membagikan kiat-kiat praktis dan wawasan mendalam tentang bagaimana merangkai pesan-pesan biblis menjadi renungan yang hidup, relevan, dan menyentuh hati umat. Diskusi kelompok, latihan presentasi singkat, dan umpan balik konstruktif mengisi sesi ini, membekali setiap prodiakon dengan kepercayaan diri dan keterampilan untuk menyampaikan Sabda Tuhan dengan lebih efektif.
Setelah berdinamika bersama Romo Norbertus, para prodiakon langsung menyantap hidangan yang sudah disediakan. Tentunya dengan lahap para prodiakon menyantap makanan – makanan itu, saat itu juga bertepatan dengan makan siang.
Hari yang produktif dan sarat berkah ini ditutup dengan sentuhan keindahan alam yang menawan. Para prodiakon bersama-sama menikmati panorama elok Pantai Slili. Deburan ombak yang syahdu dan hembusan angin pantai yang menyegarkan menjadi penutup sempurna bagi rangkaian kegiatan, memungkinkan mereka untuk bersantai, menjalin keakraban, dan meresapi rasa syukur atas hari yang telah dilalui. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya spiritualitas dan kompetensi para prodiakon, tetapi juga mempererat tali persaudaraan dalam pelayanan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo
Church Security Gathering of Catholic Churches in DIY: Security as the Pillar of Worship Comfort
Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kenyamanan umat dalam beribadah, Gereja Katolik se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar sebuah sarasehan bertema “Keamanan Gereja sebagai Pilar Kenyamanan dalam Beribadah”. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 13 Juli 2025, bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah, Stasi Maguwo.
In the spirit of unity and care for the comfort of the faithful during worship, the Catholic Churches across the Special Region of Yogyakarta (DIY) held a discussion forum with the theme “Church Security as the Pillar of Worship Comfort”. The event took place on Sunday, July 13, 2025, at the Church of Saint Mary Mother of God, Maguwo Station.
Sarasehan ini menghadirkan Bapak Antonius Sumaryanto sebagai pemateri utama. Beliau menyampaikan pentingnya memandang keamanan bukan hanya sebagai tugas fisik, tetapi sebagai bentuk pelayanan pastoral yang mendukung suasana doa, kedamaian, dan keterbukaan dalam Gereja.
Mr. Antonius Sumaryanto served as the keynote speaker for the event. He emphasized the importance of seeing security not merely as a physical task, but as a pastoral service that supports an atmosphere of prayer, peace, and openness within the Church.
Sebanyak 15 perwakilan tim keamanan dari berbagai paroki di wilayah DIY hadir sebagai peserta inti, namun antusiasme yang tinggi membuat total peserta yang hadir mencapai 32 orang. Hal ini menunjukkan bahwa isu keamanan dalam lingkungan Gereja mendapat perhatian serius dari banyak pihak.
Fifteen representatives from parish security teams across DIY participated as the core attendees. However, due to high enthusiasm, the total number of participants reached 32. This highlights the growing awareness and concern regarding church security among many communities.
Salah satu hasil penting dari sarasehan ini adalah pemahaman bersama mengenai perlunya membangun sinergi keamanan yang tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi dibingkai dalam suatu sistem keamanan yang terpadu dan saling mendukung antar paroki di wilayah DIY.
One of the key takeaways from this forum was the shared understanding of the need to build a synergized security system—not working in isolation, but integrated and mutually supportive among parishes throughout the DIY region.
Dengan diadakannya sarasehan ini, diharapkan akan terbentuk sebuah jaringan komunikasi dan koordinasi antar tim keamanan Gereja, sehingga setiap umat yang datang beribadah dapat merasa lebih aman, nyaman, dan dilindungi.
Through this forum, it is hoped that a network of communication and coordination among Church security teams will be established, ensuring that every worshipper feels safe, comfortable, and protected during their time of worship.
Acara ini menjadi langkah awal yang sangat berarti untuk menjadikan keamanan sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan menggereja, yang tidak hanya menjaga fisik, tetapi juga melindungi suasana rohani umat Allah.
This event marks an important first step in making security an integral part of Church life—not only guarding the physical space but also protecting the spiritual atmosphere of God’s people.
Mutiara Gereja dari Maguwo: Birgitta Valent Reynanda Putri
God continues to grace His Church with exceptional young people—those who not only excel academically but also shine through their faith, service, and character. One of the brightest gems to emerge from the community is Birgitta Valent Reynanda Putri, lovingly known as Valent, a proud daughter of St. Gabriel Community, Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo.
Tuhan senantiasa menghadirkan pribadi-pribadi istimewa di tengah komunitas-Nya—mereka yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bersinar dalam iman, pelayanan, dan keteladanan. Salah satu mutiara terbaik yang tumbuh dan berakar kuat dalam pelayanan Gereja adalah Birgitta Valent Reynanda Putri, atau yang akrab disapa Valent, putri dari Lingkungan Santo Gabriel, Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo.
Born in Sleman on March 8, 2009, Valent has consistently displayed brilliance from an early age. Her intelligence, leadership, creativity, and perseverance make her not only a pride to her family and school, but also to the faith community she actively serves.
Lahir di Sleman, 8 Maret 2009, Valen telah menunjukkan kecemerlangan sejak usia dini. Kecerdasan, kepemimpinan, kreativitas, dan ketekunan menjadikannya sosok remaja yang bukan hanya membanggakan keluarga dan sekolah, tetapi juga menjadi kebanggaan umat stasi.
As an Altar Server, active member of OMK, Lector, and a young singer-musician in GMBA (PMG) , Valent places service at the heart of her identity. Amidst the demands of school and scientific competitions, she faithfully serves at the altar, offers her voice in worship, and brings the liturgy to life through music.
Sebagai seorang Putri Altar, anggota aktif OMK, Lektor dan penyanyi sekaligus pemusik muda di GMBA (PMG), Valent telah menempatkan pelayanannya sebagai bagian penting dari identitas dirinya. Di tengah kesibukan akademik dan berbagai kompetisi ilmiah, ia tetap setia hadir di altar, menyumbangkan suara merdunya di misa, dan mengiringi liturgi dengan alunan musik penuh penghayatan.
In academics, her accomplishments are simply outstanding. Valent represents what it means to be a Catholic student of integrity—pursuing knowledge with excellence, while remaining rooted in values of faith and humility. Here are some of her remarkable achievements:
SD Kanisius Kadirojo:
1st Place – District Science Olympiad (OSN)
Top 7 – Regency Level OSN (Science)
Top 14 – Provincial OSN Finalist
Highest ASPD Score in the District
SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta:
Student Council President (2023/2024)
1st Place – Museum Quiz (City Level)
Runner-up – Museum Quiz (Provincial Level)
Finalist – National OPSI 2023, Applied Physics
Finalist – OPSI City Level, Applied Physics
Consistent Class Top Performer
Best Graduation Certificate
Highest Final Exam Score in School
SMA Negeri 8 Yogyakarta:
Honorable Mention – NASFIA 2024 (National Science Fair for Indonesian Adolescents)
Honorable Mention – Youth Researcher Competition, DIY Province 2024
Representative of Indonesia at the international Junior School Researchers Event – SISTEMIC (Singapore International STEM Innovation Challenge), Singapore 2025
Di dunia akademik, rekam jejak prestasinya luar biasa. Valent adalah simbol integritas seorang pelajar Katolik—yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai rohani dalam setiap langkahnya. Berikut daftar prestasi membanggakan yang telah ia raih:
SD Kanisius Kadirojo:
Juara 1 OSN IPA Se-Kecamatan
7 Besar OSN IPA Se-Kabupaten
14 Besar OSN IPA Se-Provinsi
Peraih Nilai ASPD Tertinggi Se-Kecamatan
SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta:
Ketua OSIS 2023/2024
Juara 1 Lomba Cerdas Cermat Museum Tingkat Kota
Juara Harapan 2 LCC Museum Tingkat Provinsi
Finalis OPSI Nasional 2023 – Bidang Fisika Terapan
Finalis OPSI Kota Yogyakarta – Bidang Fisika Terapan
Juara Kelas Berturut-turut
Ijazah Terbaik Se-Sekolah
Nilai Ujian Sekolah Tertinggi
SMA Negeri 8 Yogyakarta:
Honorable Mention – NASFIA 2024 (National Science Fair for Indonesian Adolescents)
Juara Harapan – Lomba Peneliti Belia DIY 2024
Wakil Indonesia dalam ajang internasional Junior School Researchers Event – SISTEMIC (Singapore International STEM Innovation Challenge) 2025, di Singapura
Valent is living testimony that intelligence is a blessing, service is a calling, and humility is true strength. She inspires not only her classmates, but also her faith community at Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo.
Valent adalah pribadi yang membuktikan bahwa kecerdasan adalah anugerah, pelayanan adalah panggilan, dan kerendahan hati adalah kekuatan sejati. Ia tidak hanya menjadi teladan bagi teman-temannya di sekolah, tapi juga menjadi inspirasi bagi umat muda Katolik di Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo.
May she continue to grow in wisdom, faith, and grace, and may her light shine ever brighter—reminding us all that God works through those who are willing to serve with love, talent, and a sincere heart.
Semoga Valent terus dipenuhi semangat, kasih, dan hikmat dalam setiap langkahnya. Kiranya ia menjadi cahaya yang menerangi sekitarnya, dan bukti nyata bahwa Tuhan bekerja melalui talenta-talenta muda yang setia, melayani, dan berbuah dalam kasih.
HiHello 👋, welcome to Gereja Maria Bunda Allah - Paroki Administratif Maguwo