Serving God, Excelling in the World: Heinrich “Ricky” Ciando, a Young Karate Champion from Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo

In the midst of a rapidly changing world and the many challenges faced by today’s youth, God continues to call and send young people to be the light in their communities. One such figure is Heinrich Zanker Bonnie Ciando, affectionately known as Ricky, a proud son of the St. Clara Community, Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Born in Semarang on June 15, 2008, Ricky is a shining example of how faith and achievement can walk hand in hand, strengthening and uplifting one another.

Ricky is not only a black belt karate athlete who has brought pride to his region through a series of impressive victories. He is also a devoted servant in the Church, actively participating as an Altar Server, a member of the Catholic Youth (OMK), and a musician in the Church Pemusik Muda GMBA (PMG). Despite his rigorous training schedule and academic responsibilities as a student at SMA Negeri 1 Depok, Ricky faithfully puts his service to God and the Church at the center of his life.

His passion for ministry mirrors his determination on the competition mat. For Ricky, every moment of serving at the altar or playing music at Mass is a form of spiritual discipline—one that shapes humility, perseverance, and a heart that cares deeply for others. His accomplishments are not only achievements of the body, but also of the soul.

Here are Ricky’s recent accolades in the world of karate:

3rd Place, Individual Kumite -68 kg (Male)DIY POPDA, May 22, 2025

1st Place, Individual Kata (Junior Male)Kejurkab FORKI Sleman, July 7, 2024

3rd Place, Individual Kata (Junior Male)POLTEKES Kemenkes Yogyakarta Cup, October 5–6, 2024

3rd Place, Individual Kata (Junior Male)Yogyakarta WTA Open Karate Championship, Ministry of Youth and Sports, December 27–29, 2024

2nd Place, Individual Kata (Junior Male)Kejurda FORKI DIY, February 26–27, 2025

3rd Place, Individual Kumite -68 kg (Junior Male)Kejurda FORKI DIY, February 26–27, 2025


Behind every medal and victory lies a stream of prayer from the altar, the support of the Stasi community, and the unshakable spirit of a young Catholic man who refuses to give up. Ricky is living proof that being an athlete does not mean distancing oneself from the Church—on the contrary, it becomes a powerful witness to God’s glory through the talents He has given.

May Ricky continue to grow in love, faith, and excellence, inspiring other young people at Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo and beyond, and reminding us all that God works powerfully through the youth who are faithful, humble, and willing to serve.

And there’s more—Ricky is also a talented musician who especially loves playing the piano. It’s not just a hobby for him; it’s a gift.

His ability to express beauty and harmony through music is just another way he glorifies God and inspires others. Whether on the mat or behind the keyboard, Ricky excels with grace, passion, and purpose.



Melayani Tuhan, Berprestasi di Dunia: Heinrich “Ricky” Ciando, Karateka Muda dari Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo

Di tengah arus zaman yang kian cepat dan tantangan hidup remaja yang semakin kompleks, Tuhan tetap memanggil dan mengutus anak-anak muda untuk menjadi terang di dunia. Salah satunya adalah Heinrich Zanker Bonnie Ciando, atau yang akrab disapa Ricky, putra dari Lingkungan St. Clara, Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Lahir di Semarang, 15 Juni 2008, Ricky adalah teladan nyata bahwa iman dan prestasi dapat berjalan selaras, saling menguatkan, dan saling menyemangati.

Ricky bukan hanya dikenal sebagai seorang karateka pemegang sabuk hitam yang telah mengharumkan nama daerah dalam berbagai kejuaraan bergengsi. Lebih dari itu, ia juga dikenal sebagai pribadi yang aktif melayani di stasi, baik sebagai Putra Altar, anggota Orang Muda Katolik (OMK), maupun pemain musik di kelompok Pemusik Muda GMBA (PMG). Di tengah jadwal latihan yang padat dan tuntutan akademik di SMA Negeri 1 Depok, Ricky tetap setia menempatkan pelayanan sebagai prioritas hidupnya.

Semangatnya dalam melayani tak kalah dengan semangatnya saat bertanding di atas matras. Baginya, setiap pelayanan di altar maupun di komunitas muda adalah bagian dari latihan rohani yang membentuk disiplin, kerendahan hati, dan kepedulian terhadap sesama. Inilah yang membuat prestasinya tidak hanya membanggakan secara lahiriah, tetapi juga menyentuh secara batiniah.

Berikut deretan prestasi Ricky dalam dunia karate yang patut diacungi jempol:

  • Juara 1 Kata Perorangan Junior PutraKejurkab FORKI Sleman, 7 Juli 2024
  • Juara 3 Kata Perorangan Junior PutraPOLTEKES Kemenkes Yogyakarta Cup, 5–6 Oktober 2024
  • Juara 3 Kata Perorangan Junior PutraYogyakarta WTA Open Karate Championship, Piala Kemenpora RI, 27–29 Desember 2024
  • Juara 2 Kata Perorangan Junior PutraKejurda FORKI DIY, 26–27 Februari 2025
  • Juara 3 Komite Perorangan Junior Putra -68 kgKejurda FORKI DIY, 26–27 Februari 2025
  • Juara 3 Komite Perorangan Putra -68 kgPOPDA DIY, 22 Mei 2025

Di balik setiap kemenangan, ada doa-doa yang terucap di altar, ada dukungan dari komunitas stasi, dan ada semangat pantang menyerah dari seorang anak muda Katolik yang tidak hanya ingin menang, tetapi juga hidup dalam terang Kristus.

Semoga Ricky terus bertumbuh dalam kasih, iman, dan prestasi, menjadi inspirasi bagi teman-teman sebayanya, serta menjadi berkat bagi Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo dan Gereja secara lebih luas. Ia adalah bukti nyata bahwa Tuhan berkarya melalui kaum muda yang setia, rendah hati, dan mau menyerahkan diri untuk melayani.

Dan tak hanya itu—Ricky juga memiliki bakat luar biasa di bidang musik, terutama dalam memainkan piano. Bukan sekadar suka, ia benar-benar piawai memainkan nada demi nada dengan keindahan yang mengalir dari hati.

Musik bukan hanya hobi baginya, tetapi salah satu cara untuk memuliakan Tuhan dan menyentuh jiwa orang-orang di sekitarnya. Entah saat bertanding di arena karate atau mengalun di balik tuts piano, Ricky selalu menghadirkan semangat, ketulusan, dan kualitas yang menginspirasi.

Sakramen Baptis – Minggu, 6 Juli 2025Gereja St. Maria Bunda Allah, Maguwo

Hari ini, Minggu 6 Juli 2025, menjadi hari yang penuh berkat dan sukacita di Gereja St. Maria Bunda Allah, Maguwo. Dalam suasana liturgi yang khusyuk dan hangat, dua putri kecil menerima Sakramen Baptis—tanda awal perjalanan rohani mereka sebagai anggota penuh dalam Gereja Katolik, serta awal dari hidup baru dalam Kristus.

Perayaan baptisan ini dipimpin oleh Romo Maradiyo. Pr yang dengan penuh kasih membaptis:

Madeline Keyanna Matutina, putri dari pasangan Sebastino Aviant Matutina & Felisia Eva Novalisa

dan


Constantina Kiaraa Dewi, putri dari pasangan Andreas Yogantara Gusta Perdana & Brigidha Ratna Hutami.

Melalui air baptisan yang kudus, Madeline dan Constantina kini telah menerima rahmat keselamatan, diangkat sebagai anak-anak Allah, dan menjadi bagian dari tubuh mistik Kristus. Gereja menyambut mereka dengan penuh cinta sebagai anggota baru dalam komunitas umat beriman.

Baptisan bukan hanya sebuah tradisi atau seremoni, tetapi sebuah sakramen—tanda nyata dari kasih Allah yang melampaui segalanya. Hari ini, kasih itu hadir secara nyata dalam hidup Madeline dan Constantina, yang kini telah dimeteraikan dalam iman yang akan mereka kembangkan bersama keluarga dan Gereja.

Kami bersyukur atas komitmen orang tua yang telah mempersembahkan anak-anak mereka kepada Tuhan, dengan harapan agar kelak mereka bertumbuh menjadi pribadi yang setia, penuh kasih, dan membawa terang di tengah dunia. Semoga kasih dan pengharapan yang terpancar dalam baptisan hari ini menjadi awal dari perjalanan iman yang kokoh, dan hidup mereka selalu diberkati serta dipenuhi rahmat Tuhan.

Selamat datang dalam keluarga besar Gereja Katolik, Madeline dan Constantina. Kami mendoakan agar kalian senantiasa dipelihara dalam kasih Tuhan dan dikelilingi oleh teladan hidup yang baik dari keluarga, para pembimbing rohani, dan komunitas gereja.

link foto :

https://drive.google.com/drive/folders/1_RtGH86Ojkp74Li_4ZIGpQXJrufLYHip


Baptism at St. Mary Mother of God Church

Sacrament of Baptism – Sunday, July 6, 2025
St. Mary Mother of God Church, Maguwo

This Sunday, July 6, 2025, was a day filled with joy, grace, and sacred meaning at St. Mary Mother of God Church in Maguwo. In a solemn and warm liturgical celebration, two precious daughters received the Sacrament of Baptism—the beautiful beginning of their spiritual journey as full members of the Catholic Church, and their new life in Christ.

The baptismal rite was lovingly led by Father Maradiyo, who baptized:

Madeline Keyanna Matutina, daughter of Sebastino Aviant Matutina & Felisia Eva Novalisa


Constantina Kiaraa Dewi, daughter of Andreas Yogantara Gusta Perdana & Brigidha Ratna Hutami.

Through the holy waters of Baptism, Madeline and Constantina have been reborn as children of God, cleansed by grace, and united with the Body of Christ. The Church joyfully welcomes them as new members of our community of faith.

Baptism is not merely a tradition or ritual—it is a sacred sacrament, a visible sign of God’s invisible love and saving grace. Today, that divine love touched the lives of these two little girls in a profound and everlasting way, marking the beginning of a life that will be nurtured in faith, love, and hope.

We are deeply grateful to the parents for their faith and dedication in presenting their daughters to be baptized, trusting in God’s promises and choosing to raise them in the light of the Gospel. May Madeline and Constantina grow into strong and loving individuals, guided by the example of their families and supported by the wider Church community.

Welcome, Madeline and Constantina, to the family of God. May your lives be forever blessed by His presence, protected by His grace, and enriched by the love of all who walk this journey of faith with you.


foto bisa di download di link :

https://drive.google.com/drive/folders/1_RtGH86Ojkp74Li_4ZIGpQXJrufLYHip

“Pertemuan Prodiakon: Menguatkan Semangat, Meneguhkan Panggilan”

Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo

Hari ini, Minggu 6 Juli 2025, Gazebo Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo menjadi tempat yang penuh kehangatan dan semangat pelayanan, saat para prodiakon mengadakan pertemuan rutin bulanan. Pertemuan ini menjadi momen penting untuk memperkuat koordinasi, merefleksikan pelayanan yang telah berjalan, dan menyusun langkah-langkah ke depan demi pelayanan yang lebih mantap.

Pertemuan dipimpin langsung oleh Koordinator Prodiakon Stasi, Bapak Ignatius Sunaryo, dan dihadiri oleh 18 prodiakon serta 4 suster yang ikut hadir dan memberikan dukungan rohani dalam suasana persaudaraan dan kebersamaan yang akrab.

Agenda utama mencakup:
Evaluasi tugas-tugas pelayanan prodiakon, baik dalam pelayanan liturgi, kunjungan umat, maupun pelayanan komuni,
Pembahasan program kerja ke depan, dengan fokus pada efektivitas, semangat melayani, dan peningkatan kualitas koordinasi.

Dari diskusi yang terbuka dan penuh semangat, lahirlah berbagai masukan serta peneguhan yang membangun. Hasilnya, program kerja yang disusun menjadi lebih matang dan terarah, serta tekad bersama untuk menjadikan pelayanan prodiakon di Stasi Maguwo semakin kuat, terstruktur, dan penuh kasih.

Semoga pertemuan hari ini menjadi penguat semangat dan kesetiaan dalam pelayanan, serta menjadi wujud nyata dari iman yang bekerja dalam kasih.


St. Mary Mother of God Station, Maguwo

Today, Sunday, July 6, 2025, the gazebo of St. Mary Mother of God Church in Maguwo served as a peaceful and spirit-filled setting for the monthly meeting of Eucharistic Ministers—a moment to reflect, coordinate, and renew their commitment to ministry.

The meeting was led by Mr. Ignatius Sunaryo, Coordinator of the Eucharistic Ministers, and was attended by 18 lay ministers and 4 religious sisters who came to offer support and spiritual presence in a warm, fraternal atmosphere.

The meeting covered two key areas:
Evaluation of recent ministerial duties, including liturgical service, communion distribution, and pastoral visits,
Discussion of future work plans, focused on improving effectiveness, nurturing the heart of service, and building stronger coordination.

Open dialogue and shared reflection led to a clearer, more focused plan for upcoming activities. The group agreed to move forward with renewed spirit—committed to making the ministry in Maguwo more organized, intentional, and filled with compassion.

May today’s gathering strengthen not only the coordination of tasks, but also the spiritual bonds among all who serve—so that their ministry may truly reflect the love and light of Christ.

Rapat Dewan Harian Plus Stasi Maguwo – 5 Juli 2025

Sabtu malam, 5 Juli 2025, di ruang Gazebo Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo menjadi tempat berlangsungnya Rapat Dewan Harian Plus Stasi Maguwo, sebuah pertemuan strategis yang mempertemukan jajaran Dewan Harian, para Ketua Wilayah, serta seluruh Ketua Lingkungan di Stasi Maguwo.

Rapat ini menjadi momen penting untuk menyelaraskan arah pelayanan dan memperkuat semangat sinergi di antara para penggerak umat. Dalam suasana yang hangat dan penuh keterbukaan, berbagai hal pokok disampaikan secara sistematis oleh masing-masing bidang dan tim kerja.

Agenda utama rapat meliputi:
Pemaparan Program Rutin dan Program Garapan Dewan Harian Stasi Tahun 2025, yang menjadi kerangka besar arah pastoral.
Presentasi Program Kerja dari Enam Bidang Pelayanan:
Liturgi – penguatan partisipasi umat dalam perayaan iman,
Litbang (Penelitian dan Pengembangan) – arah pengembangan pastoral berbasis data,
Rumah Tangga – dukungan logistik dan tata kelola sarana prasarana,
Paguyuban – penguatan komunitas dan relasi umat,
Pewartaan – pelayanan katekese dan komunikasi iman,
Kemasyarakatan – keterlibatan aktif umat dalam bidang sosial dan kemanusiaan.

Salah satu poin penting yang turut dipaparkan adalah buku pedoman pengelolaan dana sosial (Danpamis) yang telah dirancang oleh Bidang Kemasyarakatan, dan telah disetujui oleh Romo Paroki. Buku pedoman ini disusun khusus untuk Stasi Maguwo, sebagai panduan transparan, akuntabel, dan berbasis semangat pelayanan untuk mengelola dana sosial secara bijak.

Tak kalah penting, dalam rapat ini juga disampaikan update terkait penyusunan proposal Master Plan Gereja Stasi Maguwo, yang kini sedang dalam proses untuk dimintakan tanda tangan Bapak Uskup Keuskupan Agung Semarang. Ini menjadi langkah besar dalam merintis pembangunan fasilitas gereja yang lebih representatif dan sesuai kebutuhan umat masa kini dan masa depan.

Sebagai penutup, Dewan Harian juga menginformasikan bahwa GMBA kini telah memiliki website resmi yang aktif dan menarik, sebagai media komunikasi, dokumentasi, dan pewartaan digital. Para Ketua Lingkungan dan Wilayah dimohon untuk ikut aktif menghidupkan konten web melalui partisipasi admin lingkungan, agar informasi kegiatan umat bisa tersampaikan secara luas dan terdokumentasi dengan baik.

Rapat berlangsung dengan lancar, terbuka, dan penuh semangat pelayanan. Semoga setiap butir keputusan dan arahan yang disepakati malam itu menjadi landasan kuat bagi pelayanan Stasi Maguwo yang makin tertata, kolaboratif, dan misioner di tahun-tahun mendatang.


Stasi Maguwo Core Council & Leaders Meeting – July 5, 2025

On the evening of Saturday, July 5, 2025, in the Gazebo of St. Mary Mother of God Church in Maguwo hosted an important gathering: the Core Council Plus Meeting, bringing together the Core Council of the Stasi, Area Coordinators, and all Neighborhood Leaders (Ketua Lingkungan).

This strategic meeting served as a forum for alignment, coordination, and collective reflection, strengthening the sense of unity and shared responsibility among pastoral leaders. The tone of the evening was open, warm, and focused—allowing each sector to share updates and visions for the year ahead.

Key highlights of the meeting included:
A detailed presentation of routine programs and main initiatives by the 2025 Core Council, outlining the pastoral direction for the year.
Program updates from six key pastoral commissions:
Liturgy – enhancing community participation in liturgical life,
Research & Development (Litbang) – fostering data-based growth,
Household Affairs – managing infrastructure and logistics,
Community Life (Paguyuban) – strengthening relationships and togetherness,
Evangelization – catechesis and spiritual communication,
Social Ministry – expanding care and social involvement within and beyond the church.

A particularly meaningful part of the meeting was the introduction of the Danpamis Handbook—a new social fund management guideline, developed specifically for Stasi Maguwo by the Social Ministry team and officially approved by the Parish Priest. This document provides a clear, responsible, and service-oriented framework for handling community-based funds.

The meeting also featured an important update on the ongoing Master Plan proposal for Stasi Maguwo Church, which is now entering the final phase before being submitted for official approval and signature by the Archbishop of Semarang. This milestone reflects the community’s vision to build a more representative, functional, and sacred space for worship and service.

Lastly, participants were encouraged to actively engage with the newly launched official GMBA website, which now serves as a digital home for parish communications, documentation, and evangelization. All local neighborhood leaders are invited to support content creation and share community updates regularly through the platform,ensuring that the vibrancy of parish life is well-documented and widely shared.

The meeting ended on a note of unity, commitment, and shared hope. May every decision and collaboration from this gathering bear fruit for a stronger, more organized, and mission-driven Stasi Maguwo in the years ahead.

Menapaki Jejak Iman: Ziarah Porta Sancta Lingkungan St. Gregorius Kadisoka

Magelang, 5 Juli 2025 — Dalam semangat memperdalam iman dan merayakan Tahun Yubileum Suci, umat Lingkungan St. Gregorius Stasi GMBA Maguwo, Paroki Maria Marganingsih Kalasan mengadakan ziarah rohani ke Porta Sancta (Pintu Suci) yang berlangsung pada Sabtu, 5 Juli 2025

Perjalanan penuh makna ini menyatukan 44 orang peziarah dari berbagai usia—anak-anak hingga lansia—dalam satu hati dan satu langkah menuju tiga lokasi suci: Goa Maria Sendangsono, Gereja Ignatius Magelang, dan Kerkhof Muntilan, makam Romo Sanjaya.

Ziarah ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan lingkungan dalam menyambut Tahun Yubileum 2025 yang dicanangkan oleh Paus Fransiskus dengan tema “Peziarah Harapan.” Di tengah kesibukan dan rutinitas harian, ziarah ini menjadi kesempatan langka bagi umat untuk berhenti sejenak, menengok kembali perjalanan hidup rohani mereka, dan memperbaharui semangat iman.

Suasana Hening di Sendangsono

Gerbang Memasuki Goa Maria Sendangsono

Perhentian pertama adalah Goa Maria Sendangsono, tempat bersejarah yang disebut sebagai “Lourdes-nya Indonesia.” Di sinilah iman Katolik pertama kali bersemi di Tanah Jawa. Dikelilingi rimbunnya pepohonan dan gemericik air sendang, para peziarah memulai hari dengan doa bersama yang dipimpin oleh Prodiakon Paulus Supit dibantu oleh Katekis Agnes Gunarti. Jalan salib pun dilaksanakan dengan khidmat, menyusuri stasi demi stasi dengan permenungan mendalam atas kisah sengsara Yesus Kristus.

Prodiakon mengajak seluruh umat merenungkan arti penderitaan dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana setiap orang dipanggil untuk memanggul salib masing-masing dengan iman dan pengharapan. “Jalan salib bukan hanya mengenang penderitaan Tuhan, tapi juga mengajak kita melihat bagaimana Tuhan hadir dalam luka dan beban hidup kita,” ujarnya.

Napak Tilas Iman di Gereja Ignatius Magelang

Di depan Gereja Ignasius Magelang

Usai dari Sendangsono, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Gereja Santo Ignatius, Magelang. Gereja tua yang dibangun sejak abad ke-19 ini menyimpan banyak sejarah pewartaan iman Katolik di Jawa Tengah. Di sini, para peziarah diajak merenungkan keteladanan St. Ignatius Loyola—pendiri Serikat Yesus—dalam menjalani hidup yang penuh penyerahan dan discernment (pembedaan roh).

Berdoa di depan Taman Doa yang berada di belakang Gereja

Doa pribadi dan devosi di depan patung Maria (terletak di belakang Gereja) menjadi waktu yang sunyi namun kuat secara spiritual. Suasana hening dan arsitektur lingkungan gereja yang asri memberi ruang bagi setiap umat untuk berdiam diri dalam hadirat Allah.

Ziarah Ditutup dengan Doa di Kerkhof Muntilan

Berdoa di Kerkhof Muntilan

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke perhentian terakhir: Kerkhof Muntilan, kompleks makam para imam dan tokoh Katolik di Keuskupan Agung Semarang. Di tempat inilah terbaring jasad Romo Sanjaya, seorang imam pribumi yang dikenal gigih dalam karya kerasulan dan pendidikan. Di makam Romo Sanjaya, umat mendaraskan doa mohon syafaat para kudus dan mendoakan para imam yang telah mendahului.

Kami tetap semangat menyelesaikan ziarah Porta Sancta

“Ziarah ini mengingatkan kita bahwa iman bukanlah perjalanan singkat. Ia seperti napak tilas hidup, dari kelahiran hingga kembali ke rumah Bapa,” ungkap Gregorius Henry, Ketua Lingkungan St. Gregorius, dalam refleksi singkatnya. Ia juga menyampaikan rasa syukur atas partisipasi seluruh umat yang telah mengikuti ziarah ini dengan antusias dan penuh semangat.

Kebersamaan yang Menyegarkan Iman

Selain sebagai pengalaman rohani, ziarah ini juga mempererat tali persaudaraan antarumat lingkungan. Sepanjang perjalanan, tawa, nyanyian, dan cerita iman dibagikan satu sama lain. Di tengah tantangan zaman yang serba cepat dan individualistis, kegiatan seperti ini menjadi oase bagi kebersamaan yang sejati.

Ketua lingkungan dan tim panitia juga memberikan apresiasi kepada para donatur dan sponsor yang telah berkontribusi, serta kepada para peserta yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan ini dengan tertib dan penuh sukacita. “Kami mohon maaf jika dalam pelayanan selama ziarah masih ada kekurangan. Namun kami percaya bahwa semangat kita bersama telah membuat perjalanan ini berbuah,” ujar Henry.

Ziarah Porta Sancta ini ditutup dengan doa penutup sebelum perjalanan pulang. Wajah-wajah lelah namun penuh damai dan kebahagiaan menjadi bukti bahwa ziarah bukan sekadar bepergian secara fisik, melainkan perjalanan batin yang meneguhkan.

“A Step Toward the Future: The Maguwo Church Masterplan Submitted to the Archdiocese”

With gratitude and hope, the Masterplan for the Development of Santa Maria Bunda Allah Church in Maguwo has entered a significant phase: the preparation of an official proposal together with our parish priest, as part of the submission to the Archdiocese of Semarang.

This step marks a new chapter in our long journey as a faith community—one that seeks not only to build a better physical space, but also to reflect our identity as believers, our spirit of unity, and our long-term pastoral vision.

This is more than a construction project. It is the realization of our shared longing for a church that is more alive, more open, and filled with the joy of God’s presence. Behind every line on the blueprint lies a great hope: that our community may continue to grow in fellowship and service.

We extend our deepest thanks to the planning team, our parish leaders, and all members of the community who have offered prayers and support. Please continue to pray with us, that the preparation and approval process may go smoothly, wisely, and in accordance with God’s will.

Together, we are building—not just a church—but the future of our faith.


Dengan penuh syukur dan harapan, Masterplan Pengembangan Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo kini memasuki tahap penting: proses penyusunan proposal resmi bersama Romo Paroki, sebagai bagian dari pengajuan ke Keuskupan Agung Semarang.

Langkah ini menjadi babak baru dalam perjalanan panjang umat Maguwo untuk mewujudkan sebuah tempat ibadah yang tidak hanya layak secara fisik, tetapi juga mampu mencerminkan jati diri iman, semangat kebersamaan, dan visi pastoral jangka panjang.

Perjalanan ini bukan sekadar proyek bangunan, melainkan wujud nyata dari kerinduan umat untuk memiliki rumah Tuhan yang lebih hidup, terbuka, dan membawa sukacita bagi semua. Di balik garis-garis rancangan dan gambar denah, tersimpan harapan besar akan tumbuhnya komunitas yang semakin kokoh dalam persekutuan dan pelayanan.

Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan umat, tim perencana, dan para pendamping yang setia mengawal proses ini. Kami mohon doa dan restu agar penyusunan proposal ini dapat berjalan lancar, penuh hikmat, dan selaras dengan kehendak Tuhan.

Bersama kita membangun, bukan hanya gereja—tetapi masa depan iman.

LKTD OMK dan RBM Stasi St Maria Bunda Allah Maguwo dengan tema “BERTUMBUH DALAM IMAN, BERSUKACITA DALAM PELAYANAN”

Kaliurang, 28 Juni 2025 – Dalam rangka membentuk pribadi muda Katolik yang berjiwa pemimpin dan penuh semangat pelayanan, OMK (Orang Muda Katolik) dan RBM (Remaja Bina Iman) Stasi Santa Maria Buda Allah Maguwo menyelenggarakan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) selama dua hari, pada Jumat dan Sabtu, 27–28 Juni 2025.

Kegiatan ini mengusung tema “Bertumbuh dalam Iman, Bersukacita dalam Pelayanan”, dan diikuti oleh 69 peserta dari kalangan remaja dan OMK. Pembinaan dalam Kebersamaan LKTD tahun ini menjadi wadah penting untuk membina semangat kepemimpinan Kristiani, mempererat persaudaraan, dan menggugah kesadaran para peserta akan peran mereka dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

Melalui beragam sesi yang dikemas secara kreatif dan menyenangkan, peserta diajak untuk mengenal jati diri, memperdalam iman, serta melatih kemampuan bekerja sama dan mengambil tanggung jawab.Hari pertama kegiatan diawali dengan sesi pengantar mengenai dasar-dasar kepemimpinan Katolik dan dinamika kelompok. Para peserta juga mengikuti sesi reflektif mengenai iman dan panggilan pelayanan. Suasana kekeluargaan dan spiritualitas yang hangat turut dirasakan dalam renungan malam dan doa bersama, yang memberi ruang untuk perenungan pribadi di hadapan Tuhan.Pelayanan Sebagai SukacitaHari kedua diisi dengan kegiatan latihan kepemimpinan interaktif, teamwork challenge, diskusi kelompok, serta penyampaian materi tentang pelayanan di lingkungan gereja. Dalam sesi tersebut, peserta diajak untuk memahami bahwa menjadi pemimpin bukan sekadar jabatan, tetapi lebih sebagai panggilan untuk melayani dengan sukacita dan ketulusan hati.Kegiatan ditutup dengan misa syukur, sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan selama dua hari kegiatan berlangsung.

Peserta tampak antusias dan membawa pulang semangat baru untuk terus bertumbuh dalam iman serta terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pelayanan di stasi maupun lingkungan masing-masing. Menjadi generasi muda yang siap melayani melalui kegiatan LKTD ini, OMK dan RBM Stasi Maguwoharjo menegaskan komitmennya dalam membina generasi muda Katolik yang tidak hanya cerdas dan aktif, tetapi juga berakar kuat dalam iman dan siap menjadi pelayan-pelayan yang penuh kasih. “Kami berharap setelah mengikuti LKTD ini, para peserta semakin percaya diri, memiliki semangat kebersamaan, dan menjadikan pelayanan sebagai bagian dari gaya hidup Kristiani mereka,” ungkap salah satu panitia kegiatan. Dengan semangat “Bertumbuh dalam Iman, Bersukacita dalam Pelayanan”, para peserta diharapkan menjadi agen perubahan positif di tengah komunitas, menjadi terang dan garam dunia, serta menjadi teladan dalam tindakan nyata di lingkungan Gereja dan masyarakat.

link foto :

https://drive.google.com/drive/folders/1AlOP7JqDG2jaWsP8BkhAcIV9EAOnOYtQ

GMBA Maguwo Ikut Meriahkan Perayaan HUT ke-85 Keuskupan Agung Semarang di Stadion Jatidiri

Semarang, 29 Juni 2025 — Stadion Jatidiri Semarang menjadi saksi sukacita besar umat Katolik dalam perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-85 Keuskupan Agung Semarang (KAS), Minggu (29/6). Acara yang mengusung tema “Bersama Berziarah, Berbagi Berkat” ini dihadiri oleh sekitar 30.000 umat dari seluruh penjuru Kevikepan, paroki, dan stasi. Tak ketinggalan, Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo turut mengambil bagian dalam perayaan akbar ini dengan mengirimkan 50 umat sebagai delegasi. Rombongan GMBA Maguwo berangkat dari Maguwoharjo pukul 10.00 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB.

Perwakilan Stasi GMBA Maguwo goes to Semarang

Semarak Penyambutan dan Hiburan Rohani

Sesampainya di stadion, suasana meriah langsung menyambut rombongan. Berbagai penampilan seni dari umat Katolik mewarnai panggung, mulai dari nyanyian, tarian, hingga drama monolog yang mencerminkan dinamika iman dan perjalanan gereja. Penampilan dr. Edward Tirtananda Wikanta, M.Biomed., juara 1 Lomba Cipta Lagu Rohani Pesparani LP3KD, memukau umat dengan lagu rohani ciptaannya yang penuh makna. Sebelumnya, artis Katolik Lisa A. Riyanto tampil menyanyikan lagu-lagu rohani yang semakin membangun suasana iman menjelang acara utama.

Arak-arakan Iman yang Menggugah

Pukul 15.30 WIB, arak-arakan akbar dilangsungkan. Barisan arak-arakan terdiri dari perwakilan TNI, Polri, seluruh Kevikepan di Keuskupan Agung Semarang, instansi pendidikan Katolik, rumah sakit Katolik, serta para biarawan dan biarawati. Perwakilan panji-panji dari berbagai paroki turut memeriahkan perarakan ini. Dari GMBA Maguwo, Davina & Valen (OMK) mendapat kehormatan membawa panji Stasi Maguwo dalam barisan.

Perarakan yang semarak

Arak-arakan ini bukan sekadar tradisi, namun lambang nyata persatuan Gereja dalam keberagaman pelayanan.

Sambutan Pemimpin Gereja dan Pemerintahan

Usai perarakan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari sejumlah tokoh penting. Ketua panitia, Pak Riyanto, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan ribuan umat dan semua pihak yang mendukung kelancaran acara. Sambutan berikutnya datang dari Plt. Gubernur Jawa Tengah yang menekankan nilai kebersamaan lintas iman dan kontribusi Gereja dalam pembangunan masyarakat.

Sambutan Walikota Semarang

Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, SS., MM, juga hadir dan menyampaikan rasa bangganya atas kiprah Keuskupan Agung Semarang, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial.

Simbol Syukur Lewat Tumpeng

Momentum berlanjut dengan potong tumpeng sebagai lambang syukur atas perjalanan panjang Keuskupan Agung Semarang yang telah mencapai usia 85 tahun. Tumpeng dipotong oleh Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, dan secara simbolis diserahkan kepada Plt. Gubernur Jawa Tengah, Plt. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Wali Kota Semarang. Prosesi ini mencerminkan semangat sinergi antara Gereja dan pemerintah dalam melayani masyarakat.

Prosesi Pemotongan Tumpeng

Setelah itu, dilakukan sesi foto bersama yang melibatkan para tokoh penting: Mgr. Rubiyatmoko, Kardinal Ignatius Suharyo, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Uskup Antonius Benjamin dari Keuskupan Bandung, serta para pejabat daerah yang hadir.

Pertunjukan Unik dan Penghargaan Katekis

Rangkaian acara dilanjutkan dengan penampilan story telling yang sangat menarik dari adik Kazio Sunanto, siswa SD Marsudirini BSB. Sebagai juara 1 Lomba Story Telling PIA, Kazio membawakan kisah inspiratif dalam Bahasa Inggris — sebuah penampilan yang menyegarkan dan membanggakan.

Tak lama setelah itu, Rm. Yohanes Gunawan membacakan pengumuman Sarikromo Award, penghargaan bergengsi yang diberikan kepada lima katekis dari lima Kevikepan di Keuskupan Agung Semarang. Para katekis ini dipilih berdasarkan kesetiaan dan dedikasi mereka dalam mewartakan kabar keselamatan sebagai murid-murid Kristus di tengah masyarakat.

Semangat Kaum Muda: Kosmus Karangpanas

Semangat anak-anak muda Gereja tampak dalam penampilan dari Kosmus (Komunitas Seni dan Musik) Karangpanas. Mereka membawakan lagu-lagu rohani secara meriah dan penuh penghayatan. Penampilan ini menjadi lebih istimewa karena mereka adalah peraih Juara 1 Lomba Cover Lagu Madah Bakti dan Kidung Adi. Suara merdu dan aransemen kreatif dari Kosmus menambah warna dalam perayaan iman ini.

Puncak Perayaan: Misa Syukur HUT ke-85 KAS

Tepat pukul 17.30 WIB, Perayaan Ekaristi dimulai. Misa Syukur dipimpin oleh Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, bersama para uskup dan imam konselebran.

Mgr Rubi memimpin misa

Homili disampaikan oleh Kardinal Ignatius Suharyo. Dalam homilinya, Kardinal menyampaikan pesan yang mendalam tentang pertumbuhan iman dan kesetiaan sebagai murid Kristus.

Ia mengajak umat untuk merenungkan panggilan hidup sebagai Gereja yang terus bertumbuh dalam kasih dan kesetiaan.

“Bertumbuh menuju kesempurnaan kasih, bertumbuh menuju kesempurnaan kesetiaan, semakin serupa sebagai citra Allah,”

tegas Kardinal Suharyo, menyemangati umat agar senantiasa menjadi terang dan garam di dunia.

Homili oleh Kardinal Ign. Suharyo

Ekaristi berlangsung dengan khidmat. Stadion yang biasanya diisi sorak-sorai olahraga, kini menjadi ruang doa yang penuh penghayatan. Ribuan umat mengikuti misa dengan tertib, menciptakan suasana sakral yang menyentuh hati.

Akhir yang Damai dan Merdu

Setelah misa selesai, umat meninggalkan stadion secara tertib dan rapi. Panitia mengatur arus keluar dengan baik, dan suasana tetap kondusif. Sambil menunggu giliran keluar, umat kembali dihibur dengan penampilan spesial dari Siska Saras JKT48 yang membawakan lagu-lagu rohani dengan suara merdu dan penghayatan yang menyentuh. Kehadirannya memberi penutup yang manis dan meneduhkan bagi seluruh rangkaian acara hari itu.

Ucapan HUT dan Penutup

Perayaan HUT ke-85 Keuskupan Agung Semarang ini bukan hanya menjadi peristiwa seremoni, tetapi sebuah kesaksian nyata akan hidupnya Gereja di tengah umat. Bagi GMBA Maguwo, kesempatan hadir dan terlibat dalam momen besar ini menjadi pengalaman iman yang sangat berharga — sebuah ziarah rohani bersama ribuan umat Katolik lainnya.

Dari Maguwo hingga Semarang, dari anak-anak hingga para uskup, semua bersatu dalam semangat ziarah dan pelayanan. Tema “Bersama Berziarah, Berbagi Berkat” sungguh terwujud dalam tindakan nyata sepanjang acara.

Atas nama seluruh umat GMBA Maguwo dan segenap umat Keuskupan Agung Semarang:

Selamat Ulang Tahun ke-85 Keuskupan Agung Semarang!

Semoga senantiasa menjadi Gereja yang bertumbuh dalam kasih, dalam kesetiaan, dan dalam kemuliaan Tuhan.

Ad multos annos!

Foto & video dokumentasi dapat diunduh di link berikut

Download

Bersyukur dan Memohon: Pembelajaran Doa di Lingkungan St. Monica

Pada malam Kamis, 19 Juni 2025, umat Lingkungan St. Monica berkumpul untuk mengikuti acara Doa Lingkungan yang dipandu oleh Bapak Sugiyono. Acara ini diadakan di kediaman Ibu Merry, dimulai pukul 19.00 WIB. Sebagai bagian dari acara rohani, tema utama malam itu adalah tentang “Cara Berdoa yang Baik dan Benar,” di mana umat diajak untuk lebih memahami bagaimana seharusnya berdoa dalam hidup sehari-hari.

Doa lingkungan ini, tidak hanya menjadi waktu untuk berdoa bersama, tetapi juga untuk saling memperdalam pemahaman iman, khususnya mengenai cara berdoa yang benar sesuai dengan ajaran Gereja Katolik.

Bapak Sugiyono, yang bertindak sebagai pemandu doa, membuka acara dengan penjelasan yang mendalam mengenai cara berdoa yang baik dan benar menurut ajaran Gereja. Beliau mengingatkan bahwa berdoa bukan hanya sekedar ritual, tetapi juga suatu bentuk hubungan yang dalam dengan Tuhan. Salah satu poin penting yang beliau sampaikan adalah tentang pentingnya memulai doa dengan bersyukur terlebih dahulu sebelum memohon. Dalam hidup, sering kali kita terlalu fokus pada permintaan dan harapan kita kepada Tuhan, namun kita seringkali lupa untuk mengucapkan terima kasih atas segala berkat yang telah diberikan. Rasa syukur ini menjadi kunci dalam mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperkuat hubungan kita dengan-Nya.

Beliau juga menjelaskan bahwa dalam doa, kita harus mengutamakan persatuan hati dengan Tuhan, di mana kita tidak hanya meminta, tetapi juga mendengarkan apa yang Tuhan ingin katakan kepada kita. Doa yang baik bukanlah doa yang penuh dengan permintaan, tetapi doa yang dimulai dengan hati yang penuh rasa syukur. Selain itu, Bapak Sugiyono juga mengajak umat untuk lebih memahami Doa Bapa Kami, yang merupakan doa yang diajarkan langsung oleh Yesus kepada para murid-Nya. Beliau menjelaskan bahwa Doa Bapa Kami mencakup semua aspek penting dalam doa Kristen Katolik.

Selama ibadat, umat diajak untuk berdoa secara pribadi dan bersama, menyampaikan rasa syukur, permohonan, serta doa untuk umat yang membutuhkan. Kehidupan spiritual yang penuh pengharapan dan sukacita tampak jelas terlihat di wajah setiap peserta, yang mengikuti setiap langkah doa dengan sepenuh hati.


Di akhir acara doa lingkungan ini, panitia “Refresh Jiwa” Lingkungan St. Monica melaporkan pertanggungjawaban dana acara. Acara berjalan dengan lancar dan penuh berkat. Kehadiran umat yang antusias menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan dalam mempererat iman umat lingkungan. Panitia yang rata-rata terdiri dari kaum muda akan terus mengadakan kegiatan serupa di masa yang akan datang, dengan tujuan untuk membantu umat terus berkembang dalam kehidupan doa dan iman. Panitia juga berencana untuk mengadakan acara serupa secara berkala.

Berkah Dalem!